Sabda Nabi “Siapa yang berbuka satu hari di bulan Ramadhan tanpa rukhsah dan tanpa sakit, maka ia tidak akan mampu menggantinya walaupun berpuasa sepanjang tahun (HR. Abu Dawud).”
Oleh : Abdurahim Yunus S.HI
NAGEKEO, Bajopos.com – Ramadhan adalah bulan yang Allah muliakan di atas seluruh bulan. Di dalamnya Al-Qur’an diturunkan, pahala dilipatgandakan, dan pintu-pintu surga dibuka. Namun di balik kemuliaan itu, terdapat ancaman keras bagi siapa saja yang dengan sengaja meremehkan kewajiban puasa tanpa alasan yang dibenarkan syariat.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 183:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Ayat ini merupakan perintah tegas. Puasa Ramadhan bukan tradisi tahunan atau pilihan pribadi, melainkan kewajiban langsung dari Allah kepada setiap muslim yang baligh, berakal, dan mampu.
Puasa Ramadhan juga termasuk salah satu rukun Islam. Dalam hadits sahih yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar RA, Rasulullah SAW bersabda bahwa Islam dibangun di atas lima perkara, dan beliau menyebutkan di antaranya adalah puasa Ramadhan (HR. Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj).
Karena itu, siapa yang dengan sengaja meninggalkan puasa tanpa uzur seperti sakit atau safar, berarti ia telah meremehkan salah satu pilar utama agama. Para ulama menjelaskan, jika seseorang mengingkari kewajibannya maka ia dapat terjatuh pada kekafiran. Adapun jika ia mengakui kewajiban itu namun meninggalkannya karena malas atau meremehkan, maka ia telah melakukan dosa besar yang sangat berat.
Ancaman keras bagi orang yang sengaja berbuka tanpa alasan tergambar dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Umamah al-Bahili RA. Rasulullah SAW menceritakan mimpi tentang sekelompok orang yang digantung terbalik, mulut mereka robek hingga ke tengkuk dan darah mengalir deras. Ketika beliau bertanya siapa mereka, dijawab: mereka adalah orang-orang yang berbuka puasa sebelum halal waktunya.
Dalam riwayat lain dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang berbuka satu hari di bulan Ramadhan tanpa rukhsah dan tanpa sakit, maka ia tidak akan mampu menggantinya walaupun berpuasa sepanjang tahun (HR. Abu Dawud). Ini menunjukkan betapa besar kedudukan satu hari puasa Ramadhan.
Al-Qur’an juga mengingatkan bahwa setiap amal akan dimintai pertanggungjawaban. Allah berfirman dalam QS. Al-Hijr ayat 92–93:
فَوَرَبِّكَ لَنَسْـَٔلَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَ
عَمَّا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
“Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua, tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu.”
Pada hari itu manusia berdiri dalam keadaan haus, takut, dan penuh penyesalan. Matahari didekatkan, keringat menenggelamkan manusia sesuai kadar amalnya. Orang yang dahulu enggan menahan lapar dan dahaga karena Allah akan merasakan dahaga yang jauh lebih dahsyat di Padang Mahsyar.
Namun sebesar apa pun dosa, pintu taubat tetap terbuka selama nyawa belum sampai di tenggorokan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam QS. Az-Zumar ayat 53:
قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗ اِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
“Katakanlah, ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.’”
Karena itu, jika pernah meninggalkan puasa dengan sengaja, segeralah bertaubat dengan taubat nasuha: menyesali perbuatan, bertekad tidak mengulanginya, dan mengganti puasa yang ditinggalkan.
Ramadhan adalah kesempatan emas menuju ampunan. Jangan sampai ia menjadi saksi kelalaian kita di hadapan Allah. Semoga Allah menjaga kita dari meremehkan kewajiban-Nya dan menjadikan Ramadhan sebagai sebab keselamatan kita di dunia dan akhirat. Aamiin.(Faidin)

