Kam. Sep 24th, 2026

Alor

Fraksi PKB Alor Soroti Hunian Keluarga Muda Berpenghasilan Rendah di Alor

ALOR, Bajopos.com | Persoalan keterbatasan hunian bagi keluarga muda berpenghasilan rendah mendapat perhatian serius Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Alor.

Dalam Sidang Paripurna IV DPRD Kabupaten Alor, Senin, 21 September 2026, pada agenda Penyampaian Pendapat Fraksi-Fraksi atas Hasil Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Alor Tahun Anggaran 2026 serta Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak, Fraksi PKB secara tegas mendorong Pemerintah Daerah mengambil langkah konkret di sektor perumahan.

Fraksi PKB merekomendasikan Pemerintah Daerah melalui Baperrinda dan Dinas Perumahan untuk mengkaji serta mengembangkan Program Bantuan Stimulan Rumah Layak bagi Keluarga Muda Berpenghasilan Rendah yang belum memiliki rumah sendiri.

Rekomendasi tersebut disampaikan berdasarkan kondisi yang masih ditemukan di tengah masyarakat. Fraksi PKB menyoroti masih adanya dua hingga tiga kepala keluarga yang harus tinggal dalam satu rumah karena keterbatasan kemampuan ekonomi untuk memiliki atau membangun rumah sendiri.

Bagi Fraksi PKB, persoalan tersebut tidak dapat dilihat sebatas masalah ketersediaan tempat tinggal. Keterbatasan hunian juga berkaitan langsung dengan kualitas kehidupan keluarga serta lingkungan tumbuh kembang anak.

“Penyediaan rumah yang layak, aman dan sehat harus menjadi bagian dari perhatian Pemerintah Daerah, terutama bagi keluarga muda berpenghasilan rendah yang belum mampu memiliki rumah sendiri,” demikian pokok rekomendasi Fraksi PKB.

Fraksi PKB juga menilai lingkungan tempat tinggal yang sehat merupakan salah satu unsur penting dalam menciptakan kondisi keluarga yang baik. Karena itu, kebijakan perumahan dinilai memiliki keterkaitan dengan upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting.

Di sisi lain, penyediaan hunian yang layak juga dinilai sejalan dengan semangat Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak. Anak membutuhkan lingkungan tempat tinggal yang aman, sehat dan mendukung proses tumbuh kembangnya.

Namun, Fraksi PKB menekankan agar program bantuan tersebut tidak sekadar berhenti pada pemberian bantuan. Program harus disusun secara terukur dan berbasis data agar benar-benar menjangkau keluarga yang membutuhkan.

Sejumlah aspek yang perlu menjadi pertimbangan antara lain data keluarga penerima, kemampuan ekonomi, status kepemilikan rumah dan lahan, serta ketepatan sasaran penerima program.

Fraksi PKB juga mendorong Pemerintah Daerah mengintegrasikan kebijakan perumahan dengan program penanganan kemiskinan, pencegahan stunting, penguatan ketahanan keluarga dan pembangunan Kabupaten Layak Anak.

Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi perhatian Pemerintah Daerah dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan ke depan.

Dengan demikian, keluarga muda yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi tidak terus berada dalam persoalan hunian, tetapi memiliki kesempatan secara bertahap untuk mendapatkan rumah yang layak, aman dan sehat.

Reporter : Nursan
Editor : Redaksi

Dibalik Bayang-Bayang Planet Batam. Air Mata, Doa, dan Jeritan Ketidakadilan. Kenapa Harus Basri?

ALOR, Bajopos.com | 23 Agustus 2026 adalah dimana kisah ini bukan tentang 40.000 pil ekstasi, bukan pula tentang gemerlap lampu disko di Tempat Hiburan Malam (THM) Planet Batam yang kini disegel.

Ini adalah kisah tentang seorang manusia, Nimangela Basri Lewaimang, yang kini terperangkap di antara bayang-bayang kejahatan raksasa dan jeritan harapan ribuan orang.

Dua puluh tahun lalu, saat duka menyelimuti keluarga saya di Batam, Basri muncul sebagai malaikat. Ia membawa pulang jenazah orang tua saya ke Alor, NTT.

Di Alor, di keheningan kamar saya, dalam obrolan singkat kami, Basri menitipkan sebuah pesan filosofis yang sederhana namun mendalam.

“Nak, perbanyak minum air putih, dan jadilah seperti air putih. Tidak berharga, tapi sangat berarti bagi kehidupan,” ungkap seorang anak yang tak mau di sebut namanya saat di bantu oleh BL.

Sejak hari itu, Basri menjelma menjadi “air putih” bagi ribuan perantau asal NTT. Berkat uluran tangannya, kapal-kapal dari Alor ke Batam bukan lagi perjalanan penuh ketidakpastian, pelayaran itu menjelma menjadi jembatan menuju kehidupan yang lebih layak.

Tak terhitung berapa banyak pekerjaan yang didapat, rumah ibadah yang dibangun, dan air mata kesusahan yang dihapus oleh tangan dermawan Basri. Lima tahun terakhir ini, sosok yang pernah bergelut di dunia malam itu telah “insyaf,” memilih jalan sunyi dalam pengabdian agama.

Namun, kebaikan dan perubahan hidup Basri seakan runtuh dalam sekejap saat tim dari Jakarta menerobos masuk ke Planet Batam. Teriakan mereka bukan mencari bos sesungguhnya, Yuwanki (yang kini melenggang ke Singapura), mereka mencari satu nama: “Basri! Mana Basri?”

Ironi memukul telak. Basri, yang pada 10 Agustus 2026 tengah berada di Malaysia untuk pemeriksaan rutin kesehatan, seketika dicap sebagai DPO yang melarikan diri.

Pada 19 Agustus 2026 Basri ditahan oleh Interpol di Kuala Lumpur, dengan kesadaran penuh sebagai warga negara yang taat hukum, Basri justru kooperatif dan menyerahkan diri untuk diamankan ke KBRI Malaysia. Kini, ia mendekam di Jakarta, jauh dari keluarganya dan ribuan orang yang bergantung padanya.

Publik bertanya-tanya, adakah skenario teaterikal di balik ini? Bagaimana mungkin sindikat sebesar itu beroperasi tanpa terendus aparat selama bertahun-tahun, namun pelarian DPO ke luar negeri begitu mudah dideteksi?

Mengapa harus Basri yang diburu di tengah operasi yang penuh kejanggalan? Apakah penangkapan ini murni penegakan hukum, atau hanya rotasi bisnis hitam biasa yang menumbalkan orang baik demi mengamankan kepentingan elit dan oknum-oknum yang jatahnya macet?

Di Jakarta, Basri mungkin hanya seorang tersangka. Tapi di Batam dan Alor, ia adalah pilar penyangga kehidupan ribuan keluarga. Saat “air putih” itu kini dikurung di balik jeruji besi, ribuan orang di Batam ikut terancam kehilangan pekerjaan dan harapan.

Negara kini menghadapi ujian moral: apakah akan benar-benar memberantas duri dalam daging hingga ke akar-akarnya, ataukah hanya sebatas membersihkan panggung untuk pemain baru dengan menumbalkan seorang “dermawan” yang telah banyak memberi arti bagi kemanusiaan?

Keadilan untuk Basri bukan hanya tentang pembebasan satu orang, namun ini tentang menjaga secercah harapan bagi ribuan orang kecil yang hidup di bawah bayang-bayang kebijakan yang tebang pilih.

Reporter : Nursan
Editor : Faidin

Karnaval Berubah Jadi Perarakan Doa, Alor Kirim Cahaya untuk Flores

ALOR, Bajopos.com | Kalimat itu datang ketika malam sedang ramai-ramainya.

Di halaman Rumah Jabatan Bupati Alor, Senin, (17/8/2026), suasana Resepsi Kenegaraan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia masih dipenuhi riuh perayaan.

Namun, ketika Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Bely, mengambil posisi di podium, suasana perlahan berubah.

