Jum. Jun 5th, 2026

Pendidikan

PMB Gelombang 2 Unimof Resmi Dibuka, Tawarkan Beragam Program Studi Pilihan

MAUMERE, Bajopos.com | Universitas Muhammadiyah Maumere (Unimof) resmi membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Gelombang 2 Tahun Akademik 2026.

Pembukaan pendaftaran tersebut diumumkan sembari mengajak calon mahasiswa segera mendaftarkan diri.

Untuk diketahui, Unimof menawarkan berbagai program studi dari dua fakultas, yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan serta Fakultas Sains dan Bisnis.

Pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan, program studi yang tersedia meliputi Pendidikan Matematika, Pendidikan Fisika, Pendidikan Biologi, Pendidikan Kimia, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, serta Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris.

Sementara itu, Fakultas Sains dan Bisnis membuka program studi Informatika, Administrasi Kesehatan, dan Bisnis Digital.

Pendaftaran PMB Gelombang 2 dibuka mulai 1 Mei hingga 30 Juni 2026. Dalam promosi tersebut, pihak kampus juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan segera melakukan pendaftaran.

Selain melalui website resmi [www.unimof.ac.id](http://www.unimof.ac.id), calon mahasiswa juga dapat memperoleh informasi lebih lanjut melalui akun media sosial Instagram @unimof_id dan @mediaunimof, maupun kontak WhatsApp di nomor 0822-2160-1455.

Selain itu, calon mahasiswa bisa mengunjungi Kampus Unimof yang beralamat di Kelurahan Waioti, Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dalam PMB tersebut turut mendukung program “Kampus Merdeka” serta identitas Diktisaintek Berdampak sebagai bagian dari pengembangan pendidikan tinggi di lingkungan Unimof.

Reporter : Faidin

LDKM AdminKes Unimof Jadi Ruang Tempa Calon Pemimpin Kesehatan Berintegritas

SIKKA, Bajopos.com | Kawasan wisata Bethesda Krokowolon, Maumere, Flores, menjadi tempat puluhan mahasiswa Program Studi Administrasi Kesehatan (AdminKes) Universitas Muhammadiyah Maumere menempa kemampuan kepemimpinan melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM), yang berlangsung selama tiga hari sejak 8 hingga 10 Mei 2026.

Kegiatan yang digelar Himpunan Mahasiswa Program Studi (HimaPro) AdminKes tersebut tidak hanya menghadirkan pelatihan organisasi, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter calon pemimpin kesehatan di tengah tantangan pelayanan kesehatan modern yang terus berkembang di era digital.

Mengangkat tema “Menumbuhkan Pemimpin yang Adaptif, Kritis dan Berintegritas dalam Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Modern”, para peserta diajak memahami pentingnya kepemimpinan yang tidak sekadar berorientasi pada jabatan, tetapi juga pada tanggung jawab moral dan kualitas pelayanan kesehatan.

Ketua Program Studi Administrasi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Maumere, Yohanes Paulus Mahe, mengatakan bahwa dunia kesehatan membutuhkan sosok pemimpin yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan, berpikir kritis, dan menjunjung tinggi integritas.

“Di bidang kesehatan, kepemimpinan adalah tentang tanggung jawab. Tanggung jawab terhadap mutu pelayanan,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Menurut Yohanes, perkembangan sistem pelayanan kesehatan berbasis teknologi digital membuat generasi muda harus siap menghadapi perubahan yang semakin kompleks.

“Seorang pemimpin kesehatan tidak boleh kaku. Harus adaptif terhadap perubahan, kritis dalam melihat masalah, dan yang paling penting berintegritas dalam setiap keputusan,” katanya.

Dalam arahannya kepada peserta, Yohanes menyampaikan tiga pesan utama yang dinilai penting dalam proses pembentukan karakter kepemimpinan mahasiswa.

Pesan pertama adalah pentingnya belajar mendengar. Ia menilai seorang pemimpin yang baik bukan hanya pandai berbicara, tetapi juga mampu memahami kebutuhan tim dan lingkungan sekitarnya.

Selain itu, mahasiswa juga diminta tidak takut gagal selama menjalani proses belajar organisasi. Menurutnya, kegagalan merupakan bagian penting dalam pembentukan mental kepemimpinan.

“LDK ini ruang aman untuk kalian mencoba, gagal, lalu bangkit lagi. Itu proses yang harus kalian lewati,” ungkapnya.

Hal lain yang paling ditekankan adalah soal etika profesi dan integritas. Yohanes menilai dunia kesehatan sangat bergantung pada keputusan-keputusan yang menyangkut keselamatan manusia.

“Di kesehatan, satu keputusan yang tidak berintegritas bisa berdampak pada nyawa orang. Jaga itu sejak sekarang, mulai dari hal-hal kecil di organisasi kemahasiswaan,” tegasnya.

Ia juga menyebut HimaPro AdminKes sebagai miniatur sistem kesehatan yang sesungguhnya. Melalui organisasi tersebut, mahasiswa belajar mengelola sumber daya, membangun kerja sama, menyelesaikan konflik, hingga memahami tata kelola organisasi yang sehat.

Pengalaman itu, lanjutnya, akan menjadi bekal penting ketika mahasiswa nantinya bekerja di rumah sakit, puskesmas, maupun institusi pelayanan kesehatan lainnya.

LDKM HimaPro AdminKes tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi mampu melahirkan calon administrator kesehatan yang profesional, humanis, dan memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Menutup sambutannya, Yohanes Paulus Mahe secara resmi membuka kegiatan tersebut dengan harapan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan memberi manfaat nyata bagi seluruh peserta.

Reporter : Faidin

Universitas Muhammadiyah Maumere Perkuat Daya Saing, Cetak Tenaga Kesehatan Berintegritas dan Profesional

SIKKA, Bajopos.com | Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) kian menunjukkan keseriusannya menjadi pusat unggulan pengembangan sumber daya manusia di sektor kesehatan.

Melalui Seminar Nasional bertajuk “Penguatan Budaya Kerja Profesional Berbasis Integritas untuk Mewujudkan Pelayanan Prima dan Kepuasan Pasien”, UNIMOF mempertegas posisinya sebagai kampus yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan etika profesi.

Kegiatan yang digelar Selasa (14/4/2026) di Aula Ahmad Dahlan UNIMOF ini menghadirkan mahasiswa, dosen, tenaga kesehatan, hingga praktisi administrasi kesehatan.

Antusiasme peserta mencerminkan tingginya kebutuhan akan penguatan budaya kerja profesional di tengah tantangan layanan kesehatan yang semakin kompleks.

Rektor UNIMOF, Prof. Dr. Gunawan Suryoputro, M.Hum, pada kesempatan itu menegaskan bahwa kualitas layanan kesehatan tidak cukup hanya bertumpu pada keterampilan teknis.

Menurutnya, integritas, etika, dan nilai kemanusiaan justru menjadi pembeda utama dalam menciptakan pelayanan yang benar-benar berdampak.

“Tenaga kesehatan harus mampu memadukan kompetensi dengan nilai moral. Di situlah letak kualitas pelayanan yang sesungguhnya,” tegasnya.

Momentum seminar ini juga semakin strategis dengan capaian Program Studi Administrasi Kesehatan UNIMOF yang baru saja meraih predikat unggul.

Capaian tersebut, kata Rektor, bukan sekadar prestasi administratif, melainkan tanggung jawab besar untuk terus menjaga kualitas dan relevansi lulusan di dunia kerja.

“Predikat unggul adalah hasil kerja bersama. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas itu secara berkelanjutan,” ujarnya.

