Kam. Apr 16th, 2026

redaksi

Penegerian SMAK Jadi Prioritas Penguatan Pendidikan Keagamaan di Sikka

SIKKA, BAJOPOS.COM – Upaya memperkuat pembangunan bidang keagamaan dan pendidikan di Kabupaten Sikka kian dipertegas melalui pertemuan antara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Kariyanto, dan Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, Jumat (13/02/2026).

Audiensi yang berlangsung di ruang kerja Bupati Sikka itu bukan sekadar silaturahmi, melainkan forum strategis untuk menyelaraskan program prioritas Kementerian Agama dengan agenda pembangunan daerah di Nian Tana.

Dalam pertemuan tersebut, Kariyanto secara resmi memperkenalkan diri sekaligus memaparkan Asta Protas (Delapan Program Prioritas) Kementerian Agama yang menjadi arah kebijakan nasional dan implementasinya di daerah. Ia menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah, terutama dalam penguatan moderasi beragama, peningkatan mutu pendidikan keagamaan, serta optimalisasi pelayanan kepada umat beragama.

“Kami berharap sinergi ini semakin memperkuat layanan keagamaan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Kabupaten Sikka,” ujarnya.

Salah satu poin penting yang dibahas adalah dorongan penegerian Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) Sto Petrus Kewapante dan SMAK Sto Benediktus Palu’e. Menurut Kariyanto, penegerian dua sekolah tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan keagamaan Katolik sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola dan keberlanjutan layanan pendidikan.

Penegerian dinilai akan memberikan kepastian dukungan anggaran, sumber daya manusia, serta penguatan sistem manajemen sekolah agar mampu menjawab tantangan pendidikan di wilayah kepulauan seperti Sikka dan sekitarnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Sikka menyatakan komitmennya mendukung penuh implementasi Asta Protas di daerah. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama sangat penting dalam menjaga harmoni kehidupan beragama sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat.

Bupati juga menyatakan dukungan terhadap proses penegerian SMAK di Nian Tana sebagai bagian dari pemerataan layanan pendidikan dan peningkatan mutu generasi muda.

Secara khusus, ia berharap para penyuluh agama dapat berperan lebih aktif dalam membangun karakter siswa dan pelajar melalui penguatan nilai-nilai agama dan moral. Menurutnya, pendidikan karakter berbasis nilai keagamaan menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang berintegritas, disiplin, dan memiliki tanggung jawab sosial.

Pertemuan tersebut menandai komitmen bersama antara Kementerian Agama dan Pemerintah Kabupaten Sikka untuk menghadirkan layanan keagamaan yang inklusif dan profesional, sekaligus memperkuat fondasi moral generasi muda di Nian Tana Sikka.(Faidin)

Kakanwil Kemenag NTT Dorong MIN Sikka Terapkan Pendidikan Inklusif dan Cinta Lingkungan

SIKKA, BAJOPOS.COM – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Kariyanto, menegaskan pentingnya penguatan pendidikan inklusif saat melakukan tatap muka bersama kepala madrasah dan guru di MIN Sikka, Jumat (13/02/2026).

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan dialogis tersebut, Kakanwil menekankan bahwa madrasah harus menjadi ruang belajar yang ramah bagi seluruh peserta didik tanpa membedakan latar belakang sosial, budaya, maupun kondisi personal lainnya.

Menurutnya, pendidikan inklusif tidak boleh berhenti pada tataran konsep atau regulasi semata, tetapi harus tercermin dalam sikap dan praktik keseharian di lingkungan sekolah.

“Madrasah harus menjadi rumah bersama yang memberikan ruang aman dan nyaman bagi semua anak untuk tumbuh dan berkembang,” tegasnya di hadapan para pendidik.

Ia mengajak kepala madrasah dan guru membangun budaya belajar yang menjunjung tinggi empati, menghargai perbedaan, serta memperkuat solidaritas antarsiswa. Lingkungan belajar yang inklusif, lanjutnya, akan membentuk karakter peserta didik yang terbuka dan berjiwa toleran.

Selain pendidikan inklusif, Kakanwil juga menyoroti pentingnya penanaman nilai cinta lingkungan berbasis ajaran Al-Qur’an. Ia mendorong agar ayat-ayat suci tentang menjaga alam dipasang di area taman madrasah sebagai media pembelajaran karakter.

“Anak-anak perlu dibiasakan membaca dan merenungkan ayat-ayat tentang kepedulian terhadap alam. Dengan begitu, mereka merawat lingkungan bukan karena takut aturan, tetapi karena kesadaran iman,” ujarnya.

Ia menilai, taman madrasah yang tertata rapi dan dihiasi pesan-pesan Qur’ani dapat menjadi sarana edukasi yang efektif. Melalui pembiasaan sederhana seperti merawat tanaman, siswa belajar tentang tanggung jawab sebagai bagian dari menjaga ciptaan Allah SWT.

Tak hanya itu, Kakanwil juga mendorong penyelenggaraan kegiatan lintas agama di lingkungan madrasah sebagai bentuk penguatan moderasi beragama. Interaksi positif antarsiswa dari latar belakang berbeda diyakini mampu menumbuhkan semangat persaudaraan dan kebersamaan.

Kegiatan sosial, dialog kebangsaan, maupun aktivitas kolaboratif lainnya disebut sebagai ruang strategis untuk membangun karakter generasi muda yang menghargai keberagaman dan menjunjung nilai perdamaian.

Mengakhiri arahannya, Kakanwil berharap MIN Sikka mampu menjadi contoh dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, berwawasan lingkungan, serta berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan demi mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan cinta damai.(Faidin)

Sinergi Kemenag dan Keuskupan Maumere Menguat, Bahas Asta Protas hingga Penegerian SMAK

SIKKA, BAJOPOS.COM – Upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan Gereja Katolik di Kabupaten Sikka kembali ditegaskan melalui pertemuan antara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Kariyanto, dan Uskup Edwaldus Martinus Sedu di Lepo Bispu, Jumat (13/2/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu menjadi ruang dialog strategis antara Kementerian Agama dan Gereja Katolik di wilayah Keuskupan Maumere. Fokus pembahasan mencakup penguatan program prioritas Kementerian Agama hingga rencana penegerian Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK).

Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil memaparkan Asta Protas atau Delapan Program Prioritas Kementerian Agama sebagai arah kebijakan nasional yang menyasar penguatan kehidupan beragama, pendidikan keagamaan, dan moderasi beragama di daerah. Ia menekankan bahwa implementasi program tersebut membutuhkan dukungan lintas lembaga, termasuk peran aktif Gereja Katolik.

Menurutnya, sinergi yang solid akan mempercepat terwujudnya pelayanan keagamaan yang inklusif, profesional, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Ia berharap Keuskupan Maumere dapat mendukung pelaksanaan Asta Protas, terutama dalam penguatan pendidikan keagamaan serta moderasi beragama.

Selain itu, Kakanwil juga menyampaikan rencana penegerian SMAK St. Petrus Kewapante dan SMAK St. Benediktus Palu’e. Penegerian tersebut, jelasnya, bertujuan memperluas akses pendidikan, meningkatkan mutu layanan, dan memperkuat tata kelola pendidikan keagamaan Katolik agar lebih profesional serta berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bukan untuk menghapus identitas dan nilai khas sekolah Katolik, melainkan sebagai bentuk kehadiran negara dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di wilayah yang memerlukan perhatian lebih besar.

