Kam. Apr 16th, 2026

Pendidikan

Prodi AdminKes Perkuat Posisi UNIMOF di Bidang Pendidikan Kesehatan di NTT

SIKKA, Bajopos.com – Capaian Akreditasi Unggul yang diraih Program Studi Sarjana Administrasi Kesehatan (AdminKes) di Universitas Muhammadiyah Maumere (Unimof) menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi kampus tersebut sebagai salah satu pusat pendidikan kesehatan di Kabupaten Sikka dan wilayah Nusa Tenggara Timur.

Status akreditasi tertinggi tersebut diberikan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia melalui Surat Keputusan Nomor 0114/LAM-PTKes/Akr/Sar/II/2026 yang ditetapkan di Jakarta pada 28 Februari 2026.

Dengan capaian ini, Program Studi Administrasi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Maumere dinilai telah memenuhi standar mutu pendidikan tinggi kesehatan secara komprehensif, meliputi tata kelola program studi, kualitas dosen, kurikulum, hingga dukungan sarana prasarana pembelajaran.

Ketua LAM-PTKes, Usman Chatib Warsa, dalam keputusan tersebut menetapkan bahwa program studi tersebut berstatus Terakreditasi Unggul dengan masa berlaku selama tiga tahun.

Predikat unggul merupakan pengakuan bahwa program studi memiliki kualitas akademik yang sangat baik serta mampu menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang manajemen dan administrasi layanan kesehatan.

Capaian ini juga menjadi momentum bagi Universitas Muhammadiyah Maumere untuk terus mengembangkan kualitas pendidikan, khususnya dalam menyiapkan tenaga profesional yang mampu mengelola sistem pelayanan kesehatan secara efektif dan modern.

Selain memberikan status akreditasi, rapat pleno Komite Akreditasi LAM-PTKes juga menyampaikan sejumlah rekomendasi penguatan kelembagaan, antara lain peningkatan sumber daya keuangan melalui pengembangan wirausaha, peningkatan partisipasi mahasiswa dalam organisasi kemahasiswaan, serta penguatan kapasitas dosen melalui kepemilikan sertifikasi dosen.

Dengan akreditasi unggul tersebut, Program Studi Administrasi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Maumere diharapkan semakin menarik minat calon mahasiswa yang ingin berkarier di bidang manajemen layanan kesehatan, sekaligus berkontribusi dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di daerah.(Faidin)

Program Studi Adminkes UNIMOF Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTKes

SIKKA, Bajopos.com – Program Studi Sarjana Administrasi Kesehatan (Adminkes) pada Universitas Muhammadiyah Maumere (Unimof) resmi meraih status Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia. Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 0114/LAM-PTKes/Akr/Sar/II/2026 yang ditetapkan di Jakarta pada 28 Februari 2026.

Data yang dihimpun Bajopos.com bahwa status akreditasi tersebut diberikan setelah melalui proses evaluasi komprehensif oleh tim asesor LAM-PTKes yang menilai berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan, mulai dari tata kelola program studi, kualitas dosen, kurikulum, hingga capaian pembelajaran mahasiswa.

Ketua LAM-PTKes, Usman Chatib Warsa, dalam keputusan yang ditandatangani menyatakan bahwa Program Studi Sarjana Administrasi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Maumere dinyatakan Terakreditasi Unggul. Status ini berlaku selama tiga tahun, dengan tetap mempertimbangkan pemenuhan standar mutu pendidikan tinggi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Penetapan akreditasi unggul ini sekaligus menggantikan status akreditasi sebelumnya dan menjadi indikator pengakuan atas kualitas penyelenggaraan pendidikan di program studi tersebut.

Akreditasi unggul merupakan predikat tertinggi dalam sistem akreditasi program studi kesehatan di Indonesia. Predikat ini menunjukkan bahwa program studi memiliki standar mutu pendidikan yang sangat baik, baik dari sisi pengelolaan akademik, kompetensi tenaga pengajar, sarana prasarana, hingga kontribusi dalam pengembangan ilmu kesehatan masyarakat.

Dengan capaian tersebut, Program Studi Administrasi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Maumere yang berada di Kabupatendiharapkan semakin memperkuat perannya dalam mencetak lulusan yang kompeten di bidang manajemen dan administrasi layanan kesehatan, khususnya untuk menjawab kebutuhan tenaga profesional di sektor kesehatan di wilayah Nusa Tenggara Timur dan Indonesia pada umumnya.

Dalam rekomendasi rapat pleno Komite Akreditasi LAM-PTKes, program studi juga didorong untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan institusi, antara lain dengan memperkuat sumber daya keuangan melalui pengembangan wirausaha, meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan organisasi kemahasiswaan, serta mendorong pengembangan dosen untuk memperoleh sertifikasi dosen.

Pencapaian akreditasi unggul ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi civitas akademika Universitas Muhammadiyah Maumere untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Bagi calon mahasiswa yang berminat menempuh pendidikan di bidang administrasi dan manajemen kesehatan, capaian akreditasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa Program Studi Administrasi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Maumere memiliki standar mutu yang diakui secara nasional.(Faidin) 

Perkuat Iman Sejak Dini, SMP Reroroja Gelar Pesantren Ramadhan di Kampus Unimof Maumere

SIKKA, Bajopos.com – Semangat Ramadhan 1447 Hijriah terasa semakin bermakna bagi para siswa SMP Negeri Reroroja melalui kegiatan Pesantren Ramadhan yang diselenggarakan pada Jumat–Sabtu, 27–28 Februari 2026 bertempat di Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF).

Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan iman dan karakter yang dirancang secara intensif dan terarah. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara SMP Negeri Reroroja dan Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Al-Islam dan kemuhammadiyaan (LPPAIK) Universitas Muhammadiyah Maumere.

Sebanyak 13 siswa mengikuti Pesantren Ramadhan 1447 H dengan penuh semangat. Mengusung tema “Iman Bertumbuh, Iman Bertambah, Akhlak Makin Keren”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, tetapi dihadirkan sebagai wadah pembinaan ruhani yang menyentuh hati dan membentuk karakter generasi muda secara lebih mendalam.

Sejak pembukaan, suasana khidmat dan kebersamaan sudah terasa kuat, mencerminkan keseriusan seluruh pihak dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Acara diawali dengan pembukaan resmi yang berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Dalam sambutannya, Kepala LPPAIK Universitas Muhammadiyah Maumere, Ustaz Abdul Gadri Jihad, S.Sos., M.Pd., menegaskan pentingnya momentum Ramadhan sebagai sarana pembinaan iman dan karakter.

Ia mengingatkan bahwa generasi muda membutuhkan ruang pembinaan yang tidak hanya mengasah kecerdasan intelektual, tetapi juga memperkuat fondasi spiritual dan akhlak. Ramadhan, menurutnya, adalah waktu terbaik untuk menanamkan nilai-nilai keislaman secara lebih intensif.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala SMP Negeri Reroroja, Nurfitriah Safrudin, M.Pd., yang mengajak para siswa untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh. Ia berharap para peserta tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga terlibat secara aktif dan terbuka dalam setiap sesi.

Menurutnya, pengalaman selama dua hari ini akan menjadi bekal penting dalam membentuk kebiasaan ibadah dan sikap hidup yang lebih baik di masa mendatang.