Tak berhenti pada forum diskusi, UNIMOF juga memperkuat langkah konkret melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Klinik Utama Muhammadiyah Ende.

Kerja sama ini membuka ruang kolaborasi luas, mulai dari praktik lapangan mahasiswa, penelitian bersama, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa UNIMOF tidak berjalan sendiri, melainkan aktif membangun jejaring dengan fasilitas layanan kesehatan guna memastikan lulusannya siap terjun langsung di lapangan.

Seminar menghadirkan narasumber berpengalaman yang mengupas isu dari berbagai perspektif. Ns. Munadi, S.Kep., MARS menekankan pentingnya penguatan SDM sebagai fondasi utama layanan kesehatan berkualitas.

Ia mengingatkan bahwa profesionalisme tidak hanya soal kemampuan, tetapi juga sikap dan komitmen.

Sementara itu, dr. M. Ibrahim Sangaji, MARS mengangkat pentingnya budaya kerja berbasis nilai, termasuk amanah, kejujuran, empati, dan profesionalisme dalam pelayanan kesehatan.

“Pelayanan kesehatan harus dilandasi nilai kemanusiaan dan dedikasi tinggi. Mengabdi dengan ilmu, melayani dengan hati,” ungkapnya.

Dari sisi kebijakan dan implementasi, Yohanes Bosko, S.Kep., Ners menyoroti pentingnya komunikasi efektif, integritas, dan inovasi dalam menciptakan pelayanan prima yang mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Diskusi yang berlangsung dinamis menunjukkan bahwa isu pelayanan kesehatan tidak bisa diselesaikan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi, inovasi, dan komitmen kuat dari semua pihak.

Melalui kegiatan ini, UNIMOF tidak hanya menggelar seminar, tetapi juga mengirim pesan kuat kepada publik: kampus ini tengah membangun ekosistem pendidikan yang melahirkan tenaga kesehatan berintegritas, profesional, dan siap menjawab kebutuhan masyarakat.

Dengan langkah strategis tersebut, UNIMOF semakin layak dilirik sebagai salah satu perguruan tinggi yang berperan penting dalam mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan, khususnya di Nusa Tenggara Timur.

Reporter : Faidin

Kapolda NTT Salurkan Bantuan Pendidikan di Sikka, Wujud Nyata Kepedulian untuk Anak Sekolah dan Putus Sekolah

SIKKA, Bajopos.com | Kepedulian terhadap dunia pendidikan kembali ditunjukkan oleh jajaran Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur. Melalui program bantuan sosial yang diinisiasi langsung oleh Kapolda NTT, bantuan disalurkan ke sejumlah sekolah di Kabupaten Sikka, Senin (20/4/2026).

Penyaluran bantuan tersebut diwakili oleh Wakapolres Sikka, Kompol Marselus Yugo Amboro, S.I.K., yang turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh para siswa dan tenaga pendidik.

Bantuan sosial ini menjadi bukti nyata perhatian Kapolda NTT terhadap keberlangsungan pendidikan, khususnya bagi sekolah-sekolah dan siswa dari keluarga kurang mampu, termasuk mereka yang telah putus sekolah.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Polri dalam mendukung dunia pendidikan. Harapannya dapat meningkatkan semangat belajar siswa serta membantu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih layak,” demikian keterangan Humas Polres Sikka yang diterima media ini.

Kegiatan penyaluran bantuan dilaksanakan di beberapa titik berbeda, yakni diantaranya; PAUD Aisyiyah Waturia di Kecamatan Magepanda, SMP Katolik Binawirawan Maumere di Kecamatan Alok, SMK Santo Gabriel Maumere di Kecamatan Alok Timur, serta SDK Waiara di Kecamatan Kewapante.

Di PAUD Aisyiyah Waturia, bantuan yang diberikan meliputi lemari plastik, lemari rak, meja belajar, kursi, tas sekolah, hingga alat edukasi berupa puzzle kayu.

Sementara itu, SDK Waiara menerima bantuan berupa puluhan pasang seragam sekolah serta alat tulis untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Tak hanya itu, perhatian Kapolda NTT juga menyasar siswa-siswi yang telah putus sekolah dan berasal dari keluarga kurang mampu.

Tampak, para siswa-siswi yang tengah putus sekolah dengan latar belakang keluarga kurang mampu itu mendapatkan bantuan keuangan pendidikan. Bantuan tersebut kemudian disalurkan melalui SMP Katolik Binawirawan Maumere dan SMK Santo Gabriel Maumere.

Sejumlah pihak turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala PAUD Aisyiyah Waturia Marwiyah Nazarudin, Sekretaris Desa Waturia Rahmat Asikin, para kepala sekolah, guru, orang tua, serta siswa penerima bantuan.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga berakhir pada pukul 19.00 Wita.

Kapolda NTT melalui Wakapolres Sikka berharap program ini tidak hanya membantu secara materi, tetapi juga menjadi dorongan moral bagi anak-anak di Kabupaten Sikka untuk terus melanjutkan pendidikan mereka.

Selain itu, Kapolda NTT melalui Wakapolres Sikka mengatakan agar bantuan tersebut pula dapat menekan angka putus sekolah di wilayah tersebut.

Reporter : Faidin

Dinas PKO Sikka Geser Kepsek SMPN Nuba Arat, Tunjuk PLH Demi Selamatkan KBM

SIKKA, Bajopos.com – Aksi penyegelan ruang kepala sekolah dan mogok kerja yang dilakukan sejumlah guru di SMP Negeri Nuba Arat, Kabupaten Sikka, akhirnya direspons cepat oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka.

Dinas PKO mengambil langkah dengan menggeser Kepala SMPN Nuba Arat, Bergita Tati De Rosari, ke kantor dinas, sekaligus menunjuk pelaksana harian (PLH) guna memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) kembali berjalan normal.

Dilansir dari Tajukntt.com, Pelaksana Tugas (Plt) Kadis PKO Sikka, Patrisius Pederiko, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah berkoordinasi dengan pimpinan daerah.

“Saya sudah berkonsultasi dengan wakil bupati dan sudah mendapat arahan dari bupati, intinya menjaga situasi tetap kondusif dan KBM tidak dikorbankan. Oleh karena itu, kami mengambil keputusan ibu kepala sekolah sementara ke Dinas PKO dan kami menunjuk wakil kepala sekolah sebagai pelaksana harian,” ungkap Patrisius.

Ia menegaskan, secara administrasi Bergita Tati De Rosari masih berstatus sebagai kepala sekolah. Namun, untuk menjamin keberlangsungan aktivitas sekolah, tugas harian akan dijalankan oleh wakil kepala sekolah.

“Secara administrasi beliau masih kepala sekolah, tetapi pelaksana harian untuk keberlanjutan sekolah dilaksanakan wakil kepala sekolah. Secara administrasi akan terganggu kalau langsung diganti,” jelasnya.

Patrisius berharap konflik internal yang terjadi tidak terulang kembali dan tidak berdampak pada peserta didik.

“Permasalahan antara guru dengan guru, guru dengan kepala sekolah maupun dengan siswa tidak boleh terjadi lagi ke depan dan tidak mengorbankan anak didik,” tegasnya.

Sebelumnya, pada Kamis (16/4/2026), sejumlah guru melakukan aksi penyegelan ruang kepala sekolah setelah sehari sebelumnya menggelar mogok kerja. Aksi tersebut menyebabkan KBM untuk siswa kelas VII dan VIII sempat terhenti, sementara siswa kelas IX tetap mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Salah seorang guru, Albert Nong Nukak, menyebut aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap kepemimpinan di sekolah. Namun, ia mengakui langkah cepat yang diambil Dinas PKO telah memberikan kepastian bagi para guru.