Menanggapi hal itu, Uskup Maumere menyatakan komitmen penuh untuk mendukung program-program Kementerian Agama. Ia menilai kolaborasi harmonis antara pemerintah dan Gereja menjadi kunci dalam membangun kehidupan beragama yang rukun serta pelayanan umat yang membawa dampak luas bagi masyarakat.

Bapa Uskup juga menyampaikan dukungan terhadap penguatan kerukunan antarumat beragama, pengembangan ekoteologi sebagai bentuk tanggung jawab iman terhadap kelestarian lingkungan, serta upaya penegerian sekolah-sekolah Katolik di wilayah Keuskupan Maumere.

Pertemuan tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam merawat harmoni kehidupan beragama di Nian Tana Sikka. Sinergi yang terbangun diharapkan semakin memperkokoh kerukunan, meningkatkan mutu pendidikan keagamaan, serta menghadirkan pelayanan yang semakin dirasakan manfaatnya oleh umat dan masyarakat luas.(Faidin)

Kakanwil Kemenag NTT Tekankan Keteladanan Guru dalam Penguatan Mutu Pendidikan

SIKKA, BAJOPOS.COM – Penguatan karakter dan mutu pendidikan keagamaan Katolik menjadi fokus utama dalam pertemuan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Kariyanto, bersama kepala sekolah dan para guru di SMAK St. Maria Monte Carmelo, Jumat (13/2/2026).

Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang dialog dan refleksi bersama untuk memastikan pendidikan Katolik di wilayah Nian Tana Sikka tetap relevan di tengah dinamika zaman.

Dalam arahannya, Fransiskus Kariyanto menegaskan bahwa sekolah keagamaan Katolik memiliki tanggung jawab strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara moral dan spiritual. Ia menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak diukur semata dari nilai akademik, melainkan dari kualitas karakter dan integritas peserta didik.

“Sekolah Katolik harus melahirkan pribadi yang beriman kuat, berpengetahuan luas, dan memiliki komitmen moral dalam kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh peran guru. Pendidik tidak hanya bertugas mentransfer ilmu, tetapi juga menjadi teladan nyata dalam penghayatan nilai-nilai iman Kristiani. Keteladanan, integritas, serta dedikasi guru disebut sebagai fondasi utama dalam membangun mutu pendidikan yang berkelanjutan.

Ia mengingatkan bahwa peserta didik belajar dari sikap dan perilaku guru setiap hari. Karena itu, profesionalisme harus berjalan seiring dengan kedalaman spiritual dan komitmen pelayanan.

Dalam konteks masyarakat Sikka yang religius dan menjunjung tinggi nilai adat serta tradisi iman, ia menilai sekolah Katolik memikul tanggung jawab moral yang besar. Pendidikan keagamaan diharapkan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri serta spiritualitasnya.

Kakanwil juga mendorong para guru untuk terus meningkatkan kompetensi profesional, memperdalam kehidupan rohani, serta membangun kolaborasi yang solid antar pendidik. Sinergi antara kepemimpinan sekolah dan tenaga pendidik dinilai penting untuk menciptakan budaya akademik yang sehat, disiplin, dan berorientasi pada pembentukan karakter Kristiani yang utuh.

Lebih jauh, ia berharap pendidikan di SMAK St. Maria Monte Carmelo tidak hanya berdampak pada peserta didik secara individu, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi kehidupan sosial masyarakat. Lulusan sekolah Katolik diharapkan mampu menjadi pribadi berintegritas, pembawa nilai kasih, serta penggerak harmoni di tengah masyarakat Kabupaten Sikka.

Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat identitas keagamaan sekolah, serta menjadikan SMAK St. Maria Monte Carmelo sebagai lembaga pendidikan yang unggul dalam kualitas, kuat dalam iman, dan berdampak luas bagi kehidupan beragama di Sikka.(Faidin)

MTs Negeri 1 Flores Timur Pastikan Seleksi SNMB Berjalan Transparan dan Minim Kendala Teknis

FLORES TIMUR, Bajopos.com – Komitmen menjaga kualitas dan transparansi seleksi madrasah unggulan Kementerian Agama ditunjukkan MTs Negeri 1 Flores Timur dengan memfasilitasi pelaksanaan Computer Based Test (CBT) Seleksi Nasional Murid Baru (SNMB) Tahun Ajaran 2026/2027, Sabtu (14/2/2026).

Sebanyak 18 peserta didik mengikuti seleksi tersebut. Mereka berasal dari MTs Negeri 1 Flores Timur, SMP Negeri 1 Larantuka, dan MTs Negeri 4 Flores Timur. Pelaksanaan ujian dipusatkan di laboratorium komputer MTs Negeri 1 Flores Timur dengan pengawasan ketat dari panitia dan proktor.

Data panitia mencatat, dari total peserta yang mengikuti seleksi, 17 siswa memilih MAK Negeri 1 Ende sebagai tujuan seleksi. Sementara satu peserta lainnya mendaftar ke MAN Insan Cendekia Pasuruan, Jawa Timur.

Kepala MTs Negeri 1 Flores Timur, Nuraini M. Kasim, S.Ag., melakukan monitoring langsung ke ruang ujian guna memastikan kesiapan perangkat komputer, server, serta kestabilan jaringan internet. Menurutnya, aspek teknis menjadi perhatian utama, mengingat kondisi cuaca di wilayah Flores Timur kerap memengaruhi kualitas jaringan.

“Kami berupaya memastikan seluruh peserta dapat mengikuti seleksi secara optimal. Panitia dan proktor telah disiapkan untuk mengantisipasi potensi gangguan teknis, sehingga pelaksanaan CBT dapat berlangsung dengan aman dan tertib,” ujarnya.

Ia juga menginstruksikan seluruh panitia dan proktor untuk bersiaga penuh selama proses ujian berlangsung, termasuk menyiapkan langkah antisipatif apabila terjadi kendala teknis mendadak.

Pelaksanaan SNMB ini mengacu pada Surat Keputusan Nomor: B-163/Mak.20.01/PP.00.6/02/2026 dan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 14–15 Februari 2026.

Melalui sistem CBT, proses seleksi dilaksanakan secara transparan, objektif, dan akuntabel. Hingga berakhirnya sesi ujian hari pertama, seluruh rangkaian kegiatan di MTs Negeri 1 Flores Timur berjalan tertib dan kondusif, dengan para peserta mengikuti ujian sesuai prosedur yang telah ditetapkan.(Redaksi)

Rayakan Valentine, DISARPUS Sikka Hadirkan Hiburan dan Kebersamaan untuk Lansia di Paduwau

SIKKA, Bajopos.com – Momentum Hari Kasih Sayang dimaknai berbeda oleh Keluarga Besar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DISARPUS) Kabupaten Sikka. Tidak sekadar seremoni, peringatan Valentine Day, Sabtu malam, 14 Februari 2026, diisi dengan kegiatan sosial bersama para lansia di Panti Sosial Jompo Paduwau, Waipare, Maumere.

Kegiatan tersebut menghadirkan hiburan dan kebersamaan bagi para opa dan oma melalui nonton bareng film dokumenter pendek “Sie”, penampilan stand up comedy oleh Samsul selaku Koordinator Stand Up Comedy Kabupaten Sikka, serta pembagian bingkisan sederhana.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sosial institusinya untuk tetap hadir di tengah masyarakat, termasuk kelompok lansia.

