Rab. Sep 23rd, 2026

Melanie Subono

Melanie Subono Kembali Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Nagekeo di Desa Tonggurambang

Nagekeo, Bajopos.com | Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus mengalir. Bantuan kemanusiaan kembali disalurkan oleh Rumah Harapan bersama Melanie Subono dari Jakarta untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak bencana, Rabu (19/8/2026).

Bantuan tersebut disalurkan melalui Koordinator Rumah Harapan di Kabupaten Lembata, Alfian Rayabelen, untuk kemudian diteruskan kepada warga terdampak gempa di sejumlah wilayah Kabupaten Nagekeo, termasuk masyarakat di Desa Tonggurambang.

Bantuan yang diberikan berupa sembako dan kebutuhan dasar, di antaranya beras, telur, mi instan, air mineral serta sejumlah kebutuhan lainnya yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan warga di lapangan.

Penyaluran bantuan diprioritaskan bagi warga terdampak yang memiliki alamat dan lokasi yang jelas, terutama masyarakat yang hingga kini belum tersentuh bantuan pemerintah maupun bantuan dari pihak lainnya.

Langkah tersebut dilakukan agar bantuan kemanusiaan benar-benar sampai kepada warga yang paling membutuhkan, khususnya mereka yang masih bertahan dalam kondisi sulit setelah gempa bumi mengguncang wilayah Flores.

Salah seorang warga terdampak, Sarif, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Melanie Subono dan Rumah Harapan atas kepedulian yang diberikan kepada masyarakat Nagekeo.

“Terima kasih banyak kepada Kak Melanie Subono dan Rumah Harapan yang sudah memberikan bantuan kepada kami. Bantuan beras, telur dan air mineral ini sangat berarti bagi warga yang terdampak gempa,” ungkapnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan Hayat. Ia mengapresiasi perhatian Melanie Subono dan Rumah Harapan yang ikut membantu masyarakat terdampak bencana di Nagekeo.

Menurutnya, bantuan seperti ini sangat dibutuhkan warga, terutama dalam situasi pascabencana ketika sebagian masyarakat masih menghadapi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bagi warga terdampak, bantuan yang datang bukan sekadar sembako untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum. Lebih dari itu, bantuan tersebut menjadi tanda bahwa perhatian dan kepedulian terhadap mereka masih terus mengalir.

Kehadiran Rumah Harapan dan Melanie Subono di tengah situasi pascagempa juga menunjukkan bahwa solidaritas kemanusiaan tidak mengenal jarak. Dari Jakarta hingga Nusa Tenggara Timur, kepedulian terus bergerak untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.

Bagi warga Desa Tonggurambang dan masyarakat terdampak lainnya, bantuan tersebut menjadi penguat semangat untuk terus bertahan dan bangkit setelah bencana.

Di tengah keterbatasan dan ketidakpastian pascagempa, perhatian dari berbagai pihak menjadi pengingat bagi para penyintas bahwa mereka tidak sendirian menghadapi masa sulit.

Reporter : Zainudin Abdullah
Editor : Faidin

BREAKING NEWS: Di Tengah Gempa M 7,0 Nagekeo, Para Jurnalis Dipercaya Salurkan Bantuan

NAGEKEO, BAJOPOS.COM | Di tengah kepanikan warga akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,0 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, kepedulian kemanusiaan bergerak cepat.

Menariknya, bantuan darurat dari Rumah Harapan yang digerakkan aktris, aktivis, sekaligus musisi Melanie Subono tersebut dipercayakan untuk disalurkan melalui para jurnalis di daerah terdampak.

Kepercayaan tersebut bukan sekadar karena para jurnalis berada di lokasi. Mereka dinilai memiliki akses langsung terhadap informasi, mampu melihat kondisi masyarakat secara faktual, sekaligus mengetahui kebutuhan warga terdampak bencana di lapangan.

Gempa M 7,0 mengguncang Kabupaten Nagekeo pada Sabtu. Gempa tersebut dilaporkan berada pada kedalaman 10 kilometer dengan pusat gempa sekitar 38 kilometer di timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Guncangan kuat dirasakan di sejumlah wilayah, terutama kawasan pesisir utara Nagekeo. Gempa juga dilaporkan berpotensi memicu tsunami sehingga warga yang berada di kawasan pesisir bergerak mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi.

