Rab. Sep 23rd, 2026

pendidikan Katolik

SMAK St. Yosef Tana Ai Didorong Jadi Pusat Pendidikan Katolik Berkualitas

SIKKA, Bajopos.com – Kehadiran gedung baru di SMAK St. Yosef Tana Ai bukan sekadar penambahan ruang belajar. Lebih dari itu, pembangunan tersebut menjadi simbol dorongan serius pemerintah untuk memastikan pendidikan keagamaan di daerah terus bertumbuh dan relevan dengan tantangan zaman.

Momentum ini mengemuka dalam kunjungan Direktur Pendidikan Katolik Kementerian Agama RI, Albertus Triyatmojo, Selasa (24/2/2026). Ia meninjau langsung gedung yang telah rampung dibangun sekaligus berdialog dengan seluruh unsur sekolah.

Dalam perspektif penguatan mutu, keberadaan fasilitas baru dipandang sebagai fondasi awal. Namun, Albertus menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak berhenti pada bangunan fisik. Infrastruktur, menurutnya, harus berjalan seiring dengan pembelajaran yang terkelola baik serta peningkatan kapasitas dan profesionalitas guru.

“Gedung yang baik harus melahirkan proses belajar yang lebih efektif dan membentuk karakter peserta didik,” tekannya di hadapan para guru dan siswa.

Pembangunan ini menjadi bagian dari strategi Kementerian Agama untuk memperluas akses dan meningkatkan layanan pendidikan keagamaan, khususnya di wilayah Tana Ai. Ruang kelas yang lebih representatif diharapkan menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan kondusif, sehingga siswa dapat berkembang secara akademik maupun spiritual.

Kunjungan tersebut juga diisi dengan dialog terbuka bersama Ketua Yayasan, Kepala Sekolah, guru, dan peserta didik. Forum itu menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam membangun budaya mutu, disiplin, dan integritas di lingkungan sekolah.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka, Yosef Rangga Kapodo, menyampaikan apresiasi atas perhatian Direktorat Pendidikan Katolik terhadap sekolah-sekolah di daerah. Ia menilai dukungan tersebut memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap eksistensi SMAK St. Yosef Tana Ai sebagai lembaga pendidikan Katolik yang terus berkembang.

Sebagai bagian dari implementasi program prioritas Kementerian Agama, kegiatan ditutup dengan penanaman pohon di lingkungan sekolah. Langkah ini menegaskan bahwa penguatan pendidikan berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Dengan rampungnya gedung baru dan terbangunnya semangat kolaborasi antarunsur sekolah, SMAK St. Yosef Tana Ai diharapkan semakin mantap melahirkan generasi yang berkarakter, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi masyarakat Nian Tana Sikka.(Faidin)

Penegerian Dua SMAK di Sikka Masuk Tahap Penguatan

SIKKA, Bajopos.com – Upaya peningkatan kualitas sekaligus perluasan akses pendidikan keagamaan Katolik di Kabupaten Sikka terus bergerak ke tahap yang lebih konkret. Hal itu mengemuka dalam pertemuan antara Direktur Pendidikan Katolik Kementerian Agama RI, Albertus Triyatmojo, dan Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, Selasa (24/2/2026), di ruang kerja Bupati Sikka.

Audiensi tersebut turut melibatkan Tim Visitasi Penilai, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka, para ketua yayasan, kepala SMAK se-Kabupaten Sikka, serta Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pendidikan Katolik Kanwil Kemenag Provinsi NTT. Dalam pertemuan itu penekanannya lebih kepada pentingnya kebijakan pendidikan yang terarah serta berdampak langsung bagi masyarakat.

Albertus Triyatmojo menegaskan bahwa rencana penegerian SMAK St. Petrus Kewa Pante dan SMAK St. Benedictus Palu’e merupakan bagian dari agenda strategis pemerintah pusat untuk memperkuat pendidikan keagamaan di daerah.

Menurutnya, proses alih status menjadi sekolah negeri tidak semata administratif, melainkan harus berjalan sesuai ketentuan regulasi, terukur, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan. Penegerian diharapkan memperkuat tata kelola kelembagaan, mendorong peningkatan sarana-prasarana, serta memperkokoh kapasitas sumber daya manusia di lingkungan sekolah.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan aspek teknis, mulai dari ketersediaan lahan hingga dukungan pemerintah daerah. Seluruh persyaratan tersebut dinilai krusial agar kebijakan penegerian benar-benar memberi manfaat jangka panjang bagi generasi muda di Kabupaten Sikka.

Selain membahas dua SMAK yang diusulkan untuk dinegerikan, audiensi juga menyoroti kebutuhan pembebasan lahan untuk akses jalan menuju SMAK St. Maria Monte Carmelo. Akses yang memadai dipandang penting guna menjamin kelancaran kegiatan belajar mengajar sekaligus keselamatan warga sekolah.

