Kam. Sep 17th, 2026

BOLA

Drama Menit Akhir, Gaza Moru Bungkam Tuan Rumah, Rebut Trofi Budi Artha Mandiri Cup

KALABAHI, Bajopos.com | Drama panas tersaji hingga menit-menit akhir di Stadion Batunirwala, Kamis (27/8/2026) sore. Gaza Moru akhirnya keluar sebagai juara Turnamen Budi Artha Mandiri Cup setelah menaklukkan tuan rumah Budi Artha Mandiri dengan skor tipis 1-0.

Kemenangan tersebut terasa semakin dramatis karena satu-satunya gol baru tercipta ketika pertandingan memasuki menit ke-85.

Hasan Irsyad menjadi pahlawan Gaza Moru setelah sukses mengeksekusi penalti sekaligus memupus harapan tuan rumah mengangkat trofi di hadapan pendukung sendiri.

Sejak peluit pertama dibunyikan, kedua tim langsung terlibat dalam duel ketat. Tidak banyak ruang diberikan kepada lawan.

Budi Artha Mandiri tampil dengan permainan solid dan mengandalkan kemampuan individu, sementara Gaza Moru berusaha membongkar pertahanan tuan rumah melalui kecepatan para pemain sayap, Abiu, Aleo, dan Patris.

Babak pertama berlangsung keras dan alot. Peluang demi peluang belum mampu menghasilkan gol. Kedua tim tampak sama-sama menyadari bahwa satu kesalahan kecil bisa menjadi petaka.

Memasuki babak kedua, tensi pertandingan justru semakin meningkat. Adu fisik dan perebutan bola terjadi hampir di setiap sudut lapangan. Waktu terus berjalan, sementara papan skor masih menunjukkan angka 0-0.

Ketegangan akhirnya pecah pada menit ke-85.

Aleo dijatuhkan Andri Pering di dalam kotak penalti. Wasit Ichal tanpa ragu menunjuk titik putih. Sontak, suasana stadion memanas. Pendukung kedua kubu menanti dengan tegang eksekusi yang bisa menentukan nasib trofi.

Hasan Irsyad maju sebagai algojo Gaza Moru.

Dalam tekanan dan sorotan puluhan pasang mata, Hasan justru tampil tenang. Sepakannya meluncur deras ke pojok kiri atas gawang dan gagal dijangkau kiper Budi Artha Mandiri.

GOOOL! 1-0 untuk Gaza Moru!

Gol tersebut sontak disambut ledakan kegembiraan kubu Gaza Moru. Sebaliknya, tuan rumah berada dalam situasi yang nyaris tak punya pilihan selain menyerang total.

Anak asuh Imang Oang langsung meningkatkan tekanan pada 10 menit terakhir. Pertahanan Gaza Moru digempur habis-habisan. Bola berkali-kali diarahkan ke jantung pertahanan untuk mencari celah menyamakan kedudukan.

Namun Gaza Moru memilih bertahan dengan disiplin. Setiap serangan tuan rumah dipatahkan. Para pemain belakang bekerja keras menjaga keunggulan yang sudah berada di depan mata.

Detik demi detik berlalu.

Hingga akhirnya peluit panjang berbunyi.

Gaza Moru menang 1-0 dan resmi mengangkat trofi Budi Artha Mandiri Cup.

Sementara bagi Budi Artha Mandiri, kekalahan ini menjadi akhir pahit dari perjuangan panjang di hadapan publik sendiri. Trofi yang sudah berada dalam jangkauan akhirnya lepas hanya beberapa menit sebelum pertandingan berakhir.

Bagi Gaza Moru, kemenangan ini bukan sekadar angka 1-0. Ini adalah kemenangan tentang ketenangan, keberanian, dan kemampuan bertahan ketika tekanan berada di titik tertinggi.

Satu penalti. Satu gol. Satu trofi. Gaza Moru keluar sebagai juara.

