Jum. Jun 5th, 2026

Faidin Att Thohir

MAN Ende Libatkan Guru dan Siswa, 43 Paket Sembako Disalurkan ke Jamaah Nurul Iman

ENDE, BAJOPOS.COM – Semangat berbagi menyambut Ramadhan 1447 Hijriah ditunjukkan keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri Ende dengan menyalurkan 43 paket sembako kepada jamaah Masjid Nurul Iman KM 5 Wolowona dan masyarakat sekitar, Senin (16/2/2026) pagi waktu setempat.

Kegiatan yang dikemas dalam Gema Ramadhan 1447 H itu dipusatkan di pelataran Masjid Nurul Iman KM 5 Wolowona. Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) urusan Kesiswaan, Abdul Gani, mewakili Kepala MAN Ende, H. Tahrun Thalib.

Abdul Gani menegaskan, bantuan tersebut bukan berasal dari pihak luar, melainkan hasil gotong royong internal madrasah. Sebanyak 43 paket sembako itu dikumpulkan dari sumbangan sukarela bapak dan ibu Guru, Tenaga Kependidikan (GTK), serta siswa-siswi MAN Ende yang dihimpun oleh bagian kesiswaan.

“43 paket sembako berasal dari sumbangan sukarela bapak/ibu Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) beserta siswa-siswi yang dikumpulkan oleh bagian kesiswaan MAN Ende,” ungkap Abdul Gani saat menyerahkan bantuan.

Ia berharap, bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para penerima dalam menyongsong bulan suci Ramadhan. Menurutnya, kegiatan berbagi ini sejalan dengan visi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende, khususnya komitmen keluarga besar MAN Ende untuk memberi dampak langsung kepada masyarakat.

“Kami berharap agar paket sembako ini dapat digunakan sebaik-baiknya oleh bapak/ibu jamaah Masjid Nurul Iman KM 5 Wolowona dan masyarakat di sekitarnya dalam menyongsong bulan Ramadhan 1447 Hijriyah,” ujarnya.

Salah satu penerima bantuan, Siti Hawa, menyampaikan apresiasi atas kepedulian keluarga besar MAN Ende. Ia berharap kebaikan para guru, tenaga kependidikan, dan siswa mendapat balasan dari Allah SWT.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar MAN Ende atas pemberian paket sembako ini. Mudah-mudahan Allah SWT membalas semua kebaikan bapak/ibu Guru dan Tenaga Kependidikan beserta siswa-siswi,” kata Siti Hawa.

Melalui Gema Ramadhan 1447 H, MAN Ende tidak hanya menguatkan pendidikan di ruang kelas, tetapi juga menanamkan nilai empati dan kepedulian sosial yang nyata di tengah masyarakat.(Faidin)

Sambut Ramadhan 1447 H, MTs Negeri 2 Lembata Jadikan Masjid Ruang Pendidikan Karakter

LEMBATA, BAJOPOS.COM – Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah/2026 Masehi, Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Lembata memanfaatkan momentum Program Gerakan Bersama (Geber) Bersih-Bersih Masjid (BBM) Tahun 2026 sebagai ruang pembelajaran nyata bagi peserta didik.

Program yang digagas oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam tersebut dilaksanakan Senin (16/2/2026) dan menjadi bagian dari gerakan Masjid Berdaya Berdampak. Namun, bagi MTs Negeri 2 Lembata, kegiatan ini tidak sekadar agenda seremonial menyambut Ramadhan.

Kegiatan dibagi ke tiga lokasi, yakni Masjid Babul Hidayah Lamahora, Masjid Nur Salam Wangatoa, dan Masjid YAMP Besar Wangatoa. Pembagian titik ini dirancang agar keterlibatan murid, guru, dan tenaga kependidikan berlangsung merata sekaligus menjangkau lebih banyak rumah ibadah.

Sejak pagi, para murid bersama guru membersihkan ruang utama masjid, tempat wudu, halaman, kaca jendela, hingga menata kembali perlengkapan ibadah. Gotong royong menjadi suasana utama yang terlihat di setiap lokasi.

Kepala MTs Negeri 2 Lembata, Ramlah Budiman, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi pembinaan karakter.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat. Melalui kegiatan ini, murid belajar tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian sosial secara langsung,” ujarnya.

Menurutnya, pengalaman belajar kontekstual seperti ini memperkuat disiplin dan sikap moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai itu dinilai penting untuk membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara sosial dan spiritual.

Melalui Program Geber BBM 2026, madrasah berharap masjid-masjid di lingkungan sekitar semakin bersih dan nyaman, sehingga jamaah dapat menjalankan ibadah Ramadhan, termasuk salat tarawih berjamaah, dengan khusyuk.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan posisi madrasah sebagai institusi pendidikan yang terlibat aktif dalam penguatan layanan keagamaan dan pemberdayaan masyarakat, sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama.(Faidin) 

Moderasi dan Kebersamaan Warnai Gema Ramadhan di Lamakera

FLORES TIMUR, BAJOPOS.COM – Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Madrasah Aliyah Negeri 2 Flores Timur mengambil peran dalam kegiatan Gema Ramadhan yang dikemas dalam pawai ta’aruf di wilayah Lamakera, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan yang melibatkan civitas madrasah bersama sekolah lain dan elemen masyarakat se-Lamakera itu menjadi ruang perjumpaan lintas kalangan dalam suasana religius yang inklusif.

Pawai dimulai dari Watobuku, bergerak menuju Musholla Baburrahman Motonwutun, dan berakhir di Masjid Al Ijtihad Lamakera.

Berbeda dari sekadar seremoni tahunan, pawai tersebut menonjolkan praktik moderasi beragama di lingkungan pendidikan. Guru serta pegawai non-Muslim turut ambil bagian, memperlihatkan semangat toleransi yang hidup dalam keseharian madrasah.

Seluruh peserta mengenakan busana muslim dan mengikuti kegiatan secara tertib sebagai bagian dari syiar menyambut Ramadhan.

Imam Masjid Al Ijtihad Lamakera, Ibrahim R. Dasi, secara resmi melepas rombongan pawai. Ia berharap momentum ini semakin mempererat ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan masyarakat dalam memasuki bulan suci.

Sepanjang rute, kegiatan diisi dengan penampilan seni dan budaya Islami, mulai dari marching band hingga lantunan sholawat. Nuansa religius berpadu dengan ekspresi kreatif peserta didik, menjadikan pawai sebagai ruang pembelajaran terbuka di tengah masyarakat.

Bagi siswa MAN 2 Flores Timur, keterlibatan dalam Gema Ramadhan tidak hanya memperkuat pemahaman keagamaan, tetapi juga melatih kepercayaan diri, kedisiplinan, kerja sama, serta kepedulian sosial. Madrasah menilai pengalaman langsung di ruang publik menjadi bagian penting dari pembinaan karakter moderat dan toleran.

Keikutsertaan dalam kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen MAN 2 Flores Timur mendukung penguatan moderasi beragama dan harmoni sosial, sejalan dengan arah kebijakan pendidikan Kementerian Agama dalam membangun generasi berkarakter dan inklusif.(Faidin)

Membiarkan Berbeda: Ikhtiar Memahami Kehendak Tuhan

Oleh:

Muhammad Dwifajri (Dosen Uhamka)

Dunia tidak pernah lahir dalam satu warna. Sejak awal, kehidupan bergerak dalam ragam bentuk, bahasa, keyakinan, dan kepentingan. Perbedaan bukanlah anomali, melainkan jejak paling nyata dari kehendak Tuhan atas semesta.

Persoalannya, manusia kerap gelisah menghadapi yang tak seragam. Ego, baik sebagai individu maupun kelompok, sering memaksakan satu tafsir kebenaran seolah-olah hanya ada satu sudut pandang yang sah.

Di titik inilah perbedaan berubah menjadi sumber ketegangan. Padahal, bisa jadi disanalah ujian sesungguhnya: mampukah kita membiarkan yang berbeda tetap ada tanpa merasa terancam?