Selama pelaksanaan kegiatan, peserta mengikuti berbagai materi keislaman yang disusun secara sistematis dan dikemas secara interaktif. Materi tersebut meliputi penguatan akidah, pembiasaan ibadah harian, tilawah Al-Qur’an, serta sesi motivasi dan refleksi diri.

Pendekatan pembelajaran tidak hanya bersifat ceramah, tetapi juga diskusi, praktik langsung, serta evaluasi bersama. Hal ini bertujuan agar siswa tidak sekadar memahami konsep, tetapi mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk memaksimalkan proses pembinaan, peserta dibagi ke dalam lima kelompok kecil. Setiap kelompok didampingi oleh mahasiswa dan mahasiswi Tahfidz Al-Qur’an Universitas Muhammadiyah Maumere yang bertugas membimbing praktik ibadah, hafalan, serta pembinaan akhlak secara lebih intensif dan personal.

Pendampingan dalam kelompok kecil ini membuat interaksi menjadi lebih dekat dan efektif. Para siswa dapat bertanya, berdiskusi, serta memperoleh bimbingan secara langsung sesuai kebutuhan masing-masing.

Sekretaris LPPAIK Universitas Muhammadiyah Maumere, Hardian, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa Pesantren Ramadhan ini memiliki visi pembinaan jangka panjang.

“Pesantren Ramadhan ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi merupakan ruang pembinaan ruhani yang dirancang untuk menyentuh hati dan membentuk karakter peserta didik secara mendalam. Kami berharap melalui kegiatan ini, iman para siswa benar-benar bertumbuh dengan kesadaran, bertambah dengan pemahaman, dan terwujud nyata dalam akhlak yang santun, disiplin, bertanggung jawab, serta membanggakan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat,” ungkapnya.

Secara umum, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan dan memperkuat keimanan peserta didik serta membentuk karakter yang berakhlak mulia melalui pembinaan intensif di bulan Ramadhan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran spiritual, kedisiplinan dalam beribadah, serta menanamkan nilai-nilai tanggung jawab, kepedulian, dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Ke depan, Pesantren Ramadhan diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi berkembang menjadi gerakan pembinaan karakter yang berkelanjutan dan berdampak luas. Kolaborasi antara SMP Negeri Reroroja dan Universitas Muhammadiyah Maumere melalui LPPAIK diharapkan semakin diperkuat, termasuk dengan melibatkan lebih banyak mahasiswa pendamping, khususnya dari program Tahfidz Al-Qur’an.

Dengan komitmen bersama, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kokoh dalam keimanan, matang dalam kepribadian, serta menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam setiap langkah kehidupan.(Redaksi)

Sekolah di Sekitar TKP Kematian STN Mendadak Sepi, Warga Mengaku Masih Diliputi Rasa Takut

SIKKA, Bajopos.com – Pasca meninggalnya STN secara tidak wajar di Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, suasana di sejumlah sekolah sekitar lokasi kejadian mendadak berubah drastis. Aktivitas belajar mengajar tak lagi seramai biasanya. Kepanikan dan rasa was-was masih menyelimuti warga.

Pantauan sumber media ini yang merupakan warga Desa Rubit menyebutkan, sejak pagi hingga malam hari kondisi wilayah sekitar masih dalam pengawasan masyarakat. Tidak hanya lingkungan pemukiman, aktivitas sekolah pun turut dipantau.

Sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, salah satu alasan orang tua enggan menyekolahkan anak mereka karena ayah pelaku disebut-sebut masih berkeliaran.

“Alasannya karena bapak pelaku masih berkeliaran, jadi orang tua takut dan belum berani lepas anak-anak mereka ke sekolah,” ujarnya Selasa, 03/03/2026.

Ia menyebutkan, saat ini aktivitas di tingkat SMP mulai kembali berjalan, namun belum sepenuhnya normal. Masih ada siswa yang diliputi ketakutan.

“Sekarang SMP sudah mulai ada aktivitas, tapi masih sepi. Masih ada siswa yang takut ke sekolah. Tidak seperti biasa. Suasananya mencekam,” katanya.

Beberapa siswa bahkan disebut harus diantar langsung oleh orang tua mereka agar berani mengikuti pelajaran.

“Banyak yang harus diantar orang tua dulu baru mau masuk sekolah,” tambahnya.

Sekolah-sekolah yang terlihat sepi berdasarkan pantauan di antaranya SDK Watuwitir, SDK Ohe, dan SMP MBC Ohe. Kondisi serupa juga dirasakan sekolah lain yang berada tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).

Bangkoor Masih Was-Was

Sementara itu, sumber lain dari wilayah Bangkoor mengisahkan hal senada. Ia menyebut warga di daerahnya juga masih dalam kondisi panik. Bahkan, sebagian masyarakat belum berani beraktivitas normal seperti berkebun.

“Kemarin sempat heboh kalau saksi Saverius Gewar (SG) bersembunyi di sekitar Bangkoor. Jadi orang-orang masih takut,” tuturnya.

Menurutnya, para orang tua kini jauh lebih was-was dibanding hari-hari sebelumnya.

“Orang tua lebih was-was sekarang,” kata sumber tersebut.

Ia juga mengirimkan video berdurasi 29 detik yang memperlihatkan kepanikan warga saat melihat kendaraan bermotor melintas di jalan raya.

Dalam keterangannya, ia menjelaskan bahwa video tersebut direkam ketika SG dikabarkan menghilang setelah sempat ditemukan warga di Dusun Nebe A.

“Ini video waktu SG menghilang setelah ditemukan warga di Dusun Nebe A. Jadi warga panik dan berdiri di sepanjang jalan,” ungkapnya.

Sumber tersebut yang mengaku sebagai warga Bangkoor juga menambahkan bahwa istri SG diketahui berasal dari Desa Mamai.

“Kebetulan saya warga Bangkoor. Istrinya yang bersangkutan itu warga Desa Mamai. Untuk keluarganya, jujur saya baru tahu juga kalau SG ini istrinya merupakan warga Mamai,” terangnya.

Hingga kini, suasana di sejumlah titik di Kecamatan Hewokloang masih belum sepenuhnya kondusif. Trauma dan ketakutan warga tampak masih membekas, terutama bagi orang tua dan anak-anak sekolah yang terdampak langsung oleh peristiwa tragis tersebut. (Faidin)

SMAK St. Yosef Tana Ai Didorong Jadi Pusat Pendidikan Katolik Berkualitas

SIKKA, Bajopos.com – Kehadiran gedung baru di SMAK St. Yosef Tana Ai bukan sekadar penambahan ruang belajar. Lebih dari itu, pembangunan tersebut menjadi simbol dorongan serius pemerintah untuk memastikan pendidikan keagamaan di daerah terus bertumbuh dan relevan dengan tantangan zaman.

Momentum ini mengemuka dalam kunjungan Direktur Pendidikan Katolik Kementerian Agama RI, Albertus Triyatmojo, Selasa (24/2/2026). Ia meninjau langsung gedung yang telah rampung dibangun sekaligus berdialog dengan seluruh unsur sekolah.

