Jum. Jul 24th, 2026

Pendidikan

MAN Ende Libatkan Guru dan Siswa, 43 Paket Sembako Disalurkan ke Jamaah Nurul Iman

ENDE, BAJOPOS.COM – Semangat berbagi menyambut Ramadhan 1447 Hijriah ditunjukkan keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri Ende dengan menyalurkan 43 paket sembako kepada jamaah Masjid Nurul Iman KM 5 Wolowona dan masyarakat sekitar, Senin (16/2/2026) pagi waktu setempat.

Kegiatan yang dikemas dalam Gema Ramadhan 1447 H itu dipusatkan di pelataran Masjid Nurul Iman KM 5 Wolowona. Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) urusan Kesiswaan, Abdul Gani, mewakili Kepala MAN Ende, H. Tahrun Thalib.

Abdul Gani menegaskan, bantuan tersebut bukan berasal dari pihak luar, melainkan hasil gotong royong internal madrasah. Sebanyak 43 paket sembako itu dikumpulkan dari sumbangan sukarela bapak dan ibu Guru, Tenaga Kependidikan (GTK), serta siswa-siswi MAN Ende yang dihimpun oleh bagian kesiswaan.

“43 paket sembako berasal dari sumbangan sukarela bapak/ibu Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) beserta siswa-siswi yang dikumpulkan oleh bagian kesiswaan MAN Ende,” ungkap Abdul Gani saat menyerahkan bantuan.

Ia berharap, bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para penerima dalam menyongsong bulan suci Ramadhan. Menurutnya, kegiatan berbagi ini sejalan dengan visi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende, khususnya komitmen keluarga besar MAN Ende untuk memberi dampak langsung kepada masyarakat.

“Kami berharap agar paket sembako ini dapat digunakan sebaik-baiknya oleh bapak/ibu jamaah Masjid Nurul Iman KM 5 Wolowona dan masyarakat di sekitarnya dalam menyongsong bulan Ramadhan 1447 Hijriyah,” ujarnya.

Salah satu penerima bantuan, Siti Hawa, menyampaikan apresiasi atas kepedulian keluarga besar MAN Ende. Ia berharap kebaikan para guru, tenaga kependidikan, dan siswa mendapat balasan dari Allah SWT.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar MAN Ende atas pemberian paket sembako ini. Mudah-mudahan Allah SWT membalas semua kebaikan bapak/ibu Guru dan Tenaga Kependidikan beserta siswa-siswi,” kata Siti Hawa.

Melalui Gema Ramadhan 1447 H, MAN Ende tidak hanya menguatkan pendidikan di ruang kelas, tetapi juga menanamkan nilai empati dan kepedulian sosial yang nyata di tengah masyarakat.(Faidin)

Sambut Ramadhan 1447 H, MTs Negeri 2 Lembata Jadikan Masjid Ruang Pendidikan Karakter

LEMBATA, BAJOPOS.COM – Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah/2026 Masehi, Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Lembata memanfaatkan momentum Program Gerakan Bersama (Geber) Bersih-Bersih Masjid (BBM) Tahun 2026 sebagai ruang pembelajaran nyata bagi peserta didik.

Program yang digagas oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam tersebut dilaksanakan Senin (16/2/2026) dan menjadi bagian dari gerakan Masjid Berdaya Berdampak. Namun, bagi MTs Negeri 2 Lembata, kegiatan ini tidak sekadar agenda seremonial menyambut Ramadhan.

Kegiatan dibagi ke tiga lokasi, yakni Masjid Babul Hidayah Lamahora, Masjid Nur Salam Wangatoa, dan Masjid YAMP Besar Wangatoa. Pembagian titik ini dirancang agar keterlibatan murid, guru, dan tenaga kependidikan berlangsung merata sekaligus menjangkau lebih banyak rumah ibadah.

Sejak pagi, para murid bersama guru membersihkan ruang utama masjid, tempat wudu, halaman, kaca jendela, hingga menata kembali perlengkapan ibadah. Gotong royong menjadi suasana utama yang terlihat di setiap lokasi.

Kepala MTs Negeri 2 Lembata, Ramlah Budiman, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi pembinaan karakter.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat. Melalui kegiatan ini, murid belajar tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian sosial secara langsung,” ujarnya.

Menurutnya, pengalaman belajar kontekstual seperti ini memperkuat disiplin dan sikap moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai itu dinilai penting untuk membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara sosial dan spiritual.

Melalui Program Geber BBM 2026, madrasah berharap masjid-masjid di lingkungan sekitar semakin bersih dan nyaman, sehingga jamaah dapat menjalankan ibadah Ramadhan, termasuk salat tarawih berjamaah, dengan khusyuk.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan posisi madrasah sebagai institusi pendidikan yang terlibat aktif dalam penguatan layanan keagamaan dan pemberdayaan masyarakat, sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama.(Faidin) 

Kampus UNIMOF: Ada Beasiswa Yatim dan Tahfidz pada PMB 2026

MAUMERE, BAJOPOS.COM – Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi melalui penyediaan beasiswa bagi calon mahasiswa yatim piatu dan penghafal Al-Qur’an (Tahfidz) pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026.