“Perpustakaan dan kearsipan bukan hanya soal buku dan arsip, tetapi juga tentang bagaimana kami membangun kedekatan sosial. Lansia adalah bagian penting dari masyarakat yang perlu diperhatikan,” ujarnya.

Menurutnya, Valentine Day menjadi momentum yang tepat untuk menumbuhkan nilai empati dan solidaritas, terutama kepada generasi yang telah lebih dahulu berkontribusi bagi daerah.

Suasana kegiatan berlangsung hangat. Tawa para lansia pecah saat menikmati penampilan komedi, sementara momen ramah tamah membuka ruang interaksi yang lebih akrab antara pegawai DISARPUS dan penghuni panti.

Pengelola Panti Sosial Jompo Paduwau Waipare, Remigius, mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menilai perhatian seperti ini memiliki dampak psikologis yang positif bagi para lansia.

“Kehadiran dan perhatian seperti ini sangat berarti. Para lansia merasa dihargai dan tidak dilupakan,” katanya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan, baik oleh instansi pemerintah maupun elemen masyarakat lainnya, sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap warga lanjut usia di Kabupaten Sikka.(Faidin)

Abrasi Nangahale Kian Menggerus, Warga Sindir Ketidakhadiran Bupati di HUT AWAS

SIKKA, BAJOPOS.COM – Abrasi di pesisir Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, semakin mengkhawatirkan. Selain mengancam rumah warga dan bangunan sekolah, gelombang pasang kini dilaporkan telah menggerus badan jalan aspal di jalur pesisir pantai yang menjadi akses vital masyarakat.

Momentum peringatan hari ulang tahun ke-12 Aliansi Wartawan Sikka (AWAS), Sabtu (14/02/2026), yang diisi dengan aksi tanam mangrove di Dusun Namandoi, juga menjadi ruang curhat warga terkait kondisi tersebut.

Dalam wawancara terpisah, seorang warga Nangahale yang meminta namanya tidak dipublikasikan mengungkapkan kekecewaannya atas ketidakhadiran Bupati Sikka dalam kegiatan tersebut.

“Pantai ini sudah menggerus jalan aspal pesisir. Kami lihat sendiri setiap tahun makin mendekat. Mungkin Bupati takut lihat langsung kondisi di sini,” ujarnya.

“MTs dan MIS ini dua sekolah yang nyaria selalu di liburkan jika ombak sudah mulai besar. Tahun lalu sampai tempias ke dalam kelas ombaknya, akhirnya diliburkan. Termasum kalau rob sekolah MIS ini banjir tidak ada model sekolah. Lalu dimana pemerintah?,” tanya warga dalam kisahnya.

Pernyataan itu mencerminkan keresahan sebagian masyarakat yang merasa persoalan abrasi belum mendapat perhatian maksimal. Menurut warga, kehadiran kepala daerah di lokasi terdampak dinilai penting, bukan sekadar simbolis, tetapi untuk memastikan adanya langkah nyata penanganan.

Abrasi di Nangahale disebut tidak lagi sekadar mengikis bibir pantai, tetapi telah merambah infrastruktur publik. Jalan aspal pesisir yang biasa dilalui warga untuk aktivitas ekonomi dan pendidikan kini terancam rusak permanen jika tidak segera diperkuat.

Sebelumnya, Kepala Desa Nangahale, Sahanudin, juga menyampaikan bahwa dua lembaga pendidikan—MTs Al-Fatah dan MIS Al-Fatah Nangahale—serta belasan rumah warga dan rumah produksi garam rakyat berada dalam zona rawan abrasi.

Ketua AWAS, Mario WP Sina, menegaskan bahwa penanaman sekitar 270 anakan mangrove dalam peringatan HUT ke-12 menjadi bentuk kepedulian konkret terhadap kondisi pesisir. Namun ia mengakui, upaya tersebut perlu ditindaklanjuti dengan kebijakan dan program pemerintah yang lebih komprehensif.

“Kami berharap semua pihak, termasuk pemerintah daerah, bisa melihat ini sebagai situasi darurat lingkungan. Abrasi bukan lagi ancaman masa depan, tapi sudah terjadi hari ini,” ujarnya.

Warga Nangahale berharap ada penanganan terpadu, mulai dari pembangunan talud atau pemecah gelombang, rehabilitasi mangrove secara berkelanjutan, hingga kajian teknis untuk menyelamatkan jalan pesisir yang mulai tergerus.

Di tengah ombak yang terus menghantam daratan, suara warga semakin keras terdengar. Mereka tak hanya menanam mangrove bersama para jurnalis, tetapi juga menanam harapan agar pemerintah hadir melihat langsung kenyataan di pantai Nangahale—sebelum lebih banyak daratan yang hilang.(Faidin)

Abrasi Nangahale Terus Menggerus, Sekolah dan Rumah Warga di Ujung Ancaman

SIKKA, BAJOPOS.COM – Deru ombak di pesisir Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, tak lagi sekadar irama alam. Ia kini menjadi penanda kecemasan. Abrasi yang terus menggerus garis pantai membuat jarak antara laut dan permukiman warga semakin menipis, menghadirkan ancaman nyata bagi sekolah, rumah, hingga sumber penghidupan masyarakat.

Kondisi itu kembali disuarakan dalam momentum peringatan hari ulang tahun ke-12 Aliansi Wartawan Sikka (AWAS), Sabtu (14/02/2026). Alih-alih merayakan dengan seremoni, para jurnalis memilih menanam mangrove di Dusun Namandoi sebagai bentuk solidaritas terhadap warga yang terdampak abrasi.

Kepala Desa Nangahale, Sahanudin, menegaskan bahwa abrasi bukan lagi ancaman jangka panjang, melainkan persoalan yang sedang berlangsung. Garis pantai terus mundur, mendekati dua lembaga pendidikan—MTs Al-Fatah dan MIS Al-Fatah Nangahale—serta belasan rumah warga dan rumah produksi garam rakyat.

“Kalau tidak ada penanganan serius, bukan tidak mungkin bangunan sekolah dan rumah warga akan semakin terancam. Kami butuh solusi jangka panjang, bukan hanya penanganan sementara,” ujarnya.

Abrasi di Nangahale dipicu kombinasi faktor alam dan perubahan lingkungan. Gelombang tinggi, berkurangnya vegetasi penahan pantai, serta dampak perubahan iklim mempercepat proses pengikisan. Tanpa sabuk hijau mangrove yang kuat, daratan menjadi rentan terhadap hantaman ombak.

Sebanyak kurang lebih 270 anakan mangrove ditanam dalam aksi bertema “AWAS Peduli dan Hijaukan Sikka”. Ketua AWAS, Mario WP Sina, mengatakan bahwa pemilihan Nangahale sebagai lokasi kegiatan merupakan bentuk keberpihakan terhadap wilayah yang membutuhkan perhatian serius.

“Kami melihat langsung kondisi abrasi di sini. Mangrove adalah benteng alami. Ini langkah kecil, tapi kami berharap menjadi pemicu gerakan yang lebih besar,” katanya.

Mangrove dikenal efektif meredam gelombang, menahan sedimen, serta mencegah intrusi air laut. Selain itu, ekosistem ini menjadi habitat berbagai biota laut yang mendukung ekonomi nelayan. Namun, penanaman mangrove saja dinilai belum cukup tanpa perencanaan terpadu dari pemerintah daerah.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Sikka segera mengambil langkah komprehensif, mulai dari pembangunan struktur pengaman pantai, rehabilitasi kawasan pesisir, hingga edukasi berkelanjutan tentang pelestarian lingkungan.

