Rab. Sep 23rd, 2026

Gempa

Bupati Sikka Apresiasi Respons Cepat Menteri PU, Sejumlah Infrastruktur Rusak Gempa Segera di Assessment

SIKKA, Bajopos.com | Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo atas respons cepat pemerintah pusat dalam membantu penanganan dampak gempa bumi tektonik di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Sikka dalam rapat koordinasi bersama Menteri PU Dody Hanggodo, jajaran Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktur Perumahan, Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPPK), Direktur Jalan dan Jembatan, Kepala Balai Jalan dan Jembatan, serta sejumlah pejabat Kementerian PU.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Gubernur NTT Melki Laka Lena, Ketua DPRD Kabupaten Sikka Stefenus Sumandi, S.Fil., anggota Forkopimda Kabupaten Sikka, para pejabat kementerian, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Sikka. Kegiatan berlangsung di Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik BPBD Kabupaten Sikka, Jalan Mawar, Perumnas Maumere, Minggu, 23/8/2026.

Bupati Juventus menyampaikan bahwa kehadiran langsung Menteri PU bersama jajaran kementerian menjadi bentuk nyata perhatian dan komitmen pemerintah pusat terhadap kondisi masyarakat Kabupaten Sikka pascagempa.

“Pemerintah Kabupaten Sikka menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Menteri Pekerjaan Umum bersama seluruh jajaran yang telah merespons dengan cepat kebutuhan Kabupaten Sikka pascagempa. Kehadiran langsung di lapangan sangat berarti bagi pemerintah daerah dan masyarakat,” ujar Bupati Juventus.

Dalam rapat tersebut, Bupati Juventus mengatakan Pemerintah Kabupaten Sikka menyampaikan berbagai kebutuhan penanganan pascabencana, mulai dari kerusakan gedung pemerintahan, fasilitas publik, sekolah, rumah ibadah, fasilitas kesehatan, infrastruktur jalan hingga kebutuhan air bersih masyarakat.

Menteri PU merespons sejumlah usulan tersebut dan memastikan penanganan kerusakan infrastruktur yang menjadi kewenangan Kementerian PU akan dilakukan melalui skema dan program pemerintah yang tersedia, jelasnya.

Bupati Juventus juga menjelaskan untuk kebutuhan penanganan infrastruktur jalan daerah yang mengalami kerusakan, sejumlah pekerjaan akan diarahkan melalui Instruksi Presiden (Inpres) Infrastruktur Jalan Daerah (IJD) yang pelaksanaannya ditargetkan dapat dilakukan pada tahun ini.
Sementara ruas jalan yang baru diusulkan Pemerintah Kabupaten Sikka sebagai dampak langsung kerusakan akibat gempa bumi tektonik akan diupayakan untuk masuk dalam usulan Inpres tahap kedua.

“Untuk ruas-ruas jalan yang sudah masuk dalam program akan ditindaklanjuti melalui IJD. Sedangkan ruas jalan yang baru diusulkan akibat kerusakan gempa akan diusulkan melalui Inpres tahap kedua,” jelasnya.

Selain persoalan jalan akibat gempa, perhatian juga diberikan terhadap kondisi lintas utara Flores, khususnya ruas Mbay–Maumere, yang mengalami kerusakan akibat abrasi.
Menteri PU mengarahkan agar kerusakan tersebut segera didata dan dilakukan assessment. Proses pendataan dan assessment akan dilakukan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi NTT dengan dukungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sikka.

“Untuk lintas utara Mbay–Maumere yang mengalami kerusakan akibat abrasi, akan dilakukan pendataan dan assessment oleh Balai Jalan dan Jembatan bersama Dinas PUPR Kabupaten Sikka,” kata Bupati Juventus.

Selain infrastruktur jalan, kebutuhan air bersih masyarakat Kecamatan Palue juga menjadi salah satu perhatian penting dalam rapat tersebut.
Pemerintah akan menjajaki kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk penerapan metode desalinasi dan teknologi Reverse Osmosis (RO) sebagai salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan air minum bagi masyarakat Palue.

Menurut Bupati, kebutuhan air bersih merupakan salah satu persoalan strategis yang harus segera mendapatkan solusi, terutama bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang menghadapi keterbatasan sumber air baku.

“Untuk air minum di Palue, akan dilakukan kerja sama dengan BRIN terkait metode desalinasi dan teknologi RO. Ini menjadi salah satu solusi yang sedang kita dorong agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat segera ditangani,” ujarnya.

