Sen. Jun 1st, 2026

DPP Solidaritas Hukum, Siber dan UMKM Setuju Rismon Sianipar Dapat Restorative Justice dan SP3

JAKARTA, BAJOPOS.COM – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Solidaritas Hukum, Siber dan UMKM (DPP SHUSU) Fritz Alor Boy bersama jajarannya menyatakan dukungan agar tersangka Rismon Sianipar mendapatkan penyelesaian melalui mekanisme restorative justice serta Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

“Sebagai pendukung Pak Jokowi, kami dari DPP SHUSU sepakat bang Rismon dapat restorative justice dan SP3,” ujar Fritz di Jakarta, Rabu (18/3/2026).

Diketahui, beberapa hari sebelumnya Rismon telah mendatangi kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung dan mengakui kesalahannya.

Tak hanya itu, Rismon juga menemui Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Presiden guna menyampaikan permohonan maaf secara langsung.

Permintaan maaf tersebut mendapat respons positif dari Fritz dan jajaran DPP SHUSU. Ia menilai langkah yang diambil Rismon merupakan tindakan tepat dalam menyelesaikan persoalan hukum yang dihadapi.

“Apa yang dilakukan oleh bang Rismon adalah langkah yang tepat,” kata Fritz.

Lebih lanjut, Fritz menilai bergabungnya Rismon dalam barisan pendukung Jokowi akan berdampak pada dinamika pihak lain, termasuk kelompok yang dikaitkan dengan Roy Suryo.

“Ini ancaman kuat buat Pak Roy cs. Saya yakin, Pak Roy cs sedang ketar-ketir dan pada ketakutan. Rismon pasti akan membela Pak Jokowi untuk menghajar Roy Suryo cs,” ujarnya.

Ia juga meyakini Rismon memiliki sejumlah informasi penting yang berpotensi diungkap ke publik.

“Saya meyakini, bang Rismon bisa bongkar semua rahasia-rahasia yang diketahuinya kepada publik,” tambahnya.

Selain menyatakan dukungan, Fritz juga mengaku siap memberikan bantuan hukum kepada Rismon dalam menghadapi persoalan yang ada.

“Saya tawar diri untuk menjadi pengacara bang Rismon untuk melawan kubu Roy Suryo cs,” tegas alumni UGM tersebut.

Jurnalis : Nursan

Musrenbang RKPD 2026 Digelar, Pemkab Alor Rumuskan Arah Pembangunan 2027

KALABAHI, BAJOPOS.COM – Pemerintah Kabupaten Alor mulai merumuskan arah pembangunan daerah tahun 2027 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 yang digelar di Aula Gereja Pola Tribuana Kalabahi, Senin (16/3/2026).

Forum perencanaan pembangunan tersebut mengusung tema “Akselerasi Transformasi Ekonomi Berbasis Potensi Lokal dari Kawasan Kepulauan.”

Musrenbang secara resmi dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Obeth Bolang, S.Sos., M.AP, yang mewakili Bupati Alor, Iskandar Lakamau, S.H., M.Si.

Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakan Pj Sekda, ditegaskan bahwa Musrenbang RKPD merupakan forum strategis untuk menyatukan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan arah pembangunan daerah yang terarah, terukur, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Musrenbang RKPD ini merupakan forum penting untuk menyatukan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan arah pembangunan Kabupaten Alor ke depan. Setiap program yang direncanakan harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat serta mampu mendorong peningkatan kesejahteraan secara nyata,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan Kabupaten Alor ke depan harus bertumpu pada pemanfaatan potensi lokal sebagai wilayah kepulauan.

“Transformasi ekonomi berbasis potensi kepulauan harus menjadi fokus pembangunan daerah. Potensi kelautan, perikanan, pariwisata, pertanian serta kekayaan budaya lokal perlu dikelola secara optimal agar mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat Kabupaten Alor,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

“Melalui Musrenbang ini kita berharap lahir gagasan dan program pembangunan yang benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Alor juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah yang menunjukkan tren positif. Salah satunya penurunan angka kemiskinan dari 19,87 persen pada tahun 2024 menjadi 18,29 persen pada tahun 2025.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Alor juga mengalami peningkatan dari 67,70 poin pada tahun 2024 menjadi 68,40 poin pada tahun 2025, yang mencerminkan adanya peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui indikator usia harapan hidup, rata-rata lama sekolah, serta tingkat pengeluaran per kapita.

Pemerintah Kabupaten Alor juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat atas berbagai program nasional yang saat ini dilaksanakan di daerah, salah satunya Program Makan Bergizi Gratis.

Untuk mendukung program tersebut, pemerintah daerah merencanakan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan menjangkau 18 kecamatan serta 158 desa dan kelurahan di Kabupaten Alor. Sebanyak 92 dapur SPPG direncanakan dibangun guna mendukung pelaksanaan program tersebut.

Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, program ini juga diharapkan mampu membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Pemerintah Kabupaten Alor juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur atas dukungan berbagai program pembangunan di daerah, termasuk program pembangunan rumah layak huni melalui skema kolaborasi 5–5–10.

Program tersebut merupakan kerja sama antara Pemerintah Provinsi sebesar Rp5 juta, Pemerintah Kabupaten sebesar Rp5 juta, serta Pemerintah Desa melalui alokasi dana desa sebesar Rp10 juta untuk mendukung pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat.

Namun demikian, pemerintah daerah mengakui bahwa kebutuhan rumah layak huni di Kabupaten Alor masih cukup besar, sementara kemampuan fiskal daerah masih terbatas. Karena itu, dukungan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat dinilai masih sangat dibutuhkan agar program tersebut dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi NTT, Ir. Soleman B. Gorongau, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

“Musrenbang merupakan forum strategis untuk memastikan bahwa perencanaan pembangunan daerah benar-benar selaras dengan kebutuhan masyarakat. Program yang disusun harus realistis dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa DPRD Provinsi NTT akan terus mendorong agar berbagai program pembangunan yang dialokasikan oleh pemerintah provinsi dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah kabupaten.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Alor, Sulaiman Singh, S.H, yang mewakili pimpinan DPRD Kabupaten Alor, menyampaikan bahwa perencanaan pembangunan daerah perlu memperhatikan potensi lokal dan kearifan masyarakat, termasuk dalam pemanfaatan sumber pangan lokal seperti jagung.

Menurutnya, perubahan pola konsumsi masyarakat yang kini lebih bergantung pada beras perlu menjadi perhatian, mengingat luas lahan sawah di Kabupaten Alor terbatas sementara kebutuhan konsumsi beras terus meningkat.

Ia juga menekankan pentingnya perencanaan pembangunan yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi harus menyesuaikan dengan kondisi riil masyarakat di lapangan serta memperkuat potensi lokal yang dimiliki daerah.

Sementara itu, Ketua Panitia Musrenbang RKPD Kabupaten Alor Tahun 2026, Ais F. Boling, S.TP., M.AP, dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan pelaksanaan Musrenbang RKPD adalah untuk melakukan penajaman, penyelarasan, klarifikasi, serta kesepakatan terhadap tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan, dan program prioritas pembangunan daerah tahun 2027.

Ia menjelaskan kegiatan Musrenbang RKPD tahun ini diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari unsur DPRD, perangkat daerah, camat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, akademisi, serta perwakilan masyarakat.

Sebelum pelaksanaan Musrenbang tingkat kabupaten, proses perencanaan telah diawali dengan Musrenbang Desa dan Musrenbang Kecamatan yang berlangsung pada 2 hingga 20 Februari 2026.

Dari hasil Musrenbang Kecamatan tersebut tercatat sebanyak 270 usulan program pembangunan dari 18 kecamatan. Setelah melalui proses pembahasan di tingkat kabupaten, disepakati 9 usulan prioritas dari setiap kecamatan atau total 162 usulan program yang akan menjadi bagian dari perencanaan pembangunan daerah.

Melalui pelaksanaan Musrenbang RKPD ini, Pemerintah Kabupaten Alor berharap proses perencanaan pembangunan daerah dapat berjalan lebih partisipatif, terarah, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dunia usaha, serta masyarakat diharapkan mampu mendorong transformasi ekonomi daerah sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan Kabupaten Alor.

Jurnalis : Nursan

PERSIS Tekankan Konsistensi Neo MABIMS, 1 Syawal 1447 H Diperkirakan 21 Maret 2026

SIKKA, BAJOPOS.COM – Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) menekankan pentingnya konsistensi pemerintah dalam menetapkan awal bulan hijriah, khususnya terkait penentuan 1 Syawal 1447 H.

Dikutip dari Persis.or.id, Anggota Dewan Hisab dan Rukyat PP PERSIS, Dr. H. Acep Saepudin, menyampaikan bahwa pemerintah diharapkan tetap berpegang pada kriteria Neo MABIMS yang telah digunakan secara resmi sejak tahun 2022.

Kriteria Neo MABIMS menetapkan bahwa awal bulan hijriah ditentukan berdasarkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Standar ini merupakan pembaruan dari kriteria sebelumnya dan disusun berdasarkan pertimbangan ilmiah.

Dalam penjelasannya, PERSIS juga mengungkapkan bahwa secara prinsip, kriteria ini telah lebih dahulu digunakan di internal Persatuan Islam sejak tahun 2012, yang dikenal sebagai Kriteria Hisab Imkan Rukyat Astronomis atau Kriteria LAPAN 2011.

Berdasarkan data hisab menjelang Syawal 1447 H, ijtimak terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 08.23.26 WIB. Namun, saat matahari terbenam di wilayah Indonesia, posisi hilal tercatat berada di kisaran 0° 53′ hingga 3° 07′, dengan elongasi antara 4° 32′ hingga 6° 06′.

Data tersebut menunjukkan bahwa kriteria imkanur rukyat Neo MABIMS belum sepenuhnya terpenuhi. Oleh karena itu, menurut PERSIS, bulan Ramadan seharusnya digenapkan menjadi 30 hari.

“Dengan demikian, 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026,” demikian dikutip dari Persis.or.id.

PERSIS juga menegaskan bahwa pemerintah perlu berpedoman pada Peraturan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2026 tentang Sidang Isbat, yang menyatakan bahwa apabila kriteria imkanur rukyat tidak terpenuhi, maka bulan berjalan harus digenapkan menjadi 30 hari.

Selain itu, setiap klaim rukyat hilal yang tidak memenuhi kriteria ilmiah seharusnya tidak dapat diterima dalam proses penetapan awal bulan hijriah.

Di sisi lain, terdapat perbedaan penetapan Idul Fitri 1447 H oleh organisasi Islam lainnya. Dikutip dari Muhammadiyah.or.id, Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, berdasarkan metode hisab global tunggal.

Perbedaan ini dinilai sebagai hal yang wajar dalam khazanah keilmuan Islam. Oleh karena itu, PERSIS mengimbau umat Islam untuk mengedepankan sikap tasamuh atau toleransi dalam menyikapi perbedaan tersebut.

Dengan tetap menjaga konsistensi kriteria serta menjunjung tinggi sikap saling menghormati, diharapkan pelaksanaan Idul Fitri 1447 H dapat berlangsung dengan aman, damai, dan penuh kebersamaan di tengah masyarakat.(Faidin)

NU Care-LAZISNU Tembus Wilayah 3T. Di  Sikka, 40 Mustahik Terima Zakat Fitrah

SIKKA, BAJOPOS.COM – Komitmen memperluas jangkauan distribusi zakat hingga ke wilayah terpencil kembali ditunjukkan oleh NU Care-LAZISNU Kabupaten Sikka.

Sebanyak 40 mustahik di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sikka menerima bantuan zakat fitrah pada Selasa, 17 Maret 2026. Penyaluran ini merupakan bagian dari “Program Solidaritas Ramadhan 1447 H” yang diinisiasi oleh NU Care-LAZISNU PBNU.

Program tersebut menjadi bagian dari gerakan nasional penyaluran zakat yang menyasar wilayah 3T (terluar, tertinggal, dan terdepan), dengan dukungan publikasi dari mitra strategis NU Online.

Upaya ini menunjukkan bahwa distribusi zakat tidak lagi terpusat di wilayah perkotaan, melainkan mulai menjangkau masyarakat di daerah dengan akses terbatas.

Wilayah sasaran dalam program ini meliputi Kecamatan Magepanda, Alok Timur, Alok, dan Kewapante. Seluruh penerima manfaat telah melalui proses pendataan dan verifikasi, sehingga bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Penyerahan Zakat Fitrah kepada salah satu Mustahik. Doc. NU Sikka.

Ketua NU Care-LAZISNU Kabupaten Sikka, Ustadz Hariyanto, yang turut mendampingi langsung proses distribusi di lapangan, menegaskan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam membangun solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“Penyaluran zakat ini bukan hanya bentuk pemenuhan kewajiban ibadah, tetapi juga wujud nyata kepedulian sosial. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban para mustahik sekaligus menjadi keberkahan bagi para muzakki yang telah mempercayakan zakatnya melalui LAZISNU,” ujarnya.

Untuk diketahui, Mustahik ialah orang yang berhak menerima zakat berdasarkan ketentuan syariat. Sementara, Muzakki yakni orang yang wajib mengeluarkan zakat karena telah memenuhi syarat tertentu.

Sementara itu, salah satu penerima manfaat, Jumadi Anwar, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada para muzakki. Bantuan ini sangat membantu kami. Semoga Allah membalas kebaikan mereka dengan pahala berlipat, kesehatan, dan rezeki yang berkah,” tuturnya.

Ucapan serupa juga disampaikan oleh penerima lainnya yang merasakan langsung manfaat program tersebut, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Jurnalis : Faidin

Personel Sihumas Polres Sikka Berbagi Takjil, Pererat Kebersamaan di Bulan Ramadan

SIKKA, BAJOPOS.COM – Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di Kabupaten Sikka terasa semakin hangat dengan kegiatan berbagi yang dilakukan oleh personel Seksi Hubungan Masyarakat (Sihumas) Polres Sikka.

Pada Selasa (17/03/2026) sore, sejumlah personel turun langsung ke jalan untuk membagikan takjil kepada masyarakat yang melintas. Kegiatan tersebut dilaksanakan pukul 16.30 Wita, bertempat di depan Mako Polres Sikka, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka.

Kegiatan dipimpin oleh Kasi Humas Polres Sikka, IPDA Leonardus Tunga, S.M, bersama tiga personel Sihumas Polres Sikka, serta didampingi anggota Bhayangkari Cabang Sikka.

Aksi sosial ini merupakan bentuk kepedulian Polres Sikka terhadap masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan. Takjil berupa makanan ringan dan minuman segar dibagikan secara gratis kepada para pengendara maupun pejalan kaki yang melintas di lokasi.

Senyum dan ucapan terima kasih dari warga menjadi bukti bahwa kegiatan sederhana tersebut membawa kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat.

Kasi Humas Polres Sikka, Ipda Leonardus Tunga, S.M, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat yang sedang berpuasa, tetapi juga untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan warga.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir bukan hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam berbagi kebahagiaan bersama masyarakat,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat tercipta suasana Ramadan yang penuh kebersamaan, sekaligus memperkuat rasa solidaritas dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Kabupaten Sikka.

Kegiatan berakhir pada pukul 17.00 Wita dan berlangsung dengan aman, tertib, serta lancar.

Penulis : Faidin

Sumber : Tribratanewssikka.com

Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026

YOGYAKARTA, BAJOPOS.COM – Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara resmi menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026 Masehi. Penetapan tersebut tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.

Penetapan ini didasarkan pada hasil hisab yang dilakukan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah dengan menggunakan prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai pedoman penentuan awal bulan dalam kalender hijriah.

Dalam maklumat tersebut dijelaskan bahwa ijtimak menjelang Syawal 1447 H terjadi pada Kamis Kliwon, 30 Ramadan 1447 H, bertepatan dengan 19 Maret 2026 pukul 01:23:28 UTC.

Maklumat itu juga menyebutkan bahwa pada saat matahari terbenam di hari ijtimak, telah ada wilayah di muka bumi yang memenuhi parameter kalender global.

Dalam dokumen tersebut dinyatakan, “Pada saat Matahari terbenam di hari ijtimak terjadi, sebelum pukul 24:00 UTC ada wilayah di muka bumi yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1, yaitu tinggi Bulan ≥ 5° dan elongasi Bulan ≥ 8°.”

Karena parameter tersebut telah terpenuhi, maka awal bulan Syawal ditetapkan keesokan harinya.

Dalam maklumat itu ditegaskan, “Di seluruh dunia tanggal 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Jumat Legi, 20 Maret 2026 M.”

Maklumat tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, serta Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, dan ditetapkan di Yogyakarta pada 22 September 2025.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga menyampaikan bahwa maklumat tersebut menjadi pedoman bagi warga Muhammadiyah dalam melaksanakan ibadah pada bulan Ramadan, Idul Fitri, dan hari besar Islam lainnya.

“Demikian maklumat ini disampaikan agar menjadi panduan bagi warga Muhammadiyah dan dilaksanakan sebagaimana mestinya,” demikian tertulis dalam penutup maklumat tersebut.

Dengan penetapan ini, umat Islam khususnya warga Muhammadiyah kini tinggal menghitung hari menuju Hari Raya Idul Fitri 1447 H setelah menjalani ibadah puasa Ramadan.(Faidin)

Nantikan Khutbah KH. M. Alifuddin Al-Ayyubi di Momentum ‘Idul Fitri 1447 H di Lapangan Nangahale

SIKKA, BAJOPOS.COM – Ikatan Remaja Masjid bersama PHBI Masjid Baitusshodiq Nangahale mengajak seluruh umat Muslim untuk menghadiri dan mengikuti pelaksanaan Sholat ‘Idul Fitri 1447 Hijriah yang akan digelar di Lapangan Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan ibadah tahunan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 21 Maret 2026, mulai pukul 07.00 WITA hingga selesai. Meski demikian, jadwal pelaksanaan tetap akan menyesuaikan dengan penetapan resmi Hari Raya ‘Idul Fitri oleh pemerintah.

Sholat ‘Idul Fitri kali ini rencananya akan dipimpin oleh KH. M. Alifuddin Al-Ayyubi, S.Ag., Lc. yang sekaligus akan menyampaikan khutbah ‘Idul Fitri.

Wacana terkait kehadiran ulama yang dikenal luas dengan sapaan Ustadz Gondrong ini mendapat antusiasme besar dari masyarakat Muslim di wilayah timur Kabupaten Sikka.

Tak hanya itu, player atau banner yang menginformasikan kedatangan KH. M. Alifuddin Al-Ayyubi itupun tampak menyebar di beberapa lokasi sekitar, termasuk tersebar di berbagai platform media sosial.

