KALABAHI, Bajopos.com | Pemerintah Kabupaten Alor mengajak seluruh elemen masyarakat, gereja, sekolah hingga keluarga untuk bersama-sama mengkampanyekan pola hidup sehat dan memerangi kebiasaan merokok di kalangan anak muda demi menyelamatkan generasi masa depan Alor.
Ajakan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Bely, S.Sos., M.Si mewakili Bupati dan Wakil Bupati Alor saat membuka kegiatan Gerakan Anti Tembakau yang digelar bersama Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dan Dinas Kesehatan Kabupaten Alor dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia.
Dalam sambutannya, Melkisedek menegaskan bahwa peningkatan angka harapan hidup harus dibarengi dengan pola hidup sehat masyarakat, khususnya generasi muda. Menurutnya, bonus demografi dan target pembangunan sumber daya manusia akan sulit tercapai apabila anak-anak muda tidak menjaga kesehatan sejak dini.
“Sesungguhnya kegiatan seperti ini harus didukung oleh semua pihak termasuk anak-anak muda kita. Jangan sampai angka harapan hidup meningkat tetapi pola hidup masyarakat tidak sehat. Itu akan mengganggu target pembangunan sumber daya manusia yang sudah kita siapkan,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Alor juga menyampaikan apresiasi kepada Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Dinas Kesehatan dan seluruh pihak yang telah menggagas gerakan edukasi bahaya rokok bagi generasi muda.
Pemerintah berharap kampanye serupa tidak hanya dilakukan setiap peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, tetapi terus digelorakan sepanjang tahun melalui sekolah, gereja dan ruang-ruang publik lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Melkisedek menyoroti fenomena meningkatnya kebiasaan merokok di kalangan remaja yang kini mulai dianggap sebagai bagian dari tren sosial.
Menurutnya, banyak anak muda menganggap merokok sebagai simbol kedewasaan, kewibawaan hingga cara untuk terlihat keren di hadapan teman sebaya maupun lawan jenis.
“Anak-anak muda sekarang kadang menganggap merokok itu menunjukkan kedewasaan mereka. Seolah-olah kalau merokok mereka dianggap hebat, dihargai dan punya wibawa. Padahal sesungguhnya mereka sedang berhadapan dengan kondisi yang sangat memprihatinkan,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan hasil survei Yayasan Jantung Indonesia tahun 2025 yang menyebutkan sebanyak 77 persen siswa mulai merokok karena ditawari atau diajak oleh teman mereka.
Kondisi tersebut dinilai sangat berbahaya karena sebagian besar remaja belum memahami dampak buruk rokok terhadap kesehatan fisik maupun mental.
Disebutkan bahwa sebatang rokok mengandung lebih dari 4.000 senyawa kimia dan ratusan racun yang dapat merusak tubuh. Dampak merokok tidak hanya menurunkan kesehatan fisik, tetapi juga mempengaruhi fokus belajar, daya tangkap, energi hingga memicu kecemasan dan depresi pada remaja.
Karena itu, edukasi dinilai menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran generasi muda agar mampu meninggalkan kebiasaan merokok sejak dini.
Pemerintah Kabupaten Alor juga menegaskan bahwa saat ini negara sedang membuka banyak peluang masa depan bagi generasi muda, termasuk kesempatan menjadi anggota TNI, Polri maupun profesi lainnya. Namun peluang tersebut hanya dapat diraih apabila generasi muda memiliki pola hidup sehat dan disiplin menjaga diri.
“Pemerintah sedang menyiapkan masa depan anak-anak yang luar biasa. Sekarang kesempatan terbuka sangat besar. Tetapi bagaimana mereka bisa mencapai cita-cita kalau mereka hidup dengan kebiasaan merokok dan pola hidup yang tidak sehat,” tegasnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa generasi muda merupakan usia produktif yang nantinya akan menjadi kekuatan utama pembangunan daerah, gereja dan masyarakat. Karena itu seluruh pihak memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga dan membina kehidupan generasi muda agar bertumbuh sehat secara fisik maupun mental.
Mengakhiri sambutannya, Pemerintah Kabupaten Alor mengajak seluruh masyarakat untuk terus menggelorakan gerakan hidup sehat demi menyelamatkan generasi Alor.
“Kita berharap generasi Alor menjadi generasi yang sehat, kuat dan berkualitas untuk membangun gereja, membangun daerah dan masa depan Kabupaten Alor yang lebih baik,” ujarnya.
Kegiatan Gerakan Anti Tembakau tersebut kemudian resmi dibuka dengan harapan menjadi momentum bersama dalam membangun kesadaran hidup sehat di tengah masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan remaja di Kabupaten Alor.
Reporter : Nursan | Editor : Faidin