Dalam perspektif penguatan mutu, keberadaan fasilitas baru dipandang sebagai fondasi awal. Namun, Albertus menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak berhenti pada bangunan fisik. Infrastruktur, menurutnya, harus berjalan seiring dengan pembelajaran yang terkelola baik serta peningkatan kapasitas dan profesionalitas guru.

“Gedung yang baik harus melahirkan proses belajar yang lebih efektif dan membentuk karakter peserta didik,” tekannya di hadapan para guru dan siswa.

Pembangunan ini menjadi bagian dari strategi Kementerian Agama untuk memperluas akses dan meningkatkan layanan pendidikan keagamaan, khususnya di wilayah Tana Ai. Ruang kelas yang lebih representatif diharapkan menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan kondusif, sehingga siswa dapat berkembang secara akademik maupun spiritual.

Kunjungan tersebut juga diisi dengan dialog terbuka bersama Ketua Yayasan, Kepala Sekolah, guru, dan peserta didik. Forum itu menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam membangun budaya mutu, disiplin, dan integritas di lingkungan sekolah.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka, Yosef Rangga Kapodo, menyampaikan apresiasi atas perhatian Direktorat Pendidikan Katolik terhadap sekolah-sekolah di daerah. Ia menilai dukungan tersebut memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap eksistensi SMAK St. Yosef Tana Ai sebagai lembaga pendidikan Katolik yang terus berkembang.

Sebagai bagian dari implementasi program prioritas Kementerian Agama, kegiatan ditutup dengan penanaman pohon di lingkungan sekolah. Langkah ini menegaskan bahwa penguatan pendidikan berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Dengan rampungnya gedung baru dan terbangunnya semangat kolaborasi antarunsur sekolah, SMAK St. Yosef Tana Ai diharapkan semakin mantap melahirkan generasi yang berkarakter, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi masyarakat Nian Tana Sikka.(Faidin)

Penegerian Dua SMAK di Sikka Masuk Tahap Penguatan

SIKKA, Bajopos.com – Upaya peningkatan kualitas sekaligus perluasan akses pendidikan keagamaan Katolik di Kabupaten Sikka terus bergerak ke tahap yang lebih konkret. Hal itu mengemuka dalam pertemuan antara Direktur Pendidikan Katolik Kementerian Agama RI, Albertus Triyatmojo, dan Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, Selasa (24/2/2026), di ruang kerja Bupati Sikka.

Audiensi tersebut turut melibatkan Tim Visitasi Penilai, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka, para ketua yayasan, kepala SMAK se-Kabupaten Sikka, serta Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pendidikan Katolik Kanwil Kemenag Provinsi NTT. Dalam pertemuan itu penekanannya lebih kepada pentingnya kebijakan pendidikan yang terarah serta berdampak langsung bagi masyarakat.

Albertus Triyatmojo menegaskan bahwa rencana penegerian SMAK St. Petrus Kewa Pante dan SMAK St. Benedictus Palu’e merupakan bagian dari agenda strategis pemerintah pusat untuk memperkuat pendidikan keagamaan di daerah.

Menurutnya, proses alih status menjadi sekolah negeri tidak semata administratif, melainkan harus berjalan sesuai ketentuan regulasi, terukur, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan. Penegerian diharapkan memperkuat tata kelola kelembagaan, mendorong peningkatan sarana-prasarana, serta memperkokoh kapasitas sumber daya manusia di lingkungan sekolah.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan aspek teknis, mulai dari ketersediaan lahan hingga dukungan pemerintah daerah. Seluruh persyaratan tersebut dinilai krusial agar kebijakan penegerian benar-benar memberi manfaat jangka panjang bagi generasi muda di Kabupaten Sikka.

Selain membahas dua SMAK yang diusulkan untuk dinegerikan, audiensi juga menyoroti kebutuhan pembebasan lahan untuk akses jalan menuju SMAK St. Maria Monte Carmelo. Akses yang memadai dipandang penting guna menjamin kelancaran kegiatan belajar mengajar sekaligus keselamatan warga sekolah.

Menanggapi hal itu, Bupati Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan pendidikan keagamaan di Sikka. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sikka untuk mendukung penuh proses penegerian sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.

Pemerintah daerah, lanjutnya, siap menindaklanjuti aspek teknis yang menjadi kewenangan daerah, termasuk dukungan penyediaan akses dan fasilitas penunjang pendidikan melalui kolaborasi lintas sektor.

Pertemuan ini dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat fondasi pendidikan keagamaan Katolik di Nian Tana Sikka. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para penyelenggara pendidikan diharapkan melahirkan kebijakan yang berkelanjutan, transformatif, dan memberi dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di daerah.(Faidin)

Visitasi Penegerian SMAK St. Petrus Kewa Pante Uji Kesiapan Tata Kelola dan Legalitas Aset

SIKKA, Bajopos.com – Proses alih status SMAK St. Petrus Kewa Pante menuju sekolah negeri memasuki tahap krusial. Direktur Pendidikan Katolik Kementerian Agama Republik Indonesia, Albertus Triyatmojo, turun langsung memimpin visitasi dan evaluasi kelayakan penegerian di sekolah tersebut, Selasa (24/2/2026).

Visitasi ini bukan sekadar agenda seremonial. Tim penilai melakukan audit menyeluruh terhadap kesiapan lembaga, mulai dari kelengkapan dokumen administratif, legalitas dan status lahan, struktur organisasi, hingga data pendidik dan tenaga kependidikan. Aspek akademik, jumlah peserta didik, serta kondisi ruang kelas dan fasilitas pendukung turut menjadi perhatian utama.

Albertus menegaskan, penegerian harus berdiri di atas prinsip objektivitas dan akuntabilitas. Menurutnya, perubahan status bukan sekadar administratif, melainkan transformasi tata kelola yang berimplikasi pada mutu layanan pendidikan.

“Visitasi ini memotret kondisi riil sekolah sekaligus menjadi dasar penyusunan rekomendasi perbaikan. Penegerian harus membawa dampak nyata bagi kualitas pembelajaran dan profesionalitas guru,” ujarnya.

Dalam sesi dialog, tim juga menggali komitmen yayasan dan pihak sekolah, khususnya terkait kesiapan penyerahan aset sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Proses ini dinilai penting untuk memastikan tidak ada kendala hukum maupun administratif di kemudian hari.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka, Yosef Rangga Kapodo, menekankan bahwa pihaknya mengawal proses tersebut secara serius dan terukur. Ia menyebut visitasi sebagai tahapan penentu sebelum rekomendasi penegerian diterbitkan.

“Semua persyaratan harus dipenuhi secara sistematis. Jika terealisasi, penegerian ini diharapkan menjadi titik tolak peningkatan mutu pendidikan keagamaan di Kabupaten Sikka,” katanya.

Dukungan pemerintah pusat melalui Direktorat Pendidikan Katolik dinilai menjadi energi tambahan bagi sekolah untuk terus berbenah. Harapannya, status negeri nantinya memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan keagamaan sekaligus mendorong lahirnya generasi yang beriman, cerdas, dan berkarakter.

