Rab. Sep 23rd, 2026

Melkisedek Belly

Alor Sambut Kepulangan Kafilah MTQ Juara Umum NTT, 16 Qari dan Qariah Siap Harumkan Nama Daerah di Tingkat Nasional

ALOR, BAJOPOS.COM | Pemerintah Kabupaten Alor secara resmi menyambut kepulangan Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Alor yang sukses mengukir sejarah dengan meraih Juara Umum MTQ XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026.

Prestasi gemilang tersebut diraih dalam ajang MTQ yang digelar di Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Prosesi penerimaan berlangsung di ruang kerja Bupati Alor pada Senin (6/7/2026). Kegiatan dipimpin oleh Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, SH., MH, bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Belly, S.Sos., M.Si, didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Alor, Syafyudin Djawa, SH.

Keberhasilan Kafilah MTQ Kabupaten Alor tidak hanya mengantarkan daerah berjuluk “Nusa Kenari” itu sebagai juara umum, tetapi juga membawa pulang piala bergilir serta uang pembinaan sebesar Rp20 juta sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang diraih.

Dalam kesempatan tersebut, Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Alor yang juga Ketua Rombongan Kafilah MTQ, Marthen Moubeka, SH, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Alor, khususnya Bupati dan Wakil Bupati Alor, atas dukungan penuh yang diberikan sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan MTQ.

Menurutnya, perhatian pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting yang membangkitkan semangat para peserta sehingga mampu tampil maksimal dan membawa nama Kabupaten Alor ke puncak prestasi.

“Perhatian dan dukungan yang diberikan pemerintah daerah telah membangkitkan semangat luar biasa bagi adik-adik kita untuk terus menjaga dan mengharumkan nama baik Kabupaten Alor dalam ajang perlombaan ini,” ujarnya.

Prestasi Kabupaten Alor semakin lengkap karena dari total 35 peserta kafilah yang mengikuti MTQ tingkat provinsi, sebanyak 16 peserta berhasil terpilih untuk memperkuat Kafilah Provinsi Nusa Tenggara Timur pada ajang MTQ Tingkat Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026 di Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

Sementara itu, Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh peserta, pelatih, pembina, dan semua pihak yang telah bekerja keras hingga Alor berhasil menjadi juara umum.

Ia berharap capaian tersebut tidak membuat para peserta cepat berpuas diri, melainkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjaga prestasi yang telah diraih.

“Saya berharap prestasi ini terus dipertahankan dan dijaga dengan baik. Teruslah memberikan yang terbaik bagi daerah ini. Khusus kepada 16 peserta yang akan mewakili Kabupaten Alor pada tingkat nasional, teruslah berlatih secara optimal dan maksimal, tingkatkan kualitas diri, raih prestasi yang lebih tinggi, dan gapailah masa depan yang lebih baik,” pesan Rocky.

Pada akhir acara, Wakil Bupati Alor secara resmi menerima kembali Kafilah MTQ Kabupaten Alor Tahun 2026, kemudian menyerahkannya kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Alor untuk selanjutnya dikembalikan kepada keluarga masing-masing.

Momentum tersebut menjadi simbol berakhirnya perjuangan para peserta di tingkat provinsi sekaligus awal persiapan baru bagi 16 wakil terbaik Alor yang akan membawa nama Kabupaten Alor dan Provinsi NTT di panggung MTQ Nasional.

Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama Wakil Bupati Alor, Sekretaris Daerah, seluruh peserta kafilah, para pembina, serta tamu undangan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan yang telah mengharumkan nama Kabupaten Alor di tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Reporter : Nursan | Editor  Faidin

Pemkab Alor Percepat Tindak Lanjut Kerja Sama dengan Undana untuk Pemutakhiran Data DOB Pantar

KALABAHI, Bajopos.com | Pemerintah Kabupaten Alor terus menunjukkan keseriusannya dalam memperjuangkan pembentukan Kabupaten Pantar sebagai Calon Daerah Otonomi Baru (DOB).

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui tindak lanjut kerja sama strategis dengan Lembaga Penelitian Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang guna melakukan pemutakhiran data studi kelayakan pemekaran wilayah.

Hal ini mengemuka saat Bupati Alor, Iskandar Lakamau, SH., M.Si., didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Belly, S.Sos., M.Si., serta Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Alor, Delvince Riwoe Odja, SS., menerima kunjungan Forum Akademisi Pantar (FAP) di ruang kerja Bupati Alor, Rabu (3/6/2026).

Pertemuan tersebut secara khusus membahas perkembangan dan langkah lanjutan dari kerja sama yang sebelumnya telah dibangun antara Pemerintah Kabupaten Alor dan Lembaga Penelitian Undana.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama untuk melaksanakan kajian serta pemutakhiran data studi kelayakan yang menjadi salah satu syarat utama dalam usulan pemekaran Kabupaten Pantar.

Melalui forum tersebut, pemerintah daerah bersama Forum Akademisi Pantar berupaya memastikan seluruh tahapan pemutakhiran data dapat berjalan optimal dan menghasilkan dokumen yang akurat sebagai dasar penguatan usulan pembentukan DOB Pantar.

Dalam arahannya, Bupati Alor melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Belly, menyampaikan apresiasi kepada Forum Akademisi Pantar yang terus mengawal dan memberikan dukungan terhadap perjuangan pemekaran wilayah tersebut.

“Kami Pemerintah Kabupaten Alor menyampaikan terima kasih atas kehadiran Forum Akademisi Pantar. Pertemuan ini menjadi wadah untuk menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen bersama dalam mendukung proses pemutakhiran data studi kelayakan yang sedang dilakukan. Pemerintah Kabupaten Alor tetap berkomitmen mendukung seluruh tahapan yang diperlukan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Menurut Melkisedek, kerja sama dengan Lembaga Penelitian Undana menjadi langkah penting dalam memastikan data dan kajian yang disusun memenuhi persyaratan administrasi, teknis, dan kewilayahan sebagaimana diamanatkan regulasi terkait pembentukan daerah otonom baru.

Ia menegaskan bahwa aspirasi pembentukan Kabupaten Pantar telah diperjuangkan masyarakat selama bertahun-tahun.

Karena itu, dibutuhkan sinergi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, akademisi, tokoh masyarakat, hingga pemangku kepentingan lainnya untuk mengawal proses tersebut hingga tuntas.

Sementara itu, Forum Akademisi Pantar menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pemutakhiran data studi kelayakan yang sedang dilakukan bersama Lembaga Penelitian Undana.

Mereka berharap hasil kajian yang komprehensif dan mutakhir dapat menjadi fondasi kuat dalam memperjuangkan terbentuknya Kabupaten Pantar sebagai daerah otonom baru.

Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan.

Diharapkan tindak lanjut kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Alor dan Lembaga Penelitian Undana dapat semakin mempercepat proses penyusunan dokumen pendukung, sehingga perjuangan mewujudkan Kabupaten Pantar sebagai DOB semakin memiliki landasan yang kuat demi peningkatan pelayanan publik, pemerataan pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat.

Reporter : Nursan | Editor : Faidin