Jum. Jun 5th, 2026

Kesehatan

Kampanye Anti Tembakau Digelorakan di Alor, Generasi Muda Diajak Hidup Sehat

KALABAHI, Bajopos.com | Pemerintah Kabupaten Alor mengajak seluruh elemen masyarakat, gereja, sekolah hingga keluarga untuk bersama-sama mengkampanyekan pola hidup sehat dan memerangi kebiasaan merokok di kalangan anak muda demi menyelamatkan generasi masa depan Alor.

Ajakan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Bely, S.Sos., M.Si mewakili Bupati dan Wakil Bupati Alor saat membuka kegiatan Gerakan Anti Tembakau yang digelar bersama Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dan Dinas Kesehatan Kabupaten Alor dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia.

Dalam sambutannya, Melkisedek menegaskan bahwa peningkatan angka harapan hidup harus dibarengi dengan pola hidup sehat masyarakat, khususnya generasi muda. Menurutnya, bonus demografi dan target pembangunan sumber daya manusia akan sulit tercapai apabila anak-anak muda tidak menjaga kesehatan sejak dini.

“Sesungguhnya kegiatan seperti ini harus didukung oleh semua pihak termasuk anak-anak muda kita. Jangan sampai angka harapan hidup meningkat tetapi pola hidup masyarakat tidak sehat. Itu akan mengganggu target pembangunan sumber daya manusia yang sudah kita siapkan,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Alor juga menyampaikan apresiasi kepada Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Dinas Kesehatan dan seluruh pihak yang telah menggagas gerakan edukasi bahaya rokok bagi generasi muda.

Pemerintah berharap kampanye serupa tidak hanya dilakukan setiap peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, tetapi terus digelorakan sepanjang tahun melalui sekolah, gereja dan ruang-ruang publik lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Melkisedek menyoroti fenomena meningkatnya kebiasaan merokok di kalangan remaja yang kini mulai dianggap sebagai bagian dari tren sosial.

Menurutnya, banyak anak muda menganggap merokok sebagai simbol kedewasaan, kewibawaan hingga cara untuk terlihat keren di hadapan teman sebaya maupun lawan jenis.

“Anak-anak muda sekarang kadang menganggap merokok itu menunjukkan kedewasaan mereka. Seolah-olah kalau merokok mereka dianggap hebat, dihargai dan punya wibawa. Padahal sesungguhnya mereka sedang berhadapan dengan kondisi yang sangat memprihatinkan,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan hasil survei Yayasan Jantung Indonesia tahun 2025 yang menyebutkan sebanyak 77 persen siswa mulai merokok karena ditawari atau diajak oleh teman mereka.

Kondisi tersebut dinilai sangat berbahaya karena sebagian besar remaja belum memahami dampak buruk rokok terhadap kesehatan fisik maupun mental.

Disebutkan bahwa sebatang rokok mengandung lebih dari 4.000 senyawa kimia dan ratusan racun yang dapat merusak tubuh. Dampak merokok tidak hanya menurunkan kesehatan fisik, tetapi juga mempengaruhi fokus belajar, daya tangkap, energi hingga memicu kecemasan dan depresi pada remaja.

Karena itu, edukasi dinilai menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran generasi muda agar mampu meninggalkan kebiasaan merokok sejak dini.

Pemerintah Kabupaten Alor juga menegaskan bahwa saat ini negara sedang membuka banyak peluang masa depan bagi generasi muda, termasuk kesempatan menjadi anggota TNI, Polri maupun profesi lainnya. Namun peluang tersebut hanya dapat diraih apabila generasi muda memiliki pola hidup sehat dan disiplin menjaga diri.

“Pemerintah sedang menyiapkan masa depan anak-anak yang luar biasa. Sekarang kesempatan terbuka sangat besar. Tetapi bagaimana mereka bisa mencapai cita-cita kalau mereka hidup dengan kebiasaan merokok dan pola hidup yang tidak sehat,” tegasnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa generasi muda merupakan usia produktif yang nantinya akan menjadi kekuatan utama pembangunan daerah, gereja dan masyarakat. Karena itu seluruh pihak memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga dan membina kehidupan generasi muda agar bertumbuh sehat secara fisik maupun mental.

Mengakhiri sambutannya, Pemerintah Kabupaten Alor mengajak seluruh masyarakat untuk terus menggelorakan gerakan hidup sehat demi menyelamatkan generasi Alor.

“Kita berharap generasi Alor menjadi generasi yang sehat, kuat dan berkualitas untuk membangun gereja, membangun daerah dan masa depan Kabupaten Alor yang lebih baik,” ujarnya.

