Februari 20, 2026

Kakanwil Kemenag NTT Dorong MIN Sikka Terapkan Pendidikan Inklusif dan Cinta Lingkungan

SIKKA, BAJOPOS.COM – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Kariyanto, menegaskan pentingnya penguatan pendidikan inklusif saat melakukan tatap muka bersama kepala madrasah dan guru di MIN Sikka, Jumat (13/02/2026).

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan dialogis tersebut, Kakanwil menekankan bahwa madrasah harus menjadi ruang belajar yang ramah bagi seluruh peserta didik tanpa membedakan latar belakang sosial, budaya, maupun kondisi personal lainnya.

Menurutnya, pendidikan inklusif tidak boleh berhenti pada tataran konsep atau regulasi semata, tetapi harus tercermin dalam sikap dan praktik keseharian di lingkungan sekolah.

“Madrasah harus menjadi rumah bersama yang memberikan ruang aman dan nyaman bagi semua anak untuk tumbuh dan berkembang,” tegasnya di hadapan para pendidik.

Ia mengajak kepala madrasah dan guru membangun budaya belajar yang menjunjung tinggi empati, menghargai perbedaan, serta memperkuat solidaritas antarsiswa. Lingkungan belajar yang inklusif, lanjutnya, akan membentuk karakter peserta didik yang terbuka dan berjiwa toleran.

Selain pendidikan inklusif, Kakanwil juga menyoroti pentingnya penanaman nilai cinta lingkungan berbasis ajaran Al-Qur’an. Ia mendorong agar ayat-ayat suci tentang menjaga alam dipasang di area taman madrasah sebagai media pembelajaran karakter.

“Anak-anak perlu dibiasakan membaca dan merenungkan ayat-ayat tentang kepedulian terhadap alam. Dengan begitu, mereka merawat lingkungan bukan karena takut aturan, tetapi karena kesadaran iman,” ujarnya.

Ia menilai, taman madrasah yang tertata rapi dan dihiasi pesan-pesan Qur’ani dapat menjadi sarana edukasi yang efektif. Melalui pembiasaan sederhana seperti merawat tanaman, siswa belajar tentang tanggung jawab sebagai bagian dari menjaga ciptaan Allah SWT.

Tak hanya itu, Kakanwil juga mendorong penyelenggaraan kegiatan lintas agama di lingkungan madrasah sebagai bentuk penguatan moderasi beragama. Interaksi positif antarsiswa dari latar belakang berbeda diyakini mampu menumbuhkan semangat persaudaraan dan kebersamaan.

Kegiatan sosial, dialog kebangsaan, maupun aktivitas kolaboratif lainnya disebut sebagai ruang strategis untuk membangun karakter generasi muda yang menghargai keberagaman dan menjunjung nilai perdamaian.

Mengakhiri arahannya, Kakanwil berharap MIN Sikka mampu menjadi contoh dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, berwawasan lingkungan, serta berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan demi mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan cinta damai.(Faidin)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *