Rab. Jun 24th, 2026

Daerah

Tak Muncul ke Permukaan, Nelayan Pemanah Ikan Berakhir Duka di Perairan Wuring

SIKKA, BAJOPOS.COM – Aktivitas memanah ikan yang biasa dilakukan nelayan pesisir berubah menjadi duka. Setelah sempat hilang selama hampir sehari, Mateus Rohi (42), warga Lorong Ayam, Kilo Dua, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh Tim SAR Gabungan di Perairan Wuring, Maumere, Rabu (18/2/2026) pagi.

Peristiwa bermula pada Selasa (17/2/2026) dini hari. Berdasarkan keterangan pelapor, korban berangkat memanah ikan bersama dua rekannya sekitar pukul 03.00 Wita. Ketiganya menuju Perairan Wuring yang dikenal sebagai salah satu lokasi favorit aktivitas memanah ikan di Maumere.

Sekitar pukul 06.00 Wita, dua rekan korban telah menyelesaikan aktivitas dan naik ke daratan. Namun, Mateus tak kunjung muncul ke permukaan. Keduanya sempat melakukan pencarian awal di sekitar lokasi, tetapi tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Keluarga yang mendapat kabar tersebut langsung melakukan pencarian mandiri. Upaya itu belum membuahkan hasil hingga akhirnya kejadian dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere untuk dilakukan operasi SAR resmi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman selaku SAR Mission Coordinator (SMC), menjelaskan bahwa begitu menerima laporan, Tim SAR Gabungan langsung dikerahkan pada hari pertama.

“Sejak informasi diterima, kami langsung melaksanakan operasi SAR. Pencarian hari kedua melibatkan RIB Kantor SAR Maumere, Searider Ditpolairud Polda NTT, rubber boat, serta peralatan selam,” ujarnya.

Memasuki hari kedua pencarian, Rabu (18/2/2026), tim melakukan penyisiran intensif di sekitar lokasi kejadian. Upaya tersebut membuahkan hasil pada pukul 07.10 Wita. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada jarak sekitar 0,59 nautical mile dari titik awal diduga tenggelam, tepatnya di koordinat 08°35’4.97″S – 122°12’0.23″E.

Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa menuju RSUD TC Hillers Maumere untuk penanganan lebih lanjut.(Faidin)

Aspirasi Warga NTT Masih Fokus Ekonomi hingga Penanganan Stunting

NTT – Aspirasi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) masih bertumpu pada penguatan ekonomi dan kesejahteraan, pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan dasar pendidikan dan kesehatan, serta percepatan penanganan kemiskinan dan stunting.

Hal itu mengemuka dalam Diskusi Publik Survei Kepuasan Masyarakat atas Kinerja Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur NTT bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma, Jumat malam (13/2/2026).

Kegiatan yang digelar di Sofyan Hotel Cut Meutia tersebut merupakan inisiasi Voxpol Center Research and Consulting dan dihadiri jurnalis nasional, mahasiswa, diaspora NTT, jajaran Pemprov NTT, serta mitra pembangunan.

Informasi mengenai kegiatan ini disampaikan langsung Gubernur melalui akun pribadi media sosialnya.

Survei Voxpol yang dilakukan secara ilmiah di 22 kabupaten/kota dengan melibatkan 800 responden mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur mencapai 80,5 persen.

Dalam unggahannya, Gubernur menegaskan bahwa capaian tersebut bukanlah akhir dari kerja pemerintahan.

“Bagi kami, angka ini bukan untuk berpuas diri, tetapi menjadi energi dan tanggung jawab moral untuk bekerja lebih keras, lebih cepat, dan lebih tepat sasaran,” tulisnya.

Ia menekankan bahwa hasil survei menjadi cermin evaluasi untuk menjawab kebutuhan utama masyarakat. Aspirasi warga yang masih berfokus pada ekonomi dan kesejahteraan mendorong pemerintah memperkuat pemberdayaan UMKM melalui program OVOP (One Village One Product) serta memperluas akses pasar produk lokal melalui NTT Mart.