Kegiatan Gerakan Anti Tembakau tersebut kemudian resmi dibuka dengan harapan menjadi momentum bersama dalam membangun kesadaran hidup sehat di tengah masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan remaja di Kabupaten Alor.

Reporter : Nursan | Editor : Faidin

Pemuda Advent dan Masyarakat Alor Kampanye Lawan Kecanduan Nikotin dan Tembakau

KALABAHI, Bajopos.com | Dalam rangka memperingati Hari Bebas Tembakau Sedunia, pemuda Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh bersama berbagai elemen masyarakat menggelar kampanye edukasi melawan kecanduan nikotin dan tembakau di Kabupaten Alor.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja tahunan pemuda Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh yang selama ini dilaksanakan di sejumlah wilayah di Nusa Tenggara hingga Maluku Tenggara Barat Daya.

Tahun ini, Kabupaten Alor dipilih sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan dengan mengusung tema “Melawan Kecanduan Nikotin dan Tembakau”.

Ketua Panitia, Pdt. Denny Kanajo, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membangun kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya hidup sehat dan terbebas dari kecanduan nikotin maupun produk tembakau.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja tahunan pemuda Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dalam memperingati Hari Bebas Tembakau Sedunia. Kami sudah melaksanakan kegiatan serupa di beberapa daerah, dan tahun ini kami memilih Kabupaten Alor,” ujar Pdt. Denny Kanajo saat ditemui wartawan di lokasi kegiatan.

Menurutnya, pihak gereja bersama sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM), tokoh pemuda, sekolah-sekolah, serta berbagai pihak terkait ingin memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya kecanduan nikotin dan tembakau.

“Kami berharap generasi muda di Kabupaten Alor dapat terhindar dari pengaruh buruk kecanduan nikotin dan tembakau. Sebab, jika seseorang sudah mengalami kecanduan, tidak menutup kemungkinan akan mengarah kepada hal-hal yang lebih berbahaya, seperti penyalahgunaan narkoba dan lainnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, edukasi sejak dini sangat penting dilakukan guna membangun kesadaran masyarakat terhadap dampak buruk penggunaan produk tembakau bagi kesehatan dan masa depan generasi muda.

“Kami rindu agar dari Kabupaten Alor lahir generasi muda yang sehat, kuat, dan bebas dari kecanduan nikotin maupun tembakau. Karena itu, edukasi kepada anak-anak, pelajar, mahasiswa, dan pemuda perlu terus dilakukan,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, panitia juga menggelar aksi jalan sehat dan kampanye publik yang dimulai dari Lapangan Gusur di depan Masjid Al Muhajirin Kadelang dan berakhir di Stadion Mini Kalabahi. Kegiatan itu melibatkan pelajar, mahasiswa, pemuda gereja, serta sejumlah dinas terkait di Kabupaten Alor.

Antusiasme masyarakat dan dukungan Pemerintah Kabupaten Alor dinilai sangat positif dalam mendukung suksesnya kegiatan tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Alor, khususnya Bapak Bupati beserta jajaran, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Kami juga melihat antusiasme yang luar biasa dari masyarakat dan generasi muda di Kabupaten Alor,” ungkapnya.

Pdt. Denny Kanajo berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter generasi muda yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan.

“Pesan dan harapan kami, kiranya kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi generasi bangsa, khususnya generasi muda di Kabupaten Alor, agar semakin sadar akan pentingnya hidup sehat dan menjauhi kecanduan nikotin maupun tembakau,” tutupnya.

Rencananya, kegiatan kampanye Hari Bebas Tembakau Sedunia tersebut akan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Alor.

Reporter : Nursan | Editor : Faidin

Lonjakan Campak Mengkhawatirkan, Kemenkes Perketat Kewaspadaan Nasional

JAKARTA, Bajopos.com – Situasi campak di Indonesia kembali berada dalam sorotan serius. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merilis perkembangan terbaru dalam konferensi pers daring, Kamis (26/2/2026), yang menunjukkan tren peningkatan kasus di berbagai daerah. Dinamika global turut memperbesar kewaspadaan, mendorong penguatan sistem deteksi dan respons dini secara nasional.

Data resmi mencatat, sepanjang 2025 terdapat 63.769 kasus suspek campak. Dari jumlah itu, 11.094 kasus terkonfirmasi dan 69 di antaranya berujung kematian. Sementara memasuki 2026 hingga pekan ke-7, tercatat 8.224 kasus suspek, 572 kasus terkonfirmasi, serta 4 kematian.

