Ming. Mei 24th, 2026

Kanwil Kemenag NTT

Dorong Transformasi Sekolah Berasrama, Ditjen Bimas Katolik Kunjungi SMAK Monte Carmelo

SIKKA, Bajopos.com – Arah baru penguatan sekolah berasrama mulai ditegaskan dalam kunjungan kerja Direktur Pendidikan Katolik Kementerian Agama RI, Albertus Triyatmojo, ke SMAK Sta. Maria Monte Carmelo, Senin (23/2/2026).

Kunjungan ini tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum evaluasi sekaligus penegasan target mutu yang lebih terukur bagi sekolah tersebut.

Didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka, Yosef Rangga Kapodo, rombongan meninjau langsung gedung baru serta sejumlah fasilitas penunjang pembelajaran.

Monitoring ini menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan infrastruktur sebelum sekolah melangkah ke fase penguatan kelembagaan.

Kepala SMAK Sta. Maria Monte Carmelo, Rm. Beny, O.Carm. memaparkan peta jalan pengembangan sekolah, mulai dari peningkatan kualitas akademik hingga pembinaan karakter berbasis asrama.

Menurutnya, pembenahan terus dilakukan agar layanan pendidikan semakin profesional dan responsif terhadap kebutuhan zaman.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Katolik menegaskan bahwa orientasi sekolah harus jelas dan terukur, salah satunya melalui target Akreditasi A.

Ia menekankan bahwa akreditasi bukan sekadar administrasi, melainkan indikator tata kelola, mutu tenaga pendidik, serta efektivitas sistem pembelajaran.

“Mutu pendidikan Katolik harus tampak dalam manajemen yang rapi, proses belajar yang berkualitas, dan dampaknya bagi karakter peserta didik,” tegasnya.

Sebagai sekolah berasrama, Dirut memberi penilaian bahwa SMAK Monte Carmelo memiliki keunggulan dalam pembentukan karakter secara menyeluruh. Kehadiran kapela dan pola pembinaan harian menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai spiritual, kedisiplinan, dan integritas sebagai fondasi pendidikan Katolik.

Selain penguatan akademik, perhatian juga diarahkan pada pengembangan sekolah yang ramah lingkungan. Lingkungan belajar yang bersih, tertata, dan hijau dipandang penting untuk menumbuhkan kesadaran ekologis siswa sejak dini. Simbol komitmen itu diwujudkan melalui penanaman pohon matoa di area sekolah usai peninjauan fasilitas.

Kunjungan tersebut turut melibatkan tim penilai evaluasi kelayakan penegerian serta Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pendidikan Katolik Kanwil Kemenag NTT. Kehadiran tim ini menandai proses pendampingan yang lebih komprehensif dalam memperkuat status dan tata kelola kelembagaan sekolah.

Dengan dukungan yayasan, tenaga pendidik, serta pemerintah, SMAK Monte Carmelo diharapkan mampu bertransformasi menjadi sekolah Katolik yang kompetitif, tidak hanya di tingkat Kabupaten Sikka, tetapi juga di kancah nasional dan internasional. Penguatan mutu, manajemen berkelanjutan, serta kepedulian lingkungan menjadi tiga pilar utama yang kini digenjot secara simultan.(Faidin)

Sinergi Kemenag dan Keuskupan Maumere Menguat, Bahas Asta Protas hingga Penegerian SMAK

SIKKA, BAJOPOS.COM – Upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan Gereja Katolik di Kabupaten Sikka kembali ditegaskan melalui pertemuan antara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Kariyanto, dan Uskup Edwaldus Martinus Sedu di Lepo Bispu, Jumat (13/2/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu menjadi ruang dialog strategis antara Kementerian Agama dan Gereja Katolik di wilayah Keuskupan Maumere. Fokus pembahasan mencakup penguatan program prioritas Kementerian Agama hingga rencana penegerian Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK).

Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil memaparkan Asta Protas atau Delapan Program Prioritas Kementerian Agama sebagai arah kebijakan nasional yang menyasar penguatan kehidupan beragama, pendidikan keagamaan, dan moderasi beragama di daerah. Ia menekankan bahwa implementasi program tersebut membutuhkan dukungan lintas lembaga, termasuk peran aktif Gereja Katolik.

Menurutnya, sinergi yang solid akan mempercepat terwujudnya pelayanan keagamaan yang inklusif, profesional, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Ia berharap Keuskupan Maumere dapat mendukung pelaksanaan Asta Protas, terutama dalam penguatan pendidikan keagamaan serta moderasi beragama.

