Sen. Jun 1st, 2026

(HIKMAH) Raih Keberkahan Ramadan, Momentum Menjadi Insan Bertakwa

Oleh : Ustadz Abdurrahim Yunus, S.Ag

بسم الله الرحمن الرحيم

Ramadan kembali menyapa umat Islam di seluruh penjuru dunia. Bulan suci ini bukan sekadar pergantian kalender hijriah, melainkan momentum spiritual yang sarat makna, penuh keberkahan, dan menjadi ruang pembuktian kualitas iman setiap Muslim.

Allah SWT menegaskan kewajiban berpuasa dalam firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al-Baqarah 2:183).

Ayat tersebut menegaskan bahwa puasa bukan sekadar ritual tahunan, tetapi sarana membentuk pribadi yang bertakwa. Ramadan hadir sebagai bulan istimewa yang berbeda dari bulan-bulan lainnya karena keutamaan yang Allah SWT limpahkan di dalamnya.

Keagungan Ramadan juga ditegaskan dalam firman Allah SWT:

( شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدىً لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْه) سورة البقرة: 185

Artinya: “Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS Al-Baqarah 2:185).

Ramadan menjadi bulan turunnya Al-Qur’an, kitab suci yang menjadi pedoman hidup umat manusia. Tak heran jika bulan ini selalu dinanti-nantikan, karena di dalamnya tersimpan peluang besar untuk meraih pahala dan ampunan.

Selain puasa wajib, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak ibadah sunah seperti salat tarawih, bersedekah, memperbanyak tilawah Al-Qur’an, hingga menunaikan umrah bagi yang mampu. Suasana spiritual Ramadan semakin terasa dengan janji Allah SWT yang disampaikan melalui sabda Rasulullah SAW:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ، فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ

Artinya: “Apabila datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (HR Bukhari No 3277, Muslim No 1079).

Hadits tersebut menggambarkan betapa luasnya rahmat Allah pada bulan ini. Ramadan adalah bulan limpahan ampunan dan pembebasan dari api neraka.

Ulama besar, Imam Al-Ghazali, pernah mengingatkan bahwa puasa merupakan bagian penting dari iman (al-shaum rub’ul iman). Puasa bukanlah perkara ringan. Ia menuntut pengendalian diri dari makan, minum, serta hubungan suami istri—tiga kebutuhan mendasar manusia yang biasa dilakukan setiap hari.

Tanpa iman yang kuat, Ramadan bisa saja berlalu seperti bulan-bulan lainnya, tanpa meninggalkan bekas dalam jiwa. Menahan lapar dan dahaga sejak Subuh hingga Maghrib membutuhkan kesabaran ekstra. Godaan hadir di mana-mana—di rumah, di tempat kerja, bahkan di perjalanan.

Rasulullah SAW juga menyampaikan keistimewaan puasa dalam sebuah hadits qudsi:

عن أَبي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قال : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : قَالَ اللَّهُ : كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

Artinya: Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu berkata, Rasulullah Shallallahu’alai wa sallam bersabda, “Allah berfirman, ‘Semua amal anak Adam untuknya kecuali puasa. Ia untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.’” (HR Bukhari, 1761 dan Muslim, 1946).

Hadits ini menunjukkan betapa istimewanya ibadah puasa di sisi Allah SWT. Balasannya langsung dari Allah, tanpa batas yang diketahui manusia.

Karena itu, Ramadan sejatinya bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Ia adalah madrasah kesabaran, latihan keikhlasan, serta momentum perbaikan diri. Setiap Muslim diajak merenungkan kehadiran bulan suci ini agar tidak berlalu tanpa makna.

Momentum Ramadan adalah kesempatan emas untuk memperbanyak amal, memperbaiki akhlak, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Harapannya, selepas Ramadan, setiap insan mampu keluar sebagai pribadi yang lebih bertakwa.

Semoga Ramadan tahun ini benar-benar menjadi jalan meraih keberkahan dan perubahan diri yang lebih baik.(Faidin) 

Berita Populer