Tak hanya angka kasus, pemerintah juga mengidentifikasi sedikitnya 21 kejadian luar biasa (KLB) suspek dan 13 KLB terkonfirmasi di 17 kabupaten/kota yang tersebar di 11 provinsi. Angka ini menjadi alarm keras bahwa penularan campak belum sepenuhnya terkendali.

“Penularannya Sangat Tinggi!”

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit, Andi Saguni, menegaskan campak merupakan salah satu penyakit paling mudah menular.

“Setiap lonjakan kasus harus direspons cepat dengan surveilans kuat dan pelaporan tepat waktu,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, kasus suspek campak pada 2025 meningkat hingga 147 persen dibandingkan tahun 2024. Karena itu, penyelidikan epidemiologi maksimal 24 jam menjadi standar yang terus dipacu, disertai pelaporan real time melalui sistem kewaspadaan dini dan respons (SKDR).

Menurutnya, kecepatan deteksi dan respons menjadi kunci memutus rantai penularan, terutama di wilayah dengan mobilitas penduduk tinggi.

Gelombang Global dan Notifikasi IHR

Lonjakan kasus campak tidak hanya terjadi di Indonesia. Kawasan Asia Tenggara dan Pasifik Barat juga mengalami peningkatan signifikan. Dalam konteks ini, Indonesia bahkan menerima notifikasi berdasarkan International Health Regulations (IHR) terkait kasus campak yang dibawa warga negara asing asal Australia yang sempat tinggal sementara di Indonesia.

Seluruh pasien dalam notifikasi tersebut telah dinyatakan sembuh. Meski demikian, koordinasi lintas negara terus dilakukan untuk memastikan tidak terjadi penyebaran lanjutan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa mobilitas global menjadi faktor penting dalam dinamika penularan penyakit menular, termasuk campak.

Ketimpangan Imunisasi Jadi Titik Lemah

Konsultan Penyakit Infeksi dan Tropik Anak dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Mulya Rahma Karyanti, menyebut ketimpangan cakupan imunisasi sebagai faktor utama yang memicu risiko kejadian luar biasa.

Menurutnya, meski capaian nasional imunisasi campak-rubella telah melampaui target, distribusi capaian tidak merata. Masih terdapat daerah dengan cakupan rendah hingga tingkat desa.

“Di wilayah-wilayah inilah risiko KLB paling tinggi,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa satu kantong populasi dengan imunitas rendah dapat menjadi titik awal ledakan kasus, mengingat sifat penularan campak yang sangat cepat melalui droplet.

Siaga Total dan Penguatan Sistem

Sebagai langkah antisipasi, Kemenkes menegaskan komitmen untuk diantaranya, memperkuat; Surveilans campak nasional, Respons cepat terhadap setiap KLB, Kolaborasi lintas sektor dan pemerintah daerah dan Penguatan SKDR untuk pelaporan real time.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal, serta segera melaporkan gejala demam dan ruam ke fasilitas kesehatan terdekat.

Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui layanan Halo Kemenkes 1500-567 atau email resmi kontak@kemkes.go.id.

Lonjakan kasus ini menjadi pengingat bahwa campak bukan sekadar penyakit lama yang telah berlalu. Dengan mobilitas global yang tinggi dan ketimpangan cakupan imunisasi, kewaspadaan kolektif menjadi benteng utama mencegah gelombang yang lebih besar.(Redaksi)

Riset Genetik Ungkap Bom Waktu Penyakit Kronis di Komunitas Suku Bajo Sikka

SIKKA, BAJOPOS.COM – Kehidupan pesisir yang selama ini identik dengan laut dan aktivitas fisik ternyata tak sepenuhnya melindungi warga Suku Bajo dari ancaman penyakit kronis.

Sebuah riset genetik dan kesehatan mengungkap fakta mengejutkan: obesitas, hipertensi, kolesterol tinggi hingga gangguan ginjal telah menjadi “bom waktu” kesehatan di tengah komunitas Suku Bajo di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Temuan ini merupakan hasil Studi Genetik dan Kesehatan yang dilakukan Tim Mochtar Riady Institute for Nanotechnology–Universitas Pelita Harapan (MRIN-UPH) berkolaborasi dengan Varian Bio dan Klinik Utama Agradace, yang meneliti warga Suku Bajo di Kampung Wuring, Kecamatan Alok Barat, serta Desa Nangahale, Kecamatan Talibura.

Hasil riset tersebut dipaparkan langsung oleh Prof. Herawati Sudoyo, MS, PhD, pada Senin, 2 Februari 2026, di Klinik Utama Agradace, Kelurahan Wolomarang, Jalan Trans Utara Flores.