Di sektor infrastruktur dan layanan dasar, pemerintah daerah terus mengarahkan program pada peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan. Penanganan kemiskinan dan stunting juga menjadi prioritas utama.

“Per Februari 2026, angka kemiskinan NTT turun menjadi 17,5 persen dari 18,6 persen pada Maret 2025,” ungkap Gubernur.

Tahun ini, Pemprov NTT menjalankan program bedah rumah bagi masyarakat miskin serta menerapkan pola orang tua asuh untuk percepatan penanganan stunting.

Gubernur juga menegaskan komitmennya terhadap akurasi data bantuan sosial. “Saya menegaskan komitmen menindak tegas oknum yang memanipulasi data kemiskinan maupun masyarakat mampu yang sengaja menerima bansos. Data harus akurat agar bantuan tepat sasaran,” tulisnya.

Selain itu, komitmen daerah sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional 2028 (PON) 2028 NTT–NTB tetap berjalan dengan prinsip efisiensi, yakni memanfaatkan dan merenovasi venue yang ada serta menggelar sebagian cabang di DKI Jakarta dan Jawa Barat tanpa membebani APBN.

Menutup pernyataannya, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergotong royong membangun NTT.

“Terima kasih atas dukungan, kritik, dan saran masyarakat NTT. Mari kita terus bergotong royong membangun NTT yang maju, sehat, cerdas, dan sejahtera,” tulisnya.(Redaksi)

Rayakan Valentine, DISARPUS Sikka Hadirkan Hiburan dan Kebersamaan untuk Lansia di Paduwau

SIKKA, Bajopos.com – Momentum Hari Kasih Sayang dimaknai berbeda oleh Keluarga Besar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DISARPUS) Kabupaten Sikka. Tidak sekadar seremoni, peringatan Valentine Day, Sabtu malam, 14 Februari 2026, diisi dengan kegiatan sosial bersama para lansia di Panti Sosial Jompo Paduwau, Waipare, Maumere.

Kegiatan tersebut menghadirkan hiburan dan kebersamaan bagi para opa dan oma melalui nonton bareng film dokumenter pendek “Sie”, penampilan stand up comedy oleh Samsul selaku Koordinator Stand Up Comedy Kabupaten Sikka, serta pembagian bingkisan sederhana.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sosial institusinya untuk tetap hadir di tengah masyarakat, termasuk kelompok lansia.

“Perpustakaan dan kearsipan bukan hanya soal buku dan arsip, tetapi juga tentang bagaimana kami membangun kedekatan sosial. Lansia adalah bagian penting dari masyarakat yang perlu diperhatikan,” ujarnya.

Menurutnya, Valentine Day menjadi momentum yang tepat untuk menumbuhkan nilai empati dan solidaritas, terutama kepada generasi yang telah lebih dahulu berkontribusi bagi daerah.

Suasana kegiatan berlangsung hangat. Tawa para lansia pecah saat menikmati penampilan komedi, sementara momen ramah tamah membuka ruang interaksi yang lebih akrab antara pegawai DISARPUS dan penghuni panti.

Pengelola Panti Sosial Jompo Paduwau Waipare, Remigius, mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menilai perhatian seperti ini memiliki dampak psikologis yang positif bagi para lansia.

“Kehadiran dan perhatian seperti ini sangat berarti. Para lansia merasa dihargai dan tidak dilupakan,” katanya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan, baik oleh instansi pemerintah maupun elemen masyarakat lainnya, sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap warga lanjut usia di Kabupaten Sikka.(Faidin)

Transformasi Peran ASN Kemenag, Kakanwil NTT Tekankan Pembinaan Umat Hadapi Tantangan Zaman

SIKKA, BAJOPOS.COM – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Kariyanto, menegaskan urgensi transformasi peran Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menyiapkan umat yang mampu menjawab tantangan zaman.

