Sab. Mei 30th, 2026

Kasat Intelkam Polres Alor Ingatkan Bahaya Miras bagi Generasi Muda

KALABAHI, Bajopos.com |Ancaman minuman keras (miras) terhadap masa depan generasi muda menjadi perhatian serius Polres Alor.

Melalui kegiatan Jumat Barokah di Masjid Al-Ansar Hulnani, Kecamatan Alor Barat Laut, Kasat Intelkam Polres Alor IPTU Kamaludin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga anak muda dari pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan mereka.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (29/5/2026) tersebut dikemas melalui pendekatan keagamaan dengan penyampaian khutbah Jumat sekaligus sosialisasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Hadir dalam kegiatan itu Kepala Desa Hulnani Mustaqim Tehing, Ketua Takmir Masjid Al-Ansar Hulnani Sukardin Tonu, Imam Masjid Al-Ansar Hulnani Rusdi Tehing, Muadzin Muhammad Bere, Khatib Bakri Taluma, remaja masjid, tokoh agama serta jamaah setempat.

Dalam khutbahnya, IPTU Kamaludin mengajak jamaah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT serta memperkuat nilai kebersamaan dan persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, sikap saling menghormati, menjaga hubungan baik antarwarga dan memperkuat solidaritas sosial merupakan fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai.

Ia juga mengingatkan pentingnya menyelesaikan berbagai persoalan melalui dialog dan musyawarah agar tidak berkembang menjadi konflik yang dapat mengganggu keharmonisan masyarakat.

Usai pelaksanaan salat Jumat, IPTU Kamaludin kembali memberikan sosialisasi kamtibmas kepada jamaah. Dalam kesempatan itu, ia mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga stabilitas keamanan lingkungan serta tidak mudah terpengaruh isu-isu yang dapat memicu perpecahan.

Perhatian khusus diberikan kepada generasi muda yang dinilai sebagai aset penting bangsa. Menurut IPTU Kamaludin, kenakalan remaja dan penyalahgunaan minuman keras menjadi tantangan yang harus dicegah sejak dini karena dapat memicu berbagai tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Pemuda adalah kekuatan bangsa dan calon pemimpin masa depan. Karena itu generasi muda harus menjadi contoh dalam menjaga persatuan, solidaritas, serta menjauhi minuman keras yang dapat merusak masa depan dan kehidupan sosial,” tegas IPTU Kamaludin.

Ia menambahkan, pemuda memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan dan keamanan lingkungan. Karena itu, dibutuhkan kesadaran bersama untuk membangun karakter generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

Melalui program Jumat Barokah, Polres Alor berharap hubungan silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat semakin erat.

Selain menjadi sarana pembinaan keagamaan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman, damai dan kondusif di Kabupaten Alor.

IPTU Kamaludin berharap para pemuda di Desa Hulnani dapat tampil sebagai pelopor perdamaian, menjaga nilai-nilai kebersamaan serta aktif mendukung terciptanya lingkungan yang aman, tertib dan harmonis bagi seluruh masyarakat.

Reporter : Nursan

Julie Sutrisno Laiskodat dalam Refleksi Idul Adha, “Mengikis Ego dan Menyembelih Sifat Buruk”

FLORES TIMUR, Bajopos.com | Gema takbir Idul Adha berkumandang di seluruh penjuru tanah Lamaholot, Kabupaten Flores Timur, Rabu (27/5/2026).

Dari mushala ke mushala dan masjid ke masjid, suara takbir saling bersahutan menghadirkan suasana religius yang penuh haru dan kebersamaan.

Di tengah lantunan kalimat tauhid itu, umat Muslim dari berbagai kalangan larut dalam suka cita hari raya kurban. Anak-anak, orang tua, kaum muda, hingga para lansia menyambut Idul Adha dengan hati penuh syukur dan pengharapan.

Momentum sakral tersebut juga diwarnai dengan penyerahan hewan kurban dari Anggota DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat kepada Takmir Masjid Attaqwa Witihama melalui perwakilannya.

Bantuan satu ekor sapi itu kemudian diterima langsung oleh panitia pemotongan hewan kurban tahun 2026.

Bagi Julie Sutrisno Laiskodat, Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan atau seremoni penyembelihan hewan kurban.

Lebih dari itu, Idul Adha merupakan refleksi spiritual tentang bagaimana manusia belajar mengikis ego dan menyembelih sifat-sifat buruk dalam dirinya.

“Hari Raya Idul Adha adalah momentum bertemunya dua peristiwa besar dalam Islam, yakni Ibadah Haji dan Ibadah Kurban. Keduanya mengajarkan tentang keikhlasan, pengorbanan dan kepatuhan kepada Allah SWT,” ujar Julie.

Ia menuturkan, kisah Nabi Ibrahim Alaihissalam yang diperintahkan menyembelih putranya sendri yaitu Nabi Ismail Alaihissalam (sebelum akhirnya diangkat menjadi nabi) menjadi simbol ketundukan totalitas seorang hamba kepada Tuhan.

Ketika Nabi Ibrahim Alaihissalam menunjukkan ketaatan dan keikhlasan kala itu, Allah SWT kemudian menggantikan Nabi Ismail dengan seekor kambing jantan sebagai bentuk kasih sayang dan penghargaan atas pengorbanan tersebut.

Julie Sutrisno Laiskodat pun berpandangan bahwa nilai terbesar dari Idul Adha sesungguhnya bukan terletak pada darah hewan kurban, melainkan pada ketulusan hati manusia dalam berbagi dan mengorbankan kepentingan pribadi demi sesama dan semata-mata hanya mengharap pembalasan di akhirat dari Tuhan.

“Momentum Idul Adha adalah tindakan nyata untuk menyadarkan diri kita bahwa kepedulian harus terus dibangun agar dapat memberi manfaat bagi sesama,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa Idul Adha menjadi ruang introspeksi diri bagi umat manusia untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT maupun hubungan sosial dengan sesama manusia.

Di sisi lain, ritual ibadah haji yang berlangsung bersamaan dengan Idul Adha juga memperlihatkan besarnya kerinduan umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Meski harus menunggu bertahun-tahun demi kuota keberangkatan, jutaan umat Muslim tetap berharap bisa menunaikan ibadah ke Tanah Suci sebelum ajal menjemput.

Semangat pengorbanan dan ketulusan itulah yang menurut Julie harus terus dirawat dalam kehidupan sehari-hari, terlebih di tengah situasi sosial yang kerap dipenuhi egoisme, perpecahan dan hilangnya rasa peduli.

“Semoga Allah menjadikan setiap helaan napas umat-Nya sebagai bukti cinta, pengabdian dan pengorbanan kepada sesama,” tutupnya.

Reporter : Faidin

Di Fasilitas Kantor Distan Sikka Terduga Pelaku Diduga Lecehkan Anak Dibawah Umur

SIKKA, Bajopos.com | Kepolisian Resor Sikka menangani kasus dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di salah satu fasilitas pemerintah daerah (Pemda) Sikka, yaitu salah satu ruangan di wilayah kantor Pertanian (Distan Sikka) yang berada di wilayah Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Rabu, 27 Mei 2026 sekitar pukul 00.05 WITA di kawasan Jalan Litbang, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok.

Korban dalam kasus ini merupakan seorang anak perempuan yang dalam pemberitaan ini disamarkan dengan nama buah Apel demi melindungi identitas dan hak anak sesuai ketentuan perlindungan anak dan kode etik jurnalistik.

Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, kasus tersebut telah dilaporkan ke Polres Sikka dengan nomor laporan polisi LP/B/73/V/2026/SPKT/POLRES SIKKA/POLDA NUSA TENGGARA TIMUR tertanggal 27 Mei 2026.

Dari uraian laporan, awalnya korban disebut sedang berjalan menuju pelabuhan sebelum bertemu dengan terlapor berinisial M.A.

Terlapor kemudian menawarkan untuk mengantar korban. Namun dalam perjalanan, korban justru dibawa ke sebuah lokasi di kawasan kantor pertanian di Kota Uneng.

Di lokasi tersebut diduga terjadi tindak kekerasan seksual terhadap korban. Lalu, setelah kejadian, korban disebut sempat meminta pertolongan warga sebelum akhirnya dibawa ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sikka untuk membuat laporan.

Hasil konfirmasi media ini, Humas Polres Sikka, Leonardus Tunga, membenarkan adanya laporan tersebut.

Disampaikan, bahwa terlapor telah diamankan pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.

“Diduga pelaku langsung diamankan setelah dilaporkan,” ujarnya Leo.

Saat ini penyidik Polres Sikka masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi serta melengkapi proses penyelidikan, termasuk visum et repertum terhadap korban.

Kasus tersebut ditangani menggunakan ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 473 terkait kejahatan perlindungan anak.

Pemberitaan ini tidak menyebut identitas lengkap korban maupun informasi lain yang dapat mengungkap jati diri anak, sebagai bentuk perlindungan terhadap korban sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak dan Pedoman Pemberitaan Ramah Anak.

Reporter : Faidin

Kampanye Anti Tembakau Digelorakan di Alor, Generasi Muda Diajak Hidup Sehat

KALABAHI, Bajopos.com | Pemerintah Kabupaten Alor mengajak seluruh elemen masyarakat, gereja, sekolah hingga keluarga untuk bersama-sama mengkampanyekan pola hidup sehat dan memerangi kebiasaan merokok di kalangan anak muda demi menyelamatkan generasi masa depan Alor.

