Rab. Sep 23rd, 2026

Bupati Sikka

Tak Hanya Sekolah Butuh Pemulihan, Rasa Aman Anak-anak Harus

SIKKA, Bajopos.com | Ketika bencana berlalu, yang tersisa tidak selalu berupa rumah yang retak, bangunan yang rusak, atau fasilitas umum yang harus diperbaiki.

Pada anak-anak, jejak bencana bisa tersimpan jauh lebih dalam—di balik rasa takut, kecemasan, bahkan keengganan untuk kembali menjalani aktivitas seperti biasa.

Karena itu, bagi Anak-anak usia Sekolah Dasar seperti salah satunya SDI Iligetang, kehadiran Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, di tengah para siswa bukan sekadar agenda kunjungan kepala daerah.

Lebih dari itu, kehadiran tersebut dipandang sebagai pesan bahwa pemulihan pascabencana juga harus menyentuh sisi yang tidak terlihat: psikologis anak-anak.

Bupati Sikka hadir langsung bersama tim dalam kegiatan trauma healing yang menyasar para siswa.

Suasana sekolah pun diarahkan menjadi ruang bagi anak-anak untuk kembali merasa aman, nyaman, bermain, berinteraksi, dan perlahan melepaskan bayang-bayang ketakutan akibat bencana.

Wakil Kepala SDI Iligetang, Maria Yuldensia Kila, mengatakan kehadiran Bupati Sikka memberikan makna tersendiri bagi para siswa maupun tenaga pendidik.

Pernyataan itu disampaikan Maria saat dikonfirmasi awak media usai kegiatan, Senin (31/8/2026).

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati Sikka yang sudah hadir dan memberikan perhatian kepada anak-anak kami. Kegiatan seperti ini sangat membantu anak-anak untuk kembali merasa tenang, nyaman, dan bersemangat,” ujar Maria.

Menurutnya, setelah menghadapi situasi bencana, kebutuhan anak tidak berhenti pada makanan, tempat tinggal, maupun fasilitas pendidikan. Ada kebutuhan lain yang sering kali tidak terlihat, yakni rasa aman dan dukungan emosional.

Anak yang terlihat kembali masuk sekolah belum tentu sepenuhnya pulih. Mereka bisa saja masih menyimpan ketakutan, kecemasan, atau pengalaman traumatis yang memengaruhi cara mereka belajar dan berinteraksi.

Di titik inilah sekolah memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar.

Guru dituntut tidak hanya mengejar ketertinggalan pelajaran, tetapi juga mampu membaca perubahan perilaku siswa.

Anak yang menjadi lebih pendiam, mudah takut, sulit berkonsentrasi, atau menunjukkan perubahan emosi setelah bencana membutuhkan perhatian dan pendampingan.

“Kami dari pihak sekolah sangat mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Sikka. Anak-anak membutuhkan suasana yang membuat mereka merasa aman dan diperhatikan. Kehadiran Bapak Bupati bersama tim dalam kegiatan ini memberikan semangat baru bagi kami untuk terus mendampingi anak-anak,” katanya.

Bagi SDI Iligetang, trauma healing karena itu bukan sekadar permainan untuk menghibur anak-anak setelah bencana.

Ia menjadi bagian dari proses mengembalikan keberanian anak untuk menjadi anak-anak kembali—bermain tanpa rasa takut, belajar tanpa dihantui kecemasan, serta kembali percaya bahwa sekolah adalah tempat yang aman.

Maria berharap kegiatan pendampingan psikososial tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.

“Kami berharap pendampingan seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Anak-anak membutuhkan proses untuk benar-benar kembali pulih dan siap mengikuti kegiatan belajar seperti biasa,” tambahnya.

Harapan tersebut menjadi penting karena pemulihan pascabencana tidak bisa diukur hanya dari seberapa cepat rumah dibangun kembali atau fasilitas umum diperbaiki.

Ada pula pertanyaan yang lebih mendasar: sudahkah anak-anak kembali merasa aman?