Penegasan itu disampaikannya saat memberikan pembinaan kepada ASN di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Sikka, Kamis (12/02/2026), di Aula Kantor Kemenag Sikka.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan jati diri ASN Kementerian Agama sebagai representasi negara yang tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga mengemban amanah moral dan sosial dalam menjaga kehidupan keagamaan masyarakat.

Dalam arahannya, Fransiskus menegaskan bahwa ASN Kementerian Agama adalah pelayan umat, penggerak moderasi beragama, sekaligus perekat harmoni sosial di tengah keberagaman bangsa.

“ASN Kementerian Agama bukan sekadar aparatur birokrasi, tetapi wajah negara dalam memberikan pelayanan dan pembinaan umat. Karena itu, setiap ASN harus mampu menjadi teladan dalam sikap, perilaku, dan integritas,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa tugas ASN Kementerian Agama memiliki dimensi strategis karena menyentuh langsung aspek pembinaan keagamaan, pendidikan keagamaan, pelayanan kehidupan beragama, serta penguatan nilai-nilai toleransi. ASN dituntut menghadirkan pelayanan yang tidak hanya memenuhi kewajiban birokrasi, tetapi juga memberi dampak nyata terhadap kualitas kehidupan umat.

Menurutnya, menyiapkan umat masa depan harus dilakukan melalui pembinaan berkelanjutan, penguatan karakter religius, serta pengembangan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perubahan sosial dan kemajuan teknologi.

“Menyiapkan umat masa depan berarti kita sedang menyiapkan generasi yang kuat secara spiritual, unggul secara intelektual, dan mampu bersaing di tengah dinamika global,” ujarnya.

Fransiskus juga menegaskan bahwa arah pembangunan keagamaan ke depan harus berpedoman pada kebijakan strategis Kementerian Agama melalui delapan program prioritas Asta Protas Tahun 2025–2029. Program tersebut menjadi peta jalan transformasi pelayanan keagamaan yang menitikberatkan pada penguatan moderasi beragama, peningkatan kualitas pendidikan keagamaan, transformasi kelembagaan, serta penguatan tata kelola pelayanan publik.

Menurutnya, implementasi Asta Protas merupakan instrumen penting untuk memastikan pelayanan Kementerian Agama mampu menjawab tantangan global sekaligus menjaga nilai-nilai keagamaan sebagai karakter bangsa.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan menyiapkan umat masa depan semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi digital, perubahan pola interaksi sosial, serta meningkatnya dinamika kehidupan masyarakat. Kondisi tersebut menuntut ASN memperkuat budaya kerja berlandaskan nilai ASN BerAKHLAK sebagai identitas moral sekaligus standar profesionalisme aparatur.

ASN, lanjutnya, diharapkan mampu bekerja secara adaptif, inovatif, dan kolaboratif, serta menjunjung tinggi integritas dan loyalitas terhadap tugas pelayanan publik.

“Keberhasilan ASN Kementerian Agama tidak diukur dari banyaknya pekerjaan yang diselesaikan, tetapi dari sejauh mana pelayanan kita memberikan manfaat nyata dan meningkatkan kepercayaan masyarakat,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya pola kerja yang berorientasi pada hasil dan dampak pelayanan. ASN dituntut memiliki perencanaan kerja yang terarah, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta mampu membangun sinergi lintas sektor.

Menurutnya, keberhasilan ASN Kementerian Agama tercermin dari meningkatnya kualitas kehidupan beragama, terjaganya kerukunan umat, serta tumbuhnya generasi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan sosial.

Mengakhiri arahannya, Fransiskus mengajak seluruh ASN Kementerian Agama di Kabupaten Sikka untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, serta memperkuat kerja sama dalam melaksanakan tugas pelayanan publik. Ia berharap ASN mampu menjadi garda terdepan dalam membangun kehidupan beragama yang rukun, harmonis, dan berkelanjutan, sekaligus menyiapkan umat yang siap menghadapi tantangan masa depan.(Faidin)

Mahasiswa IFTK Ledalero Rancang Website Perpustakaan Daerah Sikka

SIKKA, BAJOPOS.COM – Transformasi digital di sektor literasi daerah terus didorong. Mahasiswa Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero akan membantu merancang dan membangun website resmi Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda Kabupaten Sikka.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Sikka, Very Awales, saat menerima kunjungan mahasiswa Prodi Sistem Informasi IFTK Ledalero di ruang kerjanya, Kamis (12/02/2026).