Ajakan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Bely, S.Sos., M.Si mewakili Bupati dan Wakil Bupati Alor saat membuka kegiatan Gerakan Anti Tembakau yang digelar bersama Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dan Dinas Kesehatan Kabupaten Alor dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia.

Dalam sambutannya, Melkisedek menegaskan bahwa peningkatan angka harapan hidup harus dibarengi dengan pola hidup sehat masyarakat, khususnya generasi muda. Menurutnya, bonus demografi dan target pembangunan sumber daya manusia akan sulit tercapai apabila anak-anak muda tidak menjaga kesehatan sejak dini.

“Sesungguhnya kegiatan seperti ini harus didukung oleh semua pihak termasuk anak-anak muda kita. Jangan sampai angka harapan hidup meningkat tetapi pola hidup masyarakat tidak sehat. Itu akan mengganggu target pembangunan sumber daya manusia yang sudah kita siapkan,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Alor juga menyampaikan apresiasi kepada Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Dinas Kesehatan dan seluruh pihak yang telah menggagas gerakan edukasi bahaya rokok bagi generasi muda.

Pemerintah berharap kampanye serupa tidak hanya dilakukan setiap peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, tetapi terus digelorakan sepanjang tahun melalui sekolah, gereja dan ruang-ruang publik lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Melkisedek menyoroti fenomena meningkatnya kebiasaan merokok di kalangan remaja yang kini mulai dianggap sebagai bagian dari tren sosial.

Menurutnya, banyak anak muda menganggap merokok sebagai simbol kedewasaan, kewibawaan hingga cara untuk terlihat keren di hadapan teman sebaya maupun lawan jenis.

“Anak-anak muda sekarang kadang menganggap merokok itu menunjukkan kedewasaan mereka. Seolah-olah kalau merokok mereka dianggap hebat, dihargai dan punya wibawa. Padahal sesungguhnya mereka sedang berhadapan dengan kondisi yang sangat memprihatinkan,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan hasil survei Yayasan Jantung Indonesia tahun 2025 yang menyebutkan sebanyak 77 persen siswa mulai merokok karena ditawari atau diajak oleh teman mereka.

Kondisi tersebut dinilai sangat berbahaya karena sebagian besar remaja belum memahami dampak buruk rokok terhadap kesehatan fisik maupun mental.

Disebutkan bahwa sebatang rokok mengandung lebih dari 4.000 senyawa kimia dan ratusan racun yang dapat merusak tubuh. Dampak merokok tidak hanya menurunkan kesehatan fisik, tetapi juga mempengaruhi fokus belajar, daya tangkap, energi hingga memicu kecemasan dan depresi pada remaja.

Karena itu, edukasi dinilai menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran generasi muda agar mampu meninggalkan kebiasaan merokok sejak dini.

Pemerintah Kabupaten Alor juga menegaskan bahwa saat ini negara sedang membuka banyak peluang masa depan bagi generasi muda, termasuk kesempatan menjadi anggota TNI, Polri maupun profesi lainnya. Namun peluang tersebut hanya dapat diraih apabila generasi muda memiliki pola hidup sehat dan disiplin menjaga diri.

“Pemerintah sedang menyiapkan masa depan anak-anak yang luar biasa. Sekarang kesempatan terbuka sangat besar. Tetapi bagaimana mereka bisa mencapai cita-cita kalau mereka hidup dengan kebiasaan merokok dan pola hidup yang tidak sehat,” tegasnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa generasi muda merupakan usia produktif yang nantinya akan menjadi kekuatan utama pembangunan daerah, gereja dan masyarakat. Karena itu seluruh pihak memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga dan membina kehidupan generasi muda agar bertumbuh sehat secara fisik maupun mental.

Mengakhiri sambutannya, Pemerintah Kabupaten Alor mengajak seluruh masyarakat untuk terus menggelorakan gerakan hidup sehat demi menyelamatkan generasi Alor.

“Kita berharap generasi Alor menjadi generasi yang sehat, kuat dan berkualitas untuk membangun gereja, membangun daerah dan masa depan Kabupaten Alor yang lebih baik,” ujarnya.

Kegiatan Gerakan Anti Tembakau tersebut kemudian resmi dibuka dengan harapan menjadi momentum bersama dalam membangun kesadaran hidup sehat di tengah masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan remaja di Kabupaten Alor.

Reporter : Nursan | Editor : Faidin

Pererat Silaturahmi, Julie Sutrisno Laiskodat Berbagi Daging Kurban untuk Umat Muslim di Sikka

SIKKA, Bajopos.com | Dalam semangat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, Anggota DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat berbagi kasih melalui penyaluran daging kurban kepada sejumlah umat Muslim di Kabupaten Sikka, Kamis (28/5/2026).

Pembagian daging kurban tersebut dilakukan oleh Tim Muslim JSL (Julie Sutrisno Laiskodat) Sikka sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya mempererat tali silaturahmi antar rumat beragama di daerah itu.

Tenaga Ahli DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat, Minarni M.Si, dalam penyampaiannya secara virtual mengatakan bahwa momentum Idul Adha menjadi pengingat penting tentang keteladanan, ketaatan, dan pengorbanan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

“Dalam momentum Idul Qurban ini, Ibu Julie ingin berbagi melalui hewan kurban dengan semua saudara di Dapil NTT I, mulai dari Manggarai Barat hingga Lembata dan Alor,” kata Minarni.

Menurutnya, distribusi daging kurban tersebut menjadi wujud nyata kepedulian terhadap sesama, terutama masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mengajarkan nilai keikhlasan agar manusia tidak hanya mementingkan diri sendiri.

Ia juga berharap amal ibadah kurban yang ditunaikan Julie Sutrisno Laiskodat diterima oleh Allah SWT dan semangat pengorbanan itu terus menginspirasi berbagai kebaikan di tengah masyarakat.

Ketua Tim Muslim JSL Sikka, Haji Alimudin, mengatakan jaringan Tim Muslim JSL saat ini telah terbentuk dan tersebar di 25 titik di wilayah Kabupaten Sikka.

“Tahun ini umat Muslim di beberapa titik mendapatkan satu ekor sapi kurban dari Bunda Julie, dan insya Allah tahun depan semua titik dapat,” ujar Alimudin.

Sementara itu, Anggota DPRD Sikka, Heriawan, menegaskan bahwa Julie Sutrisno Laiskodat selalu mengajarkan kepada kader Partai NasDem bahwa makna Idul Adha tidak hanya sebatas menyembelih hewan kurban.

Menurutnya, nilai utama dari perayaan kurban adalah bagaimana setiap orang mampu menanggalkan sifat sombong, kikir, dan egois dalam kehidupan sehari-hari.

“Bunda Julie selalu mengajarkan kami agar sifat sombong, kikir, dan egois harus disembelih agar hidup setiap kader NasDem tidak hanya mementingkan diri sendiri,” katanya.

Sejumlah penerima daging kurban turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada Julie Sutrisno Laiskodat beserta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pembagian hewan kurban tahun 2026 di Kabupaten Sikka.

Reporter : Faidin

Pemuda Advent dan Masyarakat Alor Kampanye Lawan Kecanduan Nikotin dan Tembakau

KALABAHI, Bajopos.com | Dalam rangka memperingati Hari Bebas Tembakau Sedunia, pemuda Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh bersama berbagai elemen masyarakat menggelar kampanye edukasi melawan kecanduan nikotin dan tembakau di Kabupaten Alor.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja tahunan pemuda Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh yang selama ini dilaksanakan di sejumlah wilayah di Nusa Tenggara hingga Maluku Tenggara Barat Daya.

Tahun ini, Kabupaten Alor dipilih sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan dengan mengusung tema “Melawan Kecanduan Nikotin dan Tembakau”.

Ketua Panitia, Pdt. Denny Kanajo, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membangun kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya hidup sehat dan terbebas dari kecanduan nikotin maupun produk tembakau.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja tahunan pemuda Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dalam memperingati Hari Bebas Tembakau Sedunia. Kami sudah melaksanakan kegiatan serupa di beberapa daerah, dan tahun ini kami memilih Kabupaten Alor,” ujar Pdt. Denny Kanajo saat ditemui wartawan di lokasi kegiatan.

Menurutnya, pihak gereja bersama sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM), tokoh pemuda, sekolah-sekolah, serta berbagai pihak terkait ingin memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya kecanduan nikotin dan tembakau.

“Kami berharap generasi muda di Kabupaten Alor dapat terhindar dari pengaruh buruk kecanduan nikotin dan tembakau. Sebab, jika seseorang sudah mengalami kecanduan, tidak menutup kemungkinan akan mengarah kepada hal-hal yang lebih berbahaya, seperti penyalahgunaan narkoba dan lainnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, edukasi sejak dini sangat penting dilakukan guna membangun kesadaran masyarakat terhadap dampak buruk penggunaan produk tembakau bagi kesehatan dan masa depan generasi muda.

“Kami rindu agar dari Kabupaten Alor lahir generasi muda yang sehat, kuat, dan bebas dari kecanduan nikotin maupun tembakau. Karena itu, edukasi kepada anak-anak, pelajar, mahasiswa, dan pemuda perlu terus dilakukan,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, panitia juga menggelar aksi jalan sehat dan kampanye publik yang dimulai dari Lapangan Gusur di depan Masjid Al Muhajirin Kadelang dan berakhir di Stadion Mini Kalabahi. Kegiatan itu melibatkan pelajar, mahasiswa, pemuda gereja, serta sejumlah dinas terkait di Kabupaten Alor.