“Kami sudah terima dengan baik. Kehadiran Plt Kadis PKO membuat kami merasa puas karena tuntutan kami sudah dijawab,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMPN Nuba Arat, Bergita Tati De Rosari, belum memberikan tanggapan saat dihubungi melalui pesan WhatsApp hingga berita ini diterbitkan.

Penulis : Redaksi

Di Kabupaten Sikka, Guru SMPN Nuba Arat Segel Ruang Kepsek, KBM Lumpuh

SIKKA, Bajopos.com – Sejumlah guru di SMP Negeri Nuba Arat, Kabupaten Sikka, melakukan aksi penyegelan ruang kepala sekolah pada Kamis (16/4/2026) pagi, setelah sehari sebelumnya menggelar aksi mogok kerja.

Aksi tersebut berdampak langsung pada terhentinya kegiatan belajar mengajar (KBM) untuk siswa kelas VII dan VIII.

Sementara itu, siswa kelas IX yang tengah mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) tetap melaksanakan ujian seperti biasa.

Penyegelan dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kepemimpinan Kepala SMPN Nuba Arat, Bergita Tati De Rosari, yang dinilai tidak lagi kondusif.

Pantauan di lokasi, ruang kepala sekolah dipalang menggunakan bilah bambu. Para guru juga memasang spanduk berwarna putih berisi tuntutan dan kritik. Di antaranya bertuliskan, “Dinas PKO Kabupaten Sikka mohon dengarkan jeritan kami” serta “Bergita Tati De Rosari gagal menjalankan amanah sebagai kepala sekolah. Mundur Sekarang Juga!!”.

Aksi ini turut menyita perhatian para siswa. Sejumlah siswa bahkan terlihat ikut membentangkan spanduk penolakan terhadap kepala sekolah di gerbang sekolah.

Salah seorang guru, Albert Nong Nukak, mengungkapkan bahwa aksi penyegelan dilakukan karena para guru merasa tertekan secara psikologis akibat pernyataan kepala sekolah.

“Pernyataan yang disampaikan buat kami trauma psikologis. Kepsek sampaikan kekesalan, kemarahan yang luar biasa dengan kalimat ‘saya mau bunuh saja orang’ disampaikan di hadapan guru dan tenaga pendidik. Ada juga pernyataan ‘masih ada tiga lagi yang diseret ke polisi’,” ujarnya, dilansir dari Tajukntt.com.

Ia menegaskan, penolakan terhadap kepala sekolah merupakan sikap bersama para guru sebagai bentuk protes atas situasi yang terjadi.

“Kami minta langkah tegas dari Dinas PKO Sikka, kepsek harus segera diganti. Kalau sudah diganti maka palang pintu itu kami buka,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMPN Nuba Arat, Bergita Tati De Rosari menyebut klarifikasi akan disampaikan melalui Pelaksana Tugas Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka.

“kemarin kami sudah sepakat konfirmasi kasus hanya lewat Pak Kadis, nanti beliau akan klarifikasi bersama media, epan gawan untuk pengertiannya,” tulisnya singkat.

Hari itu, para guru menyatakan masih menunggu kehadiran Pelaksana Tugas Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka, Patrisius Pederiko, yang direncanakan akan mengunjungi sekolah tersebut.

Penulis : Redaksi

12 Guru SMPN Nuba Arat Hentikan KBM, Plt Kadis PKO Sikka: Bedakan Tegas dan Otoriter

SIKKA, Bajopos.com – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, Patrisius Pederiko, angkat bicara terkait aksi 12 guru SMP Negeri Nuba Arat yang menghentikan kegiatan belajar mengajar (KBM) dan menuntut pergantian kepala sekolah.

Dikutip dari Tajukntt.com Kamis, 16/4/2026, Patrisius menilai kehadiran para guru di kantor dinas merupakan bentuk penyampaian aspirasi yang mencerminkan adanya keresahan di lingkungan sekolah.

Dalam pertemuan tersebut, para guru menyoroti gaya kepemimpinan kepala sekolah yang dinilai cenderung otoriter. Hal ini disebut berdampak pada kenyamanan kerja guru serta proses pembelajaran di sekolah.

“Terkait dengan itu saya menyampaikan kepada mereka untuk bisa membedakan antara otoriter dengan tegas. Ini juga harus diperhatikan secara baik. Jangan sampai beliau punya niat itu baik untuk supaya disiplin tetapi mungkin dalam penerimaan kita menganggap itu otoriter,” ujar Patrisius.

Ia menjelaskan, persoalan di SMPN Nuba Arat bukanlah kasus baru. Dinamika internal sekolah tersebut disebut telah berlangsung cukup lama, bahkan sejumlah pengaduan serupa sudah muncul sejak masa kepemimpinan kepala dinas sebelumnya, namun belum terselesaikan secara tuntas.

Terkait peristiwa yang melibatkan almarhum guru berinisial Y.A, Patrisius mengungkapkan pihaknya telah melakukan klarifikasi awal dengan memanggil Kepala SMPN Nuba Arat, Bergita Tati de Rosari.

Menurutnya, kepala sekolah sebelumnya menerima informasi dugaan penyimpangan seksual yang kemudian ditelusuri bersama sejumlah guru untuk memastikan kebenarannya. Klarifikasi terhadap guru yang bersangkutan dilakukan pada Jumat, 10 April.

“Dalam kaitan dengan klarifikasi itu, saya sempat tanya apakah ada klarifikasi dari pa guru atau tidak, ternyata pa guru tidak klarifikasi. Dia langsung menandatangani surat pernyataan itu,” ungkapnya.

Patrisius menegaskan, berdasarkan penjelasan pihak sekolah, tidak ada pemberian sanksi maupun skorsing terhadap guru tersebut. Kepala sekolah hanya meminta yang bersangkutan menandatangani surat pernyataan dan beristirahat sementara waktu di rumah.

Sementara itu, terkait tuntutan pergantian kepala sekolah, ia menegaskan proses tersebut tidak dapat dilakukan secara instan karena harus mengikuti mekanisme dan regulasi yang berlaku.

“Saat ini prosesnya tidak seperti sebelumnya. Harus melalui tahapan pemetaan, analisis, hingga pengusulan sesuai regulasi terbaru, termasuk mengacu pada Permen Dikdasmen Nomor 7 Tahun 2026 dan ketentuan teknis lainnya,” tegasnya.

Ia menambahkan, hasil kajian nantinya akan diajukan kepada Bupati Sikka melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD), sebelum diteruskan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mendapatkan pertimbangan teknis.

Plt Kadis PKO Sikka memastikan pihaknya akan menindaklanjuti persoalan tersebut secara objektif dan sesuai aturan, sembari menjaga stabilitas proses pendidikan agar kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri Nuba Arat dapat segera kembali normal.

Penulis : Redaksi

Prodi AdminKes Perkuat Posisi UNIMOF di Bidang Pendidikan Kesehatan di NTT

SIKKA, Bajopos.com – Capaian Akreditasi Unggul yang diraih Program Studi Sarjana Administrasi Kesehatan (AdminKes) di Universitas Muhammadiyah Maumere (Unimof) menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi kampus tersebut sebagai salah satu pusat pendidikan kesehatan di Kabupaten Sikka dan wilayah Nusa Tenggara Timur.

Status akreditasi tertinggi tersebut diberikan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia melalui Surat Keputusan Nomor 0114/LAM-PTKes/Akr/Sar/II/2026 yang ditetapkan di Jakarta pada 28 Februari 2026.