Pemerintah Kabupaten Sikka melalui kegiatan trauma healing di lingkungan pendidikan menunjukkan bahwa jawaban atas pertanyaan tersebut juga menjadi bagian dari agenda pemulihan.

Sebab, membangun kembali sebuah sekolah mungkin membutuhkan material dan tenaga. Namun membangun kembali keberanian seorang anak setelah mengalami bencana membutuhkan waktu, perhatian, pendampingan dan rasa aman yang terus-menerus.

Kehadiran Bupati Sikka di tengah siswa SDI Iligetang akhirnya membawa pesan yang lebih luas: pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan membangun kembali apa yang terlihat.

Yang retak bukan hanya bangunan. Dalam diri sebagian anak, rasa aman pun bisa ikut retak. Dan keduanya sama-sama membutuhkan perhatian untuk dipulihkan.

Reporter : Faidin

Bupati Sikka Apresiasi Respons Cepat Menteri PU, Sejumlah Infrastruktur Rusak Gempa Segera di Assessment

SIKKA, Bajopos.com | Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo atas respons cepat pemerintah pusat dalam membantu penanganan dampak gempa bumi tektonik di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Sikka dalam rapat koordinasi bersama Menteri PU Dody Hanggodo, jajaran Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktur Perumahan, Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPPK), Direktur Jalan dan Jembatan, Kepala Balai Jalan dan Jembatan, serta sejumlah pejabat Kementerian PU.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Gubernur NTT Melki Laka Lena, Ketua DPRD Kabupaten Sikka Stefenus Sumandi, S.Fil., anggota Forkopimda Kabupaten Sikka, para pejabat kementerian, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Sikka. Kegiatan berlangsung di Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik BPBD Kabupaten Sikka, Jalan Mawar, Perumnas Maumere, Minggu, 23/8/2026.

Bupati Juventus menyampaikan bahwa kehadiran langsung Menteri PU bersama jajaran kementerian menjadi bentuk nyata perhatian dan komitmen pemerintah pusat terhadap kondisi masyarakat Kabupaten Sikka pascagempa.

“Pemerintah Kabupaten Sikka menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Menteri Pekerjaan Umum bersama seluruh jajaran yang telah merespons dengan cepat kebutuhan Kabupaten Sikka pascagempa. Kehadiran langsung di lapangan sangat berarti bagi pemerintah daerah dan masyarakat,” ujar Bupati Juventus.

Dalam rapat tersebut, Bupati Juventus mengatakan Pemerintah Kabupaten Sikka menyampaikan berbagai kebutuhan penanganan pascabencana, mulai dari kerusakan gedung pemerintahan, fasilitas publik, sekolah, rumah ibadah, fasilitas kesehatan, infrastruktur jalan hingga kebutuhan air bersih masyarakat.

Menteri PU merespons sejumlah usulan tersebut dan memastikan penanganan kerusakan infrastruktur yang menjadi kewenangan Kementerian PU akan dilakukan melalui skema dan program pemerintah yang tersedia, jelasnya.

Bupati Juventus juga menjelaskan untuk kebutuhan penanganan infrastruktur jalan daerah yang mengalami kerusakan, sejumlah pekerjaan akan diarahkan melalui Instruksi Presiden (Inpres) Infrastruktur Jalan Daerah (IJD) yang pelaksanaannya ditargetkan dapat dilakukan pada tahun ini.
Sementara ruas jalan yang baru diusulkan Pemerintah Kabupaten Sikka sebagai dampak langsung kerusakan akibat gempa bumi tektonik akan diupayakan untuk masuk dalam usulan Inpres tahap kedua.

“Untuk ruas-ruas jalan yang sudah masuk dalam program akan ditindaklanjuti melalui IJD. Sedangkan ruas jalan yang baru diusulkan akibat kerusakan gempa akan diusulkan melalui Inpres tahap kedua,” jelasnya.

Selain persoalan jalan akibat gempa, perhatian juga diberikan terhadap kondisi lintas utara Flores, khususnya ruas Mbay–Maumere, yang mengalami kerusakan akibat abrasi.
Menteri PU mengarahkan agar kerusakan tersebut segera didata dan dilakukan assessment. Proses pendataan dan assessment akan dilakukan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi NTT dengan dukungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sikka.

