Kam. Sep 24th, 2026

Bantuan Sembako

Tetap Mengabarkan, Astra Group Peduli Media, 30 Jurnalis di Sikka Terima Paket Sembako Pasca Gempa

SIKKA, Bajopos.com | Di tengah situasi sulit pascagempa bumi yang mengguncang Flores, para jurnalis di Kabupaten Sikka tetap berada di garis depan untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat, cepat, dan berimbang.

Di tengah kondisi tersebut, Astra Group menunjukkan kepeduliannya terhadap insan pers dengan menyalurkan bantuan paket sembako kepada 30 jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Sikka (AWAS), Rabu (26/8/2026).

Bantuan tersebut disalurkan melalui Divisi Environmental and Social Responsibility (ESR) Astra Korporasi dalam program pilar kemanusiaan Nurani Astra Berbagi (Astra SOS).

Anggota AWAS Sikka Terima bantuan dari ASTRA Group.

Fasilitator Desa Sejahtera Astra Group, Vonny Francis, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus solidaritas Astra terhadap wartawan yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan berbagai program perusahaan kepada masyarakat.

“Astra Group menyadari bahwa wartawan itu adalah mitra kami dalam memublikasikan program-program yang Astra Group persembahkan untuk negeri ini melalui program Desa Sejahtera Astra,” ujar Vonny.

Menurutnya, peran wartawan tidak sebatas memberitakan berbagai program pemberdayaan masyarakat, tetapi juga memiliki posisi penting dalam mengedukasi masyarakat sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial.

Kehadiran pers, kata Vonny, sangat membantu dalam memastikan berbagai program pemberdayaan dapat dipahami dan diawasi secara bersama-sama.

“Kehadiran wartawan sering sekali membantu kami untuk mengedukasi masyarakat. Tujuan paling utama adalah bagaimana mengedukasi masyarakat dan juga sekaligus menjadi bagian dari mata masyarakat untuk mengawasi kerja-kerja kami, sekaligus juga memberikan masukan dan pendidikan soal pemberdayaan masyarakat yang benar,” jelasnya.

Vonny juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran korporasi Astra Group, khususnya Divisi ESR, yang telah mendukung pelaksanaan program Nurani Astra Berbagi.

Ia menyebut sejumlah pihak yang turut mendukung program tersebut, di antaranya Pak Boy Kelana, Ibu Diah Suran Febrianti, dan Mbak Yulika.

Apresiasi AWAS

Ketua Aliansi Wartawan Sikka (AWAS), Mario WP Sina, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Astra Group serta Vonny Francis atas kepedulian yang diberikan kepada para jurnalis di tengah situasi pascabencana.

Menurut Mario, bantuan tersebut tidak sekadar bernilai secara materi, tetapi juga menjadi dukungan moral bagi para wartawan yang tetap menjalankan tugas jurnalistik di tengah kondisi sulit.

“Bantuan paket sembako ini bukan hanya bernilai secara materi, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian dan dukungan moral bagi rekan-rekan media yang di tengah kondisi terdampak bencana tetap berusaha menjalankan tugas jurnalistik, menyampaikan informasi kepada masyarakat, serta mengawal perkembangan penanganan gempa di Kabupaten Sikka,” ungkap Mario.

Ia berharap perhatian Astra Group tersebut dapat membantu meringankan kebutuhan para jurnalis sekaligus menjadi penyemangat bagi insan pers untuk terus menjalankan tugasnya secara profesional.

Bagi AWAS, perhatian tersebut juga menjadi pengingat bahwa di tengah bencana, jurnalis bukan hanya berada di balik kamera atau komputer, tetapi ikut turun ke lapangan, menyaksikan langsung kondisi masyarakat, dan memastikan suara warga terdampak sampai kepada publik serta para pemangku kepentingan.

Sinergi antara dunia usaha dan insan pers tersebut diharapkan terus terjalin, terutama dalam mengawal proses pemulihan pascagempa, distribusi bantuan, serta pemberdayaan masyarakat di wilayah Flores.