Membiarkan berbeda bukan sikap pasif, apalagi menyerah. Ia adalah ikhtiar sadar untuk membaca kehendak Tuhan dalam realitas yang majemuk. Setiap manusia hadir dengan latar, pengalaman, dan kapasitas yang tak sama. Ketika kita menahan diri dari menghakimi, sesungguhnya kita sedang belajar memahami “bahasa” Tuhan yang termaktub dalam keragaman itu sendiri.

Keragaman sebagai Keniscayaan

Dalam lintasan sejarah, perbedaan adalah fakta sosial yang tak terhindarkan—dari budaya dan bahasa hingga struktur ekonomi. Bagi seorang Muslim, keragaman bukan sekadar realitas sosiologis, tetapi bagian dari keyakinan teologis. Ia berakar pada Tauhid: bahwa segala yang terjadi, termasuk perbedaan, berada dalam lingkup kehendak-Nya.

Melalui tafsir Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar, pluralitas dipahami bukan sebagai pemantik konflik, melainkan sebagai tanda kebesaran Tuhan.

Pertama, keragaman adalah kehendak Ilahi. Dalam Surah Hud [11]: 118–119 ditegaskan, Tuhan mampu saja menjadikan manusia seragam. Namun Dia tidak menghendakinya.

Buya Hamka mengingatkan, hanya cara pandang sempit yang menginginkan keseragaman total. Bagi akal yang lapang, perbedaan justru menghadirkan dinamika. “Ramailah hidup ini,” tulis Hamka, karena adanya ragam.

Kedua, manusia berasal dari satu asal. Surah Al-Baqarah [2]: 213 menegaskan kesatuan kemanusiaan. Perbedaan fisik dan sosial hanyalah hasil perjalanan sejarah dan lingkungan. Konflik muncul bukan semata karena perbedaan, melainkan karena dengki dan kepentingan sempit yang mengaburkan fitrah.

Ketiga, kebebasan berkeyakinan berjalan seiring etika toleransi. Surah Al-Kahfi [18]: 29 menegaskan kebebasan memilih, sementara Surah Al-An’am [6]: 108 melarang penghinaan terhadap keyakinan lain.

Larangan ini bukan sekadar strategi sosial, melainkan pengakuan bahwa hidayah adalah otoritas Tuhan. Menghormati perbedaan adalah bagian dari menjaga iman.

Menuju Harmoni Lita’arafu

Keragaman, sebagaimana ditegaskan dalam Surah Al-Hujurat [49]: 13, adalah jalan untuk saling mengenal—lita’arafu. Dalam kerangka pemikiran Hamka, setidaknya ada empat sikap yang perlu diteguhkan.

Pertama, penerimaan: mengakui perbedaan sebagai kenyataan yang ditakdirkan. Kemudian, Kedua, pertumbuhan: menjadikan perbedaan sebagai ruang dialog dan pembelajaran. Selanjutnya, yang ketiga, persaudaraan: menyadari kesatuan asal-usul kemanusiaan. Dan keempat, toleransi aktif: menjaga harmoni tanpa merendahkan yang lain.

Pada akhirnya, memahami takdir berarti percaya bahwa di balik ragam yang tampak, ada harmoni yang sedang dijalin. Ukuran kemuliaan di hadapan Tuhan bukanlah identitas sosial, melainkan ketakwaan. Maka, menghargai perbedaan bukan sekadar etika sosial, tetapi bentuk penghormatan kepada Sang Pengatur Kehidupan.

Wakapolda NTT untuk SMPN 48 Sa Ate Gaikiu; Janji 100 Kursi, Tidak Janji Gedung Permanen

SIKKA, BAJOPOS.COM – Wakil Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Wakapolda NTT), Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo, S.I.K., M.H., melakukan kunjungan sosial ke dua lembaga sekolah negeri yaitu SMP Negeri 48 Sa Ate Gaikiu dan SDN Gaikiu, Desa Bu Utara, Kecamatan Tana Wawo, Kabupaten Sikka, Senin (16/2/2026) pagi.

Dalam kunjungan tersebut, Wakapolda menegaskan bahwa kehadiran dirinya adalah komitmen Polri untuk mendukung keberlangsungan proses belajar mengajar pasca robohnya bangunan sekolah akibat hujan dan angin kencang yang terjadi sekitar 22–25 Januari 2026 yang lalu.

Namun, bantuan yang dijanjikan sebatas sarana penunjang belajar, bukan menjanjikan pembangunan gedung sekolah permanen.

Dalam laporan resmi yang diterima Bajopos.com Senin, (16/2/), malam melalui Kasi Humas Polres Sikka, Leonardus Tunga, S.M, diterangkan bahwa saat itu, kegiatan berlangsung pada pukul 07.53 hingga 08.46 Wita.

Sesampainya di lokasi, Wakapolda kemudian disambut secara adat (Jiwo Jawo) oleh tokoh masyarakat setempat yakni Bapak Agus, sembari pengalungan selendang kepada Wakapolda dan rombongan, diantaranya; Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, S.I.K., serta Wakapolres Sikka Kompol Nofi Posu, S.H., S.I.K., M.H. yang juga turut dikalungi.

Dalam kesempatan itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMP Negeri 48 Sa Ate Gaikiu, Maria Astinoli, S.Pd. menjelaskan kondisi bangunan sekolah yang rubuh dan berdampak pada aktivitas belajar sejumlah 52 siswa yang kini harus menjalani pembelajaran dalam keterbatasan fasilitas.

Sementara itu, Wakapolda, Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo, S.I.K., M.H. mengungkapkan empatinya atas musibah yang dialami pihak sekolah.

“Polri turut merasa atas musibah yang dialami para guru dan siswa-siswi SMP Negeri 48 Sa Ate Gaikiu. Polri hadir disini untuk mendukung proses belajar mengajar yang dilaksanakan oleh guru dan siswa-siswi SMP Negeri 48 Sa Ate Gaikiu tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ditengah ke empatiannya itu, ia memberi bantuan perlengkapan belajar termasuk 100 buah tas berisi buku dan alat tulis, 4 lembar papan tulis beserta alat tulis dan penghapus untuk siswa-siswi kedua sekolah itu.

Tak hanya itu, tenda sejumlah 2 unit milik Polri itu pula turut diberikan untuk bisa melangsungkan proses kegiatan belajar di bawah bangunan sekolah dari kain itu.

Meski, 100 unit meja dan kursi yang hendak diberikan kepada SMP Negeri 48 Sa Ate Gaikiu masih dalam janji. Meja dan kursi itu akan di serahkan menyusul.

Gedung Permanen Sekolah Tak Terjanjikan

Dalam kesempatan itu pula, tidak ada pernyataan atau komitmen terkait pembangunan gedung sekolah permanen dari Wakapolda. Bantuan yang diberikan difokuskan pada penyediaan fasilitas darurat agar kegiatan belajar tetap berlangsung.

Usai penyerahan bantuan simbolis berupa tas dan alat tulis kepada siswa SMP Negeri 48 Sa Ate Gaikiu dan siswa SDN Gaikiu, Wakapolda bersama Kapolres Sikka dan Wakapolres Sikka meninjau langsung bangunan sekolah yang roboh sebelum melanjutkan perjalanan ke Maumere.

Kunjungan tersebut turut dihadiri Camat Tana Wawo Yohanis Oriwis Ngaga Seso, S.Sos., Pj Kepala Desa Bu Utara Yanuarius Fery, S.K.M., unsur BPBD Sikka, para pejabat utama Polres Sikka, tokoh masyarakat, dewan guru, serta perwakilan masyarakat Desa Bu Utara.

Kunjungi Panti Asuhan

Pada hari yang sama, sekitar pukul 14.10 Wita, Wakapolda NTT juga melaksanakan kunjungan dan pemberian bantuan sosial di Panti Asuhan Santo Aloysius Susteran ALMA, yang berlokasi di Jalan Wairklau No. 1, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka.