Suara percakapan mereda. Perhatian tertuju kepadanya. Ada pesan yang hendak disampaikan.

“Hari ini tanggal 18 Agustus pukul tiga sore, karnaval HUT RI ke-81 tak lagi sebatas perayaan warna-warna meriah,” kata Melkisedek.

Ia berhenti sejenak.“Karnaval kita berubah menjadi sebuah perarakan doa.”

Kalimat itu menjadi penanda bahwa perayaan kemerdekaan di Alor tahun ini tidak sepenuhnya tentang kegembiraan.

Sehari setelah upacara kemerdekaan, warga Alor akan kembali turun ke jalan. Namun, kali ini bukan sekadar membawa kemeriahan karnaval.

Mereka akan berjalan dari SMAK St. Yoseph menuju Lapangan Mini Kalabahi, membawa satu pesan: Flores sedang berduka dan Alor memilih untuk berdiri di sisinya.

Gempa bumi yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026) meninggalkan luka di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur. Rumah-rumah rusak, warga mengungsi dan rasa takut masih membayangi masyarakat yang berada di wilayah terdampak.

Di tengah situasi itu, Alor memilih mengubah wajah karnaval. Jalanan kota Kalabahi akan menjadi ruang solidaritas.

Tokoh masyarakat, umat lintas agama dan warga dari berbagai kelompok akan berjalan dalam satu barisan. Tidak ada panggung untuk membedakan siapa yang lebih penting. Tidak ada jarak berdasarkan latar belakang.

Semua berjalan di bawah satu panji: Merah Putih. Di sana, karnaval tidak lagi sekadar tontonan. Ia menjadi pernyataan sikap. Bahwa duka di Flores adalah duka bersama.

Bahwa bencana tidak mengenal batas administratif, agama maupun identitas. Dan bahwa solidaritas tidak harus menunggu seseorang datang meminta pertolongan.

Ketika Ribuan Lilin Menjadi Bahasa Kemanusiaan

Menjelang malam, suasana diperkirakan akan semakin syahdu. Ribuan lilin akan dinyalakan di Lapangan Mini Kalabahi.

Satu per satu cahaya kecil itu akan muncul dari tangan warga. Dalam gelapnya malam, pijar lilin menjadi simbol harapan bagi saudara-saudara mereka yang sedang berada di tengah kepedihan akibat bencana.

Cahayanya mungkin kecil. Tetapi ribuan cahaya yang dinyalakan bersama-sama akan menjadi pesan yang jauh lebih besar.

Alor tidak lupa. Di tengah perayaan ulang tahun Indonesia, warga Alor justru memilih menyisihkan sebagian kegembiraan untuk mengirimkan doa.

Di sinilah kemerdekaan menemukan makna lain.

Bukan hanya tentang mengibarkan bendera setinggi-tingginya, tetapi juga tentang menegakkan kemanusiaan ketika orang lain sedang kehilangan pijakan.

Bukan sekadar menyanyikan lagu kebangsaan, tetapi menunjukkan bahwa persaudaraan Indonesia tidak berhenti pada batas wilayah.

Dan bukan hanya tentang merayakan kemenangan masa lalu, tetapi hadir untuk menghadapi penderitaan yang sedang terjadi hari ini.

Alor Berjalan, Flores Tidak Sendirian

Apa yang dilakukan masyarakat Alor mungkin sederhana: berjalan bersama, berdoa dan menyalakan lilin.

Namun, di tengah suasana pascabencana, tindakan sederhana itu memiliki arti yang besar.

Dari Kalabahi, sebuah pesan dikirimkan ke seluruh penjuru Flores:

Kalian tidak sendiri. Ada tangan-tangan yang ikut terulur. Ada doa yang dipanjatkan. Ada cahaya yang dinyalakan. Dan ada persaudaraan yang tetap hidup meski dipisahkan laut dan pulau.

Melkisedek Bely juga menyampaikan apresiasi kepada Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dan seluruh jajaran pembina yang telah memberikan dedikasi terbaik dalam Upacara Pengibaran Bendera HUT ke-81 RI di Lapangan Mini Kalabahi.

Bagi Alor, rangkaian peringatan kemerdekaan tahun ini akhirnya memiliki cerita yang lebih panjang dari sekadar seremoni.

Karnaval menjadi perarakan. Lilin menjadi cahaya. Dan doa menjadi cara Alor memeluk Flores dari kejauhan.

Dari Alor untuk Flores. Dari Nusa Tenggara Timur untuk Indonesia.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Bersatu dalam duka, kuat dalam persaudaraan.

Reporter : Nursan

Diduga Dibakar Kakek, Bocah 12 Tahun Selamat; Rumah di Welai Timur Ikut Dilalap Api

ALOR, BAJOPOS.COM | Seorang anak perempuan berusia 12 tahun berinisial Jeni menjadi korban dugaan kekerasan yang dilakukan kakeknya sendiri, Simun Sani, di Kelurahan Welai Timur, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Peristiwa tersebut terjadi di RT 12/RW 005, Kelurahan Welai Timur, pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 15.57 WITA. Selain mengakibatkan korban mengalami luka bakar, rumah milik Simun Sani juga kemudian terbakar.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian bermula ketika Simun Sani diduga menyiram tubuh cucunya dengan minyak tanah kemudian membakarnya.

Motif sementara yang berkembang di tengah masyarakat diduga berkaitan dengan kekesalan pelaku terhadap korban yang dinilai terlalu sering menonton aplikasi TikTok.

Namun, motif tersebut masih sebatas informasi awal dan belum menjadi kesimpulan hukum karena kasusnya masih dalam proses penyelidikan kepolisian.

Warga Selamatkan Korban

Aksi tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah warga yang mengetahui kejadian itu segera memberikan pertolongan dan berhasil menyelamatkan korban.

Jeni kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka bakar yang dialaminya.

Situasi justru kembali memanas setelah pelaku mengetahui korban berhasil diselamatkan warga. Simun Sani diduga kembali membakar rumahnya sendiri sebelum meninggalkan lokasi.

Pelaku kemudian melarikan diri dan hingga kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

Damkar Bergerak Cepat

Laporan mengenai kebakaran tersebut diterima Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Alor melalui Seksi Pemadam Kebakaran (Damkar).

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Alor, Evember A. Molebila, S.A.P., segera mengoordinasikan pergeseran personel menuju lokasi kejadian.

Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas Damkar langsung melakukan pemadaman api bersama warga sekaligus mengamankan area sekitar.

Respons cepat petugas berhasil mengendalikan kobaran api sehingga tidak merambat ke rumah warga lainnya.

Kasat Pol PP Kabupaten Alor, Ferdy I. Lahal, S.H., kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Alor sebagai bagian dari koordinasi dengan pimpinan daerah.

Mengingat adanya dugaan kekerasan terhadap anak dan pembakaran, Satpol PP juga berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Alor.

Sementara penanganan aspek pidana diserahkan kepada kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan olah TKP serta memburu keberadaan Simun Sani yang diduga sebagai pelaku.

Minta Warga Tidak Sebarkan Informasi Belum Terverifikasi

Ferdy I. Lahal menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian yang menimpa korban.

Ia mengapresiasi keberanian warga yang dengan cepat menyelamatkan korban serta langkah cepat petugas Damkar dalam mengendalikan kebakaran.

“Kami mengapresiasi tindakan cepat warga yang menyelamatkan korban. Damkar telah bekerja maksimal dalam proses pemadaman dan pengamanan. Untuk aspek hukum, kami serahkan sepenuhnya kepada kepolisian selaku penyidik,” ujar Ferdy.

Ia menegaskan, pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada Sekda Alor sebagai bentuk koordinasi dan transparansi dalam penanganan peristiwa tersebut.

Ferdy juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Mari kita menghormati proses penyelidikan yang sedang berlangsung. Bagi warga yang memiliki informasi terkait keberadaan pelaku, segera laporkan kepada aparat kepolisian terdekat,” imbaunya.