Menurut Very Awales, pengembangan website perpustakaan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan informasi kepada masyarakat. Ia menyambut baik inisiatif kolaborasi tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap transformasi digital di lingkungan perpustakaan daerah.

“Website ini nantinya diharapkan menjadi pusat informasi dan layanan digital perpustakaan, sehingga masyarakat dapat mengakses informasi koleksi, layanan, serta berbagai kegiatan literasi secara lebih mudah dan cepat,” ujarnya.

Very yang juga merupakan alumni IFTK Ledalero menjelaskan, melalui website tersebut masyarakat tidak hanya dapat mengetahui daftar koleksi buku yang tersedia, tetapi juga memperoleh informasi terkait jadwal layanan, kegiatan literasi, program edukasi, hingga pengumuman penting lainnya.

Ke depan, platform tersebut direncanakan akan dikembangkan dengan fitur katalog online dan sistem peminjaman berbasis digital. Langkah ini dinilai penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat di era serba digital, sekaligus memperluas jangkauan layanan perpustakaan tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa Prodi Sistem Informasi IFTK Ledalero menyampaikan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari implementasi keilmuan di bidang teknologi informasi sekaligus bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Dalam prosesnya, mahasiswa akan melakukan analisis kebutuhan sistem, perancangan tampilan antarmuka (user interface), pengembangan sistem, hingga tahap uji coba sebelum website resmi diluncurkan.

Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah, sekaligus mendorong peningkatan literasi digital di Kabupaten Sikka.

Dengan hadirnya website resmi Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda, Disarpus Kabupaten Sikka optimistis pelayanan publik di bidang literasi dan kearsipan akan semakin modern, transparan, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.(Faidin)

Cuaca Tak Menentu, Nelayan Perempuan Ndete Kian Terdesak

SIKKA, BAJOPOS.COM – Perubahan cuaca dan meningkatnya risiko gelombang laut di perairan utara Flores kian menekan kehidupan nelayan perempuan di Ndete, Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka. Hasil tangkapan menurun, risiko keselamatan meningkat, sementara akses bantuan dinilai belum merata.

Peristiwa yang dialami Merawati (69) pada pertengahan November 2025 menjadi gambaran nyata kondisi tersebut. Saat menjaring ikan sekitar 400 meter dari pantai Ndete, cuaca yang awalnya cerah mendadak berubah. Hujan deras turun disertai angin kencang dan gelombang tinggi yang mengguncang sampan kayu tanpa mesin yang ditumpanginya.

“Siangnya cerah sekali, jauh malam tiba-tiba hujan,” ujar Merawati saat ditemui di rumah panggungnya yang menghadap laut, Minggu (7/12/2025).

Ia mengaku harus segera menurunkan jangkar setelah diteriaki rekannya, Hamjanur, agar tidak terseret arus lebih jauh ke tengah. Sepanjang malam, ia bertahan di tengah cuaca buruk hingga azan subuh terdengar. Hasil tangkapannya hanya tiga ekor ikan kecil, tak cukup untuk dijual.

Hasil Tangkapan Menurun

Merawati merupakan warga keturunan suku Bajo yang sejak 1997 melaut sendiri. Ia mengaku perubahan cuaca dalam sekitar satu dekade terakhir kerap mengecoh naluri tradisionalnya membaca tanda alam.

“Dulu kalau lihat ke utara hitam pekat, pasti hujan. Sekarang sepanjang hari teduh, malamnya baru hujan,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Hamjanur (70). Dalam sekali melaut semalaman, ia kadang hanya mendapatkan tiga hingga delapan ekor ikan. “Paling banyak 15 ekor, tapi tidak setiap hari,” ujarnya.

