Kam. Sep 24th, 2026

bantuan kemanusiaan

Danlanal Maumere Tegaskan Bantuan Gempa Agar Tepat Sasaran dan Dibagi Adil, Jangan Ada Pengungsi Terlewat

SIKKA, Bajopos.com | Penyaluran bantuan bagi warga terdampak gempa bumi Flores di sejumlah posko pengungsian di Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, mendapat perhatian serius dari Komandan Lanal (Danlanal) Maumere, Kolonel Laut (P) Yoyok Ary N.A.S., M.Tr.Opsla.

Pesan tegas disampaikan Komandan Lanal Maumere di tengah proses pendistribusian bantuan CSR Telkomsel bersama Lanal Maumere kepada para pengungsi, Jumat (21/8/2026).

Yoyok menekankan agar bantuan yang telah disalurkan benar-benar diterima oleh masyarakat yang terdampak, dibagikan secara adil dan tidak menimbulkan ketimpangan di antara para pengungsi.

Pesan tersebut disampaikan saat dirinya bersama jajaran Lanal Maumere mendampingi distribusi bantuan di sejumlah titik pengungsian, termasuk Desa Nangahale, Posko Tanjung Darat, Posko Kantor Kecamatan Talibura, Posko Eks Pasar Talibura hingga Desa Henga, Dusun Henga.

Dalam kesempatan tersebut, perhatian Komandan Lanal tidak hanya tertuju pada proses pengangkutan dan penyerahan bantuan. Ia juga menyambangi langsung para pengungsi dan berkomunikasi dengan pihak yang bertanggung jawab di lokasi.

Jangan Sampai Bantuan Tidak Merata

Komandan Lanal Maumere meminta kepala desa dan pengelola posko memastikan bantuan yang diterima dari pihak luar disalurkan kepada warga sesuai data dan kondisi riil di lapangan.

Pesan tersebut menjadi penting mengingat sebelumnya sempat muncul keluhan dan protes warga terkait pembagian bantuan di sejumlah lokasi pengungsian.

Menurut Yoyok, bantuan kemanusiaan yang datang merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah. Karena itu, proses pembagiannya harus dilakukan secara transparan, adil dan mengutamakan warga yang benar-benar membutuhkan.

Ia meminta tidak boleh ada warga terdampak yang terlewatkan, sementara bantuan justru menumpuk atau tidak tersalurkan kepada penerima yang membutuhkan.

Komandan Lanal Turun Langsung ke Posko

Kolonel Laut (P) Yoyok Ary N.A.S. bersama istrinya, Ny. Diani Yoyok Ary, Ketua Cabang 3 Daerah Kodaeral VII, turut menyambangi para pengungsi dari posko ke posko.

Keduanya tampak memberikan motivasi kepada warga yang masih bertahan di tenda pengungsian setelah gempa yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

Suasana haru terlihat ketika Yoyok duduk bersama para pengungsi. Perhatiannya tertuju kepada para lansia dan anak-anak yang masih harus menjalani hari-hari di tengah keterbatasan di lokasi pengungsian.

Kehadiran tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan moral kepada warga yang hingga hari ketujuh pascagempa masih belum sepenuhnya dapat kembali ke rumah.

Kawal Distribusi Bantuan Telkomsel

Dalam kegiatan tersebut, Lanal Maumere membantu distribusi bantuan dari program CSR Telkomsel Peduli Gempa Flores 2026.

Bantuan yang disalurkan antara lain makanan ringan, mi instan, air mineral, tikar, selimut, obat-obatan dan vitamin.

Bantuan diangkut menggunakan mobil truk dan mobil box Lanal Maumere untuk kemudian didistribusikan ke sejumlah titik pengungsian.

Territory Mobile Consumer Business (TMCB)/PIC Telkomsel, M. Iskandar Syah, sebelumnya menjelaskan bahwa distribusi bantuan dilakukan berdasarkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan koordinator posko.

Telkomsel juga telah berpesan agar bantuan yang disalurkan dapat diterima secara merata dan tepat sasaran.

Sementara itu, kehadiran Lanal Maumere menjadi bagian dari upaya memastikan proses distribusi berjalan dengan baik di lapangan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut ibu-ibu anggota Lanal Maumere (Jalasenastri), serta prajurit Lanal Maumere lainnya.

Pesan Komandan Lanal Maumere menjadi pengingat bahwa dalam situasi bencana, bantuan bukan sekadar soal jumlah yang disalurkan, tetapi bagaimana bantuan tersebut benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan secara adil dan tepat sasaran.