Antusiasme masyarakat dan dukungan Pemerintah Kabupaten Alor dinilai sangat positif dalam mendukung suksesnya kegiatan tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Alor, khususnya Bapak Bupati beserta jajaran, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Kami juga melihat antusiasme yang luar biasa dari masyarakat dan generasi muda di Kabupaten Alor,” ungkapnya.

Pdt. Denny Kanajo berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter generasi muda yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan.

“Pesan dan harapan kami, kiranya kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi generasi bangsa, khususnya generasi muda di Kabupaten Alor, agar semakin sadar akan pentingnya hidup sehat dan menjauhi kecanduan nikotin maupun tembakau,” tutupnya.

Rencananya, kegiatan kampanye Hari Bebas Tembakau Sedunia tersebut akan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Alor.

Reporter : Nursan | Editor : Faidin

Dugaan Kekerasan Seksual Terhadap Anak di WC Kantor Pertanian Dilaporkan ke Polres Sikka

SIKKA, Bajopos.com | Dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di salah satu kamar WC Kantor Pertanian dilaporkan ke Kepolisian Resor (Polres) Sikka pada Rabu, 27 Mei 2026.

Kasus tersebut dilaporkan oleh seorang warga Kecamatan Alok Timur berinisial A.T setelah korban yakni Apel (14) (tidak nama asli korban) yang masih berstatus pelajar diduga mengalami perbuatan asusila yang diduga dilakukan oleh seorang pria berinisial M.A (19) di wilayah Kota Uneng, Kabupaten Sikka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, peristiwa itu diduga terjadi pada Rabu dini hari sekitar pukul 00.05 Wita di kawasan Jalan Litbang, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka.

Korban disebut awalnya sedang berjalan menuju kawasan pelabuhan bersama terlapor. Dalam perjalanan, terlapor diduga menawarkan diri untuk mengantar korban.

Namun setibanya di lokasi tertentu, korban diduga diajak masuk ke sebuah kamar Kantor Pertanian dan mengalami tindakan kekerasan seksual.

Usai kejadian, korban kemudian pulang dan menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada keluarga.

Laporan resmi selanjutnya dibuat di SPKT Polres Sikka untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Dalam laporan tersebut, polisi menerapkan dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait perlindungan anak.

Pihak kepolisian juga telah menerima laporan, membuat administrasi laporan polisi, serta melakukan langkah awal penanganan termasuk pengajuan visum terhadap korban.

Hingga berita ini diturunkan, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian Polres Sikka.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Sikka, Leonardus Tunga dikonfirmasi media, belum memberikan keterangan resmi.

Reporter : Faidin

TNI dan Warga Binongko Gotong Royong Bangun Rumah Warga Lewat Karya Bhakti

KALABAHI, Bajopos.com | Semangat kebersamaan dan gotong royong kembali ditunjukkan prajurit TNI bersama masyarakat dalam kegiatan Karya Bhakti skala besar yang digelar di Kabupaten Alor, Kamis (28/5/2026).

Kegiatan tersebut dipusatkan di rumah milik Ibu Wa Oja Lakarimu di Kelurahan Binongko, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor. Dalam pelaksanaannya, lima personel TNI AD bersama masyarakat dan para tukang bangunan bergotong royong membantu proses pembangunan rumah warga.

Babinsa Kelurahan Binongko, Serda Hendra Rolobesi, turut aktif mendampingi jalannya kegiatan di lapangan sebagai bentuk perhatian dan pendampingan terhadap masyarakat di wilayah binaannya.

Personel TNI AD bersama warga terlihat bahu membahu melakukan pengayakan pasir untuk pasangan batako serta pendropingan batako guna mempercepat proses pembangunan rumah. Suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan.

Karya bhakti tersebut menjadi bukti nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat sekaligus upaya memperkuat budaya gotong royong di tengah kehidupan sosial warga. Kehadiran aparat TNI juga dinilai mampu memberikan motivasi kepada masyarakat untuk terus menjaga semangat saling membantu.

Dandim 1622/Alor, Arya Darma, mengatakan karya bhakti merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial TNI yang bertujuan mempererat hubungan dengan masyarakat serta membantu meringankan beban warga.

“Kegiatan karya bhakti ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami ingin selalu hadir di tengah masyarakat dan membantu sesuai kemampuan yang dimiliki, sehingga semangat kebersamaan dan gotong royong tetap terjaga,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Melalui kegiatan karya bhakti tersebut, diharapkan hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat di Kabupaten Alor terus terjalin dengan baik serta memberikan manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan.

Reporter : Nursan | Editor : Faidin

Sapi Kurban di Kemasjidan An-Nur Nangahale ; PT. Redi 1 Ekor, Jemaah 4 Ekor, BRI 1 dan LazisMu 1

SIKKA, Bajopos.com | Bantuan sejumlah 7 ekor sapi kurban menyisir wilayah Dusun Namandoi, Desa Nangahale, lingkup Kemasjidan An-Nur pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Sejumlah hewan kurban itu, merupakan bantuan dari beberapa donatur dan kelompok jemaah dalam lingkup kemasjidan An-Nur Nangahale.

Dari donatur, salah satunya bantuan berasal dari PT Redi yang menyalurkan satu ekor sapi kurban untuk masyarakat di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka.

Sapi bantuan PT Redi tersebut disembelih di depan rumah Ketua PCM Talibura, Tajudin Obawala, S.Pd., M.Pd, sebelum kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar.

Atas bantuan itu, wargapun turut memberi apresiasi dan limpah terima kasih karena dinilai membantu masyarakat sekaligus memperkuat semangat berbagi di Hari Raya Idul Adha.

4 Ekor dari Kelompok Jemaah An-Nur, 1 Ekor dari BRI

Selain bantuan dari PT Redi, pelaksanaan kurban di wilayah Nangahale dan Talibura tahun ini juga melibatkan berbagai pihak, termasuk kelompok jemaah bentukan Ustadz Abdul Haris di Kemasjidan An-Nur Nangahale.

Sehinga, dari jumlah itu, di halaman Masjid An-Nur Nangahale, total lima ekor sapi disembelih dengan rincian yaitu; empat ekor sapi berasal dari kelompok jemaah Kemasjidan An-Nur. Kelompok ini dibentuk dan dikoordinir oleh Ustadz Abdul Haris melalui sistem kelompok kurban dengan pola menabung (Jastip).

Sementara itu, satu ekor sapi lainnya berasal dari bantuan BRI.

Lima ekor sapi tersebut kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar Masjid An-Nur Nangahale.

Bantuan dari LazisMu Uhamka

Selain penyembelihan di halaman Masjid An-Nur Nangahale dan bantuan PT Redi tersebut, satu ekor sapi bantuan dari LazisMu UHAMKA juga disembelih di halaman MIS Muhammadiyah Al Fatah Nangahale untuk dibagikan kepada para siswa dan siswi sekolah tersebut.

Ustadz Abdul Haris mengatakan sistem menabung diterapkan untuk mempermudah masyarakat mengikuti kurban tanpa merasa terbebani secara ekonomi.

“Dengan sistem menabung, umat tidak merasa berat ketika tiba waktu berkurban. Sedikit demi sedikit dikumpulkan sampai akhirnya bisa membeli sapi bersama kelompok,” ujarnya, Rabu (27/5/2026).

Menurutnya, pola kelompok kurban tersebut terus dibangun agar semangat berkurban masyarakat tetap tumbuh setiap tahun.

Selain mengoordinasikan kelompok kurban, Ustadz Abdul Haris juga membekali para panitia dengan tata cara penyembelihan yang sesuai syariat Islam dan memperhatikan kesehatan hewan.

Para panitia diberikan pemahaman mulai dari teknik melilit tali pada hewan agar tidak menyiksa, cara merebahkan sapi dengan aman, hingga teknik penyembelihan yang cepat dan tepat.

Bahkan, alat penyembelihan yang digunakan berupa parang dan pisau khusus yang didatangkan dari luar negeri dan memang diperuntukkan khusus untuk penyembelihan hewan kurban.

Ustadz Abdul Haris sendiri merupakan alumni Pondok Merinding, Payaman, Magelang, Jawa Tengah. Pengalaman pendidikan pesantren tersebut menjadi dasar dalam membina masyarakat dan panitia kurban agar pelaksanaan penyembelihan tetap memperhatikan syariat, kebersihan, serta kesejahteraan hewan.

Proses penyembelihan hewan kurban di wilayah Nangahale turut mendapat pengawasan kesehatan hewan dari Dinas Pertanian Kabupaten Sikka.

Petugas Pengawas Hewan Kurban Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, drh. Yosephina Leto Lapilia, mengatakan pihaknya memastikan seluruh proses penyembelihan memenuhi standar kesehatan hewan dan keamanan pangan.

“Kami memastikan hewan kurban yang disembelih sesuai prinsip kesejahteraan hewan dan daging yang dihasilkan aman, sehat, utuh, dan halal,” katanya kepada wartawan.

Ia juga mengapresiasi penerapan standar operasional prosedur (SOP) di lokasi penyembelihan Masjid An-Nur Nangahale yang dinilai telah memiliki fasilitas cukup baik.

“Di Masjid An-Nur sudah ada kandang jepit, tempat penampungan darah, serta pemisahan lokasi pemotongan, pencincangan, dan pengepakan daging sehingga pengolahan limbah lebih baik dan higienis,” ungkapnya.

Reporter : Faidin

Kelompok Bentukan Ust. Abdul Haris di Kemasjidan An-Nur Sukses Adakan 4 Ekor Sapi Kurban Pakai Jastip Cicilan

SIKKA, Bajopos.com | Semangat berkurban umat Islam di Kemasjidan An-Nur Nangahale, Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, terus menunjukkan perkembangan positif dari tahun ke tahun.