Sementara itu, kehadiran KH. M. Alifuddin Al-Ayyubi disebut-sebut akan menarik kehadiran jamaah dalam jumlah besar, mengingat baru kali ini Remaja Masjid dan PHBI wilayah timur Kabupaten Sikka menghadirkan penceramah kondang yang begitu terkenal di kalangan mayoritas muslim dalam pelaksanaan Sholat ‘Idul Fitri.

Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Masjid Baitusshodiq Nangahale, Damsik Raja Ado Pehan mengatakan bahwa pelaksanaan Sholat ‘Idul Fitri di Lapangan Marannu merupakan bagian kerja sama antara pengurus masjid, remaja masjid, dan masyarakat setempat.

Mendatangkan KH. M. Alifuddin Al-Ayyubi, S.Ag., Lc. pun kata Damsik sebagai salah satu upaya memoles kembali suasana ibadah, kekhusyuan dan menggali ilmu agama serta membentuk semangat ibadah umat untuk memotivasi diri.

Selain itu tentunya wacana ini pun dimaksudkan untuk mempererat kebersamaan di tengah umat.

“Kami mengajak seluruh umat Muslim di wilayah Nangahale dan sekitarnya untuk bersama-sama menghadiri dan meramaikan Sholat Idul Fitri ini,” ujar Damsik Raja Ado Pehan.

“Momentum hari kemenangan ini bukan hanya sebagai ibadah, tetapi juga sebagai sarana memperkuat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat, khususnya di wilayah timur Kabupaten Sikka,” lanjut Damsik yang kerap disapa Aba.

Ia berharap pelaksanaan Sholat Idul Fitri tahun ini dapat berjalan dengan lancar dan menjadi momentum kebersamaan bagi seluruh umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadhan.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan umat, mempererat persaudaraan, serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan persatuan di tengah masyarakat. Kehadiran jamaah dari berbagai desa tentu akan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami sebagai panitia,” tambahnya.

Lebih jauh ia mengimbau jamaah untuk datang lebih awal, membawa perlengkapan sholat masing-masing, serta menjaga ketertiban selama pelaksanaan ibadah berlangsung.

Sholat Idul Fitri di Lapangan Desa Nangahale diperkirakan akan dihadiri lautan jamaah dari berbagai desa di wilayah Timur Kabupaten Sikka guna melaksanakan sholat ‘Id bersama di Lapangan Marannu dan juga menyaksikan secara langsung penyampaian Khutbah dari khotib atau penceramah familiar tersebut.

Jurnalis : Faidin

Kronologi Hingga Wartawan Diitimidasi, Diancam, dan Diteror Oknum Polisi di Kupang

KUPANG, BAJOPOS.COM – Pada Kamis, 12 Maret 2026, dua orang wartawan media DeteksiNTT.com (Deviandi Selan & Nino Ninmusu) menerima pengaduan dari isteri salah satu oknum anggota polisi bernama Bripka Semuel Demes Talan yang bertugas di RS. Bhayangkara Kupang.

Kepada kedua wartawan, sang istri yang bernama Welmince menyampaikan aduan terkait kasus dugaan penelantaran dirinya bersama kedua anaknya yang telah berlangsung selama kurun waktu kurang lebih 8 tahun.

Dalam pengaduannya, sang istri mengaku sering melihat Bripka Semuel Demes Talan berada di sebuah rumah di kawasan Terminal Oebufu, yang diduga kuat sebagai tempat tinggalnya bersama seorang perempuan lain.

Guna memastikan kebenaran dari pengakuan tersebut, kedua wartawan berinisiatif melakukan investigasi langsung ke alamat di mana lokasi rumah itu berada. Investigasi ini dimaksud untuk memastikan akurasi informasi sekaligus mengumpulkan bahan-bahan pendukung pemberitaan.

Sang istri yang ditemani salah satu sepupunya bernama Ibu Marlin pun menuntun kedua wartawan ke lokasi rumah tersebut. Setibanya mereka di sekitar lokasi rumah tersebut, sang istri melihat sepeda motor Beat berwarna hitam terparkir persis di depan rumah yang disertai kois tersebut. Motor itu diduga kuat milik Bripka Semuel Demens Talan.

Kepada kedua wartawan, sang istri menjelaskan bahwa sepeda motor milik suaminya dapat dikenali melalui tulisan ‘Alfa’, nama anak sulung mereka yang tertera pada plat nomor kendaraan tersebut.

Sebelum hendak mengecek, wartawan Nino Ninmusu, sempat meminta sang istri bersama sepupunya agar tetap berada di dalam mobil dan jangan sampai menimbulkan masalah (melabrak).

Nino juga berpesan agar sang istri tetap menahan diri dan menuruti proses hukum yang tengah berjalan sejak laporan polisi pada bulan September 2025 lalu.

Kedua wartawan kemudian menghampiri rumah tersebut sambil membeli rokok. Setelah memastikan motor tersebut benar milik Bripka Semuel Demens Talan, kedua wartawan pun pergi dan memarkirkan motor di area jalan sekitar Gereja Maranatha Oebufu yang sekiranya berjarak 100 meter dari rumah tersebut.

Setelah memarkirkan motor, Wartawan Deviandi Selan yang menyadari adanya keributan (pelabrakan) oleh sang istri mengajak Wartawan bernama Nino Ninmusu untuk kembali ke rumah yang diduga kuat milik seorang perempuan selingkuhan Bripka Semuel Demens Talan.

Selanjutnya, wartawan Nino Ninmusu yang mengira ajakan tersebut bertujuan memanggil sang istri bersama sepupunya, memilih untuk tetap berada di atas motor yang dikendarai, sembari menunggu mereka kembali untuk sama-sama meninggalkan lokasi tersebut.

Wartawan Deviandi Selan saat tiba di rumah tersebut melihat suasana telah berubah diwarnai keributan. Atas situasi tersebut, ia pun mengambil ponsel dan sempat merekam insiden keributan dalam bentuk video. Alhasil, tindakan Wartawan Deviandi Selan langsung dihampiri dan dihadang Bripka Semuel Demens Talan yang melontarkan kalimat, “om video apa,” ucapnya sambil menghampiri wartawan.

Melihat wartawan dihalangi, sepupu dari sang istri langsung beberapa kali melontarkan ucapan, “itu wartawan, jangan dihalang.” Meski demikian, wartawan Defiandi Selan sempat dipukul dan mengenai tangan kiri.

Tak berhenti di situ, Bripka Semuel Demens Talan kembali dan mengambil helm lalu mengejar Wartawan Deviandi Selan. Wartawan Deviandi Selan pun menghindar dan berlari ke area permukiman di belakang Gereja Anak Darah Oebufu.

Di lain sisi, Wartawan Nino Ninmusu yang tidak mengetahui insiden tersebut tiba-tiba dihampiri Bripka Semuel Demens Talan sekiranya 15 menit kemudian usai menunggu di lokasi motor diparkir.

Saat dihampiri, wartawan Nino Ninmusu langsung mendapatkan ancaman, “kenapa basong bikin-bikin video? Dari lu pu model sa beta su tahu. Kecuali basong lihat beta ada tidur dengan perempuan atau basong lihat beta ada banaik dengan perempuan,” ancam Bripka Semuel Demens Talan yang disertai dua kali pukulan.

Wartawan Nino Ninmusu yang refleks dengan dua pukulan tersebut seketika mengenai helm yang digunakan. Tak berhenti disitu, ia pun menyita identitas Wartawan Nino Ninmusu berupa BPJS, sembari memastikan daerah asal hingga tempat tinggal wartawan.

Setelah mengetahui wartawan Nino Ninmusu bertempat tinggal di Noelbaki dan berasal dari daerah Kefamenanu, Bripka Semuel Demens Talan kembali melontarkan ancaman akan melaporkan Wartawan Nino Ninmusu kepada sesama anggota polisi yang berasal dari Kefamenanu.

Tak hanya ancaman verbal, beberapa kali ia mendorong hingga dua kali mencekik leher wartawan Nino Ninmusu sambil beberapa kali melontarkan kalimat, “basong mau cari masalah dengan Beta? Beta tanda basong. Ini malam lu tunggu sampai pagi, lu tunggu sampai lu punya kawan (wartawan Deviandi Selan) datang”.

Berselang beberapa menit kemudian, ia menyuruh wartawan Nino Ninmusu mendorong motor milik wartawan Deviandi Selan menuju rumah milik perempuan yang diduga kuat selingkuhan Bripka Semuel Demens Talan.

Saat mendorong motor, seorang teman perempuan dari wartawan Nino Ninmusu melihat kejadian tersebut dan ikut menghampiri wartawan Nino Ninmusu yang tengah dijemput dan diarak sejumlah massa.

Setelah memarkirkan motor di depan rumah, wartawan Nino Ninmusu diminta masuk ke dalam rumah guna dimintai penjelasan terkait persoalan tersebut.

Setelah berada di dalam rumah, wartawan Nino Ninmusu dimintai alamat tempat tinggalnya termasuk alamat tempat tinggal wartawan Deviandi Selan yang hendak meliput peristiwa pelabrakan tersebut.

Setelah memberikan penjelasan, wartawan Nino Ninmusu meminta pamit untuk pulang ke alamat tempat tinggalnya di Noelbaki dengan diantar teman perempuannya.

Saat melintasi jalan menuju arah Rumah Sakit Leona Oebufu, keduanya memutuskan untuk berpindah jalur menuju jalan TDM IV melewati salah satu gang sebelum Rumah Sakit Leona Oebufu. Ternyata yang dilewati adalah jalan buntu.