Reporter : Faidin

Melanie Subono Kembali Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Nagekeo di Desa Tonggurambang

Nagekeo, Bajopos.com | Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus mengalir. Bantuan kemanusiaan kembali disalurkan oleh Rumah Harapan bersama Melanie Subono dari Jakarta untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak bencana, Rabu (19/8/2026).

Bantuan tersebut disalurkan melalui Koordinator Rumah Harapan di Kabupaten Lembata, Alfian Rayabelen, untuk kemudian diteruskan kepada warga terdampak gempa di sejumlah wilayah Kabupaten Nagekeo, termasuk masyarakat di Desa Tonggurambang.

Bantuan yang diberikan berupa sembako dan kebutuhan dasar, di antaranya beras, telur, mi instan, air mineral serta sejumlah kebutuhan lainnya yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan warga di lapangan.

Penyaluran bantuan diprioritaskan bagi warga terdampak yang memiliki alamat dan lokasi yang jelas, terutama masyarakat yang hingga kini belum tersentuh bantuan pemerintah maupun bantuan dari pihak lainnya.

Langkah tersebut dilakukan agar bantuan kemanusiaan benar-benar sampai kepada warga yang paling membutuhkan, khususnya mereka yang masih bertahan dalam kondisi sulit setelah gempa bumi mengguncang wilayah Flores.

Salah seorang warga terdampak, Sarif, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Melanie Subono dan Rumah Harapan atas kepedulian yang diberikan kepada masyarakat Nagekeo.

“Terima kasih banyak kepada Kak Melanie Subono dan Rumah Harapan yang sudah memberikan bantuan kepada kami. Bantuan beras, telur dan air mineral ini sangat berarti bagi warga yang terdampak gempa,” ungkapnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan Hayat. Ia mengapresiasi perhatian Melanie Subono dan Rumah Harapan yang ikut membantu masyarakat terdampak bencana di Nagekeo.

Menurutnya, bantuan seperti ini sangat dibutuhkan warga, terutama dalam situasi pascabencana ketika sebagian masyarakat masih menghadapi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bagi warga terdampak, bantuan yang datang bukan sekadar sembako untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum. Lebih dari itu, bantuan tersebut menjadi tanda bahwa perhatian dan kepedulian terhadap mereka masih terus mengalir.

Kehadiran Rumah Harapan dan Melanie Subono di tengah situasi pascagempa juga menunjukkan bahwa solidaritas kemanusiaan tidak mengenal jarak. Dari Jakarta hingga Nusa Tenggara Timur, kepedulian terus bergerak untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.

Bagi warga Desa Tonggurambang dan masyarakat terdampak lainnya, bantuan tersebut menjadi penguat semangat untuk terus bertahan dan bangkit setelah bencana.

Di tengah keterbatasan dan ketidakpastian pascagempa, perhatian dari berbagai pihak menjadi pengingat bagi para penyintas bahwa mereka tidak sendirian menghadapi masa sulit.

Reporter : Zainudin Abdullah
Editor : Faidin

Ny. Fista Sambuari Kago Gandeng Yayasan Seribu Cita Bangsa Salurkan Bantuan Korban Gempa

Sikka, Bajopos.com | Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Sikka terus ditunjukkan berbagai pihak.

Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka di bawah kepemimpinan Ny. Fista Sambuari Kago, S.H., menggandeng Yayasan Seribu Cita Bangsa (1000 Days Fund) menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa yang berada di kawasan Eks Pasar Talibura, Kabupaten Sikka.

Penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana gempa bumi Flores yang berdampak pada sejumlah wilayah di Kabupaten Sikka.

Ketua TP PKK Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Seribu Cita Bangsa atau 1000 Days Fund yang telah menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat Kabupaten Sikka.

Menurut Ny. Fista, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk membantu masyarakat melewati masa tanggap darurat, terutama bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, mengalami kerusakan rumah maupun harus mengungsi akibat gempa bumi.

“TP PKK Kabupaten Sikka sangat mengapresiasi kepedulian dan dukungan dari Yayasan Seribu Cita Bangsa. Bantuan ini menjadi bentuk nyata solidaritas bersama untuk masyarakat yang sedang menghadapi musibah,” ujar Ny. Fista.

Ia mengatakan, aksi sosial tersebut sekaligus menegaskan pentingnya membangun sinergi antara pemerintah daerah, TP PKK, dunia usaha, lembaga sosial dan masyarakat dalam merespons berbagai persoalan kemanusiaan.