Reporter : Nursan

Merpati FC Ukir Sejarah! Tim Kampung Asal Towak, Aesesa Tembus Final Lape Cup III

NAGEKEO, Bajopos.com | Malam di Kelurahan Towak, Kecamatan Aesesa, terasa berbeda. Kabar keberhasilan Merpati FC melaju ke partai final Lape Cup III disambut dengan rasa bangga dan haru oleh masyarakat.

Untuk pertama kalinya sejak klub ini dibentuk, tim yang dihuni seluruhnya oleh putra-putra asli Towak itu berhasil menembus laga puncak salah satu turnamen sepak bola paling bergengsi di Kabupaten Nagekeo.

Tiket menuju final dipastikan setelah Merpati FC tampil meyakinkan dan mengalahkan Stemada FC. Kemenangan tersebut menjadi buah dari kerja keras seluruh elemen tim, mulai dari racikan strategi duet pelatih Alex Laga dan Martin Werat hingga dukungan penuh jajaran manajemen yang dipimpin Arton Togo bersama Bruno Jawa.

Keberhasilan ini menjadi istimewa karena Merpati FC bukanlah klub dengan sokongan dana besar. Tim ini tumbuh dari semangat gotong royong masyarakat. Seluruh pemain merupakan anak-anak lokal Towak yang selama ini berjuang mengandalkan kekompakan, disiplin, dan semangat pantang menyerah.

“Ini sejarah baru bagi tim Merpati FC sejak dibentuk. Kami sangat bangga bisa mewakili nama Towak di final,” ujar Manajer Merpati FC, Arton Togo, kepada Bajopos.com, Sabtu (1/8/2026).

Di bawah arahan Alex Laga dan Martin Werat, Merpati FC dikenal sebagai tim yang memiliki permainan disiplin, cepat, serta memiliki daya juang tinggi. Sementara di luar lapangan, Arton Togo dan Bruno Jawa terus memastikan seluruh kebutuhan tim terpenuhi, mulai dari logistik hingga membangun mental para pemain.

Perjalanan Merpati FC menuju final pun tidak mudah. Mereka harus melewati sejumlah lawan tangguh sebelum akhirnya mengamankan satu tiket menuju partai puncak Lape Cup III.

Siap Berikan Penampilan Terbaik

Menjelang laga final, suasana optimistis menyelimuti skuad Merpati FC. Para pemain bertekad tidak sekadar tampil sebagai finalis, tetapi ingin memberikan penampilan terbaik sekaligus mempersembahkan hiburan bagi para pecinta sepak bola.

“Kami siap hadir pada laga final dan akan menunjukkan yang terbaik agar bisa menghibur penonton nanti,” tegas Pelatih Alex Laga.

Semangat itu, terlihat dari antusiasme masyarakat. Di berbagai sudut Kelurahan Towak, bendera Merpati FC mulai berkibar sebagai simbol dukungan dan kebanggaan terhadap tim kebanggaan kampung mereka.

Lape Cup III selama ini dikenal sebagai ajang yang melahirkan banyak talenta sepak bola lokal di Kabupaten Nagekeo. Turnamen tersebut bukan sekadar memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi panggung bagi pemain-pemain muda untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Keberhasilan Merpati FC menembus final menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola dari tingkat kampung mampu melahirkan prestasi yang membanggakan apabila didukung dengan kerja keras, disiplin, dan kebersamaan.

Harapan Besar dari Towak

Presiden Klub Merpati FC, Sius Tibo, bersama seluruh masyarakat Towak berharap tim kesayangannya mampu membawa pulang trofi juara. Namun, menurutnya, keberhasilan mencapai final saja sudah menjadi kebanggaan besar bagi seluruh warga.

“Kami doakan Merpati FC menang. Tapi apa pun hasilnya, kalian sudah menjadi kebanggaan kami,” ungkap Sius Tibo.

Bagi masyarakat Towak, langkah Merpati FC ke final bukan hanya tentang sepak bola. Lebih dari itu, keberhasilan tersebut menjadi simbol bahwa semangat persatuan, kerja keras, dan kecintaan terhadap kampung halaman mampu mengantarkan anak-anak daerah mengukir sejarah baru di panggung olahraga Kabupaten Nagekeo.

Reporter : Zainudin Abdullah