Rab. Sep 23rd, 2026

PGI

Kemenag RI Apresiasi Semangat Kerukunan dalam Sidang MPH dan HUT PGI ke-76

KALABAHI, Bajopos.com | Kementerian Agama Republik Indonesia memberikan apresiasi terhadap semangat kerukunan, toleransi, dan persaudaraan yang tercermin selama pelaksanaan Sidang Majelis Pekerja Harian (MPH) dan Perayaan Hari Ulang Tahun ke-76 Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia yang dipusatkan di Aula Gereja GMIT Pola Tribuana Kalabahi, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Senin (25/5/2026).

Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, Fransiskus Kariyanto, saat memberikan sambutan pada acara puncak penutupan Sidang MPH dan HUT ke-76 PGI, Senin malam.

Dalam sambutannya, Fransiskus Kariyanto menyampaikan rasa syukur atas seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung aman, tertib, lancar, dan penuh sukacita.

Menurutnya, momentum Sidang MPH dan HUT PGI bukan hanya menjadi ruang konsolidasi pelayanan gereja-gereja di Indonesia, tetapi juga menjadi wadah memperkuat nilai-nilai kebangsaan, persaudaraan, dan semangat oikoumene.

“Semangat kebersamaan yang terbangun selama kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Kabupaten Alor, terus hidup dan terpelihara dengan baik,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf dari Menteri Agama Republik Indonesia yang sedianya dijadwalkan hadir secara langsung pada acara penutupan tersebut. Namun karena agenda penting kenegaraan yang tidak dapat ditinggalkan, Menteri Agama belum dapat hadir bersama peserta dan undangan.

Meski demikian, Menteri Agama tetap dijadwalkan menyapa seluruh peserta melalui sambungan video conference yang telah dipersiapkan khusus pada malam penutupan kegiatan.

Lebih lanjut, Fransiskus menyampaikan bahwa selama beberapa hari pelaksanaan Sidang MPH PGI telah lahir berbagai agenda, gagasan, serta rekomendasi penting yang diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi kehidupan gereja maupun pembangunan bangsa secara luas.

“Kami berharap seluruh buah pikiran yang dihasilkan dalam Sidang MPH dan Perayaan HUT PGI ini dapat menjadi kontribusi nyata bagi pertumbuhan pelayanan gereja-gereja di Indonesia sekaligus memperkuat kehidupan kebangsaan dan persatuan nasional,” katanya.

Pada kesempatan itu, pihak Kementerian Agama juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Alor, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan kegiatan nasional tersebut.

Menurut Fransiskus, keberhasilan pelaksanaan Sidang MPH dan HUT PGI di Kabupaten Alor menunjukkan bahwa budaya toleransi dan kehidupan masyarakat yang harmonis di NTT masih terjaga dengan baik dan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

“Semoga semangat kebersamaan, persaudaraan, dan pelayanan yang dibangun dalam momentum ini terus menjadi kekuatan dalam membangun Indonesia yang damai, harmonis, dan penuh kasih persaudaraan,” tutupnya.

Sidang MPH dan Perayaan HUT ke-76 PGI Tahun 2026 di Kabupaten Alor dihadiri pimpinan gereja dan denominasi gereja se-Indonesia, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.

Reporter : Nursan

Ketua Umum PGI: Kerukunan Umat Beragama Jangkar Ketahanan Nasional

“Kerukunan umat beragama merupakan jangkar penting dalam menjaga ketahanan nasional di tengah berbagai tantangan global yang terus berkembang.”

KALABAHI, Bajopos.com | Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia, Jacklevyn Frits Manuputty, menegaskan bahwa kerukunan umat beragama merupakan jangkar penting dalam menjaga ketahanan nasional di tengah berbagai tantangan global yang terus berkembang.

Penegasan tersebut disampaikan Pdt. Dr. Jacklevyn Fritz Manuputty, S.Th., M.Th., saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional bertema “Keesaan Tubuh Kristus yang Meresapi Shalom Allah Bersama Seluruh Ciptaan” pada rangkaian Sidang Majelis Pekerja Harian (MPH) dan Perayaan HUT ke-76 PGI Tahun 2026 di Aula Gereja GMIT Pola Tribuana Kalabahi, Kabupaten Kalabahi, Senin (25/5/2026).