Saat hendak kembali memutar motor ke arah jalan utama, Bripka Semuel Demens Talan ternyata membuntuti keduanya dan telah berada persis di belakang motor yang dikendarai wartawan Nino Ninmusu bersama teman perempuannya.

Wartawan Nino Ninmusu kembali mendapatkan ancaman. “Lu tinggal di mana ko lu belok masuk datang sini. Beta tau lu punya model, lu tinggal di Noelbaki bagian mana,” ucap Bripka Semuel Demens Talan.

Wartawan Nino Ninmusu kembali menjelaskan ingin berpindah jalur mengikuti arah Naimata. Mendengar hal itu, Bripka Semuel Demens Talan kembali melontarkan kalimat, “basong su cari hal dengan beta, lu punya kawan tinggal di Matani bagian mana, ini malam juga lu cari dan bawa dia datang sini. Beta tahan dia punya motor sampai dia datang ambil di beta,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga kembali mengancam dengan kalimat, “basong ada lihat beta telanjang banaik dengan perempuan lain ko? untung sonde sampai tangkap, kalau sonde beta su banting kasih mati dia (wartawan Deviandi Selan). Beta siap berhenti jadi Polisi,” cecarnya mengancam.

Berselang beberapa menit kemudian, ia pun memutar motor dan pulang. Saat wartawan Nino Ninmusu bersama temannya kembali mengikuti jalan yang sama, Bripka Semuel Demens Talan masih terlihat berhenti di cabang jalan tersebut.

Atas peristiwa tersebut, wartawan Nino Ninmusu mengalami luka cekikan di bagian leher. Hingga saat ini, motor Wartawan Deviandi Selan dan BPJS milik Nino Ninmusu masih dalam sitaan Bripka Semuel Demens Talan. (Arseng)

Dugaan Kekerasan Terhadap Wartawan di Kupang, Oknum Polisi Diduga Lakukan Intimidasi dan Teror

KUPANG, BAJOPOS.COM – Kembali terjadi Kasus dugaan kekerasan terhadap pekerja media di Kota Kupang. Dua orang wartawan media online DeteksiNTT di Kota Kupang diduga mengalami intimidasi yang diduga dilakukan oleh oknum aparat kepolisian hingga memantik sorotan publik.

Sorotan pun menggema luas, salah satunya, berasal dari Ketua Front Mahasiswa Nasional (FMN) Cabang Kupang, Ama Makin, yang turut angkat bicara atas peristiwa dugaan intimidasi serta teror yang diduga dilakukan oleh seorang oknum anggota kepolisian yang bertugas di Polda NTT, Bripka Semuel Demes Talan, pada 12 Maret 2026 lalu di kawasan Oebufu.

Ama Makin menilai tindakan oknum aparat tersebut merupakan bentuk nyata dari praktik represif yang bertentangan dengan prinsip demokrasi.

“Peristiwa kekerasan, intimidasi, dan teror terhadap wartawan merupakan tindakan anti demokrasi dalam negara yang mengaku demokratis,” ujarnya.

Hemat dia, tindakan yang diduga melakukan pemukulan, pencekikan, perampasan identitas, ancaman, serta penyitaan kendaraan milik wartawan saat itu adalah bentuk brutalitas aparat.

Ia memandang, lazimnya, sebagai aparat kepolisian seharusnya melindungi dan mengayomi warga negara.

Ia menyebut bahwa praktik demikian yang diduga dilakukan oleh oknum aparat kepolisian tersebut merupakan pelanggaran etik dan tentunya bagian dari perintangan terhadap pekerja media yang justru termasuk suatu bentuk kejahatan.

Kronologi

Sebelumnya, kata Ama Makin peristiwa tersebut terjadi ketika dua orang wartawan yaitu Deviandi Selan dan Nino Ninmusu sedang menjalankan tugas jurnalistiknya. Keduanya hendak mengkonfirmasi informasi publik terkait dugaan penelantaran istri dan anak oleh salah seorang anggota kepolisian.

Namun alih-alih mendapat klarifikasi, keduanya justru menghadapi tindakan represi dan ancaman yang disebutnya pola demikian adalah bagian dari tindakan yang justru tidak wajar dilakukan sebab dapat mengikis kepercayaan rakyat terhadap institusi Polri.

“cara klasik kekuasaan yang fasis dan anti rakyat, tegasnya.

Melanggar Jaminan Kebebasan Pers

Ketua FMN Kupang itu kembali mejelaskan bahwa mengenai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang menjadi bekal pekerja media yang seharusnya mendapat jaminan dan kebebasan yang termaktub dalam hak-hak pers untuk mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan informasi justru diabaikan detik itu.

“Menghalangi kerja jurnalistik dengan kekerasan merupakan tindak pidana yang mengancam kemerdekaan pers,” terangnya.

Masih kata Ama, bahwa perilaku oknum aparat tersebut jelas bertentangan dengan mandat kepolisian perihal  Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia yang meskinya melindungi masyarakat, menegakkan hukum, serta menjaga ketertiban umum.

Faktanya, seorang aparat justru melakukan tindakan anarkis dimana diduga tengah melakukan pemukulan serta ancaman.

Ia menilai bahwa hal demikian menunjukkan aparatlah yang menginjak-injak hukum dan melanggar konstitusi,” tegasnya.

Demokrasi Ditengah Ancaman

Atas kejadian itu, jika dibiarkan tanpa proses hukum yang tegas, Ama Makin menilai justru yang dipertaruhkan bukan hanya keselamatan wartawan, tetapi juga masa depan kebebasan pers dan demokrasi.

Ia menyebut bahwa semestinya, pekerja Pers di maknai bukan sebagai musuh negara, namun meski di fahami bahwa keberadaan pekerja media sebagai praktik pengamalan terhadap pilar ke empat demokrasi yang kemudian menjalani tugas-tugasnya guna mengawasi dan menyampaikan fakta kepada publik.

Lebih jauh ia menilai bahwa perlakuan represif terhadap pekerja media merupakan jelmaan dari dekadensi hukum dalam suatu negara yang begitu serius.

Adapun pernyataan sikap yang disampaikan FMN Cabang Kupang diantaranya;

1. Mengecam tindakan represif, intimidatif, dan anti demokrasi yang dilakukan oleh Bripka Semuel Demes Talan salah satu anggota kepolisian POLDA NTT terhadap dua  wartawan DeteksiNTT.com yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.

2. POLDA NTT segera memproses hukum dan etik secara terbuka terhadap Pelaku.

3. Polda NTT harus menjamin keselamatan wartawan serta menghentikan tindakan brutal anti demokrasi terhadap kerja-kerja jurnalistik.

4. POLDA NTT segera Pecat Bripka Semuel Demes Talan selaku Pelaku Pemukulan,pencekikan, perampasan identitas serta ancaman dan teror terhadap wartawan.

Tentunya, kasus ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Timur.(Arseng)

Kapolri di Desak Tangani Kasus Pembunuhan Noni di NTT-Sikka, Demonstran: Copot!

JAKARTA, BAJOPOS.COM – Gelombang desakan untuk mengusut tuntas kematian tragis Noni, siswi SMP berusia 14 tahun asal Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, terus bergulir.

Jumat (13/3/2026), Perhimpunan Mahasiswa Maumere Jakarta (PMMJ) bersama sejumlah organisasi mahasiswa asal Flores dan Nusa Tenggara Timur menggelar aksi demonstrasi di depan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Jakarta Selatan.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk tekanan kepada aparat penegak hukum agar penanganan kasus tersebut dilakukan secara serius, transparan, dan tidak berhenti pada proses penyelidikan yang dinilai penuh tanda tanya.

Ketua PMMJ, Andri Tani, yang membacakan pernyataan sikap dalam aksi tersebut menegaskan bahwa mahasiswa tidak akan tinggal diam melihat kasus kematian Noni yang hingga kini masih menyisakan banyak kejanggalan.

“Kami datang ke Mabes Polri untuk menyampaikan bahwa kasus kematian adik Noni tidak boleh berhenti di tengah jalan. Penanganannya harus objektif, transparan, dan profesional agar keadilan benar-benar ditegakkan,” ujar Andri di tengah aksi.

PMMJ secara tegas mendesak Mabes Polri untuk mengambil alih penanganan kasus tersebut dari kepolisian daerah.

Menurut mereka, langkah itu penting agar proses penyelidikan dapat berjalan lebih objektif dan terbuka.

Selain itu, para mahasiswa menyoroti sejumlah fakta yang hingga kini belum terungkap secara jelas dalam proses penyelidikan. Salah satunya adalah belum ditemukannya barang-barang penting milik korban.

“Sampai hari ini, handphone dan pakaian korban belum ditemukan. Ini menjadi pertanyaan besar bagi kami dan masyarakat, karena barang-barang tersebut sangat penting dalam proses penyelidikan,” kata Andri.

Hal lain yang turut menjadi sorotan adalah kondisi jasad korban ketika ditemukan. PMMJ menilai kondisi rambut korban yang dicukur menimbulkan dugaan adanya upaya untuk menghilangkan jejak dalam kasus tersebut.

“Korban ditemukan dengan kondisi rambut dicukur atau kepala botak. Ini menimbulkan dugaan kuat bahwa ada upaya menghilangkan jejak atau fakta yang berkaitan dengan peristiwa ini,” ujarnya.

PMMJ juga menilai aparat kepolisian di daerah tidak menunjukkan kinerja maksimal sejak awal kasus ini dilaporkan.