Di tengah upaya masyarakat untuk bangkit dari bencana, kepedulian semacam ini menjadi bagian penting dari semangat gotong royong—bahwa mereka yang terus bekerja menyuarakan kondisi korban bencana juga membutuhkan perhatian dan dukungan.

Reporter : Faidin

KPA Salurkan Bantuan Sembako untuk Komunitas Adat Soge Natarmage dan Goban Runut di Pengungsian Mandiri

SIKKA, Bajopos.com | Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) menyalurkan bantuan sembako bagi komunitas masyarakat adat Soge Natarmage dan Goban Runut yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 dan kini masih bertahan di sejumlah titik pengungsian mandiri di Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka.

Bantuan tersebut disalurkan melalui Perkumpulan Bantuan Hukum Nusa Tenggara (PBH-Nusra) pada Jumat, 21 Agustus 2026. Penyaluran menyasar warga yang tinggal di tenda-tenda pengungsian mandiri di titik Pedan, Utan Wair, Wairhek, dan Hitohalok.

Adapun bantuan yang disalurkan berupa 1 ton beras, 30 dus mie Sedaap, enam ikat telur ayam atau dua papan, terpal, tikar, lampu energi, serta sejumlah kebutuhan lainnya.

Distribusi bantuan kepada warga terdampak turut dibantu para relawan yang tergabung dalam Gerakan Muda Reforma Agraria Sikka (GEMARA) di Nangahale.

Bantuan tersebut menjadi perhatian bagi warga yang memilih mengungsi secara mandiri setelah gempa kuat yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026.

Selain menghadapi kebutuhan pangan, warga di sejumlah lokasi pengungsian mandiri juga masih mengalami dampak psikologis akibat gempa.

Aloysius Lose (64), warga Desa Natarmage, RT 09/RW 05, yang kini berdomisili di lokasi Perjuangan Nangahale, titik Pedan, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diterima.

Ia mengatakan, bantuan tersebut sangat berarti bagi warga yang bertahan di pengungsian mandiri.

“Kami merasa bersyukur, karena masih ada pihak yang membantu kami di tempat pengungsian mandiri. Kami menyampaikan terima kasih banyak kepada KPA di Jakarta, KPA NTT dan PBH-Nusra yang menghantar bantuan sampai di sini,” tutur Lose.

Sementara itu, Piter Embu Gusi selaku koordinator pelaksana penyaluran bantuan logistik bencana bagi komunitas masyarakat adat Soge Natarmage dan Goban Runut berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat.

“Semoga bantuan yang diberikan oleh KPA kepada warga terdampak gempa bumi yang saat ini sedang berdomisili di tenda pengungsian mandiri dapat membantu masyarakat dan kebutuhan pangan selama masa tanggap darurat terpenuhi,” ujarnya.

Di sisi lain, warga pengungsian mandiri berharap pemerintah daerah tidak luput memperhatikan keberadaan mereka. Salah satunya disampaikan Mariani (35), warga Desa Nangahale yang ditemui di titik pengungsian mandiri Pedan.

Mariani mengatakan, warga telah bertahan selama sekitar satu minggu di lokasi tersebut dan berharap pemerintah segera memberikan perhatian serta bantuan.

“Kami berharap agar situasi ini segera berakhir dan kami bisa kembali ke rumah kami masing-masing dan mulai bekerja seperti biasa. Kami juga berharap agar pemerintah setempat bisa memperhatikan kami yang saat ini berada di tenda pengungsian mandiri,” katanya.

Menurut Mariani, hingga saat itu warga di titik Pedan belum menerima bantuan dari pemerintah.

“Sudah satu minggu kami tinggal di tenda pengungsian mandiri, khususnya di titik Pedan. Sampai saat ini belum ada bantuan dari pemerintah,” pungkasnya.

Penyaluran bantuan KPA tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kebutuhan warga di lokasi pengungsian mandiri masih menjadi perhatian berbagai pihak.

Warga berharap bantuan tidak hanya datang dari kelompok masyarakat sipil dan organisasi kemanusiaan, tetapi juga mendapat perhatian yang merata dari pemerintah selama masa tanggap darurat.

Reporter : MM