SIKKA, BAJOPOS.COM – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Kariyanto, menegaskan urgensi transformasi peran Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menyiapkan umat yang mampu menjawab tantangan zaman.
Penegasan itu disampaikannya saat memberikan pembinaan kepada ASN di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Sikka, Kamis (12/02/2026), di Aula Kantor Kemenag Sikka.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan jati diri ASN Kementerian Agama sebagai representasi negara yang tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga mengemban amanah moral dan sosial dalam menjaga kehidupan keagamaan masyarakat.
Dalam arahannya, Fransiskus menegaskan bahwa ASN Kementerian Agama adalah pelayan umat, penggerak moderasi beragama, sekaligus perekat harmoni sosial di tengah keberagaman bangsa.
“ASN Kementerian Agama bukan sekadar aparatur birokrasi, tetapi wajah negara dalam memberikan pelayanan dan pembinaan umat. Karena itu, setiap ASN harus mampu menjadi teladan dalam sikap, perilaku, dan integritas,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa tugas ASN Kementerian Agama memiliki dimensi strategis karena menyentuh langsung aspek pembinaan keagamaan, pendidikan keagamaan, pelayanan kehidupan beragama, serta penguatan nilai-nilai toleransi. ASN dituntut menghadirkan pelayanan yang tidak hanya memenuhi kewajiban birokrasi, tetapi juga memberi dampak nyata terhadap kualitas kehidupan umat.
Menurutnya, menyiapkan umat masa depan harus dilakukan melalui pembinaan berkelanjutan, penguatan karakter religius, serta pengembangan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perubahan sosial dan kemajuan teknologi.
“Menyiapkan umat masa depan berarti kita sedang menyiapkan generasi yang kuat secara spiritual, unggul secara intelektual, dan mampu bersaing di tengah dinamika global,” ujarnya.
Fransiskus juga menegaskan bahwa arah pembangunan keagamaan ke depan harus berpedoman pada kebijakan strategis Kementerian Agama melalui delapan program prioritas Asta Protas Tahun 2025–2029. Program tersebut menjadi peta jalan transformasi pelayanan keagamaan yang menitikberatkan pada penguatan moderasi beragama, peningkatan kualitas pendidikan keagamaan, transformasi kelembagaan, serta penguatan tata kelola pelayanan publik.
Menurutnya, implementasi Asta Protas merupakan instrumen penting untuk memastikan pelayanan Kementerian Agama mampu menjawab tantangan global sekaligus menjaga nilai-nilai keagamaan sebagai karakter bangsa.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan menyiapkan umat masa depan semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi digital, perubahan pola interaksi sosial, serta meningkatnya dinamika kehidupan masyarakat. Kondisi tersebut menuntut ASN memperkuat budaya kerja berlandaskan nilai ASN BerAKHLAK sebagai identitas moral sekaligus standar profesionalisme aparatur.
ASN, lanjutnya, diharapkan mampu bekerja secara adaptif, inovatif, dan kolaboratif, serta menjunjung tinggi integritas dan loyalitas terhadap tugas pelayanan publik.
“Keberhasilan ASN Kementerian Agama tidak diukur dari banyaknya pekerjaan yang diselesaikan, tetapi dari sejauh mana pelayanan kita memberikan manfaat nyata dan meningkatkan kepercayaan masyarakat,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya pola kerja yang berorientasi pada hasil dan dampak pelayanan. ASN dituntut memiliki perencanaan kerja yang terarah, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta mampu membangun sinergi lintas sektor.
Menurutnya, keberhasilan ASN Kementerian Agama tercermin dari meningkatnya kualitas kehidupan beragama, terjaganya kerukunan umat, serta tumbuhnya generasi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan sosial.
Mengakhiri arahannya, Fransiskus mengajak seluruh ASN Kementerian Agama di Kabupaten Sikka untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, serta memperkuat kerja sama dalam melaksanakan tugas pelayanan publik. Ia berharap ASN mampu menjadi garda terdepan dalam membangun kehidupan beragama yang rukun, harmonis, dan berkelanjutan, sekaligus menyiapkan umat yang siap menghadapi tantangan masa depan.(Faidin)

