Kam. Sep 24th, 2026

Ramadhan 2026

Perkuat Iman Sejak Dini, SMP Reroroja Gelar Pesantren Ramadhan di Kampus Unimof Maumere

SIKKA, Bajopos.com – Semangat Ramadhan 1447 Hijriah terasa semakin bermakna bagi para siswa SMP Negeri Reroroja melalui kegiatan Pesantren Ramadhan yang diselenggarakan pada Jumat–Sabtu, 27–28 Februari 2026 bertempat di Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF).

Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan iman dan karakter yang dirancang secara intensif dan terarah. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara SMP Negeri Reroroja dan Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Al-Islam dan kemuhammadiyaan (LPPAIK) Universitas Muhammadiyah Maumere.

Sebanyak 13 siswa mengikuti Pesantren Ramadhan 1447 H dengan penuh semangat. Mengusung tema “Iman Bertumbuh, Iman Bertambah, Akhlak Makin Keren”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, tetapi dihadirkan sebagai wadah pembinaan ruhani yang menyentuh hati dan membentuk karakter generasi muda secara lebih mendalam.

Sejak pembukaan, suasana khidmat dan kebersamaan sudah terasa kuat, mencerminkan keseriusan seluruh pihak dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Acara diawali dengan pembukaan resmi yang berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Dalam sambutannya, Kepala LPPAIK Universitas Muhammadiyah Maumere, Ustaz Abdul Gadri Jihad, S.Sos., M.Pd., menegaskan pentingnya momentum Ramadhan sebagai sarana pembinaan iman dan karakter.

Ia mengingatkan bahwa generasi muda membutuhkan ruang pembinaan yang tidak hanya mengasah kecerdasan intelektual, tetapi juga memperkuat fondasi spiritual dan akhlak. Ramadhan, menurutnya, adalah waktu terbaik untuk menanamkan nilai-nilai keislaman secara lebih intensif.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala SMP Negeri Reroroja, Nurfitriah Safrudin, M.Pd., yang mengajak para siswa untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh. Ia berharap para peserta tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga terlibat secara aktif dan terbuka dalam setiap sesi.

Menurutnya, pengalaman selama dua hari ini akan menjadi bekal penting dalam membentuk kebiasaan ibadah dan sikap hidup yang lebih baik di masa mendatang.

Selama pelaksanaan kegiatan, peserta mengikuti berbagai materi keislaman yang disusun secara sistematis dan dikemas secara interaktif. Materi tersebut meliputi penguatan akidah, pembiasaan ibadah harian, tilawah Al-Qur’an, serta sesi motivasi dan refleksi diri.

Pendekatan pembelajaran tidak hanya bersifat ceramah, tetapi juga diskusi, praktik langsung, serta evaluasi bersama. Hal ini bertujuan agar siswa tidak sekadar memahami konsep, tetapi mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk memaksimalkan proses pembinaan, peserta dibagi ke dalam lima kelompok kecil. Setiap kelompok didampingi oleh mahasiswa dan mahasiswi Tahfidz Al-Qur’an Universitas Muhammadiyah Maumere yang bertugas membimbing praktik ibadah, hafalan, serta pembinaan akhlak secara lebih intensif dan personal.

Pendampingan dalam kelompok kecil ini membuat interaksi menjadi lebih dekat dan efektif. Para siswa dapat bertanya, berdiskusi, serta memperoleh bimbingan secara langsung sesuai kebutuhan masing-masing.

Sekretaris LPPAIK Universitas Muhammadiyah Maumere, Hardian, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa Pesantren Ramadhan ini memiliki visi pembinaan jangka panjang.

“Pesantren Ramadhan ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi merupakan ruang pembinaan ruhani yang dirancang untuk menyentuh hati dan membentuk karakter peserta didik secara mendalam. Kami berharap melalui kegiatan ini, iman para siswa benar-benar bertumbuh dengan kesadaran, bertambah dengan pemahaman, dan terwujud nyata dalam akhlak yang santun, disiplin, bertanggung jawab, serta membanggakan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat,” ungkapnya.

