Kam. Sep 24th, 2026

SAR NTT

Hari ke 2 Operasi SAR Gempa M 7,7, 112 Orang Terdampak di Enam Kabupaten di Wilayah Flores, 48 Meninggal

MBAY, Bajopos.com | Memasuki hari kedua, Minggu (16/8/2026), Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Timur Laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus dilakukan Tim SAR Gabungan.

Sejak pukul 06.00 WITA, personel bersama Alat Utama (Alut) SAR dikerahkan ke sejumlah titik yang menjadi prioritas operasi. Pencarian hari kedua difokuskan di dua wilayah utama, yakni Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo, dan kawasan Reo, Kabupaten Manggarai.

Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, mengatakan akses menuju sejumlah wilayah terdampak yang sebelumnya sempat terhambat akibat longsor mulai dapat dilalui petugas.

“Tim Rescue Pos SAR Manggarai Barat yang bertugas melakukan pencarian di wilayah Manggarai Timur, per pukul 06.00 WITA, telah berhasil mengakses jalur darat di wilayah Reo yang sebelumnya terdampak longsor. Dengan terbukanya akses tersebut, pencarian dapat kembali diperluas untuk menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan pertolongan,” ujar Fathur Rahman.

Ia menambahkan, Tim SAR Gabungan terus melakukan penyisiran dan pendataan di lapangan. Koordinasi dengan BPBD dan berbagai unsur potensi SAR juga diperkuat untuk memastikan wilayah terdampak dapat dijangkau.

112 Orang Terdampak di 6 Kabupaten

Berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi sementara hingga pukul 08.30 WITA, tercatat 112 orang terdampak gempa, terdiri atas 48 orang meninggal dunia dan 64 orang mengalami luka berat maupun luka ringan.

Namun, angka tersebut perlu ditegaskan sebagai data sementara yang berasal dari enam kabupaten terdampak, yakni Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Sikka, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Nagekeo, dan Kabupaten Ngada.

Dengan demikian, jumlah 112 orang tersebut bukan merupakan angka keseluruhan korban untuk seluruh wilayah Flores maupun Nusa Tenggara Timur.

Data tersebut merupakan hasil pendataan sementara dari enam kabupaten yang telah dihimpun dan diverifikasi oleh unsur terkait hingga Minggu pagi.

Jumlah korban masih sangat mungkin berubah seiring proses pencarian, pendataan, dan verifikasi yang terus berlangsung di lapangan. Tim SAR Gabungan bersama BPBD dan unsur potensi SAR masih bergerak untuk memastikan kondisi masyarakat di wilayah-wilayah terdampak.

Selain korban jiwa dan luka-luka, petugas juga terus melakukan pemantauan terhadap dampak lain yang ditimbulkan gempa, termasuk kondisi permukiman, akses transportasi, serta kemungkinan adanya warga yang membutuhkan evakuasi maupun bantuan darurat.

Akses Mulai Terbuka

Terbukanya kembali akses darat menuju wilayah Reo yang sebelumnya terdampak longsor menjadi salah satu perkembangan penting dalam operasi SAR hari kedua.

Kondisi tersebut memungkinkan personel untuk memperluas penyisiran dan menjangkau wilayah yang sebelumnya mengalami hambatan akses. Tim di lapangan juga terus berkoordinasi untuk menentukan titik-titik yang membutuhkan prioritas penanganan.

Tim SAR Gabungan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Masyarakat juga diminta mengikuti arahan petugas di lapangan serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Informasi mengenai perkembangan korban dan kondisi wilayah terdampak diharapkan diperoleh dari sumber resmi dan pihak yang berwenang.

Operasi SAR akan terus dilaksanakan untuk mencari dan memberikan pertolongan kepada masyarakat terdampak sekaligus memastikan data korban dapat dihimpun secara akurat.

Reporter : Faidin | Sumber Basarnas Maumere

Siaga Lebaran 2026, Basarnas Maumere Kerahkan 90 Personel

SIKKA, BAJOPOS.COM – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengerahkan sebanyak 90 personel dalam rangka Siaga SAR Khusus Lebaran 2026. Kesiapsiagaan ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kedaruratan selama arus mudik dan arus balik Idulfitri serta masa libur panjang.

Apel pembukaan Siaga SAR digelar di Kantor SAR Maumere dan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, S.E., M.Si. Apel tersebut diikuti oleh personel rescuer, anak buah kapal (ABK) Kapal Negara KN SAR Puntadewa 250, serta staf dari bidang operasi, sumber daya, dan urusan umum.

Dalam sambutannya, Fathur Rahman menyampaikan bahwa Siaga SAR Khusus Lebaran merupakan bentuk komitmen Basarnas untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Dalam rangka pengamanan arus mudik dan balik Idulfitri serta libur panjang, personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere melaksanakan Siaga Khusus Lebaran dengan titik lokasi di bandara, pelabuhan, dan tempat wisata. Kesiapsiagaan ini merupakan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik demi keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Fathur Rahman juga membacakan sambutan Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, S.I.P., M.M., CHRMP. Dalam sambutan itu ditekankan pentingnya kesiapan personel dalam melaksanakan pemantauan dan patroli di lokasi-lokasi rawan kecelakaan.

Selain itu, seluruh personel diminta memastikan kesiapan sarana dan prasarana, termasuk peralatan serta alat komunikasi yang harus selalu dalam kondisi siap digunakan dalam operasi SAR.

“Cek kesiapan peralatan, sarana dan prasarana serta alat komunikasi dalam mode siap operasi SAR,” tegasnya.

Mobilitas masyarakat selama masa libur Lebaran diperkirakan tetap tinggi. Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, pergerakan masyarakat pada periode Lebaran 2026 diprediksi mencapai 143,91 juta orang atau turun sekitar 1,75 persen dibandingkan perkiraan tahun sebelumnya sebesar 146,48 juta orang. Namun realisasi pada 2025 bahkan tercatat lebih besar dari perkiraan, yakni mencapai 154,62 juta orang.

Tingginya mobilitas tersebut dinilai tetap berpotensi menimbulkan situasi kedaruratan, sehingga kesiapsiagaan personel SAR menjadi sangat penting, terlebih karena perayaan Lebaran tahun ini juga berdekatan dengan Hari Raya Nyepi.

Puluhan personel yang terlibat dalam Siaga SAR Khusus Lebaran 2026 tersebar di beberapa wilayah operasi, yakni Kantor SAR Maumere, Pos SAR Manggarai Barat, Pos SAR Alor, Unit Siaga SAR Ende, dan Unit Siaga SAR Lembata, termasuk dukungan dari Kapal Negara KN SAR Puntadewa 250.

Siaga SAR Khusus Lebaran ini dilaksanakan mulai 13 hingga 29 Maret 2026 dengan fokus pengamanan di titik-titik keramaian seperti bandara, pelabuhan, serta objek wisata yang diperkirakan ramai dikunjungi masyarakat selama masa liburan.

Penulis : Faidin
Sumber : Basarnas Maumere