Dengan capaian ini, Program Studi Administrasi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Maumere dinilai telah memenuhi standar mutu pendidikan tinggi kesehatan secara komprehensif, meliputi tata kelola program studi, kualitas dosen, kurikulum, hingga dukungan sarana prasarana pembelajaran.

Ketua LAM-PTKes, Usman Chatib Warsa, dalam keputusan tersebut menetapkan bahwa program studi tersebut berstatus Terakreditasi Unggul dengan masa berlaku selama tiga tahun.

Predikat unggul merupakan pengakuan bahwa program studi memiliki kualitas akademik yang sangat baik serta mampu menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang manajemen dan administrasi layanan kesehatan.

Capaian ini juga menjadi momentum bagi Universitas Muhammadiyah Maumere untuk terus mengembangkan kualitas pendidikan, khususnya dalam menyiapkan tenaga profesional yang mampu mengelola sistem pelayanan kesehatan secara efektif dan modern.

Selain memberikan status akreditasi, rapat pleno Komite Akreditasi LAM-PTKes juga menyampaikan sejumlah rekomendasi penguatan kelembagaan, antara lain peningkatan sumber daya keuangan melalui pengembangan wirausaha, peningkatan partisipasi mahasiswa dalam organisasi kemahasiswaan, serta penguatan kapasitas dosen melalui kepemilikan sertifikasi dosen.

Dengan akreditasi unggul tersebut, Program Studi Administrasi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Maumere diharapkan semakin menarik minat calon mahasiswa yang ingin berkarier di bidang manajemen layanan kesehatan, sekaligus berkontribusi dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di daerah.(Faidin)

Program Studi Adminkes UNIMOF Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTKes

SIKKA, Bajopos.com – Program Studi Sarjana Administrasi Kesehatan (Adminkes) pada Universitas Muhammadiyah Maumere (Unimof) resmi meraih status Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia. Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 0114/LAM-PTKes/Akr/Sar/II/2026 yang ditetapkan di Jakarta pada 28 Februari 2026.

Data yang dihimpun Bajopos.com bahwa status akreditasi tersebut diberikan setelah melalui proses evaluasi komprehensif oleh tim asesor LAM-PTKes yang menilai berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan, mulai dari tata kelola program studi, kualitas dosen, kurikulum, hingga capaian pembelajaran mahasiswa.

Ketua LAM-PTKes, Usman Chatib Warsa, dalam keputusan yang ditandatangani menyatakan bahwa Program Studi Sarjana Administrasi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Maumere dinyatakan Terakreditasi Unggul. Status ini berlaku selama tiga tahun, dengan tetap mempertimbangkan pemenuhan standar mutu pendidikan tinggi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Penetapan akreditasi unggul ini sekaligus menggantikan status akreditasi sebelumnya dan menjadi indikator pengakuan atas kualitas penyelenggaraan pendidikan di program studi tersebut.

Akreditasi unggul merupakan predikat tertinggi dalam sistem akreditasi program studi kesehatan di Indonesia. Predikat ini menunjukkan bahwa program studi memiliki standar mutu pendidikan yang sangat baik, baik dari sisi pengelolaan akademik, kompetensi tenaga pengajar, sarana prasarana, hingga kontribusi dalam pengembangan ilmu kesehatan masyarakat.

Dengan capaian tersebut, Program Studi Administrasi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Maumere yang berada di Kabupatendiharapkan semakin memperkuat perannya dalam mencetak lulusan yang kompeten di bidang manajemen dan administrasi layanan kesehatan, khususnya untuk menjawab kebutuhan tenaga profesional di sektor kesehatan di wilayah Nusa Tenggara Timur dan Indonesia pada umumnya.

Dalam rekomendasi rapat pleno Komite Akreditasi LAM-PTKes, program studi juga didorong untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan institusi, antara lain dengan memperkuat sumber daya keuangan melalui pengembangan wirausaha, meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan organisasi kemahasiswaan, serta mendorong pengembangan dosen untuk memperoleh sertifikasi dosen.

Pencapaian akreditasi unggul ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi civitas akademika Universitas Muhammadiyah Maumere untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Bagi calon mahasiswa yang berminat menempuh pendidikan di bidang administrasi dan manajemen kesehatan, capaian akreditasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa Program Studi Administrasi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Maumere memiliki standar mutu yang diakui secara nasional.(Faidin) 

Perkuat Iman Sejak Dini, SMP Reroroja Gelar Pesantren Ramadhan di Kampus Unimof Maumere

SIKKA, Bajopos.com – Semangat Ramadhan 1447 Hijriah terasa semakin bermakna bagi para siswa SMP Negeri Reroroja melalui kegiatan Pesantren Ramadhan yang diselenggarakan pada Jumat–Sabtu, 27–28 Februari 2026 bertempat di Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF).

Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan iman dan karakter yang dirancang secara intensif dan terarah. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara SMP Negeri Reroroja dan Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Al-Islam dan kemuhammadiyaan (LPPAIK) Universitas Muhammadiyah Maumere.

Sebanyak 13 siswa mengikuti Pesantren Ramadhan 1447 H dengan penuh semangat. Mengusung tema “Iman Bertumbuh, Iman Bertambah, Akhlak Makin Keren”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, tetapi dihadirkan sebagai wadah pembinaan ruhani yang menyentuh hati dan membentuk karakter generasi muda secara lebih mendalam.

Sejak pembukaan, suasana khidmat dan kebersamaan sudah terasa kuat, mencerminkan keseriusan seluruh pihak dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Acara diawali dengan pembukaan resmi yang berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Dalam sambutannya, Kepala LPPAIK Universitas Muhammadiyah Maumere, Ustaz Abdul Gadri Jihad, S.Sos., M.Pd., menegaskan pentingnya momentum Ramadhan sebagai sarana pembinaan iman dan karakter.

Ia mengingatkan bahwa generasi muda membutuhkan ruang pembinaan yang tidak hanya mengasah kecerdasan intelektual, tetapi juga memperkuat fondasi spiritual dan akhlak. Ramadhan, menurutnya, adalah waktu terbaik untuk menanamkan nilai-nilai keislaman secara lebih intensif.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala SMP Negeri Reroroja, Nurfitriah Safrudin, M.Pd., yang mengajak para siswa untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh. Ia berharap para peserta tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga terlibat secara aktif dan terbuka dalam setiap sesi.

Menurutnya, pengalaman selama dua hari ini akan menjadi bekal penting dalam membentuk kebiasaan ibadah dan sikap hidup yang lebih baik di masa mendatang.

Selama pelaksanaan kegiatan, peserta mengikuti berbagai materi keislaman yang disusun secara sistematis dan dikemas secara interaktif. Materi tersebut meliputi penguatan akidah, pembiasaan ibadah harian, tilawah Al-Qur’an, serta sesi motivasi dan refleksi diri.

Pendekatan pembelajaran tidak hanya bersifat ceramah, tetapi juga diskusi, praktik langsung, serta evaluasi bersama. Hal ini bertujuan agar siswa tidak sekadar memahami konsep, tetapi mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk memaksimalkan proses pembinaan, peserta dibagi ke dalam lima kelompok kecil. Setiap kelompok didampingi oleh mahasiswa dan mahasiswi Tahfidz Al-Qur’an Universitas Muhammadiyah Maumere yang bertugas membimbing praktik ibadah, hafalan, serta pembinaan akhlak secara lebih intensif dan personal.

Pendampingan dalam kelompok kecil ini membuat interaksi menjadi lebih dekat dan efektif. Para siswa dapat bertanya, berdiskusi, serta memperoleh bimbingan secara langsung sesuai kebutuhan masing-masing.

