Sen. Mei 25th, 2026

Sikka

Nyala Obor di Reroroja, Warga Sambut Ramadhan dengan Pesan Kembali ke Al-Qur’an dan Sunnah

SIKKA, BAJOPOS.COM – Ratusan obor menerangi malam di Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur dalam Pawai Obor menyambut bulan suci Ramadhan.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, tetapi Selasa, 17 Februari malam itu pula merupakan momentum refleksi spiritual bagi masyarakat untuk memaknai kembali arti “cahaya” dalam kehidupan.

Pawai obor tersebut diinisiasi oleh Ustadz H. Al Amin, S.H., M.Pd., Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Amiin Ndete.

Peserta Pawai Obor memasuki lorong-lorong pemukiman warga. 

Dalam tausiyahnya di sela kegiatan, ia menegaskan bahwa obor yang dibawa warga hanyalah simbol dari cahaya yang lebih hakiki.

“Obor ini adalah simbol. Penerang yang sesungguhnya adalah ketika kita kembali pada Al-Qur’an dan Sunnah Nabi SAW. Barangsiapa berpegang teguh pada keduanya, maka ia tidak akan tersesat selamanya,” ujar Al Amin di hadapan peserta pawai.

Ia mengingatkan, Ramadhan menjadi momentum tepat untuk memperkuat literasi Al-Qur’an serta membangun akhlak sesuai tuntunan sunnah. Menurutnya, banyak persoalan kehidupan muncul karena manusia kehilangan kompas moral, sehingga perlu kembali pada nilai-nilai dasar ajaran Islam.

Suasana semakin khidmat saat rombongan tiba di kawasan Pelabuhan Bongkar Ikan. Di lokasi yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat itu, Al Amin menyampaikan pesan agar umat Islam tidak berhenti pada kesalehan ritual semata.

“Jadilah pribadi dengan ruang cakrawala yang luas. Milikilah pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni, sehingga keberadaan kita mampu memberikan kontribusi nyata bagi semesta, sebagai wujud Islam rahmatan lil ‘alamin,” tuturnya.

Pesan tersebut disambut antusias peserta, terutama generasi muda yang mengikuti pawai. Kegiatan ini dinilai menjadi media edukasi bahwa menyambut Ramadhan tidak hanya dengan seremoni, tetapi juga dengan semangat transformasi diri.

Pawai obor ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan Kabupaten Sikka selama bulan Ramadhan. Warga berharap, cahaya iman yang dinyalakan melalui kegiatan ini terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, melampaui padamnya api obor di tangan mereka.(Faidin)

Kakanwil Kemenag NTT Dorong MIN Sikka Terapkan Pendidikan Inklusif dan Cinta Lingkungan

SIKKA, BAJOPOS.COM – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Kariyanto, menegaskan pentingnya penguatan pendidikan inklusif saat melakukan tatap muka bersama kepala madrasah dan guru di MIN Sikka, Jumat (13/02/2026).

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan dialogis tersebut, Kakanwil menekankan bahwa madrasah harus menjadi ruang belajar yang ramah bagi seluruh peserta didik tanpa membedakan latar belakang sosial, budaya, maupun kondisi personal lainnya.

Menurutnya, pendidikan inklusif tidak boleh berhenti pada tataran konsep atau regulasi semata, tetapi harus tercermin dalam sikap dan praktik keseharian di lingkungan sekolah.

“Madrasah harus menjadi rumah bersama yang memberikan ruang aman dan nyaman bagi semua anak untuk tumbuh dan berkembang,” tegasnya di hadapan para pendidik.

Ia mengajak kepala madrasah dan guru membangun budaya belajar yang menjunjung tinggi empati, menghargai perbedaan, serta memperkuat solidaritas antarsiswa. Lingkungan belajar yang inklusif, lanjutnya, akan membentuk karakter peserta didik yang terbuka dan berjiwa toleran.

Selain pendidikan inklusif, Kakanwil juga menyoroti pentingnya penanaman nilai cinta lingkungan berbasis ajaran Al-Qur’an. Ia mendorong agar ayat-ayat suci tentang menjaga alam dipasang di area taman madrasah sebagai media pembelajaran karakter.

“Anak-anak perlu dibiasakan membaca dan merenungkan ayat-ayat tentang kepedulian terhadap alam. Dengan begitu, mereka merawat lingkungan bukan karena takut aturan, tetapi karena kesadaran iman,” ujarnya.