Bupati Juventus juga menambahkan, selain sejumlah persoalan tersebut, berbagai usulan lain yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Sikka juga mendapat perhatian dari Kementerian PU dan akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan serta mekanisme yang berlaku.

Ia berharap koordinasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Sikka terus diperkuat sehingga proses assessment, perencanaan hingga pelaksanaan rehabilitasi dan pembangunan kembali infrastruktur terdampak gempa dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.

“Kita berharap seluruh proses ini dapat berjalan cepat. Yang paling penting adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dan infrastruktur yang rusak segera dipulihkan sehingga aktivitas pemerintahan, pelayanan publik dan kehidupan masyarakat dapat kembali normal,” pungkas Bupati Sikka.

SIKKA, Bajopos.com | Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo atas respons cepat pemerintah pusat dalam membantu penanganan dampak gempa bumi tektonik di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Sikka dalam rapat koordinasi bersama Menteri PU Dody Hanggodo, jajaran Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktur Perumahan, Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPPK), Direktur Jalan dan Jembatan, Kepala Balai Jalan dan Jembatan, serta sejumlah pejabat Kementerian PU.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Gubernur NTT Melki Laka Lena, Ketua DPRD Kabupaten Sikka, Stefenus Sumandi, S.Fil., anggota Forkopimda Kabupaten Sikka, para pejabat kementerian, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Sikka.

Kegiatan berlangsung di Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik BPBD Kabupaten Sikka, Jalan Mawar, Perumnas Maumere, Minggu, 23/8/2026.

Bupati Juventus menyampaikan bahwa kehadiran langsung Menteri PU bersama jajaran kementerian menjadi bentuk nyata perhatian dan komitmen pemerintah pusat terhadap kondisi masyarakat Kabupaten Sikka pascagempa.

“Pemerintah Kabupaten Sikka menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Menteri Pekerjaan Umum bersama seluruh jajaran yang telah merespons dengan cepat kebutuhan Kabupaten Sikka pascagempa. Kehadiran langsung di lapangan sangat berarti bagi pemerintah daerah dan masyarakat,” ujar Bupati Juventus.

Dalam rapat tersebut, Bupati Juventus mengatakan Pemerintah Kabupaten Sikka menyampaikan berbagai kebutuhan penanganan pascabencana, mulai dari kerusakan gedung pemerintahan, fasilitas publik, sekolah, rumah ibadah, fasilitas kesehatan, infrastruktur jalan hingga kebutuhan air bersih masyarakat.

Menteri PU merespons sejumlah usulan tersebut dan memastikan penanganan kerusakan infrastruktur yang menjadi kewenangan Kementerian PU akan dilakukan melalui skema dan program pemerintah yang tersedia, jelasnya.

Bupati Juventus juga menjelaskan untuk kebutuhan penanganan infrastruktur jalan daerah yang mengalami kerusakan, sejumlah pekerjaan akan diarahkan melalui Instruksi Presiden (Inpres) Infrastruktur Jalan Daerah (IJD) yang pelaksanaannya ditargetkan dapat dilakukan pada tahun ini.

Sementara ruas jalan yang baru diusulkan Pemerintah Kabupaten Sikka sebagai dampak langsung kerusakan akibat gempa bumi tektonik akan diupayakan untuk masuk dalam usulan Inpres tahap kedua.

“Untuk ruas-ruas jalan yang sudah masuk dalam program akan ditindaklanjuti melalui IJD. Sedangkan ruas jalan yang baru diusulkan akibat kerusakan gempa akan diusulkan melalui Inpres tahap kedua,” jelasnya.

Selain persoalan jalan akibat gempa, perhatian juga diberikan terhadap kondisi lintas utara Flores, khususnya ruas Mbay–Maumere, yang mengalami kerusakan akibat abrasi.

Menteri PU mengarahkan agar kerusakan tersebut segera didata dan dilakukan assessment. Proses pendataan dan assessment akan dilakukan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi NTT dengan dukungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sikka.

“Untuk lintas utara Mbay–Maumere yang mengalami kerusakan akibat abrasi, akan dilakukan pendataan dan assessment oleh Balai Jalan dan Jembatan bersama Dinas PUPR Kabupaten Sikka,” kata Bupati Juventus.

Selain infrastruktur jalan, kebutuhan air bersih masyarakat Kecamatan Palue juga menjadi salah satu perhatian penting dalam rapat tersebut.

Pemerintah akan menjajaki kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk penerapan metode desalinasi dan teknologi Reverse Osmosis (RO) sebagai salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan air minum bagi masyarakat Palue.