Momentum HUT AWAS juga dirangkaikan dengan operasi pangan murah bekerja sama dengan Perum Bulog Cabang Maumere, sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan ekonomi warga pesisir yang terdampak.

Keterlibatan berbagai unsur—TNI, Polri, pemerintah desa, lembaga pendidikan, hingga organisasi kepemudaan—menunjukkan bahwa persoalan abrasi bukan isu sektoral, melainkan tanggung jawab bersama.

Di Nangahale, abrasi bukan lagi cerita tentang masa depan yang jauh. Ia adalah realitas hari ini. Setiap meter tanah yang hilang menjadi pengingat bahwa perlindungan pesisir harus menjadi prioritas. Jika tidak, bukan hanya garis pantai yang terkikis, tetapi juga ruang hidup dan harapan masyarakat pesisir Sikka.(Faidin)

HUT ke-12 Aliansi Wartawan Sikka Dihadapkan pada Ancaman Abrasi Nangahale

SIKKA, BAJOPOS.COM – Peringatan hari ulang tahun ke-12 Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) tahun ini tidak digelar di ruang pertemuan atau panggung seremoni. Para jurnalis memilih berdiri di atas lumpur pesisir, menanam mangrove di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Sabtu (14/02/2026), sebagai bentuk keberpihakan pada warga yang terancam abrasi.

Dengan mengusung tema “AWAS Peduli dan Hijaukan Sikka”, sebanyak kurang lebih 270 anakan mangrove ditanam di kawasan Dusun Namandoi. Aksi tersebut menjadi refleksi bahwa kerja jurnalistik tidak berhenti pada pemberitaan, tetapi juga menjelma menjadi gerakan sosial yang menyentuh langsung persoalan masyarakat.

Kepala Desa Nangahale, Sahanudin, menyampaikan bahwa abrasi yang terus terjadi merupakan ancaman nyata bagi warganya.

“Ada dua lembaga sekolah yang terancam, yakni MTs Al-Fatah dan MIS Al-Fatah Nangahale. Selain itu, belasan rumah warga serta rumah produksi garam milik rakyat juga berada dalam kondisi berbahaya akibat abrasi,” ujarnya.

Menurutnya, penanaman mangrove menjadi langkah awal yang penting, namun ia berharap ada intervensi lebih serius dari Pemerintah Kabupaten Sikka untuk penanganan abrasi secara komprehensif dan berkelanjutan.

Ketua AWAS, Mario WP Sina, menegaskan bahwa pemilihan Nangahale bukan tanpa alasan. Kawasan tersebut memiliki potensi ekosistem mangrove yang perlu diperkuat sebagai benteng alami pesisir.

Ia menambahkan, mangrove memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem, menahan gelombang, sekaligus menjadi habitat berbagai biota laut yang menopang kehidupan nelayan dan masyarakat pesisir.

Tak hanya isu lingkungan, momentum HUT ke-12 AWAS juga diarahkan pada penguatan ekonomi warga. Bersama Perum Bulog Kantor Cabang Maumere, AWAS menggelar operasi pangan murah bagi masyarakat Desa Nangahale. Program ini ditujukan untuk membantu warga memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat lokal.

Kepala Bulog Cabang Maumere, Martin Luther Sesa, turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama unsur TNI-Polri diantaranya Kapolsek Waigete, I Wayan Artawan, SH mewakili Kapolres Sikka, AKBP Bambang Supeno, S.I.K. bersama personil dan Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1603/Sikka, Mayor Cba Dominggus M. Antamani mewakili Dandim 1603/Sikka, Letkol Arm Denny Riesta Permana bersama personil, Kejaksaan Negeri Maumere, dan dihadiri warga setempat.

Selanjutnya, dari lembaga pendidikan setempat, hadir pula dari warga sekolah MIS Muhammadiyah Al Fatah Nangahale dan MTs Muhammadiyah Al Fatah Nangahale, perwakilan organisasi Persatuan Olahraga Dusun Namandoi (PON).

Keterlibatan lintas sektor ini memperlihatkan bahwa isu lingkungan dan ketahanan pangan bukan tanggung jawab satu pihak semata. Sinergi yang terbangun diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan dalam menjaga pesisir Sikka.

Memasuki usia ke-12 tahun, AWAS menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai pengawal informasi publik sekaligus bagian dari gerakan sosial di daerah. Di tengah tantangan perubahan iklim dan tekanan ekonomi, jurnalisme dituntut tak hanya kritis lewat tulisan, tetapi juga solutif melalui aksi nyata.

Di Nangahale, peringatan ulang tahun itu menjadi simbol bahwa pena dan bibit mangrove bisa berjalan beriringan—mengabarkan persoalan sekaligus menanam harapan bagi masa depan pesisir Sikka.(Faidin)

Pak Arif Dampingi Siswa MIS Muhammadiyah Wuring Tanamkan Semangat Literasi di Disarpus Sikka

SIKKA, BAJOPOS.COM – Peran guru kembali terlihat nyata dalam kegiatan Wisata Literasi yang digelar di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Jumat (13/2/2026).

Pak Arif yang merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) ini bersama dua rekannya, Ibu Afika dan Pak Musalim, mendampingi 52 siswa MIS Muhammadiyah Wuring mengikuti rangkaian kegiatan literasi dengan penuh semangat.

Sejak awal kunjungan, Pak Arif tampak aktif mengarahkan para siswa agar tertib dan fokus mengikuti setiap sesi pengenalan perpustakaan. Ia juga memberi motivasi kepada anak-anak agar tidak ragu bertanya dan memanfaatkan kesempatan belajar di luar kelas tersebut.

Dalam beberapa kesempatan, Pak Arif membantu menjelaskan kembali materi yang disampaikan petugas perpustakaan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami siswa.

Pendampingan ini menjadi bagian penting dalam memastikan tujuan kegiatan, yakni menumbuhkan minat baca dan mengenalkan fungsi perpustakaan, dapat tercapai secara maksimal.

Kegiatan Wisata Literasi tersebut tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi siswa, tetapi juga memperlihatkan sinergi antara sekolah dan Disarpus dalam membangun budaya literasi sejak dini.

Dengan keterlibatan aktif guru seperti Pak Arif dan rekan-rekannya, diharapkan semangat membaca dan belajar tidak hanya tumbuh di perpustakaan, tetapi juga terus berlanjut di lingkungan sekolah maupun rumah.(Faidin)

Budayakan Membaca Sejak Dini, Siswa MIS Muhammadiyah Wuring Ikut Wisata Literasi

SIKKA, BAJOPOS.COM – Sebanyak 52 siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Muhammadiyah Wuring mengikuti kegiatan Wisata Literasi di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Jumat pagi, 13 Februari 2026.

Kunjungan edukatif tersebut didampingi oleh tiga guru, yakni Ibu Afika, Pak Musalim, dan Pak Arif. Rombongan disambut langsung oleh jajaran Disarpus dalam suasana penuh antusias di Maumere.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, menjelaskan bahwa kegiatan Wisata Literasi bertujuan menumbuhkan minat baca sejak usia dini, sekaligus memperkenalkan fungsi perpustakaan dan lembaga kearsipan dalam mendukung pendidikan serta pembangunan daerah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak mengenal perpustakaan sebagai tempat yang menyenangkan untuk belajar, bukan hanya sekadar tempat menyimpan buku,” ujarnya kepada media, Jumat (13/2/2026).

