Rab. Sep 16th, 2026

Inovasi

17 Ibu Petani Woda Mude Terima 800 Kg Benih Padi dari Kementan RI

SIKKA, Bajopos.com | Sebanyak 17 ibu petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Mapan Berdikary, Desa Woda Mude, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, kembali mendapat suntikan semangat untuk menggarap lahan.

Sebanyak 800 kilogram benih padi unggul dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) akhirnya terealisasi dan disalurkan pada tahun 2026 ini.

Benih tersebut merupakan bagian dari program Optimalisasi Lahan (OPLAH) nonrawa tahun 2025 untuk musim tanam (MT) II. Meski programnya ditetapkan pada 2025, bantuan benih tersebut baru terealisasi dan diterima kelompok tani pada 2026, dengan alokasi untuk lahan seluas 20 hektare.

Benih diantar langsung oleh Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Woda Mude, Geby, ke Sekretariat Poktan Mapan Berdikary di RT 002/RW 001, Desa Woda Mude.

Setelah bantuan tiba, pengurus bersama anggota melakukan rapat dan konsolidasi untuk menentukan pembagian benih. Hasil kesepakatan menetapkan setiap anggota memperoleh 45 kilogram.

Poktan Mapan Berdikary sendiri beranggotakan 17 orang yang mayoritas merupakan ibu-ibu petani.

Mereka menjadi bagian dari kekuatan petani di Desa Woda Mude yang tetap bertahan mengolah lahan dan menjaga produktivitas pangan di tengah berbagai tantangan sektor pertanian.

Ketua Poktan Mapan Berdikary, Darman Eldin, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang kembali diterima kelompoknya.

“Alhamdulillah, tiap musim tanam selama dua tahun ini kami mendapatkan benih bantuan dari Kementerian Pertanian untuk meningkatkan hasil panen petani demi menuju swasembada pangan,” ujar Darman kepada Media ini.

Menurutnya, keberlanjutan bantuan benih menjadi dorongan bagi petani untuk terus mengolah lahan dan meningkatkan hasil produksi.

Pembagian benih kali ini turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Sikka, Diki Raja, yang juga merupakan warga setempat dan berdomisili di Desa Magepanda.

Atas permintaan warga, Diki Raja secara simbolis menyerahkan benih kepada anggota Poktan Mapan Berdikary sebagai bentuk dukungan terhadap para petani di Desa Woda Mude.

Bagi pengurus kelompok, terealisasinya bantuan ini bukan menjadi akhir dari proses. Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral sekaligus komitmen terhadap keberlanjutan program, Poktan Mapan Berdikary berencana melaksanakan kembali kegiatan tanam simbolis dan panen simbolis bersama para pemangku kepentingan di Kabupaten Sikka.

Kegiatan serupa sebelumnya telah dilakukan pada tahun lalu.

Meski bersyukur atas terealisasinya bantuan benih, para petani berharap pemerintah tidak berhenti pada pemberian benih.

Darman berharap, ke depan pemerintah juga dapat memberikan dukungan berupa pupuk dan obat-obatan pertanian sehingga petani mendapatkan dukungan yang lebih lengkap dari masa tanam hingga panen.

“Harapan kami, bantuan dari pemerintah jangan hanya benih. Kalau memungkinkan, bantuan pupuk dan obat-obatan juga untuk mendukung penuh para petani di kampung,” harapnya.

Semetara itu, bagi 17 ibu petani Mapan Berdikary, 800 kilogram benih tersebut bukan sekadar bantuan, melainkan modal untuk kembali menanam, memanen, dan menjaga harapan dari kampung agar  ketahanan pangan dapat terus dibangun.

Reporter : Faidin

Anggota DPRD Berau Gideon Andris Imbau Masyarakat Waspadai Karhutla

BERAU, Bajopos.com | Anggota DPRD Kabupaten Berau, Gideon Andris, SE., M.AP., mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Berau, Kamis, 27 Agustus 2026

Gideon mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran saat membuka maupun membersihkan lahan. Terlebih, kondisi cuaca yang kering dapat meningkatkan risiko api cepat menyebar dan sulit dikendalikan.

Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kebakaran kepada pihak terkait.

“Pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama. Jangan membuka lahan dengan cara membakar dan mari kita lebih peduli terhadap lingkungan sekitar,” imbaunya.

Menurut Gideon, upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini dengan melibatkan masyarakat, pemerintah, aparat, serta seluruh pemangku kepentingan.

Ia berharap masyarakat Kabupaten Berau dapat meningkatkan kepedulian dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Mari kita jaga hutan dan lahan kita. Jangan sampai kelalaian hari ini menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan kerusakan lingkungan di kemudian hari,” pungkasnya.

Reporter : Andi

Arsip Tak Lagi Sekadar Tumpukan Berkas, Siswa SMKS St. Thomas Maumere Belajar Menjaga Memori Bangsa

SIKKA, BAJOPOS.COM – Arsip bukan sekadar tumpukan kertas lama yang disimpan di lemari. Di tangan yang tepat, arsip menjadi jejak sejarah dan memori kolektif bangsa. Kesadaran itulah yang ingin ditanamkan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DISARPUS) Kabupaten Sikka kepada siswa-siswi SMKS St. Thomas Maumere melalui kegiatan pendampingan pengelolaan arsip.

Kegiatan tersebut melibatkan tiga bidang sekaligus, yakni Bidang Pembinaan Arsip, Bidang Pengelolaan Arsip, dan Bidang Pengawasan Arsip. Para siswa mendapatkan kesempatan belajar langsung di lingkungan kerja DISARPUS Kabupaten Sikka selama tiga hari.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, mengatakan pendampingan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penguatan kompetensi peserta didik, khususnya di bidang kearsipan dan perpustakaan.

“Pendampingan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada siswa-siswi dalam pengelolaan arsip, mulai dari penataan, klasifikasi, hingga pemeliharaan arsip sesuai standar kearsipan,” kata Very Awales kepada media di Maumere, Kamis (12/2/2026).

Selama masa praktik, para siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses kerja di berbagai bidang, termasuk di sekretariat dinas. Mereka mendapatkan materi tentang tata kelola arsip dinamis, sistem klasifikasi arsip, penggunaan sarana dan prasarana kearsipan, hingga pengenalan tugas dan fungsi perangkat daerah dalam penyelenggaraan kearsipan.

Tak hanya itu, siswa-siswi juga diperkenalkan dengan layanan perpustakaan serta peran strategis perpustakaan sebagai pusat literasi dan sumber belajar masyarakat. Pengenalan ini diharapkan membuka wawasan mereka tentang pentingnya pengelolaan informasi yang tertib, sistematis, dan berkelanjutan.

Very Awales menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar program praktik rutin, tetapi bagian dari upaya membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya arsip sebagai aset daerah dan bangsa.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi pengalaman praktik, tetapi juga menjadi bekal bagi siswa untuk siap bersaing di dunia kerja dan turut menjaga memori kolektif bangsa melalui pengelolaan arsip yang baik,” pungkasnya.

Melalui pendampingan ini, DISARPUS Sikka berharap minat generasi muda terhadap profesi arsiparis dan pustakawan semakin tumbuh, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang kearsipan dan literasi di Kabupaten Sikka.(Faidin) 

DISARPUS, Sikka, SMKS St Thomas Maumere, Kearsipan, Perpustakaan, Literasi, Pendidikan, Arsip,