Mereka menyoroti periode sejak korban dilaporkan hilang hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

“Kami melihat sejak awal laporan orang hilang hingga ditemukannya jasad korban, tidak terlihat peran maksimal dari aparat kepolisian. Hal ini menimbulkan ketidakpercayaan publik,” kata Andri.

Atas dasar itu, PMMJ mendesak Kapolri untuk mengevaluasi bahkan mencopot sejumlah pejabat kepolisian yang dinilai lalai dalam menangani kasus tersebut.

Selain mendesak pencopotan Kapolres Sikka dan Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Sikka, PMMJ juga meminta Kapolri mencopot Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Andri, pimpinan kepolisian di tingkat daerah dinilai tidak mampu memastikan penanganan kasus ini berjalan maksimal.

“Kami juga mendesak Kapolri untuk mencopot Kapolda NTT karena dinilai tidak mampu menginstruksikan Kapolres Sikka agar bekerja secara maksimal dalam mengungkap kasus ini,” tegasnya.

PMMJ juga menduga bahwa kasus kematian Noni tidak hanya melibatkan satu pelaku. Mereka menilai masih ada kemungkinan keterlibatan pihak lain yang hingga kini belum ditangkap maupun dimintai pertanggungjawaban hukum.

“Kami menduga masih ada pihak lain yang terlibat dalam kasus ini. Karena itu, proses pengusutan harus dilakukan secara serius, menyeluruh, dan tidak boleh berhenti pada satu orang saja,” ujar Andri.

Aksi demonstrasi ini tidak hanya diikuti oleh PMMJ. Sejumlah organisasi mahasiswa dan pemuda asal Flores dan NTT di Jakarta turut bergabung dalam aksi solidaritas tersebut diantaranya, yaitu; Angkatan Muda Adonara Jakarta (AMA Jakarta), Barisan Anak Timur Universitas Bung Karno (BATU), Himpunan Mahasiswa Pemuda Nagekeo Jabodetabek (HIMAPEN), serta Gerakan Pemuda Mahasiswa Ende Jakarta (GPMEJ).

Kehadiran berbagai organisasi tersebut menunjukkan bahwa kasus kematian Noni telah memicu perhatian luas di kalangan mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur yang berada di Jakarta.

Di akhir aksi, para mahasiswa kembali menyerukan tuntutan mereka agar Mabes Polri turun langsung ke Kabupaten Sikka untuk melakukan penyelidikan secara independen dan mengungkap kasus tersebut secara terang benderang.

“Ini bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga soal keadilan bagi korban dan keluarganya. Kami menuntut agar kasus ini diusut tuntas tanpa kompromi,” kata Andri.

Seruan yang sama kemudian menggema di antara massa aksi.

“Keadilan untuk Noni. Usut tuntas tanpa kompromi,” teriak para demonstran.(Redaksi)

Siaga Lebaran 2026, Basarnas Maumere Kerahkan 90 Personel

SIKKA, BAJOPOS.COM – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengerahkan sebanyak 90 personel dalam rangka Siaga SAR Khusus Lebaran 2026. Kesiapsiagaan ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kedaruratan selama arus mudik dan arus balik Idulfitri serta masa libur panjang.

Apel pembukaan Siaga SAR digelar di Kantor SAR Maumere dan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, S.E., M.Si. Apel tersebut diikuti oleh personel rescuer, anak buah kapal (ABK) Kapal Negara KN SAR Puntadewa 250, serta staf dari bidang operasi, sumber daya, dan urusan umum.

Dalam sambutannya, Fathur Rahman menyampaikan bahwa Siaga SAR Khusus Lebaran merupakan bentuk komitmen Basarnas untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Dalam rangka pengamanan arus mudik dan balik Idulfitri serta libur panjang, personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere melaksanakan Siaga Khusus Lebaran dengan titik lokasi di bandara, pelabuhan, dan tempat wisata. Kesiapsiagaan ini merupakan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik demi keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Fathur Rahman juga membacakan sambutan Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, S.I.P., M.M., CHRMP. Dalam sambutan itu ditekankan pentingnya kesiapan personel dalam melaksanakan pemantauan dan patroli di lokasi-lokasi rawan kecelakaan.

Selain itu, seluruh personel diminta memastikan kesiapan sarana dan prasarana, termasuk peralatan serta alat komunikasi yang harus selalu dalam kondisi siap digunakan dalam operasi SAR.

“Cek kesiapan peralatan, sarana dan prasarana serta alat komunikasi dalam mode siap operasi SAR,” tegasnya.

Mobilitas masyarakat selama masa libur Lebaran diperkirakan tetap tinggi. Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, pergerakan masyarakat pada periode Lebaran 2026 diprediksi mencapai 143,91 juta orang atau turun sekitar 1,75 persen dibandingkan perkiraan tahun sebelumnya sebesar 146,48 juta orang. Namun realisasi pada 2025 bahkan tercatat lebih besar dari perkiraan, yakni mencapai 154,62 juta orang.

Tingginya mobilitas tersebut dinilai tetap berpotensi menimbulkan situasi kedaruratan, sehingga kesiapsiagaan personel SAR menjadi sangat penting, terlebih karena perayaan Lebaran tahun ini juga berdekatan dengan Hari Raya Nyepi.

Puluhan personel yang terlibat dalam Siaga SAR Khusus Lebaran 2026 tersebar di beberapa wilayah operasi, yakni Kantor SAR Maumere, Pos SAR Manggarai Barat, Pos SAR Alor, Unit Siaga SAR Ende, dan Unit Siaga SAR Lembata, termasuk dukungan dari Kapal Negara KN SAR Puntadewa 250.

Siaga SAR Khusus Lebaran ini dilaksanakan mulai 13 hingga 29 Maret 2026 dengan fokus pengamanan di titik-titik keramaian seperti bandara, pelabuhan, serta objek wisata yang diperkirakan ramai dikunjungi masyarakat selama masa liburan.

Penulis : Faidin
Sumber : Basarnas Maumere

Warga Aesesa Serbu Pasar Murah Polres Nagekeo di Pasar Danga

NAGEKEO, BAJOPOS.COM – Warga Kelurahan Danga, kecamatan Aesesa, Nagekeo menyerbu Gerakan Pasar Murah yang di buka oleh Polres Nagekeo pada Jumad, 13/3/2026 pagi.

Kegiatan yang dipimpin Kasat Binmas Yanche Dhai itu digelar upaya mempermudah masyarakat dalam mendapatkan bahan pokok dengan harga yang relatif murah di tengah tekanan ekonomi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kasat Binmas Polres Nagekeo, Yanche Dhai kepada media mengatakan bahwa gerakan pasar murah tersebut merupakan agenda rutin yang terus dilakukan Polres Nagekeo.

Dijelaskan, bahwa selain menjaga stabilitas harga bahan pokok, demikian juga bertujuan membantu mengatasi persoalan tekanan ekonomi di tengah masyarakat.

“Gerakan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kondisi masyarakat, terutama dalam menjaga stabiitas harga dan memastikan masyarakat tetap bisa mendapatkan beras dengan harga yang lebih murah,” terang Yanche.

Ditegaskan bahwa gerakan pasar murah pula bagian dari komitmen Polri dalam mengantisipasi rawan pangan di tengah masyarakat, sehingga dikatakan harga tersebut tentu dapat di jangkau oleh masyarakat kecil.

Adapun sejumlah bahan pokok yang dijual dengan kisaran harga sebagai berikut; beras ukuran 5 kilogram dijual Rp58.000 per karung, sementara minyak goreng merek ‘Minyak Kita’ ukuran 1 liter dijual seharga Rp15.000 dan ukuran 2 liter dijual Rp30.000. Dimana harga demikian disebut lebih rendah dari harga pasar.

Harga tersebutpun kata Yanche telah disesuaikan dengan daya beli masyarakat, sehingga program ini benar-benar menyasar warga yang membutuhkan.

“Harapannya kegiatan ini bisa membantu masyarakat kecil agar tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya.

Pasar murah yang digelarpun mendapat antusias warga. Pantauan media, sejak pagi banyak masyarakat datang ke lokasi pasar murah untuk berbelanja bahan pokok yang menjadi keperluan mereka.

Jurnalis : Yosafat R. Dhae
Editor : Redaksi

Kapolres Nagekeo Turun ke Jalan, Bagikan 300 Paket Takjil untuk Warga Aesesa Nagekeo

NAGEKEO, BAJOPOS.COM – Suasana sore di depan Polsek Aesesa, Kamis (12/3/2026), tampak berbeda. Kapolres Nagekeo, AKBP Rachmat Muchamad Salihi, S.I.K., M.H., bersama istri dan jajaran Polres Nagekeo turun langsung ke jalan membagikan takjil kepada masyarakat yang melintas.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 17.00 Wita ini dilakukan menjelang waktu berbuka puasa. Sore itu tampak Kapolres bersama anggota kepolisian dan Ibu Bhayangkari membagikan 300 paket takjil kepada pengendara maupun warga yang melintas di ruas jalan depan Polsek Aesesa.

Takjil yang dibagikan diantaranya berupa minuman es buah segar untuk membantu masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa saat berbuka.

Kapolres Nagekeo, Rachmat Muchamad Salihi bersama Ibu Bhayangkari dan jajaran turun langsung ke jalanan berbagi takjil.

Kapolres Nagekeo, AKBP Rachmat Muchamad Salihi mengatakan kegiatan berbagi takjil ini merupakan bentuk kepedulian kepolisian kepada masyarakat sekaligus momentum mempererat hubungan silaturahmi di bulan suci Ramadan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Selain itu juga untuk mempererat tali silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang turut membangun kebersamaan dan kepedulian sosial.

