SIKKA, BAJOPOS.COM – Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) menggandeng Perum Bulog Kabupaten Sikka untuk menggelar pangan murah berupa paket sembako bagi masyarakat Desa Nangahale, Kecamatan Talibura. Kegiatan tersebut akan dirangkaikan dengan aksi penanaman mangrove oleh Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) di Dusun Namandoi, Sabtu (14/02/2026).
Agenda bertajuk “AWAS Peduli dan Hijaukan Sikka” ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 AWAS sekaligus momentum Hari Pers Nasional (HPN).
Kegiatan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 Wita dan melibatkan berbagai unsur, mulai dari lembaga pendidikan (siswa dan guru), pemerintah desa dan kecamatan, Koramil, Polsek Waigete, Kodim 1603/Sikka, Polres Sikka, hingga sejumlah instansi pemerintah daerah.
Tak hanya itu, kegiatan ini pun turut mengundang Bupati Sikka, Juventus Yoris Prima Kago (Jupik) dan Ketua DPRD Sikka, Stefanus Sumandi untuk turut membersamai kegiatan ini.
Kepala Bulog Cabang Maumere, Martin Luther Sesa, memastikan dukungan pihaknya dalam penyediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Program pangan murah ini diharapkan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat lokal.
Ketua AWAS, Mario WP Sina, mengatakan peringatan ulang tahun organisasi tahun ini difokuskan pada kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan.
“Kami ingin HUT ke-12 AWAS tidak sekadar seremoni, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata. Penanaman mangrove ini sedang kami siapkan secara matang agar pelaksanaannya tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya.
Begitupun terhadap pangan murah, dalam sinergitas yang di bangun AWAS kemudian menggandeng Bulog menggelar pangan murah di Posko titik kumpul di Lapangan Bajo Maritim Dusun Namandoi.
Menurut Mario, kawasan pesisir Nangahale dipilih karena memiliki potensi ekosistem mangrove yang perlu dijaga dan diperkuat. Mangrove berperan penting dalam menahan abrasi, menjaga kualitas lingkungan pesisir, serta menjadi habitat berbagai biota laut.
Ia menegaskan, kegiatan penanaman tidak berhenti pada seremoni semata. AWAS membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah desa, sekolah, komunitas lingkungan, serta masyarakat setempat untuk memastikan adanya perawatan dan pengawasan bersama terhadap anakan mangrove yang ditanam.
Selain itu, keterlibatan TNI dan Polri bersama sejumlah instansi pemerintah daerah diharapkan memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga ekosistem pesisir di Kabupaten Sikka.
Memasuki usia ke-12 tahun, AWAS menegaskan komitmennya untuk terus hadir bukan hanya sebagai pengawal informasi publik, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan sosial dan lingkungan di daerah.
Melalui kegiatan ini, AWAS berharap kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga kawasan pesisir semakin tumbuh dan berkelanjutan.(Faidin)