Dalam kunjungan tersebut, para peserta didik mendapatkan pelayanan perpustakaan secara langsung. Mereka diperkenalkan dengan berbagai koleksi buku, ruang baca anak, hingga layanan literasi yang tersedia di Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Sikka.

Tak hanya itu, siswa-siswi juga memperoleh penjelasan mengenai tugas dan fungsi jabatan struktural di lingkungan Disarpus, mulai dari Kepala Dinas (Kadis), Sekretaris Dinas (Sekdis), hingga Kepala Bidang (Kabid). Edukasi ini diberikan sebagai bagian dari pengenalan dunia birokrasi dan pelayanan publik sejak dini.

Very Awales menegaskan bahwa program Wisata Literasi merupakan salah satu strategi Disarpus dalam mendekatkan layanan perpustakaan kepada pelajar serta membangun budaya literasi di Kabupaten Sikka.

“Kami berharap anak-anak semakin gemar membaca dan memahami bahwa perpustakaan adalah ruang belajar sepanjang hayat,” katanya.

Ia menambahkan, Disarpus Kabupaten Sikka terus membuka diri bagi sekolah-sekolah yang ingin mengikuti program Wisata Literasi sebagai upaya memperkuat literasi pelajar dan memperkenalkan fungsi lembaga kearsipan serta perpustakaan di daerah.

Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan generasi muda Sikka semakin terbiasa membaca, berpikir kritis, serta memiliki wawasan luas sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.(Faidin)

Transformasi Peran ASN Kemenag, Kakanwil NTT Tekankan Pembinaan Umat Hadapi Tantangan Zaman

SIKKA, BAJOPOS.COM – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Kariyanto, menegaskan urgensi transformasi peran Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menyiapkan umat yang mampu menjawab tantangan zaman.

Penegasan itu disampaikannya saat memberikan pembinaan kepada ASN di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Sikka, Kamis (12/02/2026), di Aula Kantor Kemenag Sikka.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan jati diri ASN Kementerian Agama sebagai representasi negara yang tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga mengemban amanah moral dan sosial dalam menjaga kehidupan keagamaan masyarakat.

Dalam arahannya, Fransiskus menegaskan bahwa ASN Kementerian Agama adalah pelayan umat, penggerak moderasi beragama, sekaligus perekat harmoni sosial di tengah keberagaman bangsa.

“ASN Kementerian Agama bukan sekadar aparatur birokrasi, tetapi wajah negara dalam memberikan pelayanan dan pembinaan umat. Karena itu, setiap ASN harus mampu menjadi teladan dalam sikap, perilaku, dan integritas,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa tugas ASN Kementerian Agama memiliki dimensi strategis karena menyentuh langsung aspek pembinaan keagamaan, pendidikan keagamaan, pelayanan kehidupan beragama, serta penguatan nilai-nilai toleransi. ASN dituntut menghadirkan pelayanan yang tidak hanya memenuhi kewajiban birokrasi, tetapi juga memberi dampak nyata terhadap kualitas kehidupan umat.

Menurutnya, menyiapkan umat masa depan harus dilakukan melalui pembinaan berkelanjutan, penguatan karakter religius, serta pengembangan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perubahan sosial dan kemajuan teknologi.

“Menyiapkan umat masa depan berarti kita sedang menyiapkan generasi yang kuat secara spiritual, unggul secara intelektual, dan mampu bersaing di tengah dinamika global,” ujarnya.

Fransiskus juga menegaskan bahwa arah pembangunan keagamaan ke depan harus berpedoman pada kebijakan strategis Kementerian Agama melalui delapan program prioritas Asta Protas Tahun 2025–2029. Program tersebut menjadi peta jalan transformasi pelayanan keagamaan yang menitikberatkan pada penguatan moderasi beragama, peningkatan kualitas pendidikan keagamaan, transformasi kelembagaan, serta penguatan tata kelola pelayanan publik.

Menurutnya, implementasi Asta Protas merupakan instrumen penting untuk memastikan pelayanan Kementerian Agama mampu menjawab tantangan global sekaligus menjaga nilai-nilai keagamaan sebagai karakter bangsa.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan menyiapkan umat masa depan semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi digital, perubahan pola interaksi sosial, serta meningkatnya dinamika kehidupan masyarakat. Kondisi tersebut menuntut ASN memperkuat budaya kerja berlandaskan nilai ASN BerAKHLAK sebagai identitas moral sekaligus standar profesionalisme aparatur.

ASN, lanjutnya, diharapkan mampu bekerja secara adaptif, inovatif, dan kolaboratif, serta menjunjung tinggi integritas dan loyalitas terhadap tugas pelayanan publik.

“Keberhasilan ASN Kementerian Agama tidak diukur dari banyaknya pekerjaan yang diselesaikan, tetapi dari sejauh mana pelayanan kita memberikan manfaat nyata dan meningkatkan kepercayaan masyarakat,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya pola kerja yang berorientasi pada hasil dan dampak pelayanan. ASN dituntut memiliki perencanaan kerja yang terarah, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta mampu membangun sinergi lintas sektor.

Menurutnya, keberhasilan ASN Kementerian Agama tercermin dari meningkatnya kualitas kehidupan beragama, terjaganya kerukunan umat, serta tumbuhnya generasi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan sosial.

Mengakhiri arahannya, Fransiskus mengajak seluruh ASN Kementerian Agama di Kabupaten Sikka untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, serta memperkuat kerja sama dalam melaksanakan tugas pelayanan publik. Ia berharap ASN mampu menjadi garda terdepan dalam membangun kehidupan beragama yang rukun, harmonis, dan berkelanjutan, sekaligus menyiapkan umat yang siap menghadapi tantangan masa depan.(Faidin)

Aliansi Wartawan Sikka Tanam Mangrove dan Gelar Pangan Murah Gandeng Bulog Peringati HUT ke-12 AWAS dan HPN

SIKKA, BAJOPOS.COM – Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) menggandeng Perum Bulog Kabupaten Sikka untuk menggelar pangan murah berupa paket sembako bagi masyarakat Desa Nangahale, Kecamatan Talibura. Kegiatan tersebut akan dirangkaikan dengan aksi penanaman mangrove oleh Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) di Dusun Namandoi, Sabtu (14/02/2026).

Agenda bertajuk “AWAS Peduli dan Hijaukan Sikka” ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 AWAS sekaligus momentum Hari Pers Nasional (HPN).

Kegiatan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 Wita dan melibatkan berbagai unsur, mulai dari lembaga pendidikan (siswa dan guru), pemerintah desa dan kecamatan, Koramil, Polsek Waigete, Kodim 1603/Sikka, Polres Sikka, hingga sejumlah instansi pemerintah daerah.

Tak hanya itu, kegiatan ini pun turut mengundang Bupati Sikka, Juventus Yoris Prima Kago (Jupik) dan Ketua DPRD Sikka, Stefanus Sumandi untuk turut membersamai kegiatan ini.

Kepala Bulog Cabang Maumere, Martin Luther Sesa, memastikan dukungan pihaknya dalam penyediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Program pangan murah ini diharapkan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat lokal.

Ketua AWAS, Mario WP Sina, mengatakan peringatan ulang tahun organisasi tahun ini difokuskan pada kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan.

“Kami ingin HUT ke-12 AWAS tidak sekadar seremoni, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata. Penanaman mangrove ini sedang kami siapkan secara matang agar pelaksanaannya tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya.