Sebagai bagian dari implementasi Asta Protas Kementerian Agama, khususnya penguatan kepedulian ekologis, kegiatan ditutup dengan penanaman pohon matoa di lingkungan sekolah. Simbol ini menegaskan bahwa pembangunan pendidikan berjalan seiring dengan komitmen menjaga kelestarian lingkungan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Kewapante, Ketua Yayasan, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pendidikan Katolik Kanwil Kemenag Provinsi NTT, serta para guru. Kehadiran berbagai unsur ini memperlihatkan sinergi lintas pihak dalam mengawal proses penegerian agar berjalan transparan dan berdampak bagi masyarakat Nian Tana Sikka.(Faidin)

Negara dan Gereja Perkuat Kolaborasi, Dua SMAK di Sikka Diusulkan Berstatus Negeri

SIKKA, Bajopos.com – Upaya memperluas akses pendidikan Katolik bermutu di Kabupaten Sikka memasuki fase baru. Dalam pertemuan di Lepo Bispu, Senin (23/2/2026), Uskup Edwaldus Martinus Sedu bersama Direktur Pendidikan Katolik Kementerian Agama RI, Albertus Triyatmojo, menyatakan komitmen bersama mendorong alih status dua Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) menjadi sekolah negeri.

Dua sekolah yang diusulkan masuk dalam program tersebut adalah SMAK St. Petrus Kewa Pante dan SMAK St. Benedictus Palu’e. Penegerian ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menjawab kebutuhan layanan pendidikan di wilayah kepulauan dan daerah terpencil di Kabupaten Sikka, sekaligus memperkuat mutu pendidikan berbasis iman Katolik.

Direktur Pendidikan Katolik Kementerian Agama RI menegaskan, kebijakan penegerian bukan sekadar perubahan status administratif. Menurutnya, langkah tersebut mencakup transformasi tata kelola pendidikan, mulai dari pembiayaan yang lebih stabil, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penguatan sistem manajemen sekolah yang sesuai standar nasional pendidikan.

Dengan status negeri, sekolah akan memperoleh dukungan anggaran yang lebih terjamin, akses program peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, serta peluang pengembangan sarana dan prasarana. Pemerintah, kata dia, berkomitmen mengawal proses sesuai regulasi dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Gereja sebagai pemangku kepentingan utama. Kesiapan dokumen, kejelasan status aset, dukungan yayasan, serta komitmen bersama menjadi prasyarat agar proses penegerian berjalan tertib tanpa menghilangkan kekhasan pendidikan Katolik.

“Identitas dan nilai iman Katolik harus tetap menjadi ruh dalam penyelenggaraan pendidikan, sekaligus memastikan lahirnya generasi unggul secara akademik dan berintegritas,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Uskup Keuskupan Maumere menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut. Ia menilai kehadiran negara dalam memperkuat pelayanan pendidikan Katolik merupakan bentuk kolaborasi yang positif dan konstruktif.

Menurutnya, penegerian membuka peluang bagi Gereja untuk memperluas karya pelayanan melalui sistem pendidikan yang lebih profesional, tertata, dan berdaya saing. Dukungan pastoral dan koordinasi internal Gereja akan terus diperkuat agar seluruh tahapan berjalan lancar serta tetap berlandaskan nilai-nilai iman.

Kolaborasi antara Direktorat Pendidikan Katolik Kementerian Agama RI, Keuskupan Maumere, pemerintah daerah, dan elemen Gereja diharapkan menjadi fondasi sistem pendidikan Katolik yang lebih kokoh dan berkelanjutan, sekaligus berdampak nyata bagi pengembangan generasi muda di Nian Tana Sikka.(Faidin)

Dorong Transformasi Sekolah Berasrama, Ditjen Bimas Katolik Kunjungi SMAK Monte Carmelo

SIKKA, Bajopos.com – Arah baru penguatan sekolah berasrama mulai ditegaskan dalam kunjungan kerja Direktur Pendidikan Katolik Kementerian Agama RI, Albertus Triyatmojo, ke SMAK Sta. Maria Monte Carmelo, Senin (23/2/2026).

Kunjungan ini tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum evaluasi sekaligus penegasan target mutu yang lebih terukur bagi sekolah tersebut.

Didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka, Yosef Rangga Kapodo, rombongan meninjau langsung gedung baru serta sejumlah fasilitas penunjang pembelajaran.

Monitoring ini menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan infrastruktur sebelum sekolah melangkah ke fase penguatan kelembagaan.

Kepala SMAK Sta. Maria Monte Carmelo, Rm. Beny, O.Carm. memaparkan peta jalan pengembangan sekolah, mulai dari peningkatan kualitas akademik hingga pembinaan karakter berbasis asrama.

Menurutnya, pembenahan terus dilakukan agar layanan pendidikan semakin profesional dan responsif terhadap kebutuhan zaman.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Katolik menegaskan bahwa orientasi sekolah harus jelas dan terukur, salah satunya melalui target Akreditasi A.

Ia menekankan bahwa akreditasi bukan sekadar administrasi, melainkan indikator tata kelola, mutu tenaga pendidik, serta efektivitas sistem pembelajaran.

“Mutu pendidikan Katolik harus tampak dalam manajemen yang rapi, proses belajar yang berkualitas, dan dampaknya bagi karakter peserta didik,” tegasnya.

Sebagai sekolah berasrama, Dirut memberi penilaian bahwa SMAK Monte Carmelo memiliki keunggulan dalam pembentukan karakter secara menyeluruh. Kehadiran kapela dan pola pembinaan harian menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai spiritual, kedisiplinan, dan integritas sebagai fondasi pendidikan Katolik.

Selain penguatan akademik, perhatian juga diarahkan pada pengembangan sekolah yang ramah lingkungan. Lingkungan belajar yang bersih, tertata, dan hijau dipandang penting untuk menumbuhkan kesadaran ekologis siswa sejak dini. Simbol komitmen itu diwujudkan melalui penanaman pohon matoa di area sekolah usai peninjauan fasilitas.

Kunjungan tersebut turut melibatkan tim penilai evaluasi kelayakan penegerian serta Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pendidikan Katolik Kanwil Kemenag NTT. Kehadiran tim ini menandai proses pendampingan yang lebih komprehensif dalam memperkuat status dan tata kelola kelembagaan sekolah.

Dengan dukungan yayasan, tenaga pendidik, serta pemerintah, SMAK Monte Carmelo diharapkan mampu bertransformasi menjadi sekolah Katolik yang kompetitif, tidak hanya di tingkat Kabupaten Sikka, tetapi juga di kancah nasional dan internasional. Penguatan mutu, manajemen berkelanjutan, serta kepedulian lingkungan menjadi tiga pilar utama yang kini digenjot secara simultan.(Faidin)

Mahasiswi Matematika UNIMOF Taklukkan 757 Peserta Nasional

SIKKA, Bajopos.com – Ditengah dinamika persaingan akademik nasional yang semakin kompetitif, satu nama dari timur Indonesia mencuri perhatian. Mahasiswi Semester VI Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF), Alsanta Herlina Dahimong, sukses mempersembahkan Medali Emas dalam ajang Kejuaraan Alberta Nasional 4.0 yang diselenggarakan oleh CV Alberta Nusa Competition pada 23–25 Januari 2026.

Prestasi ini bukan sekadar kemenangan individu, melainkan penegasan bahwa kampus di wilayah timur Indonesia mampu berdiri sejajar dalam kompetisi berskala nasional. Dari total 757 peserta seluruh Indonesia yang mengikuti lomba secara daring, Alsanta tampil unggul dalam cabang Matematika yang digelar pada 25 Januari 2026.