Dalam kegiatan tersebut, Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo, S.I.K., M.H. didampingi Ibu Wakil Ketua Bhayangkari Daerah NTT, Ny. Vina Sari Narulita Prabowo, serta Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, S.I.K. dan Wakapolres Sikka Kompol Nofi Posu, S.H., S.I.K., M.H.

Sebanyak 20 paket bantuan sosial berisi perlengkapan mandi dan sembako diserahkan secara simbolis kepada anak-anak panti asuhan.(Faidin)

Menangisi Ramadhan yang Belum Tiba: Belajar Cinta dari Mu’adz bin Jabal

Oleh : H. Al Amin, SH, M.Pd,

Ada orang-orang yang menanti Ramadan dengan daftar belanja. Ada pula yang menanti dengan daftar agenda buka bersama. Namun, ada satu sosok agung yang menanti Ramadan dengan air mata—bukan karena sedih menyambutnya, tetapi karena takut tak lagi berjumpa dengannya.

Ia adalah Mu’adz bin Jabal, sahabat Nabi (Muhammad SAW,red) yang dikenal paling memahami perkara halal dan haram. Kecerdasannya diakui, keilmuannya dihormati. Namun sisi yang paling menyentuh dari dirinya bukan sekadar keluasan ilmunya, melainkan kedalaman cintanya pada ibadah.

Diriwayatkan, ketika ajal menjemputnya, Mu’adz menangis. Para sahabat mungkin mengira ia takut menghadapi kematian. Namun air mata itu bukan karena gentar pada takdir, bukan pula karena berat meninggalkan dunia. Ia berkata:

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau tahu bahwa aku tidak mencintai dunia dan tidak ingin berlama-lama di dalamnya untuk mengalirkan sungai atau menanam pepohonan. Namun, aku menangis karena akan kehilangan rasa haus di siang hari yang panas, perjuangan menghidupkan malam, dan berdesakan bersama para ulama dalam majelis zikir.”

Betapa dalam kalimat itu. Ia menangisi puasa. Ia merindukan dahaga. Ia mencintai lelahnya qiyamul lail. Bagi Mu’adz, Ramadan bukan sekadar kewajiban syariat, melainkan kekasih yang selalu dinanti.

Pergeseran Makna Persiapan

Ada perbedaan mencolok antara generasi sahabat dan kita hari ini. Para sahabat berdoa enam bulan sebelum Ramadan agar dipertemukan dengannya, dan enam bulan setelahnya agar amal mereka diterima. Fokus mereka adalah kesiapan ruhani.

Hari ini, sering kali persiapan kita lebih dominan pada aspek fisik: stok bahan makanan, pakaian lebaran, hingga rencana lokasi berbuka puasa bersama. Semua itu tidak keliru, tetapi kisah Mu’adz mengingatkan bahwa inti Ramadan bukan pada gemerlap suasananya, melainkan pada getaran jiwa saat beribadah.

Ramadan seharusnya dirindukan karena ia menghadirkan kesempatan untuk kembali dekat kepada Allah, bukan sekadar momentum seremonial tahunan.

Menghargai Waktu di Tengah Distraksi

Di era digital, kita sering merasa waktu berjalan cepat namun terasa kosong. Banyak yang “menunggu azan magrib” dengan menggulir layar ponsel tanpa arah. Detik-detik Ramadan berlalu dalam distraksi.

Mu’adz mengajarkan perspektif yang berbeda: setiap siang yang haus adalah investasi akhirat. Setiap malam yang terjaga adalah tangga menuju derajat kemuliaan. Hingga kehilangan satu Ramadan saja cukup membuat seorang sahabat menangis.

Pertanyaannya, apakah kita pernah menangisi Ramadan yang berlalu tanpa makna?

Spiritual Quotient vs Materialisme

Zaman modern sering mengukur kebahagiaan dari apa yang dimiliki: rumah, kendaraan, jabatan, atau popularitas. Namun Mu’adz menunjukkan bahwa kebahagiaan tertinggi justru terletak pada kemampuan menundukkan hawa nafsu.

Puasa adalah latihan pengendalian diri. Ia bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan ego, amarah, dan keserakahan. Dalam konteks kekinian, puasa adalah terapi spiritual dan kesehatan mental di tengah gempuran tren konsumerisme dan budaya instan.

Self-control adalah kemewahan spiritual yang semakin langka.

Ramadan sebagai “Digital Detox” dan “Soul Recharge”

Kerinduan para sahabat kepada Ramadan adalah bentuk cinta yang tulus. Mereka melihatnya sebagai kesempatan mencuci jiwa yang berdebu oleh dosa dan kelalaian. Ramadan adalah ruang perbaikan diri, ruang hening di tengah kebisingan dunia.

Bagi kita hari ini, Ramadan bisa menjadi momentum digital detox—mengurangi kebisingan layar dan memperbanyak dialog dengan Allah. Ia juga menjadi soul recharge—mengisi ulang energi spiritual agar kita tidak kehilangan arah dalam kehidupan modern yang serba cepat.

Barangkali kita belum mampu menangisi Ramadan sebagaimana Mu’adz. Namun setidaknya, kita bisa mulai belajar merindukannya. Merindukan sujud yang lebih lama. Merindukan doa yang lebih khusyuk. Merindukan dahaga yang mengantarkan pada takwa.

Jika seorang sahabat menangis karena takut kehilangan Ramadan, maka kita seharusnya bertanya pada diri sendiri: sudahkah kita benar-benar mencintainya?

Penulis adalah H. Al Amin, SH, M.Pd, lahir di Sukun, 26 Juli 1984. Ia merupakan mantan Ketua PCNU Kabupaten Sikka (2015–2020 dan 2020–2023). Saat ini berprofesi sebagai ASN Penyuluh Agama Islam pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka. Ia juga pendiri Yayasan Daarul Amiin Maumere sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Daarul Amiin Maumere.

Editor : Redaksi

Aspirasi Warga NTT Masih Fokus Ekonomi hingga Penanganan Stunting

NTT – Aspirasi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) masih bertumpu pada penguatan ekonomi dan kesejahteraan, pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan dasar pendidikan dan kesehatan, serta percepatan penanganan kemiskinan dan stunting.

Hal itu mengemuka dalam Diskusi Publik Survei Kepuasan Masyarakat atas Kinerja Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur NTT bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma, Jumat malam (13/2/2026).

Kegiatan yang digelar di Sofyan Hotel Cut Meutia tersebut merupakan inisiasi Voxpol Center Research and Consulting dan dihadiri jurnalis nasional, mahasiswa, diaspora NTT, jajaran Pemprov NTT, serta mitra pembangunan.

Informasi mengenai kegiatan ini disampaikan langsung Gubernur melalui akun pribadi media sosialnya.

Survei Voxpol yang dilakukan secara ilmiah di 22 kabupaten/kota dengan melibatkan 800 responden mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur mencapai 80,5 persen.

Dalam unggahannya, Gubernur menegaskan bahwa capaian tersebut bukanlah akhir dari kerja pemerintahan.

“Bagi kami, angka ini bukan untuk berpuas diri, tetapi menjadi energi dan tanggung jawab moral untuk bekerja lebih keras, lebih cepat, dan lebih tepat sasaran,” tulisnya.

Ia menekankan bahwa hasil survei menjadi cermin evaluasi untuk menjawab kebutuhan utama masyarakat. Aspirasi warga yang masih berfokus pada ekonomi dan kesejahteraan mendorong pemerintah memperkuat pemberdayaan UMKM melalui program OVOP (One Village One Product) serta memperluas akses pasar produk lokal melalui NTT Mart.

Di sektor infrastruktur dan layanan dasar, pemerintah daerah terus mengarahkan program pada peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan. Penanganan kemiskinan dan stunting juga menjadi prioritas utama.

“Per Februari 2026, angka kemiskinan NTT turun menjadi 17,5 persen dari 18,6 persen pada Maret 2025,” ungkap Gubernur.

