Rab. Sep 23rd, 2026

Kalimantan Timur

Pemberitahuan Resmi Redaksi Bahwa ANDI di Kalimantan Timur Bukan Jurnalis Bajopos.com

PEMBERITAHUAN RESMI REDAKSI BAJOPOS.COM

Nomor:  01/RED/BAJOPOS/IX/2026

ANDI DI KALIMANTAN TIMUR BUKAN JURNALIS BAJOPOS.COM

Redaksi Bajopos.com dengan ini menyampaikan pemberitahuan resmi kepada seluruh masyarakat, narasumber, instansi pemerintah, aparat penegak hukum, pihak swasta, serta seluruh pihak yang berkepentingan bahwa ANDI yang berada di wilayah Kalimantan Timur bukan merupakan wartawan, jurnalis, maupun bagian dari struktur Redaksi Bajopos.com.

Dengan demikian, segala tindakan, pernyataan, komunikasi, aktivitas, maupun bentuk tindak-tanduk yang dilakukan oleh yang bersangkutan tidak memiliki hubungan dan tidak dapat dikaitkan dengan Bajopos.com.

Redaksi Bajopos.com juga menegaskan bahwa akun Instagram yang menggunakan nama:

@bajopos.com_kaltim

BUKAN merupakan akun resmi Bajopos.com.

Akun tersebut tidak berada di bawah pengelolaan, koordinasi, maupun tanggung jawab Redaksi Bajopos.com. Masyarakat diminta tidak menganggap aktivitas atau informasi yang disampaikan melalui akun tersebut sebagai representasi resmi dari Bajopos.com.

Redaksi juga menyampaikan bahwa terdapat seseorang bernama ANDI di Kalimantan Timur yang menggunakan nomor telepon 0852-9987-0154. Yang bersangkutan tidak tercatat sebagai jurnalis maupun bagian dari Redaksi Bajopos.com.

Oleh karena itu, apabila terdapat pihak yang menerima komunikasi, permintaan, pernyataan, atau tindakan lain dari yang bersangkutan dengan mengatasnamakan Bajopos.com, hal tersebut tidak dapat dianggap sebagai tindakan resmi dari Bajopos.com.

Redaksi Bajopos.com mengimbau masyarakat, narasumber, instansi, dan pihak lainnya untuk melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada redaksi apabila menemukan pihak yang mengaku sebagai wartawan atau perwakilan Bajopos.com.

Pemberitahuan ini dibuat sebagai bentuk klarifikasi dan penegasan resmi identitas kelembagaan media, sekaligus untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Demikian pemberitahuan ini disampaikan agar dapat diketahui dan menjadi perhatian bersama.

Redaksi BAJOPOS.COM

Pimpinan Redaksi
Faidin, S.Pd

Bajopos.com — Suara Anda Mengungkap Fakta

Di Berau Lama Tak Turun Hujan, Ruang Spiritual Menjadi Solusi Pemerintah dan Warga

BERAU, Bajopos.com | Ketika tanah mulai mengering dan panas semakin menyengat, manusia biasanya mencari jalan untuk bertahan. Tetapi, ketika ikhtiar manusia berhadapan dengan sesuatu yang berada di luar kuasanya, hanya ada satu hal yang bisa dilakukan: menengadah dan memohon.

Itulah yang terjadi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Minggu, 30 Agustus 2026.

Di tengah kemarau panjang yang belum juga berakhir,  tak hanya masyarakat, Pemerintah Kabupaten Berau, TNI, Polri pun membersamai masyarakat menggelar Shalat Istisqa memohon hujan di Lapangan GOR Pemuda, Tanjung Redeb.

Mereka datang membawa satu harapan yang sama: semoga langit kembali menurunkan air hujan.

Pemandangan ini menarik. Sebab keyakinan terhadap hubungan manusia dengan alam selama ini tidak hanya hidup dalam cerita, tradisi dan kebiasaan masyarakat.

Dalam situasi tertentu, pemerintah pun turut mengambil bagian dalam ruang spiritual yang diyakini masyarakat sebagai bentuk ikhtiar.

Tampak, berbagai para jemaah sholat hari itu dalam suasana kekhusyuan, melaksanakan sholat memohon turun hujan.

Bukan karena pemerintah tidak memiliki cara lain. Bukan pula karena persoalan kemarau dapat diselesaikan hanya dengan doa.

Tetapi, ada kesadaran bahwa menghadapi alam membutuhkan lebih dari sekadar kebijakan dan perhitungan manusia. Ada ikhtiar yang harus dilakukan, ada lingkungan yang harus dijaga, dan ada doa yang dipanjatkan.

Kemarau panjang di Kabupaten Berau bukan persoalan sederhana. Minimnya curah hujan dan cuaca panas membuat kebutuhan air masyarakat semakin penting untuk diperhatikan.

Pada saat yang sama, lingkungan yang kering meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Karena itu, Shalat Istisqa hari itu seolah menjadi dua pesan sekaligus. Pertama, manusia memohon agar hujan diturunkan. Kedua, manusia diingatkan untuk tidak menjadi penyebab bencana yang lebih besar.

