SIKKA, BAJOPOS.COM – Di bawah guyuran hujan deras, sebuah tenda darurat di Dusun Wolon Gerat, Desa Heopuat, Kecamatan Hewokloang, Kamis (12/2/2026) sore, menjadi saksi pertemuan antara duka dan solidaritas. Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) merayakan makna ulang tahunnya yang ke-12—bukan dengan seremoni, tetapi dengan aksi nyata.
AWAS menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada Mama Maria Noeng (74), korban kebakaran rumah yang terjadi pada Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 12.30 Wita. Peristiwa itu menghanguskan rumah tinggalnya hingga tak menyisakan satu pun harta benda.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung di tenda darurat yang kini menjadi tempat berteduh sementara bagi Mama Maria dan keluarganya. Momen tersebut turut disaksikan Anggota BPD Desa Heopuat, Yohanis Paskalis.
Ketua AWAS, Mario WP Sina, mengatakan kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-12 AWAS yang jatuh pada 14 Februari 2026.
“AWAS sebagai wadah profesional wartawan di Kabupaten Sikka akan genap berusia 12 tahun. Momentum ini kami maknai dengan tema ‘AWAS Peduli dan Hijaukan Sikka’,” ujar Mario.
Ia menegaskan, peringatan ulang tahun kali ini tidak difokuskan pada perayaan simbolik, melainkan diwujudkan melalui aksi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami ingin kehadiran AWAS tidak hanya dalam pemberitaan, tetapi juga nyata dirasakan masyarakat, terutama mereka yang sedang mengalami musibah. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga,” katanya.
Selain aksi kemanusiaan, AWAS juga menjadwalkan kegiatan penanaman mangrove di kawasan hutan bakau Dusun Namondoi, Desa Nangahale, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan tersebut menjadi bentuk komitmen organisasi dalam mendukung pelestarian lingkungan dan menjaga ekosistem pesisir Kabupaten Sikka.
Di sisi lain, musibah yang menimpa Mama Maria menyisakan cerita pilu. Saat kebakaran terjadi, ia sedang mengikuti kegiatan posyandu lansia. Di rumah itu, ia tinggal bersama seorang anak yang mengalami gangguan jiwa dan seorang cucu berusia 11 tahun yang kini duduk di kelas VI SDN Wegok Natar.
Seluruh isi rumah hangus terbakar. Tidak ada barang yang berhasil diselamatkan, kecuali dokumen penting berupa KTP dan Kartu Keluarga (KK) yang sebelumnya telah dibawa saat proses validasi bantuan oleh Dinas Sosial di Kantor Desa Heopuat.
“Saya berterima kasih atas perhatian dan bantuan ini,” ucap Mama Maria dengan suara lirih.
Anggota BPD Desa Heopuat, Yohanis Paskalis, menyebut Mama Maria merupakan salah satu janda kurang mampu di desa tersebut. Rumah yang terbakar diketahui baru dibangun sekitar tahun 2022.
“Kami akan mengupayakan bantuan stimulan perumahan dari dana desa berupa bahan bangunan senilai Rp15 juta untuk membantu pembangunan kembali rumah Mama Maria,” jelas Yohanis.
Saat ini, korban masih sangat membutuhkan bantuan, khususnya material bangunan, agar dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak huni.
Di tengah abu yang tersisa, solidaritas menjadi api baru yang menghangatkan—bahwa di usia ke-12, AWAS memilih berdiri bukan hanya sebagai penyampai kabar, tetapi juga bagian dari harapan.(Faidin)