Tahun ini, Pemprov NTT menjalankan program bedah rumah bagi masyarakat miskin serta menerapkan pola orang tua asuh untuk percepatan penanganan stunting.

Gubernur juga menegaskan komitmennya terhadap akurasi data bantuan sosial. “Saya menegaskan komitmen menindak tegas oknum yang memanipulasi data kemiskinan maupun masyarakat mampu yang sengaja menerima bansos. Data harus akurat agar bantuan tepat sasaran,” tulisnya.

Selain itu, komitmen daerah sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional 2028 (PON) 2028 NTT–NTB tetap berjalan dengan prinsip efisiensi, yakni memanfaatkan dan merenovasi venue yang ada serta menggelar sebagian cabang di DKI Jakarta dan Jawa Barat tanpa membebani APBN.

Menutup pernyataannya, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergotong royong membangun NTT.

“Terima kasih atas dukungan, kritik, dan saran masyarakat NTT. Mari kita terus bergotong royong membangun NTT yang maju, sehat, cerdas, dan sejahtera,” tulisnya.(Redaksi)

Hasil Survei Voxpol, Melky-Johni Raih 80,5 Persen Kepuasan Masyarakat

NTT, BAJOPOS.COM – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadiri sekaligus menjadi narasumber utama dalam Diskusi Publik Survei Kepuasan Masyarakat atas Kinerja Satu Tahun Kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma, Jumat malam (13/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Sofyan Hotel Cut Meutia ini diinisiasi Voxpol Center Research and Consulting dan dihadiri jurnalis nasional, mahasiswa, diaspora NTT, jajaran Pemprov NTT, serta mitra pembangunan.

Informasi mengenai kegiatan tersebut disampaikan langsung Gubernur melalui akun pribadi media sosialnya.

Dalam unggahannya, Gubernur menuliskan, “Saya menghadiri sekaligus menjadi narasumber utama dalam Diskusi Publik Survei Kepuasan Masyarakat atas kinerja satu tahun kepemimpinan saya bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma.”

Berdasarkan hasil survei Voxpol yang dilakukan secara ilmiah di 22 kabupaten/kota dengan melibatkan 800 responden, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja kepemimpinan mereka mencapai 80,5 persen.

Menanggapi capaian tersebut, Gubernur menegaskan, “Bagi kami, angka ini bukan untuk berpuas diri, tetapi menjadi energi dan tanggung jawab moral untuk bekerja lebih keras, lebih cepat, dan lebih tepat sasaran.”

Ia juga menambahkan bahwa hasil survei itu dijadikan sebagai bahan refleksi dan evaluasi. “Hasil survei ini kami jadikan cermin evaluasi sekaligus rekomendasi dalam pembenahan program pembangunan ke depan,” tulisnya.

Menurut Gubernur, aspirasi masyarakat NTT masih berfokus pada ekonomi dan kesejahteraan, infrastruktur, layanan dasar, pendidikan, serta kesehatan. Karena itu, pemerintah terus memperkuat agenda pengentasan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting.

Ia mengungkapkan, “Per Februari 2026, angka kemiskinan NTT turun menjadi 17,5 persen dari 18,6 persen pada Maret 2025.”

Tahun ini, Pemprov NTT menjalankan program bedah rumah bagi masyarakat miskin serta menerapkan pola orang tua asuh untuk percepatan penanganan stunting.

Di sektor ekonomi rakyat, pemerintah mendorong pemberdayaan UMKM melalui program OVOP (One Village One Product) dan penguatan pasar produk lokal lewat NTT Mart. Selain itu, program nasional seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih dipastikan berjalan efektif di daerah.

Gubernur juga menegaskan komitmennya terhadap integritas data bantuan sosial. “Saya menegaskan komitmen menindak tegas oknum yang memanipulasi data kemiskinan maupun masyarakat mampu yang sengaja menerima bansos. Data harus akurat agar bantuan tepat sasaran,” tulisnya.

Terkait pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional 2028 (PON) 2028 NTT–NTB, Gubernur memastikan kesiapan daerah dengan prinsip efisiensi. “Kami tetap berkomitmen menjadi tuan rumah dengan prinsip efisiensi: memanfaatkan dan merenovasi venue yang ada di NTT dan NTB, serta sebagian cabang di DKI Jakarta dan Jawa Barat tanpa membebani APBN,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada masyarakat. “Terima kasih atas dukungan, kritik, dan saran masyarakat NTT. Mari kita terus bergotong royong membangun NTT yang maju, sehat, cerdas, dan sejahtera,” tulisnya.(Redaksi)

Awal Ramadan 2026 Berpotensi Berbeda, Ini Prediksi Pemerintah hingga Ormas Islam

JAKARTA, BAJOPOS.COM – Penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan kembali menjadi perhatian publik. Sejumlah lembaga telah merilis prediksi 1 Ramadan 2026, dengan potensi perbedaan penetapan akibat metode yang digunakan, baik berbasis hilal lokal maupun hilal global.

Masyarakat pun mulai mencari informasi terkait kapan puasa Ramadan 2026 dimulai agar dapat mempersiapkan diri menyambut bulan suci. Meski pemerintah belum menetapkan secara resmi, sejumlah rujukan telah memberikan gambaran awal.

Versi Pemerintah

Hingga kini, pemerintah melalui Kementerian Agama belum menetapkan secara resmi 1 Ramadan 1447 H. Namun, merujuk Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kemenag, awal Ramadan diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis data hisab terkait posisi hilal pada 17 dan 18 Februari 2026. Dalam laporannya, BMKG menjelaskan bahwa konjungsi atau ijtima’ merupakan peristiwa ketika bujur ekliptika Bulan sama dengan bujur ekliptika Matahari dengan pengamat diasumsikan berada di pusat Bumi.

Berdasarkan data BMKG, pada 17 Februari 2026 posisi hilal di Indonesia masih berada di bawah horizon, dengan ketinggian antara -2,41 derajat di Jayapura hingga -0,93 derajat di Tua Pejat. Sementara pada 18 Februari 2026, ketinggian hilal sudah positif, berkisar 7,62 derajat di Merauke hingga 10,03 derajat di Sabang.

Elongasi pada 18 Februari juga telah melampaui batas minimum kriteria visibilitas hilal yang disepakati negara anggota MABIMS, yakni tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Dengan demikian, secara hisab awal Ramadan berpotensi jatuh pada 19 Februari 2026.

Versi BRIN

Prediksi serupa disampaikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Koordinator Kelompok Riset Astronomi dan Observatorium Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, menyebut pemerintah kemungkinan menetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Ia menjelaskan potensi perbedaan awal Ramadan kali ini bukan semata pada posisi hilal, melainkan pada pendekatan hilal lokal dan hilal global.

Menurutnya, pada saat magrib 17 Februari 2026, hilal di wilayah Indonesia masih berada di bawah ufuk sehingga tidak mungkin dirukyat. Dengan pendekatan hilal lokal yang digunakan pemerintah dan mayoritas ormas Islam, awal Ramadan diperkirakan 19 Februari 2026.

Namun jika menggunakan pendekatan hilal global, awal Ramadan bisa ditetapkan 18 Februari 2026 karena hilal telah memenuhi kriteria visibilitas di wilayah lain seperti Alaska dan konjungsi terjadi sebelum fajar di Selandia Baru.

Versi Muhammadiyah

Berbeda dengan pemerintah, Muhammadiyah telah menetapkan secara resmi 1 Ramadan 1447 H melalui Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025. Dalam maklumat tersebut, awal puasa ditetapkan pada Rabu, 18 Februari 2026.

Penetapan ini didasarkan pada metode hisab hakiki wujudul hilal yang dikembangkan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah dengan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Versi Nahdlatul Ulama

Sementara itu, Nahdlatul Ulama belum mengeluarkan keputusan resmi terkait awal Ramadan 2026. Seperti tahun-tahun sebelumnya, NU akan menunggu hasil rukyatul hilal pada akhir bulan Syaban sebelum menetapkan 1 Ramadan.