“Untuk lintas utara Mbay–Maumere yang mengalami kerusakan akibat abrasi, akan dilakukan pendataan dan assessment oleh Balai Jalan dan Jembatan bersama Dinas PUPR Kabupaten Sikka,” kata Bupati Juventus.

Selain infrastruktur jalan, kebutuhan air bersih masyarakat Kecamatan Palue juga menjadi salah satu perhatian penting dalam rapat tersebut.
Pemerintah akan menjajaki kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk penerapan metode desalinasi dan teknologi Reverse Osmosis (RO) sebagai salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan air minum bagi masyarakat Palue.

Menurut Bupati, kebutuhan air bersih merupakan salah satu persoalan strategis yang harus segera mendapatkan solusi, terutama bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang menghadapi keterbatasan sumber air baku.

“Untuk air minum di Palue, akan dilakukan kerja sama dengan BRIN terkait metode desalinasi dan teknologi RO. Ini menjadi salah satu solusi yang sedang kita dorong agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat segera ditangani,” ujarnya.

Bupati Juventus juga menambahkan, selain sejumlah persoalan tersebut, berbagai usulan lain yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Sikka juga mendapat perhatian dari Kementerian PU dan akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan serta mekanisme yang berlaku.

Ia berharap koordinasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Sikka terus diperkuat sehingga proses assessment, perencanaan hingga pelaksanaan rehabilitasi dan pembangunan kembali infrastruktur terdampak gempa dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.

“Kita berharap seluruh proses ini dapat berjalan cepat. Yang paling penting adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dan infrastruktur yang rusak segera dipulihkan sehingga aktivitas pemerintahan, pelayanan publik dan kehidupan masyarakat dapat kembali normal,” pungkas Bupati Sikka.

SIKKA, Bajopos.com | Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo atas respons cepat pemerintah pusat dalam membantu penanganan dampak gempa bumi tektonik di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Sikka dalam rapat koordinasi bersama Menteri PU Dody Hanggodo, jajaran Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktur Perumahan, Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPPK), Direktur Jalan dan Jembatan, Kepala Balai Jalan dan Jembatan, serta sejumlah pejabat Kementerian PU.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Gubernur NTT Melki Laka Lena, Ketua DPRD Kabupaten Sikka, Stefenus Sumandi, S.Fil., anggota Forkopimda Kabupaten Sikka, para pejabat kementerian, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Sikka.

Kegiatan berlangsung di Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik BPBD Kabupaten Sikka, Jalan Mawar, Perumnas Maumere, Minggu, 23/8/2026.

Bupati Juventus menyampaikan bahwa kehadiran langsung Menteri PU bersama jajaran kementerian menjadi bentuk nyata perhatian dan komitmen pemerintah pusat terhadap kondisi masyarakat Kabupaten Sikka pascagempa.

“Pemerintah Kabupaten Sikka menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Menteri Pekerjaan Umum bersama seluruh jajaran yang telah merespons dengan cepat kebutuhan Kabupaten Sikka pascagempa. Kehadiran langsung di lapangan sangat berarti bagi pemerintah daerah dan masyarakat,” ujar Bupati Juventus.

Dalam rapat tersebut, Bupati Juventus mengatakan Pemerintah Kabupaten Sikka menyampaikan berbagai kebutuhan penanganan pascabencana, mulai dari kerusakan gedung pemerintahan, fasilitas publik, sekolah, rumah ibadah, fasilitas kesehatan, infrastruktur jalan hingga kebutuhan air bersih masyarakat.

Menteri PU merespons sejumlah usulan tersebut dan memastikan penanganan kerusakan infrastruktur yang menjadi kewenangan Kementerian PU akan dilakukan melalui skema dan program pemerintah yang tersedia, jelasnya.

Bupati Juventus juga menjelaskan untuk kebutuhan penanganan infrastruktur jalan daerah yang mengalami kerusakan, sejumlah pekerjaan akan diarahkan melalui Instruksi Presiden (Inpres) Infrastruktur Jalan Daerah (IJD) yang pelaksanaannya ditargetkan dapat dilakukan pada tahun ini.