Berdasarkan pantauan media di lapangan, sejumlah rumah warga di beberapa desa sepanjang pesisir pantai utara mengalami kerusakan. Kerusakan dilaporkan mulai dari bangunan yang retak hingga sejumlah rumah yang mengalami kerusakan berat.

Kondisi semakin mencekam karena guncangan susulan masih dirasakan masyarakat. Sebagian warga memilih bertahan di lokasi pengungsian dan belum berani kembali ke rumah karena khawatir terjadi gempa susulan yang lebih kuat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun total kerusakan yang ditimbulkan.

Jurnalis Tak Hanya Membawa Berita

Di tengah situasi tersebut, peran jurnalis mengambil dimensi yang berbeda.

Bukan hanya menjadi mata dan telinga publik dalam memberitakan bencana, sejumlah jurnalis justru dipercaya menjadi bagian dari rantai kemanusiaan untuk memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Bantuan dari Rumah Harapan bermula dari informasi darurat yang disampaikan Alfian Rayabelen dari Kabupaten Lembata kepada Melanie Subono mengenai kondisi masyarakat di Flores yang terdampak gempa.

Mendapat informasi tersebut, Melanie langsung merespons dengan mengirimkan bantuan dana melalui rekening Alfian Rayabelen agar kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat dipenuhi pada hari yang sama.

Setelah bantuan diterima, Alfian kemudian menyalurkan dana tersebut kepada para perwakilan di masing-masing daerah terdampak.

Yang menarik, seluruh perwakilan yang dipercaya untuk membantu proses penyaluran tersebut merupakan jurnalis.

Keputusan itu menunjukkan adanya kepercayaan terhadap posisi jurnalis yang berada dekat dengan masyarakat dan memiliki akses terhadap informasi lapangan.

Menurut Alfian Rayabelen, jurnalis memiliki keunggulan dalam mengetahui kondisi riil masyarakat. Mereka dapat melihat langsung siapa yang terdampak, kebutuhan apa yang paling mendesak, serta wilayah mana yang membutuhkan bantuan.

Tidak hanya itu, para jurnalis juga memiliki kemampuan menyampaikan informasi secara lebih luas. Dengan demikian, kondisi masyarakat yang terdampak bencana dapat diketahui oleh publik, termasuk masyarakat dan pihak-pihak yang berada di luar Pulau Flores.

Dari Informasi Menjadi Aksi Kemanusiaan

Skema bantuan tersebut bergerak dari informasi, kemudian menjadi aksi nyata.

Setelah dana disalurkan kepada perwakilan di daerah, bantuan kemudian dibelanjakan di wilayah masing-masing dalam bentuk kebutuhan pokok.

Kebutuhan tersebut selanjutnya disalurkan kepada warga yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo.

Dengan cara tersebut, bantuan tidak sekadar dikirim dari jauh, tetapi diupayakan agar dibelanjakan sesuai kebutuhan masyarakat di daerah terdampak.

Peran para jurnalis menjadi penting karena mereka berada langsung di tengah masyarakat. Di satu sisi, mereka menjalankan tugas jurnalistik untuk menyampaikan informasi mengenai bencana. Di sisi lain, mereka ikut memastikan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau warga yang membutuhkan.

Bantuan Sangat Berarti

Salah seorang warga Desa Tonggurambang, Abdul Kadar, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Rumah Harapan atas kepedulian yang diberikan kepada masyarakat terdampak gempa.

“Terima kasih kepada Rumah Harapan yang sudah peduli kepada kami. Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan akibat gempa,” ungkap Abdul Kadar.

Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat yang sedang berada dalam kondisi sulit akibat bencana.

Apresiasi serupa disampaikan Fardiani. Ia mengaku terharu melihat kepedulian yang datang di tengah kondisi masyarakat yang masih diliputi kekhawatiran.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Rumah Harapan, khususnya Kak Melanie Subono dan Bapak Alfian Rayabelen, yang telah menunjukkan kepedulian dan memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa. Semoga segala kebaikan ini mendapat balasan yang berlimpah,” tuturnya.