Hingga berita ini diturunkan, korban masih menjalani penanganan medis, sementara aparat kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara terang dugaan kekerasan terhadap anak dan pembakaran rumah tersebut.

Reporter : Nursan

Wabup Alor Serahkan 10 Kapal dan Ratusan Alat Tangkap, Dorong Produktivitas Nelayan dan Ekonomi Pesisir

ALOR, BAJOPOS.COM | Pemerintah Kabupaten Alor terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor perikanan sebagai salah satu tulang punggung ekonomi daerah.

Komitmen itu diwujudkan melalui penyerahan Bantuan Sarana Penangkapan Ikan (BSPI) kepada nelayan di Kampung Nelayan Merah Putih, Kelurahan Adang, Kecamatan Alor Barat Laut, Sabtu (4/7/2026).

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, SH., MH., didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Belly, S.Sos., M.Si., dalam sebuah acara yang digelar di Balai Pertemuan Kampung Nelayan Merah Putih.

Program yang dilaksanakan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Alor itu menjadi langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan produktivitas nelayan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir.

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi 10 unit kapal perikanan, 10 unit mesin kapal, 50 unit cool box, serta 100 piece Gill Net yang diserahkan langsung kepada para penerima manfaat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Alor menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Alor, Mesak Blegur, S.Pi., beserta seluruh jajaran yang dinilai berhasil membangun sinergi dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan, sehingga bantuan tersebut dapat direalisasikan untuk masyarakat Alor.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan bersama seluruh jajaran atas kerja sama yang baik dengan pemerintah pusat sehingga bantuan ini dapat hadir dan diserahkan kepada masyarakat hari ini,” ujar Rocky.

Ia menegaskan, bantuan tersebut bukan sekadar bentuk dukungan pemerintah, tetapi juga menjadi modal penting bagi para nelayan untuk meningkatkan hasil tangkapan, memperluas usaha perikanan, serta meningkatkan taraf hidup keluarga mereka.

“Saya berharap bantuan ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, dijaga, dan digunakan secara bertanggung jawab sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan usaha perikanan dan kesejahteraan para nelayan,” katanya.

Menurutnya, sektor kelautan dan perikanan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan di Kabupaten Alor.

Karena itu, dukungan sarana dan prasarana menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mendorong peningkatan produksi perikanan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.

Melalui program Bantuan Sarana Penangkapan Ikan (BSPI) ini, Pemerintah Kabupaten Alor berharap produktivitas nelayan terus meningkat, pendapatan masyarakat pesisir semakin bertambah, serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan masyarakat nelayan diharapkan terus terjalin agar berbagai program pemberdayaan dapat berjalan optimal dan menjadikan sektor perikanan sebagai salah satu penggerak utama pembangunan ekonomi di Kabupaten Alor.

Reporter : Nursan | Editor : Faidin

Camat Definitif Dilantik, Tongkat Estafet Kepemimpinan Alor Timur Resmi Beralih

ALOR, BAJOPOS.COM | Setelah lebih dari satu tahun dipimpin oleh pelaksana tugas, Kecamatan Alor Timur akhirnya memiliki camat definitif.

Serah terima jabatan (Sertijab) Camat Alor Timur berlangsung di Aula Kantor Camat Alor Timur, Kamis, 25/6/2026, disaksikan unsur Forkopimcam, kepala desa, lurah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan berbagai elemen masyarakat.

Jabatan Camat Alor Timur resmi diserahkan dari Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Alor Timur, Jhon Edy Mabilaka, SE., kepada camat definitif yang baru, Semuel D. M. Kartunggu, SH.

Bupati Alor, Iskandar Lakamau, SH., M.Si., yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Alor, Syafyuddin A. I. Djawa, SH., menghadiri langsung prosesi tersebut.

Semuel D. M. Kartunggu sebelumnya menjabat Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan Kabupaten Alor. Berdasarkan keputusan Bupati Alor, ia dipercaya memimpin Kecamatan Alor Timur sebagai camat definitif.

Sementara Jhon Edy Mabilaka yang selama ini merangkap jabatan Sekretaris Kecamatan dan Plt. Camat Alor Timur mendapat penugasan baru sebagai Sekretaris Kecamatan Pureman.

Pergantian kepemimpinan ini sekaligus mengakhiri masa transisi yang berlangsung sejak April 2025, setelah Camat Alor Timur sebelumnya, Daud Kanadjaha, SH., memasuki masa purna tugas.

Selama kekosongan jabatan tersebut, roda pemerintahan dijalankan oleh Jhon Edy Mabilaka sebagai pelaksana tugas.

Dalam sambutan Bupati Alor yang dibacakan Syafyuddin A. I. Djawa, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pejabat sebelumnya atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian yang telah diberikan dalam menjalankan pemerintahan dan pelayanan masyarakat di Kecamatan Alor Timur.

“Kami menyampaikan terima kasih atas pengabdian yang telah diberikan selama menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Syafyuddin membacakan sambutan Bupati.

Kepada camat yang baru, Bupati berharap agar mampu melanjutkan program-program yang telah berjalan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik, pembangunan, dan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, responsif, dan berpihak kepada kebutuhan masyarakat.

Selain itu, Camat Alor Timur diminta membangun komunikasi dan koordinasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan di wilayahnya, mulai dari pemerintah desa dan kelurahan hingga tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda.

Menurut Bupati, keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat.

“Sinergi dan kolaborasi yang kuat antar seluruh komponen masyarakat menjadi modal penting dalam mendukung percepatan pembangunan daerah, menjaga stabilitas keamanan, memperkuat persatuan dan menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis, aman, dan kondusif,” demikian pesan Bupati Alor.

Pergantian jabatan ini merupakan bagian dari kebijakan penyegaran dan penguatan organisasi perangkat daerah yang sebelumnya ditandai melalui upacara pengukuhan, pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan bagi pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, dan pejabat pengawas di lingkungan pemerintah Kabupaten Alor pada 8 Juni 2026.

Acara sertijab ditutup dengan penandatanganan dokumen serah terima jabatan, penyerahan dokumen dari pejabat lama kepada pejabat baru, pemberian ucapan selamat, serta sesi foto bersama sebagai simbol komitmen bersama untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kecamatan Alor Timur.

Reporter : Nursan | Editor : Redaksi

Yayasan Teman Laut Indonesia Dorong Kolaborasi Masyarakat dan Pemerintah Perkuat Ekonomi Pesisir Alor

ALOR, BAJOPOS.COM | Upaya memperkuat ekonomi masyarakat pesisir sekaligus menjaga kelestarian sumber daya laut terus didorong di Kabupaten Alor.

Melalui Program Tropical Forest and Coral Reef Conservation Act (TFCCA), Yayasan Teman Laut Indonesia menggelar Sosialisasi Safeguards Program Penguatan Ekonomi Pesisir Berbasis Komunitas di Aula KOPDIT CHT Kalabahi, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan pemerintah daerah, pemerintah desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, kelompok nelayan, pelaku UMKM, kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan (Poklahsar), hingga kelompok Bameti.

Program ini akan dilaksanakan di empat wilayah pesisir Kabupaten Alor, yakni Desa Lewalu, Desa Ampera, Desa Alaang, dan Kelurahan Adang.

Melalui pendekatan partisipatif, program dirancang untuk mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan guna menciptakan pembangunan pesisir yang berkelanjutan.

Koordinator Safeguards Program TFCCA, Igo Arianto, menjelaskan bahwa sosialisasi safeguards menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh tahapan program berjalan secara inklusif, transparan, aman, dan bertanggung jawab terhadap masyarakat maupun lingkungan.

“Safeguards merupakan sistem perlindungan yang memastikan setiap kegiatan program dilaksanakan secara inklusif, partisipatif, transparan, dan bertanggung jawab sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara adil tanpa menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat maupun lingkungan,” ujar Igo.