Program ini sudah diterapkan sejak tahun 2022, dimana terobosan ini bagian dari langkah kampus untuk menjangkau mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi sekaligus memberi ruang bagi generasi muda dengan keunggulan di bidang keagamaan, termasuk bagi warga NTT yang masih dikategorikan kurang mampu dari segi ekonomi.

Untuk beasiswa yatim piatu, calon mahasiswa diwajibkan melampirkan akta kematian orang tua serta surat rekomendasi dari lembaga keagamaan setempat. Skema ini ditujukan agar bantuan pendidikan tepat sasaran dan membantu mahasiswa yang benar-benar membutuhkan dukungan biaya.

Sementara itu, beasiswa Tahfidz diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang memiliki hafalan minimal tiga juz Al-Qur’an. Selain menyertakan surat rekomendasi dari lembaga asal, peserta juga wajib mengikuti dan lulus uji hafalan yang dilaksanakan oleh tim internal kampus.

Panitia PMB menyebutkan, kuota beasiswa terbatas dan seluruh pendaftar wajib melalui proses seleksi administrasi serta verifikasi berkas.

Beasiswa Lainnya

Selain beasiswa yatim dan Tahfidz, UNIMOF juga menyediakan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi.

Sementara itu, beasiswa mahasiswa berprestasi diberikan kepada calon mahasiswa yang memiliki capaian akademik maupun non-akademik di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Pendaftar wajib melampirkan sertifikat atau dokumen pendukung sebagai bukti prestasi.

Dengan beragam skema beasiswa tersebut, UNIMOF berharap semakin banyak generasi muda di Kabupaten Sikka dan sekitarnya yang dapat melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya, sekaligus mendorong lahirnya lulusan yang unggul secara akademik, sosial, dan religius.(Faidin)

Kampus UNIMOF Buka PMB 2026, Tawarkan 11 Prodi dan Skema Beasiswa Lengkap

MAUMERE, BAJOPOS.COM – Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) resmi membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026. Pendaftaran dimulai 1 Februari hingga 30 Agustus 2026 dan dibagi dalam dua gelombang.

Gelombang pertama berlangsung 1 Februari–30 April 2026, sedangkan gelombang kedua dibuka 1 Mei–30 Agustus 2026. Panitia PMB menyebutkan pendaftar awal akan diprioritaskan dalam proses seleksi administrasi.

UNIMOF menghadirkan dua fakultas dengan total 11 program studi. Pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), tersedia Prodi Pendidikan Matematika, Pendidikan Fisika, Pendidikan Kimia, Pendidikan Biologi, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, serta Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris.

Sementara itu, Fakultas Sains dan Bisnis membuka Prodi Informatika, Administrasi Kesehatan, dan Bisnis Digital.

Rincian Biaya Kuliah

Berdasarkan informasi resmi PMB, biaya pendidikan semester I terdiri dari her-registrasi Rp250.000, SBP (Sumbangan Biaya Pendidikan/SPP) Rp3.510.000, dan biaya pembangunan Rp2.000.000, dengan total Rp5.760.000.

Pada semester II, total biaya sebesar Rp4.760.000, sedangkan semester III hingga VIII sebesar Rp3.760.000 per semester. Pihak kampus menyatakan biaya dapat dicicil sesuai ketentuan yang berlaku. Biaya pembangunan hanya dibayarkan pada awal perkuliahan.

Selain itu, biaya KKN, magang, skripsi dan wisuda sebesar Rp2 juta dapat diangsur pada semester VI.

Sediakan Beragam Beasiswa

Untuk mendukung akses pendidikan, UNIMOF menyediakan sejumlah skema beasiswa, antara lain Tahfidz Qur’an, Yatim Piatu, dan Mahasiswa Berprestasi.

Persyaratan umum meliputi lulusan SMA/SMK/MA sederajat maksimal tiga tahun terakhir, memenuhi administrasi sesuai jalur beasiswa, bersedia mengikuti seleksi, serta mematuhi ketentuan yang berlaku di kampus.

Beasiswa Tahfidz mensyaratkan hafalan minimal tiga juz dan lulus pengujian hafalan internal kampus. Sementara beasiswa Yatim Piatu dan Berprestasi diberikan berdasarkan dokumen pendukung yang sah.

Fasilitas dan Kontak

UNIMOF menyediakan fasilitas ruang kelas ber-AC, aula, laboratorium IPA, serta laboratorium komputer, bahasa, dan micro teaching.