Ny. Fista menjelaskan, kolaborasi melalui dukungan sosial maupun skema tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dapat menjadi kekuatan penting dalam mempercepat berbagai program pemberdayaan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Dukungan dari berbagai pihak menjadi faktor penting dalam mempercepat realisasi program-program PKK di lapangan, terlebih dalam kondisi seperti sekarang ketika masyarakat kita sedang menghadapi musibah,” katanya.

Selain bantuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak, kehadiran TP PKK di lokasi pengungsian juga menjadi bagian dari upaya memberikan penguatan moril kepada warga.

Menurut Ny. Fista, masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan berupa kebutuhan dasar, tetapi juga perhatian, pendampingan dan kepedulian dari semua pihak.

TP PKK Kabupaten Sikka, lanjutnya, akan terus mengambil bagian dalam upaya penanganan dampak bencana sesuai dengan kapasitasnya, termasuk melalui kegiatan sosial, pendampingan keluarga dan penguatan kelompok masyarakat.

Ny. Fista berharap kolaborasi seperti yang dilakukan bersama Yayasan Seribu Cita Bangsa dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak masyarakat terdampak gempa yang mendapatkan manfaat dan dukungan.

“Semoga sinergi dan kepedulian seperti ini terus terbangun. Kita ingin memastikan masyarakat Sikka tidak menghadapi musibah ini sendirian. Pemerintah, PKK, lembaga sosial, dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat harus bersama-sama hadir dan saling menguatkan,” pungkasnya.

Penyaluran bantuan di Eks Pasar Talibura tersebut menjadi salah satu wujud nyata semangat gotong royong dalam menghadapi bencana. Di tengah kondisi pascagempa, solidaritas dan kolaborasi berbagai pihak diharapkan terus menguat untuk membantu masyarakat Kabupaten Sikka bangkit dan memulihkan kehidupan mereka, katanya.

Reporter : Faidin

Polres Nagekeo Gandeng Indofood Buka Dapur Posko untuk Warga Terdampak Gempa M7,7

Nagekeo, Bajopos.com | Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 di wilayah Kabupaten Nagekeo terus ditunjukkan jajaran Kepolisian Resor Nagekeo bersama pihak swasta.

Melalui kolaborasi Polres Nagekeo dan PT Indofood, dapur posko untuk memenuhi kebutuhan makanan masyarakat terdampak gempa resmi dibuka dan mulai melayani warga di Kota Mbay.

Dapur posko tersebut disiapkan sebagai bentuk dukungan kemanusiaan bagi masyarakat yang masih berada dalam situasi pascabencana. Makanan yang disediakan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan konsumsi warga, terutama mereka yang terdampak langsung dan masih membutuhkan bantuan.

Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi, S.I.K., M.H., mengajak seluruh masyarakat terdampak gempa di Kota Mbay untuk memanfaatkan fasilitas dapur posko yang telah disediakan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat yang terdampak gempa untuk datang dan menikmati makanan yang telah disediakan di dapur posko ini. Ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan kita untuk membantu masyarakat melewati masa sulit pascabencana,” ujar Kapolres Nagekeo.

Menurut Kapolres, penanganan pascabencana membutuhkan kerja sama dan kepedulian dari berbagai pihak. Karena itu, kolaborasi antara kepolisian dan dunia usaha menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PT Indofood yang telah berkolaborasi dengan Polres Nagekeo dalam memberikan dukungan kemanusiaan bagi warga terdampak gempa.

“Dalam kondisi seperti ini, yang paling penting adalah kebersamaan dan saling membantu. Polres Nagekeo bersama seluruh pihak akan terus hadir untuk masyarakat,” tambahnya.

Kehadiran dapur posko diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan makanan warga, tetapi juga memberikan rasa aman, nyaman, dan menunjukkan bahwa masyarakat terdampak tidak menghadapi situasi pascabencana seorang diri.

Polres Nagekeo memastikan pelayanan melalui dapur posko akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat terdampak gempa bumi di wilayah Kabupaten Nagekeo.

Di tengah kondisi pascabencana yang masih membutuhkan perhatian dan dukungan berbagai pihak, sinergi antara kepolisian, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kekuatan penting untuk mempercepat pemulihan.

Dengan dibukanya dapur posko tersebut, masyarakat terdampak diharapkan dapat terbantu memenuhi kebutuhan makanan sekaligus merasakan langsung kepedulian dan kehadiran berbagai pihak di tengah situasi sulit pascagempa.