Ia menjelaskan, TFCCA merupakan program hasil skema peralihan utang luar negeri Pemerintah Indonesia kepada Pemerintah Amerika Serikat yang kemudian dialokasikan untuk mendukung berbagai program konservasi di Indonesia, khususnya pada ekosistem terumbu karang dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Menurutnya, Kabupaten Alor menjadi salah satu daerah penerima manfaat program tersebut, dengan Yayasan Teman Laut Indonesia dipercaya sebagai salah satu lembaga pelaksana di lapangan.

Igo mengungkapkan terdapat empat target utama yang ingin dicapai melalui program tersebut, yaitu;

Pertama, meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam konservasi sumber daya laut serta pengelolaan wilayah pesisir secara berkelanjutan.

Kedua, membentuk kelompok Bameti yang menerapkan praktik pemanfaatan pesisir tanpa merusak lingkungan.

Ketiga, meningkatkan kapasitas kelompok nelayan, UMKM, dan Poklahsar.

Keempat, menghadirkan model ekonomi pesisir yang terintegrasi melalui koperasi berbasis mekanisme barter.

“Dokumen safeguards ini mengacu pada dua hal penting, yaitu memastikan lingkungan tidak rusak dan masyarakat mendapatkan manfaat. Kedua aspek tersebut harus berjalan seiring dalam seluruh tahapan pelaksanaan program,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap kegiatan pembangunan selalu memiliki potensi risiko sosial maupun lingkungan. Risiko tersebut antara lain kesalahpahaman masyarakat terhadap materi sosialisasi, ketidakseimbangan partisipasi kelompok rentan, hingga kemungkinan terganggunya aktivitas masyarakat dalam jangka waktu tertentu.

Karena itu, setiap kegiatan akan dilengkapi langkah-langkah mitigasi yang melibatkan pemerintah desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta organisasi perangkat daerah terkait.

Dalam sesi diskusi, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Alor, Murni Halilu, mengusulkan agar seluruh informasi terkait program dan mekanisme safeguards dapat dipublikasikan secara terbuka melalui papan informasi yang ditempatkan di lokasi kegiatan.

“Kami berharap ada papan informasi yang memuat tujuan, kegiatan, dan mekanisme safeguards sehingga masyarakat dapat mengetahui secara terbuka perkembangan program dan ikut mengawasi pelaksanaannya,” kata Murni.

Dukungan serupa disampaikan Kepala Desa Ampera, Mustafa Moka. Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor kunci keberhasilan program, terutama bagi warga yang menggantungkan hidup dari sumber daya pesisir dan laut.

“Kami berharap masyarakat pesisir dapat dilibatkan secara aktif sejak tahap perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi program, sehingga manfaat yang dihasilkan benar-benar dirasakan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Program Penguatan Ekonomi Pesisir Berbasis Komunitas dijadwalkan berlangsung sejak Mei 2026 hingga Agustus 2027.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pelaksana, program ini diharapkan tidak hanya memperkuat upaya konservasi sumber daya laut, tetapi juga menjadi fondasi bagi peningkatan kesejahteraan dan ketahanan ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Alor.

Reporter : Nursan | Editor : Faidin

Kampanye Anti Tembakau Digelorakan di Alor, Generasi Muda Diajak Hidup Sehat

KALABAHI, Bajopos.com | Pemerintah Kabupaten Alor mengajak seluruh elemen masyarakat, gereja, sekolah hingga keluarga untuk bersama-sama mengkampanyekan pola hidup sehat dan memerangi kebiasaan merokok di kalangan anak muda demi menyelamatkan generasi masa depan Alor.

Ajakan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Bely, S.Sos., M.Si mewakili Bupati dan Wakil Bupati Alor saat membuka kegiatan Gerakan Anti Tembakau yang digelar bersama Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dan Dinas Kesehatan Kabupaten Alor dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia.

Dalam sambutannya, Melkisedek menegaskan bahwa peningkatan angka harapan hidup harus dibarengi dengan pola hidup sehat masyarakat, khususnya generasi muda. Menurutnya, bonus demografi dan target pembangunan sumber daya manusia akan sulit tercapai apabila anak-anak muda tidak menjaga kesehatan sejak dini.

“Sesungguhnya kegiatan seperti ini harus didukung oleh semua pihak termasuk anak-anak muda kita. Jangan sampai angka harapan hidup meningkat tetapi pola hidup masyarakat tidak sehat. Itu akan mengganggu target pembangunan sumber daya manusia yang sudah kita siapkan,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Alor juga menyampaikan apresiasi kepada Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Dinas Kesehatan dan seluruh pihak yang telah menggagas gerakan edukasi bahaya rokok bagi generasi muda.

Pemerintah berharap kampanye serupa tidak hanya dilakukan setiap peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, tetapi terus digelorakan sepanjang tahun melalui sekolah, gereja dan ruang-ruang publik lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Melkisedek menyoroti fenomena meningkatnya kebiasaan merokok di kalangan remaja yang kini mulai dianggap sebagai bagian dari tren sosial.

Menurutnya, banyak anak muda menganggap merokok sebagai simbol kedewasaan, kewibawaan hingga cara untuk terlihat keren di hadapan teman sebaya maupun lawan jenis.

“Anak-anak muda sekarang kadang menganggap merokok itu menunjukkan kedewasaan mereka. Seolah-olah kalau merokok mereka dianggap hebat, dihargai dan punya wibawa. Padahal sesungguhnya mereka sedang berhadapan dengan kondisi yang sangat memprihatinkan,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan hasil survei Yayasan Jantung Indonesia tahun 2025 yang menyebutkan sebanyak 77 persen siswa mulai merokok karena ditawari atau diajak oleh teman mereka.

Kondisi tersebut dinilai sangat berbahaya karena sebagian besar remaja belum memahami dampak buruk rokok terhadap kesehatan fisik maupun mental.

Disebutkan bahwa sebatang rokok mengandung lebih dari 4.000 senyawa kimia dan ratusan racun yang dapat merusak tubuh. Dampak merokok tidak hanya menurunkan kesehatan fisik, tetapi juga mempengaruhi fokus belajar, daya tangkap, energi hingga memicu kecemasan dan depresi pada remaja.

Karena itu, edukasi dinilai menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran generasi muda agar mampu meninggalkan kebiasaan merokok sejak dini.

Pemerintah Kabupaten Alor juga menegaskan bahwa saat ini negara sedang membuka banyak peluang masa depan bagi generasi muda, termasuk kesempatan menjadi anggota TNI, Polri maupun profesi lainnya. Namun peluang tersebut hanya dapat diraih apabila generasi muda memiliki pola hidup sehat dan disiplin menjaga diri.

“Pemerintah sedang menyiapkan masa depan anak-anak yang luar biasa. Sekarang kesempatan terbuka sangat besar. Tetapi bagaimana mereka bisa mencapai cita-cita kalau mereka hidup dengan kebiasaan merokok dan pola hidup yang tidak sehat,” tegasnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa generasi muda merupakan usia produktif yang nantinya akan menjadi kekuatan utama pembangunan daerah, gereja dan masyarakat. Karena itu seluruh pihak memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga dan membina kehidupan generasi muda agar bertumbuh sehat secara fisik maupun mental.

Mengakhiri sambutannya, Pemerintah Kabupaten Alor mengajak seluruh masyarakat untuk terus menggelorakan gerakan hidup sehat demi menyelamatkan generasi Alor.

“Kita berharap generasi Alor menjadi generasi yang sehat, kuat dan berkualitas untuk membangun gereja, membangun daerah dan masa depan Kabupaten Alor yang lebih baik,” ujarnya.

Kegiatan Gerakan Anti Tembakau tersebut kemudian resmi dibuka dengan harapan menjadi momentum bersama dalam membangun kesadaran hidup sehat di tengah masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan remaja di Kabupaten Alor.