Menurut Bupati, kebutuhan air bersih merupakan salah satu persoalan strategis yang harus segera mendapatkan solusi, terutama bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang menghadapi keterbatasan sumber air baku.

“Untuk air minum di Palue, akan dilakukan kerja sama dengan BRIN terkait metode desalinasi dan teknologi RO. Ini menjadi salah satu solusi yang sedang kita dorong agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat segera ditangani,” ujarnya.

Bupati Juventus juga menambahkan, selain sejumlah persoalan tersebut, berbagai usulan lain yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Sikka juga mendapat perhatian dari Kementerian PU dan akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan serta mekanisme yang berlaku.

Ia berharap koordinasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Sikka terus diperkuat sehingga proses assessment, perencanaan hingga pelaksanaan rehabilitasi dan pembangunan kembali infrastruktur terdampak gempa dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.

“Kita berharap seluruh proses ini dapat berjalan cepat. Yang paling penting adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dan infrastruktur yang rusak segera dipulihkan sehingga aktivitas pemerintahan, pelayanan publik dan kehidupan masyarakat dapat kembali normal,” pungkas Bupati Sikka.

Reporter : Faidin

Kata Kades Masa Pengungsian Warga Nangahale Direncanakan Berakhir 5 Hari Lagi

SIKKA, Bajopos.com | Sejumlah warga terdampak gempa bumi yang mengungsi di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, mulai menunjukkan kesiapan untuk kembali ke rumah masing-masing.

Namun, kepulangan tersebut tetap menunggu arahan dan keputusan dari pemerintah daerah dengan mempertimbangkan kondisi keamanan serta perkembangan gempa susulan.

Salah seorang warga Desa Nangahale, Ririn (30), mengatakan dirinya bersama keluarga siap kembali ke rumah apabila pemerintah Kabupaten Sikka telah memberikan instruksi bahwa kondisi sudah dinyatakan aman.

Menurut Ririn, aktivitas gempa susulan dalam beberapa waktu terakhir mulai berkurang. Kondisi tersebut membuat sebagian warga merasa lebih tenang dan mulai mempertimbangkan untuk kembali menjalani aktivitas di rumah masing-masing.

“Kami siap kembali ke rumah kalau sudah ada instruksi dari pemerintah. Kalau pemerintah Kabupaten Sikka sudah memutuskan bahwa kami bisa kembali, saya bersama keluarga siap pulang,” ujar Ririn.

Ririn juga mengaku senang dengan perhatian pemerintah terhadap warga yang terdampak gempa, termasuk kunjungan Ketua TP PKK Provinsi NTT, Ny. Mindriyati Astiningsih Laka Lena (Asti Laka Lena), dan Ketua TP PKK Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, ke camp pengungsian Nangahale.

Ia menilai kehadiran para pimpinan dan jajaran pemerintah di tengah warga pengungsi memberikan semangat dan rasa diperhatikan selama menjalani masa pengungsian.

“Kami merasa senang karena pemerintah peduli dan datang melihat langsung kondisi kami di pengungsian,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Nangahale, Sahanudin, mengatakan masa pengungsian warga di lokasi tersebut direncanakan berlangsung hingga 28 Agustus 2026 atau lima hari lagi diakhiri.

Setelah itu, warga diharapkan dapat kembali ke rumah masing-masing, tentunya dengan tetap memperhatikan perkembangan situasi dan arahan pemerintah.

“Pengungsian ini direncanakan sampai tanggal 28 Agustus. Setelah itu warga akan kembali ke rumah masing-masing,” jelas Sahanudin.

Meski demikian, Sahanudin menyebutkan bahwa saat ini sudah terdapat sejumlah warga yang memilih tetap berada di rumah masing-masing.

Hal tersebut menunjukkan bahwa sebagian masyarakat mulai merasa kondisi di lingkungan tempat tinggalnya cukup memungkinkan untuk kembali beraktivitas, meskipun tetap diperlukan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.

Pemerintah desa bersama pemerintah kecamatan dan pemerintah Kabupaten Sikka terus melakukan pemantauan terhadap kondisi warga serta perkembangan situasi pascagempa.

Rencana kepulangan warga nantinya tetap diharapkan dilakukan secara terkoordinasi dan berdasarkan hasil evaluasi kondisi lapangan, sehingga keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Bagi warga Nangahale, kepulangan ke rumah bukan sekadar meninggalkan camp pengungsian, tetapi juga menjadi harapan untuk kembali menjalani kehidupan secara normal setelah menghadapi masa sulit akibat bencana gempa bumi.

Reporter : Faidin