Selama dua jam, peserta dihadapkan pada 25 soal pilihan ganda dengan tingkat kesulitan berjenjang mulai dari easy hingga very hard. Sistem penilaian tanpa toleransi jawaban salah maupun kosong menuntut presisi tinggi, kecermatan strategi, serta ketahanan mental dalam mengelola waktu. Dalam atmosfer kompetisi yang ketat inilah Alsanta menunjukkan kapasitas akademik dan kematangan berpikirnya.

Mengusung tema inspiratif tentang perjuangan dan kerja keras, ajang ini menjadi panggung pembuktian kualitas generasi muda Indonesia. Alsanta mampu menjaga fokus, mengatur ritme pengerjaan soal, dan memaksimalkan setiap peluang poin hingga akhirnya keluar sebagai peraih medali emas.

Keberhasilan tersebut lahir dari proses panjang: disiplin belajar, konsistensi latihan, serta keberanian menghadapi tantangan. “Keberanian bukanlah tidak adanya rasa takut, melainkan kemauan untuk bertindak meskipun takut. Karena keberuntungan berpihak pada mereka yang berani,” ungkap Alsanta.

Ketua Program Studi Pendidikan Matematika UNIMOF, Dian Nan Brylliant, M.Mat., menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil pembinaan akademik berkelanjutan yang diterapkan di lingkungan kampus. Menurutnya, partisipasi aktif mahasiswa dalam kompetisi menjadi bagian penting dari penguatan literasi numerik, kemampuan berpikir kritis, serta pembentukan mental juang.

Prestasi ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa kualitas tidak ditentukan oleh letak geografis. Dari Maumere, semangat berprestasi terus tumbuh dan menembus batas. Program Studi Pendidikan Matematika UNIMOF kembali menegaskan eksistensinya sebagai ruang lahirnya talenta unggul yang siap bersaing di tingkat nasional.

Momentum emas ini diharapkan menjadi energi baru bagi mahasiswa lainnya untuk berani mengambil tantangan, memperluas pengalaman kompetitif, dan terus mengasah kapasitas diri. Universitas Muhammadiyah Maumere tidak hanya mencetak lulusan, tetapi membentuk pejuang intelektual yang siap membawa nama daerah dan institusi ke panggung yang lebih luas.(Faidin)

Jelang Ramadan, MIN Lembata Jadikan Aksi Bersih Masjid sebagai Media Pendidikan Karakter

LEMBATA, BAJOPOS.COM – Madrasah Ibtidaiyah Negeri Lembata memanfaatkan momentum menjelang Ramadan 1447 Hijriah untuk memperkuat pendidikan karakter peserta didik melalui keterlibatan langsung dalam Program Gerakan Bersama Bersih-Bersih Masjid (Geber BBM) Tahun 2026, Senin (16/2/2026).

Partisipasi ini merupakan bagian dari dukungan terhadap gerakan nasional yang diinisiasi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia dalam rangka penguatan program Masjid Berdaya Berdampak yang dilaksanakan serentak di berbagai daerah.

Berbeda dari sekadar kegiatan seremonial, MIN Lembata menempatkan aksi bersih-bersih sebagai sarana pembelajaran kontekstual.

Seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan turun langsung membersihkan empat masjid di sejumlah desa, yakni Masjid Darul Islah Desa Hoelea I, Masjid Nurul Huda Desa Hoelea II, Masjid Nurul Hak Desa Roma, dan Masjid Namira Desa Leuwayan.

Kegiatan meliputi pembersihan ruang utama masjid, tempat wudu, karpet, mimbar, hingga penataan halaman. Proses tersebut dilaksanakan secara gotong royong bersama masyarakat setempat dengan tertib dan penuh tanggung jawab.

Kepala MIN Lembata, Kasman Said Lamabawa, menegaskan bahwa Geber BBM 2026 menjadi bagian dari strategi madrasah dalam membangun karakter peserta didik.

“Ini bukan hanya soal kebersihan fisik rumah ibadah, tetapi juga pembinaan sikap dan spiritualitas anak-anak. Mereka belajar tanggung jawab, kepedulian, kebersamaan, dan penghormatan terhadap rumah ibadah melalui praktik langsung,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan aktif peserta didik dalam kegiatan sosial-keagamaan memperkuat peran madrasah sebagai institusi pendidikan yang hadir dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Pelaksanaan Geber BBM 2026 di MIN Lembata dinilai membawa dampak positif, antara lain meningkatnya kesadaran siswa dalam menjaga kebersihan masjid, tumbuhnya nilai gotong royong dan kerja sama, serta terbangunnya sinergi antara madrasah dan masyarakat desa.

Selain itu, kolaborasi harmonis di tingkat lokal tersebut juga menjadi ruang penguatan moderasi beragama dalam praktik keseharian.

Dengan keterlibatan seluruh warga madrasah, MIN Lembata menunjukkan komitmen mendukung transformasi layanan pendidikan yang berorientasi pada kebermanfaatan, sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama dan semangat Kemenag Berdampak.(Faidin) 

MAN Ende Libatkan Guru dan Siswa, 43 Paket Sembako Disalurkan ke Jamaah Nurul Iman

ENDE, BAJOPOS.COM – Semangat berbagi menyambut Ramadhan 1447 Hijriah ditunjukkan keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri Ende dengan menyalurkan 43 paket sembako kepada jamaah Masjid Nurul Iman KM 5 Wolowona dan masyarakat sekitar, Senin (16/2/2026) pagi waktu setempat.

Kegiatan yang dikemas dalam Gema Ramadhan 1447 H itu dipusatkan di pelataran Masjid Nurul Iman KM 5 Wolowona. Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) urusan Kesiswaan, Abdul Gani, mewakili Kepala MAN Ende, H. Tahrun Thalib.

Abdul Gani menegaskan, bantuan tersebut bukan berasal dari pihak luar, melainkan hasil gotong royong internal madrasah. Sebanyak 43 paket sembako itu dikumpulkan dari sumbangan sukarela bapak dan ibu Guru, Tenaga Kependidikan (GTK), serta siswa-siswi MAN Ende yang dihimpun oleh bagian kesiswaan.

“43 paket sembako berasal dari sumbangan sukarela bapak/ibu Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) beserta siswa-siswi yang dikumpulkan oleh bagian kesiswaan MAN Ende,” ungkap Abdul Gani saat menyerahkan bantuan.

Ia berharap, bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para penerima dalam menyongsong bulan suci Ramadhan. Menurutnya, kegiatan berbagi ini sejalan dengan visi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende, khususnya komitmen keluarga besar MAN Ende untuk memberi dampak langsung kepada masyarakat.

“Kami berharap agar paket sembako ini dapat digunakan sebaik-baiknya oleh bapak/ibu jamaah Masjid Nurul Iman KM 5 Wolowona dan masyarakat di sekitarnya dalam menyongsong bulan Ramadhan 1447 Hijriyah,” ujarnya.