Reporter : Zainudin Abdullah
Editor : Redaksi

BREAKING NEWS: Di Tengah Gempa M 7,0 Nagekeo, Para Jurnalis Dipercaya Salurkan Bantuan

NAGEKEO, BAJOPOS.COM | Di tengah kepanikan warga akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,0 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, kepedulian kemanusiaan bergerak cepat.

Menariknya, bantuan darurat dari Rumah Harapan yang digerakkan aktris, aktivis, sekaligus musisi Melanie Subono tersebut dipercayakan untuk disalurkan melalui para jurnalis di daerah terdampak.

Kepercayaan tersebut bukan sekadar karena para jurnalis berada di lokasi. Mereka dinilai memiliki akses langsung terhadap informasi, mampu melihat kondisi masyarakat secara faktual, sekaligus mengetahui kebutuhan warga terdampak bencana di lapangan.

Gempa M 7,0 mengguncang Kabupaten Nagekeo pada Sabtu. Gempa tersebut dilaporkan berada pada kedalaman 10 kilometer dengan pusat gempa sekitar 38 kilometer di timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Guncangan kuat dirasakan di sejumlah wilayah, terutama kawasan pesisir utara Nagekeo. Gempa juga dilaporkan berpotensi memicu tsunami sehingga warga yang berada di kawasan pesisir bergerak mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi.

Berdasarkan pantauan media di lapangan, sejumlah rumah warga di beberapa desa sepanjang pesisir pantai utara mengalami kerusakan. Kerusakan dilaporkan mulai dari bangunan yang retak hingga sejumlah rumah yang mengalami kerusakan berat.

Kondisi semakin mencekam karena guncangan susulan masih dirasakan masyarakat. Sebagian warga memilih bertahan di lokasi pengungsian dan belum berani kembali ke rumah karena khawatir terjadi gempa susulan yang lebih kuat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun total kerusakan yang ditimbulkan.

Jurnalis Tak Hanya Membawa Berita

Di tengah situasi tersebut, peran jurnalis mengambil dimensi yang berbeda.

Bukan hanya menjadi mata dan telinga publik dalam memberitakan bencana, sejumlah jurnalis justru dipercaya menjadi bagian dari rantai kemanusiaan untuk memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Bantuan dari Rumah Harapan bermula dari informasi darurat yang disampaikan Alfian Rayabelen dari Kabupaten Lembata kepada Melanie Subono mengenai kondisi masyarakat di Flores yang terdampak gempa.

Mendapat informasi tersebut, Melanie langsung merespons dengan mengirimkan bantuan dana melalui rekening Alfian Rayabelen agar kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat dipenuhi pada hari yang sama.

Setelah bantuan diterima, Alfian kemudian menyalurkan dana tersebut kepada para perwakilan di masing-masing daerah terdampak.

Yang menarik, seluruh perwakilan yang dipercaya untuk membantu proses penyaluran tersebut merupakan jurnalis.

Keputusan itu menunjukkan adanya kepercayaan terhadap posisi jurnalis yang berada dekat dengan masyarakat dan memiliki akses terhadap informasi lapangan.

Menurut Alfian Rayabelen, jurnalis memiliki keunggulan dalam mengetahui kondisi riil masyarakat. Mereka dapat melihat langsung siapa yang terdampak, kebutuhan apa yang paling mendesak, serta wilayah mana yang membutuhkan bantuan.

Tidak hanya itu, para jurnalis juga memiliki kemampuan menyampaikan informasi secara lebih luas. Dengan demikian, kondisi masyarakat yang terdampak bencana dapat diketahui oleh publik, termasuk masyarakat dan pihak-pihak yang berada di luar Pulau Flores.

Dari Informasi Menjadi Aksi Kemanusiaan

Skema bantuan tersebut bergerak dari informasi, kemudian menjadi aksi nyata.

Setelah dana disalurkan kepada perwakilan di daerah, bantuan kemudian dibelanjakan di wilayah masing-masing dalam bentuk kebutuhan pokok.

Kebutuhan tersebut selanjutnya disalurkan kepada warga yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo.

Dengan cara tersebut, bantuan tidak sekadar dikirim dari jauh, tetapi diupayakan agar dibelanjakan sesuai kebutuhan masyarakat di daerah terdampak.