Selain itu, Kakanwil juga menyampaikan rencana penegerian SMAK St. Petrus Kewapante dan SMAK St. Benediktus Palu’e. Penegerian tersebut, jelasnya, bertujuan memperluas akses pendidikan, meningkatkan mutu layanan, dan memperkuat tata kelola pendidikan keagamaan Katolik agar lebih profesional serta berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bukan untuk menghapus identitas dan nilai khas sekolah Katolik, melainkan sebagai bentuk kehadiran negara dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di wilayah yang memerlukan perhatian lebih besar.

Menanggapi hal itu, Uskup Maumere menyatakan komitmen penuh untuk mendukung program-program Kementerian Agama. Ia menilai kolaborasi harmonis antara pemerintah dan Gereja menjadi kunci dalam membangun kehidupan beragama yang rukun serta pelayanan umat yang membawa dampak luas bagi masyarakat.

Bapa Uskup juga menyampaikan dukungan terhadap penguatan kerukunan antarumat beragama, pengembangan ekoteologi sebagai bentuk tanggung jawab iman terhadap kelestarian lingkungan, serta upaya penegerian sekolah-sekolah Katolik di wilayah Keuskupan Maumere.

Pertemuan tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam merawat harmoni kehidupan beragama di Nian Tana Sikka. Sinergi yang terbangun diharapkan semakin memperkokoh kerukunan, meningkatkan mutu pendidikan keagamaan, serta menghadirkan pelayanan yang semakin dirasakan manfaatnya oleh umat dan masyarakat luas.(Faidin)

Kakanwil Kemenag NTT Tekankan Keteladanan Guru dalam Penguatan Mutu Pendidikan

SIKKA, BAJOPOS.COM – Penguatan karakter dan mutu pendidikan keagamaan Katolik menjadi fokus utama dalam pertemuan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Kariyanto, bersama kepala sekolah dan para guru di SMAK St. Maria Monte Carmelo, Jumat (13/2/2026).

Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang dialog dan refleksi bersama untuk memastikan pendidikan Katolik di wilayah Nian Tana Sikka tetap relevan di tengah dinamika zaman.

Dalam arahannya, Fransiskus Kariyanto menegaskan bahwa sekolah keagamaan Katolik memiliki tanggung jawab strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara moral dan spiritual. Ia menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak diukur semata dari nilai akademik, melainkan dari kualitas karakter dan integritas peserta didik.

“Sekolah Katolik harus melahirkan pribadi yang beriman kuat, berpengetahuan luas, dan memiliki komitmen moral dalam kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh peran guru. Pendidik tidak hanya bertugas mentransfer ilmu, tetapi juga menjadi teladan nyata dalam penghayatan nilai-nilai iman Kristiani. Keteladanan, integritas, serta dedikasi guru disebut sebagai fondasi utama dalam membangun mutu pendidikan yang berkelanjutan.

Ia mengingatkan bahwa peserta didik belajar dari sikap dan perilaku guru setiap hari. Karena itu, profesionalisme harus berjalan seiring dengan kedalaman spiritual dan komitmen pelayanan.

Dalam konteks masyarakat Sikka yang religius dan menjunjung tinggi nilai adat serta tradisi iman, ia menilai sekolah Katolik memikul tanggung jawab moral yang besar. Pendidikan keagamaan diharapkan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri serta spiritualitasnya.

Kakanwil juga mendorong para guru untuk terus meningkatkan kompetensi profesional, memperdalam kehidupan rohani, serta membangun kolaborasi yang solid antar pendidik. Sinergi antara kepemimpinan sekolah dan tenaga pendidik dinilai penting untuk menciptakan budaya akademik yang sehat, disiplin, dan berorientasi pada pembentukan karakter Kristiani yang utuh.

Lebih jauh, ia berharap pendidikan di SMAK St. Maria Monte Carmelo tidak hanya berdampak pada peserta didik secara individu, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi kehidupan sosial masyarakat. Lulusan sekolah Katolik diharapkan mampu menjadi pribadi berintegritas, pembawa nilai kasih, serta penggerak harmoni di tengah masyarakat Kabupaten Sikka.

Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat identitas keagamaan sekolah, serta menjadikan SMAK St. Maria Monte Carmelo sebagai lembaga pendidikan yang unggul dalam kualitas, kuat dalam iman, dan berdampak luas bagi kehidupan beragama di Sikka.(Faidin)