SIKKA, Bajopos.com – Penemuan jasad STN di Dusun Woloklereng, Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, pada Senin, 23/02/2026, membuka babak penyelidikan serius aparat kepolisian. Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengarah pada indikasi penganiayaan berat.
KBO Reskrim Polres Sikka, I Nyoman Aryasa, menyatakan penyidik masih mendalami seluruh kemungkinan. Pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah pihak yang memiliki keterkaitan atau mengetahui peristiwa tersebut.
“Kita tidak bisa memastikan satu orang yang diperiksa terlibat atau tidak. Nanti semuanya akan berkembang. Update berikutnya akan kami sampaikan,” ujarnya dalam konferensi pers di Mapolres Sikka, Selasa (24/2/2026).
Seorang pria telah diamankan sekitar pukul 09.00 Wita oleh tim Satreskrim untuk dimintai keterangan. Kasi Humas Polres Sikka, Ipda Leonardus Tunga, menegaskan bahwa status pria tersebut masih sebatas saksi yang diduga mengetahui kejadian.
“Yang bersangkutan masih dalam pemeriksaan. Tetapi faktanya bahwa kita sudah mengamankan satu orang yang mengetahui kasus tersebut,” kata Leonardus.
Rangkaian peristiwa bermula pada Jumat, 20 Februari 2026, saat korban pergi ke rumah salah satu kerabat untuk mengambil gitar miliknya. Hingga malam hari sekitar pukul 20.00 Wita, korban tak kembali. Upaya pencarian keluarga tak membuahkan hasil hingga laporan kehilangan diajukan ke Polsek Kewapante pada Minggu, 21 Februari 2026.
Pencarian berlanjut ke area sekitar Kali Watuwogat. Bau menyengat yang tercium dari tumpukan rumput dan kayu bambu yang disusun melintang menjadi petunjuk awal. Setelah diperiksa, jasad korban ditemukan dalam kondisi tertutup dan tersembunyi.
Penyidik kini fokus mengurai kronologi pasti, dimana sejak korban meninggalkan rumah hingga ditemukan tewas, serta kemungkinan adanya upaya menghilangkan jejak di lokasi kejadian.
Sementara itu, pihak kepolisian memastikan penyelidikan dilakukan secara komprehensif untuk mengungkap fakta di balik kematian siswi tersebut.(Fn)