Menariknya, pembagian takjil tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi warga yang berpuasa, tetapi juga diberikan kepada siapa saja yang melintas di depan Polsek Aesesa sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian.

Kegiatan berlangsung lancar dan disambut antusias oleh warga sekitar, terutama yang melintas. Kegiatan pembagian ratusan paket takjil pun disambut antusias warga sekitar, tak sedikit dari warga yang menerima paket takjil mengaku senang sore itu.

Saat menerima takjil pantauan media ini warga merasa senang, terima kasih dari masyarakat mewarnai kegiatan berbagi sore itu.

Jurnalis : Yosafat Robertus Dhae
Editor : Redaksi

Dugaan Penipuan Berkedok Jadi Agen Minyak Tanah Viral di FPRS, Warga Minta Kembalikan Uang

SIKKA, BAJOPOS.COM – Keluhan dugaan penipuan yang diunggah seorang warga di grup Facebook Forum Peduli Rakyat Sikka (FPRS) menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Postingan tersebut memicu ratusan komentar dari warganet yang sebagian mengaku pernah menjadi korban orang yang sama.

Akun Facebook Cii Mell dalam unggahannya mengaku orang tuanya didatangi seorang pria yang memperkenalkan diri bernama Riko.

Pria tersebut disebut menawarkan kerja sama menjadi agen minyak, namun hingga kini barang yang dijanjikan tidak pernah diantar.

Dalam unggahan yang di posting di grup tersebut, pemilik akun menuliskan keluhannya dan meminta agar pria yang disebut bernama Riko mengembalikan uang yang telah diambil.

“Selamat pagi, ada yang kenal orang ini? Mengaku namanya Riko. Datang tipu orang tua saya dengan angan-angan jadi agen minyak. Sampai hari ini tidak antar juga. Telepon tidak aktif. Tolong suruh dia kasih kembali uang yang dia bawa,” tulis akun tersebut.

Unggahan itu mendapat perhatian luas dari anggota grup. Hingga saat berita ini ditulis, postingan tersebut telah memperoleh sekitar 340 tanda suka dan 289 komentar dari warganet.

Sejumlah pengguna Facebook turut memberikan tanggapan di kolom komentar. Beberapa di antaranya bahkan mengaku mengenal sosok yang disebut dalam unggahan tersebut.

Akun Epifania Lodan menuliskan bahwa orang yang dimaksud memiliki kebiasaan menipu.
“Orang tukang tipu,” tulisnya singkat.

Sementara itu, Moh Jaka berkomentar dengan nada sindiran.
“Pemain lama, si CEO Pertamina,” tulisnya.

Komentar lain datang dari Iyann Semy yang menyebut orang tersebut sebenarnya bernama Erik.

“Orang ini tukang tipu, kalau dapat dia kasih pelajaran. Erik namanya,” tulisnya.

Selain itu, pengguna Chonk Ichonk menilai kasus tersebut belum ditangani aparat karena belum ada laporan resmi.
“Polisi tidak berani tangkap dan hukum dia, padahal korbannya banyak. Mungkin tidak ada yang berani melapor,” tulisnya.

Komentar tersebut kemudian mendapat balasan dari akun Zhull Amal Nur Pv yang menjelaskan bahwa proses hukum membutuhkan laporan dan bukti dari korban.

“Bukan tidak berani. Polisi punya SOP. Harus ada yang melaporkan, harus ada bukti dan kerugian korban. Anda berani tidak melaporkan?” tulisnya.

Perdebatan di kolom komentar pun terus berlanjut. Bahkan akun Vikher Rivensoriz menanggapi komentar sebelumnya dengan menyebut adanya dugaan kedekatan pelaku dengan aparat, meski tanpa bukti yang jelas.

Menanggapi keresahan masyarakat yang ramai dibicarakan di media sosial tersebut, pihak Polres Sikka menyatakan akan melakukan pengecekan terlebih dahulu terkait informasi yang beredar.

Kasi Humas Polres Sikka Leonardus Tunga saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp memberikan tanggapan singkat.

“Kami cek dulu,” tulisnya.

Hingga kini belum diketahui secara pasti identitas maupun keberadaan pria yang disebut dalam unggahan tersebut.(Faidin)

Halal Bi Halal di Dulolong-Alor Jadi Upaya Rekatkan Persaudaraan

ALOR, BAJOPOS.COM – Kegiatan Halal Bi Halal yang digagas Pemuda Dulolong, Desa Dulolong, Kabupaten Alor, menjadi salah satu upaya mempererat kembali hubungan persaudaraan masyarakat setelah munculnya sejumlah perseteruan antar kelompok dan tawuran remaja di daerah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Inisiatif yang digerakkan oleh pemuda yang tergabung dalam komunitas suporter Ultras Roda FC ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi sosial yang dinilai berpotensi memicu perpecahan di tengah masyarakat.

Para pemuda Dulolong menilai, konflik dan gesekan yang sempat terjadi antar kelompok masyarakat tidak hanya melibatkan generasi muda, tetapi juga berdampak pada hubungan sosial di beberapa wilayah di Kabupaten Alor. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas kehidupan masyarakat jika tidak disikapi dengan langkah-langkah persatuan.

Karena itu, momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah dipandang sebagai waktu yang tepat untuk mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam suasana silaturahmi dan saling memaafkan.

“Halal Bi Halal ini kami gagas sebagai ruang mempertemukan kembali keluarga besar dan masyarakat yang mungkin sempat mengalami gesekan, agar hubungan persaudaraan dapat kembali terjalin dengan baik,” ujar perwakilan Pemuda Dulolong.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026 di Desa Dulolong tersebut awalnya dirancang sebagai pertemuan keluarga besar Dulolong dan Mataru.

Namun, setelah mendapat berbagai masukan dari tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para senior dan pemuda setempat, panitia akhirnya memperluas lingkup kegiatan.

Selain keluarga besar dari kedua wilayah tersebut, panitia juga berencana mengundang sejumlah klub sepak bola yang pernah terlibat dalam Turnamen Bupati Cup dan Gerindra Cup 2025. Bahkan, tidak menutup kemungkinan perwakilan dari beberapa kampung atau komunitas yang sebelumnya sempat terlibat konflik juga akan diundang.

Panitia berharap pertemuan tersebut dapat menjadi ruang dialog dan rekonsiliasi sosial yang memperkuat kembali nilai persaudaraan di tengah masyarakat Alor.

Dalam rangka memastikan kelancaran kegiatan, perwakilan Pemuda Dulolong juga telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan aparat keamanan.

Pada Rabu (11/3/2026), panitia mendatangi ruang kerja Kapolres Alor untuk memohon dukungan serta membangun sinergi demi terselenggaranya kegiatan secara aman dan tertib.

Selain itu, komunikasi juga telah dilakukan dengan Bupati Alor, Ketua DPRD Kabupaten Alor, serta beberapa anggota DPRD lainnya sebagai bentuk dukungan bersama terhadap upaya menjaga persatuan masyarakat.

Meski menyadari tidak memiliki kewenangan formal dalam meredam konflik sosial, para pemuda Dulolong berharap kegiatan tersebut dapat menjadi contoh bahwa masyarakat, khususnya generasi muda, dapat mengambil peran aktif dalam menjaga kedamaian.

Melalui kegiatan Halal Bi Halal ini, panitia mengajak seluruh masyarakat Alor untuk kembali memperkuat semangat kebersamaan, meninggalkan konflik, dan membangun kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.

Jurnalis : Nursan
Editor : Redaksi

Pemuda Dulolong-Alor Inisiasi Halal Bi Halal Pasca Idul Fitri, Libatkan Komunitas Sepak Bola

ALOR, BAJOPOS.COM – Pemuda Desa Dulolong yang tergabung dalam komunitas suporter Ultras Roda FC menggagas kegiatan Halal Bihalal pasca Idul Fitri 1447 Hijriah sebagai upaya mempererat persatuan masyarakat di Kabupaten Alor.

Kegiatan tersebut merupakan inisiatif murni dari para pemuda Dulolong yang melihat besarnya peran sepak bola dalam menyatukan masyarakat tanpa memandang perbedaan suku maupun agama.

Selama ini, klub Roda FC dikenal sebagai salah satu pionir gerakan persatuan melalui olahraga sepak bola di Alor. Hal itu terlihat dalam berbagai turnamen besar, seperti Bupati Cup dan Gerindra Cup tahun 2025, yang mampu mempertemukan berbagai komunitas dan mempererat hubungan antarmasyarakat.

Salah satu contoh nyata dari dampak positif tersebut adalah terjalinnya hubungan kekeluargaan yang semakin erat antara masyarakat Dulolong dan Mataru, termasuk berbagai rumpun keluarga yang memiliki keterkaitan dengan kedua wilayah tersebut.

Namun di tengah dampak positif olahraga tersebut, para pemuda Dulolong juga mencermati munculnya gejolak sosial berupa tawuran antar remaja di sejumlah wilayah di Kabupaten Alor dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini dinilai berpotensi merusak nilai persatuan serta mengganggu stabilitas kehidupan masyarakat.

Karena itu, melalui momentum Idul Fitri tahun ini, para pemuda Dulolong berinisiatif menyelenggarakan kegiatan Halal Bi Halal sebagai wadah silaturahmi yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat.