Sekretariat PMB beralamat di Jalan Jenderal Sudirman, Waioti, Alok Timur, Kabupaten Sikka. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui nomor 0822-2160-1455 atau laman resmi www.unimof.ac.id.

Melalui pembukaan PMB 2026 ini, UNIMOF mengajak generasi muda di Kabupaten Sikka dan sekitarnya untuk melanjutkan pendidikan tinggi dengan dukungan program studi variatif dan skema pembiayaan yang fleksibel.(Faidin)

Penegerian SMAK Jadi Prioritas Penguatan Pendidikan Keagamaan di Sikka

SIKKA, BAJOPOS.COM – Upaya memperkuat pembangunan bidang keagamaan dan pendidikan di Kabupaten Sikka kian dipertegas melalui pertemuan antara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Kariyanto, dan Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, Jumat (13/02/2026).

Audiensi yang berlangsung di ruang kerja Bupati Sikka itu bukan sekadar silaturahmi, melainkan forum strategis untuk menyelaraskan program prioritas Kementerian Agama dengan agenda pembangunan daerah di Nian Tana.

Dalam pertemuan tersebut, Kariyanto secara resmi memperkenalkan diri sekaligus memaparkan Asta Protas (Delapan Program Prioritas) Kementerian Agama yang menjadi arah kebijakan nasional dan implementasinya di daerah. Ia menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah, terutama dalam penguatan moderasi beragama, peningkatan mutu pendidikan keagamaan, serta optimalisasi pelayanan kepada umat beragama.

“Kami berharap sinergi ini semakin memperkuat layanan keagamaan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Kabupaten Sikka,” ujarnya.

Salah satu poin penting yang dibahas adalah dorongan penegerian Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) Sto Petrus Kewapante dan SMAK Sto Benediktus Palu’e. Menurut Kariyanto, penegerian dua sekolah tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan keagamaan Katolik sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola dan keberlanjutan layanan pendidikan.

Penegerian dinilai akan memberikan kepastian dukungan anggaran, sumber daya manusia, serta penguatan sistem manajemen sekolah agar mampu menjawab tantangan pendidikan di wilayah kepulauan seperti Sikka dan sekitarnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Sikka menyatakan komitmennya mendukung penuh implementasi Asta Protas di daerah. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama sangat penting dalam menjaga harmoni kehidupan beragama sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat.

Bupati juga menyatakan dukungan terhadap proses penegerian SMAK di Nian Tana sebagai bagian dari pemerataan layanan pendidikan dan peningkatan mutu generasi muda.

Secara khusus, ia berharap para penyuluh agama dapat berperan lebih aktif dalam membangun karakter siswa dan pelajar melalui penguatan nilai-nilai agama dan moral. Menurutnya, pendidikan karakter berbasis nilai keagamaan menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang berintegritas, disiplin, dan memiliki tanggung jawab sosial.

Pertemuan tersebut menandai komitmen bersama antara Kementerian Agama dan Pemerintah Kabupaten Sikka untuk menghadirkan layanan keagamaan yang inklusif dan profesional, sekaligus memperkuat fondasi moral generasi muda di Nian Tana Sikka.(Faidin)

Kakanwil Kemenag NTT Dorong MIN Sikka Terapkan Pendidikan Inklusif dan Cinta Lingkungan

SIKKA, BAJOPOS.COM – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Kariyanto, menegaskan pentingnya penguatan pendidikan inklusif saat melakukan tatap muka bersama kepala madrasah dan guru di MIN Sikka, Jumat (13/02/2026).

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan dialogis tersebut, Kakanwil menekankan bahwa madrasah harus menjadi ruang belajar yang ramah bagi seluruh peserta didik tanpa membedakan latar belakang sosial, budaya, maupun kondisi personal lainnya.

Menurutnya, pendidikan inklusif tidak boleh berhenti pada tataran konsep atau regulasi semata, tetapi harus tercermin dalam sikap dan praktik keseharian di lingkungan sekolah.

“Madrasah harus menjadi rumah bersama yang memberikan ruang aman dan nyaman bagi semua anak untuk tumbuh dan berkembang,” tegasnya di hadapan para pendidik.

Ia mengajak kepala madrasah dan guru membangun budaya belajar yang menjunjung tinggi empati, menghargai perbedaan, serta memperkuat solidaritas antarsiswa. Lingkungan belajar yang inklusif, lanjutnya, akan membentuk karakter peserta didik yang terbuka dan berjiwa toleran.

Selain pendidikan inklusif, Kakanwil juga menyoroti pentingnya penanaman nilai cinta lingkungan berbasis ajaran Al-Qur’an. Ia mendorong agar ayat-ayat suci tentang menjaga alam dipasang di area taman madrasah sebagai media pembelajaran karakter.