Namun, merujuk pada kalender Amanak NU, awal Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Dengan adanya perbedaan metode penetapan, masyarakat diimbau menunggu hasil sidang isbat pemerintah serta pengumuman resmi masing-masing organisasi keagamaan. Meski berpotensi berbeda, semangat menyambut Ramadan tetap menjadi momentum persatuan umat Islam di Indonesia.(Redaksi) 

MAKN Ende Sukses Gelar SNMB 2026/2027, 341 Peserta Ikuti Seleksi CBT

ENDE, BAJOPOS.COM – Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri Ende (MAKN) menunjukkan komitmennya dalam mendukung program prioritas Kementerian Agama melalui pelaksanaan Seleksi Nasional Murid Baru (SNMB) Tahun Ajaran 2026/2027.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari yakni Sabtu hingga Minggu, 15/2/2026 ini bagian dari penguatan layanan pendidikan unggul dan bermutu.

Pelaksanaan SNMB untuk MAN Insan Cendekia, MAN Program Keagamaan, Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri (MAKN), dan MAN Plus Unggulan digelar secara serentak di berbagai titik lokasi ujian di seluruh Indonesia.

Berdasarkan data panitia, sebanyak 341 peserta mengikuti ujian Computer Based Test (CBT) untuk memperebutkan kursi di MAKN Ende.

Ratusan peserta tersebut hadir di lingkungan madrasah sejak pagi hari untuk mengikuti pembukaan sekaligus pelaksanaan ujian CBT. Suasana tertib dan disiplin tampak mewarnai jalannya seleksi yang menjadi gerbang awal bagi calon peserta didik untuk mengenyam pendidikan kejuruan berbasis madrasah.

Kepala MAKN Ende, Abdul Wahab, dalam arahannya menegaskan bahwa proses seleksi merupakan tahapan krusial yang harus diikuti dengan kesungguhan dan tanggung jawab. Ia mengingatkan bahwa hanya peserta yang memenuhi standar seleksi yang akan diterima sebagai peserta didik.

“Seleksi ini bukan sekadar formalitas, tetapi proses penyaringan untuk memastikan siswa yang diterima benar-benar siap mengikuti pendidikan kejuruan yang terintegrasi dengan penguatan keislaman,” tegasnya.

Ia menjelaskan, MAKN Ende memiliki orientasi pengembangan keterampilan vokasional yang dipadukan dengan penguatan pengetahuan keagamaan. Karena itu, SNMB menjadi instrumen strategis untuk menjaring calon peserta didik yang memiliki daya saing serta kesiapan akademik dan mental.

Pelaksanaan CBT turut dimonitor langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende, Nikolaus Nama Payon, bersama Kepala Seksi Pendidikan Islam, Hadisyafani Mapawa. Monitoring dilakukan guna memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku.

Dalam keterangannya, Nikolaus menekankan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme dalam pelaksanaan SNMB.

Menurutnya, sistem seleksi nasional ini dirancang untuk memberikan kesempatan yang setara melalui mekanisme yang objektif dan transparan.

“SNMB merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan, sejalan dengan Asta Protas, terutama dalam penguatan pendidikan yang bermutu, berkeadilan, dan berorientasi pada penguatan sumber daya manusia unggul,” ujarnya.

Untuk diketahui, pelaksanaan SNMB MAKN Ende sendiri merupakan bagian dari rangkaian seleksi nasional yang tersebar di 22 titik lokasi ujian pada madrasah di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dengan pengawasan yang ketat dan sistem berbasis CBT, diharapkan proses seleksi mampu melahirkan generasi madrasah yang kompeten, berintegritas, dan siap bersaing di masa depan.(Redaksi)

Kampus UNIMOF: Ada Beasiswa Yatim dan Tahfidz pada PMB 2026

MAUMERE, BAJOPOS.COM – Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi melalui penyediaan beasiswa bagi calon mahasiswa yatim piatu dan penghafal Al-Qur’an (Tahfidz) pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026.

Program ini sudah diterapkan sejak tahun 2022, dimana terobosan ini bagian dari langkah kampus untuk menjangkau mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi sekaligus memberi ruang bagi generasi muda dengan keunggulan di bidang keagamaan, termasuk bagi warga NTT yang masih dikategorikan kurang mampu dari segi ekonomi.

Untuk beasiswa yatim piatu, calon mahasiswa diwajibkan melampirkan akta kematian orang tua serta surat rekomendasi dari lembaga keagamaan setempat. Skema ini ditujukan agar bantuan pendidikan tepat sasaran dan membantu mahasiswa yang benar-benar membutuhkan dukungan biaya.

Sementara itu, beasiswa Tahfidz diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang memiliki hafalan minimal tiga juz Al-Qur’an. Selain menyertakan surat rekomendasi dari lembaga asal, peserta juga wajib mengikuti dan lulus uji hafalan yang dilaksanakan oleh tim internal kampus.

Panitia PMB menyebutkan, kuota beasiswa terbatas dan seluruh pendaftar wajib melalui proses seleksi administrasi serta verifikasi berkas.

Beasiswa Lainnya

Selain beasiswa yatim dan Tahfidz, UNIMOF juga menyediakan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi.

Sementara itu, beasiswa mahasiswa berprestasi diberikan kepada calon mahasiswa yang memiliki capaian akademik maupun non-akademik di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Pendaftar wajib melampirkan sertifikat atau dokumen pendukung sebagai bukti prestasi.

Dengan beragam skema beasiswa tersebut, UNIMOF berharap semakin banyak generasi muda di Kabupaten Sikka dan sekitarnya yang dapat melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya, sekaligus mendorong lahirnya lulusan yang unggul secara akademik, sosial, dan religius.(Faidin)

Kampus UNIMOF Buka PMB 2026, Tawarkan 11 Prodi dan Skema Beasiswa Lengkap

MAUMERE, BAJOPOS.COM – Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) resmi membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026. Pendaftaran dimulai 1 Februari hingga 30 Agustus 2026 dan dibagi dalam dua gelombang.

Gelombang pertama berlangsung 1 Februari–30 April 2026, sedangkan gelombang kedua dibuka 1 Mei–30 Agustus 2026. Panitia PMB menyebutkan pendaftar awal akan diprioritaskan dalam proses seleksi administrasi.

UNIMOF menghadirkan dua fakultas dengan total 11 program studi. Pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), tersedia Prodi Pendidikan Matematika, Pendidikan Fisika, Pendidikan Kimia, Pendidikan Biologi, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, serta Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris.

Sementara itu, Fakultas Sains dan Bisnis membuka Prodi Informatika, Administrasi Kesehatan, dan Bisnis Digital.

Rincian Biaya Kuliah

Berdasarkan informasi resmi PMB, biaya pendidikan semester I terdiri dari her-registrasi Rp250.000, SBP (Sumbangan Biaya Pendidikan/SPP) Rp3.510.000, dan biaya pembangunan Rp2.000.000, dengan total Rp5.760.000.

Pada semester II, total biaya sebesar Rp4.760.000, sedangkan semester III hingga VIII sebesar Rp3.760.000 per semester. Pihak kampus menyatakan biaya dapat dicicil sesuai ketentuan yang berlaku. Biaya pembangunan hanya dibayarkan pada awal perkuliahan.

Selain itu, biaya KKN, magang, skripsi dan wisuda sebesar Rp2 juta dapat diangsur pada semester VI.

Sediakan Beragam Beasiswa

Untuk mendukung akses pendidikan, UNIMOF menyediakan sejumlah skema beasiswa, antara lain Tahfidz Qur’an, Yatim Piatu, dan Mahasiswa Berprestasi.

Persyaratan umum meliputi lulusan SMA/SMK/MA sederajat maksimal tiga tahun terakhir, memenuhi administrasi sesuai jalur beasiswa, bersedia mengikuti seleksi, serta mematuhi ketentuan yang berlaku di kampus.