Ia menilai, taman madrasah yang tertata rapi dan dihiasi pesan-pesan Qur’ani dapat menjadi sarana edukasi yang efektif. Melalui pembiasaan sederhana seperti merawat tanaman, siswa belajar tentang tanggung jawab sebagai bagian dari menjaga ciptaan Allah SWT.

Tak hanya itu, Kakanwil juga mendorong penyelenggaraan kegiatan lintas agama di lingkungan madrasah sebagai bentuk penguatan moderasi beragama. Interaksi positif antarsiswa dari latar belakang berbeda diyakini mampu menumbuhkan semangat persaudaraan dan kebersamaan.

Kegiatan sosial, dialog kebangsaan, maupun aktivitas kolaboratif lainnya disebut sebagai ruang strategis untuk membangun karakter generasi muda yang menghargai keberagaman dan menjunjung nilai perdamaian.

Mengakhiri arahannya, Kakanwil berharap MIN Sikka mampu menjadi contoh dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, berwawasan lingkungan, serta berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan demi mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan cinta damai.(Faidin)

Sinergi Kemenag dan Keuskupan Maumere Menguat, Bahas Asta Protas hingga Penegerian SMAK

SIKKA, BAJOPOS.COM – Upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan Gereja Katolik di Kabupaten Sikka kembali ditegaskan melalui pertemuan antara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Kariyanto, dan Uskup Edwaldus Martinus Sedu di Lepo Bispu, Jumat (13/2/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu menjadi ruang dialog strategis antara Kementerian Agama dan Gereja Katolik di wilayah Keuskupan Maumere. Fokus pembahasan mencakup penguatan program prioritas Kementerian Agama hingga rencana penegerian Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK).

Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil memaparkan Asta Protas atau Delapan Program Prioritas Kementerian Agama sebagai arah kebijakan nasional yang menyasar penguatan kehidupan beragama, pendidikan keagamaan, dan moderasi beragama di daerah. Ia menekankan bahwa implementasi program tersebut membutuhkan dukungan lintas lembaga, termasuk peran aktif Gereja Katolik.

Menurutnya, sinergi yang solid akan mempercepat terwujudnya pelayanan keagamaan yang inklusif, profesional, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Ia berharap Keuskupan Maumere dapat mendukung pelaksanaan Asta Protas, terutama dalam penguatan pendidikan keagamaan serta moderasi beragama.

Selain itu, Kakanwil juga menyampaikan rencana penegerian SMAK St. Petrus Kewapante dan SMAK St. Benediktus Palu’e. Penegerian tersebut, jelasnya, bertujuan memperluas akses pendidikan, meningkatkan mutu layanan, dan memperkuat tata kelola pendidikan keagamaan Katolik agar lebih profesional serta berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bukan untuk menghapus identitas dan nilai khas sekolah Katolik, melainkan sebagai bentuk kehadiran negara dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di wilayah yang memerlukan perhatian lebih besar.

Menanggapi hal itu, Uskup Maumere menyatakan komitmen penuh untuk mendukung program-program Kementerian Agama. Ia menilai kolaborasi harmonis antara pemerintah dan Gereja menjadi kunci dalam membangun kehidupan beragama yang rukun serta pelayanan umat yang membawa dampak luas bagi masyarakat.

Bapa Uskup juga menyampaikan dukungan terhadap penguatan kerukunan antarumat beragama, pengembangan ekoteologi sebagai bentuk tanggung jawab iman terhadap kelestarian lingkungan, serta upaya penegerian sekolah-sekolah Katolik di wilayah Keuskupan Maumere.

Pertemuan tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam merawat harmoni kehidupan beragama di Nian Tana Sikka. Sinergi yang terbangun diharapkan semakin memperkokoh kerukunan, meningkatkan mutu pendidikan keagamaan, serta menghadirkan pelayanan yang semakin dirasakan manfaatnya oleh umat dan masyarakat luas.(Faidin)

Aliansi Wartawan Sikka Tanam Mangrove dan Gelar Pangan Murah Gandeng Bulog Peringati HUT ke-12 AWAS dan HPN

SIKKA, BAJOPOS.COM – Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) menggandeng Perum Bulog Kabupaten Sikka untuk menggelar pangan murah berupa paket sembako bagi masyarakat Desa Nangahale, Kecamatan Talibura. Kegiatan tersebut akan dirangkaikan dengan aksi penanaman mangrove oleh Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) di Dusun Namandoi, Sabtu (14/02/2026).

Agenda bertajuk “AWAS Peduli dan Hijaukan Sikka” ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 AWAS sekaligus momentum Hari Pers Nasional (HPN).