Sekretaris LPPAIK Universitas Muhammadiyah Maumere, Hardian, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa Pesantren Ramadhan ini memiliki visi pembinaan jangka panjang.

“Pesantren Ramadhan ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi merupakan ruang pembinaan ruhani yang dirancang untuk menyentuh hati dan membentuk karakter peserta didik secara mendalam. Kami berharap melalui kegiatan ini, iman para siswa benar-benar bertumbuh dengan kesadaran, bertambah dengan pemahaman, dan terwujud nyata dalam akhlak yang santun, disiplin, bertanggung jawab, serta membanggakan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat,” ungkapnya.

Secara umum, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan dan memperkuat keimanan peserta didik serta membentuk karakter yang berakhlak mulia melalui pembinaan intensif di bulan Ramadhan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran spiritual, kedisiplinan dalam beribadah, serta menanamkan nilai-nilai tanggung jawab, kepedulian, dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Ke depan, Pesantren Ramadhan diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi berkembang menjadi gerakan pembinaan karakter yang berkelanjutan dan berdampak luas. Kolaborasi antara SMP Negeri Reroroja dan Universitas Muhammadiyah Maumere melalui LPPAIK diharapkan semakin diperkuat, termasuk dengan melibatkan lebih banyak mahasiswa pendamping, khususnya dari program Tahfidz Al-Qur’an.

Dengan komitmen bersama, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kokoh dalam keimanan, matang dalam kepribadian, serta menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam setiap langkah kehidupan.(Redaksi)

Sekolah di Sekitar TKP Kematian STN Mendadak Sepi, Warga Mengaku Masih Diliputi Rasa Takut

SIKKA, Bajopos.com – Pasca meninggalnya STN secara tidak wajar di Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, suasana di sejumlah sekolah sekitar lokasi kejadian mendadak berubah drastis. Aktivitas belajar mengajar tak lagi seramai biasanya. Kepanikan dan rasa was-was masih menyelimuti warga.

Pantauan sumber media ini yang merupakan warga Desa Rubit menyebutkan, sejak pagi hingga malam hari kondisi wilayah sekitar masih dalam pengawasan masyarakat. Tidak hanya lingkungan pemukiman, aktivitas sekolah pun turut dipantau.

Sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, salah satu alasan orang tua enggan menyekolahkan anak mereka karena ayah pelaku disebut-sebut masih berkeliaran.

“Alasannya karena bapak pelaku masih berkeliaran, jadi orang tua takut dan belum berani lepas anak-anak mereka ke sekolah,” ujarnya Selasa, 03/03/2026.

Ia menyebutkan, saat ini aktivitas di tingkat SMP mulai kembali berjalan, namun belum sepenuhnya normal. Masih ada siswa yang diliputi ketakutan.

“Sekarang SMP sudah mulai ada aktivitas, tapi masih sepi. Masih ada siswa yang takut ke sekolah. Tidak seperti biasa. Suasananya mencekam,” katanya.

Beberapa siswa bahkan disebut harus diantar langsung oleh orang tua mereka agar berani mengikuti pelajaran.

“Banyak yang harus diantar orang tua dulu baru mau masuk sekolah,” tambahnya.

Sekolah-sekolah yang terlihat sepi berdasarkan pantauan di antaranya SDK Watuwitir, SDK Ohe, dan SMP MBC Ohe. Kondisi serupa juga dirasakan sekolah lain yang berada tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).

Bangkoor Masih Was-Was

Sementara itu, sumber lain dari wilayah Bangkoor mengisahkan hal senada. Ia menyebut warga di daerahnya juga masih dalam kondisi panik. Bahkan, sebagian masyarakat belum berani beraktivitas normal seperti berkebun.

“Kemarin sempat heboh kalau saksi Saverius Gewar (SG) bersembunyi di sekitar Bangkoor. Jadi orang-orang masih takut,” tuturnya.

Menurutnya, para orang tua kini jauh lebih was-was dibanding hari-hari sebelumnya.

“Orang tua lebih was-was sekarang,” kata sumber tersebut.

Ia juga mengirimkan video berdurasi 29 detik yang memperlihatkan kepanikan warga saat melihat kendaraan bermotor melintas di jalan raya.

Dalam keterangannya, ia menjelaskan bahwa video tersebut direkam ketika SG dikabarkan menghilang setelah sempat ditemukan warga di Dusun Nebe A.

“Ini video waktu SG menghilang setelah ditemukan warga di Dusun Nebe A. Jadi warga panik dan berdiri di sepanjang jalan,” ungkapnya.

Sumber tersebut yang mengaku sebagai warga Bangkoor juga menambahkan bahwa istri SG diketahui berasal dari Desa Mamai.

“Kebetulan saya warga Bangkoor. Istrinya yang bersangkutan itu warga Desa Mamai. Untuk keluarganya, jujur saya baru tahu juga kalau SG ini istrinya merupakan warga Mamai,” terangnya.

Hingga kini, suasana di sejumlah titik di Kecamatan Hewokloang masih belum sepenuhnya kondusif. Trauma dan ketakutan warga tampak masih membekas, terutama bagi orang tua dan anak-anak sekolah yang terdampak langsung oleh peristiwa tragis tersebut. (Faidin)

SMAK St. Yosef Tana Ai Didorong Jadi Pusat Pendidikan Katolik Berkualitas

SIKKA, Bajopos.com – Kehadiran gedung baru di SMAK St. Yosef Tana Ai bukan sekadar penambahan ruang belajar. Lebih dari itu, pembangunan tersebut menjadi simbol dorongan serius pemerintah untuk memastikan pendidikan keagamaan di daerah terus bertumbuh dan relevan dengan tantangan zaman.

Momentum ini mengemuka dalam kunjungan Direktur Pendidikan Katolik Kementerian Agama RI, Albertus Triyatmojo, Selasa (24/2/2026). Ia meninjau langsung gedung yang telah rampung dibangun sekaligus berdialog dengan seluruh unsur sekolah.

Dalam perspektif penguatan mutu, keberadaan fasilitas baru dipandang sebagai fondasi awal. Namun, Albertus menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak berhenti pada bangunan fisik. Infrastruktur, menurutnya, harus berjalan seiring dengan pembelajaran yang terkelola baik serta peningkatan kapasitas dan profesionalitas guru.

“Gedung yang baik harus melahirkan proses belajar yang lebih efektif dan membentuk karakter peserta didik,” tekannya di hadapan para guru dan siswa.

Pembangunan ini menjadi bagian dari strategi Kementerian Agama untuk memperluas akses dan meningkatkan layanan pendidikan keagamaan, khususnya di wilayah Tana Ai. Ruang kelas yang lebih representatif diharapkan menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan kondusif, sehingga siswa dapat berkembang secara akademik maupun spiritual.

Kunjungan tersebut juga diisi dengan dialog terbuka bersama Ketua Yayasan, Kepala Sekolah, guru, dan peserta didik. Forum itu menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam membangun budaya mutu, disiplin, dan integritas di lingkungan sekolah.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka, Yosef Rangga Kapodo, menyampaikan apresiasi atas perhatian Direktorat Pendidikan Katolik terhadap sekolah-sekolah di daerah. Ia menilai dukungan tersebut memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap eksistensi SMAK St. Yosef Tana Ai sebagai lembaga pendidikan Katolik yang terus berkembang.