Begitupun terhadap pangan murah, dalam sinergitas yang di bangun AWAS kemudian menggandeng Bulog menggelar pangan murah di Posko titik kumpul di Lapangan Bajo Maritim Dusun Namandoi.

Menurut Mario, kawasan pesisir Nangahale dipilih karena memiliki potensi ekosistem mangrove yang perlu dijaga dan diperkuat. Mangrove berperan penting dalam menahan abrasi, menjaga kualitas lingkungan pesisir, serta menjadi habitat berbagai biota laut.

Ia menegaskan, kegiatan penanaman tidak berhenti pada seremoni semata. AWAS membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah desa, sekolah, komunitas lingkungan, serta masyarakat setempat untuk memastikan adanya perawatan dan pengawasan bersama terhadap anakan mangrove yang ditanam.

Selain itu, keterlibatan TNI dan Polri bersama sejumlah instansi pemerintah daerah diharapkan memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga ekosistem pesisir di Kabupaten Sikka.

Memasuki usia ke-12 tahun, AWAS menegaskan komitmennya untuk terus hadir bukan hanya sebagai pengawal informasi publik, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan sosial dan lingkungan di daerah.

Melalui kegiatan ini, AWAS berharap kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga kawasan pesisir semakin tumbuh dan berkelanjutan.(Faidin) 

Gubernur NTT Daftar Jadi Anggota KSP Obor Mas

SIKKA, BAJOPOS.COM – Komitmen memperkuat ekonomi kerakyatan di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali ditegaskan melalui kunjungan kerja ke Kantor Pusat KSP Obor Mas di Jalan Kesehatan, Maumere, Kamis (12/2/2026).

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Pemerintah Provinsi NTT bersama Pemerintah Kabupaten Sikka dan DPRD NTT mendorong penguatan koperasi sekaligus memastikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) berjalan transparan dan tepat sasaran.

Kunjungan itu dihadiri bersama Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago dan Wakil Ketua DPRD NTT Roby Tulus. Rombongan disambut langsung oleh General Manager KSP Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering, bersama jajaran manajemen dan karyawan.

Dalam pertemuan tersebut, dilakukan peninjauan aktivitas operasional koperasi, dialog bersama pengurus dan karyawan, serta pemaparan mengenai peran strategis KSP Obor Mas dalam mendukung pembiayaan UMKM dan memperluas inklusi keuangan di NTT.

Ditegaskan bahwa koperasi harus menjadi pilar utama ekonomi kerakyatan. Karena itu, penguatan tata kelola, digitalisasi layanan keuangan, serta peningkatan literasi masyarakat dinilai menjadi langkah penting agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.

Sebagai bentuk dukungan nyata, dalam kesempatan itu juga dilakukan pendaftaran sebagai anggota KSP Obor Mas. Langkah tersebut disebut sebagai simbol komitmen Pemerintah Provinsi NTT dalam memperkuat koperasi berbasis komunitas sebagai motor penggerak ekonomi rakyat.

Selain itu, penyaluran KUR di NTT ditegaskan harus benar-benar menyentuh masyarakat miskin dan pelaku usaha mikro yang membutuhkan. Pengawasan akan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, DPRD hingga DPR RI agar setiap rupiah yang disalurkan berdampak langsung pada pemberdayaan dan pengembangan usaha rakyat.

Pemerintah Provinsi NTT juga berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan inovasi guna memperluas akses pembiayaan. Sinergi antara program KUR dan penguatan koperasi seperti KSP Obor Mas dinilai sebagai langkah konkret untuk menekan angka kemiskinan, memperkuat UMKM, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.(Faidin)

Melki Laka Lena Beri Kuliah Umum di STIKES St. Elisabeth, Dorong Transformasi Mental dan Lulusan Tembus Pasar Global

SIKKA, BAJOPOS.COM – Kunjungan Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena sekaligus memberi kuliah umum di STIKES St. Elisabeth Keuskupan Maumere, Kamis (12/2/2026), menjadi momentum penegasan pentingnya transformasi mental dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam suasana diskusi yang hangat dan penuh semangat, mahasiswa dan civitas akademika diajak untuk tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga membangun karakter, etika pelayanan, dan semangat kemanusiaan dalam praktik kesehatan.

Disampaikan bahwa Undang-Undang Kesehatan yang baru disahkan telah melebur 11 undang-undang sebelumnya guna menghapus ego sektoral di bidang kesehatan. Dengan regulasi baru tersebut, dokter, perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya diharapkan berjalan setara dan saling menguatkan.

“Pelayanan kesehatan adalah kerja tim. Yang paling utama adalah kemanusiaan,” tegasnya di hadapan ratusan mahasiswa.

Secara khusus, pesan juga ditujukan kepada mahasiswa keperawatan. Ditekankan bahwa kualitas perawat tidak hanya diukur dari keterampilan klinis, tetapi juga dari sikap dan keramahan dalam melayani pasien.

“Jangan sampai ‘muka asam’. Perlakukan pasien seperti saudara sendiri. Hospitality menentukan kesembuhan dan kepercayaan,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan pasar kerja lokal, mahasiswa didorong untuk memperluas pandangan hingga ke level global. Disebutkan bahwa kebutuhan tenaga perawat di dunia mencapai jutaan orang, sehingga peluang kerja terbuka lebar bagi lulusan yang kompeten dan siap bersaing.

Lulusan STIKES St. Elisabeth—yang sebelumnya dikenal sebagai SPK/AKPER Lela—dinilai memiliki reputasi kuat, tangguh, dan religius. Mahasiswa pun diminta tidak hanya bercita-cita menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), tetapi berani bermimpi besar dengan menguasai bahasa asing dan menembus pasar internasional.

Saat ini, STIKES St. Elisabeth terus bertransformasi dengan mengelola Program Studi Fisioterapi pertama di NTT, Informatika Medis, serta D3 Keperawatan. Jumlah mahasiswa tercatat sebanyak 643 orang yang berasal dari berbagai daerah.

Bahkan, 28 lulusan sedang dalam proses penempatan kerja ke Jepang, sementara lulusan lainnya mengikuti berbagai program kerja sama internasional.

Pemerintah Provinsi NTT menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan lembaga pendidikan swasta, termasuk melalui dukungan beasiswa dan peningkatan sarana prasarana yang berdampak langsung pada mutu pendidikan.

Kunjungan tersebut diakhiri dengan apresiasi atas sambutan dari Yayasan dan seluruh keluarga besar STIKES St. Elisabeth, serta ajakan bersama untuk menyiapkan tenaga kesehatan NTT yang profesional, berkarakter, dan siap bersaing di kancah global.(Faidin)

Aliansi Wartawan Sikka Akan Tanam Mangrove di Desa Nangahale, Dusun Namandoi

SIKKA, BAJOPOS.COM – Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) tengah mematangkan rencana penanaman anakan mangrove di kawasan hutan bakau Dusun Namandoi, Desa Nangahale, Kecamatan Talibura. Kegiatan tersebut disiapkan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 AWAS.

Aksi bertajuk “AWAS Peduli dan Hijaukan Sikka” itu saat ini masih dalam tahap perencanaan teknis, mulai dari koordinasi lokasi penanaman, penyediaan bibit mangrove, hingga pelibatan masyarakat setempat. Meski dalam perencanaan tersebut dipastikan akan diselenggarakan pada Sabtu, 14/02/2026 dan diperkirakan pada pukul 09.00 Wita.

