ENDE, BAJOPOS.COM – Semangat berbagi menyambut Ramadhan 1447 Hijriah ditunjukkan keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri Ende dengan menyalurkan 43 paket sembako kepada jamaah Masjid Nurul Iman KM 5 Wolowona dan masyarakat sekitar, Senin (16/2/2026) pagi waktu setempat.
Kegiatan yang dikemas dalam Gema Ramadhan 1447 H itu dipusatkan di pelataran Masjid Nurul Iman KM 5 Wolowona. Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) urusan Kesiswaan, Abdul Gani, mewakili Kepala MAN Ende, H. Tahrun Thalib.
Abdul Gani menegaskan, bantuan tersebut bukan berasal dari pihak luar, melainkan hasil gotong royong internal madrasah. Sebanyak 43 paket sembako itu dikumpulkan dari sumbangan sukarela bapak dan ibu Guru, Tenaga Kependidikan (GTK), serta siswa-siswi MAN Ende yang dihimpun oleh bagian kesiswaan.
“43 paket sembako berasal dari sumbangan sukarela bapak/ibu Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) beserta siswa-siswi yang dikumpulkan oleh bagian kesiswaan MAN Ende,” ungkap Abdul Gani saat menyerahkan bantuan.
Ia berharap, bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para penerima dalam menyongsong bulan suci Ramadhan. Menurutnya, kegiatan berbagi ini sejalan dengan visi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende, khususnya komitmen keluarga besar MAN Ende untuk memberi dampak langsung kepada masyarakat.
“Kami berharap agar paket sembako ini dapat digunakan sebaik-baiknya oleh bapak/ibu jamaah Masjid Nurul Iman KM 5 Wolowona dan masyarakat di sekitarnya dalam menyongsong bulan Ramadhan 1447 Hijriyah,” ujarnya.
Salah satu penerima bantuan, Siti Hawa, menyampaikan apresiasi atas kepedulian keluarga besar MAN Ende. Ia berharap kebaikan para guru, tenaga kependidikan, dan siswa mendapat balasan dari Allah SWT.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar MAN Ende atas pemberian paket sembako ini. Mudah-mudahan Allah SWT membalas semua kebaikan bapak/ibu Guru dan Tenaga Kependidikan beserta siswa-siswi,” kata Siti Hawa.
Melalui Gema Ramadhan 1447 H, MAN Ende tidak hanya menguatkan pendidikan di ruang kelas, tetapi juga menanamkan nilai empati dan kepedulian sosial yang nyata di tengah masyarakat.(Faidin)