Sebagai bagian dari implementasi program prioritas Kementerian Agama, kegiatan ditutup dengan penanaman pohon di lingkungan sekolah. Langkah ini menegaskan bahwa penguatan pendidikan berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Dengan rampungnya gedung baru dan terbangunnya semangat kolaborasi antarunsur sekolah, SMAK St. Yosef Tana Ai diharapkan semakin mantap melahirkan generasi yang berkarakter, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi masyarakat Nian Tana Sikka.(Faidin)

Penegerian Dua SMAK di Sikka Masuk Tahap Penguatan

SIKKA, Bajopos.com – Upaya peningkatan kualitas sekaligus perluasan akses pendidikan keagamaan Katolik di Kabupaten Sikka terus bergerak ke tahap yang lebih konkret. Hal itu mengemuka dalam pertemuan antara Direktur Pendidikan Katolik Kementerian Agama RI, Albertus Triyatmojo, dan Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, Selasa (24/2/2026), di ruang kerja Bupati Sikka.

Audiensi tersebut turut melibatkan Tim Visitasi Penilai, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka, para ketua yayasan, kepala SMAK se-Kabupaten Sikka, serta Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pendidikan Katolik Kanwil Kemenag Provinsi NTT. Dalam pertemuan itu penekanannya lebih kepada pentingnya kebijakan pendidikan yang terarah serta berdampak langsung bagi masyarakat.

Albertus Triyatmojo menegaskan bahwa rencana penegerian SMAK St. Petrus Kewa Pante dan SMAK St. Benedictus Palu’e merupakan bagian dari agenda strategis pemerintah pusat untuk memperkuat pendidikan keagamaan di daerah.

Menurutnya, proses alih status menjadi sekolah negeri tidak semata administratif, melainkan harus berjalan sesuai ketentuan regulasi, terukur, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan. Penegerian diharapkan memperkuat tata kelola kelembagaan, mendorong peningkatan sarana-prasarana, serta memperkokoh kapasitas sumber daya manusia di lingkungan sekolah.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan aspek teknis, mulai dari ketersediaan lahan hingga dukungan pemerintah daerah. Seluruh persyaratan tersebut dinilai krusial agar kebijakan penegerian benar-benar memberi manfaat jangka panjang bagi generasi muda di Kabupaten Sikka.

Selain membahas dua SMAK yang diusulkan untuk dinegerikan, audiensi juga menyoroti kebutuhan pembebasan lahan untuk akses jalan menuju SMAK St. Maria Monte Carmelo. Akses yang memadai dipandang penting guna menjamin kelancaran kegiatan belajar mengajar sekaligus keselamatan warga sekolah.

Menanggapi hal itu, Bupati Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan pendidikan keagamaan di Sikka. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sikka untuk mendukung penuh proses penegerian sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.

Pemerintah daerah, lanjutnya, siap menindaklanjuti aspek teknis yang menjadi kewenangan daerah, termasuk dukungan penyediaan akses dan fasilitas penunjang pendidikan melalui kolaborasi lintas sektor.

Pertemuan ini dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat fondasi pendidikan keagamaan Katolik di Nian Tana Sikka. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para penyelenggara pendidikan diharapkan melahirkan kebijakan yang berkelanjutan, transformatif, dan memberi dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di daerah.(Faidin)

Visitasi Penegerian SMAK St. Petrus Kewa Pante Uji Kesiapan Tata Kelola dan Legalitas Aset

SIKKA, Bajopos.com – Proses alih status SMAK St. Petrus Kewa Pante menuju sekolah negeri memasuki tahap krusial. Direktur Pendidikan Katolik Kementerian Agama Republik Indonesia, Albertus Triyatmojo, turun langsung memimpin visitasi dan evaluasi kelayakan penegerian di sekolah tersebut, Selasa (24/2/2026).

Visitasi ini bukan sekadar agenda seremonial. Tim penilai melakukan audit menyeluruh terhadap kesiapan lembaga, mulai dari kelengkapan dokumen administratif, legalitas dan status lahan, struktur organisasi, hingga data pendidik dan tenaga kependidikan. Aspek akademik, jumlah peserta didik, serta kondisi ruang kelas dan fasilitas pendukung turut menjadi perhatian utama.

Albertus menegaskan, penegerian harus berdiri di atas prinsip objektivitas dan akuntabilitas. Menurutnya, perubahan status bukan sekadar administratif, melainkan transformasi tata kelola yang berimplikasi pada mutu layanan pendidikan.

“Visitasi ini memotret kondisi riil sekolah sekaligus menjadi dasar penyusunan rekomendasi perbaikan. Penegerian harus membawa dampak nyata bagi kualitas pembelajaran dan profesionalitas guru,” ujarnya.

Dalam sesi dialog, tim juga menggali komitmen yayasan dan pihak sekolah, khususnya terkait kesiapan penyerahan aset sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Proses ini dinilai penting untuk memastikan tidak ada kendala hukum maupun administratif di kemudian hari.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka, Yosef Rangga Kapodo, menekankan bahwa pihaknya mengawal proses tersebut secara serius dan terukur. Ia menyebut visitasi sebagai tahapan penentu sebelum rekomendasi penegerian diterbitkan.

“Semua persyaratan harus dipenuhi secara sistematis. Jika terealisasi, penegerian ini diharapkan menjadi titik tolak peningkatan mutu pendidikan keagamaan di Kabupaten Sikka,” katanya.

Dukungan pemerintah pusat melalui Direktorat Pendidikan Katolik dinilai menjadi energi tambahan bagi sekolah untuk terus berbenah. Harapannya, status negeri nantinya memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan keagamaan sekaligus mendorong lahirnya generasi yang beriman, cerdas, dan berkarakter.

Sebagai bagian dari implementasi Asta Protas Kementerian Agama, khususnya penguatan kepedulian ekologis, kegiatan ditutup dengan penanaman pohon matoa di lingkungan sekolah. Simbol ini menegaskan bahwa pembangunan pendidikan berjalan seiring dengan komitmen menjaga kelestarian lingkungan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Kewapante, Ketua Yayasan, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pendidikan Katolik Kanwil Kemenag Provinsi NTT, serta para guru. Kehadiran berbagai unsur ini memperlihatkan sinergi lintas pihak dalam mengawal proses penegerian agar berjalan transparan dan berdampak bagi masyarakat Nian Tana Sikka.(Faidin)

Negara dan Gereja Perkuat Kolaborasi, Dua SMAK di Sikka Diusulkan Berstatus Negeri

SIKKA, Bajopos.com – Upaya memperluas akses pendidikan Katolik bermutu di Kabupaten Sikka memasuki fase baru. Dalam pertemuan di Lepo Bispu, Senin (23/2/2026), Uskup Edwaldus Martinus Sedu bersama Direktur Pendidikan Katolik Kementerian Agama RI, Albertus Triyatmojo, menyatakan komitmen bersama mendorong alih status dua Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) menjadi sekolah negeri.

Dua sekolah yang diusulkan masuk dalam program tersebut adalah SMAK St. Petrus Kewa Pante dan SMAK St. Benedictus Palu’e. Penegerian ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menjawab kebutuhan layanan pendidikan di wilayah kepulauan dan daerah terpencil di Kabupaten Sikka, sekaligus memperkuat mutu pendidikan berbasis iman Katolik.

Direktur Pendidikan Katolik Kementerian Agama RI menegaskan, kebijakan penegerian bukan sekadar perubahan status administratif. Menurutnya, langkah tersebut mencakup transformasi tata kelola pendidikan, mulai dari pembiayaan yang lebih stabil, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penguatan sistem manajemen sekolah yang sesuai standar nasional pendidikan.