Salah satu penerima bantuan, Siti Hawa, menyampaikan apresiasi atas kepedulian keluarga besar MAN Ende. Ia berharap kebaikan para guru, tenaga kependidikan, dan siswa mendapat balasan dari Allah SWT.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar MAN Ende atas pemberian paket sembako ini. Mudah-mudahan Allah SWT membalas semua kebaikan bapak/ibu Guru dan Tenaga Kependidikan beserta siswa-siswi,” kata Siti Hawa.

Melalui Gema Ramadhan 1447 H, MAN Ende tidak hanya menguatkan pendidikan di ruang kelas, tetapi juga menanamkan nilai empati dan kepedulian sosial yang nyata di tengah masyarakat.(Faidin)

Sambut Ramadhan 1447 H, MTs Negeri 2 Lembata Jadikan Masjid Ruang Pendidikan Karakter

LEMBATA, BAJOPOS.COM – Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah/2026 Masehi, Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Lembata memanfaatkan momentum Program Gerakan Bersama (Geber) Bersih-Bersih Masjid (BBM) Tahun 2026 sebagai ruang pembelajaran nyata bagi peserta didik.

Program yang digagas oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam tersebut dilaksanakan Senin (16/2/2026) dan menjadi bagian dari gerakan Masjid Berdaya Berdampak. Namun, bagi MTs Negeri 2 Lembata, kegiatan ini tidak sekadar agenda seremonial menyambut Ramadhan.

Kegiatan dibagi ke tiga lokasi, yakni Masjid Babul Hidayah Lamahora, Masjid Nur Salam Wangatoa, dan Masjid YAMP Besar Wangatoa. Pembagian titik ini dirancang agar keterlibatan murid, guru, dan tenaga kependidikan berlangsung merata sekaligus menjangkau lebih banyak rumah ibadah.

Sejak pagi, para murid bersama guru membersihkan ruang utama masjid, tempat wudu, halaman, kaca jendela, hingga menata kembali perlengkapan ibadah. Gotong royong menjadi suasana utama yang terlihat di setiap lokasi.

Kepala MTs Negeri 2 Lembata, Ramlah Budiman, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi pembinaan karakter.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat. Melalui kegiatan ini, murid belajar tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian sosial secara langsung,” ujarnya.

Menurutnya, pengalaman belajar kontekstual seperti ini memperkuat disiplin dan sikap moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai itu dinilai penting untuk membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara sosial dan spiritual.

Melalui Program Geber BBM 2026, madrasah berharap masjid-masjid di lingkungan sekitar semakin bersih dan nyaman, sehingga jamaah dapat menjalankan ibadah Ramadhan, termasuk salat tarawih berjamaah, dengan khusyuk.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan posisi madrasah sebagai institusi pendidikan yang terlibat aktif dalam penguatan layanan keagamaan dan pemberdayaan masyarakat, sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama.(Faidin) 

Kampus UNIMOF: Ada Beasiswa Yatim dan Tahfidz pada PMB 2026

MAUMERE, BAJOPOS.COM – Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi melalui penyediaan beasiswa bagi calon mahasiswa yatim piatu dan penghafal Al-Qur’an (Tahfidz) pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026.

Program ini sudah diterapkan sejak tahun 2022, dimana terobosan ini bagian dari langkah kampus untuk menjangkau mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi sekaligus memberi ruang bagi generasi muda dengan keunggulan di bidang keagamaan, termasuk bagi warga NTT yang masih dikategorikan kurang mampu dari segi ekonomi.

Untuk beasiswa yatim piatu, calon mahasiswa diwajibkan melampirkan akta kematian orang tua serta surat rekomendasi dari lembaga keagamaan setempat. Skema ini ditujukan agar bantuan pendidikan tepat sasaran dan membantu mahasiswa yang benar-benar membutuhkan dukungan biaya.

Sementara itu, beasiswa Tahfidz diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang memiliki hafalan minimal tiga juz Al-Qur’an. Selain menyertakan surat rekomendasi dari lembaga asal, peserta juga wajib mengikuti dan lulus uji hafalan yang dilaksanakan oleh tim internal kampus.

Panitia PMB menyebutkan, kuota beasiswa terbatas dan seluruh pendaftar wajib melalui proses seleksi administrasi serta verifikasi berkas.

Beasiswa Lainnya

Selain beasiswa yatim dan Tahfidz, UNIMOF juga menyediakan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi.

Sementara itu, beasiswa mahasiswa berprestasi diberikan kepada calon mahasiswa yang memiliki capaian akademik maupun non-akademik di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Pendaftar wajib melampirkan sertifikat atau dokumen pendukung sebagai bukti prestasi.

Dengan beragam skema beasiswa tersebut, UNIMOF berharap semakin banyak generasi muda di Kabupaten Sikka dan sekitarnya yang dapat melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya, sekaligus mendorong lahirnya lulusan yang unggul secara akademik, sosial, dan religius.(Faidin)

Kampus UNIMOF Buka PMB 2026, Tawarkan 11 Prodi dan Skema Beasiswa Lengkap

MAUMERE, BAJOPOS.COM – Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) resmi membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026. Pendaftaran dimulai 1 Februari hingga 30 Agustus 2026 dan dibagi dalam dua gelombang.

Gelombang pertama berlangsung 1 Februari–30 April 2026, sedangkan gelombang kedua dibuka 1 Mei–30 Agustus 2026. Panitia PMB menyebutkan pendaftar awal akan diprioritaskan dalam proses seleksi administrasi.

UNIMOF menghadirkan dua fakultas dengan total 11 program studi. Pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), tersedia Prodi Pendidikan Matematika, Pendidikan Fisika, Pendidikan Kimia, Pendidikan Biologi, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, serta Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris.

Sementara itu, Fakultas Sains dan Bisnis membuka Prodi Informatika, Administrasi Kesehatan, dan Bisnis Digital.

Rincian Biaya Kuliah

Berdasarkan informasi resmi PMB, biaya pendidikan semester I terdiri dari her-registrasi Rp250.000, SBP (Sumbangan Biaya Pendidikan/SPP) Rp3.510.000, dan biaya pembangunan Rp2.000.000, dengan total Rp5.760.000.

Pada semester II, total biaya sebesar Rp4.760.000, sedangkan semester III hingga VIII sebesar Rp3.760.000 per semester. Pihak kampus menyatakan biaya dapat dicicil sesuai ketentuan yang berlaku. Biaya pembangunan hanya dibayarkan pada awal perkuliahan.

Selain itu, biaya KKN, magang, skripsi dan wisuda sebesar Rp2 juta dapat diangsur pada semester VI.

Sediakan Beragam Beasiswa

Untuk mendukung akses pendidikan, UNIMOF menyediakan sejumlah skema beasiswa, antara lain Tahfidz Qur’an, Yatim Piatu, dan Mahasiswa Berprestasi.

Persyaratan umum meliputi lulusan SMA/SMK/MA sederajat maksimal tiga tahun terakhir, memenuhi administrasi sesuai jalur beasiswa, bersedia mengikuti seleksi, serta mematuhi ketentuan yang berlaku di kampus.

Beasiswa Tahfidz mensyaratkan hafalan minimal tiga juz dan lulus pengujian hafalan internal kampus. Sementara beasiswa Yatim Piatu dan Berprestasi diberikan berdasarkan dokumen pendukung yang sah.

