Sen. Mei 25th, 2026

Nagekeo

Siswa SMA di Boawae Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Pondok Kebun

MBAY, Bajopos.com – Seorang siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Boawae, Kabupaten Nagekeo, berinisial B, ditemukan meninggal dunia diduga akibat gantung diri menggunakan seutas tali nilon pada Jumat (10/4/2026).

Peristiwa tragis ini terjadi di sebuah pondok kebun yang berada di wilayah Kecamatan Boawae. Korban pertama kali ditemukan oleh warga yang hendak memberi makan ternak di lokasi tersebut.

Kasi Humas Polres Nagekeo, IPTU Daniel Melkianus Tunu, saat dikonfirmasi wartawan pada Jumat malam membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa peristiwa itu diketahui sekitar pukul 10.45 WITA berdasarkan keterangan saksi di lokasi.

“Benar, telah terjadi peristiwa gantung diri yang menimpa seorang siswa SMA di wilayah Boawae. Korban ditemukan di sebuah pondok dalam kondisi tergantung dengan jeratan tali nilon di bagian leher,” ujar IPTU Daniel Melkianus Tunu.

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula sekitar pukul 10.30 WITA saat salah satu saksi datang ke pondok untuk memberi makan dan minum sapi. Selang beberapa menit kemudian, saksi lainnya, Thomas To (TT), datang ke lokasi untuk mengambil air.

Saat itulah TT melihat korban sudah dalam posisi tergantung.

Dalam keterangannya, TT mengaku sempat memanggil korban karena mengira sedang bercanda.

“Saya lihat dia tergantung, saya kira dia main-main. Saya panggil dia, ‘Brian… Brian, mae main gila ola negha leza’ (Brian, jangan bercanda, ini sudah siang), tapi dia tidak jawab,” ungkap TT.

Karena tidak mendapat respons, TT mengaku sempat menyentuh bagian celana korban. Namun, ia kemudian merasa takut dan segera mencari pertolongan.

“Saya sempat pegang celananya karena tidak ada jawaban. Tapi saya takut, jadi saya lari ke pondok dekat dan kasih tahu saudara Kristoforus Abe bahwa korban gantung diri,” lanjutnya.

Karena kondisi Kristoforus Abe sedang sakit, TT kembali berlari mencari bantuan dan bertemu dengan saksi lain, Yohanes To. Ia kemudian menyampaikan kejadian tersebut sebelum keduanya kembali ke lokasi.

Setelah itu, mereka menghubungi keluarga korban serta meminta bantuan aparat kepolisian.

“Kami langsung ke TKP lagi dan telepon keluarga di kampung, lalu minta bantuan ke Polsek Boawae supaya datang amankan lokasi,” tambah TT.

Pihak kepolisian yang menerima laporan kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengamanan serta penyelidikan awal.

IPTU Daniel Melkianus Tunu menambahkan bahwa hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait motif korban mengakhiri hidupnya.

“Untuk motif, hingga saat ini masih dalam penyelidikan. Kami juga telah meminta keterangan dari para saksi yang pertama kali menemukan korban,” jelasnya.

Peristiwa ini menambah daftar kasus bunuh diri yang melibatkan pelajar di Nusa Tenggara Timur (NTT), dan menjadi perhatian serius bagi keluarga, sekolah, serta masyarakat untuk meningkatkan pengawasan dan pendampingan terhadap anak-anak dan remaja.

Reporter : Yosafan R. Dhae
Editor : Redaksi

Warga Aesesa Serbu Pasar Murah Polres Nagekeo di Pasar Danga

NAGEKEO, BAJOPOS.COM – Warga Kelurahan Danga, kecamatan Aesesa, Nagekeo menyerbu Gerakan Pasar Murah yang di buka oleh Polres Nagekeo pada Jumad, 13/3/2026 pagi.