Riset yang berlangsung selama 17–22 Juli 2023 itu melibatkan 266 responden berusia 22 hingga 85 tahun, terdiri dari 154 perempuan dan 112 laki-laki. Data menunjukkan, obesitas dan kelebihan berat badan lebih dominan dialami peserta perempuan, dengan 35 persen mengalami obesitas dan 48,1 persen obesitas sentral.

Tak hanya itu, lebih dari 83 persen peserta tercatat mengalami peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL). Kondisi kesehatan kian mengkhawatirkan karena 78 persen peserta menderita tekanan darah di atas normal, sementara 67 persen peserta laki-laki mengalami asam urat tinggi, dan 55 persen di antaranya merupakan perokok aktif.

Dalam aspek metabolik, riset mencatat 16 persen peserta mengalami pra-diabetes, 75 persen berada pada kondisi normal, dan 9 persen telah masuk kategori diabetes.

Sementara itu, pada fungsi ginjal, hasil studi menunjukkan 10 persen peserta mengalami gangguan ginjal kronis, 29 persen mengalami penurunan fungsi ginjal, dan 61 persen masih berada dalam kondisi normal. Gangguan ginjal ini mayoritas dipicu oleh asam urat tinggi dan hipertensi, dengan 55 persen kasus terkait asam urat dan 68 persen berkaitan dengan tekanan darah tinggi.

Prof. Herawati menegaskan, temuan riset ini seharusnya menjadi alarm keras bagi para pemangku kepentingan, terutama dalam merumuskan kebijakan kesehatan yang menitikberatkan pencegahan sejak dini, bukan sekadar pengobatan.

“Melihat data-data hasil riset ini membuat kita harus khawatir. Penyakit semakin tinggi, bahkan ada sekitar 45 orang yang antre untuk cuci darah. Cuci darah itu mahal. Bagaimana kalau kita bisa menurunkan hanya lima orang saja dari hipertensi, obesitas, atau diabetes. Penyakit-penyakit ini akan berdampak ke ginjal, kebutaan, hingga kelemahan otot. Kalau sudah dirawat dan diobati, biayanya sangat tinggi,” ungkap Prof. Herawati.

Ia menjelaskan, obesitas atau kelebihan berat badan erat kaitannya dengan perubahan pola makan dan gaya hidup masyarakat.

“Sekarang orang tidak lagi banyak melakukan aktivitas fisik. Pola makan lebih banyak gorengan dan lemak. Itu membuat tubuh menjadi gemuk. Padahal, gemuk berlebihan itu tidak sehat. Dari situ akan muncul penyakit lain seperti darah tinggi, diabetes, dan penyakit kronis lainnya,” jelasnya.

Menurutnya, dalam dunia kedokteran, pencegahan selalu jauh lebih murah dan lebih efektif dibandingkan pengobatan, terlebih untuk penyakit kronis yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas hidup masyarakat.(Faidin)

The heart of Nintendo’s new console isn’t the Switch


A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart.

I am so happy, my dear friend, so absorbed in the exquisite sense of mere tranquil existence, that I neglect my talents.

I am alone, and feel the charm of existence in this spot, which was created for the bliss of souls like mine. I am so happy, my dear friend, so absorbed in the exquisite sense of mere tranquil existence, that I neglect my talents.

I should be incapable of drawing a single stroke at the present moment; and yet I feel that I never was a greater artist than now.

When, while the lovely valley teems with vapour around me, and the meridian sun strikes the upper surface of the impenetrable foliage of my trees, and but a few stray gleams steal into the inner sanctuary, I throw myself down among the tall grass by the trickling stream; and, as I lie close to the earth, a thousand unknown plants are noticed by me: when I hear the buzz of the little world among the stalks, and grow familiar with the countless indescribable forms of the insects and flies, then I feel the presence of the Almighty, who formed us in his own image, and the breath of that universal love which bears and sustains us, as it floats around us in an eternity of bliss; and then, my friend, when darkness overspreads my eyes, and heaven and earth seem to dwell in my soul and absorb its power, like the form of a beloved mistress, then I often think with longing, Oh, would I could describe these conceptions, could impress upon paper all that is living so full and warm within me, that it might be the mirror of my soul, as my soul is the mirror of the infinite God!

O my friend — but it is too much for my strength — I sink under the weight of the splendour of these visions! A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart. I am alone, and feel the charm of existence in this spot, which was created for the bliss of souls like mine.Paragraph

I am so happy, my dear friend, so absorbed in the exquisite sense of mere tranquil existence, that I neglect my talents. I should be incapable of drawing a single stroke at the present moment; and yet I feel that I never was a greater artist than now. When, while the lovely valley teems with vapour around me, and the meridian sun strikes the upper surface of the impenetrable foliage of my trees, and but a few stray gleams steal into the inner sanctuary, I throw myself down among the tall grass by the trickling stream; and, as I lie close to the earth, a thousand unknown plants are noticed by me: when I hear the buzz of the little world among the stalks, and grow familiar with the countless indescribable forms of the insects and

Top 5 most overrated players in the Premier League 2019-20


A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart.