Fasilitas dan Kontak

UNIMOF menyediakan fasilitas ruang kelas ber-AC, aula, laboratorium IPA, serta laboratorium komputer, bahasa, dan micro teaching.

Sekretariat PMB beralamat di Jalan Jenderal Sudirman, Waioti, Alok Timur, Kabupaten Sikka. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui nomor 0822-2160-1455 atau laman resmi www.unimof.ac.id.

Melalui pembukaan PMB 2026 ini, UNIMOF mengajak generasi muda di Kabupaten Sikka dan sekitarnya untuk melanjutkan pendidikan tinggi dengan dukungan program studi variatif dan skema pembiayaan yang fleksibel.(Faidin)

Penegerian SMAK Jadi Prioritas Penguatan Pendidikan Keagamaan di Sikka

SIKKA, BAJOPOS.COM – Upaya memperkuat pembangunan bidang keagamaan dan pendidikan di Kabupaten Sikka kian dipertegas melalui pertemuan antara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Kariyanto, dan Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, Jumat (13/02/2026).

Audiensi yang berlangsung di ruang kerja Bupati Sikka itu bukan sekadar silaturahmi, melainkan forum strategis untuk menyelaraskan program prioritas Kementerian Agama dengan agenda pembangunan daerah di Nian Tana.

Dalam pertemuan tersebut, Kariyanto secara resmi memperkenalkan diri sekaligus memaparkan Asta Protas (Delapan Program Prioritas) Kementerian Agama yang menjadi arah kebijakan nasional dan implementasinya di daerah. Ia menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah, terutama dalam penguatan moderasi beragama, peningkatan mutu pendidikan keagamaan, serta optimalisasi pelayanan kepada umat beragama.

“Kami berharap sinergi ini semakin memperkuat layanan keagamaan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Kabupaten Sikka,” ujarnya.

Salah satu poin penting yang dibahas adalah dorongan penegerian Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) Sto Petrus Kewapante dan SMAK Sto Benediktus Palu’e. Menurut Kariyanto, penegerian dua sekolah tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan keagamaan Katolik sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola dan keberlanjutan layanan pendidikan.

Penegerian dinilai akan memberikan kepastian dukungan anggaran, sumber daya manusia, serta penguatan sistem manajemen sekolah agar mampu menjawab tantangan pendidikan di wilayah kepulauan seperti Sikka dan sekitarnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Sikka menyatakan komitmennya mendukung penuh implementasi Asta Protas di daerah. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama sangat penting dalam menjaga harmoni kehidupan beragama sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat.

Bupati juga menyatakan dukungan terhadap proses penegerian SMAK di Nian Tana sebagai bagian dari pemerataan layanan pendidikan dan peningkatan mutu generasi muda.

Secara khusus, ia berharap para penyuluh agama dapat berperan lebih aktif dalam membangun karakter siswa dan pelajar melalui penguatan nilai-nilai agama dan moral. Menurutnya, pendidikan karakter berbasis nilai keagamaan menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang berintegritas, disiplin, dan memiliki tanggung jawab sosial.

Pertemuan tersebut menandai komitmen bersama antara Kementerian Agama dan Pemerintah Kabupaten Sikka untuk menghadirkan layanan keagamaan yang inklusif dan profesional, sekaligus memperkuat fondasi moral generasi muda di Nian Tana Sikka.(Faidin)

Kakanwil Kemenag NTT Dorong MIN Sikka Terapkan Pendidikan Inklusif dan Cinta Lingkungan

SIKKA, BAJOPOS.COM – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Kariyanto, menegaskan pentingnya penguatan pendidikan inklusif saat melakukan tatap muka bersama kepala madrasah dan guru di MIN Sikka, Jumat (13/02/2026).

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan dialogis tersebut, Kakanwil menekankan bahwa madrasah harus menjadi ruang belajar yang ramah bagi seluruh peserta didik tanpa membedakan latar belakang sosial, budaya, maupun kondisi personal lainnya.

Menurutnya, pendidikan inklusif tidak boleh berhenti pada tataran konsep atau regulasi semata, tetapi harus tercermin dalam sikap dan praktik keseharian di lingkungan sekolah.

“Madrasah harus menjadi rumah bersama yang memberikan ruang aman dan nyaman bagi semua anak untuk tumbuh dan berkembang,” tegasnya di hadapan para pendidik.

Ia mengajak kepala madrasah dan guru membangun budaya belajar yang menjunjung tinggi empati, menghargai perbedaan, serta memperkuat solidaritas antarsiswa. Lingkungan belajar yang inklusif, lanjutnya, akan membentuk karakter peserta didik yang terbuka dan berjiwa toleran.

Selain pendidikan inklusif, Kakanwil juga menyoroti pentingnya penanaman nilai cinta lingkungan berbasis ajaran Al-Qur’an. Ia mendorong agar ayat-ayat suci tentang menjaga alam dipasang di area taman madrasah sebagai media pembelajaran karakter.

“Anak-anak perlu dibiasakan membaca dan merenungkan ayat-ayat tentang kepedulian terhadap alam. Dengan begitu, mereka merawat lingkungan bukan karena takut aturan, tetapi karena kesadaran iman,” ujarnya.

Ia menilai, taman madrasah yang tertata rapi dan dihiasi pesan-pesan Qur’ani dapat menjadi sarana edukasi yang efektif. Melalui pembiasaan sederhana seperti merawat tanaman, siswa belajar tentang tanggung jawab sebagai bagian dari menjaga ciptaan Allah SWT.

Tak hanya itu, Kakanwil juga mendorong penyelenggaraan kegiatan lintas agama di lingkungan madrasah sebagai bentuk penguatan moderasi beragama. Interaksi positif antarsiswa dari latar belakang berbeda diyakini mampu menumbuhkan semangat persaudaraan dan kebersamaan.

Kegiatan sosial, dialog kebangsaan, maupun aktivitas kolaboratif lainnya disebut sebagai ruang strategis untuk membangun karakter generasi muda yang menghargai keberagaman dan menjunjung nilai perdamaian.

Mengakhiri arahannya, Kakanwil berharap MIN Sikka mampu menjadi contoh dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, berwawasan lingkungan, serta berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan demi mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan cinta damai.(Faidin)

Sinergi Kemenag dan Keuskupan Maumere Menguat, Bahas Asta Protas hingga Penegerian SMAK

SIKKA, BAJOPOS.COM – Upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan Gereja Katolik di Kabupaten Sikka kembali ditegaskan melalui pertemuan antara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Kariyanto, dan Uskup Edwaldus Martinus Sedu di Lepo Bispu, Jumat (13/2/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu menjadi ruang dialog strategis antara Kementerian Agama dan Gereja Katolik di wilayah Keuskupan Maumere. Fokus pembahasan mencakup penguatan program prioritas Kementerian Agama hingga rencana penegerian Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK).

Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil memaparkan Asta Protas atau Delapan Program Prioritas Kementerian Agama sebagai arah kebijakan nasional yang menyasar penguatan kehidupan beragama, pendidikan keagamaan, dan moderasi beragama di daerah. Ia menekankan bahwa implementasi program tersebut membutuhkan dukungan lintas lembaga, termasuk peran aktif Gereja Katolik.