Menanggapi hal itu, Bupati Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan pendidikan keagamaan di Sikka. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sikka untuk mendukung penuh proses penegerian sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.

Pemerintah daerah, lanjutnya, siap menindaklanjuti aspek teknis yang menjadi kewenangan daerah, termasuk dukungan penyediaan akses dan fasilitas penunjang pendidikan melalui kolaborasi lintas sektor.

Pertemuan ini dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat fondasi pendidikan keagamaan Katolik di Nian Tana Sikka. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para penyelenggara pendidikan diharapkan melahirkan kebijakan yang berkelanjutan, transformatif, dan memberi dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di daerah.(Faidin)

Visitasi Penegerian SMAK St. Petrus Kewa Pante Uji Kesiapan Tata Kelola dan Legalitas Aset

SIKKA, Bajopos.com – Proses alih status SMAK St. Petrus Kewa Pante menuju sekolah negeri memasuki tahap krusial. Direktur Pendidikan Katolik Kementerian Agama Republik Indonesia, Albertus Triyatmojo, turun langsung memimpin visitasi dan evaluasi kelayakan penegerian di sekolah tersebut, Selasa (24/2/2026).

Visitasi ini bukan sekadar agenda seremonial. Tim penilai melakukan audit menyeluruh terhadap kesiapan lembaga, mulai dari kelengkapan dokumen administratif, legalitas dan status lahan, struktur organisasi, hingga data pendidik dan tenaga kependidikan. Aspek akademik, jumlah peserta didik, serta kondisi ruang kelas dan fasilitas pendukung turut menjadi perhatian utama.

Albertus menegaskan, penegerian harus berdiri di atas prinsip objektivitas dan akuntabilitas. Menurutnya, perubahan status bukan sekadar administratif, melainkan transformasi tata kelola yang berimplikasi pada mutu layanan pendidikan.

“Visitasi ini memotret kondisi riil sekolah sekaligus menjadi dasar penyusunan rekomendasi perbaikan. Penegerian harus membawa dampak nyata bagi kualitas pembelajaran dan profesionalitas guru,” ujarnya.

Dalam sesi dialog, tim juga menggali komitmen yayasan dan pihak sekolah, khususnya terkait kesiapan penyerahan aset sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Proses ini dinilai penting untuk memastikan tidak ada kendala hukum maupun administratif di kemudian hari.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka, Yosef Rangga Kapodo, menekankan bahwa pihaknya mengawal proses tersebut secara serius dan terukur. Ia menyebut visitasi sebagai tahapan penentu sebelum rekomendasi penegerian diterbitkan.

“Semua persyaratan harus dipenuhi secara sistematis. Jika terealisasi, penegerian ini diharapkan menjadi titik tolak peningkatan mutu pendidikan keagamaan di Kabupaten Sikka,” katanya.

Dukungan pemerintah pusat melalui Direktorat Pendidikan Katolik dinilai menjadi energi tambahan bagi sekolah untuk terus berbenah. Harapannya, status negeri nantinya memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan keagamaan sekaligus mendorong lahirnya generasi yang beriman, cerdas, dan berkarakter.

Sebagai bagian dari implementasi Asta Protas Kementerian Agama, khususnya penguatan kepedulian ekologis, kegiatan ditutup dengan penanaman pohon matoa di lingkungan sekolah. Simbol ini menegaskan bahwa pembangunan pendidikan berjalan seiring dengan komitmen menjaga kelestarian lingkungan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Kewapante, Ketua Yayasan, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pendidikan Katolik Kanwil Kemenag Provinsi NTT, serta para guru. Kehadiran berbagai unsur ini memperlihatkan sinergi lintas pihak dalam mengawal proses penegerian agar berjalan transparan dan berdampak bagi masyarakat Nian Tana Sikka.(Faidin)

Negara dan Gereja Perkuat Kolaborasi, Dua SMAK di Sikka Diusulkan Berstatus Negeri

SIKKA, Bajopos.com – Upaya memperluas akses pendidikan Katolik bermutu di Kabupaten Sikka memasuki fase baru. Dalam pertemuan di Lepo Bispu, Senin (23/2/2026), Uskup Edwaldus Martinus Sedu bersama Direktur Pendidikan Katolik Kementerian Agama RI, Albertus Triyatmojo, menyatakan komitmen bersama mendorong alih status dua Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) menjadi sekolah negeri.

Dua sekolah yang diusulkan masuk dalam program tersebut adalah SMAK St. Petrus Kewa Pante dan SMAK St. Benedictus Palu’e. Penegerian ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menjawab kebutuhan layanan pendidikan di wilayah kepulauan dan daerah terpencil di Kabupaten Sikka, sekaligus memperkuat mutu pendidikan berbasis iman Katolik.

Direktur Pendidikan Katolik Kementerian Agama RI menegaskan, kebijakan penegerian bukan sekadar perubahan status administratif. Menurutnya, langkah tersebut mencakup transformasi tata kelola pendidikan, mulai dari pembiayaan yang lebih stabil, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penguatan sistem manajemen sekolah yang sesuai standar nasional pendidikan.

