PWMOI Nagekeo Kecam Ucapan “Wartawan Perut Kosong”, Nilai Lecehkan Profesi Jurnalis
NAGEKEO, Bajopos.com | Ketua Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) Cabang Nagekeo, Arkadius Togo yang akrab disapa Arton, mengecam keras pernyataan seorang oknum anggota DPRD Nagekeo yang menyebut “wartawan perut kosong”.
Pernyataan tersebut dilontarkan sebagai respons atas pemberitaan media yang mengkritisi agenda perjalanan dinas ke luar daerah yang bahkan disebut sebagai “bonus” oleh sejumlah pihak.
Arton menegaskan, ucapan tersebut tidak hanya tidak pantas, tetapi juga melukai marwah profesi jurnalis serta mencederai hubungan kemitraan antara pers dan lembaga legislatif.
“Media menjalankan fungsi kontrol sosial sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Ketika kami mengkritik perjalanan dinas yang dinilai tidak mendesak di tengah efisiensi anggaran dan kesulitan ekonomi rakyat, itu bagian dari tugas kami. Membalasnya dengan diksi ‘wartawan perut kosong’ adalah bentuk pelecehan dan pengerdilan terhadap kerja-kerja jurnalistik,” tegas Arton, Senin (28/4/2026).
Menurut PWMOI, kritik yang disampaikan media bukan tanpa dasar. Publik mempertanyakan urgensi serta output dari perjalanan dinas DPRD ke luar daerah, terutama di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang diketatkan.
Sejumlah media lokal bahkan menilai kegiatan tersebut belum menunjukkan korelasi nyata terhadap perbaikan ekonomi masyarakat.
PWMOI secara tegas meminta oknum anggota DPRD tersebut untuk segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada insan pers di Nagekeo.
“Kami minta yang bersangkutan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. DPRD adalah rumah rakyat. Jangan sampai perilaku satu oknum merusak hubungan baik yang sudah dibangun,” ujarnya.
Lebih lanjut, PWMOI mengingatkan bahwa wartawan bekerja berdasarkan kode etik jurnalistik. Apabila terdapat pemberitaan yang dianggap tidak berimbang atau merugikan, tersedia mekanisme yang jelas melalui hak jawab dan hak koreksi.
“Bukan dengan menyerang pribadi wartawan menggunakan narasi yang merendahkan. Itu tidak mencerminkan sikap seorang wakil rakyat,” tutup Arton.
Reporter : Yofan Ben Dhae
