SIKKA, Bajopos.com | Bantuan sejumlah 7 ekor sapi kurban menyisir wilayah Dusun Namandoi, Desa Nangahale, lingkup Kemasjidan An-Nur pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Sejumlah hewan kurban itu, merupakan bantuan dari beberapa donatur dan kelompok jemaah dalam lingkup kemasjidan An-Nur Nangahale.
Dari donatur, salah satunya bantuan berasal dari PT Redi yang menyalurkan satu ekor sapi kurban untuk masyarakat di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka.
Sapi bantuan PT Redi tersebut disembelih di depan rumah Ketua PCM Talibura, Tajudin Obawala, S.Pd., M.Pd, sebelum kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar.
Atas bantuan itu, wargapun turut memberi apresiasi dan limpah terima kasih karena dinilai membantu masyarakat sekaligus memperkuat semangat berbagi di Hari Raya Idul Adha.
4 Ekor dari Kelompok Jemaah An-Nur, 1 Ekor dari BRI
Selain bantuan dari PT Redi, pelaksanaan kurban di wilayah Nangahale dan Talibura tahun ini juga melibatkan berbagai pihak, termasuk kelompok jemaah bentukan Ustadz Abdul Haris di Kemasjidan An-Nur Nangahale.
Sehinga, dari jumlah itu, di halaman Masjid An-Nur Nangahale, total lima ekor sapi disembelih dengan rincian yaitu; empat ekor sapi berasal dari kelompok jemaah Kemasjidan An-Nur. Kelompok ini dibentuk dan dikoordinir oleh Ustadz Abdul Haris melalui sistem kelompok kurban dengan pola menabung (Jastip).
Sementara itu, satu ekor sapi lainnya berasal dari bantuan BRI.
Lima ekor sapi tersebut kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar Masjid An-Nur Nangahale.
Bantuan dari LazisMu Uhamka
Selain penyembelihan di halaman Masjid An-Nur Nangahale dan bantuan PT Redi tersebut, satu ekor sapi bantuan dari LazisMu UHAMKA juga disembelih di halaman MIS Muhammadiyah Al Fatah Nangahale untuk dibagikan kepada para siswa dan siswi sekolah tersebut.
Ustadz Abdul Haris mengatakan sistem menabung diterapkan untuk mempermudah masyarakat mengikuti kurban tanpa merasa terbebani secara ekonomi.
“Dengan sistem menabung, umat tidak merasa berat ketika tiba waktu berkurban. Sedikit demi sedikit dikumpulkan sampai akhirnya bisa membeli sapi bersama kelompok,” ujarnya, Rabu (27/5/2026).
Menurutnya, pola kelompok kurban tersebut terus dibangun agar semangat berkurban masyarakat tetap tumbuh setiap tahun.
Selain mengoordinasikan kelompok kurban, Ustadz Abdul Haris juga membekali para panitia dengan tata cara penyembelihan yang sesuai syariat Islam dan memperhatikan kesehatan hewan.
Para panitia diberikan pemahaman mulai dari teknik melilit tali pada hewan agar tidak menyiksa, cara merebahkan sapi dengan aman, hingga teknik penyembelihan yang cepat dan tepat.
Bahkan, alat penyembelihan yang digunakan berupa parang dan pisau khusus yang didatangkan dari luar negeri dan memang diperuntukkan khusus untuk penyembelihan hewan kurban.
Ustadz Abdul Haris sendiri merupakan alumni Pondok Merinding, Payaman, Magelang, Jawa Tengah. Pengalaman pendidikan pesantren tersebut menjadi dasar dalam membina masyarakat dan panitia kurban agar pelaksanaan penyembelihan tetap memperhatikan syariat, kebersihan, serta kesejahteraan hewan.
Proses penyembelihan hewan kurban di wilayah Nangahale turut mendapat pengawasan kesehatan hewan dari Dinas Pertanian Kabupaten Sikka.
Petugas Pengawas Hewan Kurban Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, drh. Yosephina Leto Lapilia, mengatakan pihaknya memastikan seluruh proses penyembelihan memenuhi standar kesehatan hewan dan keamanan pangan.
“Kami memastikan hewan kurban yang disembelih sesuai prinsip kesejahteraan hewan dan daging yang dihasilkan aman, sehat, utuh, dan halal,” katanya kepada wartawan.
Ia juga mengapresiasi penerapan standar operasional prosedur (SOP) di lokasi penyembelihan Masjid An-Nur Nangahale yang dinilai telah memiliki fasilitas cukup baik.
“Di Masjid An-Nur sudah ada kandang jepit, tempat penampungan darah, serta pemisahan lokasi pemotongan, pencincangan, dan pengepakan daging sehingga pengolahan limbah lebih baik dan higienis,” ungkapnya.
Reporter : Faidin