Kegiatan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 Wita dan melibatkan berbagai unsur, mulai dari lembaga pendidikan (siswa dan guru), pemerintah desa dan kecamatan, Koramil, Polsek Waigete, Kodim 1603/Sikka, Polres Sikka, hingga sejumlah instansi pemerintah daerah.

Tak hanya itu, kegiatan ini pun turut mengundang Bupati Sikka, Juventus Yoris Prima Kago (Jupik) dan Ketua DPRD Sikka, Stefanus Sumandi untuk turut membersamai kegiatan ini.

Kepala Bulog Cabang Maumere, Martin Luther Sesa, memastikan dukungan pihaknya dalam penyediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Program pangan murah ini diharapkan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat lokal.

Ketua AWAS, Mario WP Sina, mengatakan peringatan ulang tahun organisasi tahun ini difokuskan pada kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan.

“Kami ingin HUT ke-12 AWAS tidak sekadar seremoni, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata. Penanaman mangrove ini sedang kami siapkan secara matang agar pelaksanaannya tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya.

Begitupun terhadap pangan murah, dalam sinergitas yang di bangun AWAS kemudian menggandeng Bulog menggelar pangan murah di Posko titik kumpul di Lapangan Bajo Maritim Dusun Namandoi.

Menurut Mario, kawasan pesisir Nangahale dipilih karena memiliki potensi ekosistem mangrove yang perlu dijaga dan diperkuat. Mangrove berperan penting dalam menahan abrasi, menjaga kualitas lingkungan pesisir, serta menjadi habitat berbagai biota laut.

Ia menegaskan, kegiatan penanaman tidak berhenti pada seremoni semata. AWAS membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah desa, sekolah, komunitas lingkungan, serta masyarakat setempat untuk memastikan adanya perawatan dan pengawasan bersama terhadap anakan mangrove yang ditanam.

Selain itu, keterlibatan TNI dan Polri bersama sejumlah instansi pemerintah daerah diharapkan memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga ekosistem pesisir di Kabupaten Sikka.

Memasuki usia ke-12 tahun, AWAS menegaskan komitmennya untuk terus hadir bukan hanya sebagai pengawal informasi publik, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan sosial dan lingkungan di daerah.

Melalui kegiatan ini, AWAS berharap kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga kawasan pesisir semakin tumbuh dan berkelanjutan.(Faidin) 

Gubernur NTT Daftar Jadi Anggota KSP Obor Mas

SIKKA, BAJOPOS.COM – Komitmen memperkuat ekonomi kerakyatan di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali ditegaskan melalui kunjungan kerja ke Kantor Pusat KSP Obor Mas di Jalan Kesehatan, Maumere, Kamis (12/2/2026).

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Pemerintah Provinsi NTT bersama Pemerintah Kabupaten Sikka dan DPRD NTT mendorong penguatan koperasi sekaligus memastikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) berjalan transparan dan tepat sasaran.

Kunjungan itu dihadiri bersama Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago dan Wakil Ketua DPRD NTT Roby Tulus. Rombongan disambut langsung oleh General Manager KSP Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering, bersama jajaran manajemen dan karyawan.

Dalam pertemuan tersebut, dilakukan peninjauan aktivitas operasional koperasi, dialog bersama pengurus dan karyawan, serta pemaparan mengenai peran strategis KSP Obor Mas dalam mendukung pembiayaan UMKM dan memperluas inklusi keuangan di NTT.

Ditegaskan bahwa koperasi harus menjadi pilar utama ekonomi kerakyatan. Karena itu, penguatan tata kelola, digitalisasi layanan keuangan, serta peningkatan literasi masyarakat dinilai menjadi langkah penting agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.

Sebagai bentuk dukungan nyata, dalam kesempatan itu juga dilakukan pendaftaran sebagai anggota KSP Obor Mas. Langkah tersebut disebut sebagai simbol komitmen Pemerintah Provinsi NTT dalam memperkuat koperasi berbasis komunitas sebagai motor penggerak ekonomi rakyat.

Selain itu, penyaluran KUR di NTT ditegaskan harus benar-benar menyentuh masyarakat miskin dan pelaku usaha mikro yang membutuhkan. Pengawasan akan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, DPRD hingga DPR RI agar setiap rupiah yang disalurkan berdampak langsung pada pemberdayaan dan pengembangan usaha rakyat.

