NTT – Aspirasi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) masih bertumpu pada penguatan ekonomi dan kesejahteraan, pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan dasar pendidikan dan kesehatan, serta percepatan penanganan kemiskinan dan stunting.
Hal itu mengemuka dalam Diskusi Publik Survei Kepuasan Masyarakat atas Kinerja Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur NTT bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma, Jumat malam (13/2/2026).
Kegiatan yang digelar di Sofyan Hotel Cut Meutia tersebut merupakan inisiasi Voxpol Center Research and Consulting dan dihadiri jurnalis nasional, mahasiswa, diaspora NTT, jajaran Pemprov NTT, serta mitra pembangunan.
Informasi mengenai kegiatan ini disampaikan langsung Gubernur melalui akun pribadi media sosialnya.
Survei Voxpol yang dilakukan secara ilmiah di 22 kabupaten/kota dengan melibatkan 800 responden mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur mencapai 80,5 persen.
Dalam unggahannya, Gubernur menegaskan bahwa capaian tersebut bukanlah akhir dari kerja pemerintahan.
“Bagi kami, angka ini bukan untuk berpuas diri, tetapi menjadi energi dan tanggung jawab moral untuk bekerja lebih keras, lebih cepat, dan lebih tepat sasaran,” tulisnya.
Ia menekankan bahwa hasil survei menjadi cermin evaluasi untuk menjawab kebutuhan utama masyarakat. Aspirasi warga yang masih berfokus pada ekonomi dan kesejahteraan mendorong pemerintah memperkuat pemberdayaan UMKM melalui program OVOP (One Village One Product) serta memperluas akses pasar produk lokal melalui NTT Mart.
Di sektor infrastruktur dan layanan dasar, pemerintah daerah terus mengarahkan program pada peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan. Penanganan kemiskinan dan stunting juga menjadi prioritas utama.
“Per Februari 2026, angka kemiskinan NTT turun menjadi 17,5 persen dari 18,6 persen pada Maret 2025,” ungkap Gubernur.
Tahun ini, Pemprov NTT menjalankan program bedah rumah bagi masyarakat miskin serta menerapkan pola orang tua asuh untuk percepatan penanganan stunting.
Gubernur juga menegaskan komitmennya terhadap akurasi data bantuan sosial. “Saya menegaskan komitmen menindak tegas oknum yang memanipulasi data kemiskinan maupun masyarakat mampu yang sengaja menerima bansos. Data harus akurat agar bantuan tepat sasaran,” tulisnya.
Selain itu, komitmen daerah sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional 2028 (PON) 2028 NTT–NTB tetap berjalan dengan prinsip efisiensi, yakni memanfaatkan dan merenovasi venue yang ada serta menggelar sebagian cabang di DKI Jakarta dan Jawa Barat tanpa membebani APBN.
Menutup pernyataannya, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergotong royong membangun NTT.
“Terima kasih atas dukungan, kritik, dan saran masyarakat NTT. Mari kita terus bergotong royong membangun NTT yang maju, sehat, cerdas, dan sejahtera,” tulisnya.(Redaksi)