Berkat koordinasi dan pembinaan yang dilakukan Ustadz Abdul Haris, internal jemaah Masjid An-Nur tahun ini berhasil menyembelih empat ekor sapi kurban dari total 7 ekor.

Keberhasilan tersebut dinilai tidak terlepas dari skema kelompok kurban dengan pola menabung atau yang disebutnya “Jastip Cicilan” yang diterapkan kepada masyarakat sekitar sejak jauh-jauh hari sebelum Hari Raya Idul Adha tiba.

Sistem tersebut mempermudah umat untuk berkurban tanpa merasa terbebani secara ekonomi.

Ustadz Abdul Haris selaku koordinator panitia kurban mengatakan pola menabung atau jastip cicilan menjadi solusi agar semangat berkurban tetap tumbuh di tengah keterbatasan ekonomi masyarakat.

“Dengan sistem menabung atau jastip, umat tidak merasa berat ketika tiba waktu berkurban. Kalau serentak memang berat untuk kita berkurban, padahal niat kita sudah ada. Sedikit demi sedikit dikumpulkan sampai tiba masanya kurban ya kita sudah ada tabungan,” ujarnya sebelum membawakan materi khutbah Id, Rabu (27/5/2026).

Ia menjelaskan, kekompakan jemaah menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaan kurban di Masjid An-Nur Nangahale.

Untuk diketahui, total ekoran sapi yang dipotong di halaman Masjid An-Nur Nangahale itu sebanyak lima ekor, dimana  empat ekor berasal dari kelompok jemaah Kemasjidan An-Nur, sedangkan satu ekornya merupakan bantuan dari BRI.

Lima ekor sapi tersebut kemudian disembelih di halaman Masjid An-Nur Nangahale untuk selanjutnya dibagikan kepada masyarakat sekitar.

Pembekalan Kapasitas Panitia Kurban dari Segi Kesehatan dan Syariat

Keberhasilan tersebut juga tidak lepas dari perhatian Ustadz Abdul Haris dalam meningkatkan kapasitas panitia penyembelihan hewan kurban.

Ia tidak hanya mengoordinasikan pengumpulan hewan kurban, tetapi juga terus membekali para panitia dengan tata cara penyembelihan yang ramah dari sisi kesehatan hewan maupun sesuai syariat Islam.

Para panitia diberikan pemahaman mulai dari teknik melilit tali pada hewan agar tidak menyiksa, cara merebahkan sapi dengan aman, hingga teknik penyembelihan yang cepat dan tepat.

Bahkan, alat penyembelihan yang digunakan berupa pedang dan pisau khusus_paling tajam, yang didatangkan dari luar negeri dan memang diperuntukkan khusus untuk penyembelihan hewan kurban.

Ketajaman alat pemotong hewan seperti pedang dan pisau tersebut agar hewan yang disembelih tidak merasa sengsara kesakitan dalam waktu yang begitu lama akibat gorokan petugas penyembelih.

Ustadz Abdul Haris sendiri merupakan alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Payaman, Magelang, Jawa Tengah.

Pengalaman pendidikan pesantren tersebut menjadi salah satu dasar dalam membina masyarakat dan panitia kurban agar pelaksanaan penyembelihan tetap memperhatikan nilai syariat, kebersihan, serta kesejahteraan hewan.

Tambahan Sapi Kurban dari Donatur

Selain lima ekor sapi yang dipotong di halaman Masjid An-Nur Nangahale, terdapat tambahan dua ekor sapi kurban lainnya di wilayah tersebut.

Satu ekor sapi bantuan dari LazisMu UHAMKA disembelih dan dibagikan di halaman MIS Muhammadiyah Al Fatah Nangahale. Bingkisan sapi kurban ini pembagiannya menyasar para siswa dan siswi aktif di sekolah tersebut.

Sementara, satu ekor sapi lainnya yang berasal dari bantuan PT. Redi disembelih di depan rumah Ketua PCM Talibura, Tajudin Obawala, untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat.

Selain itu, proses penyembelihan hewan kurban di Kemasjidan An-Nur Nangahale juga mendapat pengawasan kesehatan hewan dari Dinas Pertanian Kabupaten Sikka.

Siswa SMK Negeri Talibura jurusan Kesehatan Hewan, Paulinus Vieri Naen, yang ikut melakukan pemeriksaan menjelaskan bahwa tim melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem terhadap hewan kurban.

“Pemeriksaan antemortem dilakukan untuk memastikan hewan layak dipotong, apakah sakit atau tidak. Sedangkan postmortem dilakukan pada organ-organ seperti ginjal, paru-paru, hati, jantung dan limpa,” jelasnya.

Sementara itu, Petugas Pengawas Hewan Kurban Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, drh. Yosephina Leto Lapilia, mengatakan pihaknya memastikan seluruh proses penyembelihan memenuhi standar kesehatan hewan dan keamanan pangan.

“Kami memastikan hewan kurban yang disembelih sesuai prinsip kesejahteraan hewan dan daging yang dihasilkan aman, sehat, utuh, dan halal,” katanya kepada wartawan.

Ia menjelaskan pemeriksaan antemortem telah dilakukan sejak Selasa (26/5/2026) sore terhadap seluruh hewan kurban di wilayah Desa Nangahale dan sekitarnya.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh hewan dalam kondisi sehat dan layak dipotong,” ujarnya.

Menurut Yosephina, pemeriksaan meliputi suhu tubuh hewan, kondisi fisik mulai dari mata, hidung, kulit, hingga pemeriksaan luka dan umur hewan.

“Untuk hewan kurban sapi, rata-rata harus berumur di atas dua tahun dengan bobot sekitar 200 hingga 300 kilogram,” jelasnya.

Ia juga memastikan seluruh sapi kurban yang dipotong berasal dari wilayah Kecamatan Talibura dan tidak didatangkan dari luar daerah.

Dalam kesempatan itu, Yosephina turut mengapresiasi penerapan standar operasional prosedur (SOP) di lokasi penyembelihan Masjid An-Nur Nangahale yang dinilai telah memiliki fasilitas cukup baik.

“Di Masjid An-Nur sudah ada kandang jepit, tempat penampungan darah, serta pemisahan lokasi pemotongan, pencincangan, dan pengepakan daging sehingga pengolahan limbah lebih baik dan higienis,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan sterilisasi petugas yang menangani daging kurban.

“Petugas yang memotong harus steril, tidak memakai sandal dan tidak boleh merokok saat menangani daging,” tegasnya.

Kegiatan pemotongan dan pembagian hewan kurban tersebut turut dihadiri Ketua PCM Talibura, Tajudin Obawala, S.Pd., M.Pd, dan masyarakat setempat.

Reporter : Faidin

Petugas Dinas Pertanian Sikka Pastikan Hewan Kurban di Nangahale Sehat dan Layak

SIKKA, Bajopos.com | Petugas Pengawas Hewan Kurban dari Dinas Pertanian Kabupaten Sikka melakukan pemeriksaan ketat terhadap hewan kurban di sejumlah lokasi penyembelihan di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, pada momentum Hari Raya Idul adha 1447 Hijriah.

Pengawasan dilakukan untuk memastikan seluruh hewan kurban yang disembelih memenuhi standar kesehatan hewan, aman dikonsumsi masyarakat, serta sesuai dengan prinsip kesejahteraan hewan dan syariat Islam.

Petugas Pengawas Hewan Kurban Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, drh. Yosephina Leto Lapilia, kepada wartawan menjelaskan bahwa pihaknya melakukan dua tahapan pemeriksaan, yakni antemortem dan postmortem.

“Pemeriksaan antemortem dilakukan sebelum hewan dipotong untuk memastikan kondisi kesehatan hewan, sedangkan postmortem dilakukan setelah penyembelihan dengan memeriksa organ-organ dalam hewan,” jelasnya di lokasi penyembelihan, Rabu (27/5/2026).

Menurut Yosephina, pemeriksaan antemortem telah dilakukan sejak Selasa (26/5/2026) sore terhadap seluruh hewan kurban yang akan dipotong di wilayah Nangahale.

Ia menyebutkan, pemeriksaan meliputi suhu tubuh hewan menggunakan termometer, pemeriksaan fisik mulai dari mata, hidung, kulit, hingga lubang anus, termasuk memastikan tidak ada luka maupun penyakit pada hewan.

“Kami juga memeriksa umur dan bobot hewan. Untuk sapi kurban harus berumur di atas dua tahun dengan bobot rata-rata 200 sampai 300 kilogram,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, seluruh hewan kurban yang disembelih di wilayah tersebut dinyatakan sehat dan layak dipotong.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan semua hewan sehat dan memenuhi syarat untuk dikurbankan,” katanya.

Pada hari penyembelihan, kata Yosephina, terdapat lima ekor sapi yang dipotong di Masjid An-Nur Nangahale, satu ekor sapi di MIS Muhammadiyah Al Fatah Nangahale, serta satu ekor sapi dan dua ekor kambing di Masjid Baitusshodiq.

Ia juga memastikan seluruh hewan kurban berasal dari wilayah Kecamatan Talibura dan tidak didatangkan dari luar daerah.

Selain pemeriksaan kesehatan hewan, tim pengawas turut memantau penerapan standar operasional prosedur (SOP) di lokasi penyembelihan.

Yosephina mengapresiasi fasilitas penyembelihan di Masjid An-Nur Nangahale yang dinilai sudah cukup baik karena memiliki kandang jepit, tempat penampungan darah, serta pemisahan lokasi pemotongan, pencincangan, dan pengepakan daging.