Jurnalis, Saksi Bencana Sekaligus Penghubung Bantuan

Peristiwa gempa Nagekeo kali ini memperlihatkan sisi lain dari profesi jurnalistik. Di tengah bencana, jurnalis tidak hanya berada di lokasi untuk mencatat peristiwa dan menyampaikan kabar kepada publik.

Mereka juga dipercaya menjadi penghubung antara kepedulian dari luar daerah dengan masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan.

Kepercayaan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya informasi yang akurat dalam situasi bencana. Ketika informasi mengenai kondisi warga tersampaikan dengan cepat, bantuan pun dapat bergerak lebih cepat menuju titik yang membutuhkan.

Bagi masyarakat terdampak, bantuan tersebut bukan hanya soal kebutuhan pokok. Kehadiran bantuan juga menjadi pesan bahwa mereka tidak sendirian menghadapi situasi sulit.

Sementara bagi para jurnalis yang dipercaya menyalurkan bantuan, tugas tersebut menjadi bentuk tanggung jawab sosial di tengah masyarakat yang sedang menghadapi bencana.

Gempa boleh mengguncang tanah Nagekeo. Namun di tengah kepanikan dan ketidakpastian, kepedulian bergerak melalui tangan-tangan yang dipercaya—dan kali ini, para jurnalis menjadi salah satu penghubung pentingnya.

Reporter : Zainudin Abdullah | Editor : Faidin

BREAKING NEWS: Gempa M 7,0 Guncang Nagekeo, Rumah Warga Rusak, Pesisir Mengungsi hingga Bantuan Rumah Harapan Tiba

NAGEKEO, BAJOPOS.COM | Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,0 kembali mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15/08/2026 pagi.

Guncangan kuat yang terjadi di wilayah tersebut membuat warga panik, terutama masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir pantai utara Kabupaten Nagekeo.

Gempa dilaporkan terjadi pada kedalaman 10 kilometer dengan pusat gempa berada sekitar 38 kilometer di timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Gempa tersebut juga dilaporkan berpotensi memicu tsunami sehingga masyarakat yang berada di kawasan pesisir diminta tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.

Kuatnya guncangan membuat masyarakat berhamburan keluar dari rumah. Berdasarkan pantauan media di lapangan, sejumlah rumah warga di beberapa desa yang berada di sepanjang pesisir pantai utara Nagekeo mengalami kerusakan.

Kerusakan yang terlihat bervariasi, mulai dari bagian bangunan yang mengalami retak hingga sejumlah rumah yang dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat kuatnya guncangan.

Situasi semakin membuat warga panik setelah adanya peringatan mengenai potensi tsunami. Warga yang tinggal di kawasan pesisir kemudian memilih meninggalkan rumah dan bergerak menuju lokasi yang lebih tinggi untuk menghindari kemungkinan terjadinya gelombang tsunami.

Guncangan Susulan Masih Dirasakan

Di tengah kepanikan tersebut, guncangan gempa susulan masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Nagekeo.

Kondisi ini membuat sebagian warga memilih tetap bertahan di lokasi pengungsian. Mereka belum berani kembali ke rumah masing-masing karena khawatir terjadi gempa susulan dengan kekuatan yang lebih besar.

Sejumlah warga bahkan memilih menghabiskan waktu di tempat terbuka dan lokasi yang dianggap lebih aman bersama keluarga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun total kerugian dan kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.

Situasi di sejumlah wilayah terdampak masih terus dipantau, sementara masyarakat diimbau untuk tetap tenang, waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, serta mengikuti perkembangan informasi resmi dari pihak berwenang.

Bantuan Kemanusiaan Mulai Berdatangan

Di tengah situasi darurat yang dihadapi masyarakat Nagekeo, bantuan kemanusiaan mulai berdatangan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.

Salah satu bantuan darurat datang dari Rumah gemprum melalui perwakilannya, aktris, aktivis, sekaligus musisi Melanie Subono.

Bantuan tersebut bermula dari informasi mengenai kondisi masyarakat Flores yang terdampak gempa. Informasi darurat itu disampaikan Alfian Rayabelen dari Kabupaten Lembata kepada Melanie Subono.