Reporter : Nursan | Editor : Faidin

TNI dan Warga Binongko Gotong Royong Bangun Rumah Warga Lewat Karya Bhakti

KALABAHI, Bajopos.com | Semangat kebersamaan dan gotong royong kembali ditunjukkan prajurit TNI bersama masyarakat dalam kegiatan Karya Bhakti skala besar yang digelar di Kabupaten Alor, Kamis (28/5/2026).

Kegiatan tersebut dipusatkan di rumah milik Ibu Wa Oja Lakarimu di Kelurahan Binongko, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor. Dalam pelaksanaannya, lima personel TNI AD bersama masyarakat dan para tukang bangunan bergotong royong membantu proses pembangunan rumah warga.

Babinsa Kelurahan Binongko, Serda Hendra Rolobesi, turut aktif mendampingi jalannya kegiatan di lapangan sebagai bentuk perhatian dan pendampingan terhadap masyarakat di wilayah binaannya.

Personel TNI AD bersama warga terlihat bahu membahu melakukan pengayakan pasir untuk pasangan batako serta pendropingan batako guna mempercepat proses pembangunan rumah. Suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan.

Karya bhakti tersebut menjadi bukti nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat sekaligus upaya memperkuat budaya gotong royong di tengah kehidupan sosial warga. Kehadiran aparat TNI juga dinilai mampu memberikan motivasi kepada masyarakat untuk terus menjaga semangat saling membantu.

Dandim 1622/Alor, Arya Darma, mengatakan karya bhakti merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial TNI yang bertujuan mempererat hubungan dengan masyarakat serta membantu meringankan beban warga.

“Kegiatan karya bhakti ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami ingin selalu hadir di tengah masyarakat dan membantu sesuai kemampuan yang dimiliki, sehingga semangat kebersamaan dan gotong royong tetap terjaga,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Melalui kegiatan karya bhakti tersebut, diharapkan hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat di Kabupaten Alor terus terjalin dengan baik serta memberikan manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan.

Reporter : Nursan | Editor : Faidin

Ketua Umum PGI: Kerukunan Umat Beragama Jangkar Ketahanan Nasional

“Kerukunan umat beragama merupakan jangkar penting dalam menjaga ketahanan nasional di tengah berbagai tantangan global yang terus berkembang.”

KALABAHI, Bajopos.com | Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia, Jacklevyn Frits Manuputty, menegaskan bahwa kerukunan umat beragama merupakan jangkar penting dalam menjaga ketahanan nasional di tengah berbagai tantangan global yang terus berkembang.

Penegasan tersebut disampaikan Pdt. Dr. Jacklevyn Fritz Manuputty, S.Th., M.Th., saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional bertema “Keesaan Tubuh Kristus yang Meresapi Shalom Allah Bersama Seluruh Ciptaan” pada rangkaian Sidang Majelis Pekerja Harian (MPH) dan Perayaan HUT ke-76 PGI Tahun 2026 di Aula Gereja GMIT Pola Tribuana Kalabahi, Kabupaten Kalabahi, Senin (25/5/2026).

Menurut Manuputty, dunia saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari krisis iklim, kerusakan lingkungan, konflik sosial, hingga berbagai disrupsi global yang memengaruhi kehidupan masyarakat dunia.

Karena itu, kehidupan beragama dituntut hadir secara nyata melalui tindakan kasih, kepedulian sosial, dan semangat menjaga persaudaraan.

“Kerukunan umat beragama adalah jangkar ketahanan nasional. Kerukunan tidak menuntut kita menjadi seragam, tetapi mengajak kita tetap bersatu di tengah perbedaan,” tegasnya.

Ia mengatakan damai sejahtera tidak boleh berhenti hanya di dalam dinding gereja, melainkan harus hadir dan dirasakan dalam kehidupan sosial masyarakat serta menjangkau seluruh ciptaan.

“Damai sejahtera harus membumi dan merengkuh seluruh ciptaan, terutama ketika bumi sedang merintih akibat krisis iklim dan berbagai tantangan global,” ujarnya.

Menurutnya, dunia saat ini membutuhkan kehidupan keagamaan yang nyata dan berdampak, bukan sekadar simbol dan ritual semata.

Iman, kata dia, harus diwujudkan dalam tindakan konkret yang menghadirkan kasih, kepedulian terhadap sesama manusia, serta tanggung jawab menjaga alam ciptaan Tuhan.

“Semakin tebal iman seseorang, maka semakin besar pula cintanya kepada sesama manusia, semakin tinggi kepeduliannya terhadap alam, dan semakin kuat komitmennya dalam menjaga kerukunan,” katanya.

Pelaksanaan HUT ke-76 PGI di Kabupaten Alor dinilai memiliki makna tersendiri karena berlangsung di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dikenal sebagai daerah dengan kehidupan toleransi dan kerukunan antarumat beragama yang kuat.

Rangkaian kegiatan Sidang MPH dan HUT PGI Tahun 2026 berlangsung sejak 21 hingga 25 Mei 2026 dengan berbagai agenda nasional dan pelayanan gerejawi.

Ketua Panitia Sidang MPH dan HUT ke-76 PGI Tahun 2026, Obeth Bolang, mengatakan pelaksanaan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum pelayanan gereja, tetapi juga memperlihatkan wajah toleransi dan persaudaraan masyarakat Alor kepada peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Obeth, berbagai kegiatan digelar selama pelaksanaan Sidang MPH dan HUT PGI, mulai dari welcome dinner bernuansa budaya Lego-Lego Taramiti Tomenuku di Pantai Sebanjar, Sidang MPH di Gereja GMIT Pola Tribuana Kalabahi, pameran UMKM masyarakat, hingga pagelaran seni budaya khas Alor.

Selain itu, para peserta juga mengikuti pelayanan ibadah di 20 gereja di Kota Kalabahi dan sekitarnya, wisata rohani ke Gereja Ismail dan Masjid Ishak sebagai simbol toleransi antarumat beragama, serta kunjungan ke ikon wisata Dugong dan Pantai Mali.

“Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperlihatkan miniatur toleransi dan keharmonisan antarumat beragama yang hidup di Alor dan Nusa Tenggara Timur,” ujar Obeth.

Pada puncak kegiatan, juga dilaksanakan Pawai Oikoumene dari SMA Katolik Santo Yosef Kalabahi menuju halaman Gereja GMIT Pola Tribuana Kalabahi yang melibatkan umat Kristen, Katolik, Islam, Hindu, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi NTT, Fransiskus Kariyanto, menyampaikan apresiasi atas semangat persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan yang terbangun selama pelaksanaan kegiatan.

Menurutnya, kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat Alor menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai kerukunan antarumat beragama tetap hidup dan terpelihara dengan baik.

“Semangat kebersamaan ini harus terus dijaga sebagai kekuatan bersama dalam membangun Indonesia yang damai, harmonis, dan penuh kasih persaudaraan,” pungkasnya.

Reporter : Nursan

Wabup Alor Resmikan Kantor KSP Kopdit Pintu Air Cabang Moru, Dorong Kebangkitan Ekonomi Rakyat

ALOR, Bajopos.com | Wakil Bupati Alor, Rocky Wunaryo, S.H., M.H., secara resmi meresmikan Kantor KSP Kopdit Pintu Air Cabang Moru yang berlokasi di Kelurahan Moru, Kecamatan Alor Barat Daya (ABAD), Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (23/5/2026).

Peresmian tersebut menandai hadirnya kantor cabang ke-63 KSP Kopdit Pintu Air di Indonesia dan berlangsung penuh sukacita serta semangat kebersamaan bersama masyarakat Moru, jajaran pengurus koperasi, tokoh masyarakat, dan unsur pemerintah daerah.