“Pengelolaan seperti ini penting untuk menjaga kebersihan dan mencegah pencemaran pada daging kurban,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan para petugas penyembelihan agar menjaga kebersihan diri selama menangani daging kurban.

“Petugas yang memotong harus steril, tidak memakai sandal, dan tidak boleh merokok saat menangani daging,” tegasnya.

Sementara itu, kegiatan penyembelihan hewan kurban di MIS Muhammadiyah Al Fatah Nangahale mendapat bantuan satu ekor sapi dari LazisMu Uhamka melalui Universitas Muhammadiyah Maumere yang diperuntukkan khusus bagi para siswa di sekolah tersebut.

Kegiatan pemotongan dan pembagian hewan kurban turut dihadiri Ketua PCM Talibura, Tajudin Obawala, S.Pd., M.Pd bersama masyarakat setempat.

Reporter : Faidin

LazisMu Uhamka Salurkan Hewan Kurban untuk MIS Muhammadiyah Al Fatah Nangahale

SIKKA, Bajopos.com | Semangat berbagi di momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah kembali ditunjukkan LazisMu Uhamka dengan menyalurkan satu ekor hewan kurban kepada lembaga pendidikan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), yakni MIS Muhammadiyah Al Fatah Nangahale melalui Universitas Muhammadiyah Maumere (Unimof).

Hewan kurban tersebut disembelih usai pelaksanaan Sholat Idul Adha, Rabu (27/5/2026), di halaman MIS Muhammadiyah Al Fatah Nangahale, Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka.

Penyembelihan dilakukan setelah panitia yang dikoordinir Ustadz Haris menyelesaikan pemotongan lima ekor sapi kurban di halaman Masjid An-Nur Nangahale.

Satu ekor sapi bantuan LazisMu Uhamka itu secara khusus diperuntukkan bagi para pelajar di MIS Muhammadiyah Al Fatah Nangahale yang saat ini memiliki 130 siswa aktif.

Program kurban LazisMu tersebut menjadi bagian dari komitmen tahunan untuk menjangkau sekolah-sekolah Muhammadiyah di berbagai daerah di Indonesia, terutama wilayah pelosok.

Kepala Madrasah MIS Muhammadiyah Al Fatah Nangahale, Yasir, S.Pd, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian LazisMu terhadap para siswa di sekolah yang dipimpinnya.

“Bantuan hewan kurban ini tentu sangat berarti bagi anak-anak kami dan masyarakat sekitar. Ini menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap pendidikan Muhammadiyah di daerah,” ujarnya.

Selain proses penyembelihan, kegiatan tersebut juga mendapat pengawasan kesehatan hewan dari Dinas Pertanian Kabupaten Sikka.

Siswa SMK Negeri Talibura jurusan Kesehatan Hewan, Paulinus Vieri Naen, yang ikut melakukan pemeriksaan menjelaskan bahwa tim melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem terhadap hewan kurban.

“Pemeriksaan antemortem dilakukan untuk memastikan hewan layak dipotong, apakah sakit atau tidak. Sedangkan postmortem dilakukan pada organ-organ seperti ginjal, paru-paru, hati, jantung dan limpa,” jelasnya.

Sementara itu, Petugas Pengawas Hewan Kurban Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, drh. Yosephina Leto Lapilia, mengatakan pihaknya memastikan seluruh proses penyembelihan memenuhi standar kesehatan hewan dan keamanan pangan.

“Kami memastikan hewan kurban yang disembelih sesuai prinsip kesejahteraan hewan dan daging yang dihasilkan aman, sehat, utuh, dan halal,” katanya kepada wartawan.

Ia menjelaskan pemeriksaan antemortem telah dilakukan sejak Selasa (26/5/2026) sore terhadap seluruh hewan kurban di wilayah Desa Nangahale dan sekitarnya.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh hewan dalam kondisi sehat dan layak dipotong,” ujarnya.

Menurut Yosephina, pemeriksaan meliputi suhu tubuh hewan, kondisi fisik mulai dari mata, hidung, kulit, hingga pemeriksaan luka dan umur hewan.

“Untuk hewan kurban sapi, rata-rata harus berumur di atas dua tahun dengan bobot sekitar 200 hingga 300 kilogram,” jelasnya.

Ia juga memastikan seluruh sapi kurban yang dipotong berasal dari wilayah Kecamatan Talibura dan tidak didatangkan dari luar daerah.

Dalam kesempatan itu, Yosephina turut mengapresiasi penerapan standar operasional prosedur (SOP) di sejumlah lokasi penyembelihan, khususnya di Masjid An-Nur Nangahale yang dinilai telah memiliki fasilitas cukup baik.

“Di Masjid An-Nur sudah ada kandang jepit, tempat penampungan darah, serta pemisahan lokasi pemotongan, pencincangan, dan pengepakan daging sehingga pengolahan limbah lebih baik dan higienis,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan sterilisasi petugas yang menangani daging kurban.

“Petugas yang memotong harus steril, tidak memakai sandal dan tidak boleh merokok saat menangani daging,” tegasnya.

Kegiatan pemotongan dan pembagian hewan kurban tersebut turut dihadiri Ketua PCM Talibura, Tajudin Obawala, S.Pd., M.Pd, bersama unsur pemerintah desa dan masyarakat setempat.

Reporter : Faidin

PHBI Kalabahi Matangkan Persiapan Sholat Idul Adha 1447 H di Stadion Mini

KALABAHI, Bajopos.com | Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Kalabahi menggelar rapat persiapan pelaksanaan Sholat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah, Selasa (26/5/2026) pagi.

Rapat berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 Wita di Masjid Nurul Ijtihad Polres Alor.

Pertemuan tersebut digelar guna memantapkan seluruh persiapan pelaksanaan Sholat Idul Adha yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 27 Mei 2026, di Lapangan Stadion Mini Kalabahi. Ibadah direncanakan dimulai tepat pukul 07.00 Wita.

Rapat dihadiri berbagai unsur, mulai dari tokoh agama, aparat keamanan hingga organisasi kepemudaan Islam di Kabupaten Alor.

Hadir dalam kegiatan itu Ketua MUI Kabupaten Alor, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Alor, tim pengamanan dari Polres Alor dan Satpol PP Kabupaten Alor.

Tak hanya itu, pihak LLAJR Kabupaten Alor, Kokam Muhammadiyah Kabupaten Alor, BANSER NU Kabupaten Alor, Korcab DENWASTER NU Kabupaten Alor, serta pengurus dan anggota PHBI Kota Kalabahi tampak hadir saat itu.

Dalam rapat tersebut, panitia juga menetapkan susunan petugas pelaksana Sholat Idul Adha 1447 H. Bertindak sebagai imam yakni Ustaz Israfil Iho, S.Pd dari Masjid Al Furqon Buono.

Sementara, khotib dipercayakan kepada Ustaz Zakaria Latif, S.Pd dari Masjid Babul Jihad Wetabua. Adapun bilal atau penyeru adalah Iham Djuma dari Masjid Nurul Ijtihad Polres Alor.

Selain membahas teknis pelaksanaan ibadah, rapat turut melibatkan para pengurus dan remaja masjid yang akan membantu penataan lokasi dan kelancaran kegiatan di Stadion Mini Kalabahi. Mereka berasal dari Remaja Masjid Al Munawwarah Kampung Pisang dan Remaja Masjid Al Irodah Moebo.

Seluruh pihak yang hadir berharap pelaksanaan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah dapat berjalan aman, tertib, lancar dan penuh kekhusyukan.

Momentum Idul Adha juga diharapkan semakin mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Kabupaten Alor.

Reporter : Nursan

Polres Sikka Amankan 400 Liter Solar Subsidi di Pelabuhan Wuring, KM Sukron Ilahi Diamankan

SIKKA, Bajopos.com | Untuk mencegah penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi di wilayah hukum Kabupaten Sikka, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sikka memperketat pengawasan di sejumlah pelabuhan rakyat.

Dalam operasi pengawasan di Pelabuhan Wuring, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Satreskrim Polres Sikka berhasil mengamankan sekitar 400 liter BBM jenis solar pada Rabu malam lalu.

Ratusan liter solar tersebut ditemukan di atas kapal penangkap ikan KM Sukron Ilahi GT 16 yang berasal dari Pulo Madu, Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Pengamanan dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Sikka, Iptu Reinhard Dionisius Siga, S.Tr.K., bersama Kanit Tipidter dan anggota Unit Tipidter Satreskrim Polres Sikka.

Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno melalui Kasat Reskrim Iptu Reinhard menjelaskan, pihaknya bergerak cepat setelah menerima informasi terkait dugaan aktivitas pengangkutan BBM subsidi ke luar wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Setelah menerima informasi terkait adanya aktivitas pengangkutan BBM subsidi ke luar NTT, tim kita langsung ke lokasi dan menemukan BBM tersebut di atas kapal penangkap ikan KM Sukron Ilahi,” ujar Iptu Reinhard kepada wartawan, Selasa siang.

Saat dilakukan pemeriksaan terhadap kapal yang sedang berlabuh di Pelabuhan Wuring, petugas menemukan sekitar 400 liter solar yang tersimpan di sejumlah jerigen dengan berbagai ukuran.

Berdasarkan hasil interogasi awal, BBM subsidi tersebut diduga diperoleh melalui pembelian menggunakan rekomendasi BBM subsidi nelayan yang seharusnya diperuntukkan bagi kebutuhan nelayan lokal.