“Anak-anak perlu dibiasakan membaca dan merenungkan ayat-ayat tentang kepedulian terhadap alam. Dengan begitu, mereka merawat lingkungan bukan karena takut aturan, tetapi karena kesadaran iman,” ujarnya.

Ia menilai, taman madrasah yang tertata rapi dan dihiasi pesan-pesan Qur’ani dapat menjadi sarana edukasi yang efektif. Melalui pembiasaan sederhana seperti merawat tanaman, siswa belajar tentang tanggung jawab sebagai bagian dari menjaga ciptaan Allah SWT.

Tak hanya itu, Kakanwil juga mendorong penyelenggaraan kegiatan lintas agama di lingkungan madrasah sebagai bentuk penguatan moderasi beragama. Interaksi positif antarsiswa dari latar belakang berbeda diyakini mampu menumbuhkan semangat persaudaraan dan kebersamaan.

Kegiatan sosial, dialog kebangsaan, maupun aktivitas kolaboratif lainnya disebut sebagai ruang strategis untuk membangun karakter generasi muda yang menghargai keberagaman dan menjunjung nilai perdamaian.

Mengakhiri arahannya, Kakanwil berharap MIN Sikka mampu menjadi contoh dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, berwawasan lingkungan, serta berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan demi mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan cinta damai.(Faidin)

Sinergi Kemenag dan Keuskupan Maumere Menguat, Bahas Asta Protas hingga Penegerian SMAK

SIKKA, BAJOPOS.COM – Upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan Gereja Katolik di Kabupaten Sikka kembali ditegaskan melalui pertemuan antara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Kariyanto, dan Uskup Edwaldus Martinus Sedu di Lepo Bispu, Jumat (13/2/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu menjadi ruang dialog strategis antara Kementerian Agama dan Gereja Katolik di wilayah Keuskupan Maumere. Fokus pembahasan mencakup penguatan program prioritas Kementerian Agama hingga rencana penegerian Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK).

Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil memaparkan Asta Protas atau Delapan Program Prioritas Kementerian Agama sebagai arah kebijakan nasional yang menyasar penguatan kehidupan beragama, pendidikan keagamaan, dan moderasi beragama di daerah. Ia menekankan bahwa implementasi program tersebut membutuhkan dukungan lintas lembaga, termasuk peran aktif Gereja Katolik.

Menurutnya, sinergi yang solid akan mempercepat terwujudnya pelayanan keagamaan yang inklusif, profesional, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Ia berharap Keuskupan Maumere dapat mendukung pelaksanaan Asta Protas, terutama dalam penguatan pendidikan keagamaan serta moderasi beragama.

Selain itu, Kakanwil juga menyampaikan rencana penegerian SMAK St. Petrus Kewapante dan SMAK St. Benediktus Palu’e. Penegerian tersebut, jelasnya, bertujuan memperluas akses pendidikan, meningkatkan mutu layanan, dan memperkuat tata kelola pendidikan keagamaan Katolik agar lebih profesional serta berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bukan untuk menghapus identitas dan nilai khas sekolah Katolik, melainkan sebagai bentuk kehadiran negara dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di wilayah yang memerlukan perhatian lebih besar.

Menanggapi hal itu, Uskup Maumere menyatakan komitmen penuh untuk mendukung program-program Kementerian Agama. Ia menilai kolaborasi harmonis antara pemerintah dan Gereja menjadi kunci dalam membangun kehidupan beragama yang rukun serta pelayanan umat yang membawa dampak luas bagi masyarakat.

Bapa Uskup juga menyampaikan dukungan terhadap penguatan kerukunan antarumat beragama, pengembangan ekoteologi sebagai bentuk tanggung jawab iman terhadap kelestarian lingkungan, serta upaya penegerian sekolah-sekolah Katolik di wilayah Keuskupan Maumere.

Pertemuan tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam merawat harmoni kehidupan beragama di Nian Tana Sikka. Sinergi yang terbangun diharapkan semakin memperkokoh kerukunan, meningkatkan mutu pendidikan keagamaan, serta menghadirkan pelayanan yang semakin dirasakan manfaatnya oleh umat dan masyarakat luas.(Faidin)

Kakanwil Kemenag NTT Tekankan Keteladanan Guru dalam Penguatan Mutu Pendidikan

SIKKA, BAJOPOS.COM – Penguatan karakter dan mutu pendidikan keagamaan Katolik menjadi fokus utama dalam pertemuan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Kariyanto, bersama kepala sekolah dan para guru di SMAK St. Maria Monte Carmelo, Jumat (13/2/2026).

Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang dialog dan refleksi bersama untuk memastikan pendidikan Katolik di wilayah Nian Tana Sikka tetap relevan di tengah dinamika zaman.