Beasiswa Tahfidz mensyaratkan hafalan minimal tiga juz dan lulus pengujian hafalan internal kampus. Sementara beasiswa Yatim Piatu dan Berprestasi diberikan berdasarkan dokumen pendukung yang sah.

Fasilitas dan Kontak

UNIMOF menyediakan fasilitas ruang kelas ber-AC, aula, laboratorium IPA, serta laboratorium komputer, bahasa, dan micro teaching.

Sekretariat PMB beralamat di Jalan Jenderal Sudirman, Waioti, Alok Timur, Kabupaten Sikka. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui nomor 0822-2160-1455 atau laman resmi www.unimof.ac.id.

Melalui pembukaan PMB 2026 ini, UNIMOF mengajak generasi muda di Kabupaten Sikka dan sekitarnya untuk melanjutkan pendidikan tinggi dengan dukungan program studi variatif dan skema pembiayaan yang fleksibel.(Faidin)

Penegerian SMAK Jadi Prioritas Penguatan Pendidikan Keagamaan di Sikka

SIKKA, BAJOPOS.COM – Upaya memperkuat pembangunan bidang keagamaan dan pendidikan di Kabupaten Sikka kian dipertegas melalui pertemuan antara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Kariyanto, dan Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, Jumat (13/02/2026).

Audiensi yang berlangsung di ruang kerja Bupati Sikka itu bukan sekadar silaturahmi, melainkan forum strategis untuk menyelaraskan program prioritas Kementerian Agama dengan agenda pembangunan daerah di Nian Tana.

Dalam pertemuan tersebut, Kariyanto secara resmi memperkenalkan diri sekaligus memaparkan Asta Protas (Delapan Program Prioritas) Kementerian Agama yang menjadi arah kebijakan nasional dan implementasinya di daerah. Ia menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah, terutama dalam penguatan moderasi beragama, peningkatan mutu pendidikan keagamaan, serta optimalisasi pelayanan kepada umat beragama.

“Kami berharap sinergi ini semakin memperkuat layanan keagamaan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Kabupaten Sikka,” ujarnya.

Salah satu poin penting yang dibahas adalah dorongan penegerian Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) Sto Petrus Kewapante dan SMAK Sto Benediktus Palu’e. Menurut Kariyanto, penegerian dua sekolah tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan keagamaan Katolik sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola dan keberlanjutan layanan pendidikan.

Penegerian dinilai akan memberikan kepastian dukungan anggaran, sumber daya manusia, serta penguatan sistem manajemen sekolah agar mampu menjawab tantangan pendidikan di wilayah kepulauan seperti Sikka dan sekitarnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Sikka menyatakan komitmennya mendukung penuh implementasi Asta Protas di daerah. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama sangat penting dalam menjaga harmoni kehidupan beragama sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat.

Bupati juga menyatakan dukungan terhadap proses penegerian SMAK di Nian Tana sebagai bagian dari pemerataan layanan pendidikan dan peningkatan mutu generasi muda.

Secara khusus, ia berharap para penyuluh agama dapat berperan lebih aktif dalam membangun karakter siswa dan pelajar melalui penguatan nilai-nilai agama dan moral. Menurutnya, pendidikan karakter berbasis nilai keagamaan menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang berintegritas, disiplin, dan memiliki tanggung jawab sosial.

Pertemuan tersebut menandai komitmen bersama antara Kementerian Agama dan Pemerintah Kabupaten Sikka untuk menghadirkan layanan keagamaan yang inklusif dan profesional, sekaligus memperkuat fondasi moral generasi muda di Nian Tana Sikka.(Faidin)

Kakanwil Kemenag NTT Dorong MIN Sikka Terapkan Pendidikan Inklusif dan Cinta Lingkungan

SIKKA, BAJOPOS.COM – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Kariyanto, menegaskan pentingnya penguatan pendidikan inklusif saat melakukan tatap muka bersama kepala madrasah dan guru di MIN Sikka, Jumat (13/02/2026).

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan dialogis tersebut, Kakanwil menekankan bahwa madrasah harus menjadi ruang belajar yang ramah bagi seluruh peserta didik tanpa membedakan latar belakang sosial, budaya, maupun kondisi personal lainnya.

Menurutnya, pendidikan inklusif tidak boleh berhenti pada tataran konsep atau regulasi semata, tetapi harus tercermin dalam sikap dan praktik keseharian di lingkungan sekolah.

“Madrasah harus menjadi rumah bersama yang memberikan ruang aman dan nyaman bagi semua anak untuk tumbuh dan berkembang,” tegasnya di hadapan para pendidik.

Ia mengajak kepala madrasah dan guru membangun budaya belajar yang menjunjung tinggi empati, menghargai perbedaan, serta memperkuat solidaritas antarsiswa. Lingkungan belajar yang inklusif, lanjutnya, akan membentuk karakter peserta didik yang terbuka dan berjiwa toleran.

Selain pendidikan inklusif, Kakanwil juga menyoroti pentingnya penanaman nilai cinta lingkungan berbasis ajaran Al-Qur’an. Ia mendorong agar ayat-ayat suci tentang menjaga alam dipasang di area taman madrasah sebagai media pembelajaran karakter.

“Anak-anak perlu dibiasakan membaca dan merenungkan ayat-ayat tentang kepedulian terhadap alam. Dengan begitu, mereka merawat lingkungan bukan karena takut aturan, tetapi karena kesadaran iman,” ujarnya.

Ia menilai, taman madrasah yang tertata rapi dan dihiasi pesan-pesan Qur’ani dapat menjadi sarana edukasi yang efektif. Melalui pembiasaan sederhana seperti merawat tanaman, siswa belajar tentang tanggung jawab sebagai bagian dari menjaga ciptaan Allah SWT.

Tak hanya itu, Kakanwil juga mendorong penyelenggaraan kegiatan lintas agama di lingkungan madrasah sebagai bentuk penguatan moderasi beragama. Interaksi positif antarsiswa dari latar belakang berbeda diyakini mampu menumbuhkan semangat persaudaraan dan kebersamaan.

Kegiatan sosial, dialog kebangsaan, maupun aktivitas kolaboratif lainnya disebut sebagai ruang strategis untuk membangun karakter generasi muda yang menghargai keberagaman dan menjunjung nilai perdamaian.

Mengakhiri arahannya, Kakanwil berharap MIN Sikka mampu menjadi contoh dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, berwawasan lingkungan, serta berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan demi mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan cinta damai.(Faidin)

Sinergi Kemenag dan Keuskupan Maumere Menguat, Bahas Asta Protas hingga Penegerian SMAK

SIKKA, BAJOPOS.COM – Upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan Gereja Katolik di Kabupaten Sikka kembali ditegaskan melalui pertemuan antara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Kariyanto, dan Uskup Edwaldus Martinus Sedu di Lepo Bispu, Jumat (13/2/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu menjadi ruang dialog strategis antara Kementerian Agama dan Gereja Katolik di wilayah Keuskupan Maumere. Fokus pembahasan mencakup penguatan program prioritas Kementerian Agama hingga rencana penegerian Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK).

Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil memaparkan Asta Protas atau Delapan Program Prioritas Kementerian Agama sebagai arah kebijakan nasional yang menyasar penguatan kehidupan beragama, pendidikan keagamaan, dan moderasi beragama di daerah. Ia menekankan bahwa implementasi program tersebut membutuhkan dukungan lintas lembaga, termasuk peran aktif Gereja Katolik.

Menurutnya, sinergi yang solid akan mempercepat terwujudnya pelayanan keagamaan yang inklusif, profesional, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Ia berharap Keuskupan Maumere dapat mendukung pelaksanaan Asta Protas, terutama dalam penguatan pendidikan keagamaan serta moderasi beragama.

Selain itu, Kakanwil juga menyampaikan rencana penegerian SMAK St. Petrus Kewapante dan SMAK St. Benediktus Palu’e. Penegerian tersebut, jelasnya, bertujuan memperluas akses pendidikan, meningkatkan mutu layanan, dan memperkuat tata kelola pendidikan keagamaan Katolik agar lebih profesional serta berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bukan untuk menghapus identitas dan nilai khas sekolah Katolik, melainkan sebagai bentuk kehadiran negara dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di wilayah yang memerlukan perhatian lebih besar.