Sementara ruas jalan yang baru diusulkan Pemerintah Kabupaten Sikka sebagai dampak langsung kerusakan akibat gempa bumi tektonik akan diupayakan untuk masuk dalam usulan Inpres tahap kedua.

“Untuk ruas-ruas jalan yang sudah masuk dalam program akan ditindaklanjuti melalui IJD. Sedangkan ruas jalan yang baru diusulkan akibat kerusakan gempa akan diusulkan melalui Inpres tahap kedua,” jelasnya.

Selain persoalan jalan akibat gempa, perhatian juga diberikan terhadap kondisi lintas utara Flores, khususnya ruas Mbay–Maumere, yang mengalami kerusakan akibat abrasi.

Menteri PU mengarahkan agar kerusakan tersebut segera didata dan dilakukan assessment. Proses pendataan dan assessment akan dilakukan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi NTT dengan dukungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sikka.

“Untuk lintas utara Mbay–Maumere yang mengalami kerusakan akibat abrasi, akan dilakukan pendataan dan assessment oleh Balai Jalan dan Jembatan bersama Dinas PUPR Kabupaten Sikka,” kata Bupati Juventus.

Selain infrastruktur jalan, kebutuhan air bersih masyarakat Kecamatan Palue juga menjadi salah satu perhatian penting dalam rapat tersebut.

Pemerintah akan menjajaki kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk penerapan metode desalinasi dan teknologi Reverse Osmosis (RO) sebagai salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan air minum bagi masyarakat Palue.

Menurut Bupati, kebutuhan air bersih merupakan salah satu persoalan strategis yang harus segera mendapatkan solusi, terutama bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang menghadapi keterbatasan sumber air baku.

“Untuk air minum di Palue, akan dilakukan kerja sama dengan BRIN terkait metode desalinasi dan teknologi RO. Ini menjadi salah satu solusi yang sedang kita dorong agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat segera ditangani,” ujarnya.

Bupati Juventus juga menambahkan, selain sejumlah persoalan tersebut, berbagai usulan lain yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Sikka juga mendapat perhatian dari Kementerian PU dan akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan serta mekanisme yang berlaku.

Ia berharap koordinasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Sikka terus diperkuat sehingga proses assessment, perencanaan hingga pelaksanaan rehabilitasi dan pembangunan kembali infrastruktur terdampak gempa dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.

“Kita berharap seluruh proses ini dapat berjalan cepat. Yang paling penting adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dan infrastruktur yang rusak segera dipulihkan sehingga aktivitas pemerintahan, pelayanan publik dan kehidupan masyarakat dapat kembali normal,” pungkas Bupati Sikka.

Reporter : Faidin

Bupati Sikka Bertahan di Palue, Pastikan Penanganan Dampak Gempa Berjalan Cepat dan Terkoordinasi

Sikka, Bajopos.com |Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, didampingi sejumlah anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sikka, sejak Minggu, 16 Agustus 2026 hingga Senin, 17 Agustus 2026, masih bertahan di Kecamatan Palue untuk memantau secara langsung kondisi masyarakat dan wilayah yang terdampak gempa bumi.

Kehadiran Bupati bersama jajaran Forkopimda di Palue menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Sikka untuk memastikan penanganan kondisi darurat berlangsung cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran.

Selama berada di Palue, Bupati melakukan monitoring langsung terhadap kondisi masyarakat, bangunan, fasilitas umum, serta sejumlah lokasi yang terdampak gempa. Bupati juga terus berkoordinasi dengan unsur TNI, Polri, BPBD, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, perangkat daerah, relawan, dan unsur terkait lainnya dalam penanganan dampak bencana.

Selain memantau kondisi di lapangan, Bupati memastikan pembaruan data dan informasi kebencanaan terus dilakukan. Hal tersebut penting untuk mendukung proses pendataan kerusakan, pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, penyaluran bantuan, serta langkah evakuasi apabila diperlukan.