“Dalam praktiknya, BBM kemudian dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi sebelum diangkut ke atas kapal. Ini merupakan bentuk penyalahgunaan BBM,” tegasnya.

Selain mengamankan BBM subsidi jenis solar, petugas juga menyita satu unit kapal penangkap ikan KM Sukron Ilahi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

“Saat ini Satreskrim Polres Sikka masih melakukan klarifikasi terhadap sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam aktivitas tersebut guna proses hukum lebih lanjut,” tandasnya.

Reporter : Faidin

Kemenag RI Apresiasi Semangat Kerukunan dalam Sidang MPH dan HUT PGI ke-76

KALABAHI, Bajopos.com | Kementerian Agama Republik Indonesia memberikan apresiasi terhadap semangat kerukunan, toleransi, dan persaudaraan yang tercermin selama pelaksanaan Sidang Majelis Pekerja Harian (MPH) dan Perayaan Hari Ulang Tahun ke-76 Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia yang dipusatkan di Aula Gereja GMIT Pola Tribuana Kalabahi, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Senin (25/5/2026).

Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, Fransiskus Kariyanto, saat memberikan sambutan pada acara puncak penutupan Sidang MPH dan HUT ke-76 PGI, Senin malam.

Dalam sambutannya, Fransiskus Kariyanto menyampaikan rasa syukur atas seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung aman, tertib, lancar, dan penuh sukacita.

Menurutnya, momentum Sidang MPH dan HUT PGI bukan hanya menjadi ruang konsolidasi pelayanan gereja-gereja di Indonesia, tetapi juga menjadi wadah memperkuat nilai-nilai kebangsaan, persaudaraan, dan semangat oikoumene.

“Semangat kebersamaan yang terbangun selama kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Kabupaten Alor, terus hidup dan terpelihara dengan baik,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf dari Menteri Agama Republik Indonesia yang sedianya dijadwalkan hadir secara langsung pada acara penutupan tersebut. Namun karena agenda penting kenegaraan yang tidak dapat ditinggalkan, Menteri Agama belum dapat hadir bersama peserta dan undangan.

Meski demikian, Menteri Agama tetap dijadwalkan menyapa seluruh peserta melalui sambungan video conference yang telah dipersiapkan khusus pada malam penutupan kegiatan.

Lebih lanjut, Fransiskus menyampaikan bahwa selama beberapa hari pelaksanaan Sidang MPH PGI telah lahir berbagai agenda, gagasan, serta rekomendasi penting yang diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi kehidupan gereja maupun pembangunan bangsa secara luas.

“Kami berharap seluruh buah pikiran yang dihasilkan dalam Sidang MPH dan Perayaan HUT PGI ini dapat menjadi kontribusi nyata bagi pertumbuhan pelayanan gereja-gereja di Indonesia sekaligus memperkuat kehidupan kebangsaan dan persatuan nasional,” katanya.

Pada kesempatan itu, pihak Kementerian Agama juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Alor, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan kegiatan nasional tersebut.

Menurut Fransiskus, keberhasilan pelaksanaan Sidang MPH dan HUT PGI di Kabupaten Alor menunjukkan bahwa budaya toleransi dan kehidupan masyarakat yang harmonis di NTT masih terjaga dengan baik dan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

“Semoga semangat kebersamaan, persaudaraan, dan pelayanan yang dibangun dalam momentum ini terus menjadi kekuatan dalam membangun Indonesia yang damai, harmonis, dan penuh kasih persaudaraan,” tutupnya.

Sidang MPH dan Perayaan HUT ke-76 PGI Tahun 2026 di Kabupaten Alor dihadiri pimpinan gereja dan denominasi gereja se-Indonesia, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.

Reporter : Nursan

Ketua Umum PGI: Kerukunan Umat Beragama Jangkar Ketahanan Nasional

“Kerukunan umat beragama merupakan jangkar penting dalam menjaga ketahanan nasional di tengah berbagai tantangan global yang terus berkembang.”

KALABAHI, Bajopos.com | Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia, Jacklevyn Frits Manuputty, menegaskan bahwa kerukunan umat beragama merupakan jangkar penting dalam menjaga ketahanan nasional di tengah berbagai tantangan global yang terus berkembang.

Penegasan tersebut disampaikan Pdt. Dr. Jacklevyn Fritz Manuputty, S.Th., M.Th., saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional bertema “Keesaan Tubuh Kristus yang Meresapi Shalom Allah Bersama Seluruh Ciptaan” pada rangkaian Sidang Majelis Pekerja Harian (MPH) dan Perayaan HUT ke-76 PGI Tahun 2026 di Aula Gereja GMIT Pola Tribuana Kalabahi, Kabupaten Kalabahi, Senin (25/5/2026).

Menurut Manuputty, dunia saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari krisis iklim, kerusakan lingkungan, konflik sosial, hingga berbagai disrupsi global yang memengaruhi kehidupan masyarakat dunia.

Karena itu, kehidupan beragama dituntut hadir secara nyata melalui tindakan kasih, kepedulian sosial, dan semangat menjaga persaudaraan.

“Kerukunan umat beragama adalah jangkar ketahanan nasional. Kerukunan tidak menuntut kita menjadi seragam, tetapi mengajak kita tetap bersatu di tengah perbedaan,” tegasnya.

Ia mengatakan damai sejahtera tidak boleh berhenti hanya di dalam dinding gereja, melainkan harus hadir dan dirasakan dalam kehidupan sosial masyarakat serta menjangkau seluruh ciptaan.

“Damai sejahtera harus membumi dan merengkuh seluruh ciptaan, terutama ketika bumi sedang merintih akibat krisis iklim dan berbagai tantangan global,” ujarnya.

Menurutnya, dunia saat ini membutuhkan kehidupan keagamaan yang nyata dan berdampak, bukan sekadar simbol dan ritual semata.

Iman, kata dia, harus diwujudkan dalam tindakan konkret yang menghadirkan kasih, kepedulian terhadap sesama manusia, serta tanggung jawab menjaga alam ciptaan Tuhan.

“Semakin tebal iman seseorang, maka semakin besar pula cintanya kepada sesama manusia, semakin tinggi kepeduliannya terhadap alam, dan semakin kuat komitmennya dalam menjaga kerukunan,” katanya.

Pelaksanaan HUT ke-76 PGI di Kabupaten Alor dinilai memiliki makna tersendiri karena berlangsung di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dikenal sebagai daerah dengan kehidupan toleransi dan kerukunan antarumat beragama yang kuat.

Rangkaian kegiatan Sidang MPH dan HUT PGI Tahun 2026 berlangsung sejak 21 hingga 25 Mei 2026 dengan berbagai agenda nasional dan pelayanan gerejawi.

Ketua Panitia Sidang MPH dan HUT ke-76 PGI Tahun 2026, Obeth Bolang, mengatakan pelaksanaan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum pelayanan gereja, tetapi juga memperlihatkan wajah toleransi dan persaudaraan masyarakat Alor kepada peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Obeth, berbagai kegiatan digelar selama pelaksanaan Sidang MPH dan HUT PGI, mulai dari welcome dinner bernuansa budaya Lego-Lego Taramiti Tomenuku di Pantai Sebanjar, Sidang MPH di Gereja GMIT Pola Tribuana Kalabahi, pameran UMKM masyarakat, hingga pagelaran seni budaya khas Alor.

Selain itu, para peserta juga mengikuti pelayanan ibadah di 20 gereja di Kota Kalabahi dan sekitarnya, wisata rohani ke Gereja Ismail dan Masjid Ishak sebagai simbol toleransi antarumat beragama, serta kunjungan ke ikon wisata Dugong dan Pantai Mali.

“Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperlihatkan miniatur toleransi dan keharmonisan antarumat beragama yang hidup di Alor dan Nusa Tenggara Timur,” ujar Obeth.

Pada puncak kegiatan, juga dilaksanakan Pawai Oikoumene dari SMA Katolik Santo Yosef Kalabahi menuju halaman Gereja GMIT Pola Tribuana Kalabahi yang melibatkan umat Kristen, Katolik, Islam, Hindu, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi NTT, Fransiskus Kariyanto, menyampaikan apresiasi atas semangat persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan yang terbangun selama pelaksanaan kegiatan.

Menurutnya, kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat Alor menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai kerukunan antarumat beragama tetap hidup dan terpelihara dengan baik.

“Semangat kebersamaan ini harus terus dijaga sebagai kekuatan bersama dalam membangun Indonesia yang damai, harmonis, dan penuh kasih persaudaraan,” pungkasnya.

Reporter : Nursan

HUT ke-76 PGI di Alor Jadi Momentum Perkuat Persaudaraan dan Pelayanan Gereja

KALABAHI, Bajopos.com | Perayaan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia di Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), berlangsung penuh sukacita dan nuansa persaudaraan lintas iman, Senin (25/5/2026) malam.

Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang memperkuat persatuan, pelayanan gereja, serta kontribusi nyata gereja dalam kehidupan kebangsaan dan kemasyarakatan.

Penegasan itu disampaikan Gubernur NTT, Melki Laka Lena saat melakukan kunjungan kerja ke Kalabahi untuk menghadiri dan memberikan sambutan pada puncak perayaan HUT ke-76 PGI yang dipusatkan di GMIT Pola Tribuana.