Menurutnya, sinergi yang solid akan mempercepat terwujudnya pelayanan keagamaan yang inklusif, profesional, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Ia berharap Keuskupan Maumere dapat mendukung pelaksanaan Asta Protas, terutama dalam penguatan pendidikan keagamaan serta moderasi beragama.

Selain itu, Kakanwil juga menyampaikan rencana penegerian SMAK St. Petrus Kewapante dan SMAK St. Benediktus Palu’e. Penegerian tersebut, jelasnya, bertujuan memperluas akses pendidikan, meningkatkan mutu layanan, dan memperkuat tata kelola pendidikan keagamaan Katolik agar lebih profesional serta berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bukan untuk menghapus identitas dan nilai khas sekolah Katolik, melainkan sebagai bentuk kehadiran negara dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di wilayah yang memerlukan perhatian lebih besar.

Menanggapi hal itu, Uskup Maumere menyatakan komitmen penuh untuk mendukung program-program Kementerian Agama. Ia menilai kolaborasi harmonis antara pemerintah dan Gereja menjadi kunci dalam membangun kehidupan beragama yang rukun serta pelayanan umat yang membawa dampak luas bagi masyarakat.

Bapa Uskup juga menyampaikan dukungan terhadap penguatan kerukunan antarumat beragama, pengembangan ekoteologi sebagai bentuk tanggung jawab iman terhadap kelestarian lingkungan, serta upaya penegerian sekolah-sekolah Katolik di wilayah Keuskupan Maumere.

Pertemuan tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam merawat harmoni kehidupan beragama di Nian Tana Sikka. Sinergi yang terbangun diharapkan semakin memperkokoh kerukunan, meningkatkan mutu pendidikan keagamaan, serta menghadirkan pelayanan yang semakin dirasakan manfaatnya oleh umat dan masyarakat luas.(Faidin)

Kakanwil Kemenag NTT Tekankan Keteladanan Guru dalam Penguatan Mutu Pendidikan

SIKKA, BAJOPOS.COM – Penguatan karakter dan mutu pendidikan keagamaan Katolik menjadi fokus utama dalam pertemuan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Kariyanto, bersama kepala sekolah dan para guru di SMAK St. Maria Monte Carmelo, Jumat (13/2/2026).

Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang dialog dan refleksi bersama untuk memastikan pendidikan Katolik di wilayah Nian Tana Sikka tetap relevan di tengah dinamika zaman.

Dalam arahannya, Fransiskus Kariyanto menegaskan bahwa sekolah keagamaan Katolik memiliki tanggung jawab strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara moral dan spiritual. Ia menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak diukur semata dari nilai akademik, melainkan dari kualitas karakter dan integritas peserta didik.

“Sekolah Katolik harus melahirkan pribadi yang beriman kuat, berpengetahuan luas, dan memiliki komitmen moral dalam kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh peran guru. Pendidik tidak hanya bertugas mentransfer ilmu, tetapi juga menjadi teladan nyata dalam penghayatan nilai-nilai iman Kristiani. Keteladanan, integritas, serta dedikasi guru disebut sebagai fondasi utama dalam membangun mutu pendidikan yang berkelanjutan.

Ia mengingatkan bahwa peserta didik belajar dari sikap dan perilaku guru setiap hari. Karena itu, profesionalisme harus berjalan seiring dengan kedalaman spiritual dan komitmen pelayanan.

Dalam konteks masyarakat Sikka yang religius dan menjunjung tinggi nilai adat serta tradisi iman, ia menilai sekolah Katolik memikul tanggung jawab moral yang besar. Pendidikan keagamaan diharapkan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri serta spiritualitasnya.

Kakanwil juga mendorong para guru untuk terus meningkatkan kompetensi profesional, memperdalam kehidupan rohani, serta membangun kolaborasi yang solid antar pendidik. Sinergi antara kepemimpinan sekolah dan tenaga pendidik dinilai penting untuk menciptakan budaya akademik yang sehat, disiplin, dan berorientasi pada pembentukan karakter Kristiani yang utuh.

Lebih jauh, ia berharap pendidikan di SMAK St. Maria Monte Carmelo tidak hanya berdampak pada peserta didik secara individu, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi kehidupan sosial masyarakat. Lulusan sekolah Katolik diharapkan mampu menjadi pribadi berintegritas, pembawa nilai kasih, serta penggerak harmoni di tengah masyarakat Kabupaten Sikka.

Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat identitas keagamaan sekolah, serta menjadikan SMAK St. Maria Monte Carmelo sebagai lembaga pendidikan yang unggul dalam kualitas, kuat dalam iman, dan berdampak luas bagi kehidupan beragama di Sikka.(Faidin)

MTs Negeri 1 Flores Timur Pastikan Seleksi SNMB Berjalan Transparan dan Minim Kendala Teknis

FLORES TIMUR, Bajopos.com – Komitmen menjaga kualitas dan transparansi seleksi madrasah unggulan Kementerian Agama ditunjukkan MTs Negeri 1 Flores Timur dengan memfasilitasi pelaksanaan Computer Based Test (CBT) Seleksi Nasional Murid Baru (SNMB) Tahun Ajaran 2026/2027, Sabtu (14/2/2026).

Sebanyak 18 peserta didik mengikuti seleksi tersebut. Mereka berasal dari MTs Negeri 1 Flores Timur, SMP Negeri 1 Larantuka, dan MTs Negeri 4 Flores Timur. Pelaksanaan ujian dipusatkan di laboratorium komputer MTs Negeri 1 Flores Timur dengan pengawasan ketat dari panitia dan proktor.

Data panitia mencatat, dari total peserta yang mengikuti seleksi, 17 siswa memilih MAK Negeri 1 Ende sebagai tujuan seleksi. Sementara satu peserta lainnya mendaftar ke MAN Insan Cendekia Pasuruan, Jawa Timur.

Kepala MTs Negeri 1 Flores Timur, Nuraini M. Kasim, S.Ag., melakukan monitoring langsung ke ruang ujian guna memastikan kesiapan perangkat komputer, server, serta kestabilan jaringan internet. Menurutnya, aspek teknis menjadi perhatian utama, mengingat kondisi cuaca di wilayah Flores Timur kerap memengaruhi kualitas jaringan.

“Kami berupaya memastikan seluruh peserta dapat mengikuti seleksi secara optimal. Panitia dan proktor telah disiapkan untuk mengantisipasi potensi gangguan teknis, sehingga pelaksanaan CBT dapat berlangsung dengan aman dan tertib,” ujarnya.

Ia juga menginstruksikan seluruh panitia dan proktor untuk bersiaga penuh selama proses ujian berlangsung, termasuk menyiapkan langkah antisipatif apabila terjadi kendala teknis mendadak.

Pelaksanaan SNMB ini mengacu pada Surat Keputusan Nomor: B-163/Mak.20.01/PP.00.6/02/2026 dan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 14–15 Februari 2026.

Melalui sistem CBT, proses seleksi dilaksanakan secara transparan, objektif, dan akuntabel. Hingga berakhirnya sesi ujian hari pertama, seluruh rangkaian kegiatan di MTs Negeri 1 Flores Timur berjalan tertib dan kondusif, dengan para peserta mengikuti ujian sesuai prosedur yang telah ditetapkan.(Redaksi)