Padahal, tiga dekade lalu mereka cukup memancing beberapa meter dari pantai dan hasilnya bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Kini, untuk memperoleh 10–15 ekor ikan saja sudah sulit. Ikan batu, kerapu, dan ikan merah yang dulu melimpah kini makin jarang.

Desa Reroroja sendiri berpenduduk 2.192 jiwa, dengan 184 orang tercatat sebagai nelayan. Wilayah ini berada sekitar 31 kilometer dari Kota Maumere dan berbatasan dengan Kabupaten Ende.

Data BMKG Ungkap Suhu Laut Naik

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat peningkatan suhu perairan Indonesia sebesar 0,19 derajat Celcius setiap 10 tahun. Prakirawan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Madya Klimatologi II Kupang, Ryan Sudrajat, menyebut kondisi ini meningkatkan kerentanan kawasan maritim terhadap cuaca ekstrem.

“Kenaikan suhu laut memicu fenomena marine heatwave, yang berdampak pada migrasi ikan dan penurunan populasi di titik-titik tertentu,” ujarnya, Senin (9/2/2026).

BMKG juga mencatat perubahan tren tinggi gelombang laut di NTT dalam 10–15 tahun terakhir. Tinggi gelombang yang sebelumnya berkisar 1,25–2,5 meter, pada musim tertentu dapat mencapai empat meter atau lebih, terutama saat musim barat dan munculnya bibit siklon tropis pada periode Oktober hingga April.

Peringatan dini rutin dikeluarkan BMKG secara mingguan, harian hingga per jam, terutama saat terdeteksi potensi siklon tropis di sekitar wilayah NTT.

Risiko Tinggi, Peralatan Minim

Di Ndete, terdapat tujuh nelayan perempuan yang aktif melaut, yakni Merawati, Hamjanur, Asri Jani (62), Narwise Tani (62), Sunarti (42), Nawari (42), dan Marsiana (52).

Mereka menggunakan sampan kayu tanpa mesin serta alat tangkap sederhana berupa pancing dan kail. Jika badai datang, mereka hanya mengandalkan jangkar dan pelampung seadanya.

Marsiana (52), Nelayan Perempuan di Ndete, Kabupaten Sikka

Marsiana, yang telah tujuh tahun melaut setelah suaminya meninggal, mengaku kerap berada dalam dilema antara melaut lebih jauh demi hasil atau bertahan dekat pantai dengan risiko pulang tanpa ikan.

“Kalau dekat pantai tidak dapat ikan. Kalau ke tengah, risikonya besar,” katanya.

Dalam sehari, ia rata-rata memperoleh Rp25 ribu dari hasil penjualan ikan, bahkan kadang hanya Rp10 ribu. Uang itu digunakan untuk kebutuhan dapur dan biaya sekolah anak. Untuk kebutuhan mendesak, ia terpaksa meminjam di koperasi harian.

Akses Kartu Nelayan Dipersoalkan

Merawati dan rekan-rekannya mengaku belum pernah memperoleh bantuan khusus maupun sosialisasi mitigasi risiko melaut. Mereka juga tidak memiliki kartu nelayan.

“Kami tidak punya kartu nelayan. Mungkin dianggap nelayan itu hanya laki-laki,” ujar Merawati.

Anggota Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Ndete, Agnes Sera, membenarkan kondisi tersebut. Ia menilai nelayan perempuan belum menjadi prioritas dalam kebijakan perikanan.

Agnes mengusulkan penerbitan kartu nelayan bagi perempuan agar mereka bisa mengakses bantuan alat tangkap dan modal usaha. Ia juga mendorong adanya pelatihan pengolahan ikan agar hasil tangkapan memiliki nilai tambah dan tidak terbuang saat melimpah.

“Kami punya pelabuhan, tapi masyarakat Ndete lebih banyak jadi penonton,” katanya.

Respons Pemerintah

Kepala Desa Reroroja, Florida Yosefina Ndena, mengakui kehidupan nelayan perempuan di wilayahnya rentan secara ekonomi. Pemerintah desa, kata dia, telah mengakseskan bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi keluarga yang memenuhi kriteria.