Mendapat informasi tersebut, Melanie langsung merespons dengan mengirimkan bantuan dana melalui rekening Alfian Rayabelen agar kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat segera dipenuhi pada hari yang sama.

Langkah cepat tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penyaluran dana kepada para perwakilan di masing-masing daerah yang terdampak gempruma

Jurnalis Dipercaya Salurkan Bantuan

Ada hal menarik dalam mekanisme penyaluran bantuan tersebut. Para perwakilan yang dipercaya untuk menyalurkan bantuan di daerah masing-masing seluruhnya merupakan jurnalis.

Menurut Alfian Rayabelen, jurnalis dipilih bukan tanpa alasan. Para jurnalis dianggap memiliki akses langsung terhadap informasi dan data mengenai kondisi masyarakat di lapangan.

Selain dapat mengetahui kebutuhan warga secara lebih cepat, jurnalis juga dinilai memiliki kemampuan untuk menyampaikan informasi mengenai kondisi masyarakat terdampak kepada publik secara luas.

Hal tersebut menjadi penting, khususnya bagi masyarakat, lembaga maupun pihak-pihak yang berada di luar Pulau Flores agar dapat mengetahui secara langsung kondisi warga yang sedang menghadapi bencana.

Dengan mekanisme tersebut, bantuan yang diterima kemudian dibelanjakan di daerah masing-masing dalam bentuk kebutuhan pokok. Barang-barang kebutuhan dasar tersebut selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo.

Penyaluran bantuan diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi darurat, terutama bagi masyarakat yang masih bertahan di lokasi pengungsian dan belum dapat kembali ke rumah.

Warga Sampaikan Terima Kasih

Salah seorang warga Desa Tonggurambang, Abdul Kadar, menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada Rumah Harapan atas kepedulian yang diberikan kepada masyarakat terdampak gempa.

“Terima kasih kepada Rumah Harapan yang sudah peduli kepada kami. Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan akibat gempa,” ungkap Abdul Kadar.

Menurutnya, bantuan tersebut memiliki arti penting bagi warga yang sedang menghadapi kondisi sulit pascagempa. Di saat masyarakat masih diliputi kekhawatiran terhadap kemungkinan gempa susulan, bantuan kebutuhan pokok menjadi salah satu bentuk dukungan yang sangat dibutuhkan.

Apresiasi juga disampaikan Fardiani. Ia mengaku bersyukur atas kepedulian dan respons cepat Rumah Harapan dalam membantu masyarakat terdampak gempa di Nagekeo.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Rumah Harapan, khususnya Kak Melanie Subono dan Bapak Alfian Rayabelen, yang telah menunjukkan kepedulian dan memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa. Semoga segala kebaikan ini mendapat balasan yang berlimpah,” tuturnya.

Warga Masih Menunggu Kepastian Kondisi

Gempa M 7,0 tersebut tidak hanya meninggalkan kerusakan pada sejumlah bangunan, tetapi juga membuat masyarakat pesisir Nagekeo berada dalam situasi penuh kecemasan.

Warga masih memilih bertahan di tempat-tempat yang dianggap aman sambil memantau perkembangan situasi. Kekhawatiran terhadap gempa susulan menjadi alasan utama sebagian masyarakat belum berani kembali ke rumah.

Di sisi lain, bantuan yang mulai bergerak dari berbagai pihak menjadi harapan baru bagi masyarakat terdampak.

Kepedulian Rumah Harapan melalui Melanie Subono dan Alfian Rayabelen menunjukkan bahwa respons kemanusiaan dapat bergerak cepat ketika informasi dari lapangan tersampaikan dengan baik.

Untuk sementara, masyarakat diminta tetap mengutamakan keselamatan, menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan, serta tidak kembali ke kawasan yang dinilai berisiko sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

Perkembangan mengenai jumlah korban, kerusakan bangunan, kondisi warga yang mengungsi, maupun potensi gempa susulan masih menunggu pendataan dan laporan resmi dari instansi terkait.

Reporter : Zainudin Abdullah | Editor : Faidin