Ming. Mei 24th, 2026

Dinas PKO Sikka

Dinas PKO Sikka Geser Kepsek SMPN Nuba Arat, Tunjuk PLH Demi Selamatkan KBM

SIKKA, Bajopos.com – Aksi penyegelan ruang kepala sekolah dan mogok kerja yang dilakukan sejumlah guru di SMP Negeri Nuba Arat, Kabupaten Sikka, akhirnya direspons cepat oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka.

Dinas PKO mengambil langkah dengan menggeser Kepala SMPN Nuba Arat, Bergita Tati De Rosari, ke kantor dinas, sekaligus menunjuk pelaksana harian (PLH) guna memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) kembali berjalan normal.

Dilansir dari Tajukntt.com, Pelaksana Tugas (Plt) Kadis PKO Sikka, Patrisius Pederiko, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah berkoordinasi dengan pimpinan daerah.

“Saya sudah berkonsultasi dengan wakil bupati dan sudah mendapat arahan dari bupati, intinya menjaga situasi tetap kondusif dan KBM tidak dikorbankan. Oleh karena itu, kami mengambil keputusan ibu kepala sekolah sementara ke Dinas PKO dan kami menunjuk wakil kepala sekolah sebagai pelaksana harian,” ungkap Patrisius.

Ia menegaskan, secara administrasi Bergita Tati De Rosari masih berstatus sebagai kepala sekolah. Namun, untuk menjamin keberlangsungan aktivitas sekolah, tugas harian akan dijalankan oleh wakil kepala sekolah.

“Secara administrasi beliau masih kepala sekolah, tetapi pelaksana harian untuk keberlanjutan sekolah dilaksanakan wakil kepala sekolah. Secara administrasi akan terganggu kalau langsung diganti,” jelasnya.

Patrisius berharap konflik internal yang terjadi tidak terulang kembali dan tidak berdampak pada peserta didik.

“Permasalahan antara guru dengan guru, guru dengan kepala sekolah maupun dengan siswa tidak boleh terjadi lagi ke depan dan tidak mengorbankan anak didik,” tegasnya.

Sebelumnya, pada Kamis (16/4/2026), sejumlah guru melakukan aksi penyegelan ruang kepala sekolah setelah sehari sebelumnya menggelar mogok kerja. Aksi tersebut menyebabkan KBM untuk siswa kelas VII dan VIII sempat terhenti, sementara siswa kelas IX tetap mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Salah seorang guru, Albert Nong Nukak, menyebut aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap kepemimpinan di sekolah. Namun, ia mengakui langkah cepat yang diambil Dinas PKO telah memberikan kepastian bagi para guru.

“Kami sudah terima dengan baik. Kehadiran Plt Kadis PKO membuat kami merasa puas karena tuntutan kami sudah dijawab,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMPN Nuba Arat, Bergita Tati De Rosari, belum memberikan tanggapan saat dihubungi melalui pesan WhatsApp hingga berita ini diterbitkan.

Penulis : Redaksi

Di Kabupaten Sikka, Guru SMPN Nuba Arat Segel Ruang Kepsek, KBM Lumpuh

SIKKA, Bajopos.com – Sejumlah guru di SMP Negeri Nuba Arat, Kabupaten Sikka, melakukan aksi penyegelan ruang kepala sekolah pada Kamis (16/4/2026) pagi, setelah sehari sebelumnya menggelar aksi mogok kerja.

Aksi tersebut berdampak langsung pada terhentinya kegiatan belajar mengajar (KBM) untuk siswa kelas VII dan VIII.

Sementara itu, siswa kelas IX yang tengah mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) tetap melaksanakan ujian seperti biasa.

Penyegelan dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kepemimpinan Kepala SMPN Nuba Arat, Bergita Tati De Rosari, yang dinilai tidak lagi kondusif.

Pantauan di lokasi, ruang kepala sekolah dipalang menggunakan bilah bambu. Para guru juga memasang spanduk berwarna putih berisi tuntutan dan kritik. Di antaranya bertuliskan, “Dinas PKO Kabupaten Sikka mohon dengarkan jeritan kami” serta “Bergita Tati De Rosari gagal menjalankan amanah sebagai kepala sekolah. Mundur Sekarang Juga!!”.

Aksi ini turut menyita perhatian para siswa. Sejumlah siswa bahkan terlihat ikut membentangkan spanduk penolakan terhadap kepala sekolah di gerbang sekolah.

Salah seorang guru, Albert Nong Nukak, mengungkapkan bahwa aksi penyegelan dilakukan karena para guru merasa tertekan secara psikologis akibat pernyataan kepala sekolah.

“Pernyataan yang disampaikan buat kami trauma psikologis. Kepsek sampaikan kekesalan, kemarahan yang luar biasa dengan kalimat ‘saya mau bunuh saja orang’ disampaikan di hadapan guru dan tenaga pendidik. Ada juga pernyataan ‘masih ada tiga lagi yang diseret ke polisi’,” ujarnya, dilansir dari Tajukntt.com.

Ia menegaskan, penolakan terhadap kepala sekolah merupakan sikap bersama para guru sebagai bentuk protes atas situasi yang terjadi.

“Kami minta langkah tegas dari Dinas PKO Sikka, kepsek harus segera diganti. Kalau sudah diganti maka palang pintu itu kami buka,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMPN Nuba Arat, Bergita Tati De Rosari menyebut klarifikasi akan disampaikan melalui Pelaksana Tugas Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka.

“kemarin kami sudah sepakat konfirmasi kasus hanya lewat Pak Kadis, nanti beliau akan klarifikasi bersama media, epan gawan untuk pengertiannya,” tulisnya singkat.

Hari itu, para guru menyatakan masih menunggu kehadiran Pelaksana Tugas Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka, Patrisius Pederiko, yang direncanakan akan mengunjungi sekolah tersebut.

Penulis : Redaksi