Kam. Sep 24th, 2026

LPTQ Alor

Alor Sambut Kepulangan Kafilah MTQ Juara Umum NTT, 16 Qari dan Qariah Siap Harumkan Nama Daerah di Tingkat Nasional

ALOR, BAJOPOS.COM | Pemerintah Kabupaten Alor secara resmi menyambut kepulangan Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Alor yang sukses mengukir sejarah dengan meraih Juara Umum MTQ XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026.

Prestasi gemilang tersebut diraih dalam ajang MTQ yang digelar di Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Prosesi penerimaan berlangsung di ruang kerja Bupati Alor pada Senin (6/7/2026). Kegiatan dipimpin oleh Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, SH., MH, bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Belly, S.Sos., M.Si, didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Alor, Syafyudin Djawa, SH.

Keberhasilan Kafilah MTQ Kabupaten Alor tidak hanya mengantarkan daerah berjuluk “Nusa Kenari” itu sebagai juara umum, tetapi juga membawa pulang piala bergilir serta uang pembinaan sebesar Rp20 juta sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang diraih.

Dalam kesempatan tersebut, Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Alor yang juga Ketua Rombongan Kafilah MTQ, Marthen Moubeka, SH, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Alor, khususnya Bupati dan Wakil Bupati Alor, atas dukungan penuh yang diberikan sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan MTQ.

Menurutnya, perhatian pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting yang membangkitkan semangat para peserta sehingga mampu tampil maksimal dan membawa nama Kabupaten Alor ke puncak prestasi.

“Perhatian dan dukungan yang diberikan pemerintah daerah telah membangkitkan semangat luar biasa bagi adik-adik kita untuk terus menjaga dan mengharumkan nama baik Kabupaten Alor dalam ajang perlombaan ini,” ujarnya.

Prestasi Kabupaten Alor semakin lengkap karena dari total 35 peserta kafilah yang mengikuti MTQ tingkat provinsi, sebanyak 16 peserta berhasil terpilih untuk memperkuat Kafilah Provinsi Nusa Tenggara Timur pada ajang MTQ Tingkat Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026 di Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

Sementara itu, Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh peserta, pelatih, pembina, dan semua pihak yang telah bekerja keras hingga Alor berhasil menjadi juara umum.

Ia berharap capaian tersebut tidak membuat para peserta cepat berpuas diri, melainkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjaga prestasi yang telah diraih.

“Saya berharap prestasi ini terus dipertahankan dan dijaga dengan baik. Teruslah memberikan yang terbaik bagi daerah ini. Khusus kepada 16 peserta yang akan mewakili Kabupaten Alor pada tingkat nasional, teruslah berlatih secara optimal dan maksimal, tingkatkan kualitas diri, raih prestasi yang lebih tinggi, dan gapailah masa depan yang lebih baik,” pesan Rocky.

Pada akhir acara, Wakil Bupati Alor secara resmi menerima kembali Kafilah MTQ Kabupaten Alor Tahun 2026, kemudian menyerahkannya kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Alor untuk selanjutnya dikembalikan kepada keluarga masing-masing.

Momentum tersebut menjadi simbol berakhirnya perjuangan para peserta di tingkat provinsi sekaligus awal persiapan baru bagi 16 wakil terbaik Alor yang akan membawa nama Kabupaten Alor dan Provinsi NTT di panggung MTQ Nasional.

Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama Wakil Bupati Alor, Sekretaris Daerah, seluruh peserta kafilah, para pembina, serta tamu undangan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan yang telah mengharumkan nama Kabupaten Alor di tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Reporter : Nursan | Editor  Faidin

Pagelaran MTQ XXXI Kabupaten Alor di Baranusa, Spirit Persaudaraan dan Syiar Al-Qur’an Menggema di Pantar Barat

BARANUSA, Bajopos.com | Suasana religius, hangat, dan penuh semangat persaudaraan menyelimuti halaman Masjid Al-Hidayah Baranusa, Kecamatan Pantar Barat, Senin (18/5/2026) malam.

Ribuan masyarakat memadati lokasi pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXI Tingkat Kabupaten Alor Tahun 2026 yang resmi dibuka Pemerintah Kabupaten Alor.

Kegiatan tahunan bernuansa Islami itu menjadi momentum penting mempererat kebersamaan masyarakat Alor di tengah keberagaman budaya, agama, dan suku yang hidup harmonis di bumi Nusa Kenari.

Sambutan tertulis Bupati Alor, Iskandar Lakamau dibacakan Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Bel di hadapan unsur Forkopimda, anggota DPRD, tokoh agama, tokoh masyarakat, peserta, official, hingga warga yang datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Alor.

Dalam sambutannya, Sekda terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf karena Bupati dan Wakil Bupati Alor belum dapat hadir secara langsung bersama masyarakat Baranusa.

