KALABAHI, Bajopos.com | Drama panas tersaji hingga menit-menit akhir di Stadion Batunirwala, Kamis (27/8/2026) sore. Gaza Moru akhirnya keluar sebagai juara Turnamen Budi Artha Mandiri Cup setelah menaklukkan tuan rumah Budi Artha Mandiri dengan skor tipis 1-0.
Kemenangan tersebut terasa semakin dramatis karena satu-satunya gol baru tercipta ketika pertandingan memasuki menit ke-85.
Hasan Irsyad menjadi pahlawan Gaza Moru setelah sukses mengeksekusi penalti sekaligus memupus harapan tuan rumah mengangkat trofi di hadapan pendukung sendiri.
Sejak peluit pertama dibunyikan, kedua tim langsung terlibat dalam duel ketat. Tidak banyak ruang diberikan kepada lawan.
Budi Artha Mandiri tampil dengan permainan solid dan mengandalkan kemampuan individu, sementara Gaza Moru berusaha membongkar pertahanan tuan rumah melalui kecepatan para pemain sayap, Abiu, Aleo, dan Patris.
Babak pertama berlangsung keras dan alot. Peluang demi peluang belum mampu menghasilkan gol. Kedua tim tampak sama-sama menyadari bahwa satu kesalahan kecil bisa menjadi petaka.
Memasuki babak kedua, tensi pertandingan justru semakin meningkat. Adu fisik dan perebutan bola terjadi hampir di setiap sudut lapangan. Waktu terus berjalan, sementara papan skor masih menunjukkan angka 0-0.
Ketegangan akhirnya pecah pada menit ke-85.
Aleo dijatuhkan Andri Pering di dalam kotak penalti. Wasit Ichal tanpa ragu menunjuk titik putih. Sontak, suasana stadion memanas. Pendukung kedua kubu menanti dengan tegang eksekusi yang bisa menentukan nasib trofi.
Hasan Irsyad maju sebagai algojo Gaza Moru.
Dalam tekanan dan sorotan puluhan pasang mata, Hasan justru tampil tenang. Sepakannya meluncur deras ke pojok kiri atas gawang dan gagal dijangkau kiper Budi Artha Mandiri.
GOOOL! 1-0 untuk Gaza Moru!
Gol tersebut sontak disambut ledakan kegembiraan kubu Gaza Moru. Sebaliknya, tuan rumah berada dalam situasi yang nyaris tak punya pilihan selain menyerang total.
Anak asuh Imang Oang langsung meningkatkan tekanan pada 10 menit terakhir. Pertahanan Gaza Moru digempur habis-habisan. Bola berkali-kali diarahkan ke jantung pertahanan untuk mencari celah menyamakan kedudukan.
Namun Gaza Moru memilih bertahan dengan disiplin. Setiap serangan tuan rumah dipatahkan. Para pemain belakang bekerja keras menjaga keunggulan yang sudah berada di depan mata.
Detik demi detik berlalu.
Hingga akhirnya peluit panjang berbunyi.
Gaza Moru menang 1-0 dan resmi mengangkat trofi Budi Artha Mandiri Cup.
Sementara bagi Budi Artha Mandiri, kekalahan ini menjadi akhir pahit dari perjuangan panjang di hadapan publik sendiri. Trofi yang sudah berada dalam jangkauan akhirnya lepas hanya beberapa menit sebelum pertandingan berakhir.
Bagi Gaza Moru, kemenangan ini bukan sekadar angka 1-0. Ini adalah kemenangan tentang ketenangan, keberanian, dan kemampuan bertahan ketika tekanan berada di titik tertinggi.
Satu penalti. Satu gol. Satu trofi. Gaza Moru keluar sebagai juara.
Reporter : Nursan