Dengan status negeri, sekolah akan memperoleh dukungan anggaran yang lebih terjamin, akses program peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, serta peluang pengembangan sarana dan prasarana. Pemerintah, kata dia, berkomitmen mengawal proses sesuai regulasi dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Gereja sebagai pemangku kepentingan utama. Kesiapan dokumen, kejelasan status aset, dukungan yayasan, serta komitmen bersama menjadi prasyarat agar proses penegerian berjalan tertib tanpa menghilangkan kekhasan pendidikan Katolik.

“Identitas dan nilai iman Katolik harus tetap menjadi ruh dalam penyelenggaraan pendidikan, sekaligus memastikan lahirnya generasi unggul secara akademik dan berintegritas,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Uskup Keuskupan Maumere menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut. Ia menilai kehadiran negara dalam memperkuat pelayanan pendidikan Katolik merupakan bentuk kolaborasi yang positif dan konstruktif.

Menurutnya, penegerian membuka peluang bagi Gereja untuk memperluas karya pelayanan melalui sistem pendidikan yang lebih profesional, tertata, dan berdaya saing. Dukungan pastoral dan koordinasi internal Gereja akan terus diperkuat agar seluruh tahapan berjalan lancar serta tetap berlandaskan nilai-nilai iman.

Kolaborasi antara Direktorat Pendidikan Katolik Kementerian Agama RI, Keuskupan Maumere, pemerintah daerah, dan elemen Gereja diharapkan menjadi fondasi sistem pendidikan Katolik yang lebih kokoh dan berkelanjutan, sekaligus berdampak nyata bagi pengembangan generasi muda di Nian Tana Sikka.(Faidin)

Dorong Transformasi Sekolah Berasrama, Ditjen Bimas Katolik Kunjungi SMAK Monte Carmelo

SIKKA, Bajopos.com – Arah baru penguatan sekolah berasrama mulai ditegaskan dalam kunjungan kerja Direktur Pendidikan Katolik Kementerian Agama RI, Albertus Triyatmojo, ke SMAK Sta. Maria Monte Carmelo, Senin (23/2/2026).

Kunjungan ini tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum evaluasi sekaligus penegasan target mutu yang lebih terukur bagi sekolah tersebut.

Didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka, Yosef Rangga Kapodo, rombongan meninjau langsung gedung baru serta sejumlah fasilitas penunjang pembelajaran.

Monitoring ini menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan infrastruktur sebelum sekolah melangkah ke fase penguatan kelembagaan.

Kepala SMAK Sta. Maria Monte Carmelo, Rm. Beny, O.Carm. memaparkan peta jalan pengembangan sekolah, mulai dari peningkatan kualitas akademik hingga pembinaan karakter berbasis asrama.

Menurutnya, pembenahan terus dilakukan agar layanan pendidikan semakin profesional dan responsif terhadap kebutuhan zaman.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Katolik menegaskan bahwa orientasi sekolah harus jelas dan terukur, salah satunya melalui target Akreditasi A.

Ia menekankan bahwa akreditasi bukan sekadar administrasi, melainkan indikator tata kelola, mutu tenaga pendidik, serta efektivitas sistem pembelajaran.

“Mutu pendidikan Katolik harus tampak dalam manajemen yang rapi, proses belajar yang berkualitas, dan dampaknya bagi karakter peserta didik,” tegasnya.

Sebagai sekolah berasrama, Dirut memberi penilaian bahwa SMAK Monte Carmelo memiliki keunggulan dalam pembentukan karakter secara menyeluruh. Kehadiran kapela dan pola pembinaan harian menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai spiritual, kedisiplinan, dan integritas sebagai fondasi pendidikan Katolik.

Selain penguatan akademik, perhatian juga diarahkan pada pengembangan sekolah yang ramah lingkungan. Lingkungan belajar yang bersih, tertata, dan hijau dipandang penting untuk menumbuhkan kesadaran ekologis siswa sejak dini. Simbol komitmen itu diwujudkan melalui penanaman pohon matoa di area sekolah usai peninjauan fasilitas.

Kunjungan tersebut turut melibatkan tim penilai evaluasi kelayakan penegerian serta Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pendidikan Katolik Kanwil Kemenag NTT. Kehadiran tim ini menandai proses pendampingan yang lebih komprehensif dalam memperkuat status dan tata kelola kelembagaan sekolah.

Dengan dukungan yayasan, tenaga pendidik, serta pemerintah, SMAK Monte Carmelo diharapkan mampu bertransformasi menjadi sekolah Katolik yang kompetitif, tidak hanya di tingkat Kabupaten Sikka, tetapi juga di kancah nasional dan internasional. Penguatan mutu, manajemen berkelanjutan, serta kepedulian lingkungan menjadi tiga pilar utama yang kini digenjot secara simultan.(Faidin)

Mahasiswi Matematika UNIMOF Taklukkan 757 Peserta Nasional

SIKKA, Bajopos.com – Ditengah dinamika persaingan akademik nasional yang semakin kompetitif, satu nama dari timur Indonesia mencuri perhatian. Mahasiswi Semester VI Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF), Alsanta Herlina Dahimong, sukses mempersembahkan Medali Emas dalam ajang Kejuaraan Alberta Nasional 4.0 yang diselenggarakan oleh CV Alberta Nusa Competition pada 23–25 Januari 2026.

Prestasi ini bukan sekadar kemenangan individu, melainkan penegasan bahwa kampus di wilayah timur Indonesia mampu berdiri sejajar dalam kompetisi berskala nasional. Dari total 757 peserta seluruh Indonesia yang mengikuti lomba secara daring, Alsanta tampil unggul dalam cabang Matematika yang digelar pada 25 Januari 2026.

Selama dua jam, peserta dihadapkan pada 25 soal pilihan ganda dengan tingkat kesulitan berjenjang mulai dari easy hingga very hard. Sistem penilaian tanpa toleransi jawaban salah maupun kosong menuntut presisi tinggi, kecermatan strategi, serta ketahanan mental dalam mengelola waktu. Dalam atmosfer kompetisi yang ketat inilah Alsanta menunjukkan kapasitas akademik dan kematangan berpikirnya.

Mengusung tema inspiratif tentang perjuangan dan kerja keras, ajang ini menjadi panggung pembuktian kualitas generasi muda Indonesia. Alsanta mampu menjaga fokus, mengatur ritme pengerjaan soal, dan memaksimalkan setiap peluang poin hingga akhirnya keluar sebagai peraih medali emas.

Keberhasilan tersebut lahir dari proses panjang: disiplin belajar, konsistensi latihan, serta keberanian menghadapi tantangan. “Keberanian bukanlah tidak adanya rasa takut, melainkan kemauan untuk bertindak meskipun takut. Karena keberuntungan berpihak pada mereka yang berani,” ungkap Alsanta.

Ketua Program Studi Pendidikan Matematika UNIMOF, Dian Nan Brylliant, M.Mat., menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil pembinaan akademik berkelanjutan yang diterapkan di lingkungan kampus. Menurutnya, partisipasi aktif mahasiswa dalam kompetisi menjadi bagian penting dari penguatan literasi numerik, kemampuan berpikir kritis, serta pembentukan mental juang.

Prestasi ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa kualitas tidak ditentukan oleh letak geografis. Dari Maumere, semangat berprestasi terus tumbuh dan menembus batas. Program Studi Pendidikan Matematika UNIMOF kembali menegaskan eksistensinya sebagai ruang lahirnya talenta unggul yang siap bersaing di tingkat nasional.

