Kam. Sep 24th, 2026

FKUB

Kemenag RI Apresiasi Semangat Kerukunan dalam Sidang MPH dan HUT PGI ke-76

KALABAHI, Bajopos.com | Kementerian Agama Republik Indonesia memberikan apresiasi terhadap semangat kerukunan, toleransi, dan persaudaraan yang tercermin selama pelaksanaan Sidang Majelis Pekerja Harian (MPH) dan Perayaan Hari Ulang Tahun ke-76 Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia yang dipusatkan di Aula Gereja GMIT Pola Tribuana Kalabahi, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Senin (25/5/2026).

Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, Fransiskus Kariyanto, saat memberikan sambutan pada acara puncak penutupan Sidang MPH dan HUT ke-76 PGI, Senin malam.

Dalam sambutannya, Fransiskus Kariyanto menyampaikan rasa syukur atas seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung aman, tertib, lancar, dan penuh sukacita.

Menurutnya, momentum Sidang MPH dan HUT PGI bukan hanya menjadi ruang konsolidasi pelayanan gereja-gereja di Indonesia, tetapi juga menjadi wadah memperkuat nilai-nilai kebangsaan, persaudaraan, dan semangat oikoumene.

“Semangat kebersamaan yang terbangun selama kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Kabupaten Alor, terus hidup dan terpelihara dengan baik,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf dari Menteri Agama Republik Indonesia yang sedianya dijadwalkan hadir secara langsung pada acara penutupan tersebut. Namun karena agenda penting kenegaraan yang tidak dapat ditinggalkan, Menteri Agama belum dapat hadir bersama peserta dan undangan.

Meski demikian, Menteri Agama tetap dijadwalkan menyapa seluruh peserta melalui sambungan video conference yang telah dipersiapkan khusus pada malam penutupan kegiatan.

Lebih lanjut, Fransiskus menyampaikan bahwa selama beberapa hari pelaksanaan Sidang MPH PGI telah lahir berbagai agenda, gagasan, serta rekomendasi penting yang diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi kehidupan gereja maupun pembangunan bangsa secara luas.

“Kami berharap seluruh buah pikiran yang dihasilkan dalam Sidang MPH dan Perayaan HUT PGI ini dapat menjadi kontribusi nyata bagi pertumbuhan pelayanan gereja-gereja di Indonesia sekaligus memperkuat kehidupan kebangsaan dan persatuan nasional,” katanya.

Pada kesempatan itu, pihak Kementerian Agama juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Alor, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan kegiatan nasional tersebut.

Menurut Fransiskus, keberhasilan pelaksanaan Sidang MPH dan HUT PGI di Kabupaten Alor menunjukkan bahwa budaya toleransi dan kehidupan masyarakat yang harmonis di NTT masih terjaga dengan baik dan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

“Semoga semangat kebersamaan, persaudaraan, dan pelayanan yang dibangun dalam momentum ini terus menjadi kekuatan dalam membangun Indonesia yang damai, harmonis, dan penuh kasih persaudaraan,” tutupnya.

Sidang MPH dan Perayaan HUT ke-76 PGI Tahun 2026 di Kabupaten Alor dihadiri pimpinan gereja dan denominasi gereja se-Indonesia, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.

Reporter : Nursan

MUI dan FKUB Flores Timur Serukan Harmoni Jelang Semana Santa Larantuka

FLOTIM, BAJOPOS.COM – Menjelang perayaan akbar Semana Santa Larantuka, seruan menjaga kerukunan umat beragama menggema dari tokoh lintas iman di Kabupaten Flores Timur.

Momentum bertemunya sejumlah hari besar keagamaan dinilai sebagai ujian sekaligus peluang memperkuat persaudaraan.

Ketua Dewan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Flores Timur, Bakir Doni Pulo, mengajak seluruh umat Islam untuk menjaga suasana kondusif, khususnya bagi umat Katolik yang akan menjalankan rangkaian Paskah.

“Menjelang Paskah, kami sangat mengharapkan umat Islam menjaga ketenangan bagi saudara-saudara kita yang menjalankan ibadah,” ujarnya kepada wartawan.

Menurutnya, Paskah bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk. Ia menegaskan pentingnya menjaga kedamaian di Larantuka sebagai kota religius yang menjadi tujuan ribuan peziarah setiap tahun.

Senada dengan itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Flores Timur, Petrus Pedo Beke, menyoroti keistimewaan tahun ini, di mana tiga hari besar—Nyepi, Idul Fitri, dan Paskah—dirayakan dalam waktu yang berdekatan.

“Ini menjadi kebahagiaan sekaligus tanggung jawab bersama. Kita berharap seluruh rangkaian perayaan berjalan damai dan penuh sukacita,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa pekan suci menjadi waktu penuh rahmat bagi umat Katolik, khususnya di lingkungan Keuskupan Larantuka, yang setiap tahun menggelar tradisi devosional yang sarat makna spiritual.

Lebih lanjut, Petrus menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor demi menjamin keamanan dan kelancaran perayaan. FKUB, kata dia, terus bersinergi dengan TNI, Polri, serta pemerintah daerah dalam membangun komunikasi yang intensif.

“Koordinasi harus terus diperkuat, mengingat banyaknya peziarah dari berbagai daerah. Keamanan menjadi kunci utama,” tegasnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan aparat keamanan atas komitmen menjaga stabilitas selama rangkaian hari besar keagamaan berlangsung.

Di tengah keberagaman, Flores Timur kembali menunjukkan wajah toleransi—bahwa perbedaan bukan sekat, melainkan kekuatan untuk merawat harmoni bersama.

Reporter : Arsenius Agung
Editor : Redaksi