Kam. Sep 24th, 2026

Kebakaran Hutan

Kemarau Makin Mengkhawatirkan, Pemkab Berau Gelar Salat Istisqa

TANJUNG REDEB, BERAU — Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Berau dalam beberapa waktu terakhir mulai berdampak pada kondisi lingkungan. Cuaca panas dan minimnya curah hujan turut meningkatkan risiko terjadinya kebakaran di sejumlah wilayah.

Sebagai bentuk ikhtiar dan doa memohon turunnya hujan, Pemerintah Kabupaten Berau menggelar Salat Istisqa pada Minggu, 30 Agustus 2026, bertempat di Lapangan GOR Pemuda, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau.

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar diberikan hujan yang membawa manfaat serta mengakhiri kondisi kemarau yang berkepanjangan.

Selain berdampak terhadap kebutuhan air masyarakat, kondisi kemarau juga meningkatkan potensi kebakaran lahan dan hutan. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Salat Istisqa diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama, sekaligus mengingatkan masyarakat pentingnya menjaga lingkungan dan menghadapi dampak kemarau secara bersama-sama.

 

Reporter : Andhy

Anggota DPRD Berau Gideon Andris Imbau Masyarakat Waspadai Karhutla

BERAU, Bajopos.com | Anggota DPRD Kabupaten Berau, Gideon Andris, SE., M.AP., mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Berau, Kamis, 27 Agustus 2026

Gideon mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran saat membuka maupun membersihkan lahan. Terlebih, kondisi cuaca yang kering dapat meningkatkan risiko api cepat menyebar dan sulit dikendalikan.

Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kebakaran kepada pihak terkait.

“Pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama. Jangan membuka lahan dengan cara membakar dan mari kita lebih peduli terhadap lingkungan sekitar,” imbaunya.

Menurut Gideon, upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini dengan melibatkan masyarakat, pemerintah, aparat, serta seluruh pemangku kepentingan.

Ia berharap masyarakat Kabupaten Berau dapat meningkatkan kepedulian dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Mari kita jaga hutan dan lahan kita. Jangan sampai kelalaian hari ini menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan kerusakan lingkungan di kemudian hari,” pungkasnya.

Reporter : Andi