I am so happy, my dear friend, so absorbed in the exquisite sense of mere tranquil existence, that I neglect my talents.

I am alone, and feel the charm of existence in this spot, which was created for the bliss of souls like mine. I am so happy, my dear friend, so absorbed in the exquisite sense of mere tranquil existence, that I neglect my talents.

I should be incapable of drawing a single stroke at the present moment; and yet I feel that I never was a greater artist than now.

When, while the lovely valley teems with vapour around me, and the meridian sun strikes the upper surface of the impenetrable foliage of my trees, and but a few stray gleams steal into the inner sanctuary, I throw myself down among the tall grass by the trickling stream; and, as I lie close to the earth, a thousand unknown plants are noticed by me: when I hear the buzz of the little world among the stalks, and grow familiar with the countless indescribable forms of the insects and flies, then I feel the presence of the Almighty, who formed us in his own image, and the breath of that universal love which bears and sustains us, as it floats around us in an eternity of bliss; and then, my friend, when darkness overspreads my eyes, and heaven and earth seem to dwell in my soul and absorb its power, like the form of a beloved mistress, then I often think with longing, Oh, would I could describe these conceptions, could impress upon paper all that is living so full and warm within me, that it might be the mirror of my soul, as my soul is the mirror of the infinite God!

O my friend — but it is too much for my strength — I sink under the weight of the splendour of these visions! A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart. I am alone, and feel the charm of existence in this spot, which was created for the bliss of souls like mine.

I am so happy, my dear friend, so absorbed in the exquisite sense of mere tranquil existence, that I neglect my talents. I should be incapable of drawing a single stroke at the present moment; and yet I feel that I never was a greater artist than now. When, while the lovely valley teems with vapour around me, and the meridian sun strikes the upper surface of the impenetrable foliage of my trees, and but a few stray gleams steal into the inner sanctuary, I throw myself down among the tall grass by the trickling stream; and, as I lie close to the earth, a thousand unknown plants are noticed by me: when I hear the buzz of the little world among the stalks, and grow familiar with the countless indescribable forms of the insects and

The heart of Nintendo’s new console isn’t the Switch


A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart.

I am so happy, my dear friend, so absorbed in the exquisite sense of mere tranquil existence, that I neglect my talents.

I am alone, and feel the charm of existence in this spot, which was created for the bliss of souls like mine. I am so happy, my dear friend, so absorbed in the exquisite sense of mere tranquil existence, that I neglect my talents.

I should be incapable of drawing a single stroke at the present moment; and yet I feel that I never was a greater artist than now.

When, while the lovely valley teems with vapour around me, and the meridian sun strikes the upper surface of the impenetrable foliage of my trees, and but a few stray gleams steal into the inner sanctuary, I throw myself down among the tall grass by the trickling stream; and, as I lie close to the earth, a thousand unknown plants are noticed by me: when I hear the buzz of the little world among the stalks, and grow familiar with the countless indescribable forms of the insects and flies, then I feel the presence of the Almighty, who formed us in his own image, and the breath of that universal love which bears and sustains us, as it floats around us in an eternity of bliss; and then, my friend, when darkness overspreads my eyes, and heaven and earth seem to dwell in my soul and absorb its power, like the form of a beloved mistress, then I often think with longing, Oh, would I could describe these conceptions, could impress upon paper all that is living so full and warm within me, that it might be the mirror of my soul, as my soul is the mirror of the infinite God!

O my friend — but it is too much for my strength — I sink under the weight of the splendour of these visions! A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart. I am alone, and feel the charm of existence in this spot, which was created for the bliss of souls like mine.Paragraph

I am so happy, my dear friend, so absorbed in the exquisite sense of mere tranquil existence, that I neglect my talents. I should be incapable of drawing a single stroke at the present moment; and yet I feel that I never was a greater artist than now. When, while the lovely valley teems with vapour around me, and the meridian sun strikes the upper surface of the impenetrable foliage of my trees, and but a few stray gleams steal into the inner sanctuary, I throw myself down among the tall grass by the trickling stream; and, as I lie close to the earth, a thousand unknown plants are noticed by me: when I hear the buzz of the little world among the stalks, and grow familiar with the countless indescribable forms of the insects and