Dalam sambutannya, Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada Ketua Umum MPH-PGI beserta seluruh jajaran dan keluarga besar PGI yang telah mempercayakan Provinsi NTT, khususnya Kabupaten Alor, sebagai tuan rumah pelaksanaan Sidang MPH-PGI dan perayaan HUT ke-76 PGI.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan seluruh masyarakat NTT, saya menyampaikan selamat datang kepada seluruh keluarga besar PGI di Tanah Alor, tanah yang tidak hanya kaya alamnya, tetapi juga kaya imannya, kuat persaudaraannya, dan hangat manusianya,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pelaksanaan kegiatan gerejawi berskala nasional tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sebuah kehormatan besar sekaligus pesan penting bahwa daerah kepulauan dan wilayah perbatasan tetap memiliki posisi strategis dalam kehidupan gereja dan kehidupan bangsa.

Menurutnya, kehadiran PGI di Alor menunjukkan bahwa pelayanan gereja menjangkau seluruh wilayah Indonesia tanpa memandang letak geografis maupun jarak dari pusat pemerintahan.

Dalam kesempatan itu, gubernur juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-76 kepada PGI yang selama lebih dari tujuh dekade dinilai telah menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

“PGI terus memperkuat persatuan, menghadirkan pelayanan kemanusiaan, membangun pendidikan dan kesehatan, serta menjadi suara moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Mengangkat tema HUT PGI tahun ini, “Keesaan Tubuh Kristus yang Mengalami Syallom Allah Bersama Seluruh Ciptaan”, gubernur menilai tema tersebut sangat relevan dengan situasi kehidupan masyarakat saat ini yang membutuhkan kebersamaan, solidaritas, dan semangat berjalan bersama.

Ia mengatakan bahwa syallom Allah tidak hanya dimaknai sebagai damai di dalam gereja, tetapi juga harus hadir dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat.

“Syallom Allah harus terasa di rumah-rumah keluarga, di pasar-pasar rakyat, di kebun, di laut, di sekolah, di puskesmas, di desa-desa, hingga di pulau-pulau kecil. Syallom Allah harus menghadirkan kehidupan yang lebih adil, lebih manusiawi, lebih bersaudara, dan lebih peduli terhadap sesama serta seluruh ciptaan Tuhan,” katanya.

Gubernur juga menegaskan bahwa gereja memiliki peran strategis bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi sebagai kekuatan moral, sosial, ekonomi, bahkan kekuatan yang menghadirkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan masyarakat.

Menurutnya, gereja selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan pendidikan, pelayanan kesehatan, penguatan bagi keluarga miskin, hingga ketika bangsa membutuhkan suara moral dan kenabian.

Karena itu, pelaksanaan Sidang MPH-PGI di Alor dinilai memiliki makna strategis sebagai momentum memperkuat kontribusi gereja dalam menjawab berbagai tantangan sosial yang dihadapi bangsa saat ini.

Selain persidangan gereja, rangkaian kegiatan HUT PGI juga diisi dengan berbagai pagelaran seni budaya dan keterlibatan masyarakat lintas agama. Hal tersebut menjadi simbol kuat toleransi dan persaudaraan yang tumbuh di Kabupaten Alor dan Provinsi NTT.

“Ini adalah wajah Indonesia yang sesungguhnya. Berbeda-beda tetapi tetap satu, bersama membangun persaudaraan, menjaga toleransi, dan merawat kebangsaan,” ujarnya.

Perayaan HUT ke-76 PGI di Alor diharapkan semakin memperkuat pelayanan gereja di Indonesia, memperkokoh persatuan antarumat, serta menghadirkan damai sejahtera Tuhan bagi seluruh ciptaan.

Reporter : Nursan

Dua WNA Austria Tewas Terjatuh dari Jembatan Gantung Air Terjun Cunca Wulang

MANGGARAI BARAT, Bajopos.com | Dua warga negara asing (WNA) asal Austria dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh dari jembatan gantung di lokasi wisata Air Terjun Cunca Wulang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Minggu (24/5/2026).

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 Wita saat kedua korban sedang berwisata di kawasan air terjun yang berada di wilayah Kecamatan Mbeliling itu.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere melalui Pos SAR Manggarai Barat menerima informasi kejadian dari Kepala Pelaksana BPBD Manggarai Barat terkait kondisi membahayakan manusia di lokasi wisata tersebut.

Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, mengatakan berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, kedua korban terjatuh saat melintasi jembatan gantung di area wisata Air Terjun Cunca Wulang.

“Sekitar pukul 11.30 Wita kedua korban melakukan wisata di Air Terjun Cunca Wulang, namun naas saat melintasi jembatan korban terjatuh dan meninggal dunia di lokasi kejadian,” ujar Fathur Rahman.

Sementara itu, informasi dari Korpos, papan penyebrangan patah dan mengakitbatkan kedua korban jatuh.

Mendapat laporan tersebut, Tim SAR Gabungan dari Labuan Bajo langsung dikerahkan menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi.

Setibanya di lokasi kejadian, tim melakukan koordinasi bersama unsur terkait sebelum mengevakuasi kedua korban menuju RSUD Komodo Labuan Bajo.

Kedua korban diketahui bernama Jurgen (55) dan Astrid (57), keduanya merupakan warga negara Austria.

“Tim SAR Gabungan melaksanakan evakuasi kedua WNA menuju RSUD Komodo Labuan Bajo dalam kondisi meninggal dunia,” lanjut Fathur.

Fathur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses penanganan dan evakuasi korban di lokasi kejadian.

“Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh Tim SAR Gabungan yang ada di lokasi kejadian yang telah lebih dulu mengevakuasi korban ke tempat aman,” katanya.

Adapun unsur yang terlibat dalam operasi evakuasi di antaranya masyarakat Desa Wersawe, Camat Mbeliling, Dinas Pariwisata Manggarai Barat, Babinsa Mbeliling, Polsek Sano Nggoang, Satpol PP Manggarai Barat, Polres Manggarai Barat, serta Tim Rescue Pos SAR Manggarai Barat.

Penulis : Faidin

Wabup Alor Resmikan Kantor KSP Kopdit Pintu Air Cabang Moru, Dorong Kebangkitan Ekonomi Rakyat

ALOR, Bajopos.com | Wakil Bupati Alor, Rocky Wunaryo, S.H., M.H., secara resmi meresmikan Kantor KSP Kopdit Pintu Air Cabang Moru yang berlokasi di Kelurahan Moru, Kecamatan Alor Barat Daya (ABAD), Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (23/5/2026).

Peresmian tersebut menandai hadirnya kantor cabang ke-63 KSP Kopdit Pintu Air di Indonesia dan berlangsung penuh sukacita serta semangat kebersamaan bersama masyarakat Moru, jajaran pengurus koperasi, tokoh masyarakat, dan unsur pemerintah daerah.

Turut hadir dalam kegiatan itu Ketua KSP Kopdit Pintu Air Rotat Indonesia Pusat Yakobus Dhano, Anggota Komisi V DPRD Provinsi NTT Astria Blandina Gaidaka, S.Kep., Ns., M.Si., Sekretaris Daerah Kabupaten Alor Melkisedek Bely, S.Sos., M.Si.,

Asisten I Setda Alor Muhammad Ridwan Nampira, Camat ABAD Yapi N. Hinglir, S.P., para pimpinan OPD, para kepala desa, pimpinan Bank Mandiri beserta jajaran, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta ratusan anggota koperasi dan masyarakat Moru.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Alor mengajak seluruh hadirin memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena seluruh peserta dapat hadir bersama dalam keadaan sehat untuk mengikuti acara peresmian kantor cabang tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Alor dan secara pribadi, saya menyampaikan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus, anggota, dan keluarga besar KSP Kopdit Pintu Air atas peresmian kantor cabang hari ini,” ujar Rocky Wunaryo.

Ia menegaskan, peresmian kantor tersebut bukan sekadar acara seremonial, melainkan momentum penting bagi kebangkitan ekonomi rakyat di wilayah Moru dan sekitarnya.

Menurutnya, setiap kantor koperasi yang berdiri merupakan rumah harapan masyarakat kecil, tempat masyarakat menaruh mimpi, mencari jalan keluar dari kesulitan ekonomi, serta tempat tumbuhnya semangat gotong royong untuk maju bersama.

“Koperasi adalah rumah harapan masyarakat. Tempat masyarakat kecil mencari jalan keluar dari kesulitan ekonomi melalui semangat gotong royong dan kebersamaan,” katanya.

Rocky juga menilai kehadiran KSP Kopdit Pintu Air bukan hanya memberikan pelayanan simpan pinjam, tetapi menjadi bagian dari gerakan pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi petani, nelayan, pelaku UMKM, mama-mama kecil, dan keluarga sederhana agar memiliki akses ekonomi yang lebih baik.

Ia mengapresiasi perkembangan Kopdit Pintu Air yang terus bertumbuh dan mampu menjangkau masyarakat hingga ke pelosok daerah. Menurutnya, hal itu menjadi bukti bahwa koperasi masih menjadi kekuatan ekonomi rakyat yang nyata dan relevan.

Pemerintah Kabupaten Alor, lanjut Rocky, mendukung penuh gerakan koperasi sebagai bagian dari pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Kita membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, koperasi, lembaga keuangan, tokoh masyarakat, dan seluruh warga,” tegasnya.

Dalam suasana penuh keakraban, Rocky juga sempat mencairkan suasana dengan candaan terkait pakaian biru yang dikenakannya, yang identik dengan warna seragam KSP Kopdit Pintu Air.

“Kalau hadir hari ini saya juga harus pakai baju biru. Dan ternyata setelah dipakai memang keren sekali,” katanya yang disambut tawa hadirin.