Dalam arahannya, Fransiskus Kariyanto menegaskan bahwa sekolah keagamaan Katolik memiliki tanggung jawab strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara moral dan spiritual. Ia menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak diukur semata dari nilai akademik, melainkan dari kualitas karakter dan integritas peserta didik.

“Sekolah Katolik harus melahirkan pribadi yang beriman kuat, berpengetahuan luas, dan memiliki komitmen moral dalam kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh peran guru. Pendidik tidak hanya bertugas mentransfer ilmu, tetapi juga menjadi teladan nyata dalam penghayatan nilai-nilai iman Kristiani. Keteladanan, integritas, serta dedikasi guru disebut sebagai fondasi utama dalam membangun mutu pendidikan yang berkelanjutan.

Ia mengingatkan bahwa peserta didik belajar dari sikap dan perilaku guru setiap hari. Karena itu, profesionalisme harus berjalan seiring dengan kedalaman spiritual dan komitmen pelayanan.

Dalam konteks masyarakat Sikka yang religius dan menjunjung tinggi nilai adat serta tradisi iman, ia menilai sekolah Katolik memikul tanggung jawab moral yang besar. Pendidikan keagamaan diharapkan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri serta spiritualitasnya.

Kakanwil juga mendorong para guru untuk terus meningkatkan kompetensi profesional, memperdalam kehidupan rohani, serta membangun kolaborasi yang solid antar pendidik. Sinergi antara kepemimpinan sekolah dan tenaga pendidik dinilai penting untuk menciptakan budaya akademik yang sehat, disiplin, dan berorientasi pada pembentukan karakter Kristiani yang utuh.

Lebih jauh, ia berharap pendidikan di SMAK St. Maria Monte Carmelo tidak hanya berdampak pada peserta didik secara individu, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi kehidupan sosial masyarakat. Lulusan sekolah Katolik diharapkan mampu menjadi pribadi berintegritas, pembawa nilai kasih, serta penggerak harmoni di tengah masyarakat Kabupaten Sikka.

Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat identitas keagamaan sekolah, serta menjadikan SMAK St. Maria Monte Carmelo sebagai lembaga pendidikan yang unggul dalam kualitas, kuat dalam iman, dan berdampak luas bagi kehidupan beragama di Sikka.(Faidin)

MTs Negeri 1 Flores Timur Pastikan Seleksi SNMB Berjalan Transparan dan Minim Kendala Teknis

FLORES TIMUR, Bajopos.com – Komitmen menjaga kualitas dan transparansi seleksi madrasah unggulan Kementerian Agama ditunjukkan MTs Negeri 1 Flores Timur dengan memfasilitasi pelaksanaan Computer Based Test (CBT) Seleksi Nasional Murid Baru (SNMB) Tahun Ajaran 2026/2027, Sabtu (14/2/2026).

Sebanyak 18 peserta didik mengikuti seleksi tersebut. Mereka berasal dari MTs Negeri 1 Flores Timur, SMP Negeri 1 Larantuka, dan MTs Negeri 4 Flores Timur. Pelaksanaan ujian dipusatkan di laboratorium komputer MTs Negeri 1 Flores Timur dengan pengawasan ketat dari panitia dan proktor.

Data panitia mencatat, dari total peserta yang mengikuti seleksi, 17 siswa memilih MAK Negeri 1 Ende sebagai tujuan seleksi. Sementara satu peserta lainnya mendaftar ke MAN Insan Cendekia Pasuruan, Jawa Timur.

Kepala MTs Negeri 1 Flores Timur, Nuraini M. Kasim, S.Ag., melakukan monitoring langsung ke ruang ujian guna memastikan kesiapan perangkat komputer, server, serta kestabilan jaringan internet. Menurutnya, aspek teknis menjadi perhatian utama, mengingat kondisi cuaca di wilayah Flores Timur kerap memengaruhi kualitas jaringan.

“Kami berupaya memastikan seluruh peserta dapat mengikuti seleksi secara optimal. Panitia dan proktor telah disiapkan untuk mengantisipasi potensi gangguan teknis, sehingga pelaksanaan CBT dapat berlangsung dengan aman dan tertib,” ujarnya.

Ia juga menginstruksikan seluruh panitia dan proktor untuk bersiaga penuh selama proses ujian berlangsung, termasuk menyiapkan langkah antisipatif apabila terjadi kendala teknis mendadak.

Pelaksanaan SNMB ini mengacu pada Surat Keputusan Nomor: B-163/Mak.20.01/PP.00.6/02/2026 dan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 14–15 Februari 2026.

Melalui sistem CBT, proses seleksi dilaksanakan secara transparan, objektif, dan akuntabel. Hingga berakhirnya sesi ujian hari pertama, seluruh rangkaian kegiatan di MTs Negeri 1 Flores Timur berjalan tertib dan kondusif, dengan para peserta mengikuti ujian sesuai prosedur yang telah ditetapkan.(Redaksi)

Pak Arif Dampingi Siswa MIS Muhammadiyah Wuring Tanamkan Semangat Literasi di Disarpus Sikka

SIKKA, BAJOPOS.COM – Peran guru kembali terlihat nyata dalam kegiatan Wisata Literasi yang digelar di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Jumat (13/2/2026).

