Jum. Agu 28th, 2026

SFF Hadir di Desa Nangahale, Pulihkan Keceriaan Anak-Anak dan Beri Dukungan Psikososial Pasca Gempa

Komunitas Shoes for Flores (SFF) Maumere hadir menyapa ratusan anak di Desa Nangahale untuk memberikan dukungan psikososial pasca gempa 15/8/2026 lalu. (Doc.Bajopos.com/Faidin).

SIKKA, Bajopos.com | Suasana ceria menyelimuti anak-anak warga Dusun Namandoi, Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Kamis (27/8/2026) sore.

Di tengah situasi pascagempa Flores yang mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026, komunitas Shoes for Flores (SFF) Maumere hadir menyapa ratusan anak untuk memberikan dukungan psikososial sekaligus menghadirkan kembali ruang bermain dan kegembiraan bagi mereka.

Desa Nangahale merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Talibura yang cukup terdampak gempa yang berpusat di wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat, termasuk anak-anak, masih dibayangi rasa cemas dan trauma.

Kehadiran SFF pun tidak sekadar membawa bantuan, tetapi juga mengajak anak-anak sejenak melupakan suasana sulit yang mereka alami.

Sore itu, waktu diisi dengan berbagai permainan, bernyanyi dan menari. Kaka Kikan, sapaan akrab salah satu pendamping, bersama Kaka Meylinda Mukin, memandu anak-anak mengikuti setiap gerakan dan irama.

Ratusan anak tampak riang membentuk lingkaran sambil berpegangan tangan. Mereka bergerak mengikuti irama yang diberikan para pendamping.

Tawa dan sorak kegembiraan pun pecah. Anak-anak menari serentak dalam satu komando, tanpa canggung menunjukkan keceriaan mereka.

Petikan gitar kecil juga ikut menghidupkan suasana. Alunan musik dan nyanyian membuat sore di Dusun Namandoi terasa berbeda.

Untuk sesaat, wajah-wajah yang sebelumnya dibayangi ketakutan akibat gempa berubah menjadi senyum dan tawa.

Dukungan psikososial ini dinilai penting karena trauma yang dirasakan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan gempa yang baru terjadi.

Sebagian orang tua di wilayah tersebut juga masih memiliki ingatan terhadap bencana tsunami Flores 1992.

Pengalaman traumatis yang pernah dialami generasi sebelumnya menjadi bagian dari kekhawatiran yang turut dirasakan keluarga ketika gempa kembali mengguncang Flores.

Para orang tua pun tampak menemani anak-anak mereka mengikuti kegiatan tersebut. Kehadiran mereka menjadi dukungan tersendiri bagi anak-anak agar dapat kembali merasa aman dan nyaman di tengah situasi pascabencana.

Selain kegiatan psikososial, SFF juga membagikan paket makanan dan minuman kepada anak-anak. Sebanyak 250 paket bantuan disiapkan khusus untuk anak-anak di Dusun Namandoi.

Paket tersebut berisi sejumlah makanan dan minuman, di antaranya; biskuit, Milo, Clevo, dan Dancow.

Sementara itu, untuk roti merupakan bantuan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KemenPPPA) melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Sikka yang selanjutnya di berikan kepada anak-anak melalui komunitas SFF.

Selanjutnya, tim bergerak menuju dusun Nangahale.

Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana bukan hanya tentang membangun kembali rumah dan memenuhi kebutuhan logistik.

Anak-anak juga membutuhkan perhatian, ruang bermain, pendampingan serta kesempatan untuk kembali tersenyum setelah melewati situasi yang menegangkan.

Di Dusun Namandoi, sore itu, tawa anak-anak menjadi bagian kecil dari proses pemulihan Flores—bahwa di balik luka akibat bencana, selalu ada harapan yang harus dijaga.

Reporter : Faidin

By Faidin

Berita Populer