Dengan nada santai, ia bahkan menyampaikan kemungkinan tetap mengenakan pakaian berwarna biru saat melanjutkan perjalanan menghadiri penutupan MTQ di Pantar dan Baranusa sebagai bentuk promosi bagi Kopdit Pintu Air.

Selain mendorong penguatan ekonomi rakyat, Rocky juga mengajak masyarakat mulai menerapkan pola hidup hemat dan ramah lingkungan.

Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Alor mulai mendorong pengurangan penggunaan air mineral kemasan plastik sekali pakai dalam berbagai kegiatan pemerintahan guna menjaga lingkungan dan mengurangi sampah plastik.

Bahkan, ia menginstruksikan jajaran protokol Pemerintah Kabupaten Alor untuk mulai mengurangi penggunaan air mineral kemasan plastik sekali pakai dalam kegiatan pemerintahan.

“Sederhana saja yang penting kebersamaan dan manfaatnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus KSP Kopdit Pintu Air Cabang Moru, Vitalis Bangkai, mengatakan kehadiran kantor cabang tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan layanan keuangan yang sehat, aman, dan bebas dari praktik rentenir.

“Hari ini kita resmikan Kantor Cabang Moru agar masyarakat tidak lagi terjerat rentenir. Mari bersama-sama menanam uang, menikmati hasilnya, dan saling membantu ketika ada anggota yang mengalami kesulitan,” jelasnya.

Ia menambahkan, KSP Kopdit Pintu Air terus mengedepankan prinsip solidaritas melalui program simpan pinjam serta dana solidaritas kesehatan dan sosial bagi seluruh anggota.

Menurut Vitalis, kehadiran KSP Kopdit Pintu Air di Moru bukan hanya sekadar membuka layanan koperasi, tetapi menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dibangun atas dasar kebersamaan, kepercayaan, dan semangat saling menolong.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana, Aloysia Contina Dua Wara, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya peresmian kantor cabang yang telah dinantikan masyarakat selama lima tahun terakhir.

Menurutnya, pengumuman resmi Moru sebagai kantor cabang ke-63 KSP Kopdit Pintu Air baru disampaikan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Nasional pada April 2026 lalu.

“Kami menyadari tanpa campur tangan Tuhan dan dukungan semua pihak, acara ini tidak mungkin berjalan lancar,” ujar Aloysia.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota, panitia, pengurus pusat, serta masyarakat yang telah mendukung penuh proses persiapan hingga terlaksananya peresmian tersebut.

Diketahui, KSP Kopdit Pintu Air saat ini menjadi salah satu koperasi terbesar di Indonesia Timur dengan jumlah anggota mencapai ratusan ribu orang.

Ekspansi ke wilayah Moru, Kabupaten Alor, menjadi bukti komitmen lembaga tersebut dalam memperluas pelayanan ekonomi kerakyatan hingga ke wilayah kepulauan dan perbatasan di Nusa Tenggara Timur.

Peresmian Kantor KSP Kopdit Pintu Air Cabang Moru diharapkan mampu membuka akses layanan keuangan yang lebih mudah, transparan, dan berpihak kepada masyarakat kecil, khususnya di wilayah Kecamatan Alor Barat Daya dan ABAD Selatan.

Prosesi peresmian ditandai dengan pembukaan selubung kain papan nama kantor oleh Wakil Bupati Alor didampingi Ketua KSP Kopdit Pintu Air Rotat Indonesia Pusat Yakobus Dhano, Ketua Pengurus KSP Kopdit Pintu Air Cabang Moru Vitalis Bangkai.

Anggota Komisi V DPRD Provinsi NTT Astya Bendelina Gaidaka, Sekretaris Daerah Kabupaten Alor Melkisedek Bely, S.Sos., M.Si., Camat ABAD Yapi N. Hinglir, S.P., serta jajaran pengurus dan manajer KSP Kopdit Pintu Air Moru.

Suasana peresmian berlangsung meriah dan penuh sukacita yang ditandai dengan tepuk tangan masyarakat dan seluruh tamu undangan sebagai bentuk dukungan terhadap hadirnya lembaga koperasi yang diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan di wilayah Moru dan sekitarnya.

“Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberkati setiap niat baik, kerja keras, dan pelayanan kita bersama,” tutup Wakil Bupati Alor.

Penulis : Nursan | Editor : Redaksi

Polisi Buru Pemasok Bahan Baku Bom Ikan di Pulau Semau

KUPANG, Bajopos.com | Aparat kepolisian terus mengembangkan kasus dugaan penangkapan ikan menggunakan bahan peledak atau bom ikan di wilayah perairan Pulau Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain fokus pada pelaku yang telah diamankan, penyidik kini mendalami kemungkinan adanya jaringan pemasok bahan baku pembuatan bom ikan yang diduga selama ini memasok material berbahaya tersebut ke wilayah Semau.

Direktur Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda NTT, Irwan Deffi Nasution menyebut pengembangan kasus ini penting dilakukan untuk mengungkap mata rantai peredaran bahan baku bom ikan, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam distribusi maupun perakitan bahan peledak tersebut.

Dari hasil penyelidikan awal, terduga pelaku diketahui diduga telah menjalankan aktivitas penangkapan ikan menggunakan bahan peledak rakitan sejak tahun 2025.

Praktik ilegal itu disebut dilakukan secara rutin, baik pada pagi maupun sore hari, dengan sasaran sejumlah titik perairan yang memiliki potensi hasil tangkapan tinggi.

Polisi menduga bahan baku yang digunakan untuk merakit bom ikan tidak diperoleh secara sembarangan. Karena itu, penyidik kini menelusuri sumber pengadaan material, jalur distribusi, hingga pihak yang diduga menjadi pemasok bahan baku tersebut ke wilayah Pulau Semau.

“Penyelidikan masih terus dikembangkan. Kami tidak hanya fokus pada pelaku utama, tetapi juga mendalami kemungkinan adanya pihak lain, termasuk pemasok bahan baku dan jaringan yang terlibat di Pulau Semau,” ujar Kombes Irwan pada Sabtu (23/5/2026).

Kasus ini mencuat setelah aparat melakukan operasi dan berhasil menangkap seorang nelayan bernama Sahrul Moy di wilayah perairan Desa Akle.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas penangkapan ikan menggunakan bahan peledak rakitan.

Penggunaan bom ikan sendiri merupakan tindak pidana serius karena tidak hanya merusak ekosistem laut, tetapi juga mengancam keberlanjutan sumber daya perikanan serta keselamatan nelayan lain di sekitar lokasi penangkapan.

Ledakan dari bom ikan dapat menghancurkan terumbu karang, membunuh biota laut secara massal, serta menimbulkan kerusakan jangka panjang pada habitat bawah laut yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk pulih.

Kombes Irwan menegaskan komitmennya untuk menindak tegas seluruh pihak yang terlibat dalam praktik destructive fishing atau penangkapan ikan merusak, termasuk pemburu, perakit, pemasok bahan baku, hingga jaringan distribusi yang mendukung aktivitas ilegal tersebut.

Saat ini, penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap terduga pelaku serta menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Polisi juga membuka peluang adanya operasi lanjutan jika ditemukan indikasi jaringan yang lebih luas dalam kasus bom ikan di wilayah Semau dan sekitarnya.

Ia menegaskan, kasus tersebut menjadi peringatan serius bahwa praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak masih menjadi ancaman nyata bagi kelestarian laut di NTT, khususnya di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil seperti Semau yang memiliki kekayaan biota laut tinggi. Pemerintah dan aparat diharapkan memperkuat pengawasan agar praktik serupa tidak kembali terjadi.

Sebelumnya diberitakan, seorang nelayan asal Desa Akle, Kecamatan Semau Selatan, Kabupaten Kupang, NTT bernama Sahrul Moy ditangkap Ditpolairud Polda NTT pada Sabtu (23/5/2026).

Dari tangan pelaku yang berusia 27 tahun itu, polisi turut menyita sejumlah barang bukti mulai dari botol bir bom ikan rakitan hingga sampan yang digunakan pelaku.

“Sahrul ditangkap karena menggunakan bom saat menangkap ikan di laut,” ujar Kombes Pol Irwan Deffi Nasution.

Ia menjelaskan pengungkapan kasus ini bermula saat petugas mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya aktivitas bom ikan di Perairan Desa Akle, Kecamatan Semau Selatan, Kamis (21/5/2026).

Menindaklanjuti laporan itu, pada Jumat (22/5/2026) personel Subdit Gakkum Ditpolairud Polda NTT kemudian melakukan pengintaian di wilayah tersebut.

“Hasilnya, pelaku ditangkap pada Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 05.20 Wita ketika personel Intelair melihat yang bersangkutan membawa keranjang dan dayung kayu menuju perahu lalu melakukan pemeriksaan barang bawaan. Polisi juga menemukan adanya tiga buah botol bir bom ikan rakitan beserta tiga buah sumbu pemicu. Semua barang bukti telah diamankan, termasuk sampan yang digunakan pelaku,” ungkapnya.

Sekitar pukul 07.37 WITA, pelaku dibawa menuju Mako Ditpolairud Polda NTT menggunakan RIB POMANA dan KP TREWENG XXII-3002.

Berdasarkan hasil pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) yang dilakukan aparat, pelaku disebut telah menjalankan aktivitas penangkapan ikan menggunakan bahan peledak rakitan sejak tahun 2025.

Aktivitas ilegal tersebut diduga dilakukan secara rutin, bahkan hampir setiap hari, pada dua waktu berbeda yakni pagi dan sore hari di kawasan perairan sekitar Desa Akle.

Penulis : Faidin | Editor : Redaksi