Pak Arif yang merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) ini bersama dua rekannya, Ibu Afika dan Pak Musalim, mendampingi 52 siswa MIS Muhammadiyah Wuring mengikuti rangkaian kegiatan literasi dengan penuh semangat.

Sejak awal kunjungan, Pak Arif tampak aktif mengarahkan para siswa agar tertib dan fokus mengikuti setiap sesi pengenalan perpustakaan. Ia juga memberi motivasi kepada anak-anak agar tidak ragu bertanya dan memanfaatkan kesempatan belajar di luar kelas tersebut.

Dalam beberapa kesempatan, Pak Arif membantu menjelaskan kembali materi yang disampaikan petugas perpustakaan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami siswa.

Pendampingan ini menjadi bagian penting dalam memastikan tujuan kegiatan, yakni menumbuhkan minat baca dan mengenalkan fungsi perpustakaan, dapat tercapai secara maksimal.

Kegiatan Wisata Literasi tersebut tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi siswa, tetapi juga memperlihatkan sinergi antara sekolah dan Disarpus dalam membangun budaya literasi sejak dini.

Dengan keterlibatan aktif guru seperti Pak Arif dan rekan-rekannya, diharapkan semangat membaca dan belajar tidak hanya tumbuh di perpustakaan, tetapi juga terus berlanjut di lingkungan sekolah maupun rumah.(Faidin)

Budayakan Membaca Sejak Dini, Siswa MIS Muhammadiyah Wuring Ikut Wisata Literasi

SIKKA, BAJOPOS.COM – Sebanyak 52 siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Muhammadiyah Wuring mengikuti kegiatan Wisata Literasi di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Jumat pagi, 13 Februari 2026.

Kunjungan edukatif tersebut didampingi oleh tiga guru, yakni Ibu Afika, Pak Musalim, dan Pak Arif. Rombongan disambut langsung oleh jajaran Disarpus dalam suasana penuh antusias di Maumere.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, menjelaskan bahwa kegiatan Wisata Literasi bertujuan menumbuhkan minat baca sejak usia dini, sekaligus memperkenalkan fungsi perpustakaan dan lembaga kearsipan dalam mendukung pendidikan serta pembangunan daerah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak mengenal perpustakaan sebagai tempat yang menyenangkan untuk belajar, bukan hanya sekadar tempat menyimpan buku,” ujarnya kepada media, Jumat (13/2/2026).

Dalam kunjungan tersebut, para peserta didik mendapatkan pelayanan perpustakaan secara langsung. Mereka diperkenalkan dengan berbagai koleksi buku, ruang baca anak, hingga layanan literasi yang tersedia di Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Sikka.

Tak hanya itu, siswa-siswi juga memperoleh penjelasan mengenai tugas dan fungsi jabatan struktural di lingkungan Disarpus, mulai dari Kepala Dinas (Kadis), Sekretaris Dinas (Sekdis), hingga Kepala Bidang (Kabid). Edukasi ini diberikan sebagai bagian dari pengenalan dunia birokrasi dan pelayanan publik sejak dini.

Very Awales menegaskan bahwa program Wisata Literasi merupakan salah satu strategi Disarpus dalam mendekatkan layanan perpustakaan kepada pelajar serta membangun budaya literasi di Kabupaten Sikka.

“Kami berharap anak-anak semakin gemar membaca dan memahami bahwa perpustakaan adalah ruang belajar sepanjang hayat,” katanya.

Ia menambahkan, Disarpus Kabupaten Sikka terus membuka diri bagi sekolah-sekolah yang ingin mengikuti program Wisata Literasi sebagai upaya memperkuat literasi pelajar dan memperkenalkan fungsi lembaga kearsipan serta perpustakaan di daerah.

Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan generasi muda Sikka semakin terbiasa membaca, berpikir kritis, serta memiliki wawasan luas sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.(Faidin)

Melki Laka Lena Beri Kuliah Umum di STIKES St. Elisabeth, Dorong Transformasi Mental dan Lulusan Tembus Pasar Global

SIKKA, BAJOPOS.COM – Kunjungan Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena sekaligus memberi kuliah umum di STIKES St. Elisabeth Keuskupan Maumere, Kamis (12/2/2026), menjadi momentum penegasan pentingnya transformasi mental dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam suasana diskusi yang hangat dan penuh semangat, mahasiswa dan civitas akademika diajak untuk tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga membangun karakter, etika pelayanan, dan semangat kemanusiaan dalam praktik kesehatan.