Kegiatan yang dipimpin Kasat Binmas Yanche Dhai itu digelar upaya mempermudah masyarakat dalam mendapatkan bahan pokok dengan harga yang relatif murah di tengah tekanan ekonomi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kasat Binmas Polres Nagekeo, Yanche Dhai kepada media mengatakan bahwa gerakan pasar murah tersebut merupakan agenda rutin yang terus dilakukan Polres Nagekeo.

Dijelaskan, bahwa selain menjaga stabilitas harga bahan pokok, demikian juga bertujuan membantu mengatasi persoalan tekanan ekonomi di tengah masyarakat.

“Gerakan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kondisi masyarakat, terutama dalam menjaga stabiitas harga dan memastikan masyarakat tetap bisa mendapatkan beras dengan harga yang lebih murah,” terang Yanche.

Ditegaskan bahwa gerakan pasar murah pula bagian dari komitmen Polri dalam mengantisipasi rawan pangan di tengah masyarakat, sehingga dikatakan harga tersebut tentu dapat di jangkau oleh masyarakat kecil.

Adapun sejumlah bahan pokok yang dijual dengan kisaran harga sebagai berikut; beras ukuran 5 kilogram dijual Rp58.000 per karung, sementara minyak goreng merek ‘Minyak Kita’ ukuran 1 liter dijual seharga Rp15.000 dan ukuran 2 liter dijual Rp30.000. Dimana harga demikian disebut lebih rendah dari harga pasar.

Harga tersebutpun kata Yanche telah disesuaikan dengan daya beli masyarakat, sehingga program ini benar-benar menyasar warga yang membutuhkan.

“Harapannya kegiatan ini bisa membantu masyarakat kecil agar tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya.

Pasar murah yang digelarpun mendapat antusias warga. Pantauan media, sejak pagi banyak masyarakat datang ke lokasi pasar murah untuk berbelanja bahan pokok yang menjadi keperluan mereka.

Jurnalis : Yosafat R. Dhae
Editor : Redaksi

Kapolres Nagekeo Turun ke Jalan, Bagikan 300 Paket Takjil untuk Warga Aesesa Nagekeo

NAGEKEO, BAJOPOS.COM – Suasana sore di depan Polsek Aesesa, Kamis (12/3/2026), tampak berbeda. Kapolres Nagekeo, AKBP Rachmat Muchamad Salihi, S.I.K., M.H., bersama istri dan jajaran Polres Nagekeo turun langsung ke jalan membagikan takjil kepada masyarakat yang melintas.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 17.00 Wita ini dilakukan menjelang waktu berbuka puasa. Sore itu tampak Kapolres bersama anggota kepolisian dan Ibu Bhayangkari membagikan 300 paket takjil kepada pengendara maupun warga yang melintas di ruas jalan depan Polsek Aesesa.

Takjil yang dibagikan diantaranya berupa minuman es buah segar untuk membantu masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa saat berbuka.

Kapolres Nagekeo, Rachmat Muchamad Salihi bersama Ibu Bhayangkari dan jajaran turun langsung ke jalanan berbagi takjil.

Kapolres Nagekeo, AKBP Rachmat Muchamad Salihi mengatakan kegiatan berbagi takjil ini merupakan bentuk kepedulian kepolisian kepada masyarakat sekaligus momentum mempererat hubungan silaturahmi di bulan suci Ramadan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Selain itu juga untuk mempererat tali silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang turut membangun kebersamaan dan kepedulian sosial.

Menariknya, pembagian takjil tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi warga yang berpuasa, tetapi juga diberikan kepada siapa saja yang melintas di depan Polsek Aesesa sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian.

Kegiatan berlangsung lancar dan disambut antusias oleh warga sekitar, terutama yang melintas. Kegiatan pembagian ratusan paket takjil pun disambut antusias warga sekitar, tak sedikit dari warga yang menerima paket takjil mengaku senang sore itu.

Saat menerima takjil pantauan media ini warga merasa senang, terima kasih dari masyarakat mewarnai kegiatan berbagi sore itu.

Jurnalis : Yosafat Robertus Dhae
Editor : Redaksi