Kam. Sep 24th, 2026

geopolitik

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Wafat, Pemerintah Tetapkan 40 Hari Berkabung

TEHERAN, Bajopos.com – Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran sejak 1989, meninggal dunia pada usia 86 tahun setelah menjadi sasaran serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel di kompleks kediamannya di Teheran.

Kabar wafatnya diumumkan melalui media pemerintah Iran dan dilaporkan secara luas oleh media internasional. Kantor berita Reuters dalam laporannya menyebutkan bahwa serangan tersebut menargetkan sejumlah titik strategis di ibu kota Iran, termasuk area yang berkaitan dengan pusat komando negara.

Sementara itu, Associated Press melaporkan bahwa pengumuman resmi kematian Khamenei disampaikan melalui siaran televisi pemerintah Iran, disertai penetapan masa berkabung nasional.

Kronologi Serangan

Menurut laporan Reuters, serangan udara terjadi pada Sabtu, 28 Februari 2026. Pemerintah Amerika Serikat dan Israel menyatakan operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas dugaan ancaman dari program nuklir dan militer Iran.

Associated Press melaporkan bahwa kompleks kediaman Khamenei menjadi salah satu target utama dalam operasi tersebut.

Media pemerintah Iran menyebutkan bahwa Khamenei tewas bersama sejumlah anggota keluarganya yang berada di lokasi saat serangan berlangsung.

Pernyataan Resmi dan Masa Berkabung

Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan meliburkan aktivitas pemerintahan selama tujuh hari sebagai bentuk penghormatan kepada pemimpin yang telah memimpin negara lebih dari tiga dekade.

Dalam laporan Reuters disebutkan bahwa sebagai Pemimpin Tertinggi, Khamenei memiliki kewenangan tertinggi atas angkatan bersenjata, kebijakan luar negeri, dan arah strategis negara. Jabatan tersebut menjadikannya figur paling berpengaruh dalam sistem politik Iran.

Dampak Politik dan Proses Suksesi

Kematian Khamenei menandai berakhirnya era panjang kepemimpinan yang membentuk arah politik Iran modern. Iran kini memasuki proses konstitusional untuk menentukan pengganti melalui Majelis Ahli, lembaga ulama yang berwenang menunjuk Pemimpin Tertinggi baru.

Associated Press menyebutkan bahwa peristiwa ini berpotensi meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Sejumlah negara dilaporkan menyerukan penahanan diri dan de-eskalasi untuk mencegah konflik meluas.

Profil Singkat

Nama: Ayatollah Ali Khamenei
Jabatan: Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran
Periode Kepemimpinan: 1989–2026
Usia: 86 tahun

Khamenei menggantikan Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989 dan sejak itu memegang kendali atas struktur politik, militer, dan kebijakan luar negeri Iran.(Redaksi) 

Trump Soroti Peran Strategis Indonesia, Puji Kepemimpinan Prabowo di Forum Internasional

WASHINGTON DC, BAJOPOS.COM – Posisi Indonesia dalam percaturan global kembali mendapat sorotan pada pertemuan perdana Board of Peace yang digelar di markas United States Institute of Peace, Rabu (19/2/2026). Dalam forum tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka melontarkan pujian kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Dalam suasana resmi di Washington, D.C., Trump menilai Prabowo sebagai pemimpin yang kuat dan disegani di kancah internasional. Ia menyebut Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo menunjukkan peran yang semakin diperhitungkan dalam berbagai isu global, khususnya terkait perdamaian.

Menurut Trump, Indonesia kini bukan sekadar negara dengan jumlah penduduk besar, tetapi telah berkembang menjadi kekuatan yang mendapatkan penghormatan luas dari komunitas internasional. Ia juga menyampaikan apresiasi atas langkah dan kebijakan yang dinilai mampu membaca dinamika geopolitik dunia secara tepat.

Pernyataan tersebut sontak menarik perhatian peserta forum internasional yang dihadiri sejumlah pemimpin dan tokoh dunia. Apresiasi terbuka dari Presiden Amerika Serikat itu dinilai sebagai sinyal pengakuan atas meningkatnya posisi tawar Indonesia di panggung global.

Trump turut menegaskan bahwa Indonesia melakukan pekerjaan luar biasa dalam berbagai inisiatif internasional dan menjadi negara yang suaranya diperhitungkan dalam upaya menjaga stabilitas serta perdamaian dunia.

Momentum ini sekaligus mempertegas hubungan strategis antara Indonesia dan Amerika Serikat, serta mencerminkan semakin kuatnya peran Indonesia sebagai mitra penting dalam percaturan geopolitik internasional.(Redaksi)