Menanggapi hal itu, Uskup Maumere menyatakan komitmen penuh untuk mendukung program-program Kementerian Agama. Ia menilai kolaborasi harmonis antara pemerintah dan Gereja menjadi kunci dalam membangun kehidupan beragama yang rukun serta pelayanan umat yang membawa dampak luas bagi masyarakat.

Bapa Uskup juga menyampaikan dukungan terhadap penguatan kerukunan antarumat beragama, pengembangan ekoteologi sebagai bentuk tanggung jawab iman terhadap kelestarian lingkungan, serta upaya penegerian sekolah-sekolah Katolik di wilayah Keuskupan Maumere.

Pertemuan tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam merawat harmoni kehidupan beragama di Nian Tana Sikka. Sinergi yang terbangun diharapkan semakin memperkokoh kerukunan, meningkatkan mutu pendidikan keagamaan, serta menghadirkan pelayanan yang semakin dirasakan manfaatnya oleh umat dan masyarakat luas.(Faidin)

Kakanwil Kemenag NTT Tekankan Keteladanan Guru dalam Penguatan Mutu Pendidikan

SIKKA, BAJOPOS.COM – Penguatan karakter dan mutu pendidikan keagamaan Katolik menjadi fokus utama dalam pertemuan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Kariyanto, bersama kepala sekolah dan para guru di SMAK St. Maria Monte Carmelo, Jumat (13/2/2026).

Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang dialog dan refleksi bersama untuk memastikan pendidikan Katolik di wilayah Nian Tana Sikka tetap relevan di tengah dinamika zaman.

Dalam arahannya, Fransiskus Kariyanto menegaskan bahwa sekolah keagamaan Katolik memiliki tanggung jawab strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara moral dan spiritual. Ia menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak diukur semata dari nilai akademik, melainkan dari kualitas karakter dan integritas peserta didik.

“Sekolah Katolik harus melahirkan pribadi yang beriman kuat, berpengetahuan luas, dan memiliki komitmen moral dalam kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh peran guru. Pendidik tidak hanya bertugas mentransfer ilmu, tetapi juga menjadi teladan nyata dalam penghayatan nilai-nilai iman Kristiani. Keteladanan, integritas, serta dedikasi guru disebut sebagai fondasi utama dalam membangun mutu pendidikan yang berkelanjutan.

Ia mengingatkan bahwa peserta didik belajar dari sikap dan perilaku guru setiap hari. Karena itu, profesionalisme harus berjalan seiring dengan kedalaman spiritual dan komitmen pelayanan.

Dalam konteks masyarakat Sikka yang religius dan menjunjung tinggi nilai adat serta tradisi iman, ia menilai sekolah Katolik memikul tanggung jawab moral yang besar. Pendidikan keagamaan diharapkan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri serta spiritualitasnya.

Kakanwil juga mendorong para guru untuk terus meningkatkan kompetensi profesional, memperdalam kehidupan rohani, serta membangun kolaborasi yang solid antar pendidik. Sinergi antara kepemimpinan sekolah dan tenaga pendidik dinilai penting untuk menciptakan budaya akademik yang sehat, disiplin, dan berorientasi pada pembentukan karakter Kristiani yang utuh.

Lebih jauh, ia berharap pendidikan di SMAK St. Maria Monte Carmelo tidak hanya berdampak pada peserta didik secara individu, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi kehidupan sosial masyarakat. Lulusan sekolah Katolik diharapkan mampu menjadi pribadi berintegritas, pembawa nilai kasih, serta penggerak harmoni di tengah masyarakat Kabupaten Sikka.

Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat identitas keagamaan sekolah, serta menjadikan SMAK St. Maria Monte Carmelo sebagai lembaga pendidikan yang unggul dalam kualitas, kuat dalam iman, dan berdampak luas bagi kehidupan beragama di Sikka.(Faidin)

MTs Negeri 1 Flores Timur Pastikan Seleksi SNMB Berjalan Transparan dan Minim Kendala Teknis

FLORES TIMUR, Bajopos.com – Komitmen menjaga kualitas dan transparansi seleksi madrasah unggulan Kementerian Agama ditunjukkan MTs Negeri 1 Flores Timur dengan memfasilitasi pelaksanaan Computer Based Test (CBT) Seleksi Nasional Murid Baru (SNMB) Tahun Ajaran 2026/2027, Sabtu (14/2/2026).

Sebanyak 18 peserta didik mengikuti seleksi tersebut. Mereka berasal dari MTs Negeri 1 Flores Timur, SMP Negeri 1 Larantuka, dan MTs Negeri 4 Flores Timur. Pelaksanaan ujian dipusatkan di laboratorium komputer MTs Negeri 1 Flores Timur dengan pengawasan ketat dari panitia dan proktor.

Data panitia mencatat, dari total peserta yang mengikuti seleksi, 17 siswa memilih MAK Negeri 1 Ende sebagai tujuan seleksi. Sementara satu peserta lainnya mendaftar ke MAN Insan Cendekia Pasuruan, Jawa Timur.

Kepala MTs Negeri 1 Flores Timur, Nuraini M. Kasim, S.Ag., melakukan monitoring langsung ke ruang ujian guna memastikan kesiapan perangkat komputer, server, serta kestabilan jaringan internet. Menurutnya, aspek teknis menjadi perhatian utama, mengingat kondisi cuaca di wilayah Flores Timur kerap memengaruhi kualitas jaringan.

“Kami berupaya memastikan seluruh peserta dapat mengikuti seleksi secara optimal. Panitia dan proktor telah disiapkan untuk mengantisipasi potensi gangguan teknis, sehingga pelaksanaan CBT dapat berlangsung dengan aman dan tertib,” ujarnya.

Ia juga menginstruksikan seluruh panitia dan proktor untuk bersiaga penuh selama proses ujian berlangsung, termasuk menyiapkan langkah antisipatif apabila terjadi kendala teknis mendadak.

Pelaksanaan SNMB ini mengacu pada Surat Keputusan Nomor: B-163/Mak.20.01/PP.00.6/02/2026 dan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 14–15 Februari 2026.

Melalui sistem CBT, proses seleksi dilaksanakan secara transparan, objektif, dan akuntabel. Hingga berakhirnya sesi ujian hari pertama, seluruh rangkaian kegiatan di MTs Negeri 1 Flores Timur berjalan tertib dan kondusif, dengan para peserta mengikuti ujian sesuai prosedur yang telah ditetapkan.(Redaksi)

Rayakan Valentine, DISARPUS Sikka Hadirkan Hiburan dan Kebersamaan untuk Lansia di Paduwau

SIKKA, Bajopos.com – Momentum Hari Kasih Sayang dimaknai berbeda oleh Keluarga Besar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DISARPUS) Kabupaten Sikka. Tidak sekadar seremoni, peringatan Valentine Day, Sabtu malam, 14 Februari 2026, diisi dengan kegiatan sosial bersama para lansia di Panti Sosial Jompo Paduwau, Waipare, Maumere.

Kegiatan tersebut menghadirkan hiburan dan kebersamaan bagi para opa dan oma melalui nonton bareng film dokumenter pendek “Sie”, penampilan stand up comedy oleh Samsul selaku Koordinator Stand Up Comedy Kabupaten Sikka, serta pembagian bingkisan sederhana.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sosial institusinya untuk tetap hadir di tengah masyarakat, termasuk kelompok lansia.

“Perpustakaan dan kearsipan bukan hanya soal buku dan arsip, tetapi juga tentang bagaimana kami membangun kedekatan sosial. Lansia adalah bagian penting dari masyarakat yang perlu diperhatikan,” ujarnya.

Menurutnya, Valentine Day menjadi momentum yang tepat untuk menumbuhkan nilai empati dan solidaritas, terutama kepada generasi yang telah lebih dahulu berkontribusi bagi daerah.