Secara umum, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan dan memperkuat keimanan peserta didik serta membentuk karakter yang berakhlak mulia melalui pembinaan intensif di bulan Ramadhan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran spiritual, kedisiplinan dalam beribadah, serta menanamkan nilai-nilai tanggung jawab, kepedulian, dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Ke depan, Pesantren Ramadhan diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi berkembang menjadi gerakan pembinaan karakter yang berkelanjutan dan berdampak luas. Kolaborasi antara SMP Negeri Reroroja dan Universitas Muhammadiyah Maumere melalui LPPAIK diharapkan semakin diperkuat, termasuk dengan melibatkan lebih banyak mahasiswa pendamping, khususnya dari program Tahfidz Al-Qur’an.

Dengan komitmen bersama, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kokoh dalam keimanan, matang dalam kepribadian, serta menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam setiap langkah kehidupan.(Redaksi)

Di Balik Lensa Zoom, Diana Wahyu Ningsih Petik Makna Kejujuran

“Kalau dalam ujian saja kita bisa patuh karena kamera, maka dalam kehidupan dan ibadah, semestinya kita lebih patuh karena sadar Allah selalu mengawasi.”

SIKKA, Bajopos.com – Di tengah sunyi ruang ujian berbasis daring, sorot kamera Zoom dan sistem pengawasan digital justru menghadirkan refleksi batin yang mendalam bagi seorang guru madrasah di Kabupaten Sikka.

Ujian Akhir Pendidikan Profesi Guru (PPG) Batch 4 Tahun 2026 bukan sekadar tahapan akademik bagi Diana Wahyu Ningsih, S.Pd., tetapi juga momentum spiritual tentang makna kejujuran dan pertanggungjawaban.

Guru yang mengabdi di MIN 1 Sikka itu menuntaskan ujian dengan pengawasan ketat melalui aplikasi Safe Exam Browser (SEB) yang terintegrasi kamera Zoom. Seluruh gerak peserta dipantau, sementara akses perangkat dikunci untuk mencegah kecurangan.

Bagi Diana, suasana itu menghadirkan makna lebih dalam dari sekadar prosedur teknis.

“Ketika kamera terus menyala dan sistem mengawasi setiap aktivitas, saya teringat bahwa dalam kehidupan pun tak ada yang luput dari pengawasan Allah SWT. Ujian ini seperti pengingat kecil tentang Yaumil Hisab,” ujarnya usai menyelesaikan tahapan akhir PPG.

Program PPG sendiri menjadi bagian dari upaya peningkatan profesionalisme guru di bawah pembinaan Kementerian Agama Kabupaten Sikka. Lembaga tersebut mendorong para guru madrasah untuk meraih sertifikasi sebagai standar kompetensi sekaligus penguatan integritas.

Kepala lingkungan pendidikan di madrasah tempatnya mengabdi juga memberikan dukungan penuh. Di MIN 1 Sikka, PPG dipandang bukan sekadar syarat administratif, melainkan proses pembentukan karakter pendidik yang profesional dan berakhlak.

Dalam pelaksanaannya, ujian berbasis SEB dengan pengawasan daring memang dirancang untuk menjamin objektivitas.

Sistem tersebut mengunci seluruh aplikasi lain selama ujian berlangsung dan mewajibkan peserta tetap berada dalam pantauan kamera. Skema ini menjadi simbol transparansi sekaligus komitmen menjaga marwah profesi guru.

Di Kabupaten Sikka, keberhasilan para guru menuntaskan PPG menjadi langkah penting dalam memperkuat kualitas pendidikan Islam. Sertifikasi profesi diharapkan berbanding lurus dengan peningkatan mutu pembelajaran di ruang-ruang kelas madrasah.

Menariknya, capaian Diana hadir menjelang bulan suci Ramadan. Ia memaknai pengalaman ujian sebagai latihan kesadaran akan muraqabah—rasa diawasi oleh Yang Maha Mengetahui.

“Kalau dalam ujian saja kita bisa patuh karena kamera, maka dalam kehidupan dan ibadah, semestinya kita lebih patuh karena sadar Allah selalu mengawasi,” tuturnya.

Dengan selesainya tahapan krusial PPG 2026, Diana dan para guru lainnya di Sikka bersiap mengemban amanah baru. Profesionalisme yang diraih bukan sekadar gelar di atas kertas, melainkan komitmen untuk mendidik generasi muda dengan kompetensi, integritas, dan nilai-nilai spiritual yang kokoh di Bumi Nian Tana. (Faidin)