Rab. Sep 23rd, 2026

Pascabencana

Beri Penguatan Pada Nakes, Ny. Fista; “Jangan Pernah Lelah untuk Melayani”

SIKKA, Bajopos.com | Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, melakukan kunjungan ke tiga Puskesmas di Kabupaten Sikka sekaligus memberikan bantuan kepada para tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di beberapa fasilitas kesehatan (Faskes), diantaranya; Puskesmas Waipare, Puskesmas Waigete, dan Puskesmas Nita, pada Selasa, 01/09/2026.

Kunjungan ini menjadi bagian dari perhatian dan dukungan terhadap para tenaga kesehatan yang terus menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam situasi pascabencana gempa bumi yang melanda Kabupaten Sikka.

Dalam pertemuan bersama para tenaga kesehatan di masing-masing Puskesmas, Istri Bupati Sikka juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian para nakes yang tetap berada di garis terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Menurutnya, tenaga kesehatan memiliki peran yang sangat penting, terutama dalam situasi bencana ketika kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan meningkat dan kondisi di lapangan membutuhkan kesiapsiagaan serta kerja keras yang lebih besar.

“Terima kasih kepada Bapak dan Ibu tenaga kesehatan yang sudah bekerja dengan penuh dedikasi. Dalam situasi bencana seperti ini, kehadiran tenaga kesehatan sangat dibutuhkan masyarakat. Tetap semangat dan terus memberikan pelayanan yang terbaik,” ungkap Ny. Fista dalam pertemuan tersebut.

Ia juga berpesan agar para tenaga kesehatan tetap memberikan pelayanan dengan sepenuh hati, penuh tanggung jawab, serta senantiasa mengedepankan kepentingan masyarakat.

Ketua Dekranasda Kabupaten Sikka itu juga menegaskan bahwa perhatian dan bantuan yang diberikan bukan sekadar bentuk dukungan material, tetapi juga sebagai wujud kepedulian dan penghargaan terhadap perjuangan para tenaga kesehatan yang terus menjalankan tugas di tengah berbagai tantangan.

“Jangan pernah lelah untuk melayani. Tetaplah memberikan pelayanan dengan hati, dengan penuh tanggung jawab, karena masyarakat sangat membutuhkan Bapak dan Ibu sekalian,” pesannya.

Kunjungan tersebut juga menjadi momentum untuk mendengarkan secara langsung kondisi dan kebutuhan para tenaga kesehatan di lapangan.

Melalui komunikasi dan tatap muka tersebut, diharapkan berbagai tantangan yang dihadapi tenaga kesehatan dapat menjadi perhatian bersama dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Ny. Fista yang juga Bunda Literasi Kabupaten Sikka berharap semangat pengabdian para tenaga kesehatan tetap terjaga, terutama dalam menghadapi situasi pascabencana.

Ia juga mengajak seluruh jajaran kesehatan untuk terus membangun semangat kebersamaan dan saling mendukung dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Sikka.

Kunjungan ke tiga Puskesmas tersebut sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sikka bersama TP PKK Kabupaten Sikka untuk terus memberikan perhatian kepada para tenaga kesehatan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.

Reporter : Faidin

Tak Hanya Sekolah Butuh Pemulihan, Rasa Aman Anak-anak Harus

SIKKA, Bajopos.com | Ketika bencana berlalu, yang tersisa tidak selalu berupa rumah yang retak, bangunan yang rusak, atau fasilitas umum yang harus diperbaiki.

Pada anak-anak, jejak bencana bisa tersimpan jauh lebih dalam—di balik rasa takut, kecemasan, bahkan keengganan untuk kembali menjalani aktivitas seperti biasa.

Karena itu, bagi Anak-anak usia Sekolah Dasar seperti salah satunya SDI Iligetang, kehadiran Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, di tengah para siswa bukan sekadar agenda kunjungan kepala daerah.

Lebih dari itu, kehadiran tersebut dipandang sebagai pesan bahwa pemulihan pascabencana juga harus menyentuh sisi yang tidak terlihat: psikologis anak-anak.

Bupati Sikka hadir langsung bersama tim dalam kegiatan trauma healing yang menyasar para siswa.

Suasana sekolah pun diarahkan menjadi ruang bagi anak-anak untuk kembali merasa aman, nyaman, bermain, berinteraksi, dan perlahan melepaskan bayang-bayang ketakutan akibat bencana.

Wakil Kepala SDI Iligetang, Maria Yuldensia Kila, mengatakan kehadiran Bupati Sikka memberikan makna tersendiri bagi para siswa maupun tenaga pendidik.

Pernyataan itu disampaikan Maria saat dikonfirmasi awak media usai kegiatan, Senin (31/8/2026).

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati Sikka yang sudah hadir dan memberikan perhatian kepada anak-anak kami. Kegiatan seperti ini sangat membantu anak-anak untuk kembali merasa tenang, nyaman, dan bersemangat,” ujar Maria.

Menurutnya, setelah menghadapi situasi bencana, kebutuhan anak tidak berhenti pada makanan, tempat tinggal, maupun fasilitas pendidikan. Ada kebutuhan lain yang sering kali tidak terlihat, yakni rasa aman dan dukungan emosional.