Suasana kegiatan berlangsung hangat. Tawa para lansia pecah saat menikmati penampilan komedi, sementara momen ramah tamah membuka ruang interaksi yang lebih akrab antara pegawai DISARPUS dan penghuni panti.

Pengelola Panti Sosial Jompo Paduwau Waipare, Remigius, mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menilai perhatian seperti ini memiliki dampak psikologis yang positif bagi para lansia.

“Kehadiran dan perhatian seperti ini sangat berarti. Para lansia merasa dihargai dan tidak dilupakan,” katanya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan, baik oleh instansi pemerintah maupun elemen masyarakat lainnya, sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap warga lanjut usia di Kabupaten Sikka.(Faidin)

Abrasi Nangahale Kian Menggerus, Warga Sindir Ketidakhadiran Bupati di HUT AWAS

SIKKA, BAJOPOS.COM – Abrasi di pesisir Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, semakin mengkhawatirkan. Selain mengancam rumah warga dan bangunan sekolah, gelombang pasang kini dilaporkan telah menggerus badan jalan aspal di jalur pesisir pantai yang menjadi akses vital masyarakat.

Momentum peringatan hari ulang tahun ke-12 Aliansi Wartawan Sikka (AWAS), Sabtu (14/02/2026), yang diisi dengan aksi tanam mangrove di Dusun Namandoi, juga menjadi ruang curhat warga terkait kondisi tersebut.

Dalam wawancara terpisah, seorang warga Nangahale yang meminta namanya tidak dipublikasikan mengungkapkan kekecewaannya atas ketidakhadiran Bupati Sikka dalam kegiatan tersebut.

“Pantai ini sudah menggerus jalan aspal pesisir. Kami lihat sendiri setiap tahun makin mendekat. Mungkin Bupati takut lihat langsung kondisi di sini,” ujarnya.

“MTs dan MIS ini dua sekolah yang nyaria selalu di liburkan jika ombak sudah mulai besar. Tahun lalu sampai tempias ke dalam kelas ombaknya, akhirnya diliburkan. Termasum kalau rob sekolah MIS ini banjir tidak ada model sekolah. Lalu dimana pemerintah?,” tanya warga dalam kisahnya.

Pernyataan itu mencerminkan keresahan sebagian masyarakat yang merasa persoalan abrasi belum mendapat perhatian maksimal. Menurut warga, kehadiran kepala daerah di lokasi terdampak dinilai penting, bukan sekadar simbolis, tetapi untuk memastikan adanya langkah nyata penanganan.

Abrasi di Nangahale disebut tidak lagi sekadar mengikis bibir pantai, tetapi telah merambah infrastruktur publik. Jalan aspal pesisir yang biasa dilalui warga untuk aktivitas ekonomi dan pendidikan kini terancam rusak permanen jika tidak segera diperkuat.

Sebelumnya, Kepala Desa Nangahale, Sahanudin, juga menyampaikan bahwa dua lembaga pendidikan—MTs Al-Fatah dan MIS Al-Fatah Nangahale—serta belasan rumah warga dan rumah produksi garam rakyat berada dalam zona rawan abrasi.

Ketua AWAS, Mario WP Sina, menegaskan bahwa penanaman sekitar 270 anakan mangrove dalam peringatan HUT ke-12 menjadi bentuk kepedulian konkret terhadap kondisi pesisir. Namun ia mengakui, upaya tersebut perlu ditindaklanjuti dengan kebijakan dan program pemerintah yang lebih komprehensif.

“Kami berharap semua pihak, termasuk pemerintah daerah, bisa melihat ini sebagai situasi darurat lingkungan. Abrasi bukan lagi ancaman masa depan, tapi sudah terjadi hari ini,” ujarnya.

Warga Nangahale berharap ada penanganan terpadu, mulai dari pembangunan talud atau pemecah gelombang, rehabilitasi mangrove secara berkelanjutan, hingga kajian teknis untuk menyelamatkan jalan pesisir yang mulai tergerus.

Di tengah ombak yang terus menghantam daratan, suara warga semakin keras terdengar. Mereka tak hanya menanam mangrove bersama para jurnalis, tetapi juga menanam harapan agar pemerintah hadir melihat langsung kenyataan di pantai Nangahale—sebelum lebih banyak daratan yang hilang.(Faidin)

Abrasi Nangahale Terus Menggerus, Sekolah dan Rumah Warga di Ujung Ancaman

SIKKA, BAJOPOS.COM – Deru ombak di pesisir Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, tak lagi sekadar irama alam. Ia kini menjadi penanda kecemasan. Abrasi yang terus menggerus garis pantai membuat jarak antara laut dan permukiman warga semakin menipis, menghadirkan ancaman nyata bagi sekolah, rumah, hingga sumber penghidupan masyarakat.

Kondisi itu kembali disuarakan dalam momentum peringatan hari ulang tahun ke-12 Aliansi Wartawan Sikka (AWAS), Sabtu (14/02/2026). Alih-alih merayakan dengan seremoni, para jurnalis memilih menanam mangrove di Dusun Namandoi sebagai bentuk solidaritas terhadap warga yang terdampak abrasi.

Kepala Desa Nangahale, Sahanudin, menegaskan bahwa abrasi bukan lagi ancaman jangka panjang, melainkan persoalan yang sedang berlangsung. Garis pantai terus mundur, mendekati dua lembaga pendidikan—MTs Al-Fatah dan MIS Al-Fatah Nangahale—serta belasan rumah warga dan rumah produksi garam rakyat.

“Kalau tidak ada penanganan serius, bukan tidak mungkin bangunan sekolah dan rumah warga akan semakin terancam. Kami butuh solusi jangka panjang, bukan hanya penanganan sementara,” ujarnya.

Abrasi di Nangahale dipicu kombinasi faktor alam dan perubahan lingkungan. Gelombang tinggi, berkurangnya vegetasi penahan pantai, serta dampak perubahan iklim mempercepat proses pengikisan. Tanpa sabuk hijau mangrove yang kuat, daratan menjadi rentan terhadap hantaman ombak.

Sebanyak kurang lebih 270 anakan mangrove ditanam dalam aksi bertema “AWAS Peduli dan Hijaukan Sikka”. Ketua AWAS, Mario WP Sina, mengatakan bahwa pemilihan Nangahale sebagai lokasi kegiatan merupakan bentuk keberpihakan terhadap wilayah yang membutuhkan perhatian serius.

“Kami melihat langsung kondisi abrasi di sini. Mangrove adalah benteng alami. Ini langkah kecil, tapi kami berharap menjadi pemicu gerakan yang lebih besar,” katanya.

Mangrove dikenal efektif meredam gelombang, menahan sedimen, serta mencegah intrusi air laut. Selain itu, ekosistem ini menjadi habitat berbagai biota laut yang mendukung ekonomi nelayan. Namun, penanaman mangrove saja dinilai belum cukup tanpa perencanaan terpadu dari pemerintah daerah.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Sikka segera mengambil langkah komprehensif, mulai dari pembangunan struktur pengaman pantai, rehabilitasi kawasan pesisir, hingga edukasi berkelanjutan tentang pelestarian lingkungan.

Momentum HUT AWAS juga dirangkaikan dengan operasi pangan murah bekerja sama dengan Perum Bulog Cabang Maumere, sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan ekonomi warga pesisir yang terdampak.

Keterlibatan berbagai unsur—TNI, Polri, pemerintah desa, lembaga pendidikan, hingga organisasi kepemudaan—menunjukkan bahwa persoalan abrasi bukan isu sektoral, melainkan tanggung jawab bersama.

Di Nangahale, abrasi bukan lagi cerita tentang masa depan yang jauh. Ia adalah realitas hari ini. Setiap meter tanah yang hilang menjadi pengingat bahwa perlindungan pesisir harus menjadi prioritas. Jika tidak, bukan hanya garis pantai yang terkikis, tetapi juga ruang hidup dan harapan masyarakat pesisir Sikka.(Faidin)