Pemerintah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

Sebab, tidak cukup hanya memohon hujan apabila manusia sendiri abai menjaga lingkungan. Doa meminta hujan, sementara tangan tetap harus menjaga bumi. Disitulah makna kebersamaan menjadi penting.

Masyarakat memiliki keyakinan dan cara sendiri dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Pemerintah memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk mengambil kebijakan.

Namun, ketika kemarau datang dan ancaman kebakaran membayangi, keduanya bertemu dalam satu kepentingan: menjaga kehidupan.

Lapangan GOR Pemuda akhirnya menjadi saksi bagaimana manusia menghadapi kemarau bukan hanya dengan rasa cemas, tetapi juga dengan harapan. Mereka menengadah kepada langit.

Sementara, bumi dibawah kaki mereka menunggu setetes demi setetes air yang selama ini menjadi sumber kehidupan.

Termasuk Amalan Sunnah

Hujan adalah sebuah peristiwa presipitasi  berwujud cairan yang jatuh ke permukaan bumi. Peristiwa hujan merupakan sesuatu yang tidak asing lagi didengar oleh banyak orang.

Allah SWT berfirman :

(14) وَأَنْزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرَاتِ مَاءً ثَجَّاجًا
”Dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah.” (QS. An Naba’ [78] : 14)

Hujan salah satu kekuasaan Allah SWT, Yang Maha Kuasa dan mengatur seluruh alam semesta ini. Hujan juga nikmat dari Allah yang patut untuk disyukuri. Sebagai seorang muslim, kita dianjurkan untuk bersyukur dengan membaca do’a di bawah ini;

اللَّهُمَّ صَيِّباً ناَفِعاً
“Allahumma shoyyiban naafi’aa [Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat].”

Adapun, 3 Amalan Sunnah Ketika Turun Hujan sebagai berikut;

1. Memanjatkan Do’a
Dalam sebuah hadits dari Sahl bin Sa’d, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ وَ تَحْتَ المَطَرِ
“Dua do’a yang tidak akan ditolak: [1] do’a ketika adzan dan [2] do’a ketika ketika turunnya hujan.”

2. Janganlah Mencela Hujan!
Setiap orang mengetahui bahwasanya hujan merupakan nikmat dari Allah SWT. Namun sangat disayangkan, ketika hujan turun ia merasa aktivitasnya terganggu, muncullah kata-kata celaan “Yaa Allah, kenapa hujan segala sih!”.

Mencela merupakan salah satu yang dilarang oleh Rasulullah SAW, termasuk mencela ketika hujan turun dengan alasan apapun.

3. Dianjurkan Berwudhu Dengan Air Hujan
Rasulullah SAW ketika melihat hujan yang mengalir deras bersabda,

اُخْرُجُوا بِنَا إلَى هَذَا الَّذِي جَعَلَهُ اللَّهُ طَهُورًا ، فَنَتَطَهَّرَمِنْهُ وَنَحْمَدَ اللّهَ عَلَيْهِ
Artinya : “Keluarlah bersama kami menuju air yang Allah jadikan sebagai alat untuk bersuci” Lalu kami semua bersuci menggunakan air tersebut dan memuji nikmat Allah.

Entah kapan hujan akan turun. Tetapi pesan dari Shalat Istisqa hari itu jelas: manusia boleh memiliki teknologi, kebijakan dan segala macam cara untuk menghadapi alam, tetapi tetap harus menyadari bahwa ada kekuatan yang jauh lebih besar daripada kemampuan manusia.

Dan ketika langit belum juga turunkan hujan, manusia memilih untuk terlebih dahulu meneteskan air mata dalam doa.

Reporter : Andi

Semarak Kemerdekaan, Demokrat Berau Gelar Lomba Rakyat di Rinding

BERAU, Bajopos.com | Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, DPC Partai Demokrat Kabupaten Berau menggelar Lomba Rakyat di kawasan Rinding, Kabupaten Berau, Minggu (23/8/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan diikuti masyarakat dari berbagai kalangan. Beragam perlombaan rakyat digelar sebagai bentuk partisipasi Partai Demokrat dalam memeriahkan momentum kemerdekaan sekaligus mempererat silaturahmi dengan masyarakat.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Berau, H. Syamsul Ma’aruf, S.Ag., mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga momentum untuk membangun kebersamaan dan semangat gotong royong.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat dapat bersama-sama merasakan semarak kemerdekaan. Yang paling penting adalah kebersamaan dan rasa persatuan,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan Lomba Rakyat juga menjadi bentuk kepedulian Partai Demokrat untuk terus hadir dan berinteraksi langsung bersama masyarakat.

Suasana penuh kegembiraan nampak disepanjang kegiatan. Masyarakat antusias mengikuti perlombaan dan memberikan dukungan kepada para peserta.

DPC Partai Demokrat Berau berharap semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui perlombaan, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui persatuan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama.

Reporter : Andi