Sen. Jun 1st, 2026

Ketua PDM Sikka: Puasa Bentuk Integritas, Korupsi Bertentangan dengan Iman

SIKKA, BAJOPOS.COM – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sikka, Moh. Ihsan Wahab, S.HI, M.Pd,. menegaskan bahwa ibadah puasa Ramadan sejatinya membentuk manusia yang berintegritas dan berkeadaban.

Hal itu disampaikannya dalam khutbah Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Darussalam Waioti, Kecamatan Alok Timur, Jumat (20/3/2026).

Menurut Ihsan, puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi merupakan proses pembentukan karakter yang menuntut kejujuran, pengendalian diri, serta tanggung jawab moral dalam kehidupan sehari-hari.

“Puasa membentuk manusia yang berintegritas. Tidak mungkin orang yang benar-benar memahami makna puasa masih melakukan korupsi, karena itu bertentangan dengan iman dan merusak peradaban,” tegasnya.

Ia menjelaskan, selama satu bulan penuh umat Islam dilatih untuk menahan diri bahkan dari hal-hal yang dibolehkan. Latihan ini, kata dia, seharusnya melahirkan kesadaran untuk menjauhi perbuatan yang jelas-jelas dilarang, seperti korupsi, manipulasi, dan penyalahgunaan kekuasaan.

Lebih lanjut, Ihsan menilai praktik korupsi bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga bentuk pengkhianatan terhadap nilai-nilai keimanan dan kemanusiaan. Tindakan tersebut, menurutnya, merusak sendi-sendi kehidupan sosial dan menghambat kemajuan bangsa.

“Korupsi tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menghancurkan kepercayaan publik dan merusak tatanan moral masyarakat. Ini adalah ancaman serius bagi peradaban,” ujarnya.

Dalam khutbahnya, ia juga mengingatkan bahwa Al-Qur’an secara tegas melarang umat Islam memakan harta orang lain dengan cara batil, termasuk melalui praktik suap dan kecurangan.

Ihsan menambahkan, hasil dari ibadah puasa seharusnya tercermin dalam perilaku sehari-hari, seperti kejujuran dalam bekerja, amanah dalam jabatan, serta kepedulian terhadap sesama, terutama kelompok lemah.

“Integritas adalah buah dari ketakwaan. Jika puasa dijalankan dengan benar, maka ia akan melahirkan pribadi yang bersih, jujur, dan bertanggung jawab,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh umat Islam, khususnya para pemimpin dan penyelenggara negara, untuk menjadikan momentum Idul Fitri sebagai titik balik memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai keadaban dan integritas.

“Jangan biarkan ibadah kita berhenti di ritual. Jadikan puasa sebagai fondasi membangun bangsa yang bersih dari korupsi dan berkeadaban,” pungkasnya.

Reporter : Faidin

Berita Populer