Turut hadir dalam kegiatan itu Ketua KSP Kopdit Pintu Air Rotat Indonesia Pusat Yakobus Dhano, Anggota Komisi V DPRD Provinsi NTT Astria Blandina Gaidaka, S.Kep., Ns., M.Si., Sekretaris Daerah Kabupaten Alor Melkisedek Bely, S.Sos., M.Si.,

Asisten I Setda Alor Muhammad Ridwan Nampira, Camat ABAD Yapi N. Hinglir, S.P., para pimpinan OPD, para kepala desa, pimpinan Bank Mandiri beserta jajaran, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta ratusan anggota koperasi dan masyarakat Moru.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Alor mengajak seluruh hadirin memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena seluruh peserta dapat hadir bersama dalam keadaan sehat untuk mengikuti acara peresmian kantor cabang tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Alor dan secara pribadi, saya menyampaikan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus, anggota, dan keluarga besar KSP Kopdit Pintu Air atas peresmian kantor cabang hari ini,” ujar Rocky Wunaryo.

Ia menegaskan, peresmian kantor tersebut bukan sekadar acara seremonial, melainkan momentum penting bagi kebangkitan ekonomi rakyat di wilayah Moru dan sekitarnya.

Menurutnya, setiap kantor koperasi yang berdiri merupakan rumah harapan masyarakat kecil, tempat masyarakat menaruh mimpi, mencari jalan keluar dari kesulitan ekonomi, serta tempat tumbuhnya semangat gotong royong untuk maju bersama.

“Koperasi adalah rumah harapan masyarakat. Tempat masyarakat kecil mencari jalan keluar dari kesulitan ekonomi melalui semangat gotong royong dan kebersamaan,” katanya.

Rocky juga menilai kehadiran KSP Kopdit Pintu Air bukan hanya memberikan pelayanan simpan pinjam, tetapi menjadi bagian dari gerakan pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi petani, nelayan, pelaku UMKM, mama-mama kecil, dan keluarga sederhana agar memiliki akses ekonomi yang lebih baik.

Ia mengapresiasi perkembangan Kopdit Pintu Air yang terus bertumbuh dan mampu menjangkau masyarakat hingga ke pelosok daerah. Menurutnya, hal itu menjadi bukti bahwa koperasi masih menjadi kekuatan ekonomi rakyat yang nyata dan relevan.

Pemerintah Kabupaten Alor, lanjut Rocky, mendukung penuh gerakan koperasi sebagai bagian dari pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Kita membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, koperasi, lembaga keuangan, tokoh masyarakat, dan seluruh warga,” tegasnya.

Dalam suasana penuh keakraban, Rocky juga sempat mencairkan suasana dengan candaan terkait pakaian biru yang dikenakannya, yang identik dengan warna seragam KSP Kopdit Pintu Air.

“Kalau hadir hari ini saya juga harus pakai baju biru. Dan ternyata setelah dipakai memang keren sekali,” katanya yang disambut tawa hadirin.

Dengan nada santai, ia bahkan menyampaikan kemungkinan tetap mengenakan pakaian berwarna biru saat melanjutkan perjalanan menghadiri penutupan MTQ di Pantar dan Baranusa sebagai bentuk promosi bagi Kopdit Pintu Air.

Selain mendorong penguatan ekonomi rakyat, Rocky juga mengajak masyarakat mulai menerapkan pola hidup hemat dan ramah lingkungan.

Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Alor mulai mendorong pengurangan penggunaan air mineral kemasan plastik sekali pakai dalam berbagai kegiatan pemerintahan guna menjaga lingkungan dan mengurangi sampah plastik.

Bahkan, ia menginstruksikan jajaran protokol Pemerintah Kabupaten Alor untuk mulai mengurangi penggunaan air mineral kemasan plastik sekali pakai dalam kegiatan pemerintahan.

“Sederhana saja yang penting kebersamaan dan manfaatnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus KSP Kopdit Pintu Air Cabang Moru, Vitalis Bangkai, mengatakan kehadiran kantor cabang tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan layanan keuangan yang sehat, aman, dan bebas dari praktik rentenir.

“Hari ini kita resmikan Kantor Cabang Moru agar masyarakat tidak lagi terjerat rentenir. Mari bersama-sama menanam uang, menikmati hasilnya, dan saling membantu ketika ada anggota yang mengalami kesulitan,” jelasnya.

Ia menambahkan, KSP Kopdit Pintu Air terus mengedepankan prinsip solidaritas melalui program simpan pinjam serta dana solidaritas kesehatan dan sosial bagi seluruh anggota.

Menurut Vitalis, kehadiran KSP Kopdit Pintu Air di Moru bukan hanya sekadar membuka layanan koperasi, tetapi menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dibangun atas dasar kebersamaan, kepercayaan, dan semangat saling menolong.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana, Aloysia Contina Dua Wara, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya peresmian kantor cabang yang telah dinantikan masyarakat selama lima tahun terakhir.

Menurutnya, pengumuman resmi Moru sebagai kantor cabang ke-63 KSP Kopdit Pintu Air baru disampaikan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Nasional pada April 2026 lalu.

“Kami menyadari tanpa campur tangan Tuhan dan dukungan semua pihak, acara ini tidak mungkin berjalan lancar,” ujar Aloysia.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota, panitia, pengurus pusat, serta masyarakat yang telah mendukung penuh proses persiapan hingga terlaksananya peresmian tersebut.

Diketahui, KSP Kopdit Pintu Air saat ini menjadi salah satu koperasi terbesar di Indonesia Timur dengan jumlah anggota mencapai ratusan ribu orang.

Ekspansi ke wilayah Moru, Kabupaten Alor, menjadi bukti komitmen lembaga tersebut dalam memperluas pelayanan ekonomi kerakyatan hingga ke wilayah kepulauan dan perbatasan di Nusa Tenggara Timur.

Peresmian Kantor KSP Kopdit Pintu Air Cabang Moru diharapkan mampu membuka akses layanan keuangan yang lebih mudah, transparan, dan berpihak kepada masyarakat kecil, khususnya di wilayah Kecamatan Alor Barat Daya dan ABAD Selatan.

Prosesi peresmian ditandai dengan pembukaan selubung kain papan nama kantor oleh Wakil Bupati Alor didampingi Ketua KSP Kopdit Pintu Air Rotat Indonesia Pusat Yakobus Dhano, Ketua Pengurus KSP Kopdit Pintu Air Cabang Moru Vitalis Bangkai.

Anggota Komisi V DPRD Provinsi NTT Astya Bendelina Gaidaka, Sekretaris Daerah Kabupaten Alor Melkisedek Bely, S.Sos., M.Si., Camat ABAD Yapi N. Hinglir, S.P., serta jajaran pengurus dan manajer KSP Kopdit Pintu Air Moru.

Suasana peresmian berlangsung meriah dan penuh sukacita yang ditandai dengan tepuk tangan masyarakat dan seluruh tamu undangan sebagai bentuk dukungan terhadap hadirnya lembaga koperasi yang diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan di wilayah Moru dan sekitarnya.

“Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberkati setiap niat baik, kerja keras, dan pelayanan kita bersama,” tutup Wakil Bupati Alor.

Penulis : Nursan | Editor : Redaksi

Wabup Alor Lantik Melkisedek Bely Jadi Sekda Defenitif, Tekankan Penguatan Reformasi Birokrasi

ALOR, Bajopos.com | Pemerintah Kabupaten Alor resmi memiliki Sekretaris Daerah (Sekda) definitif. Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, SH., M.M., melantik dan mengambil sumpah jabatan Melkisedek Bely, S.Sos., M.Si., sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Alor dalam upacara yang berlangsung khidmat di Aula Rumah Jabatan Bupati Alor, Jumat (8/5/2026).

Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Bupati Alor Nomor: 800.1.3.3/226.3/BKPSDM.3/2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Alor.

Sebelum dilantik sebagai Sekda, Melkisedek Bely menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Alor. Pengangkatannya telah melalui tahapan seleksi dan memperoleh persetujuan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta rekomendasi Gubernur Nusa Tenggara Timur sesuai ketentuan perundang-undangan.