“Kegiatan ini kami gagas sebagai ruang untuk memperkuat kembali hubungan kekeluargaan, sekaligus menjadi tempat saling mengenal bagi generasi muda agar tetap menjaga persaudaraan,” ungkap perwakilan Pemuda Dulolong.

Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi sarana “mengisi ulang” semangat persatuan dan kasih sayang antar masyarakat, khususnya bagi generasi muda di Alor.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, panitia juga telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk jajaran kepolisian.

Pada Rabu (11/3/2026), perwakilan Pemuda Dulolong bertemu Kapolres Alor di ruang kerjanya untuk memohon dukungan serta membangun sinergi demi suksesnya kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026 di Desa Dulolong.

Selain itu, panitia juga telah melakukan komunikasi dengan sejumlah pemangku kepentingan di daerah, seperti Bupati Alor, Ketua DPRD Kabupaten Alor, serta beberapa anggota DPRD lainnya.

Pada awalnya, kegiatan Halal Bihalal tersebut hanya direncanakan untuk mempertemukan keluarga besar Dulolong dan Mataru. Namun setelah mendapat masukan dari para tokoh masyarakat, tokoh agama, para senior, serta pemuda setempat, panitia akhirnya memperluas undangan.

Panitia berencana mengundang sejumlah klub sepak bola yang pernah terlibat dalam turnamen Bupati Cup dan Gerindra Cup. Tidak menutup kemungkinan, perwakilan dari beberapa kampung atau komunitas yang sempat terlibat konflik juga akan diundang sebagai bagian dari upaya mempererat kembali hubungan persaudaraan.

Para pemuda Dulolong menyadari bahwa mereka tidak memiliki kewenangan formal untuk meredam konflik yang terjadi. Namun melalui kegiatan ini, mereka ingin menunjukkan sikap aktif dalam mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk kembali memperkuat persatuan dan hidup berdampingan secara damai.

“Kami berharap momentum silaturahmi ini bisa menjadi pengingat bahwa persaudaraan jauh lebih penting daripada konflik,” ujar panitia.

Jurnalis : Nursan

Editor : Redaksi

Ramadan: Antara Ritual Kesucian dan Tragedi Ekologi

Oleh: Ikbal Tehuayo (Pemerhati dari Makassar) 

RAMADHAN adalah bulan suci, namun sering kali kesucian itu gagal tecermin dalam perilaku kita. Alih-alih menjadi momen pembersihan jiwa, Ramadhan seolah menjelma menjadi bulan penumpukan sampah.

Kesucian yang seharusnya menjadi inti ibadah, kini tampak ternoda oleh ketidakpedulian kita terhadap lingkungan.

Sejatinya, kesadaran lingkungan harus berjalan selaras dengan nilai-nilai spiritual. Jika suci berarti bersih, dan kebersihan adalah sebagian dari iman, maka mengabaikan kelestarian alam adalah bentuk pengingkaran terhadap nilai iman itu sendiri.

Minimnya empati terhadap bumi membuat Ramadhan seakan kehilangan esensinya sebagai bulan yang menyucikan.

Gunungan botol plastik, hamparan kantong belanja, serta sisa makanan yang terbuang sia-sia akibat konsumsi yang tak terkontrol kini menjadi wajah buruk di balik megahnya perayaan. Kita seolah gagal menerjemahkan nilai-nilai langit ke dalam tindakan di atas bumi.

Penting untuk kita sadari bahwa menjaga alam adalah bentuk ketaatan tertinggi kepada Tuhan.

Sehingga, puasa bukan sekadar perkara menahan lapar dan haus di tenggorokan, melainkan menahan diri dari syahwat konsumsi yang membebani bumi.

Ramadhan seharusnya menjadi energi penggerak bagi pikiran dan tindakan kita untuk mulai “berpuasa” dari perilaku merusak.

Jangan biarkan bulan yang suci ini justru menambah beban derita planet kita. Mari jadikan setiap sujud kita sejalan dengan upaya menjaga rumah besar yang dititipkan Tuhan ini.

Ketua MUI Sikka Ingatkan Nilai Empati di Bulan Ramadhan Saat Buka Puasa Bersama BRI Maumere

SIKKA, BAJOPOS.COM – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sikka, Muhammad Iksan Wahab, mengingatkan pentingnya membangun empati, solidaritas, dan kasih sayang antar sesama dalam momentum bulan suci Ramadhan.

Pesan tersebut ia sampaikan saat memberikan tausiah pada kegiatan buka puasa bersama yang digelar Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office Maumere bersama pekerja dan Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia (IWABRI), Rabu (11/3/2026).

Menurut Iksan Wahab, Ramadhan bukan sekadar menjalankan ibadah puasa, tetapi juga menjadi kesempatan bagi setiap orang untuk memperbaiki diri dan memperkuat hubungan sosial dengan sesama manusia.

“Tuhan Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Pengampun. Ia selalu menerima hamba-Nya yang ingin memperbaiki diri. Karena itu, penting bagi kita untuk menjaga hubungan baik dengan sesama,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa perselisihan antarindividu dapat menjauhkan seseorang dari rahmat Tuhan. Oleh sebab itu, setiap orang dianjurkan untuk selalu berprasangka baik serta menumbuhkan empati dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan kerja.

Iksan Wahab juga mengajak seluruh karyawan di lingkungan BRI Cabang Maumere untuk menjadikan ibadah sebagai sarana membangun kesadaran batin, bukan sekadar menjalankan kewajiban.

“Puasa mengajarkan nilai pengendalian diri. Seseorang menahan lapar dan dahaga selama satu hari penuh sebagai bentuk latihan spiritual sekaligus kedisiplinan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kedisiplinan dalam ibadah, seperti menjaga waktu berbuka puasa, menjalankan puasa, serta melaksanakan sholat tepat waktu, dapat membentuk karakter yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.

Di akhir tausiahnya, ia mengingatkan pentingnya sikap bersyukur dan menahan amarah selama menjalani ibadah puasa. Menurutnya, kemarahan dapat menghilangkan nilai kesabaran yang selama ini dilatih melalui ibadah di bulan Ramadhan.

Kepala BRI Cabang Maumere, I Nyoman Slamet Destrawan memberikan sambutan saat acara buka puasa bersama Pekerja dan IWABRI, Rabu, 11 Maret 2026.

Sementara itu, Kepala BRI Cabang Maumere, I Nyoman Slamet Destrawan, mengatakan kegiatan buka puasa bersama menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan di lingkungan kerja.

Ia menilai bulan Ramadhan mengajarkan setiap orang untuk meningkatkan pengendalian diri sekaligus memperkuat sikap toleransi antar umat beragama.

“Saya melihat tingkat toleransi di NTT tidak jauh berbeda dengan di tempat asal saya di Bali. Sama-sama saling menghargai meskipun memiliki latar belakang agama yang berbeda,” ujarnya.

Moment kebersamaan saat acara buka puasa bersama Pekerja dan IWABRI.

Menurut Destrawan, semangat saling menghargai tersebut diharapkan terus terjaga di lingkungan kerja BRI Cabang Maumere sehingga tercipta suasana kerja yang harmonis dan solid.

Kegiatan buka puasa bersama itu berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan serta diharapkan semakin memperkuat kekompakan tim sekaligus mempererat tali persaudaraan di antara seluruh karyawan.(Mm)

Meneladani Rasulullah SAW di Penghujung Ramadhan: Jejak Ibadah Nabi dan Hikmah Menurut Para Ulama

Ketika bulan Ramadhan memasuki hari-hari terakhir, suasana spiritual umat Islam biasanya semakin terasa. Masjid-masjid mulai dipenuhi jamaah yang ingin meraih keberkahan sebelum bulan suci berakhir. Dalam sejarah Islam, momentum ini memiliki makna yang sangat mendalam karena Rasulullah SAW menjadikan sepuluh malam terakhir Ramadhan sebagai puncak ibadahnya.

Bagi Nabi Muhammad SAW, akhir Ramadhan bukanlah waktu untuk mengendurkan semangat ibadah. Sebaliknya, saat itulah beliau meningkatkan kesungguhan dalam beribadah, memperbanyak sholat malam, membaca Al-Qur’an, berdoa, serta melakukan i’tikaf di masjid.

Tradisi tersebut kemudian menjadi teladan yang diwariskan kepada umat Islam hingga hari ini.

Kesungguhan Rasulullah pada Sepuluh Malam Terakhir

Istri Rasulullah, Aisyah, meriwayatkan bagaimana kebiasaan Nabi ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Ia berkata:

“Apabila telah masuk sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, bersungguh-sungguh dalam ibadah dan mengencangkan ikat pinggangnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menjadi salah satu rujukan penting para ulama dalam menjelaskan keutamaan sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Menurut ulama hadits terkenal, Ibnu Hajar Al-Asqalani, ungkapan “mengencangkan ikat pinggang” merupakan kiasan yang menunjukkan kesungguhan Rasulullah dalam meningkatkan ibadah serta menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat mengurangi fokus spiritual.

I’tikaf: Ibadah yang Selalu Dilakukan Rasulullah

Salah satu amalan yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah pada akhir Ramadhan adalah i’tikaf, yaitu berdiam diri di masjid dengan tujuan memperbanyak ibadah kepada Allah.

Aisyah RA meriwayatkan:

“Rasulullah SAW selalu beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan hingga beliau wafat.”
(HR. Bukhari)

Menurut penjelasan ulama besar mazhab Syafi’i, Imam Nawawi, i’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan termasuk sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan karena dilakukan secara konsisten oleh Rasulullah.