Ketua AWAS, Mario WP Sina, mengatakan momentum ulang tahun organisasi tahun ini diarahkan pada kegiatan yang berdampak langsung bagi lingkungan dan masyarakat.

“Kami ingin HUT ke-12 AWAS tidak sekadar seremoni, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata. Penanaman mangrove ini sedang kami siapkan secara matang agar pelaksanaannya tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, kawasan pesisir Nangahale dipilih karena memiliki potensi ekosistem mangrove yang perlu dijaga dan diperkuat. Mangrove berfungsi menahan abrasi, menjaga kualitas lingkungan pesisir, serta menjadi habitat penting bagi biota laut.

Dalam perencanaan tersebut, AWAS juga membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah desa, lembaga pendidikan, komunitas lingkungan, dan masyarakat sekitar agar kegiatan tidak berhenti pada seremoni tanam semata, melainkan berlanjut pada perawatan dan pengawasan bersama.

Tak hanya itu, berbagai instansi pun kata dia nantinya akan turut serta dalam kegiatan ini, diantaranya TNI dan Polri juga beberapa instansi pemerintah daerah.

AWAS berharap, melalui langkah awal yang sedang disusun ini, kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir di Kabupaten Sikka semakin tumbuh.

Memasuki usia ke-12 tahun, AWAS menegaskan komitmennya untuk terus hadir, tidak hanya sebagai pengawal informasi publik, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan sosial dan lingkungan di daerah.(Faidin)

Di Balik Ulang Tahun AWAS, Ada Rumah yang Hangus dan Harapan yang Disemai

SIKKA, BAJOPOS.COM – Di bawah guyuran hujan deras, sebuah tenda darurat di Dusun Wolon Gerat, Desa Heopuat, Kecamatan Hewokloang, Kamis (12/2/2026) sore, menjadi saksi pertemuan antara duka dan solidaritas. Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) merayakan makna ulang tahunnya yang ke-12—bukan dengan seremoni, tetapi dengan aksi nyata.

AWAS menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada Mama Maria Noeng (74), korban kebakaran rumah yang terjadi pada Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 12.30 Wita. Peristiwa itu menghanguskan rumah tinggalnya hingga tak menyisakan satu pun harta benda.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung di tenda darurat yang kini menjadi tempat berteduh sementara bagi Mama Maria dan keluarganya. Momen tersebut turut disaksikan Anggota BPD Desa Heopuat, Yohanis Paskalis.

Ketua AWAS, Mario WP Sina, mengatakan kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-12 AWAS yang jatuh pada 14 Februari 2026.

“AWAS sebagai wadah profesional wartawan di Kabupaten Sikka akan genap berusia 12 tahun. Momentum ini kami maknai dengan tema ‘AWAS Peduli dan Hijaukan Sikka’,” ujar Mario.

Ia menegaskan, peringatan ulang tahun kali ini tidak difokuskan pada perayaan simbolik, melainkan diwujudkan melalui aksi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kami ingin kehadiran AWAS tidak hanya dalam pemberitaan, tetapi juga nyata dirasakan masyarakat, terutama mereka yang sedang mengalami musibah. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga,” katanya.

Selain aksi kemanusiaan, AWAS juga menjadwalkan kegiatan penanaman mangrove di kawasan hutan bakau Dusun Namondoi, Desa Nangahale, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan tersebut menjadi bentuk komitmen organisasi dalam mendukung pelestarian lingkungan dan menjaga ekosistem pesisir Kabupaten Sikka.

Di sisi lain, musibah yang menimpa Mama Maria menyisakan cerita pilu. Saat kebakaran terjadi, ia sedang mengikuti kegiatan posyandu lansia. Di rumah itu, ia tinggal bersama seorang anak yang mengalami gangguan jiwa dan seorang cucu berusia 11 tahun yang kini duduk di kelas VI SDN Wegok Natar.

Seluruh isi rumah hangus terbakar. Tidak ada barang yang berhasil diselamatkan, kecuali dokumen penting berupa KTP dan Kartu Keluarga (KK) yang sebelumnya telah dibawa saat proses validasi bantuan oleh Dinas Sosial di Kantor Desa Heopuat.

“Saya berterima kasih atas perhatian dan bantuan ini,” ucap Mama Maria dengan suara lirih.

Anggota BPD Desa Heopuat, Yohanis Paskalis, menyebut Mama Maria merupakan salah satu janda kurang mampu di desa tersebut. Rumah yang terbakar diketahui baru dibangun sekitar tahun 2022.

“Kami akan mengupayakan bantuan stimulan perumahan dari dana desa berupa bahan bangunan senilai Rp15 juta untuk membantu pembangunan kembali rumah Mama Maria,” jelas Yohanis.

Saat ini, korban masih sangat membutuhkan bantuan, khususnya material bangunan, agar dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak huni.

Di tengah abu yang tersisa, solidaritas menjadi api baru yang menghangatkan—bahwa di usia ke-12, AWAS memilih berdiri bukan hanya sebagai penyampai kabar, tetapi juga bagian dari harapan.(Faidin)

Arsip Tak Lagi Sekadar Tumpukan Berkas, Siswa SMKS St. Thomas Maumere Belajar Menjaga Memori Bangsa

SIKKA, BAJOPOS.COM – Arsip bukan sekadar tumpukan kertas lama yang disimpan di lemari. Di tangan yang tepat, arsip menjadi jejak sejarah dan memori kolektif bangsa. Kesadaran itulah yang ingin ditanamkan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DISARPUS) Kabupaten Sikka kepada siswa-siswi SMKS St. Thomas Maumere melalui kegiatan pendampingan pengelolaan arsip.

Kegiatan tersebut melibatkan tiga bidang sekaligus, yakni Bidang Pembinaan Arsip, Bidang Pengelolaan Arsip, dan Bidang Pengawasan Arsip. Para siswa mendapatkan kesempatan belajar langsung di lingkungan kerja DISARPUS Kabupaten Sikka selama tiga hari.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, mengatakan pendampingan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penguatan kompetensi peserta didik, khususnya di bidang kearsipan dan perpustakaan.

“Pendampingan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada siswa-siswi dalam pengelolaan arsip, mulai dari penataan, klasifikasi, hingga pemeliharaan arsip sesuai standar kearsipan,” kata Very Awales kepada media di Maumere, Kamis (12/2/2026).

Selama masa praktik, para siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses kerja di berbagai bidang, termasuk di sekretariat dinas. Mereka mendapatkan materi tentang tata kelola arsip dinamis, sistem klasifikasi arsip, penggunaan sarana dan prasarana kearsipan, hingga pengenalan tugas dan fungsi perangkat daerah dalam penyelenggaraan kearsipan.

Tak hanya itu, siswa-siswi juga diperkenalkan dengan layanan perpustakaan serta peran strategis perpustakaan sebagai pusat literasi dan sumber belajar masyarakat. Pengenalan ini diharapkan membuka wawasan mereka tentang pentingnya pengelolaan informasi yang tertib, sistematis, dan berkelanjutan.

Very Awales menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar program praktik rutin, tetapi bagian dari upaya membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya arsip sebagai aset daerah dan bangsa.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi pengalaman praktik, tetapi juga menjadi bekal bagi siswa untuk siap bersaing di dunia kerja dan turut menjaga memori kolektif bangsa melalui pengelolaan arsip yang baik,” pungkasnya.

