Kam. Sep 24th, 2026

penemuan mayat

Bau Menyengat Ungkap Kematian Misterius di Rumah, Polisi Selidiki Penyebab Pasti

SIKKA, Bajopos.com | Aroma bau busuk yang menguar dari sebuah rumah di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Kabor, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Jumat (17/4/2026) pagi membuka tabir kematian seorang pria yang diduga telah meninggal beberapa hari tanpa diketahui siapa pun.

Kasi Humas Polres Sikka, Ipda Leonardus Tunga menyampaikan bahwa korban berinisial GB (57), seorang petani, ditemukan tak bernyawa di atas tempat tidurnya sekitar pukul 07.30 WITA.

Kondisi jasad pun tampak telah menghitam akibat pembusukan sehingga menimbulkan pertanyaan serius: berapa lama korban sebenarnya telah meninggal, dan mengapa tidak ada yang menyadarinya lebih awal?

Temuan ini bermula dari kecurigaan warga sekitar. Salah satu saksi, Polikarpus Samsu Bari, mengaku mencium bau menyengat sejak pagi hari saat duduk di depan rumahnya—yang tepat berhadapan dengan rumah korban.

“Bau itu sangat menyengat, tidak biasa. Saya minta adik saya cek ke dalam, tapi dia tidak tahan,” ungkapnya.

Kecurigaan itu mendorong warga lain bertindak. Marta Martini, yang kebetulan melintas sepulang jalan pagi, memutuskan membuka pintu rumah korban. Di dalam, ia menemukan GB sudah terbujur kaku di atas tempat tidur di ruang tengah.

“Posisinya terlentang, tidak bergerak sama sekali. Saya langsung keluar dan lapor ke suami,” katanya.

Informasi cepat menyebar. Ketua RT bersama warga kemudian mendatangi lokasi sambil menunggu aparat dari Polres Sikka melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, kondisi jasad yang sudah membusuk mengindikasikan korban telah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan.

Fakta lain yang terungkap dari keterangan warga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit. Pada 2025, ia sempat mengeluhkan sakit lambung dan asma, dan kembali mengalami gangguan kesehatan pada 2026, termasuk sakit perut dan kesulitan buang air besar.

Meski demikian, hingga kini belum ada kesimpulan resmi terkait penyebab kematian.

Polisi telah mengevakuasi jenazah ke RSUD TC Hillers Maumere untuk pemeriksaan lebih lanjut. Langkah ini penting guna memastikan apakah kematian murni disebabkan oleh faktor medis atau ada kemungkinan lain yang belum terungkap.

Kasus ini menyisakan sejumlah pertanyaan. Apakah korban meninggal dalam kesendirian tanpa pertolongan? Ataukah ada faktor lain yang luput dari perhatian lingkungan sekitar?

Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih berlangsung. Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi sekitar, terutama jika mencurigai adanya kejadian tidak wajar di lingkungan tempat tinggal.

Reporter : Faidin

Mayat Siswi SMP Ditemukan Tertutup Rerumputan dan Bambu, Polisi Dalami Penyebab Kematian

SIKKA, Bajopos.com – Misteri hilangnya seorang siswi SMP di Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, berakhir tragis. STN (14), pelajar kelas II SMP MBC Ohe yang dilaporkan hilang sejak Jumat (20/02/2026).

Kapolres Sikka, AKBP Bambang Supeno, melalui Kasi Humas Polres Sikka, Iptu Leonardus Tunga, dalam laporan resmi yang diterima Bajopos.com mengungkap STN ditemukan tak bernyawa di Kali Watuwogat, Dusun Woloklereng, Desa Rubit, Senin (23/02) sekitar pukul 14.00 WITA.

Temuan jasad korban kini menimbulkan tanda tanya, baik dari warga sekitar maupun keluarga dekat korban karena tubuhnya ditemukan di bawah batu dalam kondisi tertutup tumpukan rerumputan serta kayu bambu yang dipalang dari atas.

Untuk diketahui, lokasi penemuan jasad korbanpun tak jauh dari rumah kerabat yang sebelumnya menurut laporan didatangi korban untuk mengambil gitar miliknya.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan kronologi yang dihimpun, pada Jumat siang korban pamit ke rumah kerabat untuk mengambil gitar yang dipinjam. Namun hingga pukul 20.00 WITA, korban tak kunjung kembali.

Keluarga telah melakukan pencarian ke sejumlah kerabat, tetapi hasilnya nihil. Laporan kehilangan resmi dibuat pada Minggu (22/2/2026) di Polsek Kewapante.

Pencarian bersama aparat terus dilakukan. Pada Senin siang, keluarga kembali menyisir area sekitar lokasi terakhir korban terlihat. Sementara itu, saksi EM (46) mengaku mencium bau menyengat saat berada di sekitar aliran kali.

Saat melakukan pemeriksaan lebih dekat, terlihat sosok tubuh di bawah batu dengan tumpukan rumput dan bambu di atasnya. Ia kemudian memanggil saksi lain, YEB (32), serta anggota keluarga lain untuk memastikan temuan tersebut.

Kepala Desa Rubit segera melaporkan peristiwa itu ke Polsek Kewapante. Sekitar pukul 15.00 WITA, Kapolsek bersama personel dan Tim Inafis dari Polres Sikka tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD TC Hillers Maumere.

Pihak kepolisian telah memeriksa saksi-saksi dan menerima laporan resmi dari keluarga di SPKT Polres Sikka. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban, termasuk mendalami kondisi lokasi penemuan dan rentang waktu sejak korban dinyatakan hilang.

Hingga kini, polisi belum menyimpulkan penyebab kematian dan menyatakan proses lidik masih berjalan. Aparat mengimbau masyarakat tidak berspekulasi sembari menunggu hasil penyelidikan resmi.(Fn)