Dalam kitab Syarh Shahih Muslim, Imam Nawawi menjelaskan bahwa tujuan utama i’tikaf adalah membersihkan hati dari kesibukan dunia dan memfokuskan diri sepenuhnya kepada ibadah.

Lailatul Qadar: Malam yang Lebih Baik dari Seribu Bulan

Kesungguhan Rasulullah dalam beribadah pada akhir Ramadhan berkaitan erat dengan pencarian Lailatul Qadar, malam yang sangat mulia dalam Islam.

Allah SWT berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ
سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Artinya:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan hingga terbit fajar.”
(QS. Al-Qadr: 1–5)

Menurut penafsiran ulama tafsir terkenal, Al-Qurtubi, keutamaan malam tersebut menunjukkan betapa besar rahmat Allah kepada umat Nabi Muhammad SAW. Satu malam ibadah dapat bernilai lebih dari delapan puluh tahun.

Hikmah Dirahasiakannya Lailatul Qadar

Tanggal pasti Lailatul Qadar tidak disebutkan secara jelas dalam Al-Qur’an maupun hadits. Rasulullah hanya memberikan petunjuk bahwa malam tersebut berada pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan.

Rasulullah bersabda:

“Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Ramadhan.”
(HR. Bukhari)

Menurut pandangan ulama besar, Ibnu Taimiyah, hikmah dirahasiakannya waktu Lailatul Qadar adalah agar umat Islam tidak hanya beribadah pada satu malam saja, tetapi bersungguh-sungguh menghidupkan seluruh malam di akhir Ramadhan.

Doa yang Dianjurkan Rasulullah

Dalam sebuah riwayat, Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah tentang doa yang sebaiknya dibaca ketika seseorang bertemu dengan malam Lailatul Qadar.

Rasulullah menjawab:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Menurut penjelasan Ibnu Hajar, doa ini menunjukkan bahwa inti dari malam Lailatul Qadar adalah memohon ampunan kepada Allah.

Kedermawanan Rasulullah di Bulan Ramadhan

Selain memperbanyak ibadah malam, Rasulullah juga dikenal sebagai sosok yang sangat dermawan, terutama pada bulan Ramadhan.

Sahabat Nabi, Ibnu Abbas, meriwayatkan:

“Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan.”
(HR. Bukhari)

Kedermawanan Rasulullah terlihat dari kebiasaannya membantu kaum fakir miskin, memberi makan orang yang berpuasa, serta memperbanyak sedekah.

Ramadhan sebagai Momentum Perubahan

Kisah kehidupan Rasulullah SAW pada penghujung Ramadhan memberikan pelajaran penting bagi umat Islam. Ketika sebagian orang mulai merasa lelah menjalani puasa, Rasulullah justru meningkatkan kesungguhan dalam ibadahnya.

Teladan tersebut mengajarkan bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi momentum untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal, serta mendekatkan hati kepada Allah.

Dengan meneladani Rasulullah—menghidupkan malam, memperbanyak sedekah, melakukan i’tikaf, dan mencari Lailatul Qadar—umat Islam diharapkan dapat menutup Ramadhan dengan amal terbaik.

Sebab tidak ada yang mengetahui apakah seseorang masih akan bertemu dengan Ramadhan berikutnya.(Redaksi) 

Menjemput Ramadhan yang Makbul: Pesan Qultum Ustadz Haris di Masjid An-Nur

SIKKA, Bajopos.com – Memasuki sepuluh malam terakhir bulan suci Ramadhan, umat Muslim diajak untuk semakin memperbanyak amal dan memohon agar seluruh ibadah diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Pesan itu disampaikan oleh Ustadz Haris dalam kuliah tujuh menit (qultum) usai Sholat Isya menjelang Sholat Tarawih di Masjid An-Nur Nangahale, Selasa (10/3/2026) malam.

Ustadz Haris yang merupakan alumni Pondok Pesantren Dakwah Darul Muhlasin, Kerincing, Payaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, mengawali ceramahnya dengan mengingatkan jamaah bahwa Ramadhan kini telah memasuki fase sepuluh malam terakhir.

Menurutnya, momen tersebut harus disyukuri karena tidak semua orang diberi kesempatan untuk sampai pada penghujung Ramadhan.

“Sebentar lagi Ramadhan akan pergi meninggalkan kita. Maka yang pertama harus kita lakukan adalah bersyukur kepada Allah atas nikmat yang sangat mulia ini, yaitu nikmat amal,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ia menjelaskan bahwa amal kebaikan merupakan satu-satunya bekal yang akan menemani manusia setelah meninggal dunia. Harta benda, kendaraan, bahkan kekayaan dunia tidak akan ikut masuk ke dalam kubur.

“Motor tidak masuk kubur, duit tidak masuk kubur, pulsa juga tidak masuk kubur. Yang masuk kubur hanyalah amal,” kata Ustadz Haris.

Karena itu, ia mengajak jamaah untuk mensyukuri kesempatan beramal selama Ramadhan dan memohon agar seluruh ibadah diterima oleh Allah.

Harapan Amal yang Makbul

Dalam ceramahnya, Ustadz Haris juga menjelaskan makna diterimanya amal oleh Allah. Ia menyinggung istilah mabrur bagi orang yang menunaikan ibadah haji dan makbul bagi amal lainnya.

Keduanya, menurut dia, memiliki makna yang sama, yaitu amal yang diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Ia mengutip doa yang sering dibaca dalam Sholat Tarawih yang memohon agar umat Muslim termasuk golongan orang yang beruntung dan amalnya diterima.

“Ya Allah jadikanlah kami di bulan Ramadhan ini termasuk orang-orang yang beruntung, yang amalnya diterima oleh-Mu,” ujarnya mengutip doa tersebut.

Ia juga mengingatkan agar umat Muslim tidak termasuk golongan orang yang amalnya tertolak.

“Tanda amal yang diterima adalah dimudahkannya seseorang melakukan amal berikutnya,” katanya.

Ia mencontohkan, ketika seseorang mampu menjaga Sholat Dzuhur dengan baik, maka Allah akan memudahkan ia menunaikan Sholat Ashar, kemudian Maghrib, dan seterusnya.

Perubahan Setelah Ramadhan

Ustadz Haris juga menegaskan bahwa tanda diterimanya Ramadhan adalah adanya perubahan dalam diri seseorang setelah bulan suci tersebut berakhir.

Ia memberikan analogi bagi orang yang pulang dari ibadah haji. Jika hajinya mabrur, maka akan terlihat perubahan perilaku setelah kembali ke tanah air.

“Kalau tidak ada perubahan, itu bukan haji mabrur, tapi mabur, terbang saja,” ujarnya disambut senyum jamaah.

Hal yang sama, lanjutnya, juga berlaku bagi Ramadhan. Bila ibadah Ramadhan diterima, maka seseorang akan menjadi pribadi yang lebih baik setelahnya.

Ia mengutip nasihat ulama yang mengingatkan agar umat Islam menjadi hamba yang robbani, yaitu hamba yang berorientasi kepada Allah dalam setiap amalnya, bukan hanya menjadi hamba “Ramadhani” yang semangat beribadah hanya selama bulan Ramadhan.

“Jangan sampai setelah Ramadhan selesai, semangat ibadah juga hilang,” katanya.

Pentingnya Menjaga Lisan

Dalam qultumnya, Ustadz Haris juga mengingatkan jamaah untuk menjaga lisan selama bulan Ramadhan. Menurutnya, ucapan manusia memiliki dampak besar, apalagi ketika di bulan Ramadhan doa-doa lebih mudah dikabulkan.

Ia menjelaskan bahwa para malaikat diperintahkan untuk mengamini doa orang-orang yang berdoa di bulan Ramadhan. Karena itu, kata-kata yang keluar dari mulut harus dijaga.

“Jangan sampai mulut kita mengeluarkan kata-kata kotor, memaki, atau mengutuk orang lain,” katanya.

Ia bahkan menyinggung kebiasaan sebagian orang tua yang marah kepada anak dengan kata-kata kasar. Menurutnya, hal tersebut sebaiknya diganti dengan doa yang baik.

Untuk memperjelas pesan tersebut, ia menceritakan kisah masa kecil Imam Masjidil Haram, Syekh Abdurrahman As-Sudais.

Menurutnya, ketika kecil, As-Sudais dikenal sebagai anak yang sulit diatur. Namun sang ibu tidak memarahinya dengan kata-kata kasar.

Sebaliknya, ibunya justru mendoakan agar kelak ia menjadi imam di masjid besar. Doa itu kemudian benar-benar terwujud ketika As-Sudais menjadi imam di Masjidil Haram.

“Semoga para orang tua bisa meneladani hal itu, mengganti kemarahan dengan doa yang baik untuk anak-anaknya,” ujar Ustadz Haris.

Doa di Penghujung Ramadhan

Menutup qultumnya, Ustadz Haris mengajak jamaah untuk memperbanyak doa di sisa Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi.

Ia menekankan bahwa setiap Muslim perlu memohon secara pribadi kepada Allah agar seluruh ibadah Ramadhan diterima.

“Jangan hanya berharap dari doa imam ketika Tarawih. Kita masing-masing juga harus memohon kepada Allah agar Ramadhan kita diterima,” katanya.

Ia berharap Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan yang makbul dan membawa perubahan kebaikan bagi setiap Muslim.

“Semoga Allah menerima Ramadhan kita tahun ini dan mempertemukan kita kembali dengan Ramadhan berikutnya,” ujarnya menutup ceramah.(Faidin)