Melalui pendampingan ini, DISARPUS Sikka berharap minat generasi muda terhadap profesi arsiparis dan pustakawan semakin tumbuh, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang kearsipan dan literasi di Kabupaten Sikka.(Faidin) 

DISARPUS, Sikka, SMKS St Thomas Maumere, Kearsipan, Perpustakaan, Literasi, Pendidikan, Arsip,

 

Obligasi Jadi Kartu As Baru Agar NTT Tak Ketergantungan APBN 

SIKKA, BAJOPOS.COM – Di tengah ketatnya transfer anggaran pusat, Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai melirik jalan baru untuk membiayai pembangunan: menerbitkan obligasi daerah. Dalam pertemuan strategis Partai Golkar yang dibungkus dengan gelaran ‘Saresehan Nasional’ di Capa Resort, Kabupaten Sikka, Kamis (12/2/2026), gagasan ini mengemuka sebagai terobosan untuk memutus ketergantungan berkepanjangan terhadap APBN.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan, sudah saatnya NTT berani berdiri di atas kaki sendiri dalam pembiayaan pembangunan.

“Ini bukan lagi soal mau atau tidak mau, ini kebutuhan mendesak. Kita punya pelabuhan, pariwisata, sumber daya alam, tapi kita sering lumpuh karena keterbatasan modal. Obligasi daerah adalah cara kita menjemput energi dari rakyat sendiri, termasuk diaspora NTT,” tegas Melki.

Menurutnya, skema obligasi memungkinkan pemerintah daerah menghimpun dana publik secara legal dan terukur untuk membiayai proyek-proyek produktif yang memiliki arus kas (cash flow) jelas. Dengan demikian, proyek strategis tidak lagi harus menunggu antrean panjang dari pusat.

Sarasehan nasional bertema “Obligasi Daerah Sebagai Salah Satu Alternatif Pembiayaan Daerah dan Instrumen Investasi Publik” ini menjadi forum penting merumuskan langkah konkret.

Hadir sebagai pembicara Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Melchias Markus Mekeng, Dirjen Pemeriksaan Keuangan BPK RI Widhi Widayat, Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu RI Askolani, serta Guru Besar Universitas Muhammadiyah Surabaya Didin Fatihudi.

Melchias Markus Mekeng menekankan, penerbitan obligasi daerah bukan sekadar wacana politik, melainkan langkah serius yang membutuhkan fondasi regulasi dan tata kelola kuat.

“Investor tidak bodoh. Mereka tidak akan membeli kertas kosong dengan risiko tinggi. Karena itu Fraksi Golkar sedang memperjuangkan Undang-Undang Obligasi Daerah agar surat utang daerah memiliki kekuatan dan kredibilitas setara Surat Utang Negara,” ujar Mekeng.

Ia mengingatkan, dana obligasi tidak boleh dipakai untuk belanja konsumtif seperti perjalanan dinas atau rapat di hotel mewah. Dana harus diarahkan pada proyek produktif seperti pembangunan pelabuhan, penguatan infrastruktur pariwisata, rumah sakit spesialis, serta fasilitas kesehatan dan layanan publik strategis lainnya.

“Harus ada cash flow. Kalau tidak, kita hanya mewariskan beban kepada generasi berikutnya,” tegasnya.

Mekeng menyebut, obligasi daerah juga menjadi ujian integritas kepala daerah. Laporan keuangan harus sehat dan transparan karena akan disaring ketat oleh BPK, Kementerian Keuangan hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bahkan, lembaga pemeringkat seperti Pefindo akan menilai kesehatan fiskal daerah sebelum obligasi dilepas ke pasar.

“Pembayaran bunga tidak boleh telat satu hari, pokoknya tidak boleh mundur satu hari. Kalau default, rating jatuh dan kepercayaan hilang,” tandas anggota DPR RI empat periode ini.

Ia menargetkan Rancangan Undang-Undang Obligasi Daerah dapat masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2026, bahkan diharapkan rampung tahun ini. Mekeng menilai banyak daerah seperti DKI Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat sudah siap, namun payung hukum belum tersedia.

“NTT jangan ketinggalan. Anggaran di publik itu tersedia ribuan triliun. Selama governance, akuntabilitas dan transparansi kita tertib, kita layak menerbitkan obligasi,” katanya.

Sarasehan ini merupakan yang keenam digelar Fraksi Partai Golkar MPR RI sebagai bagian dari penyusunan naskah akademis yang akan diserahkan ke DPR RI. Tahap berikutnya akan digelar workshop teknis untuk membahas neraca keuangan, proyeksi pendapatan, serta kesiapan biro keuangan daerah.

Hadir dalam kegiatan ini Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Ketua DPRD NTT Emi Nomleni, para bupati dan wakil bupati se-NTT, pimpinan DPRD kabupaten/kota, Forkopimda, Bank NTT, perbankan Himbara, organisasi mahasiswa hingga perwakilan kampus di Maumere.

Jika skema ini berhasil diwujudkan, NTT berpotensi menjadi pelopor inovasi pembiayaan daerah di Indonesia Timur—menggeser stigma dari provinsi bergantung menjadi provinsi inovator dalam tata kelola fiskal.

Langkah ini menandai perubahan paradigma pembangunan: dari menunggu transfer pusat, menuju kemandirian fiskal berbasis investasi publik.(Faidin)

Satresnarkoba Polres Sikka Tangkap Terduga Pengedar di Maumere, Diduga Oknum PPPK Setda

SIKKA, BAJOPOS.COM – Aparat Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sikka kembali mengungkap kasus jaringan peredaran narkoba di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang pria diamankan dalam operasi yang digelar pada Kamis, 12 Februari 2026, sekitar pukul 13.30 WITA.

Penangkapan dilakukan di wilayah hukum Polres Sikka oleh tim yang dipimpin langsung Kasat Resnarkoba Polres Sikka, Iptu Yakobus K. Sanam, S.H.

Saat dikonfirmasi Bajopos.com Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, S.I.K melalui Kasi Humas Polres Sikka, Ipda Leonardus Tungga, membenarkan adanya pengungkapan kasus tersebut.

“Benar, pada hari Kamis tanggal 12 Februari 2026 sekitar pukul 13.30 WITA, bertempat di wilayah hukum Polres Sikka, Tim Satresnarkoba Polres Sikka yang dipimpin oleh Kasat Resnarkoba telah mengamankan seorang laki-laki yang diduga melakukan tindak pidana narkoba. Sementara tim masih di lapangan. Kami akan rilis ke publik setelah penyelidikan,” ujar Ipda Leonardus Tungga melalui pesan WhatsApp.

Menurut Leo, proses pengembangan kasus masih berlangsung sehingga kepolisian belum dapat membeberkan secara rinci jenis narkotika yang diamankan maupun peran spesifik terduga dalam jaringan tersebut. Bahkan saat ditanya soal inisial diduga pelaku, Leo pun belum merespon.

“Bahan keterangan (baket) lengkapnya akan kami jelaskan melalui press release Humas Polres Sikka,” tambahnya.

Sementara itu, beredar informasi dari sejumlah media online bahwa terduga pelaku berinisial D disebut-sebut berstatus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang bertugas di salah satu bagian pada Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sikka.

Namun, saat dikonfirmasi terkait dugaan status tersebut, pihak Humas Polres Sikka belum memberikan tanggapan lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, Bajopos.com masih menunggu keterangan resmi lanjutan dari Polres Sikka mengenai status hukum terduga pelaku, kronologi lengkap penangkapan, serta barang bukti yang berhasil diamankan dalam operasi tersebut.(Faidin