Momentum emas ini diharapkan menjadi energi baru bagi mahasiswa lainnya untuk berani mengambil tantangan, memperluas pengalaman kompetitif, dan terus mengasah kapasitas diri. Universitas Muhammadiyah Maumere tidak hanya mencetak lulusan, tetapi membentuk pejuang intelektual yang siap membawa nama daerah dan institusi ke panggung yang lebih luas.(Faidin)

Jelang Ramadan, MIN Lembata Jadikan Aksi Bersih Masjid sebagai Media Pendidikan Karakter

LEMBATA, BAJOPOS.COM – Madrasah Ibtidaiyah Negeri Lembata memanfaatkan momentum menjelang Ramadan 1447 Hijriah untuk memperkuat pendidikan karakter peserta didik melalui keterlibatan langsung dalam Program Gerakan Bersama Bersih-Bersih Masjid (Geber BBM) Tahun 2026, Senin (16/2/2026).

Partisipasi ini merupakan bagian dari dukungan terhadap gerakan nasional yang diinisiasi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia dalam rangka penguatan program Masjid Berdaya Berdampak yang dilaksanakan serentak di berbagai daerah.

Berbeda dari sekadar kegiatan seremonial, MIN Lembata menempatkan aksi bersih-bersih sebagai sarana pembelajaran kontekstual.

Seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan turun langsung membersihkan empat masjid di sejumlah desa, yakni Masjid Darul Islah Desa Hoelea I, Masjid Nurul Huda Desa Hoelea II, Masjid Nurul Hak Desa Roma, dan Masjid Namira Desa Leuwayan.

Kegiatan meliputi pembersihan ruang utama masjid, tempat wudu, karpet, mimbar, hingga penataan halaman. Proses tersebut dilaksanakan secara gotong royong bersama masyarakat setempat dengan tertib dan penuh tanggung jawab.

Kepala MIN Lembata, Kasman Said Lamabawa, menegaskan bahwa Geber BBM 2026 menjadi bagian dari strategi madrasah dalam membangun karakter peserta didik.

“Ini bukan hanya soal kebersihan fisik rumah ibadah, tetapi juga pembinaan sikap dan spiritualitas anak-anak. Mereka belajar tanggung jawab, kepedulian, kebersamaan, dan penghormatan terhadap rumah ibadah melalui praktik langsung,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan aktif peserta didik dalam kegiatan sosial-keagamaan memperkuat peran madrasah sebagai institusi pendidikan yang hadir dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Pelaksanaan Geber BBM 2026 di MIN Lembata dinilai membawa dampak positif, antara lain meningkatnya kesadaran siswa dalam menjaga kebersihan masjid, tumbuhnya nilai gotong royong dan kerja sama, serta terbangunnya sinergi antara madrasah dan masyarakat desa.

Selain itu, kolaborasi harmonis di tingkat lokal tersebut juga menjadi ruang penguatan moderasi beragama dalam praktik keseharian.

Dengan keterlibatan seluruh warga madrasah, MIN Lembata menunjukkan komitmen mendukung transformasi layanan pendidikan yang berorientasi pada kebermanfaatan, sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama dan semangat Kemenag Berdampak.(Faidin) 

MAN Ende Libatkan Guru dan Siswa, 43 Paket Sembako Disalurkan ke Jamaah Nurul Iman

ENDE, BAJOPOS.COM – Semangat berbagi menyambut Ramadhan 1447 Hijriah ditunjukkan keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri Ende dengan menyalurkan 43 paket sembako kepada jamaah Masjid Nurul Iman KM 5 Wolowona dan masyarakat sekitar, Senin (16/2/2026) pagi waktu setempat.

Kegiatan yang dikemas dalam Gema Ramadhan 1447 H itu dipusatkan di pelataran Masjid Nurul Iman KM 5 Wolowona. Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) urusan Kesiswaan, Abdul Gani, mewakili Kepala MAN Ende, H. Tahrun Thalib.

Abdul Gani menegaskan, bantuan tersebut bukan berasal dari pihak luar, melainkan hasil gotong royong internal madrasah. Sebanyak 43 paket sembako itu dikumpulkan dari sumbangan sukarela bapak dan ibu Guru, Tenaga Kependidikan (GTK), serta siswa-siswi MAN Ende yang dihimpun oleh bagian kesiswaan.

“43 paket sembako berasal dari sumbangan sukarela bapak/ibu Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) beserta siswa-siswi yang dikumpulkan oleh bagian kesiswaan MAN Ende,” ungkap Abdul Gani saat menyerahkan bantuan.

Ia berharap, bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para penerima dalam menyongsong bulan suci Ramadhan. Menurutnya, kegiatan berbagi ini sejalan dengan visi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende, khususnya komitmen keluarga besar MAN Ende untuk memberi dampak langsung kepada masyarakat.

“Kami berharap agar paket sembako ini dapat digunakan sebaik-baiknya oleh bapak/ibu jamaah Masjid Nurul Iman KM 5 Wolowona dan masyarakat di sekitarnya dalam menyongsong bulan Ramadhan 1447 Hijriyah,” ujarnya.

Salah satu penerima bantuan, Siti Hawa, menyampaikan apresiasi atas kepedulian keluarga besar MAN Ende. Ia berharap kebaikan para guru, tenaga kependidikan, dan siswa mendapat balasan dari Allah SWT.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar MAN Ende atas pemberian paket sembako ini. Mudah-mudahan Allah SWT membalas semua kebaikan bapak/ibu Guru dan Tenaga Kependidikan beserta siswa-siswi,” kata Siti Hawa.

Melalui Gema Ramadhan 1447 H, MAN Ende tidak hanya menguatkan pendidikan di ruang kelas, tetapi juga menanamkan nilai empati dan kepedulian sosial yang nyata di tengah masyarakat.(Faidin)

Sambut Ramadhan 1447 H, MTs Negeri 2 Lembata Jadikan Masjid Ruang Pendidikan Karakter

LEMBATA, BAJOPOS.COM – Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah/2026 Masehi, Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Lembata memanfaatkan momentum Program Gerakan Bersama (Geber) Bersih-Bersih Masjid (BBM) Tahun 2026 sebagai ruang pembelajaran nyata bagi peserta didik.

Program yang digagas oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam tersebut dilaksanakan Senin (16/2/2026) dan menjadi bagian dari gerakan Masjid Berdaya Berdampak. Namun, bagi MTs Negeri 2 Lembata, kegiatan ini tidak sekadar agenda seremonial menyambut Ramadhan.

Kegiatan dibagi ke tiga lokasi, yakni Masjid Babul Hidayah Lamahora, Masjid Nur Salam Wangatoa, dan Masjid YAMP Besar Wangatoa. Pembagian titik ini dirancang agar keterlibatan murid, guru, dan tenaga kependidikan berlangsung merata sekaligus menjangkau lebih banyak rumah ibadah.

Sejak pagi, para murid bersama guru membersihkan ruang utama masjid, tempat wudu, halaman, kaca jendela, hingga menata kembali perlengkapan ibadah. Gotong royong menjadi suasana utama yang terlihat di setiap lokasi.

Kepala MTs Negeri 2 Lembata, Ramlah Budiman, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi pembinaan karakter.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat. Melalui kegiatan ini, murid belajar tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian sosial secara langsung,” ujarnya.

Menurutnya, pengalaman belajar kontekstual seperti ini memperkuat disiplin dan sikap moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai itu dinilai penting untuk membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara sosial dan spiritual.

Melalui Program Geber BBM 2026, madrasah berharap masjid-masjid di lingkungan sekitar semakin bersih dan nyaman, sehingga jamaah dapat menjalankan ibadah Ramadhan, termasuk salat tarawih berjamaah, dengan khusyuk.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan posisi madrasah sebagai institusi pendidikan yang terlibat aktif dalam penguatan layanan keagamaan dan pemberdayaan masyarakat, sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama.(Faidin)