Dalam situasi darurat akibat bencana, kehadiran pemerintah secara langsung di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam memberikan rasa aman sekaligus memastikan berbagai kebutuhan warga dapat segera direspons.
Pemerintah Kabupaten Sikka bersama seluruh unsur terkait terus memperkuat koordinasi dan mempercepat langkah-langkah penanganan di wilayah terdampak, khususnya di Kecamatan Palue.

Bupati Sikka menegaskan bahwa pemerintah akan terus hadir dan bekerja bersama masyarakat hingga proses penanganan kondisi darurat dapat berjalan dengan baik.

“Palue tidak sendiri. Pemerintah hadir, bergerak bersama masyarakat, dan memastikan masyarakat mendapat perhatian serta penanganan terbaik di tengah situasi bencana,” demikian semangat Pemerintah Kabupaten Sikka dalam penanganan dampak gempa di Palue.

Reporter : Faidin

Turnamen Danlanal Maumere Cup 2026 Resmi Bergulir, 28 Tim Siap Berebut Gelar Juara

MAUMERE, BAJOPOS.COM | Semangat sportivitas dan persaingan sehat mulai membara di Kabupaten Sikka. Sebanyak 28 tim resmi memulai perburuan gelar juara dalam Turnamen Mini Soccer Danlanal Maumere Cup 2026 yang dibuka secara resmi di Lapangan Laksamana Nala Lanal Maumere, Jalan Magepanda Km.10 Nangahure, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Sabtu (27/6/2026).

Mengusung tema “Dengan Semangat Sportivitas Kebersamaan Kita Siap Mewujudkan Indonesia Maju dan Berdaulat”, turnamen ini menjadi wadah mempererat persaudaraan, menumbuhkan budaya fair play, sekaligus mencari bibit-bibit pesepak bola berbakat di Kabupaten Sikka.

Pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, S.H., Komandan Lanal Maumere Kolonel Laut (P) Yoyok Ary Nugroho, M.Tr.Opsla., Ketua DPRD Kabupaten Sikka Stefanus Sumandi, S.Fil., Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, S.I.K., Kepala Kejaksaan Negeri Sikka Armada Tangdibali, S.H., M.H.,

Hadir pula Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Maumere Fathur Rahman, S.E., M.Si., Ketua PSSI Sikka Yosef Nong Soni, jajaran Forkopimda, prajurit Lanal Maumere, para peserta turnamen, serta ratusan masyarakat yang memadati arena pertandingan.

Prosesi pembukaan diawali dengan laporan ketua panitia, pembacaan janji atlet dan wasit, sambutan para pejabat, penyerahan piala bergilir, pengundian pertandingan pembuka, hingga tendangan pertama (kick off) oleh Bupati Sikka yang didampingi unsur Forkopimda sebagai tanda dimulainya kompetisi.

Sebanyak 28 tim akan bertanding selama kurang lebih satu bulan menggunakan sistem penyisihan grup sebelum memasuki babak gugur hingga partai final.

Format tersebut diperkirakan menghadirkan persaingan sengit karena setiap tim dituntut tampil konsisten sejak laga perdana.

Komandan Lanal Maumere, Kolonel Laut (P) Yoyok Ary Nugroho, menegaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar memperebutkan trofi, melainkan menjadi momentum membangun karakter olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas dan persaudaraan.

“Saya berharap turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memperkuat kebersamaan, menjunjung tinggi nilai-nilai fair play, serta melahirkan bibit-bibit pesepak bola berprestasi di Kabupaten Sikka,” ujarnya.

Turnamen Danlanal Maumere Cup 2026 diharapkan menjadi salah satu agenda olahraga bergengsi di Kabupaten Sikka sekaligus mendorong lahirnya talenta-talenta muda yang mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

Antusiasme peserta dan masyarakat yang memadati lokasi pembukaan menjadi bukti tingginya gairah sepak bola di Sikka. Selama satu bulan ke depan, Lapangan Laksamana Nala dipastikan akan menjadi pusat perhatian para pecinta mini soccer yang menantikan pertandingan-pertandingan penuh strategi, semangat juang, dan sportivitas.

Reporter : Faidin