Pemerintah Provinsi NTT juga berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan inovasi guna memperluas akses pembiayaan. Sinergi antara program KUR dan penguatan koperasi seperti KSP Obor Mas dinilai sebagai langkah konkret untuk menekan angka kemiskinan, memperkuat UMKM, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.(Faidin)

Arsip Tak Lagi Sekadar Tumpukan Berkas, Siswa SMKS St. Thomas Maumere Belajar Menjaga Memori Bangsa

SIKKA, BAJOPOS.COM – Arsip bukan sekadar tumpukan kertas lama yang disimpan di lemari. Di tangan yang tepat, arsip menjadi jejak sejarah dan memori kolektif bangsa. Kesadaran itulah yang ingin ditanamkan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DISARPUS) Kabupaten Sikka kepada siswa-siswi SMKS St. Thomas Maumere melalui kegiatan pendampingan pengelolaan arsip.

Kegiatan tersebut melibatkan tiga bidang sekaligus, yakni Bidang Pembinaan Arsip, Bidang Pengelolaan Arsip, dan Bidang Pengawasan Arsip. Para siswa mendapatkan kesempatan belajar langsung di lingkungan kerja DISARPUS Kabupaten Sikka selama tiga hari.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, mengatakan pendampingan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penguatan kompetensi peserta didik, khususnya di bidang kearsipan dan perpustakaan.

“Pendampingan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada siswa-siswi dalam pengelolaan arsip, mulai dari penataan, klasifikasi, hingga pemeliharaan arsip sesuai standar kearsipan,” kata Very Awales kepada media di Maumere, Kamis (12/2/2026).

Selama masa praktik, para siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses kerja di berbagai bidang, termasuk di sekretariat dinas. Mereka mendapatkan materi tentang tata kelola arsip dinamis, sistem klasifikasi arsip, penggunaan sarana dan prasarana kearsipan, hingga pengenalan tugas dan fungsi perangkat daerah dalam penyelenggaraan kearsipan.

Tak hanya itu, siswa-siswi juga diperkenalkan dengan layanan perpustakaan serta peran strategis perpustakaan sebagai pusat literasi dan sumber belajar masyarakat. Pengenalan ini diharapkan membuka wawasan mereka tentang pentingnya pengelolaan informasi yang tertib, sistematis, dan berkelanjutan.

Very Awales menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar program praktik rutin, tetapi bagian dari upaya membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya arsip sebagai aset daerah dan bangsa.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi pengalaman praktik, tetapi juga menjadi bekal bagi siswa untuk siap bersaing di dunia kerja dan turut menjaga memori kolektif bangsa melalui pengelolaan arsip yang baik,” pungkasnya.

Melalui pendampingan ini, DISARPUS Sikka berharap minat generasi muda terhadap profesi arsiparis dan pustakawan semakin tumbuh, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang kearsipan dan literasi di Kabupaten Sikka.(Faidin) 

DISARPUS, Sikka, SMKS St Thomas Maumere, Kearsipan, Perpustakaan, Literasi, Pendidikan, Arsip,

 

Mahasiswa IFTK Ledalero Rancang Website Perpustakaan Daerah Sikka

SIKKA, BAJOPOS.COM – Transformasi digital di sektor literasi daerah terus didorong. Mahasiswa Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero akan membantu merancang dan membangun website resmi Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda Kabupaten Sikka.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Sikka, Very Awales, saat menerima kunjungan mahasiswa Prodi Sistem Informasi IFTK Ledalero di ruang kerjanya, Kamis (12/02/2026).

Menurut Very Awales, pengembangan website perpustakaan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan informasi kepada masyarakat. Ia menyambut baik inisiatif kolaborasi tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap transformasi digital di lingkungan perpustakaan daerah.

“Website ini nantinya diharapkan menjadi pusat informasi dan layanan digital perpustakaan, sehingga masyarakat dapat mengakses informasi koleksi, layanan, serta berbagai kegiatan literasi secara lebih mudah dan cepat,” ujarnya.

Very yang juga merupakan alumni IFTK Ledalero menjelaskan, melalui website tersebut masyarakat tidak hanya dapat mengetahui daftar koleksi buku yang tersedia, tetapi juga memperoleh informasi terkait jadwal layanan, kegiatan literasi, program edukasi, hingga pengumuman penting lainnya.

Ke depan, platform tersebut direncanakan akan dikembangkan dengan fitur katalog online dan sistem peminjaman berbasis digital. Langkah ini dinilai penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat di era serba digital, sekaligus memperluas jangkauan layanan perpustakaan tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa Prodi Sistem Informasi IFTK Ledalero menyampaikan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari implementasi keilmuan di bidang teknologi informasi sekaligus bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Dalam prosesnya, mahasiswa akan melakukan analisis kebutuhan sistem, perancangan tampilan antarmuka (user interface), pengembangan sistem, hingga tahap uji coba sebelum website resmi diluncurkan.

Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah, sekaligus mendorong peningkatan literasi digital di Kabupaten Sikka.

Dengan hadirnya website resmi Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda, Disarpus Kabupaten Sikka optimistis pelayanan publik di bidang literasi dan kearsipan akan semakin modern, transparan, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.(Faidin)

Riset Genetik Ungkap Bom Waktu Penyakit Kronis di Komunitas Suku Bajo Sikka

SIKKA, BAJOPOS.COM – Kehidupan pesisir yang selama ini identik dengan laut dan aktivitas fisik ternyata tak sepenuhnya melindungi warga Suku Bajo dari ancaman penyakit kronis.

Sebuah riset genetik dan kesehatan mengungkap fakta mengejutkan: obesitas, hipertensi, kolesterol tinggi hingga gangguan ginjal telah menjadi “bom waktu” kesehatan di tengah komunitas Suku Bajo di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Temuan ini merupakan hasil Studi Genetik dan Kesehatan yang dilakukan Tim Mochtar Riady Institute for Nanotechnology–Universitas Pelita Harapan (MRIN-UPH) berkolaborasi dengan Varian Bio dan Klinik Utama Agradace, yang meneliti warga Suku Bajo di Kampung Wuring, Kecamatan Alok Barat, serta Desa Nangahale, Kecamatan Talibura.

Hasil riset tersebut dipaparkan langsung oleh Prof. Herawati Sudoyo, MS, PhD, pada Senin, 2 Februari 2026, di Klinik Utama Agradace, Kelurahan Wolomarang, Jalan Trans Utara Flores.

Riset yang berlangsung selama 17–22 Juli 2023 itu melibatkan 266 responden berusia 22 hingga 85 tahun, terdiri dari 154 perempuan dan 112 laki-laki. Data menunjukkan, obesitas dan kelebihan berat badan lebih dominan dialami peserta perempuan, dengan 35 persen mengalami obesitas dan 48,1 persen obesitas sentral.

Tak hanya itu, lebih dari 83 persen peserta tercatat mengalami peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL). Kondisi kesehatan kian mengkhawatirkan karena 78 persen peserta menderita tekanan darah di atas normal, sementara 67 persen peserta laki-laki mengalami asam urat tinggi, dan 55 persen di antaranya merupakan perokok aktif.

Dalam aspek metabolik, riset mencatat 16 persen peserta mengalami pra-diabetes, 75 persen berada pada kondisi normal, dan 9 persen telah masuk kategori diabetes.

Sementara itu, pada fungsi ginjal, hasil studi menunjukkan 10 persen peserta mengalami gangguan ginjal kronis, 29 persen mengalami penurunan fungsi ginjal, dan 61 persen masih berada dalam kondisi normal. Gangguan ginjal ini mayoritas dipicu oleh asam urat tinggi dan hipertensi, dengan 55 persen kasus terkait asam urat dan 68 persen berkaitan dengan tekanan darah tinggi.

Prof. Herawati menegaskan, temuan riset ini seharusnya menjadi alarm keras bagi para pemangku kepentingan, terutama dalam merumuskan kebijakan kesehatan yang menitikberatkan pencegahan sejak dini, bukan sekadar pengobatan.

“Melihat data-data hasil riset ini membuat kita harus khawatir. Penyakit semakin tinggi, bahkan ada sekitar 45 orang yang antre untuk cuci darah. Cuci darah itu mahal. Bagaimana kalau kita bisa menurunkan hanya lima orang saja dari hipertensi, obesitas, atau diabetes. Penyakit-penyakit ini akan berdampak ke ginjal, kebutaan, hingga kelemahan otot. Kalau sudah dirawat dan diobati, biayanya sangat tinggi,” ungkap Prof. Herawati.

Ia menjelaskan, obesitas atau kelebihan berat badan erat kaitannya dengan perubahan pola makan dan gaya hidup masyarakat.

“Sekarang orang tidak lagi banyak melakukan aktivitas fisik. Pola makan lebih banyak gorengan dan lemak. Itu membuat tubuh menjadi gemuk. Padahal, gemuk berlebihan itu tidak sehat. Dari situ akan muncul penyakit lain seperti darah tinggi, diabetes, dan penyakit kronis lainnya,” jelasnya.

Menurutnya, dalam dunia kedokteran, pencegahan selalu jauh lebih murah dan lebih efektif dibandingkan pengobatan, terlebih untuk penyakit kronis yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas hidup masyarakat.(Faidin)