“Namun dampak perubahan iklim terhadap keselamatan mereka di laut perlu perhatian serius,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sikka, Paulus Hilarius Bangkur, mengatakan nelayan dapat mengurus KUSUKA (Kartu Pelaku Usaha Perikanan) dengan melengkapi KTP dan kartu keluarga berprofesi sebagai nelayan. Pendataan dilakukan melalui mekanisme Musrenbang desa dan kecamatan.

Meski demikian, para nelayan perempuan di Ndete mengaku harapan mereka sederhana: memiliki sampan sendiri agar tidak perlu berbagi hasil atau menyewa perahu.

“Risiko makin tinggi, hasil sering mengecewakan. Tapi kalau tidak melaut, siapa yang kasih kami makan?” ujar Hamjanur. (Faidin)

OSIM MAN 2 Manggarai Ditempa Jadi Pemimpin Visioner Era Digital

MANGGARAI, BAJOPOS.COM – Suasana berbeda tampak di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Manggarai, Rabu (11/2/2026). Bukan sekadar pertemuan organisasi, puluhan pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) justru tengah ditempa menjadi calon pemimpin masa depan melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Terpadu (LDKT).

Mengangkat tema “Membentuk Pemimpin yang Berkarakter, Inovatif dan Berintegritas di Era Digital”, kegiatan ini menjadi ruang pembinaan serius bagi pengurus OSIM periode 2025–2026 bersama perwakilan peserta didik. LDKT dirancang bukan hanya untuk memperkuat struktur organisasi, tetapi juga membangun fondasi karakter dan visi kepemimpinan yang relevan dengan tantangan zaman.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Husen Hajar, menegaskan bahwa LDKT bukan sekadar agenda seremonial tahunan.

“LDKT adalah proses pembinaan. Di sini peserta belajar tentang tanggung jawab, disiplin, serta bagaimana bekerja sama secara efektif dalam organisasi,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Menurutnya, kepemimpinan tidak lahir secara instan, melainkan dibentuk melalui latihan, pembiasaan, dan pendampingan yang berkelanjutan.

Kepala MAN 2 Manggarai, Masrum Bata, dalam arahannya menekankan pentingnya kepemimpinan visioner di tengah arus digitalisasi yang kian masif. Ia mengawali materi dengan pembahasan tentang Manajemen Organisasi dan Visi Kepemimpinan, menantang para pengurus OSIM untuk tidak hanya aktif, tetapi juga strategis.

“Pemimpin hari ini harus mampu membaca tantangan zaman. Teknologi harus dimanfaatkan secara positif dan produktif. Organisasi membutuhkan arah yang jelas agar setiap program memiliki dampak nyata,” tegasnya.

Masrum juga menegaskan komitmen madrasah dalam memperkuat pendidikan karakter sebagai pondasi utama generasi unggul. Baginya, kecerdasan tanpa integritas tidak akan membawa perubahan berarti.

Sementara itu, Pembina OSIM MAN 2 Manggarai, Rafik Asril, memastikan bahwa LDKT tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan. Evaluasi dan refleksi akan terus dilakukan agar nilai-nilai yang diperoleh benar-benar diimplementasikan dalam program kerja OSIM.

“Kami ingin nilai kepemimpinan itu hidup dalam keseharian organisasi, bukan hanya saat pelatihan berlangsung,” ungkapnya.

Melalui LDKT ini, OSIM MAN 2 Manggarai diharapkan semakin solid, profesional, dan mampu menjadi motor penggerak kegiatan kesiswaan yang inovatif serta berdampak luas. Kegiatan ini sekaligus menegaskan posisi MAN 2 Manggarai sebagai madrasah yang konsisten menyiapkan generasi berkarakter kuat, berintegritas, dan siap memimpin di era digital.(Faidin) 

The heart of Nintendo’s new console isn’t the Switch


A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart.

I am so happy, my dear friend, so absorbed in the exquisite sense of mere tranquil existence, that I neglect my talents.