Menurut Manuputty, dunia saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari krisis iklim, kerusakan lingkungan, konflik sosial, hingga berbagai disrupsi global yang memengaruhi kehidupan masyarakat dunia.

Karena itu, kehidupan beragama dituntut hadir secara nyata melalui tindakan kasih, kepedulian sosial, dan semangat menjaga persaudaraan.

“Kerukunan umat beragama adalah jangkar ketahanan nasional. Kerukunan tidak menuntut kita menjadi seragam, tetapi mengajak kita tetap bersatu di tengah perbedaan,” tegasnya.

Ia mengatakan damai sejahtera tidak boleh berhenti hanya di dalam dinding gereja, melainkan harus hadir dan dirasakan dalam kehidupan sosial masyarakat serta menjangkau seluruh ciptaan.

“Damai sejahtera harus membumi dan merengkuh seluruh ciptaan, terutama ketika bumi sedang merintih akibat krisis iklim dan berbagai tantangan global,” ujarnya.

Menurutnya, dunia saat ini membutuhkan kehidupan keagamaan yang nyata dan berdampak, bukan sekadar simbol dan ritual semata.

Iman, kata dia, harus diwujudkan dalam tindakan konkret yang menghadirkan kasih, kepedulian terhadap sesama manusia, serta tanggung jawab menjaga alam ciptaan Tuhan.

“Semakin tebal iman seseorang, maka semakin besar pula cintanya kepada sesama manusia, semakin tinggi kepeduliannya terhadap alam, dan semakin kuat komitmennya dalam menjaga kerukunan,” katanya.

Pelaksanaan HUT ke-76 PGI di Kabupaten Alor dinilai memiliki makna tersendiri karena berlangsung di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dikenal sebagai daerah dengan kehidupan toleransi dan kerukunan antarumat beragama yang kuat.

Rangkaian kegiatan Sidang MPH dan HUT PGI Tahun 2026 berlangsung sejak 21 hingga 25 Mei 2026 dengan berbagai agenda nasional dan pelayanan gerejawi.

Ketua Panitia Sidang MPH dan HUT ke-76 PGI Tahun 2026, Obeth Bolang, mengatakan pelaksanaan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum pelayanan gereja, tetapi juga memperlihatkan wajah toleransi dan persaudaraan masyarakat Alor kepada peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Obeth, berbagai kegiatan digelar selama pelaksanaan Sidang MPH dan HUT PGI, mulai dari welcome dinner bernuansa budaya Lego-Lego Taramiti Tomenuku di Pantai Sebanjar, Sidang MPH di Gereja GMIT Pola Tribuana Kalabahi, pameran UMKM masyarakat, hingga pagelaran seni budaya khas Alor.

Selain itu, para peserta juga mengikuti pelayanan ibadah di 20 gereja di Kota Kalabahi dan sekitarnya, wisata rohani ke Gereja Ismail dan Masjid Ishak sebagai simbol toleransi antarumat beragama, serta kunjungan ke ikon wisata Dugong dan Pantai Mali.

“Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperlihatkan miniatur toleransi dan keharmonisan antarumat beragama yang hidup di Alor dan Nusa Tenggara Timur,” ujar Obeth.

Pada puncak kegiatan, juga dilaksanakan Pawai Oikoumene dari SMA Katolik Santo Yosef Kalabahi menuju halaman Gereja GMIT Pola Tribuana Kalabahi yang melibatkan umat Kristen, Katolik, Islam, Hindu, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi NTT, Fransiskus Kariyanto, menyampaikan apresiasi atas semangat persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan yang terbangun selama pelaksanaan kegiatan.

Menurutnya, kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat Alor menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai kerukunan antarumat beragama tetap hidup dan terpelihara dengan baik.

“Semangat kebersamaan ini harus terus dijaga sebagai kekuatan bersama dalam membangun Indonesia yang damai, harmonis, dan penuh kasih persaudaraan,” pungkasnya.

Reporter : Nursan

HUT ke-76 PGI di Alor Jadi Momentum Perkuat Persaudaraan dan Pelayanan Gereja

KALABAHI, Bajopos.com | Perayaan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia di Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), berlangsung penuh sukacita dan nuansa persaudaraan lintas iman, Senin (25/5/2026) malam.

Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang memperkuat persatuan, pelayanan gereja, serta kontribusi nyata gereja dalam kehidupan kebangsaan dan kemasyarakatan.

Penegasan itu disampaikan Gubernur NTT, Melki Laka Lena saat melakukan kunjungan kerja ke Kalabahi untuk menghadiri dan memberikan sambutan pada puncak perayaan HUT ke-76 PGI yang dipusatkan di GMIT Pola Tribuana.

Dalam sambutannya, Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada Ketua Umum MPH-PGI beserta seluruh jajaran dan keluarga besar PGI yang telah mempercayakan Provinsi NTT, khususnya Kabupaten Alor, sebagai tuan rumah pelaksanaan Sidang MPH-PGI dan perayaan HUT ke-76 PGI.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan seluruh masyarakat NTT, saya menyampaikan selamat datang kepada seluruh keluarga besar PGI di Tanah Alor, tanah yang tidak hanya kaya alamnya, tetapi juga kaya imannya, kuat persaudaraannya, dan hangat manusianya,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pelaksanaan kegiatan gerejawi berskala nasional tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sebuah kehormatan besar sekaligus pesan penting bahwa daerah kepulauan dan wilayah perbatasan tetap memiliki posisi strategis dalam kehidupan gereja dan kehidupan bangsa.

Menurutnya, kehadiran PGI di Alor menunjukkan bahwa pelayanan gereja menjangkau seluruh wilayah Indonesia tanpa memandang letak geografis maupun jarak dari pusat pemerintahan.

Dalam kesempatan itu, gubernur juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-76 kepada PGI yang selama lebih dari tujuh dekade dinilai telah menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

“PGI terus memperkuat persatuan, menghadirkan pelayanan kemanusiaan, membangun pendidikan dan kesehatan, serta menjadi suara moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Mengangkat tema HUT PGI tahun ini, “Keesaan Tubuh Kristus yang Mengalami Syallom Allah Bersama Seluruh Ciptaan”, gubernur menilai tema tersebut sangat relevan dengan situasi kehidupan masyarakat saat ini yang membutuhkan kebersamaan, solidaritas, dan semangat berjalan bersama.

Ia mengatakan bahwa syallom Allah tidak hanya dimaknai sebagai damai di dalam gereja, tetapi juga harus hadir dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat.

“Syallom Allah harus terasa di rumah-rumah keluarga, di pasar-pasar rakyat, di kebun, di laut, di sekolah, di puskesmas, di desa-desa, hingga di pulau-pulau kecil. Syallom Allah harus menghadirkan kehidupan yang lebih adil, lebih manusiawi, lebih bersaudara, dan lebih peduli terhadap sesama serta seluruh ciptaan Tuhan,” katanya.

Gubernur juga menegaskan bahwa gereja memiliki peran strategis bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi sebagai kekuatan moral, sosial, ekonomi, bahkan kekuatan yang menghadirkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan masyarakat.

Menurutnya, gereja selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan pendidikan, pelayanan kesehatan, penguatan bagi keluarga miskin, hingga ketika bangsa membutuhkan suara moral dan kenabian.

Karena itu, pelaksanaan Sidang MPH-PGI di Alor dinilai memiliki makna strategis sebagai momentum memperkuat kontribusi gereja dalam menjawab berbagai tantangan sosial yang dihadapi bangsa saat ini.

Selain persidangan gereja, rangkaian kegiatan HUT PGI juga diisi dengan berbagai pagelaran seni budaya dan keterlibatan masyarakat lintas agama. Hal tersebut menjadi simbol kuat toleransi dan persaudaraan yang tumbuh di Kabupaten Alor dan Provinsi NTT.

“Ini adalah wajah Indonesia yang sesungguhnya. Berbeda-beda tetapi tetap satu, bersama membangun persaudaraan, menjaga toleransi, dan merawat kebangsaan,” ujarnya.

Perayaan HUT ke-76 PGI di Alor diharapkan semakin memperkuat pelayanan gereja di Indonesia, memperkokoh persatuan antarumat, serta menghadirkan damai sejahtera Tuhan bagi seluruh ciptaan.

Reporter : Nursan