Sen. Mei 25th, 2026

SAR Maumere

Dua WNA Austria Tewas Terjatuh dari Jembatan Gantung Air Terjun Cunca Wulang

MANGGARAI BARAT, Bajopos.com | Dua warga negara asing (WNA) asal Austria dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh dari jembatan gantung di lokasi wisata Air Terjun Cunca Wulang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Minggu (24/5/2026).

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 Wita saat kedua korban sedang berwisata di kawasan air terjun yang berada di wilayah Kecamatan Mbeliling itu.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere melalui Pos SAR Manggarai Barat menerima informasi kejadian dari Kepala Pelaksana BPBD Manggarai Barat terkait kondisi membahayakan manusia di lokasi wisata tersebut.

Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, mengatakan berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, kedua korban terjatuh saat melintasi jembatan gantung di area wisata Air Terjun Cunca Wulang.

“Sekitar pukul 11.30 Wita kedua korban melakukan wisata di Air Terjun Cunca Wulang, namun naas saat melintasi jembatan korban terjatuh dan meninggal dunia di lokasi kejadian,” ujar Fathur Rahman.

Sementara itu, informasi dari Korpos, papan penyebrangan patah dan mengakitbatkan kedua korban jatuh.

Mendapat laporan tersebut, Tim SAR Gabungan dari Labuan Bajo langsung dikerahkan menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi.

Setibanya di lokasi kejadian, tim melakukan koordinasi bersama unsur terkait sebelum mengevakuasi kedua korban menuju RSUD Komodo Labuan Bajo.

Kedua korban diketahui bernama Jurgen (55) dan Astrid (57), keduanya merupakan warga negara Austria.

“Tim SAR Gabungan melaksanakan evakuasi kedua WNA menuju RSUD Komodo Labuan Bajo dalam kondisi meninggal dunia,” lanjut Fathur.

Fathur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses penanganan dan evakuasi korban di lokasi kejadian.

“Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh Tim SAR Gabungan yang ada di lokasi kejadian yang telah lebih dulu mengevakuasi korban ke tempat aman,” katanya.

Adapun unsur yang terlibat dalam operasi evakuasi di antaranya masyarakat Desa Wersawe, Camat Mbeliling, Dinas Pariwisata Manggarai Barat, Babinsa Mbeliling, Polsek Sano Nggoang, Satpol PP Manggarai Barat, Polres Manggarai Barat, serta Tim Rescue Pos SAR Manggarai Barat.

Penulis : Faidin

4 Kru KM Putra Cantika Selamat Setelah Terombang Ambing di Antara Pulau Pemana dan Pulau Babi

SIKKA, Bajopos.com | Ketegangan di tengah laut akhirnya berujung lega. Empat kru Kapal Motor (KM) Putra Cantika yang sempat terombang-ambing tanpa daya di perairan antara Pulau Pemana dan Pulau Babi, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, berhasil ditemukan dalam kondisi selamat oleh Tim SAR Gabungan, Kamis (16/4/2026).

Insiden bermula saat kapal yang berlayar dari Pelabuhan Benoa, Bali menuju Maluku Tenggara itu dilaporkan mengalami kerusakan mesin di tengah laut.

Informasi darurat tersebut diterima dari Stasiun Radio Pantai (SROP) Maumere dan langsung direspons cepat oleh Kantor SAR Maumere.

Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC), mengungkapkan bahwa pihaknya segera mengerahkan KN SAR Puntadewa 250 menuju titik koordinat awal kejadian.

“Setelah menerima laporan dari SROP Maumere, kami langsung mengerahkan KN SAR Puntadewa 250 menuju lokasi pada koordinat 08°12’58″S – 122°26’24”E atau sekitar 27 nautical mile dari Pelabuhan Wuring Maumere,” ujarnya.

Upaya pencarian tidak berlangsung sia-sia. Pada pukul 15.39 WITA, tim berhasil menemukan KM Putra Cantika dalam kondisi terapung tanpa kendali, bergeser sekitar 1,15 mil laut dari titik awal kerusakan mesin.

“Seluruh kru berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan langsung dipindahkan ke KN SAR Puntadewa 250,” jelas Fathur.

Para kru kemudian dibawa menuju Pulau Pemana sebagai titik aman terdekat. Di sana, Tim SAR Gabungan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk penanganan lanjutan.

Warga dan aparat Desa Pemana pun menunjukkan solidaritas dengan menyediakan tempat tinggal sementara bagi keempat kru, sambil menunggu proses perbaikan kapal sebelum melanjutkan pelayaran ke Maluku Tenggara.

Operasi SAR resmi ditutup setelah seluruh personel kembali dengan selamat ke Pelabuhan Wuring pada pukul 19.30 WITA.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dan respon cepat dalam menghadapi kondisi darurat di laut, terutama di wilayah perairan yang rawan cuaca dan gangguan teknis.

Keberhasilan evakuasi ini sekaligus menegaskan sinergi efektif antara Tim SAR, aparat desa, dan masyarakat dalam menyelamatkan nyawa di tengah situasi genting.

Reporter : Faidin

Tak Muncul ke Permukaan, Nelayan Pemanah Ikan Berakhir Duka di Perairan Wuring

SIKKA, BAJOPOS.COM – Aktivitas memanah ikan yang biasa dilakukan nelayan pesisir berubah menjadi duka. Setelah sempat hilang selama hampir sehari, Mateus Rohi (42), warga Lorong Ayam, Kilo Dua, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh Tim SAR Gabungan di Perairan Wuring, Maumere, Rabu (18/2/2026) pagi.

Peristiwa bermula pada Selasa (17/2/2026) dini hari. Berdasarkan keterangan pelapor, korban berangkat memanah ikan bersama dua rekannya sekitar pukul 03.00 Wita. Ketiganya menuju Perairan Wuring yang dikenal sebagai salah satu lokasi favorit aktivitas memanah ikan di Maumere.

Sekitar pukul 06.00 Wita, dua rekan korban telah menyelesaikan aktivitas dan naik ke daratan. Namun, Mateus tak kunjung muncul ke permukaan. Keduanya sempat melakukan pencarian awal di sekitar lokasi, tetapi tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Keluarga yang mendapat kabar tersebut langsung melakukan pencarian mandiri. Upaya itu belum membuahkan hasil hingga akhirnya kejadian dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere untuk dilakukan operasi SAR resmi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman selaku SAR Mission Coordinator (SMC), menjelaskan bahwa begitu menerima laporan, Tim SAR Gabungan langsung dikerahkan pada hari pertama.

“Sejak informasi diterima, kami langsung melaksanakan operasi SAR. Pencarian hari kedua melibatkan RIB Kantor SAR Maumere, Searider Ditpolairud Polda NTT, rubber boat, serta peralatan selam,” ujarnya.

Memasuki hari kedua pencarian, Rabu (18/2/2026), tim melakukan penyisiran intensif di sekitar lokasi kejadian. Upaya tersebut membuahkan hasil pada pukul 07.10 Wita. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada jarak sekitar 0,59 nautical mile dari titik awal diduga tenggelam, tepatnya di koordinat 08°35’4.97″S – 122°12’0.23″E.

Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa menuju RSUD TC Hillers Maumere untuk penanganan lebih lanjut.(Faidin)