Kam. Sep 24th, 2026

Dugaan Pencurian

Diduga HP Hasil Curian Dijual Murah di Lokasi Pengungsian Desa Nangahale

SIKKA, Bajopos.com | Situasi di lokasi pengungsian korban gempa bumi di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, kembali menjadi perhatian.

Di tengah kondisi warga yang masih bertahan di pengungsian, muncul informasi mengenai seseorang pria yang diduga menjual sejumlah unit telepon seluler (HP) dengan harga jauh di bawah harga pasaran.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, beberapa unit HP tersebut ditawarkan dengan harga berkisar Rp250 ribu hingga Rp300 ribu per unit. Bahkan, perangkat yang ditawarkan disebut memiliki kapasitas RAM mulai dari 8 GB hingga 16 GB.

Namun, terdapat kejanggalan. Sejumlah HP yang dijual dalam kondisi terkunci pola (pattern lock) dan orang yang menawarkan perangkat tersebut disebut tidak mengetahui cara membuka kuncinya.

Kondisi tersebut menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat. Warga menduga HP-HP tersebut bukan barang milik penjual, melainkan kemungkinan berasal dari hasil pencurian.

Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan masih membutuhkan penyelidikan aparat kepolisian. Identitas penjual maupun asal-usul masing-masing perangkat juga belum diketahui secara jelas.

Keberadaan transaksi tersebut menjadi perhatian serius mengingat lokasi pengungsian saat ini dihuni warga yang tengah berada dalam situasi rentan pascagempa.

Kondisi darurat dan kepadatan pengungsian dinilai dapat membuka peluang terjadinya tindak kriminal, termasuk pencurian barang milik warga terdampak.

Warga berharap aparat keamanan segera melakukan pengecekan terhadap informasi tersebut, termasuk menelusuri asal-usul HP yang dijual serta memastikan apakah ada laporan kehilangan barang elektronik dari para pengungsi.

Jika terbukti merupakan barang hasil kejahatan, aparat diminta mengambil langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku sekaligus mengembalikan barang kepada pemiliknya.

Masyarakat juga diimbau tidak tergiur membeli HP dengan harga yang tidak wajar, terlebih apabila perangkat tersebut tidak dilengkapi identitas kepemilikan yang jelas dan masih dalam kondisi terkunci.

Bajopos.com masih berupaya memperoleh informasi lebih lanjut dari pihak kepolisian dan pihak terkait mengenai dugaan penjualan HP tersebut.

Reporter : Faidin

Terekam CCTV, Pemuda Kaos Putih Berkacamata Diduga Hendak Bobol Celengan Masjid Al-Fatah Hertasning

MAKASSAR, Bajopos.com | Aksi mencurigakan seorang pemuda yang diduga hendak membobol kotak amal atau celengan di Masjid Al-Fatah, kawasan Hertasning, terekam kamera pengawas (CCTV), Senin (18/5/2026) siang.

Peristiwa itu terjadi sesaat setelah pelaksanaan shalat Dzuhur, sekitar pukul 12.40 WITA.

Rekaman CCTV memperlihatkan seorang pemuda dengan ciri-ciri mengenakan kacamata, kaos putih, dan celana pendek hitam mondar-mandir di sejumlah sudut masjid dengan gerak-gerik mencurigakan.

Imam Masjid Al-Fatah, Ustadz Ramdhani, mengatakan awalnya pemuda tersebut masuk ke area wudhu laki-laki dengan alasan hendak ke toilet. Namun, setelah keluar, ia justru duduk cukup lama di teras masjid sambil memperhatikan situasi di sekitar.

“Awalnya dia masuk ke area wudhu laki-laki dengan alasan mau buang air. Tidak lama kemudian, dia keluar dan duduk di teras masjid sambil celingak-celinguk memantau situasi di sekitar lokasi,” ujar Ustadz Ramdhani.

Kecurigaan pengurus masjid semakin kuat ketika pemuda itu kembali bergerak menuju area wudhu jamaah perempuan. Dari lokasi tersebut, ia masuk ke ruang shalat khusus wanita yang di dalamnya terdapat salah satu celengan masjid.

Menurut pengurus, pelaku terlihat memperhatikan posisi celengan dengan seksama dan beberapa kali keluar masuk ruangan, seolah memastikan keadaan sekitar aman sebelum beraksi.

Namun, aksi tersebut diduga batal dilakukan setelah pemuda itu menyadari seluruh gerak-geriknya telah dipantau melalui kamera CCTV yang terpasang di area masjid.

Mendapat laporan adanya aktivitas mencurigakan, dua pengurus masjid, Munir dan Irpan, segera menuju lokasi dengan maksud memergoki sekaligus mengamankan pemuda tersebut untuk diberikan pembinaan dan nasihat.

Sayangnya, saat keduanya tiba di ruang utama masjid, pemuda berkacamata itu sudah lebih dulu meninggalkan lokasi dan menghilang.

Pihak pengurus Masjid Al-Fatah kini mengimbau seluruh jemaah dan pengelola rumah ibadah di kawasan Hertasning agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas serupa, khususnya pada jam-jam sepi setelah shalat berjamaah.

Penulis: Ikbal Tehuayo