Anak yang terlihat kembali masuk sekolah belum tentu sepenuhnya pulih. Mereka bisa saja masih menyimpan ketakutan, kecemasan, atau pengalaman traumatis yang memengaruhi cara mereka belajar dan berinteraksi.

Di titik inilah sekolah memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar.

Guru dituntut tidak hanya mengejar ketertinggalan pelajaran, tetapi juga mampu membaca perubahan perilaku siswa.

Anak yang menjadi lebih pendiam, mudah takut, sulit berkonsentrasi, atau menunjukkan perubahan emosi setelah bencana membutuhkan perhatian dan pendampingan.

“Kami dari pihak sekolah sangat mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Sikka. Anak-anak membutuhkan suasana yang membuat mereka merasa aman dan diperhatikan. Kehadiran Bapak Bupati bersama tim dalam kegiatan ini memberikan semangat baru bagi kami untuk terus mendampingi anak-anak,” katanya.

Bagi SDI Iligetang, trauma healing karena itu bukan sekadar permainan untuk menghibur anak-anak setelah bencana.

Ia menjadi bagian dari proses mengembalikan keberanian anak untuk menjadi anak-anak kembali—bermain tanpa rasa takut, belajar tanpa dihantui kecemasan, serta kembali percaya bahwa sekolah adalah tempat yang aman.

Maria berharap kegiatan pendampingan psikososial tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.

“Kami berharap pendampingan seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Anak-anak membutuhkan proses untuk benar-benar kembali pulih dan siap mengikuti kegiatan belajar seperti biasa,” tambahnya.

Harapan tersebut menjadi penting karena pemulihan pascabencana tidak bisa diukur hanya dari seberapa cepat rumah dibangun kembali atau fasilitas umum diperbaiki.

Ada pula pertanyaan yang lebih mendasar: sudahkah anak-anak kembali merasa aman?

Pemerintah Kabupaten Sikka melalui kegiatan trauma healing di lingkungan pendidikan menunjukkan bahwa jawaban atas pertanyaan tersebut juga menjadi bagian dari agenda pemulihan.

Sebab, membangun kembali sebuah sekolah mungkin membutuhkan material dan tenaga. Namun membangun kembali keberanian seorang anak setelah mengalami bencana membutuhkan waktu, perhatian, pendampingan dan rasa aman yang terus-menerus.

Kehadiran Bupati Sikka di tengah siswa SDI Iligetang akhirnya membawa pesan yang lebih luas: pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan membangun kembali apa yang terlihat.

Yang retak bukan hanya bangunan. Dalam diri sebagian anak, rasa aman pun bisa ikut retak. Dan keduanya sama-sama membutuhkan perhatian untuk dipulihkan.

Reporter : Faidin

Polres Nagekeo Gandeng Indofood Buka Dapur Posko untuk Warga Terdampak Gempa M7,7

Nagekeo, Bajopos.com | Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 di wilayah Kabupaten Nagekeo terus ditunjukkan jajaran Kepolisian Resor Nagekeo bersama pihak swasta.

Melalui kolaborasi Polres Nagekeo dan PT Indofood, dapur posko untuk memenuhi kebutuhan makanan masyarakat terdampak gempa resmi dibuka dan mulai melayani warga di Kota Mbay.

Dapur posko tersebut disiapkan sebagai bentuk dukungan kemanusiaan bagi masyarakat yang masih berada dalam situasi pascabencana. Makanan yang disediakan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan konsumsi warga, terutama mereka yang terdampak langsung dan masih membutuhkan bantuan.

Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi, S.I.K., M.H., mengajak seluruh masyarakat terdampak gempa di Kota Mbay untuk memanfaatkan fasilitas dapur posko yang telah disediakan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat yang terdampak gempa untuk datang dan menikmati makanan yang telah disediakan di dapur posko ini. Ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan kita untuk membantu masyarakat melewati masa sulit pascabencana,” ujar Kapolres Nagekeo.

Menurut Kapolres, penanganan pascabencana membutuhkan kerja sama dan kepedulian dari berbagai pihak. Karena itu, kolaborasi antara kepolisian dan dunia usaha menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PT Indofood yang telah berkolaborasi dengan Polres Nagekeo dalam memberikan dukungan kemanusiaan bagi warga terdampak gempa.

“Dalam kondisi seperti ini, yang paling penting adalah kebersamaan dan saling membantu. Polres Nagekeo bersama seluruh pihak akan terus hadir untuk masyarakat,” tambahnya.

Kehadiran dapur posko diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan makanan warga, tetapi juga memberikan rasa aman, nyaman, dan menunjukkan bahwa masyarakat terdampak tidak menghadapi situasi pascabencana seorang diri.

Polres Nagekeo memastikan pelayanan melalui dapur posko akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat terdampak gempa bumi di wilayah Kabupaten Nagekeo.

Di tengah kondisi pascabencana yang masih membutuhkan perhatian dan dukungan berbagai pihak, sinergi antara kepolisian, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kekuatan penting untuk mempercepat pemulihan.

Dengan dibukanya dapur posko tersebut, masyarakat terdampak diharapkan dapat terbantu memenuhi kebutuhan makanan sekaligus merasakan langsung kepedulian dan kehadiran berbagai pihak di tengah situasi sulit pascagempa.

Reporter : Zainudin Abdullah
Editor : Redaksi