SIKKA, Bajopos.com – Situasi di Mapolres Sikka, Jumat (27/2/2026) malam, mendadak ramai setelah puluhan anggota keluarga besar S.T.N, siswa SMP yang meninggal dunia di Desa Rubit, mendatangi kantor polisi setempat. Kedatangan mereka menyusul kabar kaburnya terduga pelaku berinisial SG saat dalam pengawalan aparat.
Informasi yang dihimpun dari pemberitaan NTTPost.com, massa mulai berdatangan sekitar pukul 22.05 WITA dan memadati area Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sikka.
Mereka terdiri dari kerabat dekat korban serta warga Desa Rubit yang turut menyuarakan keprihatinan atas peristiwa tersebut.
Aksi tersebut dipicu kekecewaan keluarga setelah mengetahui SG dilaporkan melarikan diri ketika dibawa berobat ke RSUD TC. Hillers Maumere pada siang harinya. Keluarga menilai insiden itu berpotensi menghambat proses hukum yang sedang berjalan.
Di tengah penjagaan aparat kepolisian, sebagian besar keluarga menunggu di halaman luar Mapolres Sikka. Sementara itu, tiga orang perwakilan keluarga diperkenankan masuk ke ruang SPKT untuk melakukan audiensi dengan petugas. Mereka meminta penjelasan rinci mengenai kronologi kaburnya tahanan serta bentuk tanggung jawab pihak kepolisian.
“Kami datang untuk minta kepastian. Bagaimana bisa tahanan kasus berat bisa lepas saat dibawa berobat? Kami ingin keadilan untuk anak kami,” ujar salah satu kerabat korban di lokasi.
Keluarga korban menyampaikan kekhawatiran bahwa kaburnya SG dapat memperlambat bahkan mengganggu proses penegakan hukum atas kematian S.T.N.
Mereka mendesak Kapolres Sikka agar segera memberikan keterangan resmi secara terbuka serta mengerahkan seluruh sumber daya untuk memburu dan menangkap kembali terduga pelaku dalam waktu sesingkat mungkin.
Informasinya, tiga perwakilan keluarga berada di dalam ruang SPKT untuk meminta berdialog dengan aparat, sementara puluhan anggota keluarga lainnya tetap bertahan di area Mapolres Sikka dengan pengawasan ketat dari pihak kepolisian. (Faidin)