Peran para jurnalis menjadi penting karena mereka berada langsung di tengah masyarakat. Di satu sisi, mereka menjalankan tugas jurnalistik untuk menyampaikan informasi mengenai bencana. Di sisi lain, mereka ikut memastikan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau warga yang membutuhkan.

Bantuan Sangat Berarti

Salah seorang warga Desa Tonggurambang, Abdul Kadar, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Rumah Harapan atas kepedulian yang diberikan kepada masyarakat terdampak gempa.

“Terima kasih kepada Rumah Harapan yang sudah peduli kepada kami. Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan akibat gempa,” ungkap Abdul Kadar.

Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat yang sedang berada dalam kondisi sulit akibat bencana.

Apresiasi serupa disampaikan Fardiani. Ia mengaku terharu melihat kepedulian yang datang di tengah kondisi masyarakat yang masih diliputi kekhawatiran.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Rumah Harapan, khususnya Kak Melanie Subono dan Bapak Alfian Rayabelen, yang telah menunjukkan kepedulian dan memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa. Semoga segala kebaikan ini mendapat balasan yang berlimpah,” tuturnya.

Jurnalis, Saksi Bencana Sekaligus Penghubung Bantuan

Peristiwa gempa Nagekeo kali ini memperlihatkan sisi lain dari profesi jurnalistik. Di tengah bencana, jurnalis tidak hanya berada di lokasi untuk mencatat peristiwa dan menyampaikan kabar kepada publik.

Mereka juga dipercaya menjadi penghubung antara kepedulian dari luar daerah dengan masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan.

Kepercayaan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya informasi yang akurat dalam situasi bencana. Ketika informasi mengenai kondisi warga tersampaikan dengan cepat, bantuan pun dapat bergerak lebih cepat menuju titik yang membutuhkan.

Bagi masyarakat terdampak, bantuan tersebut bukan hanya soal kebutuhan pokok. Kehadiran bantuan juga menjadi pesan bahwa mereka tidak sendirian menghadapi situasi sulit.

Sementara bagi para jurnalis yang dipercaya menyalurkan bantuan, tugas tersebut menjadi bentuk tanggung jawab sosial di tengah masyarakat yang sedang menghadapi bencana.

Gempa boleh mengguncang tanah Nagekeo. Namun di tengah kepanikan dan ketidakpastian, kepedulian bergerak melalui tangan-tangan yang dipercaya—dan kali ini, para jurnalis menjadi salah satu penghubung pentingnya.

Reporter : Zainudin Abdullah | Editor : Faidin

Prabowo Soroti Peningkatan Bantuan Gaza, Indonesia Siap Kirim Tim Awal Misi Internasional

WASHINGTON DC, BAJOPOS.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memaparkan perkembangan terbaru situasi kemanusiaan di Gaza dalam keterangan pers di Washington, D.C., Kamis (19/2/2026). Ia menegaskan bahwa distribusi bantuan bagi warga Palestina menunjukkan tren positif dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Presiden, aliran bantuan berupa makanan dan kebutuhan pokok kini berada pada titik tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut dinilai sebagai hasil dari koordinasi internasional yang semakin solid serta meningkatnya perhatian global terhadap krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.

Kendati demikian, Prabowo mengingatkan bahwa jalan menuju perdamaian masih panjang dan kompleks. Ia menekankan pentingnya konsistensi diplomasi, penguatan stabilitas keamanan, serta pengelolaan bantuan secara hati-hati agar upaya yang telah berjalan tidak terhambat dinamika politik dan keamanan di lapangan.

Dalam kesempatan itu, Presiden kembali menegaskan dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina melalui pendekatan Solusi Dua Negara. Ia menyebut skema tersebut sebagai satu-satunya opsi yang realistis untuk menciptakan perdamaian jangka panjang dan berkelanjutan di kawasan.

Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan kesiapan Indonesia untuk terlibat langsung dalam misi internasional bagi Gaza. Pemerintah, kata dia, tengah menyiapkan pengiriman tim pendahulu (advance team) yang direncanakan berangkat dalam satu hingga dua bulan mendatang. Indonesia juga diminta mengisi posisi Deputy Commander dalam struktur misi tersebut, sebuah mandat yang dinilai mencerminkan kepercayaan komunitas internasional terhadap peran dan kapasitas Indonesia.

Pernyataan ini menegaskan komitmen politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif, dengan orientasi kuat pada nilai kemanusiaan serta partisipasi aktif dalam mendorong perdamaian yang adil dan stabil di Timur Tengah.(Redaksi)