I am alone, and feel the charm of existence in this spot, which was created for the bliss of souls like mine. I am so happy, my dear friend, so absorbed in the exquisite sense of mere tranquil existence, that I neglect my talents.

I should be incapable of drawing a single stroke at the present moment; and yet I feel that I never was a greater artist than now.

When, while the lovely valley teems with vapour around me, and the meridian sun strikes the upper surface of the impenetrable foliage of my trees, and but a few stray gleams steal into the inner sanctuary, I throw myself down among the tall grass by the trickling stream; and, as I lie close to the earth, a thousand unknown plants are noticed by me: when I hear the buzz of the little world among the stalks, and grow familiar with the countless indescribable forms of the insects and flies, then I feel the presence of the Almighty, who formed us in his own image, and the breath of that universal love which bears and sustains us, as it floats around us in an eternity of bliss; and then, my friend, when darkness overspreads my eyes, and heaven and earth seem to dwell in my soul and absorb its power, like the form of a beloved mistress, then I often think with longing, Oh, would I could describe these conceptions, could impress upon paper all that is living so full and warm within me, that it might be the mirror of my soul, as my soul is the mirror of the infinite God!

O my friend — but it is too much for my strength — I sink under the weight of the splendour of these visions! A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart. I am alone, and feel the charm of existence in this spot, which was created for the bliss of souls like mine.Paragraph

I am so happy, my dear friend, so absorbed in the exquisite sense of mere tranquil existence, that I neglect my talents. I should be incapable of drawing a single stroke at the present moment; and yet I feel that I never was a greater artist than now. When, while the lovely valley teems with vapour around me, and the meridian sun strikes the upper surface of the impenetrable foliage of my trees, and but a few stray gleams steal into the inner sanctuary, I throw myself down among the tall grass by the trickling stream; and, as I lie close to the earth, a thousand unknown plants are noticed by me: when I hear the buzz of the little world among the stalks, and grow familiar with the countless indescribable forms of the insects and

Top 5 most overrated players in the Premier League 2019-20


A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart.

I am so happy, my dear friend, so absorbed in the exquisite sense of mere tranquil existence, that I neglect my talents.

I am alone, and feel the charm of existence in this spot, which was created for the bliss of souls like mine. I am so happy, my dear friend, so absorbed in the exquisite sense of mere tranquil existence, that I neglect my talents.

I should be incapable of drawing a single stroke at the present moment; and yet I feel that I never was a greater artist than now.

When, while the lovely valley teems with vapour around me, and the meridian sun strikes the upper surface of the impenetrable foliage of my trees, and but a few stray gleams steal into the inner sanctuary, I throw myself down among the tall grass by the trickling stream; and, as I lie close to the earth, a thousand unknown plants are noticed by me: when I hear the buzz of the little world among the stalks, and grow familiar with the countless indescribable forms of the insects and flies, then I feel the presence of the Almighty, who formed us in his own image, and the breath of that universal love which bears and sustains us, as it floats around us in an eternity of bliss; and then, my friend, when darkness overspreads my eyes, and heaven and earth seem to dwell in my soul and absorb its power, like the form of a beloved mistress, then I often think with longing, Oh, would I could describe these conceptions, could impress upon paper all that is living so full and warm within me, that it might be the mirror of my soul, as my soul is the mirror of the infinite God!

O my friend — but it is too much for my strength — I sink under the weight of the splendour of these visions! A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart. I am alone, and feel the charm of existence in this spot, which was created for the bliss of souls like mine.

I am so happy, my dear friend, so absorbed in the exquisite sense of mere tranquil existence, that I neglect my talents. I should be incapable of drawing a single stroke at the present moment; and yet I feel that I never was a greater artist than now. When, while the lovely valley teems with vapour around me, and the meridian sun strikes the upper surface of the impenetrable foliage of my trees, and but a few stray gleams steal into the inner sanctuary, I throw myself down among the tall grass by the trickling stream; and, as I lie close to the earth, a thousand unknown plants are noticed by me: when I hear the buzz of the little world among the stalks, and grow familiar with the countless indescribable forms of the insects and