Dalam prosesi pengambilan sumpah jabatan, Wakil Bupati Alor menegaskan bahwa jabatan Sekda bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah besar yang mengandung tanggung jawab moral, hukum, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Sumpah yang saudara ucapkan mengandung tanggung jawab terhadap bangsa dan negara Republik Indonesia, tanggung jawab dalam memelihara dan mengamalkan Pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945, juga tanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakat,” tegas Rocky Winaryo.

Ia juga mengingatkan bahwa sumpah jabatan tidak hanya disaksikan oleh manusia, tetapi juga oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam sambutannya, Rocky menyebut pelantikan Sekda definitif menjadi momentum penting untuk memperkuat stabilitas birokrasi dan tata kelola pemerintahan daerah.

Menurutnya, seluruh tahapan seleksi telah berjalan panjang dengan mengedepankan profesionalisme, kompetensi, integritas, serta koordinasi lintas lembaga sesuai aturan yang berlaku.

“Kita semua memahami bahwa proses untuk sampai pada momentum hari ini bukanlah perjalanan yang singkat,” ujarnya.

Rocky turut menyampaikan apresiasi kepada Panitia Seleksi atas dedikasi dan profesionalisme selama proses seleksi berlangsung.

Ia juga memberikan penghargaan kepada Penjabat Sekda Alor, Obeth Bolang, S.Sos., M.AP., atas pengabdian dan dedikasinya selama masa transisi pemerintahan daerah.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Alor, Usman S. Plaikari, yang hadir mewakili pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Alor, menyampaikan ucapan selamat kepada Sekda yang baru dilantik.

Menurut Usman, jabatan Sekda memiliki posisi strategis dalam menggerakkan roda birokrasi, mengendalikan pembangunan daerah, serta menjembatani kebijakan kepala daerah dengan pelaksanaan teknis di lapangan.

Ia berharap Sekda yang baru mampu memperkuat disiplin dan profesionalisme ASN, membangun koordinasi efektif antara eksekutif dan legislatif, serta mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang akuntabel dan transparan.

“Jabatan adalah amanah, bukan sekadar posisi. Tunaikan tugas ini dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, dan dedikasi demi kemajuan Kabupaten Alor yang kita cintai, Negeri Seribu Moko,” ujar Usman.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Bupati Alor Iskandar Lakamau, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, panitia seleksi, para camat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, insan pers, serta sejumlah undangan lainnya.

Suasana pelantikan berlangsung penuh khidmat yang ditandai dengan pengucapan sumpah jabatan, penandatanganan berita acara sumpah/janji, hingga pemberian ucapan selamat kepada Sekda definitif yang baru dilantik.

Pemerintah Kabupaten Alor berharap pelantikan Sekda definitif ini semakin memperkuat reformasi birokrasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong percepatan pembangunan menuju Kabupaten Alor yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.

Reporter : Nursan

Editor : Dien

Qori Desa Hulnani Bersinar, Raih Juara Dua MTQ ke-XXXI Kecamatan Abal

KALABAHI, Bajopos.com – Ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXI tingkat Kecamatan Abal yang digelar pada Minggu, 19 April 2026 di Desa Bampalola tidak sekadar menjadi arena perlombaan, tetapi juga panggung pembinaan generasi Qurani yang berkarakter dan berdaya saing.

Kegiatan tahunan tersebut menghadirkan peserta dari berbagai kafilah desa dengan kemampuan yang kian merata. Pada cabang Tilawatil Qur’an tingkat dewasa, persaingan berlangsung ketat sejak babak penyisihan hingga final, menampilkan kualitas bacaan yang mengedepankan ketepatan tajwid, keindahan irama, serta penghayatan ayat suci.

Di tengah kompetisi yang sengit itu, nama Alamudin Oda, Qori asal Desa Hulnani, berhasil mencuri perhatian dewan juri. Ia sukses meraih posisi kedua, sebuah capaian yang tidak hanya membanggakan kafilahnya, tetapi juga menunjukkan hasil dari pembinaan yang konsisten di tingkat desa.

Kafilah Desa Hulnani sendiri dikenal mengandalkan sumber daya manusia lokal dalam proses pembinaan. Strategi ini dinilai efektif dalam membangun kemandirian serta menggali potensi generasi muda untuk tampil di ajang keagamaan.

Alamudin mengungkapkan rasa syukur atas pencapaiannya. Ia menyebut keberhasilan tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas tilawah di masa mendatang.

“Dengan didapatkannya juara dua ini, saya merasa bangga dan terharu. Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).

Capaian ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi generasi muda lainnya di Kecamatan Abal untuk terus mengasah kemampuan membaca Al-Qur’an dan berani tampil dalam ajang serupa.

MTQ pun kembali menegaskan perannya sebagai ruang strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai keagamaan.

Reporter: Nursan

Wagub NTT Lepas Pawai Paskah GAMKI Alor 2026, Tegaskan Semangat Persatuan dan Iman

KALABAHI, Bajopos.com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, secara resmi melepas Pawai Paskah yang diselenggarakan oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia Kabupaten Alor Tahun 2026 di Kota Kalabahi, Selasa (13/4/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Paskah yang digelar sebagai wujud penghayatan iman sekaligus kesaksian kasih Kristus di tengah kehidupan masyarakat.

Ribuan peserta dari berbagai denominasi gereja tampak antusias mengikuti prosesi pawai yang dimulai dari jalur Watamelang menuju pusat Kota Kalabahi.

Dalam sambutannya, Johni Asadoma menyampaikan apresiasi atas semangat pemuda Kristen Alor yang dinilai konsisten menjaga nilai persatuan, toleransi, dan iman dalam kehidupan bermasyarakat.

Ketua DPC GAMKI Kabupaten Alor, Demetrius Mautuka, menegaskan bahwa kegiatan Jalan Sengsara yang dilaksanakan bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan panggilan iman yang hidup.

“Ini adalah bentuk kesaksian iman kami kepada masyarakat. Momentum ini harus dijaga dalam kekhusyukan dan menjadi sarana untuk memperkuat peran kita sebagai pembawa damai,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Paskah GAMKI Alor, Steven Waang Illu, menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk aparat keamanan dan seluruh elemen masyarakat.

Ia menambahkan bahwa fragmen Jalan Sengsara yang diperankan para pemuda diharapkan mampu menghadirkan makna teologis yang mendalam bagi masyarakat luas.

Panitia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga ketertiban, kesantunan, dan kedamaian selama kegiatan berlangsung, mengingat prosesi ini merupakan bagian dari ibadah yang sakral.

Apresiasi khusus turut diberikan kepada umat Muslim, terutama remaja masjid, yang ikut berperan dalam menjaga keamanan dan kelancaran kegiatan.

Kebersamaan ini dinilai sebagai cerminan nyata kuatnya persaudaraan dan toleransi antarumat beragama di Kabupaten Alor.
Dukungan senada disampaikan Elia Maruli yang mewakili Senior GAMKI Alor.

Ia menegaskan bahwa Paskah merupakan simbol kemenangan kehidupan atas kematian, sekaligus panggilan untuk memperkuat iman dan spiritualitas.

“Semangat yang dibangun adalah damai, bukan keributan. Biarlah kegiatan ini menjadi wadah untuk memuliakan nama Tuhan dan memperkuat persaudaraan,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh pemuda, khususnya kader GAMKI di Kabupaten Alor, untuk terus menjadi teladan dalam menjaga ketertiban, memperkuat persatuan, serta berperan aktif dalam pembangunan daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, bersama istri Lidya Siawan Winaryo; Kapolres Alor, Nur Azhari; perwakilan Pemerintah Provinsi NTT, Ambrosius Kodo; anggota DPRD Provinsi NTT, Muhammad H. Ansor; Penjabat Sekda Alor, Obeth Bolang; Asisten I Setda Alor, Moh. Ridwan Nampira; serta jajaran Senior GAMKI, termasuk Imanuel E. Blegur dan Lim Chr Odja.

Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh peserta pawai perutusan dari berbagai gereja dan denominasi, yang semakin memperkuat semangat kebersamaan dalam perayaan iman tersebut.

Momentum ini tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga memperkuat solidaritas lintas jemaat serta meneguhkan peran generasi muda sebagai agen perdamaian dan harapan bagi masa depan daerah.

Pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat pun menyatakan dukungan penuh sebagai bentuk sinergi dalam menjaga kehidupan sosial yang harmonis dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.

Reporter : Nursan

Halal Bi Halal Pemuda Dulolong Mataru Perkuat Persaudaraan di Bumi Alor

ALOR, BAJOPOS.COM – Semangat kebersamaan pasca Idul Fitri terasa hangat di Lapangan Desa Dulolong, Sabtu (28/3/2026).

Bagaimana tidak, ratusan warga dari berbagai wilayah di Kabupaten Alor tumpah ruah dalam kegiatan Halal Bi Halal yang digelar oleh pemuda Dulolong bersama keluarga besar Mataru.

Acara yang mengusung tema “Bangun Kebersamaan, Merajut Persatuan, Hasilkan Persaudaraan dalam Harmoni Idul Fitri” ini dihadiri sejumlah unsur pimpinan wilayah, diantaranya; Camat Mataru, Camat Abad, Camat Abad Selatan, Camat Alor Tengah Utara (ATU), Camat Lembur, serta Kapolsek Abal yang mewakili Kapolres Alor.

Hadir pula tokoh agama, tokoh masyarakat, para pemain sepak bola dari berbagai tim, dan undangan lainnya.

Ketua panitia, Satrio Basir, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting dalam mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

“Momentum ini tak terpisahkan dalam kehidupan bermasyarakat yang harus terus dibina dan dipupuk. Kami sebagai pemuda melihat banyak nilai positif yang lahir, termasuk di bidang persepakbolaan,” ujarnya.

Menurut Satrio, kegiatan Halal Bi Halal ini juga menjadi simbol kebangkitan solidaritas pemuda lintas wilayah. Ia menyebut, hubungan baik yang terjalin melalui kegiatan ini menjadi bagian dari sejarah yang mereka bangun sendiri.

“Ini adalah momentum bersejarah yang kami ciptakan bersama, sebagai wujud persaudaraan yang nyata,” tambahnya.

Sementara itu, tokoh ulama Kabupaten Alor, Ustaz Nurdin Abdullah, yang didapuk menyampaikan hikmah Halal Bi Halal, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif para pemuda Dulolong dan Mataru.

“Baru kali ini kegiatan seperti ini digelar oleh pemuda Dulolong dan keluarga Mataru. Ini langkah luar biasa yang patut diapresiasi,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai toleransi yang telah menjadi identitas masyarakat Alor.

“Alor dikenal dengan semboyan Taramiti Tominuku, dengan toleransi yang kuat. Jangan sampai dinodai oleh sikap-sikap yang tidak terpuji,” tegasnya.

Di akhir tausiyahnya, Ustaz Nurdin berpesan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu negatif yang dapat merusak keharmonisan yang telah terbangun.

“Tetap jalin silaturahmi ini dengan baik dan saling menghargai satu sama lain,” pungkasnya.

Kegiatan Halal Bi Halal ini menjadi bukti bahwa semangat Idul Fitri bukan hanya soal perayaan, tetapi juga tentang memperkuat persatuan, membangun komunikasi, dan menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Alor.

Reporter : Nursan

Editor : Faidin

Mantan Bupati Alor Dua Periode, Amon Djobo Tutup Usia

ALOR, BAJOPOS.COM – Kabar duka menyelimuti masyarakat Kabupaten Alor. Mantan Bupati Alor dua periode, Amon Djobo, dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (26/3/2026) petang.

Almarhum menghembuskan napas terakhir di RSUD Kalabahi. Informasi duka ini dibenarkan oleh pihak keluarga melalui salah satu kolega terdekat almarhum, Walter Datemoli.

Semasa hidupnya, Amon Djobo yang akrab disapa AJ pernah menjabat sebagai Bupati Alor selama dua periode, yakni 2013–2018 dan 2018–2023. Ia dikenal sebagai sosok birokrat senior sebelum terjun ke dunia politik.

Almarhum juga diketahui baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-66 pada 22 Februari 2026 lalu.

Sebelum wafat, almarhum memiliki riwayat penyakit jantung. Ia juga merupakan pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan pangkat terakhir Pembina Utama Muda (IV/d).

Kepergian Amon Djobo menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Alor, yang mengenalnya sebagai pemimpin dengan dedikasi panjang bagi daerah.

Reporter : Nursan

Halal Bi Halal di Dulolong-Alor Jadi Upaya Rekatkan Persaudaraan

ALOR, BAJOPOS.COM – Kegiatan Halal Bi Halal yang digagas Pemuda Dulolong, Desa Dulolong, Kabupaten Alor, menjadi salah satu upaya mempererat kembali hubungan persaudaraan masyarakat setelah munculnya sejumlah perseteruan antar kelompok dan tawuran remaja di daerah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Inisiatif yang digerakkan oleh pemuda yang tergabung dalam komunitas suporter Ultras Roda FC ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi sosial yang dinilai berpotensi memicu perpecahan di tengah masyarakat.

Para pemuda Dulolong menilai, konflik dan gesekan yang sempat terjadi antar kelompok masyarakat tidak hanya melibatkan generasi muda, tetapi juga berdampak pada hubungan sosial di beberapa wilayah di Kabupaten Alor. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas kehidupan masyarakat jika tidak disikapi dengan langkah-langkah persatuan.

Karena itu, momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah dipandang sebagai waktu yang tepat untuk mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam suasana silaturahmi dan saling memaafkan.

“Halal Bi Halal ini kami gagas sebagai ruang mempertemukan kembali keluarga besar dan masyarakat yang mungkin sempat mengalami gesekan, agar hubungan persaudaraan dapat kembali terjalin dengan baik,” ujar perwakilan Pemuda Dulolong.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026 di Desa Dulolong tersebut awalnya dirancang sebagai pertemuan keluarga besar Dulolong dan Mataru.

Namun, setelah mendapat berbagai masukan dari tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para senior dan pemuda setempat, panitia akhirnya memperluas lingkup kegiatan.

Selain keluarga besar dari kedua wilayah tersebut, panitia juga berencana mengundang sejumlah klub sepak bola yang pernah terlibat dalam Turnamen Bupati Cup dan Gerindra Cup 2025. Bahkan, tidak menutup kemungkinan perwakilan dari beberapa kampung atau komunitas yang sebelumnya sempat terlibat konflik juga akan diundang.

Panitia berharap pertemuan tersebut dapat menjadi ruang dialog dan rekonsiliasi sosial yang memperkuat kembali nilai persaudaraan di tengah masyarakat Alor.

Dalam rangka memastikan kelancaran kegiatan, perwakilan Pemuda Dulolong juga telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan aparat keamanan.

Pada Rabu (11/3/2026), panitia mendatangi ruang kerja Kapolres Alor untuk memohon dukungan serta membangun sinergi demi terselenggaranya kegiatan secara aman dan tertib.

Selain itu, komunikasi juga telah dilakukan dengan Bupati Alor, Ketua DPRD Kabupaten Alor, serta beberapa anggota DPRD lainnya sebagai bentuk dukungan bersama terhadap upaya menjaga persatuan masyarakat.

Meski menyadari tidak memiliki kewenangan formal dalam meredam konflik sosial, para pemuda Dulolong berharap kegiatan tersebut dapat menjadi contoh bahwa masyarakat, khususnya generasi muda, dapat mengambil peran aktif dalam menjaga kedamaian.

Melalui kegiatan Halal Bi Halal ini, panitia mengajak seluruh masyarakat Alor untuk kembali memperkuat semangat kebersamaan, meninggalkan konflik, dan membangun kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.

Jurnalis : Nursan
Editor : Redaksi