Dengan status negeri, sekolah akan memperoleh dukungan anggaran yang lebih terjamin, akses program peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, serta peluang pengembangan sarana dan prasarana. Pemerintah, kata dia, berkomitmen mengawal proses sesuai regulasi dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Gereja sebagai pemangku kepentingan utama. Kesiapan dokumen, kejelasan status aset, dukungan yayasan, serta komitmen bersama menjadi prasyarat agar proses penegerian berjalan tertib tanpa menghilangkan kekhasan pendidikan Katolik.

“Identitas dan nilai iman Katolik harus tetap menjadi ruh dalam penyelenggaraan pendidikan, sekaligus memastikan lahirnya generasi unggul secara akademik dan berintegritas,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Uskup Keuskupan Maumere menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut. Ia menilai kehadiran negara dalam memperkuat pelayanan pendidikan Katolik merupakan bentuk kolaborasi yang positif dan konstruktif.

Menurutnya, penegerian membuka peluang bagi Gereja untuk memperluas karya pelayanan melalui sistem pendidikan yang lebih profesional, tertata, dan berdaya saing. Dukungan pastoral dan koordinasi internal Gereja akan terus diperkuat agar seluruh tahapan berjalan lancar serta tetap berlandaskan nilai-nilai iman.

Kolaborasi antara Direktorat Pendidikan Katolik Kementerian Agama RI, Keuskupan Maumere, pemerintah daerah, dan elemen Gereja diharapkan menjadi fondasi sistem pendidikan Katolik yang lebih kokoh dan berkelanjutan, sekaligus berdampak nyata bagi pengembangan generasi muda di Nian Tana Sikka.(Faidin)

Dorong Transformasi Sekolah Berasrama, Ditjen Bimas Katolik Kunjungi SMAK Monte Carmelo

SIKKA, Bajopos.com – Arah baru penguatan sekolah berasrama mulai ditegaskan dalam kunjungan kerja Direktur Pendidikan Katolik Kementerian Agama RI, Albertus Triyatmojo, ke SMAK Sta. Maria Monte Carmelo, Senin (23/2/2026).

Kunjungan ini tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum evaluasi sekaligus penegasan target mutu yang lebih terukur bagi sekolah tersebut.

Didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka, Yosef Rangga Kapodo, rombongan meninjau langsung gedung baru serta sejumlah fasilitas penunjang pembelajaran.

Monitoring ini menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan infrastruktur sebelum sekolah melangkah ke fase penguatan kelembagaan.

Kepala SMAK Sta. Maria Monte Carmelo, Rm. Beny, O.Carm. memaparkan peta jalan pengembangan sekolah, mulai dari peningkatan kualitas akademik hingga pembinaan karakter berbasis asrama.

Menurutnya, pembenahan terus dilakukan agar layanan pendidikan semakin profesional dan responsif terhadap kebutuhan zaman.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Katolik menegaskan bahwa orientasi sekolah harus jelas dan terukur, salah satunya melalui target Akreditasi A.

Ia menekankan bahwa akreditasi bukan sekadar administrasi, melainkan indikator tata kelola, mutu tenaga pendidik, serta efektivitas sistem pembelajaran.

“Mutu pendidikan Katolik harus tampak dalam manajemen yang rapi, proses belajar yang berkualitas, dan dampaknya bagi karakter peserta didik,” tegasnya.

Sebagai sekolah berasrama, Dirut memberi penilaian bahwa SMAK Monte Carmelo memiliki keunggulan dalam pembentukan karakter secara menyeluruh. Kehadiran kapela dan pola pembinaan harian menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai spiritual, kedisiplinan, dan integritas sebagai fondasi pendidikan Katolik.

Selain penguatan akademik, perhatian juga diarahkan pada pengembangan sekolah yang ramah lingkungan. Lingkungan belajar yang bersih, tertata, dan hijau dipandang penting untuk menumbuhkan kesadaran ekologis siswa sejak dini. Simbol komitmen itu diwujudkan melalui penanaman pohon matoa di area sekolah usai peninjauan fasilitas.

Kunjungan tersebut turut melibatkan tim penilai evaluasi kelayakan penegerian serta Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pendidikan Katolik Kanwil Kemenag NTT. Kehadiran tim ini menandai proses pendampingan yang lebih komprehensif dalam memperkuat status dan tata kelola kelembagaan sekolah.

Dengan dukungan yayasan, tenaga pendidik, serta pemerintah, SMAK Monte Carmelo diharapkan mampu bertransformasi menjadi sekolah Katolik yang kompetitif, tidak hanya di tingkat Kabupaten Sikka, tetapi juga di kancah nasional dan internasional. Penguatan mutu, manajemen berkelanjutan, serta kepedulian lingkungan menjadi tiga pilar utama yang kini digenjot secara simultan.(Faidin)