Disampaikan bahwa Undang-Undang Kesehatan yang baru disahkan telah melebur 11 undang-undang sebelumnya guna menghapus ego sektoral di bidang kesehatan. Dengan regulasi baru tersebut, dokter, perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya diharapkan berjalan setara dan saling menguatkan.

“Pelayanan kesehatan adalah kerja tim. Yang paling utama adalah kemanusiaan,” tegasnya di hadapan ratusan mahasiswa.

Secara khusus, pesan juga ditujukan kepada mahasiswa keperawatan. Ditekankan bahwa kualitas perawat tidak hanya diukur dari keterampilan klinis, tetapi juga dari sikap dan keramahan dalam melayani pasien.

“Jangan sampai ‘muka asam’. Perlakukan pasien seperti saudara sendiri. Hospitality menentukan kesembuhan dan kepercayaan,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan pasar kerja lokal, mahasiswa didorong untuk memperluas pandangan hingga ke level global. Disebutkan bahwa kebutuhan tenaga perawat di dunia mencapai jutaan orang, sehingga peluang kerja terbuka lebar bagi lulusan yang kompeten dan siap bersaing.

Lulusan STIKES St. Elisabeth—yang sebelumnya dikenal sebagai SPK/AKPER Lela—dinilai memiliki reputasi kuat, tangguh, dan religius. Mahasiswa pun diminta tidak hanya bercita-cita menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), tetapi berani bermimpi besar dengan menguasai bahasa asing dan menembus pasar internasional.

Saat ini, STIKES St. Elisabeth terus bertransformasi dengan mengelola Program Studi Fisioterapi pertama di NTT, Informatika Medis, serta D3 Keperawatan. Jumlah mahasiswa tercatat sebanyak 643 orang yang berasal dari berbagai daerah.

Bahkan, 28 lulusan sedang dalam proses penempatan kerja ke Jepang, sementara lulusan lainnya mengikuti berbagai program kerja sama internasional.

Pemerintah Provinsi NTT menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan lembaga pendidikan swasta, termasuk melalui dukungan beasiswa dan peningkatan sarana prasarana yang berdampak langsung pada mutu pendidikan.

Kunjungan tersebut diakhiri dengan apresiasi atas sambutan dari Yayasan dan seluruh keluarga besar STIKES St. Elisabeth, serta ajakan bersama untuk menyiapkan tenaga kesehatan NTT yang profesional, berkarakter, dan siap bersaing di kancah global.(Faidin)

OSIM MAN 2 Manggarai Ditempa Jadi Pemimpin Visioner Era Digital

MANGGARAI, BAJOPOS.COM – Suasana berbeda tampak di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Manggarai, Rabu (11/2/2026). Bukan sekadar pertemuan organisasi, puluhan pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) justru tengah ditempa menjadi calon pemimpin masa depan melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Terpadu (LDKT).

Mengangkat tema “Membentuk Pemimpin yang Berkarakter, Inovatif dan Berintegritas di Era Digital”, kegiatan ini menjadi ruang pembinaan serius bagi pengurus OSIM periode 2025–2026 bersama perwakilan peserta didik. LDKT dirancang bukan hanya untuk memperkuat struktur organisasi, tetapi juga membangun fondasi karakter dan visi kepemimpinan yang relevan dengan tantangan zaman.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Husen Hajar, menegaskan bahwa LDKT bukan sekadar agenda seremonial tahunan.

“LDKT adalah proses pembinaan. Di sini peserta belajar tentang tanggung jawab, disiplin, serta bagaimana bekerja sama secara efektif dalam organisasi,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Menurutnya, kepemimpinan tidak lahir secara instan, melainkan dibentuk melalui latihan, pembiasaan, dan pendampingan yang berkelanjutan.

Kepala MAN 2 Manggarai, Masrum Bata, dalam arahannya menekankan pentingnya kepemimpinan visioner di tengah arus digitalisasi yang kian masif. Ia mengawali materi dengan pembahasan tentang Manajemen Organisasi dan Visi Kepemimpinan, menantang para pengurus OSIM untuk tidak hanya aktif, tetapi juga strategis.

“Pemimpin hari ini harus mampu membaca tantangan zaman. Teknologi harus dimanfaatkan secara positif dan produktif. Organisasi membutuhkan arah yang jelas agar setiap program memiliki dampak nyata,” tegasnya.

Masrum juga menegaskan komitmen madrasah dalam memperkuat pendidikan karakter sebagai pondasi utama generasi unggul. Baginya, kecerdasan tanpa integritas tidak akan membawa perubahan berarti.

Sementara itu, Pembina OSIM MAN 2 Manggarai, Rafik Asril, memastikan bahwa LDKT tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan. Evaluasi dan refleksi akan terus dilakukan agar nilai-nilai yang diperoleh benar-benar diimplementasikan dalam program kerja OSIM.