Bupati disebut masih menjalani pemulihan kesehatan, sementara Wakil Bupati sedang melaksanakan tugas pemerintahan di luar daerah.

Meski demikian, keduanya menitipkan salam hormat dan apresiasi kepada seluruh masyarakat serta panitia yang telah bekerja keras menyukseskan pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten tersebut.

“Pemerintah Kabupaten Alor memberikan penghargaan yang tinggi kepada pengurus LPTQ Kabupaten Alor, panitia penyelenggara, Pemerintah Kecamatan Pantar Barat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan seluruh masyarakat Baranusa atas semangat gotong royong dan kebersamaan dalam mendukung kegiatan ini,” ujar Sekda saat membacakan sambutan tertulis Bupati.

Dalam arahan itu juga ditegaskan bahwa penyelenggaraan MTQ tahun ini bukan pekerjaan mudah. Proses pembentukan panitia dilakukan di Kalabahi, sementara pusat pelaksanaan berada di Baranusa, Kecamatan Pantar Barat.

Namun, berkat koordinasi, komunikasi, dan kerja sama seluruh pihak, kegiatan dapat terlaksana dengan sukses dan penuh sukacita.

Tema MTQ tahun ini yakni “Penguatan Kelembagaan LPTQ dan Masyarakat dalam Syiar Al-Qur’an” dinilai memiliki makna strategis dalam memperkuat pembinaan umat dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di Kabupaten Alor.

Sementara subtema “MTQ sebagai Penguat Karakter dalam Mendukung Pembangunan Daerah melalui Strategi Gerbang Timur dengan Spirit Alor Berkemas” menekankan pentingnya membentuk generasi yang unggul secara intelektual sekaligus kuat dalam iman, berakhlak mulia, disiplin, menjunjung persaudaraan, dan memiliki kepedulian sosial.

Pemerintah Kabupaten Alor juga menilai nilai-nilai Al-Qur’an seperti kedamaian, kejujuran, toleransi, persaudaraan, dan keadilan sangat penting terus ditanamkan di tengah masyarakat Alor yang majemuk dan penuh keberagaman.

“Pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga pembangunan karakter dan kualitas sumber daya manusia yang religius, harmonis, dan berbudaya,” demikian kutipan arahan Bupati yang dibacakan Sekda.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Alor, Usman S. Plaikari menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi menjadi ruang pendidikan moral dan spiritual bagi masyarakat.

Ia mengingatkan agar semangat membaca Al-Qur’an tidak hanya muncul menjelang perlombaan.

“Jangan sampai ketika MTQ mau dilaksanakan baru orang tua sibuk mengantar anak mengaji agar bisa tampil dalam perlombaan. Setelah kegiatan selesai, Al-Qur’an kembali ditinggalkan dan hanya menjadi pajangan di ruang tamu,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat saat ini lebih banyak menghabiskan waktu membaca media sosial dibanding membaca Al-Qur’an, padahal kitab suci merupakan pedoman hidup umat manusia.

Usman juga mengingatkan pesan Rasulullah SAW tentang tanda-tanda akhir zaman, salah satunya ketika manusia lebih sibuk mengejar urusan duniawi dan menjauh dari nilai-nilai keagamaan.

Karena itu, DPRD Kabupaten Alor menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan keagamaan sebagai bagian penting pembangunan moral masyarakat.

Sebelumnya, Ketua Panitia MTQ ke-XXXI Tahun 2026, Marthen G. Moubeka dalam laporannya menyampaikan bahwa keberhasilan pelaksanaan kegiatan tidak terlepas dari semangat persatuan dan gotong royong seluruh masyarakat Alor.

Ia menekankan bahwa masyarakat Alor memiliki filosofi hidup dan nilai budaya luhur yang diwariskan leluhur sebagai fondasi membangun kehidupan bersama di tengah keberagaman.

Beberapa semboyan adat yang disebutkan antara lain “Vu’ummu Betnu Basarnu Evar” dari masyarakat Adang, “Tara Miti Tominuku” dari masyarakat Abu’i, hingga “Kulih Mati-Mati, Haki Tifang Lefoh” dari masyarakat Alurung yang sarat makna persatuan, kerja keras, ketulusan, profesionalisme, dan semangat saling menopang.

“Perbedaan jangan menjadi alasan untuk terpecah-belah, tetapi harus menjadi kekuatan dan keindahan dalam kehidupan bersama demi mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Alor,” tegasnya.

Pembukaan MTQ ke-XXXI Kabupaten Alor turut dihadiri unsur Forkopimda, anggota DPRD Provinsi NTT, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Alor, pimpinan OPD, para camat, kepala desa dan lurah, pimpinan lembaga keagamaan, tokoh masyarakat, dewan hakim, serta peserta dan official MTQ dari berbagai kecamatan di Kabupaten Alor.

Reporter : Nursan