“Kami ingin nilai kepemimpinan itu hidup dalam keseharian organisasi, bukan hanya saat pelatihan berlangsung,” ungkapnya.

Melalui LDKT ini, OSIM MAN 2 Manggarai diharapkan semakin solid, profesional, dan mampu menjadi motor penggerak kegiatan kesiswaan yang inovatif serta berdampak luas. Kegiatan ini sekaligus menegaskan posisi MAN 2 Manggarai sebagai madrasah yang konsisten menyiapkan generasi berkarakter kuat, berintegritas, dan siap memimpin di era digital.(Faidin) 

Mahasiswa Unimof Dorong Guru SMAN 1 Waigete Kenal STEM Berbasis AI

SIKKA, BAJOPOS.COM – Peran mahasiswa tidak hanya berhenti di ruang kuliah. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Maumere (Unimof) justru hadir langsung di ruang kelas SMA Negeri 1 Waigete untuk mendorong perubahan cara belajar mengajar melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.

Melalui kegiatan Pelatihan Pembelajaran STEM Berbasis Artificial Intelligence (AI) yang digelar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unimof, mahasiswa bersama dosen pendamping terlibat aktif dalam mendampingi guru-guru SMAN 1 Waigete, Senin (9/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.15 WITA tersebut diikuti oleh 12 guru dari berbagai mata pelajaran. Pelatihan ini menjadi ruang kolaborasi antara dunia kampus dan sekolah dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital.

Mahasiswa Unimof tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi turut membantu proses pendampingan praktik pembelajaran STEM berbasis AI. Mereka terlibat dalam diskusi, simulasi penggunaan teknologi, hingga penerapan sederhana yang dapat langsung digunakan di kelas.

Ketua Tim Pelaksana, Zakaria Al Farizi, M.Pd, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dari penguatan kompetensi calon pendidik.

“Mahasiswa FKIP perlu dibiasakan terjun langsung ke lapangan. Mereka belajar memahami realitas sekolah sekaligus menjadi jembatan transformasi teknologi pembelajaran,” ujarnya.

Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dan diskusi interaktif. Antusiasme guru terlihat sejak awal, terutama ketika mahasiswa dan dosen memperagakan pemanfaatan AI dalam pembelajaran STEM yang aplikatif dan kontekstual.

Pada sesi praktik, peserta dibagi ke dalam empat kelompok sesuai bidang keilmuan. Guru Biologi didampingi dosen Pendidikan Biologi Agustina Kiden Lewar, guru Fisika oleh Zakaria Al Farizi, M.Pd bersama Muhammad Epi Rusdin, M.Pd, guru Kimia oleh Jayadin, M.Pd, dan guru Matematika oleh Dian Nan Brilliant, E.Mat, dengan dukungan mahasiswa sebagai pendamping lapangan.

Salah satu praktik menarik diperlihatkan pada kelompok Fisika yang merancang lampu otomatis berbasis sensor ultrasonik. Mahasiswa membantu menjelaskan konsep kerja alat sekaligus mengaitkannya dengan pembelajaran berbasis STEM.

Sepanjang kegiatan, interaksi antara guru dan mahasiswa berlangsung aktif. Diskusi dua arah tersebut tidak hanya memperkaya wawasan guru, tetapi juga mengasah kemampuan mahasiswa dalam berkomunikasi dan menerapkan ilmu pendidikan di lapangan.

Salah satu peserta pelatihan, Alforusus Wajo, S.Pd, guru Fisika SMAN 1 Waigete, mengapresiasi model kolaborasi tersebut.

“Kehadiran mahasiswa membuat suasana pelatihan lebih hidup. Kami bisa berdiskusi langsung dan saling berbagi pengalaman terkait penggunaan AI dalam pembelajaran,” katanya.

Melalui kegiatan ini, FKIP Universitas Muhammadiyah Maumere berharap kolaborasi dosen, mahasiswa, dan guru dapat terus diperkuat sebagai upaya menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Ke depan, mahasiswa Unimof diharapkan tidak hanya menjadi calon guru, tetapi juga agen perubahan yang mampu membawa inovasi pembelajaran hingga ke sekolah-sekolah di daerah. (Faidin)

Cargo industry welcome foreign investment

Aenean feugiat purus vitae sollicitudin laoreet. Duis fringilla ligula vel velit lacinia, in mattis felis consectetur. Sed at pretium orci. Ut tempus libero odio, sit amet consequat neque pretium ut. Integer hendrerit mauris nec odio auctor suscipit. Proin porttitor turpis vitae ligula dictum, a sollicitudin purus congue. Nulla viverra nisi ex, ut ornare tellus cursus quis. Nulla posuere tincidunt leo at condimentum. Sed egestas tortor a nisi fringilla, id cursus odio rhoncus.